1,323 research outputs found

    Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kimia pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan Panduan Kriteria Watson

    No full text
    Puspitaningrum, Dewi. 2010. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kimia pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan Panduan Kriteria Watson. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing: Drs. Eko Budi Susatyo, M.Si; Drs.Kusoro Siadi, M. Si. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Kelarutan, Kriteria Watson. Karakteristik pelajaran kimia yang cenderung abstrak dan kompleks menyebabkan kesulitan siswa dalam mempelajari kimia. Kesulitan tersebut dapat menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kimia, sehingga hasil belajar siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan, penyebab kesalahan, dan persentase kesalahan yang dilakukan siswa dengan panduan kriteria watson. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Siagaluh, Banjarnegara dengan cara memberikan tes tertulis berupa tes uraian dan wawancara untuk memperkuat hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal adalah kesalahan karena kurangnya keterampilan, baik keterampilan pemahaman konsep maupun karena keterampilan dalam perhitungan. Hal ini dapat ditunjukkan dari besarnya persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada tiap butir soal. Soal nomor 7, persentase kesalahannya mencapai 67,67%, pada soal nomor 6 dan nomor 8 masing-masing sebesar 33,33%, sedangkan soal nomor 4, 5 dan 9 persentase kesalahannya masing-masing 16,67%. Faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal sebagian besar dikarenakan kurangnya pemahaman konsep mengenai materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk mengatasi hal tersebut konsep-konsep penting pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan harus ditanamkan secara mendalam, dan memberikan latihan soal lebih banyak dan bervariasi agar pemahaman konsep dan ketelitian siswa dalam mengerjakan soal-soal semakin meningkat

    Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kimia pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan Panduan Kriteria Watson

    No full text
    Puspitaningrum, Dewi. 2010. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kimia pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan dengan Panduan Kriteria Watson. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing: Drs. Eko Budi Susatyo, M.Si; Drs.Kusoro Siadi, M. Si. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Kelarutan, Kriteria Watson. Karakteristik pelajaran kimia yang cenderung abstrak dan kompleks menyebabkan kesulitan siswa dalam mempelajari kimia. Kesulitan tersebut dapat menyebabkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kimia, sehingga hasil belajar siswa kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan, penyebab kesalahan, dan persentase kesalahan yang dilakukan siswa dengan panduan kriteria watson. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Siagaluh, Banjarnegara dengan cara memberikan tes tertulis berupa tes uraian dan wawancara untuk memperkuat hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal adalah kesalahan karena kurangnya keterampilan, baik keterampilan pemahaman konsep maupun karena keterampilan dalam perhitungan. Hal ini dapat ditunjukkan dari besarnya persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada tiap butir soal. Soal nomor 7, persentase kesalahannya mencapai 67,67%, pada soal nomor 6 dan nomor 8 masing-masing sebesar 33,33%, sedangkan soal nomor 4, 5 dan 9 persentase kesalahannya masing-masing 16,67%. Faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal sebagian besar dikarenakan kurangnya pemahaman konsep mengenai materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk mengatasi hal tersebut konsep-konsep penting pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan harus ditanamkan secara mendalam, dan memberikan latihan soal lebih banyak dan bervariasi agar pemahaman konsep dan ketelitian siswa dalam mengerjakan soal-soal semakin meningkat

    PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK), DANA BAGI HASIL (DBH), DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (PERIODE TAHUN 2018-2022)

    Full text link
    Skripsi dengan judul "Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Modal Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur Periode Tahun 2018-2022" yang ditulis oleh Maharani Putri Dewi Puspitaningrum, NIM. 126406212110, Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengalokasian dana anggaran secara efektif terutama untuk kebutuhan belanja modal. Tujuan penelitian ini untuk menguji (1) pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, (2) pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, (3) pengaruh Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, (4) pengaruh Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, (5) pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, (6) pengaruh pertumbuhan ekonomi, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap belanja modal pada kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur. Penelitian diteliti menggunakan pendekatan kuantitatif serta jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari website resmi Badan Pusat Stastik dan publikasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Penelitian ini berjenis asosiatif dan diuji menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, (2) variabel Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, (3) variabel Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, (4) variabel Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, (5) variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, (6) variabel pertumbuhan ekonomi, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap belanja modal

    VISUALISASI MITOS DEWI SRI DALAM SENI LUKIS

    No full text
    The Myth of Devi Sri in Painting. Most Javanese, Balinese, Kalimantanese and people in other areas believe that Dewi Sri is the goddess of rice and fertility. Earth is the place where Dewi Sri’s soul lives and resides. No other goddess the farmers adore and love like Dewi Sri who is also Nyi Pohaci asthe farmers’ mother. Soil is often disturbed by the power that will facilitate her existence. In Java, the violence against the earth is told in Dewi Sri fairy tale. In many mythologies woman is described as the fertility symbol. Dewi Sri’s death is like Jesus’ death, her death enlivens. Dewi Sri’s death gives the farmers life-energy. Coconut tree emerges from her head, rice plant grows from her navel, sugar palm tree grows from her vagina and papaya tree grows from her breast. Mango tree grows from her hands and edible tuber and cassava grow from her feet.Visualization of Dewi Sri Myth in the art of painting is a concept of representing the myth of Dewi Sri . Based on the creative idea and perspective, the writer tries to treat, to transform the figure of Dewi Sri Myth in the current context. In this concept, Dewi Sri is represented through the painting using impasto,underpainting and rendering techniques. Here Dewi Sri is presented symbolically so that the visualization emerging can remain to be perceived as work representing its age.Visualization of Dewi Sri’s symbols is the manifestation of the author in two-dimensional work through canvas, wood, and oil paint media with pallet knife and brushes, and other mixed media material to give new motif and colour in the art world, particularly in the creation of painting.Keywords: Dewi Sri and myt

    EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN JOB ORDER PROCESS DI BATIK DEWI SRI SARJONO

    Full text link
    Batik Dewi Sri Sarjono is an individual company that produces several types of batik. Batik Dewi Sri Sarjono tries to optimize the profit in order to expand its business more widely. The research has purpose to make calculation evaluations of determination production costs based on accounting principal in general. The determination of production costs in this research uses job order costing method and costs accumulation uses full costing method. The author uses comparison method in doing this research which compare between the determination of production costs based on accounting principal in general and the determination of production costs doing by Batik Dewi Sri Sarjono. The conclusion of this research is Batik Dewi Sri Sarjono does not calculate the labour costs and factory overhead costs in detail. The author finds unfavorable difference that reduce profit margins which have been set. The results of this research is to give some suggestions for Batik Dewi Sri Sarjono in order to obtain optimal profits

    ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI

    Full text link
    The research on novel Perahu Kertas by Dewi Lestari, is a research using Genetic Strukturalisme approach. This research aims to determine the intrinsic and extrinsik elements of the novel. The method using qualitive descriptive. The focus of the research are (1) the structure of Perahu Kertas novel that creates its meaning as a whole, (2) social life of the author Dewi Lestari associated with the novel, (3) Indonesian historical bacground or social events conditioned the birth of this novel. The result showed that loving problem, morality, social, education, and profession of the themes of this novel Perahu Kertas. As someone who is konwledgeable, its write gives an understanding about humanity and morality values to people. According to sociological view of Dewi Lestari in this novel and the background of history behind the emergence of Perahu Kertas , a novel by Dewi Lestari

    PENDIDIKAN ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF DEWI SARTIKA

    Full text link
    Abstract This study aims to find out the actions and efforts of Dewi Sartika in improving the quality of education, especially for women. It can be said that the position of a woman as a potential housewife requires honing knowledge, skills, and additional work as expected by the figure of Dewi Sartika. The problem is that nowadays there are still prospective housewives who only have certain skills. And for work and other aspects it is still considered lacking. So this needs to be improved, especially for prospective housewives, namely in the aspects of education and skills. In this problem, the author uses qualitative methods in searching related data. The data taken can be in the form of relevant journals and books. The approach applied by Dewi Sartika in solving these problems is the strategic management approach which is supported by David Hanger's theory. Meanwhile, according to Dewi Sartika, women must be able to do everything in their lives, including serving their husbands, educating children, aspects of work, and so on. The attitude of persistence and fortitude possessed by Dewi Sartika in the world of education should be an example for us. As for the secluded book owned by Dewi Sartika entitled "Kaoetamaan Wife" in which the book contains Raden Dewi Sartika's concern for a woman written in Sundanese. Therefore it is important for the writer to know Dewi Sartika's thoughts in order to improve education for women. So that women can be very sensitive to Islamic education which will be used in the household so that these women can have Islamic education that is so supportive for their children and their families who are equal, so that it will not change the obligation of women to respect men as housewives. ladder in the family.   Keywords: Dewi Sartika, Kaoetamaan Wife, Strategic Management.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepak terjang dan usaha Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi kaum wanita. Bisa dikatakan kedudukan seorang wanita sebagai calon ibu rumah tangga yang dimana perlu dibutuhkan sebuah asah pengetahuan, ketrampilan, serta pekerjaan tambahan seperti apa yang diharapkan oleh tokoh Dewi Sartika. Permasalahannya yaitu pada masa kini masih dijumpai calon ibu rumah tangga yang hanya memiliki keahlian tertentu. Dan untuk pekerjaan maupun aspek lainnya masih dinilai kurang. Maka hal ini perlu untuk ditingkatkan khususnya bagi calon ibu rumah tangga yaitu dalam aspek pendidikan maupun ketrampilan. Dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dalam pencarian data terkait. Data yang diambil bisa berupa jurnal, dan buku yang relevan. Adapun pendekatan yang  diterapkan oleh Dewi Sartika dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu pendekatan manajemen strategik yang didukung oleh teori David Hanger. Adapun menurut Dewi Sartika bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal dalam kehidupannya diantaranya melayani suami, mendidik anak, aspek pekerjaan, dan sebagainya. Sikap kegigihan dan ketabahan yang dimiliki oleh Dewi Sartika dalam dunia pendidikan patut kita teladani. Adapun seklumit buku yang dimiliki oleh Dewi Sartika yang berjudul” Kaoetamaan Istri” yang dimana buku tersebut berisi kepedulian Raden Dewi Sartika terhadap seorang perempuan yang ditulis dalam bahasa Sunda. Maka dari itu penting bagi penulis untuk mengetahui pemikiran Dewi Sartika guna meningkatkan pendidikan bagi perempuan. Agar para kaum wanita bisa sangat peka terhadap pendidikan Islam yang akan digunakan dalam berumah tangga untuk menjadikan wanita tersebut bisa memiliki pendidikan Islam yang begitu mendukung untuk anaknya dan keluarganya yang sederajat, sehingga tidak akan mengubah kewajiban para kaum wanita untuk menghormati para kaum lelaki sebagai ibu berumah tangga dalam keluarga.   Kata kunci: Dewi Sartika, Kaoetamaan Istri, Manajemen Strategik

    PENDIDIKAN ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF DEWI SARTIKA

    Full text link
    AbstractThis study aims to find out the actions and efforts of Dewi Sartika in improving the quality of education, especially for women. It can be said that the position of a woman as a potential housewife requires honing knowledge, skills, and additional work as expected by the figure of Dewi Sartika. The problem is that nowadays there are still prospective housewives who only have certain skills. And for work and other aspects it is still considered lacking. So this needs to be improved, especially for prospective housewives, namely in the aspects of education and skills. In this problem, the author uses qualitative methods in searching related data. The data taken can be in the form of relevant journals and books. The approach applied by Dewi Sartika in solving these problems is the strategic management approach which is supported by David Hanger's theory. Meanwhile, according to Dewi Sartika, women must be able to do everything in their lives, including serving their husbands, educating children, aspects of work, and so on.The attitude of persistence and fortitude possessed by Dewi Sartika in the world of education should be an example for us. As for the secluded book owned by Dewi Sartika entitled "Kaoetamaan Wife" in which the book contains Raden Dewi Sartika's concern for a woman written in Sundanese. Therefore it is important for the writer to know Dewi Sartika's thoughts in order to improve education for women. So that women can be very sensitive to Islamic education which will be used in the household so that these women can have Islamic education that is so supportive for their children and their families who are equal, so that it will not change the obligation of women to respect men as housewives. ladder in the family. Keywords: Dewi Sartika, Kaoetamaan Wife, Strategic Management. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepak terjang dan usaha Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi kaum wanita. Bisa dikatakan kedudukan seorang wanita sebagai calon ibu rumah tangga yang dimana perlu dibutuhkan sebuah asah pengetahuan, ketrampilan, serta pekerjaan tambahan seperti apa yang diharapkan oleh tokoh Dewi Sartika. Permasalahannya yaitu pada masa kini masih dijumpai calon ibu rumah tangga yang hanya memiliki keahlian tertentu. Dan untuk pekerjaan maupun aspek lainnya masih dinilai kurang. Maka hal ini perlu untuk ditingkatkan khususnya bagi calon ibu rumah tangga yaitu dalam aspek pendidikan maupun ketrampilan. Dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dalam pencarian data terkait. Data yang diambil bisa berupa jurnal, dan buku yang relevan. Adapun pendekatan yang  diterapkan oleh Dewi Sartika dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu pendekatan manajemen strategik yang didukung oleh teori David Hanger. Adapun menurut Dewi Sartika bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal dalam kehidupannya diantaranya melayani suami, mendidik anak, aspek pekerjaan, dan sebagainya. Sikap kegigihan dan ketabahan yang dimiliki oleh Dewi Sartika dalam dunia pendidikan patut kita teladani. Adapun seklumit buku yang dimiliki oleh Dewi Sartika yang berjudul” Kaoetamaan Istri” yang dimana buku tersebut berisi kepedulian Raden Dewi Sartika terhadap seorang perempuan yang ditulis dalam bahasa Sunda. Maka dari itu penting bagi penulis untuk mengetahui pemikiran Dewi Sartika guna meningkatkan pendidikan bagi perempuan. Agar para kaum wanita bisa sangat peka terhadap pendidikan Islam yang akan digunakan dalam berumah tangga untuk menjadikan wanita tersebut bisa memiliki pendidikan Islam yang begitu mendukung untuk anaknya dan keluarganya yang sederajat, sehingga tidak akan mengubah kewajiban para kaum wanita untuk menghormati para kaum lelaki sebagai ibu berumah tangga dalam keluarga. Kata kunci: Dewi Sartika, Kaoetamaan Istri, Manajemen Strategik

    A short film discussion, Candra Aditya’s Dewi pulang

    Full text link
    The author thanks all of those who reviewed and commented on the transcript and translation including Candra Aditya, Thomas Barker, Rosalia Namsai Engchuan, Verena Meyer, Judith Fox, Joseph Errington, and the three anonymous reviewers for BKI. A special debt of gratitude is owed to Amnina Fira Kharira and Yosephin Apriastuti Rahayu, who read and discussed the full transcript and translation with the author in detail. Any remaining errors, oversights, and infelicities are the author's own.Short films have proven an important medium for social commentary in contemporary Indonesia. As an example of the genre, this special issue of bki presents Candra Aditya’s (2016) short film, Dewi pulang (Dewi goes home), which follows a young Javanese woman as she travels from Jakarta to her natal home in Central Java to attend her father’s funeral. A critically annotated transcript and translation of the film’s dialogue is followed by four essays on various aspects of the film and a conversation with the filmmaker. Issues addressed include the changing nature of short films and ‘indie’ cinema in post-authoritarian Indonesia; the filmmaking practices specific to Dewi pulang; the interplay of absence and presence in Dewi’s movement between Jakarta and her natal home in Central Java; and the juxtaposition of Indonesian-, English- and Javanese language dialogue, and the forms of sociality they respectively embody. Taken as a whole, the special issue offers at once a window onto short filmmaking in Indonesia and new primary materials for further analysis.FacultyReviewe

    Pengaruh Pemikiran Ekofeminisme Dewi Candraningrum terhadap Gerakan Akar Rumput Masyarakat Kendeng

    No full text
                                                                     This research aims to discuss the emergence of ecofeminism in Indonesia through Dewi Candraningrum's activism. The author tries to analyze the ecofeminism of Dewi Candraningrum and its influence on the Kendeng grassroots movement by using concepts such as habitus, field, capital, and doxa. By using participant observation methods, this research consisting of the emergence of ecofeminism thinking of Dewi Candraningrum can be traced through the history of her social trays which also related to the habitus or her daily life. Dewi Candraningrum's habitus was marked by the term of orthodoxy that can be seen from Kartini Kendeng's narrative conversion. In addition, the heterodoxy arose from the cultural capital and symbolic capital of Dewi Candraningrum which encouraged the mainstreaming of ecofeminism in Indonesia. This research also shows the holistic relationship between ecofeminism thinking and the Kendeng grassroots movement.   Keywords: Habitus, Ecofeminism, Dewi Candraningrum, Kendeng's Movemen
    corecore