109 research outputs found

    PELAKSANAAN TUGAS KERAPATAN ADAT NAGARI DI KENAGARIAN CUBADAK KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR BERDASARKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG NAGARI DITINJAU DARI FIQH SIYASAH

    No full text
    ABSTRAK Rahmat Ramadhan Al-fitri, (2024) Pelaksanaan Tugas Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian Cubadak Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari Ditinjau Dari fiqh siyasah Penulisan Skripsi ini dilatarbelakangi oleh diaturnnya ketentuan mengenai tugas dan wewenang Kerapatan Adat Nagari di dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari berisi peraturan yang mengatur ketentuan umum nagari, kelembagaan nagari, pembinaan dan pengawasan nagari, adapun pokok permasalahan penelitian ini adalah: Bagaimana pelaksanaan tugas Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian Cubadak Kabupaten Tanah Datar berdasarkaan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2018 tentang Nagari dan, Bagaimana pandangan fiqh siyasah mengenai tugas Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian Cubadak Kabupaten Tanah Datar berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2018 tentang Nagari Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research). Lokasi Penelitian adalah di Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar, informan dalam penelitian ini adalah Ketua Kerapatan Adat nagari Cubadak, Wali Nagari Cubadak, Sekretaris Kerapatan Adat Nagari Cubadak. sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, data sekunder, dan data tersier. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis menggunakan metode analisis kualitatif selanjutnya dengan menarik kesimpulan dilakukan secara deduktif. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan tugas dan kewenangan Kerapatan Adat Nagari berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari secara tidak langsung sudah melaksanakan tugas dan wewenanganya dengan baik, namun masih ada tugas wewenangan KAN yang belum terlaksanaan seperti beberapa kasus yang belum diselesaikan seperti: tidak memilih atau mengangkat Wali Nagari karena pemilihan wali nagari dinagari cubadak dilakukan secara pemilihan umum. Hal ini disebabkan karena Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 belum diberlakukan di Kabupaten Tanah Datar. 2) Tinjauan Siyasah Dusturiyah terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan Kerapatan Adat Nagari Cubadak yang disesuaikan dengan sulthah al-tasyri‟iyah yakni menetapkan Undang-undang. Sedangakan yang disesuaikan dengan Sulthah al-Tanfidziyyah secara umum sudah melaksanakan tugas dan wewenanganya dengan baik. Adapun yang disesuaikan dengan Sulthah al- qadha‟iyyah sudah mengawasih berlakunya suatu aturan yang telah ditetapkan dalam Kerapatan Adat Nagari yang dijalankan Niniak Mamak itu sendiri dengan diikuti oleh Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan Parik Paga Nagari. Kata Kunci : Pelaksanaan, Kerapatan Adat Nagari, Fiqih Siyasa

    Supervisi Akademik dalam Peningkatan KBM Efektif di MA Raden Rahmat Mojowarno Jombang

    No full text
    The existence and development of MA Raden Rahmat Selorejo, Jombang Regency, which is important to note is how to improve the quality of education. Implementation of academic supervision of teacher professionalism in Teaching and Learning Activities. The implementation of academic supervision becomes a benchmark for the development and improvement of the quality of education at MA Raden Rahmat Selorejo. This research is descriptive qualitative research. Implementation of Academic Supervision is also an effort to increase effective teaching and learning activities. Constraints faced during the implementation of Academic Supervision in Increasing Effective Teaching and Learning Activities, namely: the complexity of the managerial tasks of a principal, Lack of preparation from supervised teachers, The element of subjectivity of supervisory teachers is still high, Frequent changes of principals, Facilities and infrastructure that are inadequate limited, Lack of discipline of teachers, and There is still a lack of knowledge of teachers about the effective management of the teaching and learning process

    Ramadhan dan Hari Kesehatan Lansia

    No full text
    Pertambahan umur, setelah mencapai puncak kekuatan fisik pada usia 30-40 tahun, maka selanjutnya akan mengalami penurunan fungsi. Proses penurunan fungsi fisik merupakan proses penuaan yang alamiah, yang diterangkan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam Al-Quran (QS Yaasin [36]:68, Al-Hajj [22]:5, An-Nahl [16]:70, dan Ar-Ruum [30]:54). Ayat-ayat ini menjelaskan, proses kehidupan manusia dari lahir kemudian tumbuh dan berkembang, namun selanjutnya setelah mencapai puncak umurnya akan mengalami proses penuaan dengan penurunan fungsi-fungsi fisik. Bahkan adiantara manusia itu ada yang sampai kepada titik terlemah hingga tidak hanya fisiknya yang lemah dan tidak berfungsi sebagaimana layaknya, akan tetapi juga sangat lemah proses fikirnya hingga tidak mengetahui apa-apa (pikun). Bulan Mei, setiap tanggal 29 diperingati sebagai “Hari Lansia Nasional” sebagai wadah untuk meningkatkan kepedulian (awareness) teradap akses kebutuhan, kesehatan dan kesejahteraan Lansia. Hari Lansia memang didasari atas kesadaran bahwa Lansia memerlukan perhatian khusus untuk memenuhi kebutuhannya. Perhatian ini mesti ditanamkan mulai dari kehidupan dalam keluarga, lingkungan masyarakat terkecil, hingga dalam tatanan dan layanan publik yang lebih luas. Tahun ini bertepatan Bulan Ramadhan yang merupakan bulan Rahmat maka sejatinya nilai-nilai itu akan jauh lebih ditingkatkan

    Ramadhan Sebagai Bulan Pelatihan dalam Membentuk Keikhlasan Jiwa

    No full text
    Ceramah ini menjelaskan Bulan ramadhan adalah bulan penuh rahmat, yang setiap perbuatan kita mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda, dan setiap ibadah sunnah kita mendapatkan ganjaran seperti ibadah wajib, ramadhan adalah di mana didalamnya terdapat malam dimana Al-Qura'an diturunkan.Bulan ramadhan adalah merupakan bulan pelatihan dalam membentuk keikhlasan jiwa

    Program ceramah Marhaban Ya Ramadhan

    No full text
    Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkatan di mana kedatangan Ramadhan membawa rahmat untuk umat manusia. Sempena bulan Ramadhan 1445H, kelab Members of Bachelor in Accountancy Society (MemBACCs) dengan kerjasama Fakulti Perakaunan UiTM Cawangan Kelantan (UiTMCK) telah menganjurkan program ceramah yang bertajuk ‘Marhaban Ya Ramadhan’ pada 23 Mac 2024 kepada warga UiTMCK khususnya mahasiswa Fakulti Perakaunan. Antara objektif program ini adalah bertujuan untuk berkongsi ilmu tentang keindahan dan kepentingan bulan Ramadhan kepada semua mahasiswa Fakulti Perakaunan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberi kesedaran tentang kepentingan menghidupkan bulan Ramadhan bagi melahirkan mahasiswa yang memiliki sahsiah diri yang mulia, berbudi pekerti, berhemah dan mencintai ajaran Islam. Program ini dimulai dengan ucapan aluan daripada Ketua Pusat Pengajian Fakulti Perakaunan iaitu Dr. Nik Zam Nik Wan dan diteruskan dengan sesi bacaan ayat suci Al-Quran daripada wakil kelab MemBACCs iaitu Muhammad Zaqwan Shaiful Azli. Program ini diteruskan dengan slot ceramah yang bertajuk ‘Marhaban Ya Ramadhan’ yang disampaikan oleh Ustaz Abu Sufian bin Ab Ghani iaitu Pensyarah Kanan Akademi Pengajian Islam Kontemporari UiTMCK. Beliau mengupas secara mendalam beberapa amalan yang boleh dilakukan sepanjang bulan Ramadhan seperti memperbanyakkan membaca Al-Quran dan bersedekah, melakukan solat secara berjemaah di surau mahupun masjid serta kelebihan zakat fitrah. Akhir sekali, beliau juga menceritakan kisah-kisah yang berlaku dalam bulan Ramadhan pada zaman Rasulullah yang boleh dijadikan iktibar dan teladan kepada para mahasiswa. Program berakhir dengan sesi soal jawab daripada para peserta dan sesi bergambar. Secara keseluruhan, program yang diadakan berjalan dengan lancar secara atas talian di platform WEBEX Meetings. Kebanyakan para peserta memberi maklum balas yang positif dan mencadangkan agar program-program sebegini diteruskan lagi pada masa hadapan untuk memberi kesedaran serta meningkatkan penghayatan bulan Ramadhan sebagai bulan yang dipenuhi rahmat dan barakah

    Supervisi Akademik dalam Peningkatan KBM Efektif di MA Raden Rahmat Mojowarno Jombang

    No full text
    The existence and development of MA Raden Rahmat Selorejo, Jombang Regency, which is important to note is how to improve the quality of education. Implementation of academic supervision of teacher professionalism in Teaching and Learning Activities. The implementation of academic supervision becomes a benchmark for the development and improvement of the quality of education at MA Raden Rahmat Selorejo. This research is descriptive qualitative research. Implementation of Academic Supervision is also an effort to increase effective teaching and learning activities. Constraints faced during the implementation of Academic Supervision in Increasing Effective Teaching and Learning Activities, namely: the complexity of the managerial tasks of a principal, Lack of preparation from supervised teachers, The element of subjectivity of supervisory teachers is still high, Frequent changes of principals, Facilities and infrastructure that are inadequate limited, Lack of discipline of teachers, and There is still a lack of knowledge of teachers about the effective management of the teaching and learning process

    PANDANGAN AL- QARADAWI TENTANG HUKUM NIKAH MISYAR (KAJIAN ANALISIS KRITIS PERSPEKTIF DHAWABITH AL-MASLAHAH SYEKH RAMADHAN AL-BUTI)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan memaparkan pandangan al-Qaradawi tentang hukum nikah misyar Kajian Analisis Kritis Prepektif Dhawabith Al-Maslahah Syekh Ramadhan AlButi. Rumusan masalah dalam penelitian ini, Pertama, Bagaimanakah al-Qaradawi menghukumi (berfatwa) tentang nikah misyar? Kedua, Bagaimanakah hukum nikah misyar menurut al-Qaradawi ditinjau dari perpektif dhawabith al-maslahah Ramadhan al-buti?. Implementasi dari penelitian ini adalah: pertama, Untuk mengetahui hukum nikah misyar menurut Yusuf al-Qaradawi, dan landasan fatwa hukum nikah misyar. Kedua, Untuk mengetahui dhawabith al-maslahah dalam syariat Islam dan aplikasinya terhadap problematika kontemporer, dalam hal ini problematika nikah misyar yang masuk dalam kategori problematika kontemporer. Ketiga, Kritik ilmiah terhadap fatwa al-qaradawi seputar hukum nikah misyar dengan menggunakan “dhawabith almaslahah†perspektif Ramadhan al-Buti sebagai pisau analisa. Hasil penelitian ini, pertama, Hukum nikah misyar menurut al-qaradawi adalah boleh akan tetapi makruh karena beberapa hal, salah satunya karena terpenuhinya syarat dan rukun dalam pernikahan. Kedua, Pandangan al-qaradawi ditinjau dari “dhawabith al-maslahah†dalam syariat Islam tidak bertentangan dengan hukum legal (fiqh) karena sempurnanya syarat dan rukun. Apabila ditinjau dari tujuan-tujuan syariat (maqosid syari’ah) terdapat pertentangan karena tidak adanya sakinah, mawaddah dan rahmat yang tidak bisa digapai kecuali dengan pernikahan syar’i dan umum. Ditinjau dari dhawabith (kriteria) ke lima dari dhawabith al-maslahah,yaitu “tidak adanya pertentantangan dengan maslahat yang lebih besar atau sejajarâ€, pandangan al-Qaradawi masih menjadi ranah perdebatan. Karena al-Qaradawi kurang memperhatikan masa depan anak-anak yang lahir dari pernikahan misyar berupa pendidikan, pengasuhan, arahan dan nasehatnasehat bagi mereka

    PERAN PHBS DI SDN PASIRBIRU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN EDUKASI KESEHATAN

    No full text
    Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat gizi dan sanitasi yang rendah. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pasirbiru, Rancakalong dengan metode edukasi interaktif, demonstrasi, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 73,1 (kategori cukup) menjadi 90,8 (kategori sangat baik), dengan peningkatan sebesar 23,1%, yang membuktikan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap PHBS. Selain itu, tim juga menyerahkan alat cuci tangan sebagai kontribusi untuk mendukung kebiasaan hidup bersih di sekolah. Diharapkan, program ini dapat berdampak luas dalam menurunkan angka stunting dengan penerapan PHBS secara konsisten.Abstract:  Stunting remains a significant health issue in Indonesia, particularly in areas with poor nutrition and sanitation. This educational program aims to increase primary school students' understanding of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) as a preventive measure against stunting. The activity was conducted at SDN Pasirbiru, Rancakalong, using interactive education methods, demonstrations, and Q&A sessions. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments to measure the program's effectiveness. The results showed an increase in the average score from 73.1 (fair category) to 90.8 (excellent category), with a 23.1% improvement, indicating that the education was effective in raising students' awareness of PHBS. Additionally, the team provided a handwashing facility as a contribution to support clean living habits in schools. This program is expected to have a broader impact in reducing stunting rates through the consistent implementation of PHBS

    Analisis penetapan Hakim dalam perkara permohonan perkawinan beda agama menurut perspektif maslahah Said Ramadhan Al-Buti: Studi kasus perkara nomor 333/Pdt.P/2018/Pn.Skt

    No full text
    ABSTRAK Perkawinan beda agama termasuk salah satu polemik yang tak kunjung ada penyelesaiannya meskipun di Indonesia telah mempunyai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Sedangkan perkawinan beda agama dalam pandangan masyarakat Islam di Indonesia telah ditentang keras. Namun pada kenyataannya masih terdapat perkawinan beda agama sebagaimana pada penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt yang berisi tentang permohonan izin kawin beda agama yang kemudian dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Surakarta. Fokus dari penelitian ini adalah (1) bagaimana analisis penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt tentang izin perkawinan beda agama dalam perspektif hukum positif di Indonesia, (2) bagaimana analisis penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt tentang izin perkawinan beda agama perspektif Maslahah Said Ramadhan Al-Buti. Penelitian ini berjenis penelitian hukum yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Data yang diperoleh berasal dari salinan penetapan pada website Mahkamah Agung yaitu penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt di Pengadilan Negeri Surakarta. Sedangkan analisisnya berupa penjelasan analisis deskriptif berdasarkan perspektid Hukum Positif dan maslahah Said Ramadhan Al-Buti terkait penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt. Hasil penelitian ini: (1) berdasarkan hukum positif, menunjukkan bahwa menurut Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam bahwa pada tiap-tiap pasal yang berkaitan dengan perkawinan beda agama telah menjelaskan larangan adanya perkawinan beda agama tersebut, baik secara langsung ataupun secara tersirat. (2) berdasarkan Maslahah Said Ramadhan Al-Buti, menunjukkan adanya pertentangan dengan tiga poin maslahah yang dikemukakan Al-Buti yakni Maqasyid As-Syari’ah, Al-Qur’an, dan Hadis. Dalam penetapan mengenai izin perkawinan beda agama tersebut, telah ditemukan adanya mafsadat dari pada maslahah. Saran dari penulis adalah agar hakim Pengadilan Negeri sebelum mengadili diwajibkan untuk memahami semua ketentuan tentang perkara perkawinan beda agama, baik hukum positif maupun hukum agama dari para pihak, agar dapat memberikan keseimbangan hukum antara hukum negara dan hukum agama serta memberikan keputusan yang paling adil bagi semua pihak terkait. ABSTRACT Interfaith marriages are one of the polemics that have never been resolved even though Indonesia already has Law Number 16 of 2019 about Marriage. Meanwhile, interfaith marriage in the view of the Islamic community in Indonesia has been strongly opposed. However, in reality there are still interfaith marriages as stated in the stipulation number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt which contains an application for an interfaith marriage permit which was later granted by the Surakarta District Court. The focus of this research is (1) how to analyze the determination of number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt regarding interfaith marriage permits in a positive legal perspective in Indonesia, (2) how to analyze the determination of number 333/Pdt.P/2018/ PN.Skt regarding permission for interfaith marriage from the perspective of Maslahah Said Ramadhan Al-Buti. This research is a normative juridical law research using a case approach and a conceptual approach. The data obtained comes from a copy of the determination on the website of the Supreme Court, namely determination number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt at the Surakarta District Court. While the analysis is in the form of an explanation of descriptive analysis based on the perspective of Positive Law and the maslahah of Said Ramadhan Al-Buti regarding the determination of the number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt. The results of this study: (1) based on positive law, it shows that according to the 1945 Constitution, the Constitution of Marriage and the Compilation of Islamic Law that in each article relating with interfaith marriages, which has explained the prohibition of interfaith marriages, both directly or implicitly. (2) based on Maslahah Said Ramadhan Al-Buti, it shows that there is a conflict with the three points of maslahah put forward by Al-Buti, namely Maqasyid As-Shari'ah, Al-Qur'an, and Hadith. In the determination of the interfaith marriage permit, it has been found that there is mafsadat rather than maslahah. The recommendation from the author is that the District Court judges before trying are required to understand all the regulations of interfaith marriage cases, both positive law and religious law from the parties, in order to provide a legal balance between state law and religious law and provide the fairest decision for all related parties مستخلص البحث تعد الزيجات بين الأديان واحدة من الجدل الذي لم يتم حله أبدًا على الرغم من أن إندونيسيا لديها بالفعل القانون رقم 16 لعام 2019 بشأن الزواج. في غضون ذلك ، لاقى الزواج بين الأديان من وجهة نظر الجالية الإسلامية في إندونيسيا معارضة شديدة. ومع ذلك ، في الواقع ، لا تزال هناك زيجات بين الأديان كما هو مذكور في الشرط رقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt الذي يحتوي على طلب للحصول على تصريح زواج بين الأديان تم منحه لاحقًا من قبل محكمة مقاطعة سوراكارتا. يركز هذا البحث على (1) كيفية تحليل تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt بخصوص تصاريح الزواج بين الأديان من منظور قانوني إيجابي في إندونيسيا ، (2) كيفية تحليل تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt بخصوص الإذن بالزواج بين الأديان من وجهة نظر مصلحة سعيد رمضان البطي. هذا البحث هو بحث في القانون القانوني المعياري باستخدام منهج الحالة ومنهج مفاهيمي. تأتي البيانات التي تم الحصول عليها من نسخة من القرار على الموقع الإلكتروني للمحكمة العليا ، وتحديداً رقم القرار 333/Pdt.p/2018/PN.Skt في محكمة مقاطعة سوراكارتا. بينما جاء التحليل في شكل شرح للتحليل الوصفي مبني على منظور القانون الوضعي ومصلحة سعيد رمضان البوطي بخصوص تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt. نتائج هذه الدراسة: (1) بناءً على القانون الوضعي ، تبين أنه وفقًا لدستور عام 1945 وقانون الزواج وتجميع الشريعة الإسلامية أنه في كل مادة تتعلق بالزواج بين الأديان ، أوضحت حظر الزواج بين الأديان ، سواء بشكل مباشر أو ضمني. (2) استنادًا إلى مصلحة سعيد رمضان البطي ، فإنه يدل على وجود تعارض مع نقاط المصلحة الثلاث التي طرحها البطي ، وهي مقاصيد الشريعة ، والقرآن ، والحديث. عند تحديد تصريح الزواج بين الأديان ، وجد أن هناك مفسدات بدلاً من المصلحة. اقتراح صاحب البلاغ هو أن قضاة المحكمة المحلية قبل المحاكمة مطالبون بفهم جميع الأحكام المتعلقة بقضايا الزواج بين الأديان ، سواء القانون الوضعي أو القانون الديني من الطرفين ، من أجل توفير توازن قانوني بين قانون الولاية والقانون الديني وتقديم القرار الأكثر إنصافًا لجميع الأطراف ذات الصلة

    Nilai Religiusitas Dalam Novel “Mamu Zein” Karya Syeikh Dr. Mohammad Said Ramadhan Al-Buthi (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)

    No full text
    The material object in this research is the novel Mamu Zein by Sheikh Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi. And the formal object is Charles Sanders Pierce's Theory of Semiotics. This study aims to find the value of religiosity in the novel Mamu Zein by Sheikh Buthi by using Charles Sanders Pierce's semiotic approach. The method in this study is a qualitative descriptive method. The results in this study are seven religious values ​​that appear in the novel Mamu Zein, as follows: 1. Recognition of the greatness of God, 2. Awareness that violence is not the only way to solve problems. 3. Awareness that God is the best place to ask and rely. 4. Prayer is a source of strength for Muslims. 5. Ridho to the fate experienced. 6. Strong Faith Gives Peace of Life. 7. Death is the Path of Encounter with God
    corecore