1,740,232 research outputs found
EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION PADA PEMBORAN SUMUR PUJI-1 DAN PUJI-2 LAPANGAN PUJI PT PERTAMINA EP UBEP TANJUNG
Pemboran sumur Puji-1 dan Puji-2 Lapangan Puji PT PERTAMINA EP
UBEP TANJUNG merupakan sumur pengembangan yang bertujuan untuk
menambah titik serap pada formasi Tanjung. Pemboran sumur Puji-1 berdekatan
dengan patahan, pada saat pemboran trayek lubang 8 ½” terjadi tiga interval
kedalaman lost circulation, yaitu : 3878,14 - 4058,60 ft, 4058,60 - 4065,16 ft dan
4065,16 - 4071,72 ft. Pada saat pemboran sumur Puji-2 terjadi delapan interval
kedalaman lost circulation, yaitu : 4150,46 - 4175,96 ft, 4175,96 - 4177,04 ft,
4177,04 - 4178,35 ft, 4178,35 - 4181,96 ft, 4181,96 - 4235,77 ft, 4235,77 -
4241,35 ft, 4241,35 - 4284,66 ft dan 4284,66 - 4298,44 ft.. Permasalahan pada
pemboran sumur Puji-1 dan Puji-2 pertama apakah yang menyebabkan terjadinya
lost circulation, kedua apakah yang menyebabkan penanggulangan lost
circulation tidak berhasil.
Metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi penanggulangan lost
circulation yaitu : melakukan pengumpulan data-data (data lumpur, data
pemboran, data pompa, data cutting), melakukan perhitungan (tekanan hidrostatik
lumpur saat lost circulation, tekanan rekah formasi, tekanan formasi, tekanan
hidrostatik dan densitas lumpur aktual, ECD dan BHCP), membandingkan Ph, Pf,
BHCP dan Pfr untuk mengetahui penyebab terjadinya lost circulation (jika Ph <
Pfr < BHCP, maka lost circulation disebabkan oleh induced fracture, Jika Pf <
BHCP < Pfr, maka lost circulation disebabkan oleh natural fracture, melakukan
evaluasi penanggulangan lost circulation yang telah dilakukan di Lapangan dan
mengambil kesimpulan dari hasil evaluasi.
Dari hasil evaluasi pada pemboran sumur Puji-1 untuk kedalaman 4058,60
ft, tekanan hidrostatik lumpur saat sirkulasi (BHCP) sebesar 1957,51 psi tidak
melebihi tekanan rekah formasi sebesar 2544,74 psi. Pada pemboran sumur Puji-2
untuk kedalaman 4175,96 ft, tekanan hidrostatik lumpur saat sirkulasi (BHCP)
sebesar 1965,13 psi tidak lebih besar dari tekanan rekah formasi sebesar 2062,92
psi, maka lost circulation pada pemboran sumur Puji-1 dan Puji-2 terjadi karena
natural fracture yaitu disebabkan oleh adanya zona patahan pada sumur Puji-1
dan unconsolidated formation. Dari hasil evaluasi, lost circulation pada sumur
Puji-1 interval kedalaman 4065,16 - 4071,72 ft tidak berhasil menggunakan
uncommon LCM dan penyemenan disebabkan oleh adanya zona patahan. Pada
sumur Puji-2 lost circulation interval kedalaman 4150,46 – 4175,96 ft, 4178,35 –
4181,96 ft dan 4241,35 – 4284,66 ft tidak berhasil ditanggulangi dengan
conventional LCM dan interval kedalaman 4284,66 – 4298,44 ft tidak berhasil
ditanggulangi dengan uncommon LCM disebabkan oleh unconsolidated
formation
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBINAAN IBADAH PADA YAYASAN YATIM PIATU KEMALA PUJI BANDAR LAMPUNG
Pembinaan ibadah sangatlah diperlukan, mengingat zaman sekarang ini,
merosotnya tingkat atau nilai-nilai agama yang dimiliki oleh anak, dikarenakan
perkembangan zaman yang sudah sangat maju, sehingga bisa menyyebabkan anak
terjerumus kearah yang tidak baik, terlebih lagi kepada anak yatim yang tidak
mempunyai seorang ayah/ibu untuk mendidik serta membimbing mereka agar
mereka berprilaku yang baik dan benar sesuai dengan ajaran agama. Dengan itu
perlu adanya upaya pembinaan ibadah kepada anak yatim melalui kegiatan
pembinaan ibadah yangintensif, guna menolong batin mereka dari kesusahan serta
keguncangan yang terjadi di diri masing-masing untuk mendapatkan kebahagiaan
dan keselarasan hidup terhafdap diri mereka.
Yayasan Yatim Piatu Kemala Puji Bandar Lampung merupakan lembaga
yang mempunyai perhatian terhadap pendidikan dalam mencapai kualitas anakanak
asuh dengan peningkatan ibadah, kemandirian maupun kemampuan daya
saing dengan anak seusianya dikala mereka sudah keluar dari yayasaan yatim
tersebut. Dalam hal ini diperlukan suatu strategi untuk mencapai suatu tujuan
yang maksimal yaitu pembinaan ibadah serta pentingnya suatu strategi
komunikasi yang diterapkan oleh Yayasan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengaan mengambil
latar di Yayasan Yatim Piatu Kemala Puji Bandar Lampung. Subyek dari
penelitian ini adalah penghuni yayasan kemala puji dengan menggunakan teknik
Purposive Sampling sehingga terdapat kriteria di dalam menentukan sampel.
Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitiaan ini adalah
observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian diperoleh data tentang langkah-langkah penyusunan
strategi komunikasi serta penerapan dalam pembinaan ibadah terhadap anak asuh
Yayasan Kemala Puji, ini terbukti dengan adanya kegiatan serta tugas yang
diberikan kepada anak asuh berkaitan dengan pembinaan ibadah dalam
meningkatkan ibadah serta memperbaiki sifat anak asuh melalui strategi
merangkul dan pengenalan karakter masing-masing anak asuh. Kesimpulannya
Strategi Komunikasi yang digunkan Yayasan Yatim Piatu Kemala Puji berhasil
mengubah perilaku anak-anak asuh dalam yayasan menjadi lebih baik.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pembinaan Ibadah, Anak Asu
MERANCANG SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA UD. PUJI JAYA KABUPATEN PATI
Sales activity is one of the main goals the company after producing the goods. For that every company should be able to oversee the implementation of the company's sales in the well, so that from the sale of a controlled activity, companies can maximize profits. Besides having a good sales system, the company must also have a system of administration and collection of accounts receivable good, akrena many corporate users of goods or services takes in making payments when they buy goods or services in the amount and the price is not small. Object of this study is UD. Puji Jaya Starch which produces silver. Type of data used is the method of interview invitation primary data and secondary data by the method of documentation. The results of the data analysis is the organizational structure of UD Puji Jaya is simple, where the parts of the organization consists of a head of the company, the production and administration. Give proposal for the structure of secret societies is the addition of the warehouse, sales, finance and secretary. Part flowcat more complete workflow starting from the scrap booking store and then made ??by the sales order to the production and record production orders and issue goods ordered premises make a way. The accounting department will be recorded in book sales, build an accounts receivable reports and sales reports. The owner will check reports accounts receivable and sales reports and authorizing the sale
Analisis pesan nasyid puji-pujian group Raihan
Musik merupakan bahasa Universal yang telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi kehidupan manusia. Kaset nasyid Raihan adalah salah satu media massa yang dipakai Raihan untuk berkomunikasi dengan para pendengar. Melalui isi pesan nasyid “Puji-Pujian” Raihan mampu mengantarkan pesan Islami pada pendengar. Berdasarkan teori semiotika Peirce diketahui makna isi pesan nasyid Puji-pujian sebagai salah satu satu media dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pesan nasyid puji-pujian Raihan bersifat memuji kebesaran Allah yakni Sang Pencipta dalam agama Islam serta memberitahukan bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah yang membawa agama Islam untuk umatnya. Nasyid yang diteliti dapat mempengaruhi pendengar secara pisitif khusunya aspek afektif (berhubungan dengan emosi) dan aspek kognitif (berhubungan dengan pengetahuan). Selain itu nasyid ini tidak lagi murni dakwah melainkan dipengaruhi juga idealism mencari keuntungan mater
Bentuk Koreografi Tari Gandaria Karya Puji Purwati
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk koreografi Tari Gandaria
karya Puji Purwati, tarian yang menggambarkan secara simbolik tentang
kesuburan. Dalam perkembangnya Tari Gandaria dipentaskan sebagai selingan
pada kesenian Ketoprak dan Emprak. Oleh Puji Purwati dikemas kembali menjadi
tari yang dapat dipentaskan sebagai hiburan di semua acara dan menjadi materi
pembelajaran di sanggar dan sekolah formal.
Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan
pendekatan koreografi, yaitu tari dipandang dari aspek bentuk, teknik, isi.
Penggunaan pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui
teks koreografi Tari Gandaria karya Puji Purwati.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut bentuk koreografi Tari Gandaria
sebagai tari berpasangan pria dan wanita, menampakkan struktural tari terbagi
menjadi tiga bagian yaitu bagian Pambuka, bagian Manggandha, dan bagian
Panutup, dengan penambahan-penambahannya menyangkut permasalahan waktu,
menghilangkan erotis berlebihan, menjadi tari sebagai materi pembelajaran di
sekolah dan sanggar.
Kata kunci: Gandaria Lama,Pendekatan Koreografi, Gandaria Baru
MANUFACTURE INFORMATION SYSTEM AT CV PUJI JAYA
The advancement of technology recently has promoted the use of
computerised system in many companies in the world. It helps the companies in
many things. One particular company, CV Puji Jaya has not yet aplied the system.
This has led the company to problems such as length of time needed for calculation
process, inaccuracies of raw materials and cost of stationery information, and failure
of delivery time of product. These problems have prompted the writer to try to solve
the problem by writing an application with which CV Puji Jaya could save data and
enhance their customer service. In writing the application, the writer uses Visual
Basic.Net and Microsoft SQL Express. Iterative method is used in developing it. This
Application will help CV Puji Jaya in recording existing needs, faster data and
production status of costumer order searching. It could also print reports faster and
more accurately
An Experiment Of Mathematics Teaching Using SAVI Approach And Conventional Approach Viewed From The Motivation Of The Students Of Sultan Agung Junior High School In Purworejo
The objective of this research is to investigate whether Mathematics teaching using SAVI approach can make better achievement in learning Mathematics than conventional approach viewed from the student’s motivation of Sultan Agung Junior High School in Purworejo on the circle material. This research is a quasi experimental research with 2×3 factorial design. The subject of the research is the 8th-grade students of Sultan Agung Junior High School in Purworejo in the academic year 2010/2011. The sample of this research are 60 students which consist of experimental group and control group. The data were collected by using test of learning achievement in Mathematics and a questionnaire of student’s motivation. The test instruments were validated by expert. In the pre-requisite test, analysis variance precondition test using Liliefors test for normality and Bartlett test for homogeneity test. With ∝ =0,05, samples come from normal distributed population and homogeneous. The hypothesis testing using two-way ANAVA with different cell with α = 0,05. It shows: (1) Fc = 4.378 > Ft = 4.024, it means Mathematics teaching using SAVI approach gives a better achievement in learning Mathematics than using conventional approach; (2) Fc =20.822 > Ft= 3.174, it means the achievement in learning Mathematics of the students who have higher motivation is better than those who have lower motivation; and (3) Fc = 1.617 < Ft = 3.174, it means the difference characteristic between the Mathematics teaching using SAVI approach and conventional approach for every students’ motivation in learning Mathematics is the same.
Key Words: Mathematics Teaching, SAVI, Motivatio
Puji-Pujian Sebagai Sarana Dalam Pelayanan Okultisme Pada Persekutuan Doa Getsemani Makassar
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui jenis dan bentuk puji-pujian yang dapat digunakan sebagai sarana dalam pelayanan okultisme serta mengetahui sejauh mana peran, fungsi dan pengaruh puji-pujian dalam sebuah pelayanan okultisme. Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, puji-pujian yang merupakan bagian dari musik adalah anugerah Allah kepada manusia secara khusus kita sebagai umat tebusan-Nya, di mana kita dapat menggunakan anugerah tersebut untuk memuliakan dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Kedua, puji-pujian dapat digunakan dan dapat dijadikan sarana dalam pelayanan, secara khusus pelayanan okultisme karena Allah kita adalah Allah yang sangat menyenangi puji-pujian. Ketiga, puji-pujian yang kita sampaikan kepada Allah pada saat melakukan pelayanan okultisme harus benar-benar disampaikan dengan iman yang sungguh kepada-Nya bahwa Ia bertahta dan bersemayam di atas puji-pujian serta Ia berkuasa atas puji-pujian yang kita sampaikan. Keempat, tidak ada puji-pujian tertentu yang digunakan dalam pelayanan okultisme. Semua jenis dan bentuk puji-pujian dapat digunakan dalam pelayanan okultisme. Yang harus diperhatikan adalah sikap hati kita saat memuji dan melayani Tuhan. Kelima, sebagai pelayan Allah, kita harus hidup sesuai dengan segala sesuatu yang Allah kehendaki dalam hidup kita
Penggunaan saksi mahkota sebagai alat bukti dalam suatu persidangan di pengadilan (studi kasus putusan No. 1350/Pid.B/2003/PN.Jak.Sel) / oleh Wahyu Puji Nugrohon
abstrak A. Nama : Wahyu Puji Nugroho NIM : 205020197 B. Judul : Penggunaan Saksi Mahkota Sebagai Alat Bukti Dalam Suatu Persidangan Di Pengadilan (Studi Kasus Putusan No: 1350/PID.B/2003/PN.Jak.Sel.) C. Halaman : vii + 91 +2007 D. Kata Kunci : Saksi Mahkota Sebagai Alat Bukti E. Isi : Saksi mahkota adalah kesaksian yang diberikan oleh terdakwa yang dijadikan sebagai saksi secara bergantian atau terdakwa yang menjadi saksi bagi terdakwa lainnya. Mengenai pengertian dari saksi mahkota inipun terdapat perbedaan diantara kalangan ahli hukum. Ada yang menyetujui dipergunakannya saksi mahkota, tetapi ada pula yang menolak keberadaan saksi mahkota. Sehingga keberadaan saksi mahkota ini masih menjadi polemik yang mengundang pro dan kontra bagi sebagian para ahli hukum di Indonesia. Dalam kenyataannya saksi mahkota sering dipergunakan oleh aparat penegak hukum sebagai alat bukti, sehingga penggunaan saksi mahkota ini sudah menjadi kebiasaan di Indonesia. Seharusnya keberadaan saksi mahkota segara diakhiri penggunaannya, karena penggunaan saksi mahkota dapat menimbulkan banyak persoalan, salah satunya adalah dapat menyebabkan timbulnya kesaksian palsu, mengingat bahwa saksi mahkota selain dijadikan sebagai saksi juga dijadikan sebagai terdakwa. Namun demikian, penggunaan kesaksian seperti ini ternyata masih tetap dipergunakan pada Putusan Pengadilan No: 1350/PID.B/2003/PN.Jak.Sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dipergunakannya saksi mahkota dalam Putusan Pengadilan No: 1350/PID.B/2003/PN.Jak.Sel. Karena akibat lemahnya alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Sehingga untuk menutupi kelemahan tersebut dipergunakanlah saksi mahkota sebagai alat bukti. Pada hal dengan dipergunakannya saksi mahkota pada Putusan Pengadilan No: 1350/PID.B/2003/PN.Jak.Sel sangat bertentangan dengan Pasal 169 ayat (1) Jis Pasal 52 dan Pasal 117 ayat (1) KUHAP. Karena penggunaan saksi mahkota tersebut dilakukan dengan adanya paksaan dan tekanan baik secara fisik maupun mental tetapi tidak dilakukan berdasarkan atas keinginan dan khendak dari terdakwa (saksi mahkota) itu sendiri. F. Daftar Acuan : 32 (1956-2006) G. Dosen Pembimbing : PC. Hadiprastowo. SH H. Penulis : Wahyu Puji Nugroh
- …
