144 research outputs found
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA TABUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR
Anggi Permata Sari, PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA TABUHAN
DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT SEKITAR. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Februari 2011.
Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan: (1). Latar belakang
Obyek Wisata Goa Tabuhan. (2). Perkembangan Obyek Wisata Goa Tabuhan. (3).
Peranan Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan Obyek
Wisata Goa Tabuhan. (4). Pengaruh Obyek Wisata Goa Tabuhan terhadap
kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini mengambil lokasi di
Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.
Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Sample
yang digunakan bersifat purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Untuk menguji
keabsahan data penulis menggunakan trianggulasi sumber (data) dan trianggulasi
metode. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisa
kualitatif dan analisa interaktif.
Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan: (1). Latar
belakang ditemukannya obyek wisata Goa Tabuhan ini ada dua persepsi, yang
pertama yaitu berdasarkan cerita turun temurun bahwa goa tersebut dijadikan
tempat bertapa para pengawal Pangeran Diponegoro, seperti Sentot Alibasyah
Prawirodirjo. Sentot Alibasyah Prawirodirjo bertapa sekaligus bersembunyi dari
kejaran Belanda. Sedangkan persepsi yang kedua diperolah berdasarkan cerita
masyarakat sekitar bahwa, Goa Tabuhan ditemukan oleh Kyai Santiko yang
kehilangan lembu. Ternyata lembunya berada dalam goa dan tidak mau keluar
lagi karena di dalam goa banyak ditemukan sumber air. (2). Perkembangan obyek
wisata Goa Tabuhan dapat dibedakan ke dalam dua tahap yaitu tahap
pembangunan dan tahap perkembangan. Tahap pembangunan dimulai sejak tahun
1955, dengan diawali dengan pembebasan tanah di sekitar obyek wisata Goa
Tabuhan. Pembangunan terus menerus dilakukan sampai tahun 2000. Tahun 2006
melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara fisik. Tahun 2007 anggaran
difokuskan pada proyek peningkatan fasilitas obyek wisata dan di tahun 2007 ini
adalah tahun dimana ditetapkan sebagai tahun terbanyak jumlah pengunjung yang
datang ke obyek wisata Goa Tabuhan ini. Pada tahun 2008 pengembangan
terfokus pada operasional pemeliharaan obyek wisata Goa Tabuhan, tetapi pada
tahun ini jumlah pengunjung yang datang menurun drastis karena Tsunami di
Aceh dan gempa di DIY. Hal menarik pada tahun 2008 ini yakni adanya
penelitian dari Prancis. Tahun 2009 pengembangan pembangunan sarana Goa
Tabuhan ditingkatkan dengan melebarkan jalan utama menuju goa. (3). Peran
Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan obyek wisata Goa
Tabuhan diantaranya melakukan pengelolaan dan promosi. (4). Pengaruh yang
ditimbulkan dari adanya Obyek Wisata Goa Tabuhan, adanya perubahan dalam
kehidupan sosial ekonomi masyarakattodiantaranya mengubah status sosial
masyarakat, membuka peluang usaha di masyarakat dan peningkatan pendapata
PENGGUNAAN LAYANAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC) DALAM PENELUSURAN INFORMASI BAHAN PUSTAKA DI CENTER OF INFORMATION SCIENTIFIC RESOURCE AND LIBRARY (CISRAL) UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG
ABSTRAK
ERVITA ANGGI PERMATA SARI, 2013, D1810032, “PENGGUNAAN
LAYANAN ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC) DALAM
PENELUSURAN INFORMASI BAHAN PUSTAKA DI CENTER OF
INFORMATION SCIENTIFIC RESOURCE AND LIBRARY (CISRAL)
UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG”.
Kuliah Kerja Perpustakaan ini mengambil lokasi di Center of Information
Scientific Resource and Library (CISRAL) Universitas Padjadjaran Bandung.
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah
penelusuran informasi bahan pustaka melalui OPAC di CISRAL Universitas
Padjadjaran Bandung; kelebihan dan kelemahan layanan OPAC dalam
penelusuran informasi bahan pustaka di CISRAL Universitas Padjadjaran
Bandung; kendala yang dihadapi pemustaka dalam penelusuran informasi bahan
pustaka melalui OPAC di CISRAL Universitas Padjadjaran Bandung; solusi
dalam mengatasi kendala dalam penelusuran informasi bahan pustaka melalui
OPAC CISRAL Universitas Padjadjaran Bandung.
Kuliah Kerja Perpustakaan ini dilaksanakan untuk memenuhi Tugas
Akhir D III Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sebelas Maret Surakarta tahun 2013. Kuliah Kerja Perpustakaan ini dilaksanakan
pada tanggal 01 Februari sampai dengan tanggal 28 Maret 2013. Pada penulisan
Tugan Akhir ini penulis menggunakan metode pengamatan atau observasi,
metode wawancara, metode studi pustaka dan metode dokumentasi.
Tugas Akhir ini menitik beratkan pada penggunaan layanan OPAC dalam
penelusuran informasi bahan pustaka di CISRAL Universitas Padjadjaran
Bandung. Penelusuran informasi bahan pustaka melalui OPAC di CISRAL dapat
dilakukan berdasarkan menu Pencarian Detail (Advance) dan menu Pencarian
Berdasarkan. Adapun kelebihan layanan OPAC CISRAL Universitas Padjadjaran
Bandung antara lain field penelusuran mudah dimengerti, instruksi jelas,
menggunakan bahasa Indonesia, dan tersedia field Bahasa. Sedangkan Kelemahan
layanan OPAC CISRAL Universitas Padjadjaran Bandung antara lain hanya bisa
diakses di area CISRAL, menu pencarian berdasarkan kurang efektif, tampilan
kurang menarik dan informasi bibliografi kurang lengkap.
Supaya penelusuran informasi bahan pustaka di CISRAL Universitas
Padjadjaran Bandung menjadi lebih baik, penulis merekomendasikan agar
perpustakaan dapat mengubah jaringan intranet menjadi internet, mengoptimalkan
sumberdaya manusia yang ada agar dapat menguasai teknologi informasi dan
menyediakan genset sebagai persiapan jika listrik padam.
Kata Kunci : Penelusuran Informasi, OPAC
ABSTRACT
ERVITA ANGGI PERMATA SARI, 2013, D1810032, THE USE OF ONLINE
PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC) SERVICE IN TRACING LITERATURE
INFORMATION IN THE CENTER OF INFORMATION SCIENTIFIC
RESOURCE AND LIBRARY (CISRAL) OF PADJADJARAN UNIVERSITY,
BANDUNG.
This library on the job training was taken place in Center of Information
Scientific Resource and Library (CISRAL) of Padjadjaran University, Bandung.
The objective of this final project was to find out the procedure of information
retrieval literature through OPAC in CISRAL of Padjajaran University,
Bandung; the strengths and the weaknesses of OPAC service in information
retrieval literature in CISRAL of Padjajaran University, Bandung; the
constraints the library users in information retrieval literature through OPAC in
CISRAL of Padjadjaran University, Bandung; solution to cope with the
constraints the library users in information retrieval literature through OPAC in
CISRAL of Padjadjaran University, Bandung.
This library on the job training was conducted to meet the final project of
library undergraduate program of Social and Political Sciences Faculty of
Sebelas Maret University, Surakarta in 2013. This library on the job training was
conducted from February 01 to March 28, 2013. In this final project writing, the
writer employed observation, interview, library study and documentation
methods. This final project emphasized on the use of OPAC service in information
retrieval literature in CISRAL of Padjadjaran University, Bandung. This
information retrieval literature through OPAC in CISRAL could be done based
on Pencarian Detail (Advance) and based searching menu. The strengths of OPAC
service in CISRAL of Padjadjaran University, Bandung included understandable
retrieval field, clear instruction, Indonesian language use, and Bahasa field
availability. Meanwhile, the weaknesses of OPAC service of CISRAL in
Padjadjaran University, Bandung included: it could be accessed in CISRAL area
only, based searching menu was less effective, the appearance was less attractive
and bibliography information was less complete.
For the information retrieval literature to be better in CISRAL of
Padjadjaran University, Bandung the writer recommended the library to change
the intranet network into the internet one, to optimize the existing human resource
in order to master the information technology and to provide electricity generator
to anticipate the electricity extinguishing.
Keywords: Information Retrieval, OPA
IMPLEMENTASI ALGORITMA BOYER MOORE DALAM PROSES PENCARIAN DI SRM-PERMEDIK (Studi Kasus: Klinik Permata Medika)
The Permata Medika inpatient clinic is located in Sukorejo Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. Permata Medika Clinic is a private health service that provides 24-hour ER services and outpatient and inpatient services. Medical records at Kinik Permata Medika are recorded on sheets of paper with the storage of these medical record documents placed in a room with the storage put in a folder and then placed on an iron shelf in alphabetical order. The numbering given to the patient's medical record map is based on the initial letter of the name and serial number of the patient's medical record. The average number of patients per day who receive data from the clinic is 20 people. The length of time for medical officers to search for data takes approximately 8-10 minutes to search for data. This makes it difficult for officers to search for old patient data. To overcome this problem, in this research a medical record system was created that is effective in searching data by applying the Boyer Moore algorithm method which is expected to speed up the search for patient data in the medical record system. Based on performance testing carried out using 50, 150, 300 and 500 test data, the test was repeated three times by comparing 3 characters and 5 characters, namely that 5 characters were faster based on the average final result of the test, namely 0.0485 seconds so that searching for data can be said to be faster. The fewer character patterns you search for, the longer the search takes because more words are searched and more words are found, and the more patterns you search for, the faster the search because fewer people are searched and fewer words are found
IMPLEMENTASI ALGORITMA BOYER MOORE DALAM PROSES PENCARIAN DI SRM-PERMEDIK(Studi Kasus Klinik Permata Medika)
The Permata Medika inpatient clinic is located in Sukorejo Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. Permata Medika Clinic is a private health service that provides 24-hour ER services and outpatient and inpatient services. Medical records at Kinik Permata Medika are recorded on sheets of paper with the storage of these medical record documents placed in a room with the storage put in a folder and then placed on an iron shelf in alphabetical order. The numbering given to the patient's medical record map is based on the initial letter of the name and serial number of the patient's medical record. The average number of patients per day who receive data from the clinic is 20 people. The length of time for medical officers to search for data takes approximately 8-10 minutes to search for data. This makes it difficult for officers to search for old patient data. To overcome this problem, in this research a medical record system was created that is effective in searching data by applying the Boyer Moore algorithm method which is expected to speed up the search for patient data in the medical record system. Based on performance testing carried out using 50, 150, 300 and 500 test data, the test was repeated three times by comparing 3 characters and 5 characters, namely that 5 characters were faster based on the average final result of the test, namely 0.0485 seconds so that searching for data can be said to be faster. The fewer character patterns you search for, the longer the search takes because more words are searched and more words are found, and the more patterns you search for, the faster the search because fewer people are searched and fewer words are found
Penentuan Kadar Protein pada Kerang Darah dan Kerang Batik dengan Metode Kjeldahl
Latar Belakang : Populasi kerang yang cukup banyak di Indonesia turut menjadikan kerang sebagai salah satu hidangan laut yang banyak diminati dan menjadi pilihan popular. Akan tetapi pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai berbagai macam kerang berdasarkan tingkat kadar proteinnya membuat masyarakat mengabaikan pentingnya kandungan protein pada hidangan laut tersebut Tujuan : Penentuan ini bertujuan untuk menentukan kadar protein Kerang Darah (Anadara granosa) dan Kerang Batik (Paphia undulata) Metode: Penetapan Kadar Protein pada Kerang Darah dan Kerang Batik dilakukan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang darah dan kerang batik yang berasal dari lokasi pajak sore Batang Kuis, Medan. Penentuan kadar protein dilakukan dengan metode Kjehdahl sesuai dengan prosedur yang digunakan di laboratorium makanan minuman hasil pertanian Baristand Medan dan juga sesuai dengan panduan SNI 01-2891-1992 tentang Cara Uji Makanan dan Minuman Hasil : Hasil kadar protein pada Kerang Darah sebesar 12.41% dan pada Kerang Batik sebesar 10.34% Kesimpulan : Kadar ini telah mengikuti prosedur yang ditentukan oleh SNI (Standart Nasional Indonesia) 01-2891-199261 HalamanKertas Karya Diplom
Professional Work Practice of Industrial Pharmacists at PT Kalbio Global Medika Cikarang
Background: The pharmaceutical industry plays a strategic role in ensuring the
availability of safe, effective, and high-quality medicines in accordance with
regulatory standards. To achieve this, the implementation of Good Manufacturing
Practice (GMP) is a fundamental requirement in every stage of production.
Pharmacists, as pharmaceutical professionals, hold a crucial responsibility in
ensuring that all processes within the pharmaceutical industry comply with GMP
principles, from raw material procurement to finished product distribution.
Therefore, practical understanding and hands-on experience are essential through
the pharmacist’s professional work practice in the pharmaceutical industry.
Objective: The pharmacist’s practice at PT Kalbio Global Medika was carried out
to broaden knowledge and understanding of the roles, functions, and
responsibilities of pharmacists in the pharmaceutical industry, particularly in the
areas of production, quality assurance, and quality control through the
implementation of GMP standards.
Summary: The pharmacist’s practice was conducted from February 3 to March 28,
2025, at PT Kalbio Global Medika, a biopharmaceutical company focusing on the
development and production of biological medicines with modern facilities
compliant with GMP standards. During the practice, observations and in-depth
learning were carried out regarding the quality management system, production
facilities, personnel, and documentation supporting regulatory compliance. In
addition, a cleaning validation protocol was developed as part of the application of
GMP principles in the pharmaceutical industry setting. Overall, the pharmacist’s
practice provided a comprehensive overview of pharmaceutical practice in the
industry and emphasized the pharmacist’s role in ensuring product quality.
Conclusion: The pharmacist’s practice at PT Kalbio Global Medika provided
practical experience and a deeper understanding of GMP implementation in the
pharmaceutical industry. This practice highlighted the strategic role of pharmacists
as those responsible for production, quality control, and quality assurance in
supporting the availability of safe, high-quality, and compliant pharmaceutical
products.115 PagesKarya Tulis Profes
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH DI KOTA PEKANBARU
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kosmetik wardah di kota Pekanbaru. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Dengan ketentuan analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode regresi linear berganda dan data tersebut dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil peneltian ini menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah di kota Pekanbaru. Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah di kota Pekanbaru. Dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik wardah di kota Pekanbaru. Secara simultan variabel independen (kualitas produk, harga dan promosi) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (keputusan pembelian) pada kosmetik wardah di kota Pekanbaru. Nilai R Square sebesar 0,664 atau 66,4% berarti variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas produk, harga dan promosi sementara sisanya 33,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan pada penelitian ini
PENGARUH HARGA, PELAYANAN, ATMOSFER KENYAMANAN DAN DESAIN RESTORAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN KINOL BISTRO AND POOL PADANG
Latar Belakang
Era globalisasi saat ini telah menuntut adanya sebuah perubahan dalam segala
bidang. Salah satunya adalah bidang pemasaran yang kian sengit dalam setiap
persaingan. Persaingan bisnis menuntut perusahaan harus mampu bersikap dan
bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi persaingan di lingkungan bisnis yang
bergerak sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian (Pujadi, 2010).
Sebagaimana kita ketahui, tingkat persaingan dunia usaha global sangat
ketat,karena setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa
pasar dan meraih konsumen baru. Perusahaan harus dapat menentukan strategi
pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan,
sehingga tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai (Hilma Rahmi 2013). Di
samping itu, banyaknya bisnis yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun
perusahaan besar berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan, terutama
persaingan yang berasal dari perusahaan sejenis. Hal ini menyebabkan perusahaan yang
menerapkan konsep pemasaran perlu mencermati perilaku konsumen dan faktorfaktor
yang mempengaruhi keputusan pembeliannya dalam bisnis pemasaran dari sebuah
produk. Perkembangan bisnis di bidang FnB (Food and Beverage) di era saat ini telah
berkembang sangat pesat dan mengalami metamorfosis yang
berkesinambungan. Setiap pelaku usaha di tiap kategori bisnis dituntut untuk memiliki
kepekaan terhadap setiap perubahan yang terjadi dan menempatkan orientasi kepada
kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama dan meningkatkan laba (Kotler, 2009). Oleh
karena itu, setiap perusahaan dituntut bersaing secara kompetitif dalam hal menciptakan
2
dan mempertahankan pembeli yang loyal. Seiring dengan perkembangan ini, gaya hidup
pun mulai mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menentukan suatu hal dimana
kebutuhan masyarakat semakin meningkat yang tidak hanya cukup dengan sandang,
pangan dan papan saja. Melainkan tingkat kepuasan yang lebih untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat khususnya di Indonesia.
Persaingan yang semakin ketat dan banyak digemari di era ini adalah bisnis di
bidang makanan. Sejak dahulu, usaha di bidang makanan menempati urutan teratas
dalam pemenuhan kebutuhan manusia, sehingga masalah pangan dikategorikan ke
dalam kebutuhan primer atau kebutuhan pokok. Hal itu membuat manusia tidak akan
lepas dari kebutuhan untuk makan, karena hanya dengan makan manusia dapat
melangsungkan hidup dan tumbuh kembangnya. Bisnis ini cukup menjanjikan karena
kebutuhan utama yang harus dipenuhi orang yang tidak bisa diingkari adalah makanan.
Secara teoritis, dalam menentukan keputusan untuk mengunjungi tempat kuliner
yang diinginkan, konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal seperti harga,
pelayanan, atmosfer kenyamanan, keragaman produk dan desain cafe. Salah satu hal
yang utama yang dipertimbangkan konsumen sebelum memilih tempat kuliner yang
diinginkan adalah harga.Menurut Swastha ( 2010 : 147 ) Harga adalah jumlah uang (
ditambah beberapa barang kalau mungkin ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya . Kemudian konsumen juga akan
mempertimbangkan masalah pelayanan di suatu tempat kuliner. Pelayanan adalah
sarana untuk mengidentifikasi dan memenuhi superior need. Dengan kata lain layanan
konsumen dapat menjadi pusat keuntungan perusahaan. Setelah itu, konsumen akan
lebih memilih tempat kuliner dengan tingkat atmosfer kenyamanan yang
diinginkanGiovanni Lokman dkk (2010) Salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah
3
restoran adalah jenis produk yang ditawarkan. Jenis makanan yang berkualitas dan rasa
yang lezat menjadi salah satu faktor bagi konsumen dalam keputusan pembelian .
Atmosfer kenyaman menjadi faktor penentu terpenting bagi para konsumen dalam
memilih belanja di suatu toko. Dan yang terakhir, konsumen tentu akan lebih merasa
puas dengan adanya desain toko yang menarik. Desain toko (Store Design) merupakan
strategi penting untuk menciptakan suasana yang akan membuat pelanggan akan merasa
betah berada dalam suatu toko atau gerai.
Dalam menikmati hidangan atau makanan, setiap orang memiliki cara yang
berbeda untuk memenuhinya sesuai dengan selera masing-masing contohnya saja dalam
hal kuliner, seperti cafe, bofet atau pun makanan yang dijual dengan gerobak dipinggir
jalan. Cara tersebut dapat terpenuhi dengan memilih rumah makan yang menarik dengan
pelayanan yang mewah, dengan harapan konsumen akan merasa puas setelah ia
mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar di tempat makan tersebut. Di samping
itu, ada juga yang cenderung memilih rumah makan yang biasa tetapi memberikan
kepuasan dalam rasa makanan yang disantapnya. Sebagian konsumen ada yang
beranggapan dari pada makan makanan yang mewah serta mahal tetapi tidak cukup lezat
rasanya, lebih baik memilih rumah makan yang biasa tetapi cukup lezat sesuai dengan
selera mereka. Ini tergantung kepada selera masing-masing konsumen.
Salah satunya adalah masyarakat Indonesia yang semakin meningkat dalam
memenuhi kebutuhannya untuk memilih tempat kuliner yang diharapkan. Mulai dari
menu makanan yang disajikan, desain cafe, pelayanan yang nyaman, kebersihan, dan
harga. Gaya hidup seperti ini sudah mewabah hampir di semua kalangan terutama usia
remaja hingga dewasa. Seperti hobi berkumpul yang dapat menghabiskan waktu di cafecafe
dengan teman-teman sebayanya ataupun merayakan moment istimewa.
4
Di perkotaan pun sekarang sudah marak muncul cafe-cafe dengan kualitas yang
bermacam-macam, khususnya di Kota Padang. Banyaknya cafe-cafe dengan ciri khas
tertentu bermunculan. Mulai dari KIOSK dengan ciri khas minuman bubble, Coffe Toffe
dengan ciri khas minuman kopinya, Kinol Bistro and Pool dengan ciri khas menu
baratnya, serta cafe-cafe lainnya dengan ciri khas masing-masing.
Mulai dari segi harga, konsumen tentu akan mempertimbang kan harga di cafe
yang akan dikunjunginya, apakah sesuai kantong atau tidak. Kemudian dari segi
pelayanan, apakah pelayanan di cafe yang akan dikunjungi tersebut akan lebih
mengutamakan pelanggan yang dilayani dengan ramah dan tidak lelet. Setelah
konsumen puas dengan pelayanan dan harga, disinilah peran cafe tersebut untuk
mengatur strategi agar bisa mempertahankan konsumen tersebut untuk datang lagi ke
cafe itu. Pelayanan yang dapat memuaskan konsumen akan berdampak terjadinya
pembelian berulang-ulang yang berarti akan terjadi peningkatan penjualan. Contohnya
saja dengan memberikan desain cafe yang nyaman dan dapat mencuri perhatian
konsumen. Kemudian adanya musik untuk lebih menghidupkan suasana yang membuat
konsumen lebih betah untuk duduk lama disana, ataupun memasang televisi layar tancap
jika adanya acara-acara tertentu seperti adanya siaran bola unggulan yang membuat
konsumen ingin “nonton bareng (nonbar)” di suatu cafe. Ini bertujuan untuk
meningkatkan atmosfer kenyamanan konsumen. Desain atmosfer ini perlu dirumuskan
dalam tatanan strategis, karena itu, proses perencanaan haruslah memperhatikan elemen
strategis lainnya seperti pemilihan lokasi, pemilihan menu dan desain cafe. Hal inilah
yang membuat sebuah cafe dapat membangun lingkungan yang baik, sehingga dapat
memperkuat posisinya di mata konsumen.
5
Penelitian ini mengambil objek atas restoran Kinol Bistro and Pool. Restoran ini
merupakan tempat sejarah kota Padang yang dulunya adalah Apotek Kinol yang tutup
sejak beberapa tahun silam dan sekarang berubah menjadi restoran yang melengkapi
barisan panjang kuliner di kota Padang yang diresmikan pada tanggal 9 Mei 2014 lalu
yang bernama Kinol Bistro and Pool yang berlokasi di simpang kinol jalan Imam Bonjol
no. 28 padang. Masuk ke dalam restoran tersebut tidak lagi serasa di Padang, tapi serasa
masuk bar seperti dalam film-film koboi. Interiornya dihiasi dengan gambar-gambar
klasik yang sangat sulit dijumpai saat ini. Warna dinding yang serba hitam, bahkan ACnya
juga diwarnai hitam, sehingga menimbulkan suasana yang cukup romantis. restoran
tersebut dibuka sejak pukul 11.00 WIB sampai 23.00 WIB. Restoran itu juga dilengkapi
dengan 10 unit meja biliar yang dibuka sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Restoran ini menggunakan konsep bistro untuk masyarakat ekonomi menengah ke atas.
Sedangkan untuk meja billiar memberikan kenyamanan yang premium.
Suasana baru inilah yang menjadi alasan penulis untuk menjadikan restoran
Kinol Bistro and Pool sebagai objek penelitian karena restoran Kinol Bistro and Pool
merupakan restoran baru yang sedang diminati di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji, mendeskripsikan, dan menganalisis aspek-aspek pemasaran yang
dilihat dari aspek harga, kualitas pelayanan, atmosfer kenyamanan, dan desain toko. Dari
permasalahan diatas, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut dalam bentuk skripsi
yang berjudul, “Pengaruh Harga, Pelayanan, Atmosfer Kenyamanan dan Desain Toko
terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Kinol Bistro and Pool Padang
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM
ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children
OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE
ABSTRAKSI
Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di
Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar,
Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si
Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan
menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan
teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara
mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara
harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat
dilaksanakan oleh floating crane.
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif,
sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara,
observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama
pada saat bongkar muat.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV.
Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan
floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat
batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala
seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering
tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang
kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik
antara kapal dan operator crane.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat
sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal
pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak
optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap
permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan
memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja
floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung.
ABSTRACTION
Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In
MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic
Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri
Murdiwati, S.Sos, M.Si
To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane.
Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and
implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded
,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading
carried out by a floating crane.
The method used by the author is descriptive qualitative method , while the
data collection methods used were interviews , observation and literature relating to
cargo handling especially during loading and unloading .
The results of research conducted during practice at the author MV . Energy
Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles
in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity
, is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance
hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during
loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor
communication between the ship and the crane operator .
In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before
carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of
loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author
advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to
improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the
supervision of floating crane work during the loading procces take place
- …
