173 research outputs found

    PRINSIP IRONI BAHASA MINANG

    No full text
    The Minang language is the language used by the Minangkabau community, which has around 200 million speakers. Submission of intent in a speech in the Minang language is generally done using indirect speech, figures of speech, satire/irony, and parables. The Minang community can be said to have a polite and friendly culture in the Minang language known as the phrase "muluik manih kucindan murah". The application of the principle of irony in the Minangkabau language is not the same as in Indonesian, in Indonesian, irony sentences conveyed by speakers of the meaning intended in irony figure of speech contrary to what was said/said, the interlocutor immediately understood it, while in the Minangkabau language, the interlocutor had to know the context of the conversation first, then understand what it meant. This research is a descriptive qualitative research. The data collection method used is the referential method. The method used to analyze the data in this study, namely the agih method and the matching method. The application of the principle of irony in the Minangkabau area is widely used. As far as the author observes, the application of the principle of irony is generally spoken to friends of the same age and younger than the speaker, a variety of non-formal languages ​​and tends to be rude. Hyperbole is also widely used by the Minangkabau community. In general, Minangkabau people use hyperbole to express things that contain the meaning of 'excessive

    KARAKTERISTIK DAN ASPEK ESTETIS AL-QUR’AN DAN TERJEMAHNYA: BAHASA MINANG

    No full text
    Kajian mengenai resepsi estetis adalah suatu bentuk penerimaan dan respons reader atas sebuah teks yang memiliki kandungan nilai yang indah (estetis), serta diekspresikan dengan bentuk yang indah (estetis) pula. Tulisan ini akan membahas tentang resepsi estetis terhadap Al- Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang. Hadirnya Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang ini merupakan terjemah pertama yang muncul pada masyarakat Minang ditulis lengkap 30 juz dalam satu jilid pada tahun 2015. Oleh karenanya, kehadiran terjemah ini sangat diapresiasi, disambut dan diterima dengan baik bahkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat, khususnya oleh penutur Minang dalam memahami dan mengerti makna, pesan, kandungan yang terdapat pada al-Qur’an, serta mampu mempraktekkannya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Selain itu, tim penerjemah juga mengharapkan agar terjemah ini memberikan sumbangsih yang baik dan bagus dalam melestarikan budaya dengan gaya kesusastraan dalam berbahasa atas pesan kata atau kalimat yang tercantum pada Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang tersebut. Penelitian ini akan menjawab dua pertanyaan, yakni: apa wujud karakteristik terjemahan dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang?, dan apa bentuk resepsi estetis dan kegunaan terjemahan dalam Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang?. Ada dua jenis sumber data yang menjadi dasar pada peneltian ini, yaitu: sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam hal ini adalah Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang. Sedangkan sumber data sekunder adalah makalah, buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian lainnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research) yang bersifat kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptifanalitis dengan pendekatan teori penerjemahan dan teori resepsi. Hasil penelitian ini adalah pertama, wujud karakteristik Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang ini terlihat pada metode terjemah yang cenderung mengacu pada metode terjemahan secara literal dan metode terjemahan kata per kata dengan menggunakan idelogi domestication. Selanjutnya, wujud karakteristik dari terjemahan ini terlihat pada teknik penerjemahan Peter Newmark, yaitu: melalui teknik modulasi, lteral, transposisi, penambahan penjelasan dalam teks, naturalisasi dan transferensi. Kedua, Bentuk resepsi Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang ini memiliki beberapa bentuk, yaitu berbentuk kitab al-Qur’an yang disertai dengan terjemahan bahasa Minang. Selanjutnya, gaya bahasa yang estetis, tindak tutur dalam berbahasa, bahkan retorika bahasanya yang dimuat melalui beberapa ekspresi, seperti ekspresi takut dan sedih, penyesalan, ancaman, atau marah, penghinaan, angkuh (sombong), bahagia, lemah lembut dan kagum, bangga dan ketenangan, disertai ekspresi keindahan dan gembira. Sementara itu, teks ayat-ayat pada Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Minang ini juga terdapatnya bentuk yang ditransformasikan. Hal ini untuk melihat penjelasan yang lebih rinci bahkan jelas terhadap makna ataupun isi yang terkandung atas sebuah teks ayat

    GAMBARAN CINDERELLA COMPLEX PADA REMAJA PEREMPUAN MINANG

    No full text
    ABSTRAK Oleh : Rizka Marisa Cinderella Complex merupakan suatu jaringan sikap dan rasa takut yang sebagian besarnya tertekan sehingga perempuan tidak bisa dan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan kreaktivitasnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai pada remaja perempuan minang dalam mendeskripsikan gambaran Cinderella Complex yang mereka alami. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam pendekatan studi kasus dimana peneliti ingin meneliti satu individu secara lebih mendalam, dan menggunakan alat bantu NVivo teknik analisis data lebih banyak menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan satu subjek remaja perempuan minang yang memiliki kecenderungan cinderella complex. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek Remaja perempuan minang yang mengalami cinderella complex cenderung menggambarkan pengalaman psikologisnya melalui wawancara dan narasi yang memperlihatkan ketergantungan pada orang lain kepada teman dan orang terdekat nya dalam mengatasi kesulitan yang mereka alami dan memiliki keinginan untuk dilindungi, serta adanya keraguan dalam mengambil keputusan secara mandiri. Kata Kunci : Cinderella Complex, remaja perempuan minang. ABSTRACT Author : Rizka Marisa Cinderella Complex is a network of attitudes and fears that are mostly suppressed so that women cannot and do not dare to fully utilize their brain's abilities and creativity. The purpose of this study was to find out about Minang female teenagers in describing the Cinderella Complex they experienced. The method used in this study is qualitative with a case study approach in a case study approach where researchers want to examine one individual in more depth, and use the NVivo tool, data analysis techniques use more semi-structured interviews, observation and documentation. This study used 1 subject of Minang female teenagers who have a tendency to Cinderella complex. Based on the results of this study, it shows that the subjects of Minang female teenagers who experience Cinderella complex tend to describe their psychological experiences through interviews and narratives that show dependence on others, on friends and those closest to them, in overcoming the difficulties they experience and have a desire to be protected, as well as doubts in making decisions independently. Keywords: Cinderella Complex, Minang teenage girls

    WOMEN REPRESENTATION IN LYRIC OF MINANG SONG “LAKI DEN HOBI BABURU”

    No full text
    This research focuses on women representation in lyric of Minang song titled “laki den hobi baburu” popularized by Elly Kasim. The assumption of this research is that the song’s lyric reconstructing Minang women based on patriarchy ideology, where women are marginalized because of having husband whose willing to hunt boars. Moreover, to analyze the phenomenon above this research used Sara Mills critical discourse analysis method which covers macro, micro and representation in the text. However, researcher only focus on micro level analysis. This is a qualitative research which data were acquired by focus group discussion and library research. This song was chosen since it is one of famous songs. The result shows that Minang women in the song were represented as a weak figure (wife) and a victim of husband’s hobby which is biased by culture and tradition. This result is revealed either by readers’ positioning to accept ideas that women have no power, or by positioning of subject-object. In the text, women became object of story while men became subject of story. Surrounding environment and hunting boar tradition legitimized more women’ condition. However, the author also showed his partisanship to Minang women, known by provocations written in song lyric. It is a paradox to marginalized Minang women position in the lyric because of tradition and culture of matrilineal

    Pembuatan Kliping dan Penyusunan Indeks Beranotasi Artikel Rubrik “Minang Saisuak” dalam Koran Singgalang Tahun 2017

    No full text
    This article is about making index with annotation an articles on the rubric of “Minang Saisuak” at Singgalang newspaper 2017. The method used is descriptive method which is described what they are. The data has been collected through direct observation at Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. The purpose of this article are: (1) to describe making index with annotation an articles on the rubric of “Minang Saisuak” at Singgalang newspaper; (2) to describe obstacle and solution of making index with annotation on the rubric of “Minang Saisuak” at Singgalang newspaper 2017. Based on the process of making index with annotation which got an articles at Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat there are 47 articles on the rubric of “Minang Saisuak”. All article has been copied and making a clipping in paper. The composing index with annotation an articles on the rubric of “Minang Saisuak” at Singgalang newspaper has some process. First make certain about newspaper that would like to choose and this article writer choosed Singgalang newspaper; second making clipping all articles on the rubric of “Minang Saisuak”; composing of index; ordinance of author all articles; ordinance of title all articles; making annotation all articles; and act of determining of keyword

    Prospects for agroforestry in REDD+ landscapes in Africa

    No full text
    Agroforests and agroforestry can be direct targets of Reduced Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) programs, or indirect parts of the necessary conditions for success. Whether or not it becomes a core element of REDD+ depends on the country's forest definition. We review these dimensions of agroforestry in REDD+, with supporting examples, mostly from Africa, and highlight the implications and challenges for enhancing the contributions of agroforestry to REDD+ and corresponding sustainable benefits. Where carbon stocks in agroforestry cannot be directly targeted in REDD+, agroforestry still can be included in REDD+ strategies, as ways to (1) shift demand for land (land sparing) and (2) provide alternative sources of products otherwise derived from forest over-exploitation or conversion, thereby avoiding leakage from forest protection efforts

    ELLY KASIM : PERAN DAN EKSISTENSINYA SEBAGAI PENYANYI DENDANG MINANG DI INDONESIA (TAHUN 1960 – 2017)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan dan eksistensi dari Elly Kasim sebagai penyanyi dendang Minang, terutama dalam kurun waktu dari 1960 hingga tahun 2017 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode historis dalam bentuk deskriptif naratif dengan menggunakan sumber berupa sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang penulis gunakan yaitu sumber lisan, melalui wawancara penulis dengan putri dari Elly Kasim yaitu Risalina Mustika dan juga melalui lagu-lagu Elly Kasim. Sementara pada sumber sekunder, berupa studi pustaka yang berasal dari buku biografi yang dibuat oleh suami dari Elly Kasim yaitu Nazir Basir dengan judul Elly Kasim Tentang Elly Kasim : Seperti yang Dituturkan Kepada Suaminya terbitan dari Quensha (2014) dan juga jurnal-jurnal serta disertasi terkait, diantaranya yaitu disertasi yang disusun oleh Suryadi, “The Recording Industry and „Regional‟ Culture in Indonesia : The Case of Minangkabau”. Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya peranan yang dilakukan oleh Elly Kasim sebagai penyanyi dendang Minang dalam mempopulerkan serta mengenalkan kebudayaan Minang melalui album dan lagu yang pernah dirilisnya dan tak sedikit dari karya beliau yang kemudian menjadi hits dan masih diminati hingga saat ini. Hal ini juga menjawab keterkaitannya dengan upaya yang dilakukan oleh Elly Kasim dalam mempertahankan eksistensinya sebagai penyanyi dendang Minang di Indonesia. Berdasarkan penelitian terdahulu, penulis juga melihat belum ada peneliti yang memfokuskan hanya mengangkat topik Elly Kasim dan peranan serta eksistensinya sebagai penyanyi dendang Minang. Besar harapan, melalui penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai peranan serta eksistensi Elly Kasim sebagai penyanyi dendang Minang di Indonesia. Terlebih, dapat dijadikan sebagai motivasi dalam memperjuangkan cita. Serta untuk penulis pribadi dapat mengantarkan penulis untuk menyelesaikan Pendidikan Strata-1 Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. This research aims to describe the role and existence of Elly Kasim as a Minangkabau traditional singer, particularly from 1960 to 2017 in Indonesia. This study employs a historical method in the form of descriptive narrative, utilizing primary and secondary sources. The primary sources used by the author are oral sources, obtained through interviews with Elly Kasim's daughter, Risalina Mustika, and also through Elly Kasim's songs. As for the secondary sources, they include literature reviews from a biography book created by Elly Kasim's husband, Nazir Basir, titled "Elly Kasim Tentang Elly Kasim: Seperti yang Dituturkan Kepada Suaminya" published by Quensha (2014), as well as related journals and dissertations, such as Suryadi's dissertation "The Recording Industry and 'Regional' Culture in Indonesia: The Case of Minangkabau.". The findings of this research indicate the significant role played by Elly Kasim as a Minangkabau traditional singer in popularizing and introducing Minangkabau culture through her albums and released songs, many of which have become hits and are still appreciated to this day. This also addresses her efforts in maintaining her existence as a Minangkabau traditional singer in Indonesia. Based on previous research, the author notes the absence of researchers who have focused solely on the topic of Elly Kasim and her role and existence as a Minangkabau traditional singer. It is hoped that this research will provide an overview of Elly Kasim's role and existence as a Minangkabau traditional singer in Indonesia. Moreover, it can serve as motivation to strive for one's aspirations. Additionally, for the author personally, this research can help in completing a Bachelor's degree in History Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Jakarta. Keywords: Elly Kasim, Woman , Minang Dendang Singe

    Analisis Strukturalisme Genetik Goldman dalam Cerpen Gadis Minang dan Bunga Sakura di Kepalanya Karya Anugrah Ghani

    No full text
    The purpose of the research is to describe the intrinsic structure and genetic structure of the short story "Gadis Minang dan Bunga Sakura di Kepalanya" by Anugrah Ghani. The research was conducted using descriptive qualitative method with in-depth data interpretation. The findings show that structurally the short story "Gadis Minang dan Bunga Sakura di Kepalanya" has intrinsic elements that build the cohesion of the short story, namely theme, character and characterization, plot, setting, time setting, and social setting. Meanwhile, the genetic structure found is the human facts of the collective subject, the author's worldview and the dialectic of explanatory understanding. Human facts in this short story illustrate the existence of social realities such as social activities that often occur in short stories are parents who disagree with their children's dreams as if they do not believe in a child. Furthermore, the collective subject illustrates that the Minang girl is always bound by a condition where she cannot decide her own life path and it is difficult to deny the bond called culture. The author's worldview describes the author's world perspective on the life of a Minang girl who has a uniqueness or specialty, such as a cherry blossom on her head. The author uses this element to convey a message about diversity, unique beauty. The dialectic of understanding and explanation describes a shocking story with a focus on the impact of decisions and attitudes on one's dreams. The loss of a child elicits various emotional reactions from the family and the neighborhood. The symbolism of the wounded twilight creates a sense of sadness and emptiness, along with the tragic end of the Minang girl who was expected to leave for Sakura country

    Peran UD Rumah Adat Minang Selaku Produsen Makanan Ringan dalam Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen (Studi Kasus di Usaha Dagang Rumah Adat Minang Medan

    No full text
    Kegiatan atau proses produksi pangan untuk diedarkan atau diperdagangkan harus memenuhiketentuan tentang sanitasi pangan, bahan tambahan pangan, residu cemaran, dan kemasan pangan. Hal lain yang patut diperhatikan oleh setiap orang yang memproduksi pangan adalah penggunaan metode tertentu dalam kegiatan atau proses produksi pangan yang memiliki kemungkinan timbulnya resiko yang dapat merugikan atau membahayakan kesehatan manusia, seperti rekayasa genetika atau iradiasi, harus dilakukan berdasarkan persyaratan tertentu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan hukum tentang hak dan kewajiban pelaku usaha dan konsumen di Indonesia, bagaimana peran dan tanggungjawab usaha dagang rumah adat minang sebagai produsen, dalam memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen dan bagaimana upaya hukum konsumen terkait dengan rusak/cacatnya produk usaha dagang rumah adat minang. Metode penelitian yang digunakan adalah mempergunakan 2 (Dua) metode: penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan yaitu buku-buku, majalah hukum, pendapat para sarjana, peraturan undang-undang dan juga bahan-bahan kuliah. Penelitian lapangan (Field Research) yaitu dengan melakukan penelitian kelapangan dalam hal ini penulis langsung melakukan informan kepada konsumen dan pemilik usaha U.D. Rumah Adat Minang Jln. Pelajar Timur, Gg.Kelapa No.16, Medan Maimun, Sumetera Utara. Hasil penelitian yaitu pengaturan hukum tentang hak dan kewajiban pelaku usaha dan konsumen di Indonesia, sudah sesuai dengan Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Undang-Undang No.18 Tahun 2012 tentang pangan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan Peran dan tanggungjawab usaha dagang rumah adat minang sebagai produsen, dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen yaitu dengan cara memberi ganti rugi jika ada konsumen yang mengalami cacat, kadaluarsa atau adanya produk yang tidak layak konsumsi. Upaya hukum konsumen terkait dengan rusak/cacatnya produk usaha dagang rumah adat minang telah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku yaitu Pasal 19 undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Proses penyelesaian terhadap konsumen yang komplen melalui ganti rugi dengan keripik yang sama, asal konsumen tersebut membawa bukti pembelian keripik yang sudah tidak layak konsumsi dan bukti struk pembelian.Activities or processes of food production to be circulated or traded must meet the provisions concerning food sanitation, food additives, contamination residues, and food packaging. Another thing that should be considered by everyone who produces food is the use of certain methods in food production activities or processes that have the possibility of risk that can harm or endanger human health, such as genetic engineering or irradiation, must be carried out based on certain requirements. The problem in this study is how the legal arrangements regarding the rights and obligations of business actors and consumers in Indonesia, how the roles and responsibilities of Minang traditional home trading business as producers, in providing legal protection to consumers and how consumer legal remedies related to damaged / defective trading business products Minang traditional house. The research method used is to use 2 (two) methods: library research (Library Research) namely by conducting research on various reading sources, namely books, legal magazines, scholars' opinions, statutory regulations and also lecture materials. Field research (Field Research) is by conducting a field study in this case the author directly informs consumers and business owners of U.D. Rumah Adat Minang Jln. Pelajar Timur, Gg. Kelapa No.16, Medan Maimun, North Sumatra. The results of the study, namely legal arrangements regarding the rights and obligations of business actors and consumers in Indonesia, are in accordance with Law No. 8 of 1999 concerning consumer protection, Law No.23 of 1992 concerning Health, Law No.18 of 2012 concerning food and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 69 of 1999 concerning Food Labels and Advertising Roles and responsibilities of Minang traditional house trading businesses as producers, in providing protection for consumers, namely by giving compensation if there are consumers who experience defects, expiration or product not worthy of consumption. Consumer legal remedies related to damaged / defective Minang traditional home business products are in accordance with the provisions of the applicable law, namely Article 19 of Law No. 8 of 1999 concerning consumer protection. The settlement process for consumers who complies through compensation with the same chips, provided that the consumer brings proof of purchase of chips that are not suitable for consumption and proof of purchase receipt
    corecore