Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Analysis of the Effect of the Number of Valve Openings on the Performance Value of the Pelton Turbine Prototype
The Pelton turbine is a type of impulse turbine that utilizes a high-pressure water jet through a nozzle to rotate the turbine buckets. One factor influencing turbine performance is the number of valve openings, as the opening size determines the water flow rate directed to the turbine. This study aims to analyze the effect of the number of valve openings on the performance of a Pelton turbine prototype. The research method employed is an experimental approach by varying the valve openings, resulting in different water flow rates, followed by measurements of torque, water power, turbine power, and efficiency. The tests were conducted under a constant load of 1 kg with 12 buckets. The results show that the maximum torque obtained was 0.2695 Nm. The highest water power of 15.41 W occurred at a flow rate of 30 LPM, while the lowest water power of 10.03 W was recorded at the smallest flow rate. The highest turbine power was 9.45 W, and the maximum efficiency was achieved at a flow rate of 26 LPM with valve openings producing an effective nozzle diameter of 9–11 mm, reaching 90.97–91.38%. The lowest efficiency was observed at a valve opening equivalent to a 9 mm nozzle diameter, at 22.15%. These findings indicate that the number of valve openings has a significant effect on Pelton turbine performance, particularly in terms of efficiency and output powe
Peningkatan Literasi Bencana Keluarga Melalui Komunikasi Risiko di Desa Bayah Barat, Lebak
Desa Bayah Barat di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan wilayah yang berada di zona merah rawan tsunami dengan tingkat literasi bencana masyarakat yang masih rendah, khususnya pada level keluarga. Banyak keluarga belum memahami mitigasi, evakuasi mandiri, dan penanganan pasca-bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan membangun keluarga tangguh bencana melalui pendekatan literasi bencana berbasis komunikasi risiko. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, mencakup sosialisasi, pelatihan door-to-door kepada 90 KK, pelatihan untuk 20 relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta pengembangan media edukasi seperti modul, "Kartu Siaga Keluarga", dan papan permainan (gameboard) simulasi komunikasi risiko. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana skor rata-rata pengetahuan keluarga meningkat dari 60,55 (pre-test) menjadi 75,25 (post-test). Sementara itu, para relawan juga mengalami peningkatan dari 76,88 menjadi 81,88. Pendekatan yang bersifat personal dan penggunaan alat peraga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas keluarga serta relawan dalam menghadapi risiko bencan
STRENGTHENING THE IMPACT OF ESG ON FIRM VALUE THROUGH CORPORATE GOVERNANCE: EMPIRICAL EVIDENCE FROM INDONESIA
This study aims to examine the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure on firm value, with corporate governance (CG) serving as a moderating variable, using data from companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The research is motivated by the increasing emphasis on sustainability and governance practices as key drivers of long-term corporate value. Data were obtained from annual and sustainability reports over the observation period and analyzed using panel regression with a fixed-effect model. ESG disclosure was measured based on the extent of reporting across environmental, social, and governance dimensions, while CG was assessed through a composite index comprising the proportion of independent commissioners, audit committee existence, institutional ownership, and board size. The findings reveal that ESG disclosure has a negative and significant effect on firm value, proxied by Tobin’s Q, suggesting that the Indonesian capital market has not yet fully recognized ESG practices as value-enhancing factors. However, the interaction term between ESG and corporate governance (ESG×CG) exhibits a positive and significant coefficient, indicating that effective governance strengthens the impact of ESG on firm value. Additional analysis using an alternative measure of firm value (Price to Book Value or PBV) and robustness checks confirms the consistency of these results. Overall, the findings emphasize that ESG practices generate economic value only when reinforced by credible and well-functioning corporate governance mechanisms
KAJIAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH MANTAN ISTRI ATAS HARTA BERSAMA (Studi Kasus Putusan Nomor 172/Pdt.G/2019/PN.Blb)
Perceraian ialah suatu putusnya ikatan perkawinan antara kedua belah pihak yaitu suami istri karena terjadinya suatu ketidakharmonisan hubungan keluarga yang retak atas dasar dari sebuah faktor internal atau faktor eksternal yang terjadi. Salah satu akibat hukum terjadinya putus perkawinan karena perceraian adalah tentang harta bersama. Sebagaimana yang terjadi dalam Putusan Nomor 172/Pdt.G/2019/PN.Blb. tanpa sepengetahuan Penggugat, Tergugat II melanjutkan pelunasan PPJB No.29 tanggal 15 Juli 2005 yang dibuatnya bersama dengan Penggugat dalam masa perkawinannya yang menjadikan Tergugat II sebagai pemilik tunggal atas tanah dan bangunan tersebut berdarkan AJB No.54/2014. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif analisis yaitu penelitian yang terdiri atas satu variabel atau lebih dari satu variable. Penyajian data tersebut adalah dalam bentuk Deskripftif, yang sebelumnya dianalisis dengan kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemilikan PPJB adalah sah. Hakim mengabulkan permintaan Penggugat untuk melanjutkan jual beli atas tanah dan bangunan tersebut dengan Tergugat I dan Tergugat II untuk menandatangani AJB atas tanah dan bangunan tersebut. Hakim tidak mempertimbangan keadaan real antara Penggugat dan Tergugat II sebagaimana diketahui tanah dan bangunan tersebut adalah harta bersama antara Penggugat dan Tergugat II. Sehingga timbul perbedaan antara das sollen dan das sein. Hakim dalam menciptakan keadilan seharusnya tidak hanya bersumber pada Undang-Undang saja, melainkan juga bersumber dari hukum yang berlaku di masyarakat.Perceraian ialah suatu putusnya ikatan perkawinan antara kedua belah pihak yaitu suami istri karena terjadinya suatu ketidakharmonisan hubungan keluarga yang retak atas dasar dari sebuah faktor internal atau faktor eksternal yang terjadi. Salah satu akibat hukum terjadinya putus perkawinan karena perceraian adalah tentang harta bersama. Sebagaimana yang terjadi dalam Putusan Nomor 172/Pdt.G/2019/PN.Blb. tanpa sepengetahuan Penggugat, Tergugat II melanjutkan pelunasan PPJB No.29 tanggal 15 Juli 2005 yang dibuatnya bersama dengan Penggugat dalam masa perkawinannya yang menjadikan Tergugat II sebagai pemilik tunggal atas tanah dan bangunan tersebut berdarkan AJB No.54/2014. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Kajian Perbuatan Melawan Hukum Yang Dilakukan Oleh Mantan Istri Atas Harta Bersama (studi kasus Putusan Nomor 172/Pdt.G/2019/PN.Blb)”, dengan rumusan masalah dari penelitian tesis ini adalah bagaimana bagaimana terjadinya kepemilikan tanah dan bangunan yang diperoleh melalui PPJB dalam Putusan Nomor : 172/Pdt.G/2019/PN.Blb. dan bagaimana keabsahan apabila kepemilikan bersama dijual oleh satu pihak. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif analisis yaitu penelitian yang terdiri atas satu variabel atau lebih dari satu variable. Penyajian data tersebut adalah dalam bentuk Deskripftif, yang sebelumnya dianalisis dengan kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemilikan PPJB adalah sah. Hakim mengabulkan permintaan Penggugat untuk melanjutkan jual beli atas tanah dan bangunan tersebut dengan Tergugat I dan Tergugat II untuk menandatangani AJB atas tanah dan bangunan tersebut. Hakim tidak mempertimbangan keadaan real antara Penggugat dan Tergugat II sebagaimana diketahui tanah dan bangunan tersebut adalah harta bersama antara Penggugat dan Tergugat II. Sehingga timbul perbedaan antara das sollen dan das sein. Hakim dalam menciptakan keadilan seharusnya tidak hanya bersumber pada Undang-Undang saja, melainkan juga bersumber dari hukum yang berlaku di masyarakat
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR ATAS KERUG IAN AKIBAT PENGALIHAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA OLEH DEBITUR KEPADA PIHAK KETIGA TANPA PERSETUJUAN KREDITUR (Studi Kasus Putusan Nomor 167/PID.SUS/2019/PN.PLP)
Permasalahan dalam tesis ini, mengenai keabsahan jual beli atas objek jaminan fidusia tanpa diketahui oleh pemberi fidusia/kreditur pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp dan upaya hukum kreditur atas kerugian akibat pengalihan objek jaminan fidusia melalui jual beli pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp. Tesis ini, menggunakan metode penelitian normatif dilanjutkan dengan menganalisis secara kualitatif terhadap data sekunder untuk mendapatkan simpulan tentang keabsahan jual beli atas objek jaminan fidusia dialihkan tanpa diketahui oleh penerima fidusia pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp yaitu tidak sah dan batal demi hukum. Upaya hukum kreditur atas kerugian akibat pengalihan objek jaminan fidusia melalui jual beli pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/ PN.Plp, yaitu dengan meminta pertanggungjawaban secara pidana agar Pemberi Fidusia dikenakan sanksi pidana, melakukan titel eksekutorial terhadap objek fidusia dan apabila Objek fidusia tidak diketahui keberadaannya, Penerima Fidusia dapat meminta Penggantian objek fidusia yang setara dan melakukan pengalihan risiko melalui pengasuransian objek fidusia. Abstrak:
Permasalahan dalam tesis ini, mengenai keabsahan jual beli atas objek jaminan fidusia tanpa diketahui oleh pemberi fidusia/kreditur pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp dan upaya hukum kreditur atas kerugian akibat pengalihan objek jaminan fidusia melalui jual beli pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp. Tesis ini, menggunakan metode penelitian normatif dilanjutkan dengan menganalisis secara kualitatif terhadap data sekunder untuk mendapatkan simpulan tentang keabsahan jual beli atas objek jaminan fidusia dialihkan tanpa diketahui oleh penerima fidusia pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/PN.Plp yaitu tidak sah dan batal demi hukum. Upaya hukum kreditur atas kerugian akibat pengalihan objek jaminan fidusia melalui jual beli pada Putusan Nomor 167/Pid.Sus/2019/ PN.Plp, yaitu dengan meminta pertanggungjawaban secara pidana agar Pemberi Fidusia dikenakan sanksi pidana, melakukan titel eksekutorial terhadap objek fidusia dan apabila Objek fidusia tidak diketahui keberadaannya, Penerima Fidusia dapat meminta Penggantian objek fidusia yang setara dan melakukan pengalihan risiko melalui pengasuransian objek fidusia
Academic Culture Shock Workshop as a Strategy to Improve Students\u27Mental Readiness in the Academic Environment of the Faculty of Medicine
.
Tindakan Komunikatif Penyandang Diabetes Melitus dalam Pemecahan Masalah
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi penyebab kematian hampir 70% jiwa di dunia. Hal ini membuat agenda 2030 (SDGs) menjadikan isu penyakit tidak menular sebagai sebuah tantangan utama. Salah satu penyakit tidak menular yang cukup menjadi perhatian di Indonesia adalah diabetes melitus (DM) dimana diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 1,3 juta penyandang. Penelitian ini mencoba melihat dari sudut pandang komunikasi melalui konsep tindakan komunikatif dalam penyelesaian masalah (CAPS) yang merupakan bagian dari Situational Theory of Problem Solving (STOPS). Teori ini menyatakan bahwa orang berkomunikasi secara aktif dan instrumental untuk menyelesaikan masalah dan tindakan dipicu oleh respons kognitif mereka terhadap masalah dan motivasi untuk mengatasi situasi. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan komunikatif penyandang DM yang dilihat melalui variabel dalam CAPS yaitu information seeking, information attending, information forefending, information permitting, information forwarding, dan information sharing. Kajian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada para penyandang DM di kota Jakarta secara purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif univariat melalui tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyandang DM tergolong kepada komunikator aktif dalam tindakan untuk memecahkan masalahnya
Peran Influencer Instagram Afutami dalam Memotivasi Aksi Perubahan Iklim di Kalangan Generasi Muda
Penelitian ini mengkaji peran influencer Instagram Afutami dalam memotivasi aksi perubahan iklim di kalangan generasi muda melalui pendekatan komunikasi persuasif dan narasi digital. Menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan analisis naratif, penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi yang diterapkan Afutami dalam konten Instagramnya selama periode Januari-Desember 2023, dengan fokus pada tema perubahan iklim. Data dianalisis melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola pesan, teknik persuasi, dan respons audiens. Temuan menunjukkan bahwa Afutami berhasil mengintegrasikan tiga dimensi komunikasi efektif: (1) pendidikan lingkungan melalui data dan informasi ilmiah yang disederhanakan, (2) pembangunan koneksi emosional melalui narasi personal dan visual yang kuat, serta (3) mobilisasi aksi konkret melalui seruan partisipasi yang jelas dan terukur. Analisis interaksi audiens mengindikasikan tingkat keterlibatan yang signifikan, dengan rata-rata 15.000 engagement per postingan dan dominasi respons positif dari generasi Z. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori komunikasi lingkungan digital dengan memperkaya pemahaman tentang mekanisme persuasi dalam konteks media sosial, khususnya bagaimana narasi personal dapat menjadi jembatan antara isu kompleks dan kesadaran publik. Dari perspektif praktis, temuan ini menawarkan kerangka implementatif bagi praktisi komunikasi lingkungan dalam merancang kampanye media sosial yang efektif, dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara edukasi, emosi, dan ajakan aksi. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan analisis yang terbatas pada satu kasus influencer dan rentang waktu tertentu, sehingga belum dapat menggeneralisasi temuan secara luas. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi komparatif antar-influencer dengan demografi berbeda, serta menyelidiki dampak jangka panjang dari kampanye semacam ini terhadap perilaku pro-lingkungan generasi muda melalui pendekatan longitudinal
RELASI KUASA, MOBILISASI HUKUM, DAN PERLINDUNGAN PELAPOR DALAM DISFUNGSI INSTITUSI PENEGAKAN KEADILAN DI INDONESIA
Transformasi ekonomi digital telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap sosial dan ketenagakerjaan di Indonesia, menghadirkan pekerja gig seperti sopir taksi online yang kerap terpapar kerentanan hukum dan sosial. Salah satu kasus menonjol ialah Haryono, sopir taksi online yang menjadi pelapor utama pembunuhan oleh oknum aparat, namun justru berujung kriminalisasi dan intimidasi. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana relasi kuasa antara aparat penegak hukum dan pelapor warga sipil mempersempit akses keadilan dan perlindungan hukum, serta seberapa efektif mekanisme mobilisasi hukum dapat memberikan saluran perlindungan dan kepastian hukum bagi korban atau saksi dalam konteks institusi peradilan yang disfungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode sosiologi hukum kritis, membedah kasus Haryono melalui teori konflik sosial Marx dan teori mobilisasi hukum Jeff Handmaker & Sanne Taekema. Data diperoleh dari berita, dokumen hukum, serta literatur ilmiah relevan, lalu dianalisis secara reflektif dan interpretatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa struktur kekuasaan institusional secara sistematis menghalangi akses keadilan bagi pelapor sipil, memperkuat budaya impunitas dan stigmatisasi terhadap whistleblower. Mobilisasi hukum masyarakat sipil, berperan penting sebagai counterpower dalam menantang status quo dan membuka ruang perlawanan terhadap praktik ketidakadilan. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada solidaritas sosial serta keberhasilan merebut kembali makna hukum demi perlindungan hak asasi di ruang publik
Elemen Estetik, Autentik dan Citra Produk dalam Membangun Indonesian Gastronomy Brand melalui Media Sosial
Komunikasi berperan penting dalam memperkuat citra dan reputasi sebuah negara atau daerah, melalui kekayaan dan keberagaman gastronomi. Gastronomy branding memerlukan peran seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali food blogger yang menyebarkan informasi melalui media sosial. Pada era digital, komunikasi menjadi alat utama dalam membentuk persepsi publik mengenai destinasi kuliner. Penelitian ini bertujuan menganalisis konten gastronomi Indonesia yang diunggah di media Instagram, mencerminkan elemen estetik, autentik dan citra produk. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif serta teknik statistik deskriptif, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 konten gastronomi dalam bentuk video reels pada Instagram kuliner nusantara @amazingindonesiafood, @kokobuncit, @dyodoran, dan @the.lucky.belly. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen citra produk memiliki nilai rata-rata tertinggi (7,95), diikuti oleh elemen estetik (7,92), dan elemen autentik (7,23). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kekuatan utama dalam Indonesian gastronomy branding terletak pada kekayaan dan keragaman kuliner, keunikan sajian, serta kesan positif yang ditampilkan dalam konten digital. Namun, masih terdapat kekurangan dalam penyampaian informasi mengenai sejarah makanan, warisan budaya kuliner dari masa lampau, serta konsistensi dalam penyajian dan kualitas pelayanan dan suasana tempat makan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi digital yang lebih baik dalam memperkuat branding gastronomi Indonesia, melalui peningkatan kualitas konten digital, serta penguatan narasi mengenai sejarah dan budaya kuliner