1,721,015 research outputs found
LEVELING OF CRITICAL THINKING ABILITIES OF STUDENTS OF MATHEMATICS EDUCATION IN MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING
This research aims to determine the leveling of critical thinking abilities of students of mathematics education in mathematical problem solving. It includes qualitative-explorative study that conducted at University of PGRI Semarang. The generated data in the form of information obtained problem solving question and interview guides. The results are: (1) students who are not critical (LCTA-0) only able to identify the given facts clearly, (2) students are less critical (LCTA-1), students can identify the facts in problems, (3) critical student (LCTA-2), students can identify the fact in problems, revealing the prerequisite knowledge appropriately, solve the problem but still less accurate in every stage, and (4) students are very critical (LCTA-3), students can identify the facts given clearly, mention the concept/ theorem/ prerequisite material. Based on these results, the leveling of students critical thinking abilities can be applied in a lecture at mathematics education.Keywords: leveling, critical thinking, mathematical problem DOI: dx.doi.org/10.22342/jme.61.4
Perhitungan Perbandingan Laju Pruduksi Kritis Dengan Menggunakan Metoda Giger-karcher dan Metoda Pudji Permadi Pada Sumur X Lapangan Y
The critical flow rate can be calculated using several methods. These methods, among others, Giger-karcher and pudji permadi, are used to calculate the amount of critical flow rate. The critical production rate is the largest production rate that causes the WOC plane to move upward in a slightly flat curve without forming a cone (coning or cresting). If qoil ≤ qc then oil recovery will be high. Therefore it is necessary to optimize the acquisition of oil production so that the results provide maximum profit. One of these efforts is to maintain reservoir pressure, so that it is hoped that most of the oil in the reservoir can be lifted to the surface. If this is not considered, it is possible that the driving force will run out while there is still a lot of oil left in the reservoir. Many efforts and ways can be done to maintain reservoir pressure at the time of production, including controlling the flow rate of production. The economic value of a well depends on how much oil can be produced. This triggers to reduce the rate of water during oil production. There are several factors that can cause high water content, including the condition of wells that are mature (old). Well productivity performance can be described by the IPR equation or in the form of a curve which is the relationship between production rate and bottom well flow pressure at a reservoir pressure. Productivity Index is an index used to express the ability of a well to produce under certain conditions, this is influenced by well flow pressure, well static pressure and production rate, the greater the value of PI, the higher the formation's ability to produce oi
TINGKAT HARGA DIRI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA KELAS IV DAN V SD NEGERI 1 BEJI KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga diri siswa yang
mengikuti ekstrakurikuler olahraga kelas IV dan V SD Negeri 1 Beji, Kecamatan
Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.
Populasi yang digunakan adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler
olahraga kelas IV dan V SD Negeri 1 Beji, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten
Purbalingga yang berjumalah 120 siswa. Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini digunakan seluruhnya, sehingga penelitian ini disebut penelitian
populasi. Instrumen yang digunakan adalah angket/quisioner/Rosenberg’s self
esteem scale. Teknik analisis data menggunakan skala Likert yaitu untuk
mengukur tingkat harga diri seseorang atau sekelompok orang..
Dari hasil penelitian maka dapat diketahui tingkat harga diri siswa yang
mengikuti ekstrakurikuler olahraga kelas IV dan V SD Negeri 1 Beji, Kecamatan
Bojongsari, Kabupaten Purbalingga sacara keseluruhan dengan jumlah 120 siswa
diperoleh, 6 siswa (5,00%) kategori sangat tinggi, 27 siswa (22,50%) kategori
tinggi, 48 siswa (40,00%) kategori sedang, 34 siswa (28,33%) kategori rendah,
dan 5 siswa (4,17%) kategori sangat rendah.
Kata Kunci : harga diri, siswa, ekstrakurikuler olahraga
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Perkembangan Kognitif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD
Masalah utama yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar utamanya pada kelas-kelas tinggi (Kelas IV - VI) adalah kurangnya pemahaman murid-murid tentang konsep-konsep matematika. Kebanyakan murid hanya memahami secara algoritmis dengan menerapkan rumus-rumus yang telah diajarkan oleh guru tanpa memahami esensi dan konsep yang terkandung pada setiap topik.
Hal ini diduga penyebabnya adalah materi matematika pada kelas tersebut disajikan secara abstrak dengan penggunaan proposisi-proposisi logik-formal yang terlalu rumit. Guru matematika mengajar hanya berdasarkan/mengikuti buku paket yang ada tanpa terlebih dahulu menyederhanakan/mengkonkretkan materi yang akan diajarkan. Pada umumnya buku pelajaran matematika Sekolah Dasar yang beredar dan digunakan sebagai bahan ajar sudah menggunakan pendekatan formal sehingga sulit dimengerti oleh murid-murid yang berusia sekitar 10-12 tahun yang perkembangan intelektualnya masih berada pada tahap operasi konkret. Untuk itu perlu disusun buku ajar matematika SD yang dirancang/dikonstruksi dengan pendekatan induktif dan pembelajarannya dengan menggunakan metode induksi.
Untuk menyusun buku ajar yang dimaksud ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengiventarisasi konsep-konsep matematika yang akan diajarkan pada kelas tinggi berdasarkan kurikulum matematika SD, (2) menginventarisasi kompetensi dasar, (3) menyusun bahan pembelajaran setiap konsep dengan menggunakan pendekatan induktif.
Kata Kunci : buku ajar, kognitif, induks
PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BAGI SISWA DENGAN KEMAMPUAN MATEMATIKA RENDAH
Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika bagi siswa dengan kemampuan matematika rendah.
Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Semarang dengan subjek penelitian sebanyak seorang siswa dengan kemampuan matematika rendah.
Hasil penelitian sebagai berikut: (i) memahami masalah, subjek dapat menyebutkan semua data yang diketahui dan pokok permasalahan, setelah mendapatkan stimulus suatu pertanyaan, (ii) rencana penyelesaian masalah, pada tahap mengindentifikasi fakta-fakta subjek penelitian belum mengungkap fakta-fakta. Pada tahap merencanakan langkah-langkah penyelesaian, subjek belum membuat secara lengkap, (iii) melaksanakan penyelesaian, subjek penelitian dalam menerapkan langkah-langkah maupun cara memilih definisi/aturan trigonometri yang pernah dipelajari sebelumnya tidak lengkap dan pengerjaannya tidak urut. Subjek juga melakukan kesalahan-kesalahan baik dalam menulis aturan trigonometri maupun dalam operasi hitung, (iv) memeriksa kembali, subjek belum melakukan evaluasi tentang langkah yang telah dilakukan, karena subjek hanya membaca kembali. Subjek penelitian belum dapat mengambil kesimpulan yang didasarkan pada alasan yang tepat.
Hasil penelitian ini, dapat digunakan guru matematika SMA dalam membuat skenario pembelajaran sehingga siswa dengan kemampuan matematika rendah terbiasa berpikir kritis.
Kata Kunci : Berpikir Kritis, Masalah Matematika, Kemampuan Matematik
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK
Salah komptensi dalam kurikulum 2013 adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud, 2013). Dengan demikian, siswa perlu dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga?é?á mampu mengembangkan dan mengevaluasi argumen dalam suatu pemecahan masalah tertentu. Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang siswa dikatakan mempunyai?é?á kemampuan berpikir kritis jika mampu menganalisis fakta, menggeneralisasikan dan mengorganisasikan ide, mempertahankan opini, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, menguji argumen, dan menyelesaikan masalah (Chance, 1986). Di samping itu,?é?á kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan cara berpikir yang sistematis, kesadaran dalam berpikir, dan memiliki kemampuan untuk membedakan suatu kebenaran dari kesalahan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat menunjang siswa dalam belajar matematika yang bersifat abstrak dan keabstrakan matematika ini merupakan salah satu penyebab kesulitan siswa dalam belajar matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para guru matematika tidak menyadari bahwa siswa juga dituntut untuk dapat berpikir kritis, sehingga mempunyai dasar yang kuat untuk mempelajari matematika. Namun?é?á untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran matematika bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus berani mengambil sikap dengan menerapkan beberapa model pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga keabstrakan matematika dapat disederhanakan kebentuk yang lebih konkret dan juga berkaitan langsung dengan dunia nyata. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru adalah Pendekatan Matematika Realistik. Hal ini sesuai dengan pendapat Soedjana (1986) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik adalah kerangka konseptual sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis, dan logis guna menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Kata Kunci : berpikir kritis, matematika realisti
ANALISIS KESULITAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami oleh siswa Field Independent dan siswa Field Dependentsertamemberikan solusi bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara Pada metode tes, subjek penelitian sebanyak 4 orang siswa, yang terdiri atas 2 orang siswa Field Independent, dan 2 orang siswa Field Dependentdiberi 3 masalah matematkadan selanjutnya dilakukan wawancara terkait kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah matematika tersebut. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Berdasarkan analisis hasil penelitian diketahui bahwa siswa Field Independentcenderung memiliki kesulitan dalam menentukan strategi dan melakukan prosedur matematika. Sedangkan siswa Field Dependent cenderung memiliki kesulitan dalam memahami masalah, menerjemahkan masalah ke dalam model matematika, dan menentukan strategi, serta melakukan prosedur matematika.Solusi yang ditawarkan oleh peneliti untuk siswa Field Independent adalah perlu diberikan kebebasan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sedangkan siswa Field Dependentyaitu perlu diberikan petunjuk atau bimbingan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.</jats:p
Fraud Diamond dan Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia
ABSTRACT
The development of the national economy in the foreseeable future still shows uncertainty due to increasing competition in the business world. The food and beverage industry also has an important role in the development of the industrial sector. Its contribution to the Gross Domestic Product (GDP) of the non-oil industry is the largest compared to other subsectors which reached 33.6 percent in the third quarter of 2016. This research is to test and analyze the influence of diamond fraud factors (pressure, opportunity, rationalization and capability) against financial statement fraud. This study uses secondary data. The research sample was a Food and Beverage company listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2012 to 2016, with a total sample of 60. The sample method used was the documentation and literature. This study uses Partial Least Squares (PLS) version 3.0 for processing data with the results of the study showing that the pressure variable is measured by indicators of financial stability, opportunity variables as measured by the nature of industry, rationalization variables measured by auditor changes and capability variables measured by director changes affect financial statement fraud.
ABSTRAK
Perkembangan ekonomi nasional dalam beberapa waktu kedepan masih menunjukkan ketidakpastian akibat dari semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis. Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yang mencapai 33,6 persen pada triwulan III pada tahun 2016. Penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh faktor- faktor fraud diamond (pressure, opportunity, rationalization dan capability) terhadap financial statement fraud. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Sampel penelitian adalah perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012 sampai 2016, dengan jumlah sampel sebanyak 60. Metode sampel yang digunakan penelitian adalah dokumentasi dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan Partial Least Squares (PLS) versi 3.0 untuk pengolahan data dengan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pressure yang diukur dengan indikator financial stability, variabel opportunity yang diukur dengan nature of industry, variabel rationalization yang diukur dengan auditor changes dan variabel capability yang diukur dengan director changes berpengaruh terhadap financial statement fraud.
JEL Classification: M40, M4
Keefektifan Model Pembelajaran Tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) terhadap Minat dan Hasil Belajar pada Materi Akar Pangkat Tiga Bagi Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
One of the goals of learning mathematics is so that students can have skills in solving a problem. In order to increase the positive attitude of students, the material must be designed in such a way, so that it is suitable to achieve the teaching goals that have been determined to be achieved. Therefore, it is necessary to choose a learning model that is estimated to be appropriate to use. One of them is the cooperative learning model that can help students improve positive attitudes including building confidence in their ability to solve math problems. There are many cooperative learning models in mathematics learning that meet the characteristics of effective learning, including the CIRC type cooperative model (Cooperative Integrated Reading and Composition) which can help students hone problem solving skills in solving story problems. So that with this learning model students are able and skilled to solve problems in story problems with the right steps. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the CIRC model in improving student learning outcomes and student interest in learning. This research was a research experiment carried out at SD Negeri Sendang and SD Negeri Gondo 01, in grade VI students
Pengembangan Permainan Ular Naga Modifikasi Dengan Metode Bermain Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian pengembangan atau Reseach and Development (RnD). Sugiono (2015:407) menyatakan bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut Berdasarkan hasil penelitian pengembangan permainan ularnaga modifikasi untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini ditaman kanak -kanak maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut (1)Hasil Validasi permainan ularnaga modifikasi untuk meningkatkan kemampuansosial emosional anak usia 5-6 th dengan kriteria sangat valid di Tk Pembina Batang. (2)Kepraktisan permainan ularnaga modifikasi yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di taman kanak-kanak berdasarkan hasil angket tanggapan guru dan siswa di TK pembina Batang.(3)Mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 th di Taman Kanak-Kanak, Keefektifan pembelajaran menggunakan permainan ular naga modifikasi dapat dilihat melalui uji efektifitas dengan hasil yaitu permainan ularnaga modifikasi mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional motorik anak usia dini di taman kanak-kanak Pembina Batang, hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata penilaian kemampuan belajar siswa 4.00. dapat disimpulkan ke efektifan permainan ular naga modifikasi.dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini masuk dalam kreteria sangat baik
- …
