360 research outputs found

    MORAL VALUES ANALYSIS OF HUMAN LIFE PROBLEMS IN THE LITTLE PRINCE NOVEL WRITTEN BY ANTOINE DE SAINT-EXUPÉRY

    No full text
    Prasetya, Dimas Okky. Nomor Induk Mahasiswa. 12203173055. 2021. Moral Values Analysis of Human Life Problems in The Little Prince Novel Written by Antoine de Saint-Exupéry. Skripsi. Tadris Bahasa Inggris. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Islamic State Institute (IAIN) of Tulungagung. Pembimbing: Muh. Basuni, M.Pd. Keywords: Moral Value, Human Life Problems, The Little Prince Novel In this study, the researcher focused on moral values of human life problems in “The Little Prince” novel by Antoine de Saint-Exupéry. The formulation of the problem in this research is “what are types of moral values that the author tries to convey in “The Little Prince” novel ?”. The aims of this study is to find out the types of moral values that the author tries to convey in “The Little Prince” novel. The researcher used a library research design with a qualitative descriptive approach. The researcher used content analysis to analyze this research. The data source in this study is taken from “The Little Prince” novel by Antoine de Saint-Exupéry. The data in this study are utterances and sentences contained in “The Little Prince” novel. The data obtained are categorized according to Nurgiyantoro’s (2002: 323) theory, namely; 1) The problems of human relationship with themselves, 2) The problems of human relationship with other humans in the social sphere including their realtionship with the natural environment and 3) The problems of human relationship with God. The result of this research found that moral values that have been taken from the novel are; 1) Say a fact information by evidence, 2) Greet someone politely before asking, 3) Patience to win someone’s heart, 4) Discipline creates comfortable situation, 5) Yearning can be treated by remembering the memories, 6) Do not stop trying until the goal is achieved, 7) Control the way of speaking to other person, 8) Believe in your own ability, 9) Fighting only lead to regret, 10) No matter how difficult the way must be passed, 11) Do not worry too much about someone, 12) Do not trust new people, 13) Friendship will be created by understanding each other, 14) Somenone’s loyalty will be tested when the distance separates, 15) Harmony will be created if everyone do their job, 16) P roblems will be resolved if solved together, 17) The Natural Environment will preserved if it is cared and 18) God must have a good plans

    Dimas: Gay yang Pernah Nikah Secara Heteroseksual (Sebuah Life History)

    No full text
    This is a life history (LH) of Dimas, a gay who had been married heterosexually. LH is aimed to understand the individual through his appreciation on experiences he feels happening in his life, as well stressing his relationship with the author. LH is also used to understand how people live and work in a colonial context (oppression), oppression against homosexuality as a minority discourse. Data in this article were obtained from Dimas’ narrations, which the author collected through in-depth interviews. Other data were obtained from Dimas’ self-portrait, and other relevant researches. Results reveal Dimas’ understanding of his sexual orientation, as well as the understanding of experiences he seems to experience. Secondly the interaction of Dimas and his culture in a social construction context and the development of the homosexuality issue in Indonesia. Karya ini merupakan life history (LH) Dimas, gay yang pernah nikah secara heteroseksual. LH bertujuan memahami individu melalui pemaknaan dirinya atas peristiwa-peristiwa yang dimaknainya telah terjadi di kehidupannya, di samping juga menggarisbawahi hubungan individu dengan peneliti. LH digunakan untuk mengerti bagaimana manusia hidup dan bekerja dalam konteks kolonial (penindasan), dalam hal ini penindasan atas homoseksualitas sebagai wacana minoritas. Data yang digunakan di sini, yang utama adalah narasi Dimas yang peneliti peroleh melalui in-depth interview. Data lain berupa catatan harian dan potret diri Dimas, serta penelitian lain yang terkait. Hasil penelitian ini, yang pertama adalah pemaknaan Dimas atas orientasi seksualnya, termasuk pemaknaan atas rangkaian peristiwa yang menurutnya telah terjadi. Kedua adalah interaksi Dimas dengan budayanya dalam konteks konstruksi sosial dan perkembangan isu homoseksualitas di Indonesia

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Islam Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya, Dimas Laksana. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Islam Kepanjen. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis. Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi, pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Model Problem Based Learning memiliki kelebihan yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAIslam Kepanjen. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini, yaitu dua kelas diantaranya, kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Problem Based Learning dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes essay sejumlah 5 butir soal yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang dilakukan dua kali diberikan pada sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis kelas yang menggunakan model Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata lebih baik dibandingkan kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning. Hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,016 atau lebih rendah dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya Model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAIslam Kepanjen. Saran bagi guru untuk menerapkan di kelas terutama pada mata pelajaran geografi menggunakan model Problem Based Learning sebagai salah satu variasi model dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Bagi pihak sekolah, disarankan agar memberi dorongan pada kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning khusunya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis disarankan untuk memberikan permasalahan, menyiapkan instrumen, dan perangkat pembelajaran.   SUMMARY Prasetya, Dimas Laksana. The Influence Of Problem Based Learning Model Towards Critical Thinking Ability Of Students In The Subjects Of Geography For Class X SMA Islam Kepanjen.Thesis. Study Program Of Geography Education, Faculty Of Social Science, State University Of Malang.Supervisor(I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.   Keywords: Model Problem Based Learning, Critical Thinking Ability. Problem Based Learning (PBL) is an effective approach to the teaching process of higher-order thinking, the study helps students to process information that is already so in her mind and put together their own knowledge about the world and social surroundings.Problem Based Learning model has advantages that influence on ability of critical thinking. This research aims to know the influence model of Problem Based Learning towards critical thinking ability of students in the subjects of geography class X SMA Islam Kepanjen. This research included quantitative research with the kind of experimental research on pseudo (Quasi Experimental) using a Pretest-Posttest Control Group Design. The subject of this study, that istwo classes, class X IPS class 1 as experimental treatment with models of Problem Based Learning and Class X IPS 2 as the control class was given preferential treatment by conventional models. The instruments used in the form of essay tests a number of 5 grains of matter which refers to the indicators of the ability of creative thinking. The technique of data collection conducted using tests conducted two times given on before and after the treatment. Technique of data analysis using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the ability of the critical thinking classes that use the model of Problem Based Learning gets an average of better than a class which does not use the model of Problem Based Learning. The results of the analysis performed has been obtained that the value of the probability of 0.016 or less than 0.05. Based on these results it can be concluded that H0 is rejected and accepted meaning Model H1 Problem Based Learning effect on critical thinking ability of students in the Subjects of geography Class XSMA Islam Kepanjen. Suggestions for teachers to implement in classes on subjects especially geography using Problem Based Learning model as one of the variations of the model in the learning activities to enhance students ' thinking ability and avoid the boredom often experienced by students during this time.On behalf of the school, it is recommended that gives a boost in the learning activities using Problem Based Learning model especially for improving critical thinking ability of students. For further researchers who will do research on Problem Based Learning towards critical thinking ability are advised to give the problem, setting up the instrument, and the device instruction

    Os Três irmãos cantadores: Lourival, Dimas e Otacílio

    No full text
    The book “The Three Singing Brothers” tells the story of the lives and artistic careers of the brothers Lourival, Dimas and Otacílio. These talented singers, originally from the Northeast of Brazil, formed a trio known as the “Batista Brothers”. The book highlights the richness of popular culture and the tradition of viola singing in the region. Dimas Batista, also known as the “Prince of Violeiros”, faced more than 300 unexpected challenges throughout his career. He traveled throughout the Northeast and even reached Rio de Janeiro, where he enchanted audiences with his art. However, it was in Tabuleiro do Norte, in Ceará, that he built his family and left a lasting legacy. In addition to his singing skills, Dimas also stood out as a scholar. He sought inspiration not only in the difficulties of popular life, but also in books and in a broad worldview. His talent caught the attention of intellectuals such as Ariano Suassuna, who nicknamed him the “prince of singing poets”. The book “Os Três Irmãos Cantadores” is a tribute to these exceptional artists and a celebration of the tradition of singing in Brazil. Through his stories, the author Otacílio Batista transports us to a world of verses, melodies and popular culture that deserves to be preserved and valued.O livro “Os Três Irmãos Cantadores” narra a vida e a trajetória artística dos irmãos Lourival, Dimas e Otacílio. Esses talentosos cantadores, naturais do Nordeste do Brasil, formaram um trio conhecido como “Irmãos Batista”. A obra destaca a riqueza da cultura popular e a tradição da cantoria de viola na região. Dimas Batista, também chamado de “Príncipe dos Violeiros”, enfrentou mais de 300 desafios de repente ao longo de sua carreira. Ele percorreu o Nordeste e até mesmo chegou ao Rio de Janeiro, onde encantou o público com sua arte. No entanto, foi em Tabuleiro do Norte, no Ceará, que ele construiu sua família e deixou um legado duradouro. Além de suas habilidades como cantador, Dimas também se destacou como estudioso. Ele buscou inspiração não apenas nas dificuldades da vida popular, mas também nos livros e em uma visão de mundo ampla. Seu talento chamou a atenção de intelectuais como Ariano Suassuna, que o apelidou de “príncipe dos poetas cantadores”. O livro “Os Três Irmãos Cantadores” é uma homenagem a esses artistas excepcionais e uma celebração da tradição da cantoria no Brasil. Através de suas histórias, o autor Otacílio Batista nos transporta para um mundo de versos, melodias e cultura popular que merece ser preservado e valorizado

    STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN COFFEE CAFÉ BAR AND LOUNGE DI MERCURE HOTELS SURABAYA GRAND MIRAMA

    No full text
    The purpose of writing this final project is to find out how the standard operating procedures for Coffee Café Bar and Lounge services at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama are. The author who also works as a Bar Supervisor at the Coffee Café Bar & Lounge at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama observed the standard operating procedures for the Coffee Café Bar and Lounge service at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama. The author concludes that the standard operating procedures for the Coffee cafe bar and lounge service at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama are as follows: 1. welcoming guests, 2. accepting orders 3. beverage service 4. giving bills 5. farewell to guests

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SERANGAN KILAT (FASTBREAK) DALAM PERMAINAN BOLA BASKET DI EKSTRAKULIKULER BOLA BASKETSMA NEGERI 1 LAWANG

    No full text
    ABSTRAKPrasetya, Dimas.2009. Pengembangan Model Latihan serangan kilat (fastbreak) Dalam Permainan Bola Basket Di Estrakurikuler SMA Negeri 1Lawang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin, M.Kes (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.Kata Kunci: Pengembangan, Model latihan serangan kilat (fastbreak) Dalam Permainan Bola Basket.Berdasarkan observasi yang dilakukan pada pembina ekstrakurikuler bola basket dan siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang. terdapat kesimpulan bahwa siswa merasa bentuk latihan bola basket yang dilakukan terutama dalam hal menyerang khususnya fastbreak cenderung tidak seperti situasi permainan sesungguhnya hanya sebatas alur bola saja, yang mana pemahaman teori menyerang seperti pergerakan, improvisasi (kreativitas), pemanfaatan lebar lapangan dan luas lapangan, dan adanya tekanan lawan tidak dilatihkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan serangan kilat (fastbreak) dalam permainan bola basket di ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang yang benar, mudah dipahami, dilakukan dan menyenangkan.Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan pada Pembina ekstrakurikuler bola basket dan siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang dapat disimpulkan bahwa siswa merasa bentuk latihan bola basket yang dilakukan terutama dalam hal menyerang khususnya fastbreak cenderung tidak seperti situasi permainan sesungguhnya hanya sebatas alur bola saja. Rumusan masalah dalam penelitian ini, belum adanya pengembangan model-model latihan serangan kilat (fastbreak) di eskstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Lawang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model latihan serangan kilat (fastbreak) di estrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang.Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (1983). Langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan bentuk produk awal, (3) Evaluasi ahli dengan kualifikasi yaitu, 3 ahli bola basket, dan uji coba (kelompok kecil), (4) Revisi produk awal (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji coba), (5) Uji coba lapangan, dengan mengujicobakan hasil revisi produk awal, (6) Revisi produk akhir (sesuai dari hasil uji lapangan), (7) Hasil akhir, produk pengembangan model latihan serangan kilat (fastbreak) dalam permainan bola basket di estrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang.Hasil penilaian atau evaluasi pembelajaran ini yaitu sebagai berikut: dari ahli bola basket 1 yaitu 95,83% (baik), dari ahli bola basket 2 yaitu 87,50% (baik), dari bola basket 3 yaitu 83,33% (baik), dari uji coba (kelompok kecil) siswa yaitu 93,41% (baik), dan dari uji lapangan (kelompok besar) siswa yaitu 95,12% (baik).Kesimpulannya adalah pengembangan model pembelajaran ini menyenangkan dan mudah dilakukan siswa. Disarankan dalam prakteknya dilaksanakan sesuai dengan isi materi, kompetensi sekolah serta siswa

    Hubungan Antara Komitmen Organisasi dengan Kinerja Pegawai di PD BPR Bank Salatiga

    No full text
    Setiap perusahaan tentu memandang perlunya karyawan mempunyai kinerja yang baik. Salah satu perusahaan yang memandang pentingnya kinerja yang baik dari para pegawainya adalah PD BPR Bank Salatiga. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seorang pegawai. Salah satu faktor yang berhubungan dan mempengaruhi kinerja adalah komitmen organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan dan positif antara komitmen organisasi dengan kinerja pegawai di PD BPR BankSalatiga. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara komitmen organisasi dengan kinerja pegawai di PD BPR BankSalatiga?. Subyek dalam penelitian ini adalah 37 orang karyawanPD BPR Bank Salatiga. Data dikumpulkan melalui angket komitmen organisasi dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan kinerja pegawai di PD BPR Bank Salatiga. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai korelasi Pearson sebesar 0,720 dengan tingkat signifikan p < 0,05

    Administrative Constraints in U.S. Immigration Governance

    No full text
    This project hosts the working paper "Administrative Constraints in U.S. Immigration Governance: An Institutional Analysis of Systemic Constraints". The paper examines structural administrative constraints embedded in the institutional architecture of the United States immigration governance system. Rather than focusing on ideological debates or legislative proposals, the research analyzes how procedural fragmentation, multi-agency coordination, judicial backlogs, and administrative rule volatility generate systemic bottlenecks in immigration policy implementation. The study maps the interaction between federal agencies including CBP, ICE, USCIS, and EOIR, highlighting how overlapping institutional responsibilities and procedural complexity affect operational efficiency in case processing and enforcement outcomes. By focusing on administrative architecture rather than political ideology, the research contributes to a structural understanding of immigration governance challenges and provides a framework for discussing institutional reform and procedural stabilization within the U.S. immigration system. Author: Dimas Dutschke DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.1894408

    Petatis (Penyiram Tanaman Otomatis) Guna Membentuk Pola Pikir Technopreneurship pada Siswa di Wilayah Pesisir

    No full text
    Setiap desainer perlu memahami tahapan-tahapan pada proses desain rekayasa untuk menghasilkan sebuah inovasi berbasis teknologi yang merupakan solusi untuk masyarakat, selain itu perguruan tinggi juga telah melihat akan pentingnya pemahaman terhadap proses desain rekayasa untuk menghasilkan calon Technopreneur dan ilmuwan dimasa depan yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pada paper ini akan memberikan pemahaman kepada desainer mengenai tahapan-tahapan untuk mendapatkan konsep awal perancangan sebuah teknologi yang akan dihasilkan dan prototipe yang dihasilkan juga hanya sebuah prototipe sederhana, namun sudah dapat di pergunakan untuk diuji coba bersama calon pengguna guna mendapatkan perbaikan rancangan. Berbagai permasalahan ditemukan yang menjadikan siswa malas untuk menyiram tanaman seperti jarak untuk mengambil air yang cukup jauh, siswa basah ketika menyiram tanaman, siswa merasa lelah saat mengambil air karena berat dan harus bolak Balik telah menyebabkan tanaman banyak kekeringan hingga mengalami kematian. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan sebuah alat yang mampu menghindari tanaman mati, oleh sebab itu dirancang sebuah prototipe sederhana alat Penyiram Tanaman Otomatis (PETATIS). Apabila tanaman didekatkan maka sensor ultrasonik akan mendeteksi dan selanjutnya akan diteruskan ke Arduino, lalu arduino uno akan memberi perintah kepada relay untuk menyalakan pompa air mini. Dengan inovasi ini, diharapkan akan dapat mendorong siswa berpikir technopreuner, yaitu kreatif, inovatif dan tidak gampang menyerah, serta menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan di lingkungan sekolah

    Perancangan Film Pendek Animasi 3D "Stop Bullying" Untuk Remaja Dengan Teknik Machinima

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya, Ari . 2018. Perancangan Film Pendek Animasi 3D “Stop Bullying” Untuk Remaja Dengan Teknik Machinima. Tugas Akhir, Program Studi D3 Game Animasi, Jurusan Seni dan Desain FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mitra Istiar, S.Kom, M.T., (II) Dimas Rifqi Novica, S.Sn, M.Sn   Kata Kunci: Perancangan, Bullying, Machinima.   Di dalam proses kegiatan bersosial di sekolah yang melibatkan banyak remaja ini terdapat masalah yang sering dialami remaja yaitu bullying. Mayoritas pelaku bullying merupakan seorang yang remaja. Perkembangan usia remaja ini biasanya membentuk perilaku-perilaku yang ingin mendapat perhatian orang lain. Melihat maraknya kondisi tersebut maka diperlukan suatu media yang dapat mengupayakan berkurangnya bullying di kalangan remaja. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara membuat sebuah film pendek animasi 3D. Namun dalam proses pembuatannya ada hambatan yang sering dialami, salah satunya tahapan produksi yang membutuhan waktu yang lama adalah rendering.Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan teknik Machinima. Animasi dipilih karena saat ini animasi adalah media yang sangat disukai remaja, sehingga diharapkan para remaja akan memiliki perhatian tentang hal-hal yang terjadi disekitarnya dan mampu mengurangi masalah bullying yang terjadi pada remaja. Tujuan disusunnya perancangan film pendek animasi 3D “Stop Bullying” untuk remaja menggunakan teknikmachinima ini adalah menghasilkan sebuah film pendek berupa animasi 3D yang nantinya dapat dipakai sebagai media untuk mengurangi masalah bullying pada remaja yang sering terjadi dan mempercepat tahapan produksi animasi dengan menggunakan teknik machinima             Proses pembuatan film pendek "Stop Bullying" ini melalui 3 tahapan, yaitu pra produksi, produksi dan paska produksi. Tahap pertama pra produksi penulis melakukan pengumpulan data, data didapatkan melalui referensi dari buku dan internet. Setelah itu penulis membuat sinopsis, storyboard, desain karakter, dan desain properti. Tahapan selanjutnya proses produksi yaitu modelling properti dan modelling karakter, rigging, animating dan rendering. Tahapan rendering ini digunakanlah teknik machinima yaitu render secara real time.Tahapan yang terakhir adalah proses paska produksi yaitu editing video dan desain audio. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah film pendek animasi 3D berdurasi 6 menit dan di tampilkan di youtube tentang “Stop Bullying”, yang dapat dijadikan sebuah media untuk mengurangi masalah bullying pada remaja.       ABSTRACT   Prasetya, Ari Eka. 2018. Designing Short Movie 3D Animation “Stop Bullying” for Teenagers Using Machinima Technic. Final Project, Study Program D3 Game Animation, Department of Art and Design FS State University of Malang. Advisor: (I) Mitra Istiar, S.Kom. M.T., (II) Dimas Rifqi Novica, S.Sn, M.Sn   Keywords: Design, Bullying, 3D Animation     In the process of social activities in schools that involve many teenagers there is a problem that is often experienced by teenagers is bullying. Mostly of bullyers are teenagers. The growth of adolescence is usually forming behaviors that want to get the attention from others. Seeing the rise of these conditions then required a media that can seek to reduce bullying among teenagers. One solution to overcome these problems is to create a 3D animated short film. But in the process of manufacture there are obstacles that are often experienced, one of the production stages that needs a long time. One stage of 3D animation production that takes a long time is rendering.How to overcome the problem  is by using Machinima technique. Animation is chosen because currently the animation isa mediateenagers liked, so it is expected the teenagers will have attention about things that happening around them and able to reduce bullying problems that occur in teenagers. The purpose of the designinga short film animation 3D "Stop Bullying" for teenagers using Machinima technique is to produce a short film in the form of 3D animation which later can be used as a media to reduce the problem of bullying in adolescents that often occur and accelerate the stages of animation production by using Machinima. The process of making short film "stop bullying" is through 3 stages, it was pre-production, production and post-production. The first stage of pre-production authors do data collection, data obtained through reference from books and internet. Set it the author makes synopsis, storyboard, character design, and property design. The next stage of the production process is modeling properties and character modeling, rigging, animating and rendering. This rendering stage is used Machinima technique that is rendering in real time. The last stage is the post-production process of video editing and audio design. The result of this design is a 6 minute published short 3D animated movie about Stop Bullying published on youtube, which can be used to reduce the problem of bullying.
    corecore