1,721,192 research outputs found
Redesain Terminal Purboyo Madiun
Transportasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manusia, terutama kebutuhan akan transportasi umum darat. Transportasi darat identik dengan transportasi jalan raya (Warpani, 1990) yang terus berkembang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota. Salah satu transportasi darat yang banyak dikembangkan adalah angkutan bus. Kota Madiun merupakan kota yang jalan rayanya dilewati oleh transportasi darat berjenis bus dengan trayek Yogjakarta-Surabaya. Maka dalam peningkatan kuliatas penyediaan transportasi jalan raya merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan. Terminal purboyo merupakan salah satu terminal tipe A yang berada di kota Madiun. Terminal ini masih banyak kekurangan dengan standard terminal tipe A. Sehingga perlu adanya perbaikan agar dapat melayani dan memfasilitasi aktivitas di dalam terminal Purboyo Madiun.
Proses redesain terminal Purboyo Madiun ini menggunakan acuan standar dari LPM/UGM tahun 1993/1994 dan SPM (Standar Pelayanan Minimum) Terminal Angkutan Umum tahun 2104 serta standar-standar dasar dari data Arsitek dan peraturan-peraturan yang berlaku di dalam terminal. Pendekatan konsep yang digunakan yaitu Green Architecture. Data referensi dan pendekatan konsep ini diharapkan dapat memperbaiki segala kekurangan yang ada pada terminal Purboyo Madiun ini. Sehingga menghasilkan sebuah rancangan terminal baru yang dapat melayani dan menfasilitasu masyarakat.
Kata Kunci: Terminal, Bus, tipe A, Green Architecture
REVITALISASI TERMINAL PURBOYO KOTA MADIUN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ECO-FUTURISTIC
Seiring dengan pembangunan yang terjadi di Indonesia mempengaruhi perkembangan prasaranan transportasi darat contohnya Terminal Purboyo di Kota Madiun. Isu-isu yang ada di Terminal Purboyo mengacu pada kondisi eksisting
terminal yang kurang kondusif dan efisien terlihat dari minimnya fasilitas dan sarana yang kurang memadai. Isu-isu tersebut menjadi latar belakang dari perencanaan dan perancangan Revitalisasi Terminal Purboyo Kota Madiun dengan
pendekatan Arsitektur Eco-Futuristic. Persoalan desain adalah bagaimana menampilkan wujud rancangan Terminal Purboyo di Kota Madiun yang kondusif dan efisien melalui pengolahan tata ruang dalam dan tata ruang luar dengan
pendekatan eco-futuristic.
Tujuan dari perancangan adalah untuk mendapatkan desain bangunan Terminal Purboyo Kota Madiun yang mengedepankan perkembangan teknologi dan peningkatan fasilitas bagi pengunjung Terminal Purboyo yang terlihat dari pengolahan tata ruang dalam dan tata ruang luar. Metode yang digunakan merupakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan Arsitektur Eco�Futuristic dan metode estimasi perhitungan jumlah pengunjung dan kendaraan pada
Terminal Purboyo.
Hasil yang diperoleh adalah desain Terminal Purboyo dengan pendekatan Arsitektur Eco-Futuristic yang diaplikasikan pada desain massa bangunan, rancangan pengolahan tapak serta estimasi jumlah pengunjung dan kendaraan pada Terminal Purboyo
Penentuan Atribut Kinerja Green Terminal Purboyo Madiun
Terminal Purboyo adalah terminal tipe A yang berada di Kota Madiun Propinsi Jawa Timur. Terminal ini berfungsi sebagai simpul transit angkutan umum antar kota antar propinsi (AKAP) yang menghubungkan kota Surabaya-Mojokerto-Jombang-Ngajuk-Kediri menuju Ngawi-Solo-Di Yogyakarta. Kondisi saat ini, terminal ini terus menurun dalam kinerjanya dimana terminal cenderung sepi dari penumpang dan kendaraan angkutan umum. Diperlukan suatu evaluasi untuk meningkatkan kinerja terminal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut kinerja terminal Purboyo dengan mengacu pada prinsip terminal ramah lingkungan atau Green Terminal. Pertimbangan prinsip Green Terminal dilatarbelakangi oleh adanya banyak kerusakan lingkungan diakibatkan oleh aktivitas transportasi yang sebagian terjadi di dalam terminal. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara, dan deskripsi kondisi eksisting terminal. Hasil survei lapangan dan penelitian terdahulu memperoleh 12 atribut kinerja Green Terminal Purboyo. Atribut Penerapan konsep ramah lingkungan merupakan atribut dengan tingkat kebutuhan yang paling tinggi menurut pengguna terminal. Atribut Kemudahan dan keterjangkauan menjadi atribut dengan tingkat kebutuhan terendah menurut penumpang angkutan umum
PERENCANAAN TERMINAL PURBOYO MADIUN BERDASARKAN ANALISIS KAPASITAS PENUMPANG DAN KEBUTUHAN INTERMODA
Terminal Purboyo Madiun merupakan terminal tipe A karena berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar provinsi (AKAP), angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota. Namun, kondisi saat ini dapat dikatakan kurang layak. Hal ini dapat ditinjau fungsi pelayanan dan kebutuhan ruang terminal, yakni kurangnya lahan parkir untuk kendaraan pribadi khususnya mobil, kurang optimal fungsinya peron, fasilitas umum banyak yang rusak, banyaknya penumpang menunggu bus di luar terminal dan belum ada fasilitas intermoda khususnya yang menghubungkan terminal dengan stasiun. Pada tugas akhir ini menggunakan metode regresi linear untuk mendapatkan jumlah penumpang dan bus antar kota pada tahun 2029. Sedangkan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner untuk mengetahui karakteristik preferensi masyarakat terhadap kebutuhan angkutan intermoda yang menghubungkan Terminal Purboyo Madiun dengan Stasiun Madiun. Hasil dari perhitungan tersebut akan dibuat design lay out terminal yang mengacu pada standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan pada tahun 2029 jumlah penumpang yang datang di Terminal Purboyo Madiun sebesar 8.637.228 penumpang dan jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Purboyo Madiun sebesar 9.106.392 penumpang. Pada tahun 2029 jumlah bus antar kota yang datang di Terminal Purboyo Madiun sebesar 633.596 bus dan jumlah bus antar kota yang berangkat dari Terminal Purboyo Madiun sebesar 629.753 bus serta jumlah angkutan intermoda sebesar 8 kendaraan dengan catatan jalan di sekitar terminal tidak ada kemacetan pada saat bus keluar dari terminal atau masuk ke terminal. Total dari jumlah perhitungan luas fasilitas dan area pelayanan terminal untuk umur rencana 10 tahun yang akan datang sebesar 39.366,12 m2. Kata kunci : Terminal Purboyo, Perencanaan, Kapasitas Penumpan
Timur Purboyo S.Pd: PENGARUH PENGALAMAN MENGAJAR, MOTIVASI KERJA, DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SD DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG
ABSTRAK
Timur Purboyo : Pengaruh pengalaman mengajar, motivasi kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman mengajar guru terhadap kinerja guru, pengaru motivasi kerja terhadap kinerja guru, dan pengaru kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, dan pengaruh pengalaman mengajar, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru di Kecamatan Borobudur
Penelitian ini menggunakan metode kwantitatif, sedangkan populasi penelitian adalah 192 orang guru yang berstatus sebagai ASN (PNS dan PPPK) dari 23 SD Negeri di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang pada . Sampel penelitian terdiri dari 66 orang guru SD yang ditentukan secara proporsional random sampling.
Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi sederhana yaitu hubungan secara linier antara satu variabel independen (x) dengan variabel dependen (y) dan regresi berganda untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen
Hasil sumbanagan efektif variabel x terhadap y (Kinerja Guru) mengungkapkan bahwa motivasi kerja berada pada urutan pertama (33,51), kepemimpinan kepala sekolah pada urutan kedua (19,47), dan kepemimpinan kepala sekolah urutan ketiga (11,33. Hasil analisis regresi ganda mengungkap adanya pengaruh positif dan signifikan dari pengalaman kerja, motivasi kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dengan pengaruh sebesar 36,07%.
Kata Kunci: Pengalaman Mengajar, Motivasi Kerja, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru
Timur Purboyo S.Pd: Pengaruh pengalaman mengajar, motivasi kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Tahun 2022
Timur Purboyo : Pengaruh pengalaman mengajar, motivasi kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang tahun 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman mengajar guru terhadap kinerja guru, pengaru motivasi kerja terhadap kinerja guru, dan pengaru kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, dan pengaruh pengalaman mengajar, motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru di Kecamatan Borobudur
Penelitian ini menggunakan metode kwantitatif, sedangkan populasi penelitian adalah 192 orang guru yang berstatus sebagai ASN(PNS dan PPPK) dari 23 SD Negeri di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang pada . Sampel penelitian terdiri dari 66 orang guru SD yang ditentukan secara proporsional random sampling.
Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi sederhana yaitu hubungan secara linier antara satu variabel independen (x) dengan variabel dependen (y) dan regresi berganda untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen
Hasil sumbanagan efektif variabel x terhadap y (Kinerja Guru) mengungkapkan bahwa motivasi kerja berada pada urutan pertama (33,51%), kepemimpinan kepala sekolah pada urutan kedua (19,47%), dan kepemimpinan kepala sekolah urutan ketiga (11,33%). Hasil analisis regresi ganda mengungkap adanya pengaruh positif dan signifikan dari pengalaman kerja, motivasi kerja, dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SD di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dengan pengaruh sebesar 36,07%.
Kata Kunci: Pengalaman Mengajar, Motivasi Kerja, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru.Abstract
Timur Purboyo : The effect of teaching experience, work motivation, and principal's leadership on the performance of elementary school teachers in Borobudur District, Magelang Regencyyear 2022.
This study aims to determine the effect of teacher teaching experience on teacher performance, the effect of work motivation on teacher performance, and the influence of principal leadership on teacher performance, and the contribution of teaching experience, work motivation and principal leadership together on teacher performance in Borobudur District.
This study used a quantitative method, while the study population was 192 teachers with the status of civil servants (ASN and PPPK) from 23 public elementary schools in Borobudur District, Magelang Regency in . The research sample consisted of 66 elementary school teachers who were determined by proportional random sampling.
The data collection instrument used a questionnaire. Data analysis used simple regression, namely the linear relationship between one independent variable (x) and the dependent variable (y) and multiple regression to test the effect of more than one independent variable on the dependent variable.
The results of the effective contribution of the variable x to y (Teacher Performance) revealed that work motivation was in the first place (33.51%), the principal's leadership was second (19.47%), and the principal's leadership was third (11.33%). The results of the analysis Multiple regression revealed a positive and significant contribution from work experience, work motivation, and principal leadership together to the performance of elementary school teachers in Borobudur District, Magelang Regency with a contribution of 36.07%.
Keywords: Teaching Experience, Work Motivation, Principal Leadership, Teacher Performanc
Pengaruh Stres Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purboyo Madiun
This study aims to analyze the effect of job stress on employee performance at the Terminal Service Unit Type A Purboyo Madiun, and to analyze the effect of job satisfaction on employee performance at the Terminal Service Unit Type A Purboyo Madiun. The population in this study were all employees who worked in the Terminal Service Unit Type A Purboyo Madiun as many as 128 people. The sampling method used in this study is the saturated sample method. This research is an associative research that aims to determine the relationship between two or more variables. This research uses a quantitative type that emphasizes on the philosophy of positivism to examine a particular population or sample, collecting data using research instruments by testing the hypotheses made. The data from this study uses primary data obtained from questionnaires in the form of questions that have been prepared, and distributed to respondents to be filled in which aims to examine the effect of work stress on employee performance at the Terminal Service Unit Type A Purboyo Madiun, and the effect of job satisfaction on employee performance at Purboyo Madiun Type A Terminal Service Unit. The data collection technique used in this study is a survey, where the data obtained directly by the researcher by distributing questionnaires to respondents, and respondents providing answers to predetermined questionnaires. The results showed that work stress had a positive and significant effect on employee performance, and job satisfaction had a positive and significant effect on employee performance
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN WADUK PURBOYO SEBAGAI DESA WISATA DI KABUPATEN MALANG
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang yang memiliki tujuan yaitu pembuatan area wisata di sekitaran Waduk Purboyo, membuat area kolam ikan disekitaran aliran waduk dan produk olahannya sebagai potensi desa dan membuat area hiburan di kawasan waduk dan sekitarnya. Implementasi ke dalam beberapa kegiatan, antara lain pembersihan waduk dan pelatihan terkait pengembangan produk olahan untuk mendukung potensi lokal yang dijadikan metode dalam pengabdian ini. Dalam hal ini dilakukan kegiatan pelatihan budidaya ikan dan produk olahan ikan yang di kembangkan di area kolam sekitaran Waduk Purboyo. Target luaran dari pengabdian ini adalah untuk menciptakan destinasi wisata di waduk dengan meningkatkan potensi waduk. Dengan cara ini diharapkan pada akhirnya kawasan waduk dapat dikembangkan sebagai sarana pariwisata, menyebarluaskan pemasaran produk hasil masyarakat pedesaan, dan membantu peningkatan perekonomian Desa Purwosekar
LAKU MASYARAKAT BERBAH PADA BUDAYA ZIARAH DI MAKAM KANJENG PANEMBAHAN PURBOYO
Masalah pokok penelitian ini adalah Bagaimana Laku Masyarakat Berbah Pada
Budaya Ziarah di Makam Kanjeng Panembahan Purboyo? Permasalahan dalam
penelitian ini dibagi dalam dua rumusan masalah yaitu: Bagaimana Laku dan
Pemaknaan Ziarah Masyarakat di Makam Kanjeng Panembahan Purboyo?. Bagaimana
Laku dan Pemaknaan Ziarah Oleh Pengelola. Penelitian ini dibedah dengan teori
interaksionisme simbolik dengan mencari makna atau motif interaksi masyarakat yang
didasari pada simbol verbal maupun non verbal dan berbagai makna yang disepakati
oleh mereka. Dari kesepakatan simbol dan makna itulah laku dan interaksi masyarakat
terbentuk begitupun individu mendasarkan tindakannya pada tafsir makna yang mereka
temukan sebagai motif utama laku ziarah.
Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif
kualitatif, sosiologis dan agama. Data diperoleh melalui pengelola dan pengunjung,
sedangkan metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan
melalui beberapa literatur seperti buku, jurnal, skripsi dan referensi yang lain.
Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik, teori ini mendasarkan pada
interaksi masyarakat yang mempengaruhi pikiran-pikiran individu dan dari situlah
tindakan masyarakat dapat juga disebut simbol yang dapat dimaknai sesuai
kesepakatan bersama, selain itu tindakan menjadi dasar utama terciptanya pikiran,
simbol, dan makna. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahap,
yaitu reduksi, penyajian, analisis, dan penarikan kesimpulan.
Beberapa temuan dari penelitian ini bahwa, laku ziarah yang dilakoni oleh
masyarakat berdasarkan beberapa faktor antaranya: kekaguman pada Purboyo selaku
sosok yang berperan penting dalam penyebaran Islam. Selain itu masyarakat
mengkultuskan ruang makam diyakini setiap doa yang dipanjatkan dari sana akan
terkabul. Interaksi masyarakat di ruang makam sebagai simbol kesucian karena setiap
individu yang hadir memiliki tujuan ibadah dan memperbaiki tujuan hidup. Sedangkan
pengelola memaknainya sebagai pengabdian kepada Pangeran Purboyo terutama
kepada nenek moyang mereka yang sebelumnya juga berprofesi sebagai abdi dhalem
di ruang makam. Menjaga budaya ziarah dewasa ini sangatlah penting selain memuat
kekuatan sosial hal itu juga memiliki kekuatan transendental
PERANCANAAN ANGKUTAN PEMADU MODA (FEEDER) TRAYEK STASIUN MADIUN - TERMINAL BUS PURBOYO KOTA MADIUN
Keterhubungan antar fasilitas transportasi sangat penting untuk kesinambungan antar moda transportasi demi berjalannya berbagai perkembangan ekonomi, sosial dan budaya di suatu daerah. Angkutan pemadu moda (feeder) merupakan salah satu jenis angkutan umum yang dapat menghubungkan antara dua fasilitas pemberhentian transportasi agar para penumpang yang ingin beralih moda transportasi dapat dengan mudah menjangkau tujuan yang dituju. Alasan utama dilakukannya penelitian mengenai perencanaan angkutan pemadu moda (feeder) di Kota Madiun ini adalah karena kepastian jadwal yang tidak ada pada angkutan kota trayek Stasiun Madiun – Terminal Bus Purboyo Kota Madiun.
Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara responden dan mengisi form yang telah disiapkan. Form responden ini disusun dengan menggunakan metode stated preference dengan fokus atribut keefektifan dari transportasi umum feeder yang akan direncanakan. Pada perencanaan ini menggunakan dasar perhitungan pada evaluasi kinerja angkutan umum pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK. 687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum Penumpang di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur. Direncanakan menggunakan kendaraan Daihatsu Luxio dengan kapasitas penumpang adalah 11 penumpang.
Hasil analisis pada perencanaan angkutan pemadu moda (feeder) trayek Stasiun Madiun – Terminal Bus Purboyo Kota Madiun diperoleh 17 titik pemberhentian perencanaan. Dari jumlah titik pemberhentian tersebut didapat total waktu sirkulasi angkutan adalah 24 menit 28 detik. Faktor Muat (load factor) yang didapat pada angkutan perencanaan didapat sebesar 63% dan 72% dengan nilai waktu antara kendaraan (headway) total adalah 8 menit, hasil perhitungan tersebut telah sesuai dengan nilai H ideal yang sudah ditetapkan. Dari hasil tersebut didapat jumlah kebutuhan kendaraan adalah 20 kendaraan, dengan frekuensi keberangkatan adalah 8 kendaraan/jam. Sedangkan waktu tunggu kendaraan didapat 4 menit, dan 8 menit pada waktu tunggu maksimum. Kecepatan kendaraan direncanakan adalah 30 km/jam.
Kata Kunci: Angkutan Pemadu moda (Feeder), stated preference, Stasiun Madiun – Terminal Bus Purboyo Kota Madiun
- …
