1,630 research outputs found
Analisis Semiotika Tentang Pesan Moral Dalam Film Mencari Raden Saleh (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)
ALISA QOTHRUN NADA, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta, Pasuruan, 03 Agustus 2023. Analisis semiotika pesan moral dalam film Mencuri Raden Saleh (Analisis Semiotik oleh Charles Sanders Pierce). Pembimbing Nurma Yuwita, S.Sos., M.I. com. Pencuri Raden Saleh adalah film Perambukan (perampokan) pertama di Indonesia, film ini membuat film ini ditonton oleh 2,3 juta penonton bioskop dan bertahan hingga 2 bulan di bioskop, film ini dirilis pada tanggal 25 Mei. Agustus 2022. Film ini bercerita tentang sekelompok pemuda yang mencuri lukisan terkenal Raden Saleh, Penangkapan Diponegoro. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang menekankan pada upaya mendeskripsikan masalah penelitian melalui deskripsi yang akurat. Untuk mendapatkan data penelitian dilakukan dengan mencatat, membaca dan menonton film. penulis menggunakan film ini untuk menemukan pesan moral yang terkandung dalam film Mencuri Raden Saleh, pesan moral ini menyasar adegan-adegan yang diperankan oleh anak muda dan menunjukkan bahwa pesan moral tersebut sampai kepada pembaca
TRANSFORMASI KEBERAGAMAAN JAMAAH SABILU TAUBAH:DARI GARANGAN KE BERIMAN
Skripsi dengan judul “TRANSFORMASI KEBERAGAMAAN JAMAAH
SABILU TAUBAH: DARI GARANGAN KE BERIMAN”, Ini ditulis oleh Shofia
Qothrun Nada, NIM. 126309203115, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas
Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, di bombing oleh Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.
Masyarakat di Indonesia mayoritas beragama Islam yang mana kegiatan pengajian
biasa diselenggarakan di oleh masyarakat. Pengajian ini dapat dikatakan sebagai
media dakwah dengan menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada para jamaah yang
berguna untuk memperdalam serta meningkatkan pemahaman tentang agama
Islam. Seperti halnya pengajian Majelis Taklim Sabilu Taubah di Desa
Karanggayam Srengat Blitar diharapkan dapat menjadi media memperbaiki diri
dalam hal kebaikan. Sehingga adanya pengajian Majelis Taklim Sabilu Taubah ini
dapat mengajak masyarakat sekitar dalam hal menciptakan kerukunan dan
kedamaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui para jamaah tertarik
mengikuti rutinan Majelis Taklim Sabilu Taubah. Kemudian tujuan mereka
mengikuti dan menghadiri dalam Majelis Taklim Sabilu Taubah. Selain itu
penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang perubahan yang dapat
dirasakan para jamaah setelah mengikuti rutinan Majelis Taklim Sabilu Taubah.
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan meggunakan
pendekatan etnografi, yaitu untuk medapatkan suatu informasi dengan datang
langsung ke lokasi dan ikut serta dalam pengajian. Penggalian data dengan cara
wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan
data informasi bahwa mereka para jamaah tertarik pada Majelis Taklim Sabilu
Taubah dengan alasan penyampaian tausiyah yang mudah dipahami oleh semua
kalangan. Beragamnya jamaah ini mulai dari orang alim, orang awam dan bahkan
orang yang dapat dibilang nakal, mereka hadir dalam pengajian Majelis Taklim
Sabilu Taubah untuk membenahi perilaku, ibadah mereka ke jalan yang lebih baik.
Kata Kunci : Transformasi, Keberagamaan, Jamaah Majelis Taklim Sabilu
Tauba
Strategi mediator dalam mediasi sengketa hak asuh anak di Pengadilan Agama Gunung Sugih tahun 2020-2023
Qothrun Nada Laila Fadhilah; Strategi Mediator Dalam Mediasi Sengketa
Hak Asuh Anak Di Pengadilan Agama Gunung Sugih Tahun 2020-2023.
Hak asuh anak sering menjadi fokus perselisihan dalam perceraian, di
mana anak menjadi objek sengketa dan korban ego. Dalam mediasi di Pengadilan
Agama Gunung Sugih, mediator memainkan peran penting untuk memastikan
kesepakatan yang menguntungkan bagi kepentingan dan kesejahteraan anak.
Keberhasilan mediasi yang meningkat menunjukkan efektivitas pendekatan
mediasi. Namun, mediasi di pengadilan sering mengalami kegagalan, sehingga
penting untuk memahami peran mediator dengan strategi khusus dalam mengatasi
hambatan ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: Pertama, pelaksanaan
mediasi pelaksanaan mediasi dalam sengketa hak asuh anak di Pengadilan Agama
Gunung Sugih. Kedua, faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan
mediasi dalam sengketa hak asuh anak di Pengadilan Agama Gunung Sugih.
Ketiga, model mediasi yang digunakan oleh mediator dalam perkara hak asuh
anak di Pengadilan Agama Gunung Sugih.
Teori ishlah, maqasid syariah, kesejahteraan dan kausalitas berperan
penting dalam mediasi sengketa hak asuh anak. teori ishlah menekankan pada
rekonsiliasi damai. Sementara maqasid syariah berfokus pada pencapaian tujuan
syariah seperti perlindungan hak anak dan keadilan. Teori kesejahteraan fokus
pada kepentingan terbaik anak, sementara teori kausalitas membantu
mengidentifikasi akar masalah untuk solusi yang efektif dan adil.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode
deskriptif analitis dan pendekatan secara yuridis empiris. Sumber data yang
digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data
dengan cara wawancara mediator di Pengadilan Agama Gunung Sugih,
dokumentasi, dan studi pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik bahwa: Pertama, pelaksanaan
mediasi hak asuh anak di Pengadilan Agama Gunung Sugih sudah sesuai dengan
PERMA No. 1 Tahun 2016. Dalam pelaksanaanya mediator memiliki strategi
seperti menggunakan pendekatan hati ke hati. Selain itu juga ada strategi
mendengarkan para pihak yang merupakan langkah krusial untuk membangun
kepercayaan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk penyelesaian damai.
Memberikan nasihat tentang dampak buruk perceraian terhadap anak membantu
para pihak memahami pentingnya kesejahteraan anak, sejalan dengan prinsip
hifdu nasl dan hifdu nafs dalam maqasid syariah. Sementara itu, negosiasi
pembagian hak asuh terbukti efektif dalam menyeimbangkan hak dan kewajiban
orang tua, serta memastikan anak tetap mendapatkan perhatian dan pengasuhan
yang optimal, sesuai dengan prinsip hifdu din dan hifdu nasl. Kedua, faktor
penghambat dan pendukung yang mempengaruhi keberhasilan mediasi yaitu para
pihak, skill mediator. Ketiga, model mediasi yang digunakan dalam mediasi hak
asuh anak di Pengadilan Agama Gunung Sugih adalah facilitative mediation dan
transformative mediation
KETAHANAN KELUARGA "INVOLUNTARY CHILDLESS" DALAM PERSPEKTIF KELUARGA SAKINAH
Erike Qothrun Nada, 126102201036, Ketahanan Keluarga Involuntary Childless Dalam Perspektif Keluarga Sakinah (Studi Kasus di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri), Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag.
Kata kunci: Ketahanan Keluarga, Involuntary Childless, Keluarga Sakinah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan keluarga involuntary childless (tanpa anak akibat faktor yang tidak diinginkan). Pasangan yang dalam keadaan ini, akan mengalami kehilangan dan sulit untuk menerima kenyataan bahwa mereka tidak dapat memiliki anak secara biologis. Namun, pasangan suami istri dikecamatan Badas kabupaten kediri yang tidak memiliki anak juga memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk berdoa dan merawat pasangannya seperti saling mendukung pasangannya dan saling menguatkan, sehingga perhatian dan rasa kasih sayang dari pasangan meningkat.
Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kehidupan keluarga involuntary childless di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ? 2) Bagaimana upaya keluarga involuntary childless di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri dalam mempertahankan keluarga? 3) Bagaimana ketahanan keluarga involuntary childless di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri dalam Perspektif Keluarga Sakinah?
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kehidupan Keluarga Involuntary Childless di Kecamatan Badas, bahwa kehidupan involuntary childless itu mereka merasa bahwa pernikahan dan kehidupan mereka tidak ada artinya, kecemburuan terhadap orang yang sudah mempunyai anak, peningkatan distress pada wanita, perasaan putus asa dan kehilangan harapan, yang dialami beberapa pasangan, namun ada yang tetap berusaha, bersabar, bersyukur dan terus berdo’a kepada Allah SWT. 2) Upaya keluarga Involuntary childless untuk mempertahankan dengan menjaga komunikasi, menerima situasi, mencari makna baru dalam hidup tanpa anak, tidak terlalu memperdulikan pendapat masyarakat sekitar, serta dukungan sosial dan pemahaman dari orang sekitar sangat penting untuk membantu menghadapi emosi mereka, karena setiap pasangan ada yang menerima keaadan ataupun sempat berputus asa. 3) Ketahanan Keluarga Involuntary Childless dalam perspektif keluarga sakinah menurut Muhammad Quraish Shihab Keluarga yang tidak memiliki anak secara tidak sengaja diharapkan bisa menerima keadaan tersebut dengan penuh kesabaran, dan berusaha mencari kebahagiaan serta makna dalam bentuk lain meskipun ditengah keterbatasan itu. Bahkan dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh cinta meskipun tidak memiliki anak yang menjadi fokus utama ialah menciptakan kedamaian, saling mendukung dan memahami
PENGARUH GAME INTERAKTIF WORDWALL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV MIN 1 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “ Pengaruh Game Interaktif Wordwall Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV MIN 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Nabiilah Qothrun Nada dengan NIM 126205212115. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN SATU Tulungagung, pembimbing Irma Fauziah, M.Pd.
Kata Kunci : Media Game Interaktif Wordwall, Motivasi Belajar, Hasil Belajar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta lapangan yang menunjukkan sebagian besar siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran. Dimana penggunaan media pembelajaran yang konvensional membuat siswa menjadi kurang aktif. Utamanya mengenai mata pelajaran IPAS yang mempunyai karakteristik mengkaji kegiatan ilmiah dan sosial, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, diperlukan alternatif media pembelajaran yang efektif seperti game interaktif wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran game interaktif wordwall terhadap motivasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
Rumusan masalah pada skripsi ini adalah (1) Adakah pengaruh game interaktif wordwall terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran IPAS siswa kelas IV MIN 1 Tulungagung ? (2) Adakah pengaruh game interaktif wordwall terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPAS siswa kelas IV MIN 1 Tulungagung ? (3) Adakah pengaruh game interaktif wordwall terhadap motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS siswa kelas IV MIN 1 Tulungagung?.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design, populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang terdiri dari 3 kelas dengan total keseluruhan 62 siswa. Teknik sampling adalah purposive sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu kelas IV-A yang berjumlah 22 siswa sebagai kelas kontrol serta kelas IV-B yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Sedangkan uji hipotesis menggunakan Uji T-test (Independent T-test dan uji MANOVA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Adakah pengaruh game interaktif wordwall terhadap motivasi belajar siswa kelas IV. Hal ini dilihat dari perolehan thitung sebesar 5,201 dan sig (2 tailed) adalah 0,000, karena thitung > ttabel atau 5,201 > 2,021 dan sig (2 tailed) 0,000 ttabel atau 6,918 > 2,021 dan sig (2 tailed) 0,000 < 0,05 H0 ditolak dan Ha diterima. (3) Adakah pengaruh game interaktif wordwall terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV. Dilihat dari hasil yang diperoleh yaitu 0,000 < 0,05 dan sig (2 tailed) < 0,05, Maka dapat disimpulkan bahwasanya hasil penelitian dimana H0 ditolak dan Ha diterima, dimana terdapat Pengaruh Game Interaktif Wordwall Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPAS Siwa Kelas IV MIN 1 Tulungagung
Analisis Pperjanjian Bni Griya Hasanah Murabahah Pembiayaan Kepemilikan Rumah (Studi Di Bni Syariah Cabang Medan)
Pasca terbitnya UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, maka
produk Pembiayan Pemilikan Rumah Syariah juga tumbuh, salah satunya produk
dari BNI Syariah yaitu BNI Griya Hasanah Murabahah adalah Pembiayaan
Pemilikan Rumah, dengan menggunakan akad pembiayaan murabahah. Tujuan
penelitian ini menganalisis Perjanjian BNI Griya Hasanah Murabahah
Pembiayaan Pemilikan Rumah antara lain: Bentuk Perjanjian Pembiayaan,
Kedudukan Para Pihak Dalam Perjanjian Pembiayaan Akad Pembiayaan
Murabahah dan Bagaimana Akibat Hukum jika Nasabah Wanprestasi, melalui
pendekatan secara kontrak keperdataan dengan konsep Syariah Islam.
Penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskritif analisis
dengan pendekatan yuridis yang diambil dari data primer, dengan melakukan
wawancara langsung kepada petugas di BNI Syariah Cabang Medan, mempelajari
brosur dan dokumen Perjanjian Pembiayaan Akad Murabahah, Surat Kuasa
Membebankan Hak Tanggungan, Akta Pemberian Hak Tanggungan dan data
sekunder dengan mengolah data dari bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder dan bahan hukum tertier.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa BNI Griya Hasanah
Murabahah, adalah Pembiayaan Pemilikan Rumah di BNI Syariah yang
menggunakan Akad Pembiayaan Murabahah yang berbentuk tertulis dan bersifat
kontrak baku, atas dasar prinsip syariah yang diatur dalam Undang Undang
Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan berdasarkan fatwa DSNMUI
No:04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) serta ketentuan hokum positif seperti Kitab
Undang Undang Hukum Perdata Serta dan Undang Undang Nomor 4 Tahun 1996
Tentang Hak Tanggungan. Apabila Nasabah BNI Griya Hasanah Murabahah melakukan
wanprestasi, maka Bank akan menempuh upaya penyelesaian dengan cara melakukan
negosiasi, melakukan musyawarah untuk mencari solusi. Jika upaya negosiasi dan musyawarah untuk mencari solusi mengalami jalan buntu, maka baru di tempuh upaya terakhir, dengan memberikan surat somasi serta melakukan pelelangan dimuka umum, namun tetap
memperhatikan dan tunduk pada prinsip prinsip dan ketentuan Syariah Islam sesuai yang telah
diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia di samping tetap tunduk kepada ketentuan Hukum Perdata dan Undangundang Hak Tanggungan
SISTEM INFORMASI KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL GURU BERDASARKAN PERHITUNGAN ANGKA KREDIT BERBASIS WEB DI SMP NEGERI 2 TANGGUNGHARJO
The increase in functional position is based teacher education assessment, teaching and learning, professional development and supporting the learning process. Each assessment has some elements that are rewarded with credit score. Each element has a different number of credits. Since the number of elements that have to be calculated, the calculation of credit points in Junior High School 2 Tanggungharjo takes a long time and frequent miscalculations. Hence, the need for an information system functional promotion of web-based teachers. With this system is expected to help the assessment team to perform numeric calculations and minimize the occurrence of errors credits. This system presents a report used by the assessment team to determine who deserves proposed for promotion. System development methodology used is the waterfall by using UML tools. The programming language used is PHP and using MySQL database
Strategi Peningkatan Kompetensi Peserta Didik Di Smk Negeri 57 Jakarta Dan Smk Negeri 28 Jakarta
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 57 Jakarta dan SMK Negeri
28 Jakarta. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu strategi,
tantangan dan hambatan dalam meningkatkan kompetensi peserta didik pada
kompetensi keahlian perhotelan dan tata boga. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi, tantangan, dan upaya dalam meningkatkan kompetensi
peserta didik di SMK Negeri 57 Jakarta dan SMK Negeri 28 Jakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analisis. Teknik penelitian ini diantaranya observasi, wawancara,
studi dokumentasi dan triangulasi. Sumber data yang terlibat yaitu wakil
kepala sekolah bidang kurikulum, kepala kompetensi keahlian perhotelan dan
tata boga, peserta didik, dan beberapa pihak industri.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan
kompetensi peserta didik di SMK Negeri 57 Jakarta tidak jauh berbeda dengan
SMK Negeri 28 Jakarta. Strategi tersebut yaitu pertama, pengembangan
kurikulum berbasis sekolah dan industri. Kedua, pendidikan kejuruan berbasis
sekolah dan industri. Ketiga, pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi
yang dimplementasikan dengan kegiatan uji kompetensi. Keempat,
peningkatan profesionalisme guru. Strategi tersebut diimplementasikan
melalui beberapa program. Program kegiatan yang diterapkan di SMK Negeri
57 Jakarta lebih luas, diantaranya yaitu PSG, teaching factory, training
(magang) guru, alumni mengajar, dan kunjungan industri. Sedangkan program
kegiatan yang diterapkan di SMK Negeri 28 Jakarta yaitu PSG, kegiatan
praktik, dan kunjungan industri. Kedua sekolah tersebut memiliki peserta
didik yang kompeten. Peserta didik memiliki kompetensi yang baik dalam hal
sikap, pengetahuan dan keterampilan. Tantangan yang dihadapi oleh SMK
Negeri 57 Jakarta yaitu kemampuan teknologi guru yang tidak sama,
rendahnya hasil UKG, dan kurangnya pemahaman peserta didik mengenai
tujuan SMK. Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh SMK Negeri 28 Jakarta
yaitu ketidaksamaan penyelarasan standar kompetensi industri, dan
keterbatasan praktik di sekolah. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan
beberapa upaya, yaitu adanya pendidikan dan pelatihan teknologi, diskusi
dengan industri, diskusi dengan MGMP, pendidikan karakter dan peningkatan
motivasi pada peserta didik. Novelty pada penelitian ini yaitu adanya program
kegiatan yang menjadi strategi peningkatan kompetensi peserta didik,
diantaranya program kelas industri dan alumni mengajar
PERAN GURU PAI SEBAGAI PEMBINA ROHIS DALAM MENANGKAL BIBIT RADIKALISME DI SMKN 4 JAKARTA
Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana guru PAI sebagai pembina Rohis berperan dalam menangkal bibit radikalisme di SMKN 4 Jakarta karena adanya anggota yang cenderung mengarah ke pemikiran radikal. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti mengumpulkan sumber data serinci mungkin sesuai kejadian di lapangan dan menjabarkannya dalam bentuk deskripsi.
Guru PAI sebagai pendidik profesional memiliki berbagai peran seperti yang mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan, membimbing, menilai dan evaluator. Penelitian ini, Peneliti akan menganalisis peran guru sebagai pembina rohis dalam menangkal bibit radikalisme di SMKN 4 Jakarta. Radikalisme merupakan suatu kelompok yang cara beragamnya dalam mempraktekan terdapat pada orang-orang yang berperilaku ekstrim, sehingga melebihi kewajaran dalam beragama yang semestinya.
Hasil penelitian menunjukan jika guru PAI selaku pembina Rohis telah melakukan berbagai upaya dalam menangkal bibit radikalisme diantaranya yaitu melakukan pembinaan, yaitu pertama Melakukan pendekatan guru PAI dalam menangkal bibit Radikalisme pada Rohis. Kedua, Membuat Program yaitu Program Kebangsaan. Ketiga, Melakukan pencegahan penyebaran bibit radikalisme seperti Menseleksi Narasumber dari Luar dan Melakukan pemantauan terhadap kegiatan dan mentoring. Keempat, Koordinasi Guru PAI dalam Lingkup MGMP. Dari berbagai upaya tersebut banyak anggota Rohis yang menerima hal yang dilakukan oleh guru PAI yaitu salah satunya pendekatan dan program Kebangsaan yang membuat anggota Rohis termotivasi dalam menghindari pemikiran radikalisme.
This study aims to describe the extent to which PAI teachers as Rohis coaches play a role in warding off the seeds of radicalism at SMKN 4 Jakarta because there are members who tend to lead to radical thinking. The method used is a qualitative descriptive method in which the researcher collects data sources as detailed as possible according to the events in the field and describes them in the form of descriptions.
PAI teachers as professional educators have various roles such as educating, teaching, training, directing, guiding, assessing and evaluating. This study, the researcher will analyze the role of teachers as spiritual coaches in counteracting the seeds of radicalism in SMKN 4 Jakarta. Radicalism is a group whose various ways of practicing are found in people who behave in an extreme manner, so that it exceeds the properness in religion.
The results showed that the PAI teacher as Rohis coaches had made various efforts to counteract the seeds of radicalism, including conducting coaching, namely, first, approaching the PAI teacher in counteracting the seeds of Radicalism in Rohis. Second, Creating a Program, namely the National Program. Third, prevent the spread of the seeds of radicalism, such as selecting external sources and monitoring activities and mentoring. Fourth, PAI Teacher Coordination in the scope of the MGMP. From these various efforts, many Rohis members accepted what PAI teachers did, namely the Nationalism approach and program that motivated Rohis members to avoid radicalism
DINAMIKA GERWANI DI KOTA SEMARANG TAHUN 1954-1965
Berdirinya Gerwani di kota semarang di latar belakangi oleh beberapa hal
yaitu meliputi latar belakang geografis, sosial ekonomi, budaya, politik. Dari segi
geografis kota semarang dipilih karna letaknya yang strategis dimana kota ini
dekat dengan pelabuhan dan juga dikenal sebagai kota dagang. Semenjak VOC
membangun kawasan ini dan menjadikannya salah satu pusat perdagangan yang
paling utama di Jawa. Dan juga kota ini sempat menjadi pusat aktivisme golongan
Kiri dan Nasionalis semenjak awal 1920-an. kota Semarang memiliki dua
topologi, yaitu wilayah perbukitan (kota atas) dan lembah atau daratan (kota
bawah) yang berbatasan langsung dengan laut. Gerwani memulai persemaian awal
organisasinya melalu daerah perbukitan dahulu karena di anggap masih pelosok
sehingga lebih mudah untuk menyebarkan ideologinya yang kemudian menjalar
ke daerah lembah atau daerah kota. Pemilihan kota atas sebagai persemaian awal
juga didasari untuk memudahkan langkah Gerwani dalam melebarkan sayap
karena di kota atas masyarakatnya lebih mudah direkrut
- …
