2,177 research outputs found
Epistemologi Sains Islam Perspektif Agus Purwanto
Tulisan ini mengkaji pemikiran Agus Purwanto tentang epistemologi Sains Islam sebagaimana yang dituangkannya dalam buku Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta. Hubungan Islam dan sains memiliki 3 (tiga) macam model, yaitu: Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam dan Sains Islam. Dari tiga macam model tersebut, Agus Purwanto memilih model yang ketiga, yaitu Sains Islam. Sains Islam adalah konstruksi sains yang berbasis wahyu (al-Qur'an dan as-Sunah). Karena itu, Agus Purwanto menawarkan 800 ayat-ayat kauniyah dalam al-Qur'an untuk dapat dilakukan analisis teks, yang kemudian dilanjutkan dengan observasi dan eksperimentasi fenomena alam secara langsung dengan menggunakan metode ilmiah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya dalam menemukan temuan-temuan baru ilmu pengatahuan yang berbasis wahyu. This paper examines the thoughts of Agus Purwanto on the epistemology of Islamic Science as he poured in the book by the title Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta. The relationship between Islam and science have three (3) kinds of models, are: the Islamization of Science, Saintification of Islam and Islamic Science. From the models, Agus Purwanto chooses a third model, the Islamic Science. Islamic science is science-based construction revelation (al-Qur'an and as-Sunna). Therefore, Agus Purwanto offers kauniyah 800 verses in the Qur'an to analyse of the text, which is then followed by observation and experimen-tation natural phenomena directly by using the scientific method. This step is done as an effort to find new findings for the science-based revelation
Analisis Putusan Mahkamah Agung No. 691 K/Pid.2012 Mengenai Kasus Tindak Pidana Pencabulan Anand Khrisna / oleh Agus Purwanto
abstrak (A) Nama : Agus Purwanto (205060038) (B) Judul Skripsi: ?Analisis Putusan Mahkamah Agung No. 691 K/Pid.2012 Mengenai Kasus Tindak Pidana Pencabulan Anand Khrisna? (C) Halaman : vii + 92 + 37 + 2013. (D) Kata Kunci : Tindak Pidana Pencabulan (E) Isi Abstrak Pengabulan Kasasi terhadap kasus putusan bebas perkara pidana di Pengadilan Negeri kembali menuai kontroversi dan protes dari kalangan masyarakat karena kembali menelan korban, yakni tokoh spiritual lintas agama, Anand Krishna. mengapa hakim Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum atas kasus Anand Khrisna, padahal terdakwa Anand Khrisna telah divonis bebas murni oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ? Tipe penelitian yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu: mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat, dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Alasan hakim Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum atas kasus Anand Khrisna, padahal terdakwa Anand Khrisna telah divonis bebas murni oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikarenakan (a) Pengadilan Negeri atau Pengadilan Tinggi (Judexfactie) telah salah menerapkan hukum pembuktian sebagaimana dimaksud dalam pasal 185 ayat (3) dan ayat (6) KUHAP, (b) cara mengadili yang dilakukan Judexfactie tidak dilaksanakan menurut ketentuan undang-undang dan (c) putusan Judexfactie bukan merupakan putusan bebas murni (vrijspraak), melainkan putusan ?bebas tidak murni?. Kepastian hukum menekankan agar hukum atau peraturan ditegakkan sebagaimana yang diinginkan oleh bunyi hukum/peraturannya fiat justitia et pereat mundus (meskipun dunia runtuh hukum harus ditegakkan). Adapun nilai sosisologis menekankan pada kemanfaatan bagi masyarakat. (F) Acuan : 37 (1977-2013) (G) Pembimbing Soetan Budhi Satria S., S.H., M.H. (H) Penulis : Agus Purwant
STUDI TAFSIR ILMI; KRITIK METODOLOGIS TAFSIR AYAT-AYAT SEMESTA KARYA AGUS PURWANTO
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Studi Tafsir Ilmi; Kritik Metodologis Ayat-ayat Semesta Karya Agus Purwanto” ditulis oleh Muhammad Anwar Rudin NIM. 17301153045. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing Dr. Ahmad Zainal Abidin M.A.
Ayat-ayat sains adalah ayat - ayat yang mengisyaratkan adanya ilmu-ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat ini banyak dilupakan oleh para ilmuwan muslim, padahal ia juga membutuhkan perenungan dan penafsiran yang mendalam. Kajian yang relatif sulit ini dilakukan oleh ilmuwan yang berasal dari Indonesia yakni Agus Purwanto. Ia berusaha mengungkap makna-makna dibalik kalam suci dengan kemampuannya. Kajian yang dilakukan oleh Agus Purwanto menarik untuk dikaji dalam ranah keilmuan tafsir, karena dia terlahir dari seorang ilmuwan sains, bukan seorang mufassir. Oleh karena itu, semakin menarik untuk diteliti cara-cara Agus Purwanto dalam menafsirkan al-Qur’an.Penelitian yang dilakukan ini membahas tentang ‘’ Studi Tafsir Nusantara; Kritik Metodologis Ayat-Ayat Semesta Karya Agus Purwanto, lalu dijabarkan dengan sub-sub tema sebagai berikut: 1) Bagaimana paradigma penafsiran Agus Purwanto dalam kitab tafsir Ayat-Ayat Semesta; Sisi-Sisi al-Qur’an Yang Terlupakan? 2) bagaimana metodologi kitab tafsir Ayat-Ayat Semesta; Sisi-Sisi al-Qur’an Yang Terlupakan?. 3) Bagaimana prinsip-prinsip penafsiran Agus Purwanto dilihat dari metode tafsir ilmi Andi Rosadisastra? 4) bagaimana isi tafsir Ayat-Ayat Semesta; Sisi-Sisi al-Qur’an Yang Terlupan. bagaimana otoritas penafsiran Agus Purwanto dalam ranah tafsir? 5) Bagaimana otoritas penafsiran Agus Purwanto dilihat dari kacamata tafsir ilmi Andi Rosadisastra?.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian secara kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan metodologi penafsiran Agus Purwanto dan kemudian mengkritiknya dengan metodologi penafsiran Andi Rosasdisastra yang lebih mapan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan melalui kajian kepustakaan yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan narative. Penelitian ini tergolong library research, data dikumpulkan dengan mengutip, menyadur dan menganalisis kemudian mengulas dan menyimpulkannya.
Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah metodologi yang dibangun oleh Agus Purwanto dalam menafsirkan ayat-ayat Semesta, kurang begitu mapan. Banyak inkonsistenitas dalam penafsirannya, sehingga terkesan melegitimasi ayat-ayat al-Qur’an dengan ilmu-ilmu pengetahuna (sains), dalam ranah ilmu tafsir, Agus Purwanto banyak meninggalkan analisis bahasa, padahal langkah tersebut adalah salah satu kunci untuk memperoleh makna yang valid. Adapun secara lengkap penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berkut; 1) paradigm yang dibangun Agus Purwanto belum seimbang antara paradigm illmu tafsir dan paradigm ilmu pengetahuan sehingga masih terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. 2) metodologi yang diterapkan Agus Purwanto belum begitu mapan sehingga terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan3) prinsip-prinsip penafsiran banyak yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip penafsiran yang buat oleh Andi Rosadisastra, sehingga banyak hasil penafsiran yang terkesan subjektif. 4) penafsiran yang dilakukan Agus Purwanto patut untuk dijadikan batu lonjakkan untuk menafsirkan ayat-ayat sains karena memuat hal-hal yang dibutuhkan pada masa ini yakni ilmu pengetahuan .5) dengan kapasitasnya sebagai mufassir, Agus Purwanto berusaha membawa ayat-ayat sains berusaha memasuki daerah ilmu pengetahuan, khususnya fisika. Ia berusaha melahirkan ilmu pengetahuan yang lahir dari al-Qur’an. Meskipun demikian karya Agus Purwanto ini patut untuk dijadikan panutan, karena telah membangkitkan semangat baru untuk menafsirkan ayat-ayat yang mengandung isyarat Ilmiah. Merangsang para pembaca untuk memanfaatkan akalnya untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an.
Kata kunci: Metodologi, Ayat-Ayat Sains, Kriti
EPISTEMOLOGI SAINS ISLAM (STUDI PEMIKIRAN AGUS PURWANTO DALAM BUKU AYAT-AYAT SEMESTA DAN NALAR AYAT-AYAT SEMESTA)
Penelitian ini adalah studi pemikiran tokoh melalui kajian document studies terhadap pemikiran Agus Purwanto dalam buku Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta dan didukung studi subjek penelitian, berupa penjelasan langsung dari Agus Purwanto. Dalam penelitian ini ditemukan hasil penelitian, bahwa dari tiga kluster hubungan Islam dan sains, yaitu: Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam dan Sains Islam, maka gagasan Agus Purwanto terletak pada kluster yang ketiga, yaitu Sains Islam. Sains Islam adalah konstruksi sains yang berbasis wahyu. Karena itu, Agus Purwanto menawarkan 800 ayat-ayat kauniyah dalam al-Qur’an untuk dapat dilakukan analisis teks, yang kemudian dilanjutkan dengan observasi dan eksperimentasi fenomena alam secara langsung dengan menggunakan metode ilmiah. Dalam tataran ini, epistemologi Sains Islam berarti epistemologi sains modern plus atau diperluas, yaitu plus penerimaan wahyu sebagai sumber informasi dan plus metodologi yang tidak tunggal atau memiliki kemajemukan metodologis (integralistik). Dari hasil temuan penelitian, maka peneliti mengembangkan gagasan Agus Purwanto tersebut ke arah metodologi dalam epistemologi Sains Islam yang digali dari pemikiran Agus Purwanto sekaligus diperkuat dengan konfigurasi teori dari para intelektual Muslim yang lainnya. Metodologi dalam epistemologi Sains Islam tersebut adalah, pertama, landasan dasarnya adalah wahyu (al- Qur’an dan as-Sunah) serta alam (sunatullah) sebagai dasar bangunan sains (transendental-objektif). Kedua, prosesnya adalah melakukan analisis sintesis melalui integrasi keilmuan, antara pemahaman wahyu dengan khazanah keilmuan yang lainnya, termasuk ilmu pengatahuan modern. Ketiga, hasilnya adalah sebuah paradigma baru ilmu pengetahuan (paradigma Sains Islam) berparadigma wahyu, yang memiliki sifat objektifikasi, yaitu akan bermanfaat untuk seluruh umat manusia. Selanjutnya, secara keseluruhan metodologi dalam epistemologi Sains Islam tersebut dinamakan dengan transendental-sintesis
Sains Islam: Pemikiran Agus Purwanto dalam Buku Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta
This study is a study of thought associated with Agus Purwanto’s thought in the book by the tittle Ayat-Ayat Semesta and Nalar Ayat-Ayat Semesta. According to Agus Purwanto thought in his book, he divides the relationship between Islam and science within 3 (three) kinds of models, namely: the Islamization of Science, Islamic of Scientification and Islamic Science. Islamization of Science is the model that made the discovery that the majority of modern science in the West, can be in accordance with the teachings of Islam. Islamic of Scientification is trying to find the basics of science to the teachings of Islam. While the Islamic Science seeks to make the Qur'an and as-Sunna as a base construction science. Of the three kinds of models, Agus Purwanto choose three clusters, namely the Islamic Science. Islamic Science is a science-based construction revelation. In this case, Agus Purwanto offer kauniyah 800 verses in the Qur'an to do the analysis of the text, which is then followed by observation and experimentation natural phenomena directly by using the scientific method
DISKURSUS ISLAM-SAINS DALAM KEILMUAN (STUDI ANALISIS PEMIKIRAN ACHMAD BAIQUNI, M AMIN ABDULLAH DAN AGUS PURWANTO)
Relasi agama dan ilmu merupakan dua entitas yang telah lama diperdebatkan. Persinggungan antara domain agama dan ilmu senantiasa terjadi dalam obyek tertentu dalam realitas kehidupan. Kekuatan pengaruh keduanya ditambah dengan muatan kepentingan menjadikan relasi tersebut hingga berwujud pertentangan yang sulit terhindarkan. Upaya meretas keterhubungan agama dan ilmu banyak dilakukan para ahli dengan pelbagai konsepsi dan tipologi. Dalam konteks islam dan sains, tipologirelasi agama dan ilmu adalah berbentuk relasi islam sains dengan beberapa varian dan
pendekatan yang merupakan hasil pemikiran para ilmuwan. Diantara pola relasi islam sains yang telah ada, konsepsi Achmad Baiquni, M Amin Abdullah dan Agus Purwanto sangat penting untuk diteliti karena mempunyai konstruksi epistemologi yang kuat dalam khazanah keilmuan.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif analisis wacana kritis studi pemikiran ilmuwan dengan menggunakan telaah document studies berupa buku, jurnal, diktat dan catatan lain. Studi analisis relasi islam sains dilakukan terhadap pemikiran Achmad Baiquni, M Amin Abdullah dan Agus Purwanto. Achmad Baiquni adalah saintis yang mencoba merelasikan sains terhadap konsepsi dan studi islam melalui metode Tafsir bil ilmi termaktub dalam bukunya “al-Qur’an Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” dan “al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman”. M Amin Abdullah adalah seorang pakar Islamic studies yang mencoba mendekati konstruksi relasi islam
sains melalui pendekatan Integratif-Interkonektif dan Spider Webnya. Sedangkan Agus Purwanto adalah saintis yang dengan pendekatan Ayat-ayat kauniyyah mencoba meretas pola relasi islam sains dalam buku “Ayat-Ayat Semesta Sisi-Sisi al-Quran yang Terlupakan” dan “Nalar Ayat-Ayat Semesta”.
Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti adalah temuan relasi islam sains perspektif Achmad Baiquni yaitu penautan ayat-ayat al-Qur’an pada ilmu pengetahuan dan teknologi utamanya sains dengan pola islamisasi sains pola justifikasi dan sakralisasi. Relasi islam sains M Amin Abdullah adalah konsepsi Integrasi Interkoneksi-Teoantroposentris dengan simbol Jaring laba-laba (Spider Web). mengarah pada islamisasi sains tipologi integrasi. Sedangkan Agus Purwanto adalah relasi islam sains dalam konstruksi sains islam pendekatan ayat-ayat kauniyyah termasuk pada pola islamisasi sains varian integrasi
Epistimologi Integralisme Islam Sebagai Solusi Membangun Peradaban Global : Perspektif Pemikiran Armahedi Mahzar Dan Agus Purwanto
The purpose to describe the concept of Islamic integralism according to Armahedi Mahzar, also the epistemological concept of Islamic science according to Agus Purwanto and the efforts of this scientific integralism paradigm in building global civilization. This research is a type of library research which analyzes several literatures based on epistemological studies with a philosophical approach and critical thinking. The Armahedi paradigm of Mahzar offers the concept of universal integralism. It is known as the tauhid paradigm if it emphasizes its Divine dimension, and the wahdatiyyah paradigm when it emphasises its integrity dimension. According to Agus Purwanto, Islamic science epistemology uses ratio and observation (rationalism and empirism) and revelation (intuitionism) as sources of knowledge. The goal of integralism is to build a comprehensive viewpoint in judging everything, whether in religion, science, technology, art, or culture, which sees everything as the integration of reality.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep integralisme Islam menurut Armahedi Mahzar, juga konsep epistimologi sains Islam menurut Agus Purwanto dan upaya paradigma integralisme ilmu ini dalam membangun peradaban global. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menganaisis beberapa literatur berdasarkan kajian epistimologi dengan pendekatan fisolofis dan berpikir kritis. Paradigma Armahedi Mahzar menawarkan konsep integralisme universal. Itu dikenal sebagai paradigma tauhid jika menekankan dimensi Ilahiahnya, dan paradigma wahdatiyyah jika menekankan dimensi kesepaduannya. Menurut Agus Purwanto, epistimologi sains Islam menggunakan rasio dan pengamatan (rasionaisme dan empirisme) serta wahyu (intuisionisme) sebagai sumber pengetahuan. Tujuan integralisme adalah untuk membangun cara pandang yang menyeluruh dalam menilai segala sesuatu, baik itu dalam agama, sains, teknologi, seni, atau budaya, yang melihat semuanya sebagai kesepaduan dari realitas
SISTEM MANAJEMEN PENGELOLAAN HUTAN FSC, PEFC, ISO 38200:2018 DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA INDUSTRI KAYU DI INDONESIA
The purpose of this study was to determine the effect of FSC Chain of Custody forest management, PEFC Sustainable Forest Management and ISO 38200 Chain of wood custody and wood-based products on the performance of the wood industry business in Indonesia performance indicators namely customer satisfaction, increased sales and productivity. This research was conducted in several companies that process wood or use wood as the main material in Indonesia with 400 respondents. Respondents are wood industry employees as top management, managers and staff who have a planor have implemented FSC, PEFC and ISO 38200. The background of this study is due to the lack of PEFC, FSC and ISO 38200 research on wood in Indonesia. Data collection was carried out by distributing electronic online questionnaires in August to November 2019 and analyzing data processing using Structural Equation Model (SEM) and Linear Structural Model (LISREL) software version 8.70. The results of the analysis show that FSC Chain of Custody, PEFC Sustainable Forest Management and ISO 38200 Chain of custody from wood and wood-based affect the business significantly and positively such as increased customer satisfaction, increased sales and increased productivity.Keywords: FSC, Forest Management, ISO 38200, PEFC.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengelolaan hutan FSC Chain of Custody, PEFC Sustainable Forest Management dan ISO 38200 Chain of custody kayu dan produk berbasis kayu terhadap kinerja bisnis industri kayu di Indonesia indikator kinerja yaitu kepuasan Pelanggan, peningkatan penjualan dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di beberapa perusahaan yang mengolah kayu atau menggunakan kayu sebagai bahan utama di Indonesia dengan 400 responden. Responden adalah karyawan industri kayu sebagai manajemen puncak, manajer dan staf yang memiliki planor telah menerapkan FSC, PEFC dan ISO 38200. Latar belakang penelitian ini adalah karena kurangnya penelitian PEFC, FSC dan ISO 38200 pada kayu di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner online elektronik pada Agustus hingga November 2019 dan menganalisis pemrosesan data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dan software Linear Structural Model (LISREL) versi 8.70. Hasil analisis menunjukkan bahwa FSC Chain of Custody, PEFC Sustainable Forest Management dan ISO 38200 Chain of custody dari kayu dan berbahan dasar kayu mempengaruhi bisnis secara signifikan dan positif seperti peningkatan kepuasan pelanggan, Peningkatan penjualan dan peningkatan produktivitas.Kata Kunci: FSC, ISO 38200, PEFC, Pengelolaan Hutan.
Konsep gempa bumi dan tsunami perspektif Agus Purwanto: studi tematik ayat-ayat gerakan tektonis dalam nalar ayat-ayat semesta
Gempa Bumi dan Tsunami merupakan salah satu macam bencana alam yang dirasakan manusia yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, bahkan¬ oleh alat secanggih apapun. Dua Bencana Alam tersebut dalam beragam mitologi masyarakat dipercaya diakibatkan oleh ulah makhluk-makhluk metafisik maupun dewa-dewi dan juga dipengaruhi oleh kepercayaan atas bentuk bumi yang beragam. Agus Purwanto menyorot hal tersebut dan dengan ikhtiar tafsir ilminya berusaha menjelaskan bahwa gempa bumi dan tsunami merupakan penyebab bergeraknya lempengan bumi dan kehendak Allah SWT sebagaiman dalam Q.S. Al-Zumar ayat 67. Rumusan Masalah yang akan dikaji adalah sebagai berikut: Bagaimana Penafsiran ayat-ayat tentang gerakan tektonis bumi dan tsunami menurut Agus Purwanto ? Bagaimana konsep Agus Purwanto tentang gempa bumi dan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta? Bagaimana relevansi konsep gempa bumi dan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta dengan sains modern?. maka didapati tujuan penelitian sebagai berikut: Menjelaskan penafsiran ayat-ayat tentang gerakan tektonis bumi dan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta. Menjelaskan konsep Agus Purwanto tentang gempa bumi dan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta. Menjelaskan relevansi konsep gempa bumi dan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta dengan sains modern. Teori analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif, data-data yang diperlukan bersumber dari library research, yakni mengumpulkan berbagai sumber referensi atau rujukan melalui kajian kepustakaan, baik berupa buku, jurnal, artikel dan karya ilmiah lain. Hasil penelitian ini adalah Agus memahami dalam Alquran surah Al-Zalzalah ayat 1, Al-Fajr ayat 21, Al-Waqiah ayat 4, Al-Mulk ayat 16 dan Al-Zumar ayat 67 memahami bahwa terma zalzalah, dakk, rajja, khasafa, qabadaha dan tamuur dalam surah-surah tersebut merupakan sifat-sifat dari gerakan tektonis bumi yang terdapat di dalam Alquran dan terjadi di Bumi bukan hanya pada hari kiamat, melainkan pada konteks sekarang. Dan hal tersebut dapat dirincikan dengan terjadinya gempa tektonik, vulkanik, reruntuhan gua, gempa ledakan dan jatuhnya meteor. Sedangkan tsunami dalam nalar ayat-ayat semesta disebabkan oleh zona subduksi, patahan, gunung aktif, longsor bawah tanah dan jatuhnya benda-benda angkasa
Does Culture, Motivation, Competence, Leadership, Commitment Influence Quality Performance?
The purpose of this study is to analyze the influence of leadership, motivation, competence, commitment, and organizational culture on the implementation performance of the Quality Performance at a packaging manufacturing industry. The study sample as population is all 300 employees of packaging industry. The analysis of this study uses SEM (Structural Equation Model) with LISREL software program version 8.70. The results show that leadership and organizational culture have significant influence on the implementation performance of quality management system, while motivation, competence and commitment do not affect the implementation performance of the quality management system
- …
