JIPMat
Not a member yet
130 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) pada materi Segiempat dan Segitiga di kelas VII-6 SMP Negeri 2 Gorontalo. Penelitian tindakan kelas melibatkan siswa kelas VII-6 dengan jumlah 30 orang yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil penelitian pada proses pembelajaran dapat dilihat dari skor rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I yaitu ranah afektif dengan kriteria baik dan sangat baik mencapai 54,17%, ranah psikomotorik dengan kriteria baik dan sangat baik mencapai 56,67%, ranah kognitif siswa yang tuntas dengan persentase 66,67% dan pada siklus II yaitu ranah afektif dengan kriteria baik dan sangat baik mencapai 80,83%, ranah psikomotorik dengan kriteria baik dan sangat baik mencapai 83,33%, ranah kognitif siswa yang tuntas dengan persentase 90%. Berdasarkan peningkatan persentase dari 3 (tiga) ranah tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Missouri Mathematic Project (MMP) dapat meningkatkan hasil belajar matematika sisw
IMPLEMENTASI VIDEO PEMBELAJARAN MATERI POLA BILANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan dari media video pembelajaran berbasis kearifan lokal daerah terhadap peningkatan kemampuan literasi matematika siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil uji kepraktisan pada kelas VIII yang berjumlah 10 siswa diperoleh hasil 86% dengan kriteria praktis. Hasil uji kelompok besar di kelas VIII dengan jumlah 23 siswa memperoleh hasil 92% dengan kriteria sangat praktis dan layak digunakan. Hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan dengan rata-rata 73,6 berdasarkan kriteria yang telah ditentukan termasuk dalam kriteria efektif. Hasil peningkatan kemampuan literasi matematis berdasarkan data uji N-Gain diperoleh nilai gain sebesar 0,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII tergolong tingg
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF MATERI HIMPUNAN
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui validitas, praktikabilitas, dan efektivitas e-LKPD yang dikembangkan menggunakan model ADDIE. Uji coba produk dikenakan pada siswa kelas VII A SMPN 2 Wagir. Uji validitas dilakukan oleh tiga validator, yaitu ahli dalam bidang media dan materi serta praktisi pembelajaran. Instrumen penelitian berupa: angket validasi, angket respon pengguna, dan tes. Data penelitian berupa penilaian validator, respon pengguna, nilai pretest dan posttest diolah mengunakan teknik analisis kuantitatif, sedangkan data berupa saran validator diolah dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) e-LKPD sangat valid dengan nilai sebesar 95,8% dari ahli materi, nilai sebesar 95,8% dari ahli media, dan nilai sebesar 93,3% dari ahli pembelajaran. (2) e-LKPD sangat praktis berdasarkan respon guru sebesar 93,8% dan respon siswa sebesar 86,9%. (3) e-LKPD efektif berdasarkan data hasil belajar siswa, yaitu hasil pretest sebesar 44,8% dan hasil posttest sebesar 72,4%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa e-LKPD interaktif valid, praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran materi himpunan
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI KEPRIBADIAN SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi dalam menyelesaikan masalah program linear ditinjau dari kepribadian siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah dua siswa kelas XI MIPA-2 MA Banat Tajul Ulum Brabo dengan satu siswa introvert dan satu siswa ekstrovert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes tertulis dan wawancara. Pengambilan data penelitian ini melalui tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kepribadian siswa introvert memenuhi semua indikator kemampuan literasi numerasi, yaitu memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai angka dan simbol yang berhubungan dengan matematika; menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai gambaran (grafik, tabel, bagan, diagram dan sebagainya); dan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk membuat prediksi dan keputusan. Namun tipe kepribadian siswa ekstrovert belum mampu menyajikan informasi dalam bentuk tabel berdasarkan permasalahan yang diberikan. Selain itu, penafsiran hasil analisis dalam membuat keputusan masih belum terperinci secara jelas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS BERBANTUAN DESMOS PADA SISWA SMA KELAS X
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pencapaian kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project dengan berbantuan Desmos lebih baik dibandingkan siswa yang belajar melalui model pembelajaran direct instruction. Penelitian dilaksanakan di kelas XE7 dengan jumlah siswa 36 siswa dan XE5 dengan jumlah 35 siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental Design. Adapun, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design yang berfungsi mengetahui pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Rancangan penelitian ini adalah pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Analisis data yang adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan analisis data meliputi uji t dua sampel independent. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai p-value yaitu 0,003 ≤ 0,025. Artinya rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project dengan berbantuan Desmos lebih baik dibandingkan siswa yang belajar melalui model pembelajaran direct instructio
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN RATIONALS DAN ARTISANS
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa SMK ditinjau dari tipe kepribadian rationals dan artisans. Subjek dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive random sampling yaitu dua orang siswa dari kelas XI SMK di Kabupaten Ciamis dengan tipe kepribadian tiap individu yang berbeda berdasarkan tipe kepribadian David Keirsey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tipe kepribadian rationals hanya mampu menguasai 5 komponen kemampuan literasi matematika, sedangkan subjek dengan tipe kepribadian rationals mampu menguasai empat komponen literasi matematika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecendrungan dalam kemampuan literasi matematika dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian rationals mampu menggunakan strategi pemecahan masalah dengan sifat matematisasinya dan kecepatan dalam penggunaan alat matematika, sedangkan kemampuan literasi matematika dengan siswa yang memiliki tipe kepribadian artisans mampu menyajikan kembali dan mengkomunikasikan soal yang telah dia kerjakan dengan menggunakan simbol, bahasa formal, dan teknik yang tepat. Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematika, Tipe Kepribadia
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pangkep
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Logaritma. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pangkep pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 melalui model Discovery Learning pada materi logaritma. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.E SMA Negeri 1 Pangkep. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran,lembar evaluasi, dan lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan observasi berupa lembar pengamatan dan tes berupa soal isian yang diberikan kepada siswa pada akhir setiap siklus untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik Analisis Deskriptif Kuantitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan model Discovery Learning pada materi logaritma terjadi peningkatan hasil belajar siswa siswa dari rata-rata 74,64 pada tes awal meningkatkan menjadi 88,47 pada siklus I dan meningkatkan menjadi 89,64 pada siklus II dengan persentase ketuntasan 58,33% pada tes awal meningkatkan menjadi 86,11% pada siklus I dan kemudian meningkat lagi menjadi 100% pada siklus II. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktifitas siswa pada komponen keaktifan siswa dari 58,33% pada tes awal menjadi 83,33% pada siklus I dan kemudian meningkat menjadi 91,67% pada siklus II. pada komponen perhatian siswa dari 58,33% pada tes awal menjadi 75% pada siklus I dan kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus II. pada komponen kedisiplinan siswa dari 91,67% pada tes awal menjadi 100% pada siklus I dan konsisten 100% pada siklus II. pada komponen penugasan siswa dari 58,33% pada tes awal menjadi 75% pada siklus I dan kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus II
PROSES BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP BERDASARKAN GAYA BELAJAR
Keberhasilan peserta didik dalam menerima dan memproses informasi pada saat belajar sangat dipengaruhi oleh gaya belajar yang dimiliki dari masing-masing peserta didik, sehingga berdampak dalam proses berpikir kreatif yang kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berpikir kreatif peserta didik dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik berdasarkan tahapan Wallas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan subyek yang digunakan adalah peserta didik SMP kelas VIII. Intrumen yang digunakan terdiri dari instrumen angket gaya belajar, instrumen soal uraian divergen dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu yaitu membandingkan hasil informasi yang diperoleh berupa tes dan wawancara dengan waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Subyek dengan gaya belajar visual mampu memenuhi semua aspek yang terdapat pada indicator fluency dan flexibility tahapan wallas, sedangkan pada indicator originality hanya mampu memenuhi tahap preparasi dan pada indikator elaboration hanya mampu memenuhi 2 tahap yaitu inkubasi dan iluminasi. 2) Subyek dengan gaya belajar auditorial mampu memenuhi semua aspek yang terdapat pada indikator fluency, flexibility dan elaboration tahapan wallas, sedangkan pada indikator originality hanya mampu memenuhi tahap preparasi saja. 3) Subyek dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi semua aspek yang terdapat pada indikator fluency tahapan wallas. Pada indikator flexibility subyek hanya mampu memenuhi 3 indikator yaitu inkubasi, iluminasi dan verifikasi, sedangkan pada indicator elaboration hanya mampu memenuhi tahapan preparasi.Â
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA SMP KELAS VII
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka berbasis project based learning pada kelas VII jenjang SMP. Model pengembangan yang digunakan ialah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data non tes, yang terdiri dari pemberian angket validitas, angket kepraktisan, dan angket kemampuan kolaborasi. Data yang telah diperoleh dari angket validitas, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis instrumen LORI (Learning Object Review Instrument), sedangkan data yang diperoleh dari angket kepraktisan dianalisis menggunakan analisis instrumen UEQ (User Experience Questionnaire), dan data dari hasil angket kemampuan kolaborasi dianalisis berdasarkan skala likert. Berdasarkan hasil uji validitas, modul ini dinyatakan valid secara isi dengan persentase skor 76% dan 89% atau baik sedangkan secara tampilan mendapatkan persentase skor 90% dan 97% atau sangat baik. Setelah melalui uji validitas, modul ini melalui uji kepraktisan yang menggunakan UEQ sebagai pengujiannya. Hasil uji kepraktisan ini membuahkan kategori baik pada aspek daya tarik, kejelasan, efisiensi, stimulasi dan dan kategori sangat baik pada aspek ketepatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan ini dapat dinyatakan praktis. Tahap pengujian yang terakhir ialah uji efektivitas yang mana modul ajar diujicobakan kepada satu kelas yakni kelas VII E di SMP Negeri 3 Singaraja. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, dari 34 orang peserta didik diperoleh sebanyak 11 orang yang tidak memenuhi kriteria sedang dan 23 orang lainnya memenuhi kriteria sedang. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul ajar ini dinyatakan laya
WAYS OF UNDERSTANDING DAN WAYS OF THINKING SISWA MAN BERDASARKAN TEORI HAREL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINGKARAN
Studi ini bertujuan untuk menganalisis cara pemahaman dan cara berpikir siswa MAN dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan persamaan lingkaran berdasarkan teori Harel. Riset ini memanfaatkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenografi untuk mengungkap perbedaan WoU dan WoT siswa dalam menyelesaikan masalah terkait persamaan lingkaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes persamaan lingkaran, serta wawancara klinis. Riset ini dilaksanakan di salah satu MAN di Jakarta Timur pada semester genap 2020/2021. Subjek riset berjumlah 28 siswa kelas XI MIPA 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan lingkaran dipengaruhi oleh cara memahami konsep yang telah siswa pelajari. Cara memahami konsep yang salah atau tidak utuh menghasilkan cara berpikir yang tidak logis atau salah. Begitu pun sebaliknya, pemahaman yang baik mengenai persamaan lingkaran akan menghasilkan penyelesaian dari cara berpikir yang sistematis, ekeftif, dan logis. Dengan demikian, teori Harel mengenai duality principle berlaku terhadap siswa dalam menyelesaikan masalah terkait persamaan lingkaran