1,721,368 research outputs found
SÊRAT PURWAKA SURTI (Suatu Tinjauan Filologis)
Latar belakang dipilihnya naskah Sêrat Purwaka Surti sebagai objek kajian
dalam penelitian ini adalah (1) dari segi filologis, terdapat banyak kesalahan tulis
dalam naskah Sêrat Purwaka Surti, (2) dari segi isi, mengungkapkan ajaran-ajaran
yang terkandung di dalam Sêrat Purwaka Surti.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana
suntingan teks dari Sêrat Purwaka Surti yang bersih dari kesalahan sesuai dengan
cara kerja filologi?; (2) bagaimana ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di
dalam teks Sêrat Purwaka Surti?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menyajikan suntingan teks dari Sêrat
Purwaka Surti yang bersih dari kesalahan setelah melalui cara kerja filologi. (2)
Mengungkapkan ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di dalam teks Sêrat
Purwaka Surti.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian filologis yang bersifat deskriptif
kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian pustaka (library research). Sumber
data dalam penelitian disimpan dan ditemukan di Perpustakaan Sanabudaya
Yogyakarta, sedangkan data penelitian ini adalah naskah dan teks Sêrat Purwaka
Surti, berbentuk têmbang macapat berjumlah 1 (satu) pupuh dengan huruf Jawa
carik sejumlah 25 halaman. Teknik pengumpulan data melalui tahapan inventarisasi
melalui katalog-katalog naskah yang tersimpan di perpustakaan atau instansi, judul
didaftar, diadakan pengecekan kebenaran keberadaan naskah ke lokasi penyimpanan
naskah dan diadakan pengamatan, teknik reproduksi yaitu naskah dipotret dengan
kamera digital tanpa menggunakan blitz yang kemudian data ditransfer ke dalam
komputer yaitu program Microsoft Office Picture Manager dan Paint. Tahap
selanjutnya, Sêrat Purwaka Surti ditransliterasi.
Teknik analisis data melalui deskripsi naskah, kritik teks, suntingan teks
disertai aparat kritik dan terjemahan. Metode standar (biasa) digunakan dalam metode
penyuntingan teks Sêrat Purwaka Surti. Kemudian dilanjutkan dengan analisis isi.
Kajian isi untuk mengungkapkan ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di
dalam teks Sêrat Purwaka Surti.
Simpulan penelitian ini adalah (1) Sêrat Purwaka Surti koleksi Perpustakaan
Museum Sanabudaya Yogyakarta bernomor katalog PB C 104 merupakan naskah
tunggal. Dalam naskah ini ditemukan kesalahan-kesalahan tulis yang meliputi lakuna
2 (dua) kesalahan, adisi 5 (lima) kesalahan, hipercorect 8 (delapan) kesalahan, dan
ketidakkonsistenan penulisanan kata 1 (satu) kesalahan. Setelah diteliti melalui cara
kerja filologi mulai dari deskripsi naskah, kritik teks, aparat kritik, transliterasi, maka
suntingan teks Sêrat Purwaka Surti yang disajikan dalam penelitian ini merupakan
teks yang bersih dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (2)
Sêrat Purwaka Surti adalah karya sastra piwulang yang berisi ajaran moral
kepemimpinan. Ajaran yang terkandung di dalamnya merupakan ajaran-ajaran yang
digunakan untuk membentuk lahir dan batin manusia untuk menjadi pribadi yang baik. Ajaran tersebut ditujukan untuk para generasi muda yang meliputi ajaran untuk
bersikap hati-hati, pengendalian diri, kasih sayang, asthabrata dan nistha, madya,
utama.
Kata-kata Kunci: Sêrat Purwaka Surti, kepemimpinan, asthabrat
“PURWAKA LAKUTAMA”
Perkembangan zaman menciptakan adanya perubahan pola pikir dan perilaku dalam diri masyarakat. Perubahan ini juga mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap dunia hiburan. Seni pertunjukan wayang sebagai salah satu media hiburan tentu harus mampu beradaptasi terhadap perubahan ini. Oleh karena itu para seniman berusaha terus berkarya dengan memunculkan bentuk boneka wayang baru dan menghadirkan pengemasan-pengemasan dalam pertunjukannya yang disesuaikan dengan selera masyarakat.
Perancangan Purwaka Lakutama ini bersifat eksploratif dengan mencoba mentransformasikan Serat Menak ke dalam bentuk boneka wayang kulit menak gaya Yogyakarta dan pertunjukannya. Bentuk boneka Wayang Kulit Menak gaya Yogyakarta yang sebelumnya tidak ada akan coba dirancang dengan menggunakan wayang kulit, wayang golek dan wayang orang sebagai inspirasinya. Ketiga bentuk wayang tersebut akan digabungkan dan disesuaikan menjadi sebuah bentuk Wayang Kulit Menak gaya Yogyakarta. Perancangan ini akan mengambil judul Purwaka Lakutama dengan berusaha menghadirkan salah satu bab cerita di dalam Serat Menak yaitu Menak Lare. Cerita yang mengambil tokoh utama Amir Hamzah dengan tema kepahlawanan dalam sudut pandang islam diharapkan menjadi pelajaran yang berharga bagi penikmatnya. Oleh karena itu, perancangan pertunjukan ini juga akan menyesuaikan selera masyarakat sekarang. Dengan menambahkan konsep sinematik ke dalam pertunjukan ini, diharapkan pesan yang terdapat dalam cerita ini akan tersampaikan kepada penikmatnya. Setelah itu penikmat diharapkan mendapatkan pencerahan dan pengetahuan tentang kehidupan yang baik dari pertunjukan yang menyinergikan agama dan seni ini.
vi
Orientasi dalam perancangan karya ini mempertimbangkan daya imajinasi yang berkembang pada masyarakat sekarang. Struktur dan tekstur dramatik yang dipilih sebagai landasan perancangan karya ini mencoba untuk mendaya gunakan imajinasi masyarakat secara lebih luas
THE EXISTENCE OF SHIVA IN LONTAR PURWAKA BHUMI
The Hinduism in Bali is dominantly influenced by Shiva Siddhanta that regards Lord Siwa as the ultimate reality. This is, of course, different from the concept of Hinduism in India which mostly influenced by the Upanishads that regard Brahman as the supreme reality. The existence of Shiva as the highest and the ultimate amongst the gods can be found in most of the lontars in Bali, one of them is Lontar Purwaka Bhum
ANALISIS PERILAKU PENCARIAN INFORMASI LITERATUR UNTUK MENDUKUNG PEMBUATAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI 2020 UNIVERSITAS BENGKULU
ANALISIS PERILAKU PENCARIAN INFORMASI LITERATUR
UNTUK MENDUKUNG PEMBUATAN TUGAS AKHIR MAHASISWA
PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI 2020 DI
PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BENGKULU
Sefti Wahyuni1
, Purwaka2
, Lailatus Sa’diyah3
[email protected], [email protected], [email protected]
Perpustakaan Universitas Bengkulu berfungsi sebagai sarana kegiatan
belajar mengajar bagi mahasiswa Universitas Bengkulu dengan pelayanan yang
sudah menggunakan sistem otomasi perpustakaan. Perpustakaan ini dikunjungi
oleh banyak pemustaka dari berbagai latar belakang, yang menghasilkan
beragam perilaku dalam pencarian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Program Studi
Perpustakaan dan Sains Informasi 2020 Di Perpustakaan Universitas Bengkulu.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Peneliti menggunakan teori Ellis yang terdiri dari delapan tahapan,
untuk menganalisis perilaku pencarian informasi yang dilakukan Mahasiswa
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi 2020. Data dalam penelitian
diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan penelitian yang
telah ditentukan berdasarkan kriteria tertentu dan pengumpulan data melalui
dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pendekatan yang sistematis
dan terencana dalam setiap tahap pencarian. Mereka mulai dengan menetapkan
tujuan yang jelas dan memilih sumber yang relevan. Di tahap chaining, mereka
mengaitkan informasi dari berbagai sumber untuk membangun pemahaman yang
lebih mendalam, dan di tahap browsing, mereka menggunakan mesin pencari
serta sumber akademik dengan efektif. Evaluasi dan pemilahan informasi yang
relevan juga menjadi bagian integral dari proses pencarian, memastikan bahwa
informasi yang digunakan kredibel dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap
verifikasi, mahasiswa menerapkan strategi untuk memastikan akurasi dan
relevansi informasi, sementara di tahap ending, mereka menyimpulkan
pencarian setelah merasa informasi yang diperoleh memadai.
Kata Kunci : Pencarian, Informasi, Tugas Akhi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
