36 research outputs found

    PERLINDUNGAN HAK ANAK DI MYANMAR BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD 1989

    No full text
    Pada tahun 2016 terjadi penyerangan oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, dalam penyerangan tersebut banyak memakan korban terhadap penduduk sipil yang seharusnya dilindungi dan juga terjadi pelanggaran terhadap hak anak seperti pembunuhan terhadap anak berumur 8 bulan, anak berusia 5 tahun dan seorang anak berusia 6 tahun ditikam sampai mati dirumahnya masing-masing. Tindakan-tindakan tersebut jelas telah melanggar Convention on the right of the Child 1989. Permasalahan yang akan diteliti adalah mengenai pengaturan perlindungan hak anak berdasarkan Convention on the Right of the Child 1989 dan penegakan hukum tentang perlindungan hak anak di Myanmar. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pengaturan perlindungan hak anak berdasarkan Convention on the Right of the Child 1989 digolongkan menjadi 4 hak utama yaitu hak kelangsungan hidup (Survival Right), hak perindungan (Protection Right), hak tumbuh berkembang (Development Right), dan hak berpartisipasi (Participation Right). Penegakan hukum tentang perlindungan hak anak di Myanmar oleh pemerintah Myanmar tidaklah menjalankan perlindungan hak anak sesuai dengan Convention on the Right of the Child 1989 karena masih adanya pelanggaran-pelanggaran hak anak yang dilakukan. Karena pada tahun 1991, Myanmar telah meratifikasi Convention on the Right of the Child 1989. Kata kunci: Konvensi hak anak, Convention on the Right of the Child 1989, Myanmar, etnis Rohingy

    Analisis Pengaruh Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Terhadap Kinerja Studi Kasus pada Karyawan Baitul Qiradh Afdhal Lhokseumawe

    No full text
    Purpose of this study was to determine and analyze the influence of corporate culture on the improvement of employee performance. The method used is a linear regression that the author collects data which obtained directly from the object, the Baitul Qiradh Afdhal Lhokseumawe. And a technique of data collection conducted by researcher is the observation and direct interviews and collects data from the archives - corporate records and of writing - writing about the company. Sampling is a method of census taken by the number of 25 respondents. To analyze the data the authors use the method of multiple regression analysis which is aided by a computer program SPSS for Windows version 16.0. Final results showed the following equation: Y = 564 + O. 343 X1 + 0.051 X2 + 0.475 X3 + e, correlation coefficient (R) is 0.788a or 77.8%. It shows that corporate culture has a strong relationship with the employee’s performance. Values obtained for the coefficient of determination is 0.594 this indicates that the variables of corporate culture is simultaneously influencing as big as 59.4 % the performance of employees while the remaining 40.6% is explained by other variables which is not examined in this study and the Fstatistic >Ftabel. Value of Ftabel with 95% conviction level or alpha = 0.05 as big as 2.53 while Fstatistic as big as 22.989. This means that value of Fstatistic >F tabel. So that corporate culture is influencing employee performance of Baitul Qiradh Afdhal Lhokseumawe. Partial test (t) variable conviction (X1) of 2.792 bigger than t table value, the variable conviction (X2) for 0.452 is smaller than the valueof table t of 2.018 and the variable values (X3) with a value of 3.717 while the value t tables of 2.018 and the results can be seen that the variable values of corporate culture is the most dominant variables affecting the performance of employees. Financial institutions Baitul Qiradh are expected to be able to always pay attention and continue to enhance the values of corporate culture so that the employee’s performance in delivering services / products to the client or the customer will continue to rise and the effect on employee performance improvemen

    Konsep jiwa perspektif Ibnu Sina dan Al-Ghazali : Studi komparatif Tasawuf

    No full text
    Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Salah satu keunikan yang terdapat dalam diri manusia adalah adanya jiwa yang sifatnya tidak dapat terlihat dari luar diri manusia itu sendiri. Jiwa merupakan potensi keagamaan yang secara fitrah dan berasal langsung dari Allah sebagai pencipta. Jiwa berpusat dalam tubuh manusia, karena itu jiwa memiliki dua kecendrungan pada setiap diri manusia. salah satu kecenderungan yang terdapat pada jiwa adalah kecenderungan pada perbuatan tercela sehingga masih banyak rahasia yang terdapat dibalik jiwa manusia. Jiwa menjadi pembahasan yang banyak diulas oleh para Ilmuwan Muslim termasuk Ibnu Sina dan Al-Ghazali. Penulis tertarik untuk menelaah konsep jiwa Ibnu Sina dan Al-Ghazali terlebih lagi Al-Ghazali juga banyak berkiblat pada Ibnu Sina dalam bidang keilmuan lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana konsep jiwa menurut Ibnu Sina dan juga Al-Ghazali. Kemudian juga apakah terdapat persamaan serta perbedaan antara konsep keduanya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada kajian perpustakaan (library research). Metode yang digunakan yakni metode pendekatan komparatif untuk membandingkan antara konsep jiwa Ibnu Sina dengan konsep jiwa Al-Ghazali. Sumber data yang dugunakan adalah data primer yang merupakan buku karangan kedua tokoh serta data sekundernya yaitu Psikologi Sufi karya Robert Frager, Penyucian Jiwa (Tazkiyat al-nafs) & Kesehatan Mental karya Drs. A.F. Jaelani dan beberapa referensi lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian ini yaitu jiwa merupakan bentuk kesempurnaan awal bagi manusia. jiwa merupakan poros dari semua tindakan dan aktivitas manusia. Ibnu Sina dan Al-Ghazali sama-sama berpendapat bahwa jiwa merupakan unsur immateri (tak terlihat) pada manusia dan terbagi menjadi jiwa hewan, jiwa tumbuhan serta jiwa manusia. Jiwa bersifat abadi sehingga setelah manusia meninggal dan badannya hancur tapi jiwanya tetap hidup serta akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Perbedaan dari konsep kedua tokoh terdapat pada pembagian jiwa dan juga daya-daya yang dimiliki jiwa

    PENERAPAN DIVERSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Demak Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Dmk)

    No full text
    Fenomena kenakalan remaja dan tindak pidana yang dilakukan anak setiap tahun semakin meningkat. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan membentuk undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menerapkan restorative justice, termasuk diversi sebagai alternatif penyelesaian. Meski pada kenyataannya, sebagian masyarakat dan aparat penegak hukum cenderung selalu ingin menghukum anak yang berhadapan dengan hukum, sehingga banyak anak yang pada akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak khususnya yang telah diterapkan pada perkara Nomor 2/Pid.Sus -Anak/2021/PN Dmk Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan secara yuridis sosiologis dan Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pelaksanaan diversi dalam sistem peradilan pidana anak khususnya yang telah diterapkan pada perkara Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Dmk belum berjalan sepenuhnya karena pihak korban tidak menghendaki/menyetujui untuk melakukan musyawarah diversi sehingga penyelesaiannya melalui persidangan Anak, hal ini dapat dilihat dari perkara anak yang masuk ke pengadilan tapi tidak berhasil Diversi, sehingga menimbulkan kesenjangan antara aturan hukum dan pelaksanaanya di lapangan. Fungsi-fungsi dalam sistem peradilan pidana terkait pelaksanaan diversi tidak terlaksana dengan baik dan adanya perbedaan persepsi mengenai makna keadilan oleh para pelaku diversi, baik dari pihak korban dan keluarganya, pelaku dan keluarganya, aparat penegak hukum, Bagian Pemasyarakatan, Pekerja Sosial, tokoh masyarakat, psikolog, pendidik dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang terhadap pelaksanaan diversi Kata Kunci : Diversi, Peradilan Pidana Ana

    The Implementation of the Right of Restitution against Victims of the Crime of Trafficking in Person

    No full text
    The aims of this research are to study and analyze law enforcers in an effort to fulfill the right of restitution for victims of human trafficking and to study and analyze the fulfillment of the right of restitution for victims of human trafficking. This study uses a sociological juridical approach. The results of this study showIt is necessary to have the role of law enforcers at the level of the police, public prosecutors and judges so that the application of restitution can be given to victims of the crime of trafficking in persons andLaw enforcement carried out by the Court has not provided serious protection for victims of the crime of trafficking in persons. In imposing sanctions on the defendant, the judge only focuses on sentencing the defendant

    PENGARUH LAYANAN TRANSPORTASI ONLINE (GOJEK) TERHADAP PERLUASAN LAPANGAN KERJA BAGI MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG

    No full text
    Kemajuan teknologi di bidang transportasi, menjadi kebenaran sosial budaya yang terjadi di masyarakat, bahwa saat ini internet sangat mempengaruhi warga masyarakat dalam menjalani aktivitas di masyarakat. Banyaknya pengguna ponsel pintar atau smartphone, baik pada sistem android ataupun iOS membuat masyarakat menjadi ketergantungan pada smartphone dan internet. Kesempatan tersebut yang membuat pengagas bidang usaha Ojek online (Gojek) memperkenalkan ojek berbasis aplikasi online. Fenomena transportasi online saat ini sedang ramai diperbincangkan, karena pemesanan berbasis aplikasi yang mudah di unduh oleh pengguna smartphone baik sistem android ataupun iOS. Pemesanan melalui aplikasi yang sederhana membuat Ojek online diterima dengan cepat di kalangan masyarakat, serta berbagai macam pilihan layanan yang diberikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang jasa (Anis Agustin, 2017). Gojek menjadi jalan penyambung untuk pengendara dan penumpang. Perusahaan Gojek memiliki komitmen untuk memberikan dampak sosial yaitu kesejahteraan bagi mitra kerjanya, tidak terkecuali kepada pengendara. Gojek memulai komitmen dengan menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Gojek adalah perusahaan rintisan atau startup asli Indonesia yang mempunyai misi sosial. Gojek ingin meningkatkan kesejahteraan sosial melalui ketepatan pasar. Dalam bidang teknologi, Gojek berusaha menyebarluaskan dampak sosial yaitu kehidupan untuk masyarakat yang lebih baik dengan menciptakan lapangan pekerjaan guna meningkatkan jumlah pendapatan mereka. Melalui bidang teknologi, Gojek berusaha menyebarluaskan dampak sosial yaitu kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan guna meningkatkan jumlah pendapatan mereka. Adanya layanan seperti ojek online atau gojek sangat penting untuk kota dengan tingkat lalu lintas yang begitu ramai seperti Kota Jakarta dan kota lainnya di mana mereka beraktivitas. Gojek menawarkan manfaat besar baik untuk para pelanggan dan penyedia jas

    EFEKTIVITAS DIVERSI DALAM PENYIDIKAN ANAK TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL ANAK (STUDI KASUS POLRES DEMAK)

    No full text
    Perkembangan zaman saat ini, banyak anak dibawah umur yang melakukan kejahatan (pidana) yang dikenal dengan Anak Berhadapan Hukum (ABH). Salah satu tindak criminal ini adalah kasus kekerasan seksual. Anak yang berhadapan dengan hukum, terutama kasus kekerasan seksual harus diupayakan untuk dilaksanakan diversi. Pelaksanaan diversi di Indonesia dilakukan pada tingkat awal dalam sistem peradilan pidana, yaitu pada tahap pre judicial atau penyidikan. Penelitian ini bertujuan efektivitas diversi dalam penyidikan anak terhadap tindak pidana kekerasan seksual anak (Studi Kasus Polres Demak). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan secara yuridis sosiologis atau socio-legal research. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber dan jenis data penelitian ini adalah data primer dengan studi lapangan wawancara dengan penyidik di Polres Demak. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Peradilan Pidana Anak, teori penegakan hukum, teori keadilan restoratif dan diversi. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan diversi dalam penyidikan atas kasus tindak pidana kekerasan seksual anak di Polres Demak Penyidikan mencari dan menemukan suatu keadaan atau peristiwa yang berhubungan dengan tindak pidana sebagai langkah investigasi. Melakukan penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti melalui keterangan saksi, keterangan ahli, surat visum et repertum, petunjuk, keterangan terdakwa. Melakukan tindakan penahanan. Melakukan interogasi dan menahan tersangka. Pelaksanaan diversi dalam penyidikan anak terhadap tindak pidana kekerasan seksual anak (Studi Kasus Polres Demak) dilakukan mengupayakan keadilan restorative agar tidak diteruskan pada tingkat penuntutan. Akan tetapi tidak semua kasus ditangani secara diversi karena ada beberapa pertimbangan. Faktor yang menjadi kendala dan solusi bagi kepolisian dalam melakukan penyidikan yaitu faktor Internal meliputi: kurangnya koordinasi diantara anggota tim penyidik. Kemampuan petugas penyidik yang masih kurang. Faktor Eksternal meliputi: Perilaku keluarga tersangka yang tidak bersedia untuk memberikan informasi keberadaan tersangka. Perilaku masyarakat yang tidak berusaha untuk tidak memberikan keterangan atas terjadinya suatu perkara karena masyarakat tidak mau terlibat didalamnya. Kata Kunci: Diversi, Penyidikan, Tindak Pidana, Kekerasan Seksual Ana

    THE TYPICAL INTERPRETATION OF ISLAM NUSANTARA ON PLURALITY OF GUS MUWAFIQ PERSPECTIVE

    No full text
    Situationally and conditionally plural reality in Indonesia is not a new thing, but has long grown and developed and cultured in the archipelago. Something like this should have been exceeded by all of us. However, today, extremist movements are still entrenched which if left unchecked, will have fatal consequences for the nation's sovereignty. This research will discuss the concept of Gus Muwafiq's interpretation with the idea of his understanding in caring for the archipelago, through the approach of historicity and culturality of the archipelago typical of Indonesia. This research is a research with primary sources of Youtube videos and supported by related books and articles. The data in this study was collected by qualitative methods and using a phenomenological approach where the object of the phenomenon was Gus Muwafiq as an interpreter, in the context of answering the challenges of plurality in Indonesia. The results of this study show that Indonesia holds a big concept that comes from Islam itself, namely the concept of raiyyah (people) which is intended to be mutually responsible in building and caring for the nation. This idea is in line with the idea of inclusive theology and views that plurality is a reality that must be accepted absolutely.Realitas plural Secara situasional dan kondisional di Indonesia bukanlah hal yang baru, melainkan telah lama tumbuh berkembang dan membudaya di Nusantara. Hal seperti ini seharusnya sudah terlampaui oleh kita semua. Namun dewasa ini, gerakan-gerakan ekstrimisme masih tetap mengakar yang jika di biarkan akan berakibat fatal terhadap kedaulatan bangsa. Penelitian ini akan membahas konsep interpretasi Gus Muwafiq dengan gagasan pemahamannya dalam merawat bumi Nusantara ini, melalui pendekatan historisitas dan kulturalitas Nusantara khas ke-Indonesiaan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan sumber primer video Youtube dan didukung oleh buku dan artikel terkait. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologis dimana yang menjadi objek fenonenanya adalah Gus Muwafiq sebagai interpretator, dalam konteks menjawab tantangan pluralitas yang ada di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia memegang konsep besar yang berasal dari Islam Itu sendiri yaitu konsep raiyyah (rakyat) yang dimaksudkan untuk saling bertanggung jawab dalam membangun dan merawat bangsa. Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran teologi inklusif dan berpandangnan bahwa pluralitas merupakan suatu realitas yang harus diterima secara mutlak

    Potensi dan Sektor Unggulan Ekonomi Desa

    No full text
    Desa memiliki peran strategis dalam perekonomian, tidak hanya sebagai pusat produksi pertanian dan sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang inovasi dan wirausaha berbasis kearifan lokal. Setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang, jika dikembangkan dengan ptimal, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Buku “Potensi dan Sektor Unggulan Ekonomi Desa” ini mengupas berbagai aspek penting dalam pengembangan ekonomi pedesaan di Indonesia. Desa memiliki potensi besar melalui pemanfaatan sumber daya alam, pertanian, peternakan, perikanan, serta ekowisata yang dapat menjadi sumber utama pendapatan masyarakat. Selain itu, industri kecil dan menengah (IKM), koperasi, serta UMKM berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal. Digitalisasi dan ekonomi kreatif juga semakin membuka peluang bagi desa untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru

    SIMULASI PEMANFAATAN PANAS BUANG CHILLER UNTUK KEBUTUHAN AIR PANAS DI PERHOTELAN

    No full text
    The simulations have been carried out for utilization of waste heat recovery from chiller 30RB60 type in hot water needs in hotel. Waste heat recovery from condenser with a capacity of 167 kW is used to heat up 2,500 L volume of water. Based on the simulation results obtained that the average energy can be used for preheating the water was 383,901.221 kJ, to increase the water temperature from 20 oC to 56 oC in 67 minutes, for continually use of chiller. Utilization of waste heat recovery can reduces the use of electric bill until 90%. At the peak ti me ’s utilization of hot water, the simulation result shows that for water consumption up to 400 L in 15 minutes, or 1,600 L/h, the water temperature still kept warm until 4 oC
    corecore