225 research outputs found
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA SISWA/I KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI SMK NEGERI WILAYAH JAKARTA TIMUR
Kartika Praptiwi. The Impact Of Industry Work Practices And Work Motivation
On Work Readiness Students Class XII Competence Of Accounting In East
Jakarta Regional Vocational High School .Skripsi, Jakarta: Economic Education
Study Program, Accounting Education Concentration, Faculty of Economics,
Jakarta State University.2020.
This study aims to determine the effect of Industrial Work Practices and Work
Motivation on Work Readiness in Class XII of Accounting Skills Competency in
East Jakarta Region State Vocational School. The research method used was a
survey method and the data obtained were primary data from a questionnaire with
a sample of 122 students. The results of the analysis requirements test show that the
data is normally distributed and has a linear relationship. Based on the hypothesis
test, it can be concluded that partially and simultaneously industrial work practices
and work motivation have a positive and significant effect on job readiness. The
magnitude of the influence of the variable industrial work practice and work
motivation simultaneously on job readiness (�2) is 70.6%.
The conclusion that can be taken in this research is industrial work practices and
work motivation are factors that affect work readiness of grade 12 students.
Students are expected to be able to play an active role in the implementation of
industrial work practices and always believe in their own abilities so that it will
help in arousing the desire to advance in themselves. In addition, to support the
smooth running of the industrial work practices program, schools should be able
to expand relations with the Business / Industrial World and schools assisted by BK
teachers can provide career counseling to students so that they are motivated and
know their goals after graduating from school.
Keywords: Industrial Work Practices, Work Motivation, Work Readines
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI DIV. OPERASIONAL SUB DIVISI SDM DAN LOGISTIK PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. JAKARTA
Kartika Praptiwi. (8105161214). Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kantor Cabang Pasar Minggu, Jakarta, Indonesia. Konsentrasi Pendidikan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, 2018. Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dibuat sebagai gambaran kecil pekerjaan, dan pengetahuan yang telah dilakukan serta didapatkan selama 1 (satu) bulan PKL dengan tujuan memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan studi pada Konsentrasi Pendidikan Akuntansi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Pasar Minggu, Jakarta, Indonesia beralamat di Jalan Raya Ragunan No. 39, Rt. 1/ Rw. 2, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. merupakan sebuah BUMN serta salah satu bank terbesar di Indonesia milik pemerintah yang bergerak dalam bidang jasa keuangan dan melayani seluruh masyarakat dalam hal menghimpun serta menyalurkan dana. Praktikan melaksanakanPraktik Kerja Lapangan ini dilksanakan sejak tanggal 2 Juli 2018 s.d 2 Agustus 2018 dengan 5 (lima) hari kerja, Senin – Jum’at pada pukul 07.15 – 16.30 WIB.
Tujuan dilaksanakan PKL adalah menambah serta meningkatkan wawasan terhadap pengetahuan, pengalaman, kemampuan dan keterampilan mahasiswa. Selama melaksanakan PKL, praktikan mengalami beberapa kendala. Namun, kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan bimbingan dari pembimbing PKL dan pegawai lain yang turut membantu praktikan selama PKL sehingga praktikan dapat memahami bagaimana cara kerja Divisi Operasional dengan baik serta mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan akan kinerja divisi tersebut
Problem dan Solusi Pembelajaran Tematik di MI Ma'arif NU 02 Babakan Kabupaten Banyumas
PROBLEM DAN SOLUSI PEMBELAJARAN TEMATIK DI MI MA’ARIF NU 02 BABAKAN KABUPATEN BANYUMAS
PRAPTIWI NUR ALIYAH HIDAYAH
1717405118
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negri Purwokerto
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi adanya problem yang menjadi penghambat pembelajaran tematik pada siswa di MI Ma’arif NU 2 Babakan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran di MI Ma’arif NU 02 Babakan dan mencari tau jawaban atas pernyataan masalah yang terdapat di MI Ma’arif NU 02 Babakan Kabupaten Banyumas yaitu tentang problem yang menjadi penghambat dalam pembelajaran dan bagaimana solusinya.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan yang mengambil data secara langsung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan pendekatan yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah kuantitatif.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka hasil dari penelitian ini yaitu proses pembelajaran tematik pada siswa di MI Ma’arif NU 02 Babakan ditemukan bahwa Problem pembelajaran tematik yang ditemui antara lain: kesulitan menyusun RPP, kesulitan mengorganisasikan waktu dengan materi pembelajaran, metode pembelajaran tematik monoton dan kurang relevan, media pembelajaran tematik masih minim dan sederhana, motivasi belajar siswa masih rendah, sarana dan prasarana belajar kurang memadai, kesulitan memanfaatkan waktu dalam penilaian. Solusi atau upaya untuk mengatasi problematika pembelajaran tematik antara lain: sharing atau tukar pendapat dengan teman sesama guru, mengumpulkan materi pelajaran dalam dua pertemuan menjadi satu, mengkombinasikan metode ceramah dengan metode lainnya seperti metode simulasi, menggunakan media audio, visual maupun audio visual, memberi hukuman kepada siswa yang susah diatur, mengajak siswa keluar kelas dan mengamati lingkungan sekitar sekolah, menggunakan laptop sebagai pengganti LCD proyektor, menyiapkan instrumen penilaian terlebih dahulu
Fate of cyanobacteria in drinking water treatment plant lagoon supernatant and sludge
Abstract not availableCarlos J. Pestana, Petra J. Reeve, Emma Sawade, Camille F. Voldoire, Kelly Newton, Radisti Praptiwi, Lea Collingnon, Jennifer Dreyfus, Peter Hobson, Virginie Gaget, Gayle Newcomb
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA REMAJA DI SMA N I NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa
dewasa yang memerlukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi dalam
dirinya. Ketidakberhasilan remaja dalam perkembangan sosial emosional akan
membuat kurangnya kepekaan terhadap lingkungan,adaptasi dengan teman sehingga
timbul ketegangan yang bisa mengakibatkan perilaku pemecahan masalah
(mekanisme koping).
Tujuan : Mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan kemampuan
perkembangan sosial emosional pada remaja di SMA N I Ngaglik Sleman
Yogyakarta.
Metode Penelitian : Desain penelitian menggunakan pendekatan diskriptif korelasi
dengan desain penelitian cross sectional. Populasi siswa kelas XI SMA N I Ngaglik
Sleman Yogyakarta dengan tehnik pengambilan sampel cluster random sampling,
dengan jumlah sampel 128 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner
perkembangan sosial emosional dan kuisioner mekanisme koping. Uji statistik
bivariat yang digunakan adalan uji chi square.
Hasil Penelitian : Mayoritas responden adalah perempuan yaitu 89 siswa (69,5%).
Mekanisme koping mayoritas dalam kategori emotion focused coping yaitu 69,5%
dan perkembangan sosial emosional cukup yaitu 91,7%. Analisis uji korelasi
diperoleh p-value 0,317.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara mekanisme koping dengan perkembangan
sosial emosional pada remaja di SMA N I Ngaglik Sleman Yogyakarta.
Kata kunci : Mekanisme koping, Perkembangan sosial emosional, Remaj
Uji Aktivitas Antibakteri dan Sitotoksik Ekstrak Metanol Aglaia silvestris (M.Roemer) Merr.
The antibacterial and sitotoxic activities of ganggo (Aglaia silvestris (M.Roemer) Merr. methanol extract were determined in this study. Antibacterial in-vitro test of ganggo methanol extract was exposed to Gram positive (Staphylococcus aureus ATCC 25923, Streptococcus agalactiae ATCC 8190, and Streptococcus sp.) and Gram negative (Salmonella typhii NCTC 786 E, Eschericia coli ATCC 25922, and Pseudomonas pseudomallei ATCC 15682) bacteria. The extract concentrations were 50, 25 and 12.5%, and done in triplicate. The growth inhibition area of extract was compared to those of standard antibiotic (10 unit ampicilin). Cytotoxic test of ganggo extract was done utilizing Brine Shrimp Lethality Test (BST) with Artemia salina.The result showed that growth inhibition area of 12.5% ganggo methanol extract to P. pseudomallei (19 mm) was wider than that of 10 unit ampicilin (0 mm). It showed that P. pseudomallei was sensitive to ganggo methanol extract. The result of BST showed that LC50 of ganggo extract was 345.44 ppm. It was concluded that ganggo methanol extract had antibacterial effects on some bacteria isolates and had cytotoxic effects with LC50 345.44 ppm
EFEKTIVITAS METODE KOOPERATIF TIPE GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan penggunaanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI dan STAD terhadap prestasibelajar fisika. 2) Perbedaan kemampuan awal tinggi dan kemampuanawal rendah terhadap prestasi belajar fisika. 3) Interaksi antarametode pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap prestasibelajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalampenelitian ini adalah semua siswa SMPN 1 Barat. Sebagai sampeldiambil dua kelas sebanyak 68 siswa yang kemudian dijadikan kelaseksperimen I dan kelas eksperimen II. Kelas VIIIB sebanyak 34 siswasebagai kelas eksperimen I diberikan pendekatan menggunakanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI sedangkan kelas VIIIDsebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II diberikan pendekatanmenggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD denganteknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalan.Hasilpenelitian dengan ?Ä?? = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Metodekooperatif tipe GI lebih baik daripada metode kooperatif tipe STADdengan Fhitung = 92,77. (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggimempunyai prestasi belajar fisika yang lebih baik dibandingkandengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah dengan Fhitung = 4,199. (3) Ada interaksi antara metode pembelajaran dankemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar fisika (F hitung =5,16), metode GI dan STAD cenderung berinteraksi pada kemampuanawal rendah.Kata kunci : Metode GI, STAD, Kemampuan Awal, Prestasi Belajar</jats:p
PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARANGAN IRA MADAN DAN SEMESTER PERTAMA DI MALORY TOWERS KARANGAN ENID BLYTON
The study aims to find out the character education of the main characters in the two novels derived from the two countries based on the moral comparison of the characters. This research uses the theory of Kohlberg's moral development stage and the Nine Pillars of Character from Indonesia Heritage Foundation (IHF) and compared to using the theory of comparative literature study. The results of this study show there are differences and equations of character education. The equation is a stage of moral development that works still at the conventional level. The value of the characters obtained from these two novels is responsible, honest, helpful, creative, confident, kind, and peace-loving. The difference in character education in the novel Cahaya Cinta Pesantren has a higher orientation towards punishment than the novel Semester Pertama di Malory Towers. This is because education to instill discipline is emphasized while for the second novel emphasizes on adaptation and relationships between friends. This research can be applied in Class XII Semester II KD 3.8 Interpreting the author's view of life in novel that is read and 4.8 Presenting the result of interpretation to the author's view. Interpretation of the author's author is an interpretation of the moral value or character education presented by the author to the reader so that the reader can take lessons from the message conveyed so that the students expected as the object that read the novel can apply the author's message in everyday life.
Keywords: character education, novel, Cahaya Cinta Pesantren, First Semester in Malory Towers
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter tokoh utama pada kedua novel yang berasal dari kedua negara berdasarkan perbandingan moral tokoh. Penelitian ini menggunakan teori tahap perkembangan moral Kohlberg dan Sembilan Pilar Karakter dari Indonesia Heritage Foundation (IHF) dan dibandingkan dengan menggunakan teori kajian sastra bandingan. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat perbedaan dan persamaan pendidikan karakter. Persamaan tersebut adalah tahap perkembangan moral yang bekerja masih berada pada tingkat konvensional. Nilai karakter yang didapatkan dari kedua novel ini adalah bertanggung jawab, kejujuran, suka menolong, kreatif, percaya diri, baik hati, dan cinta damai. Perbedaan pendidikan karakter dalam novel Cahaya Cinta Pesantren memiliki orientasi terhadap hukuman yang lebih tinggi dibandingkan novel Semester Pertama di Malory Towers. Hal tersebut dikarenakan pendidikan untuk menanamkan kedisiplinan sangat ditekankan sedangkan untuk novel kedua menekankan terhadap adaptasi dan hubungan antarteman. Penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi Bahasa Indonesia Kelas XII Semester II KD 3.8 Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca dan 4.8 Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang. Interpretasi terhadap pendangan pengarang tersebut adalah interpretasi terhadap nilai moral atau pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran dari pesan yang disampaikan sehingga diharapkan siswa sebagai objek yang membaca novel tersebut dapat menerapkan pesan pengarang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: pendidikan karakter, novel, Cahaya Cinta Pesantren, Semester Pertama di Malory Tower
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Buah Mbosi (Dysoxylum gaudichandianum (A.Juss) Miq.) dan Penapisan Senyawa Kimianya
Mbosi (Dysoxylum gaudichandianum (A.Juss) Miq.) belongs to Meliaceae family, Its potential bioactivity had not been known although the other plants from the same family had been known as natural insectiside or medicinal plants. Phytochemical screening showed that mbosi fruit contained fat, fatty acid, sterol, triterpenoide, tannin, peroxide sugar, alkaloid, steroid glycoside and flavonoid. Identification of mbosi fruit chemical compounds by GC-MS showed that it contained 16 compounds. Compounds with the concentration more than 5 % were butyl cellosolve (11.1%), erythritol (8.48%), glycerol (10.32%), hexadecanioc acid palmitinic ester (16.2%), oleic acid (65.3%) and ethyl oleat (6.2%). In-vitro antibacterial test on innoculated Mueller Hinton Agar to seven bacteria isolates (Salmonella typhimurium, S. typhii, Eschechiria coli ATCC 25923, Pseudomonas sp., Staphylococcus aureus ATCC 25922, S. epidermidis, and Bacilus subtilis) showed that 20% methanol extract inhibit only the growth of Staphylococcus aureus
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum 2006 dengan kondisi pembelajaran sejarah di SMA di Kecamatan Rangkasbitung. Pada umumnya, pembelajaran sejarah di tingkat SMA masih tampak kurang memperhatikan aspek keterampilan berpikir siswa. Hal ini terlihat di mana siswa cenderung pasif, dan masih berpusat pada guru (teacher centred). Pola pembelajaran ini cenderung mengakibatkan pencapaian hasil hanya berkisar pada domain kognitif tingkat rendah sehingga siswa tidak tertantang untuk berpikir. Idealnya, mata pelajaran sejarah yang diberikan di SMA berorientasi pada siswa yang bertujuan untuk peningkatan keterampilan berpikir, pembentukan sikap dan penanaman nilai-nilai sejarah. Tujuan penelitian adalah pengembangan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMA Kecamatan Rangkasbitung. Model pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan hasil pengembangan atau modifikasi dari model pembelajaran inkuiri untuk kepentingan pembelajaran mata pelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan desain model pembelajaran inkuiri, (2) mengetahui implementasi model pembelajaran inkuiri, (3) mendapatkan gambaran evaluasi hasil peningkatan keterampilan berpikir melalui model pembelajarn inkuiri, dan (4) mendapatkan gambaran mengenai kelebihan dan kelemahan yang dihadapi dalam pelaksanaan model pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain model pembelajaran inkuiri mencakup lima langkah, yaitu merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan menyimpulkan; (2) pada implementasinya, model pembelajaran inkuiri dilakukan sesuai dengan desain model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran sejarah di Kecamatan Rangkasbitung yang dihasilkan melalui proses pengembangan dan penyempurnaan melalui tahap uji coba. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan keterampilan berpikir siswa di SMA pada kategori tinggi, sedang dan rendah; (3) evaluasi model pembelajaran inkuiri ini dilakukan melalui evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses mampu melibatkan siswa secara aktif, yang tercermin dari aktivitas yang meningkat dari tiap uji coba.Evaluasi hasil belajar juga menunjukkan meningkatnya hasil belajar siswa melalui post test yang merupakan indikator peningkatan keterampilan berpikir siswa;(4)faktor pendukung adalah komitmen guru dalam memperbaiki pembelajarannya,dan minat belajar siswa yang tinggi. Faktor penghambat adalah heterogenitas intelektual siswa, keterbatasan media dan sumber pada sekolah dengan ketegori rendah, serta keterbatasan waktu. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri cocok diterapkan pada mata pelajaran sejarah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa di SMA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, direkomendasikan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran inkuiri ini sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan keterampilan berpikir siswa dalam pembelajaran
- …
