217 research outputs found
Pengembangan Modul IPA Berbasis Kosntruktivisme Model Learning Cycle 5E Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang
ABSTRACT Handayani, Peni. 2016. Pengembangan Modul IPA Berbasis Kosntruktivisme Model Learning Cycle 5E Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.PdKata Kunci: Modul IPA, Learning cycle 5E, Energi dalam Sistem Kehidupan IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains yang dapat diperoleh dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivis. Hasil observasi pada SMP Muhammadiyah 6 Malang menunjukkan bahwa kebanyakan siswa kurang terbiasa dengan kegiatan konstruktivis, untuk itu perlu dibiasakan terlebih dahulu dengan modul yang membimbing siswa untuk membangun secara mandiri pengetahuannya. Model pembelajaran yang menerapkan konstruktivis salah satunya adalah model learning cycle 5E. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan modul IPA berbasis konstruktivisme model Learning cycle 5E untuk SMP Kelas VII. Modul dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan (1974). Prosedur pengembangan terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebar luasan produk), namun pada pengembangan modul ini hanya sampai pada tahapan develop saja. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian modul oleh siswa, dan penilaian hasil belajar siswa. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator maupun siswa terhadap modul. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, angket siswa, dan lembar penilaian hasil belajar siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang berjumlah 16 siswa. Hasil pengembangan berupa modul IPA berbasis konstruktivme model learning cycle 5E untuk siswa dan guru yang di dalamnya ada 6 kegiatan belajar. Setiap kegiatan belajar pada modul IPA mengacu pada model pembelajaran learning cycle 5E, yaitu kegiatan engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Hasil validasi oleh 3 validator ahli (ahli materi, ahli pengembangan modul, dan ahli praktisi lapangan) serta siswa (uji coba skala kecil) secara berturut-turut mendapatkan skor sebesar 4.4 dan 4.1 dari skor maksimal 5. Hasil belajar siswa secara klasikal mendapatkan nilai rata-rata 83. Kesimpulan dari hasil uji coba tersebut adalah produk yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Saran berdasarkan hasil pengembangan ini ditujukan kepada peneliti lain agar menggunakan produk ini sebagai inspirasi melakukan berbagai pengembangan. Penggunaan modul sebaiknya diimbangi dengan praktikum sehingga seluruh indikator dalam kompetensi dasar dapat tercapai
Artikel Eva Handayani
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
PENGARUH JARAK LOKASI TEMPAT TINGGAL DARI PUSAT PELAYANAN TERHADAP PERSEPSI PELANGGAN MENGENAI KUALITAS PELAYANAN AIR MINUM PDAM TIRTA HANDAYANI (Studi Kasus di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak lokasi tempat tinggal
dari pusat pelayanan terhadap persepsi pelanggan tentang kualitas pelayanan air minum
PDAM Tirta Handayani yang mengambil studi kasus di Kecamatan Tepus, Kabupaten
Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Januari hingga April 2016.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei.
Populasi penelitian ini adalah pelanggan berdomisili di Desa Sidoharjo dan
Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul dengan pelanggan
PDAM sebanyak 14.738. Pengambilan sampel diambil secara acak proposional dengan
sasaran sampel adalah pelanggan rumah tangga yang berlangganan selama 1 tahun atau
lebih menggunakan tabel sampel menurut Yount menjadi berjumlah 147, 38 jiwa,
dibulatkan menjadi 147 jiwa dengan penyebaran sampel 74 sampel di Desa Sidoharjo
dan 73 sampel di Desa Purwodadi. Teknik pengambilan data menggunakan data primer
dengan kuesioner dan data sekunder. Teknik analisa datanya adalah menggunakan
tabel rumus rentang skor.
Klasifikasi jarak di Desa Sidoharjo antara 13.500m – 14.800m hingga
klasifikasi jarak antara 17.401m – 18.700m persepsi pelanggan adalah sedang, juga
pada Desa Purwodadi klasifikasi jarak antara 20.001m – 21.200m hingga 23.601m –
24.800m memiliki persepsi pelanggan yang sedang, namun pada jarak terjauh di Desa
Sidoharjo yaitu antara 18.701m – 20.000m persepsi pelanggan menjadi rendah,
demikian juga dengan Desa Purwodadi dengan jarak terjauhnya yaitu antara 24.8801m
– 26.000m persepsi pelanggan menjadi rendah. Hampir semua pelanggan baik Desa
Purwodadi dan Desa Sidoharjo memiliki persepsi sedang mengenai pelayanan PDAM,
sedangkan pada jarak terjauh ke PDAM pada kedua desa tersebut yaitu Desa
Purwodadi dan Desa Sidoharjo, persepsi pelanggan menjadi rendah. Hal ini memberi
kesimpulan bahwa pelanggan di Desa Purwodadi dan Desa Sidoharjo memiliki
persepsi sedang mengenai kualitas pelayanan PDAM Tirta Handayani, tidak baik juga
tidak buruk.Dari semua indikator tersebut, terdapat pengaruh antara jarak dengan
persepsi pelanggan mengenai pelayanan air minum PDAM, kecuali indikator kualitas
air. Kualitas air tidak dipengaruhi oleh jarak melainkan dipengaruhi oleh musim.
This report aims to review the influence of the distance between the location
residence of central customer service for perception about the quality of drinking water
services pdam tirta handayani take a case study in in tepus , gunungkidul district ,
province yogyakarta special region .January until april 2016 .Methods used is the
method descriptive the survey .
The population research is customers reside in the village sidoharjo and
purwodadi was , in tepus , district gunungkidul with the company about 14.738. The
sample collection taken at random sample proportional to target is the customer
households that to subscribe for a year or more use table sample according to yount be
were 147, 38 soul, rounded be 147 soul to the spread of the sample 74 sample in the
village sidoharjo and 73 sample in the village of purwodadi.Technique the data using
primary data with the questionnaire and secondary data.Technique analysis the data is
use table formula range a score.
Classifications distance in the village sidoharjo between 13.500m - 14.800m to
classifications the distance between 17.401m - 18.700m perception customer is being ,
also in the village of purwodadi classifications the distance between 20.001m -
21.200m to 23.601m - 24.800m have the customers who is , but at a distance farthest
in the village sidoharjo that was between 18.701m - 20.000m perception customers of
being inferior , so it is with the village of purwodadi with its greatest distance that was
between 24.8801m - 26.000m perception customers of being inferior .Almost all the
customers good the village of purwodadi and village sidoharjo have the and as for
services pdam , while at a distance farthest to pdam on both the village the village
purwodadi and village sidoharjo , perception of being inferior customers .
This gives the conclusion that customers in the village of purwodadi and
villages sidoharjo have perception is on the quality of service pdam tirta handayani ,
not good also not bad from all the indicators , the distance between as customers of
drinking water services company , but the water quality .Water quality not affected by
the distance but influenced by season
SISTEM INFORMASI PEMBERIAN INSENTIF PADA TOKO MER FURNITURE CENTER SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERJENJANG
Furniture Stores MER Center Semarang is a store that engaged in the sales retail. By using computerized system, it is expected that the system could support the work process in the store. The process of calculation and granting incentives for all this time has not systemized well, so, it makes the income and calculation going wrong. Either in the calculation in granting incentives or the name of workers who significantly affect the claim of incentives for each employees. The purpose of this research is to create information system of granting incentives so the calculation process and the granting incentives is more is structured and systematic. From the purpose above, then create design model of the system, database and also information system design that can be implemented in the existing implementation of incentives. This research using stepwise method, which is based on a sales target reference per individual for a period of one month, per bill of the existing sales and total sales of the store for a month. While the system development methodology used in this research is waterfall method, which includes the stages of analysis, design, implementation and maintenance. The results obtained in this research is information systems that make it easier in the calculation of incentives and in accordance with the employee's performance
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI MIKRO PENGOLAHAN BANDENG PRESTO 27 SEMARANG
Pemberdayaan UMKM saat i ni mendapat perhatian khusus oleh pemerintah, termasuk pemeritah Kota Semarang. Peni ngkatan i ndustri mikro ditempuh dengan peni ngkatan progam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui peni ngkatan industri rumah tangga dari kelurahan. Di Kampung Dempel Kelurahan Mukti harjo Kidul Kecamatan Pedurungan terdapat industri rumah tangga yang memproduksi dan memasarkan bandeng presto, dengan merk dagang Bandeng Presto 27 Semarang. Usaha ini masih tergolong baru karena mulai beroperasi pada tanggal 23 Nopember 2018 yang dirintis ibu Budi Handayani (bu Yani) bersama suami. Usaha ini berpotensi untuk dikembangkan. Di samping produknya merupakan salah satu produk unggulan di kota Semarang, j uga karena penjualannya semaki n meni ngkat. Penjualan yang semula hanya dititipkan di warung sekitar saat ini sering menerima pesanan memenuhi kebutuhan orang yang punya hajatan. Jumlah produksi semula hanya 15 kg per mi nggu saat i ni rata-rata menjadi 25 kg per mi nggu. Dari kondisi ini pemilik usaha berencana akan meningkatkan usahanya dengan menambah peralatan produksi, punya stok bahan mentah yang siap diolah setiap saat, memperluas pemasaran melalui onli ne dan lain-lain. Berkenaan dengan rencana pengembangan tersebut maka sangat perlu disusun strategi pengembangan usaha bandeng presto 27 Semarang yang di dasari pemetaan factor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta faktor apa yang menjadi peluang dan ancaman dalam menjalankan bisnis tersebut. Ruang lingkup pemetaan mencakup empat aspek manajemen usaha yaitu produksi/operasional, pemasaran, keuangan dan SDM. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pemilik/pelaku usaha dengan bantuan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan selajutnya didiskripsikan dengan mengacu pada item analisis SWOT guna menentukan peta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil pemetaan ini selanj utnya menjadi dasar perumusan strategi pengembangan usaha pada industri mi kro pengolahan Bandeng Presto 27 Semarang. Hasil penelitian memberikan empat alternative strategi yang dapat digunakan yaitu SO-ST-WO-WT
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi
Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Berbantuan CD Pembelajaran Interaktif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran KKPI di SMK Cendika Bangsa Malang
ABSTRAK Peni, Lya Tri. 2011. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Berbantuan CD (Compact Disc) Pembelajaran Interaktif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran KKPI di SMK Cendika Bangsa Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti GI, M.Kom, (II) Ahmad Fahmi, S.T., M.T. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division), CD (Compact Disc) Pembelajaran Interaktif, Prestasi Belajar. Proses pembelajaran KKPI di SMK Cendika Bangsa Malang perlu adanya inovasi metode pembelajaran yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar. Hasil diskusi dengan guru mata pelajaran, proses pembelajaran KKPI di kelas X, ditemukan permasalahan rendahnya prestasi siswa dan siswa cenderung bosan dalam proses belajar mengajar, sehingga sering muncul kegaduhan dikelas. Siswa yang tuntas belajar pada kelas tersebut belum mencapai 80%, sehingga kelas belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi Experimental Design, sampel yang digunakan adalah kelas X-B sebagai kelompok eksperimen yang di ajar dengan model STAD. Instrumen yang digunakan yaitu: instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, kisi-kisi, dan kunci jawaban soal. Instrumen pengukuran berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar siswa kelas eksperimen, terdiri dari uji normalitas untuk mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut berdistribusi normal, uji homogenitas digunakan mengetahui apakah kedua sampel kelas tersebut homogen, dan uji hipotesis dengan uji regresi linear sederhana, digunakan untuk mengetahui pengaruh antara Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen sebesar 86,31 untuk kelas eksperimen. Nilai tertinggi untuk kelas eksperimen 93 sedangkan nilai terendah untuk kelas eksperimen sebesar 76. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa siswa yang diajar dengan mengunakan metode STAD memiliki nilai rata-rata tinggi. Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa model regresi yang didapatkan hanya mampu menjelaskan pengaruh antara Cooperative Learning tipe STAD berbantuan CD (Compact Disc) pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa sebesar 79,7% dan sisanya sebesar 20,3%. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini
FINDING THE MISSING LINK IN THE DESIGN OF POLYTECHNICS COMPETENCE- BASED CURRICULUM
Competence-based curriculum has been initiated since early 1995 and developed in
Polytechnics throughout Indonesia since 2006. The improvements of this curriculum to raise the
quality of learning outcomes have been periodically conducted every 3 years, but until now in
the implementation stage it is almost as the same as before. This study aim to reveals the source
of the problem which caused obstructed in the improvement of learning outcomes quality. This
study used mainly the qualitative approach supported by quantitative data, especially to
encompass the opinion of learning outcomes quality. This study revealed: there was missing link
in the design chance of polytechnics competence-based curriculum. There was no evaluation
component in the design stage and no aligning process in the implementation stage. These
caused the improvement of learning outcomes quality was very slow and almost no change
ANALISIS TRANSFER INFORMASI INTRA INDUSTRI PADA PENGUMUMAN FINANCIAL DISTRESS
This study aims to determine the intra-industry information transfer incurred capital market with the announcement of financial distress. Businesses in the research samples are all companies that announced delisted and also nondelisted companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) from 2008-2014. In this study, non-delisted companies are classified into the company to grow and do not grow as measured by proxy price of IOS that MBVA, MBVE, and PER. The research sample using purposive sampling method. Samples obtained are as many as 21 companies delisted (reporter) and 202 companiesnon-delisted (non-reporter) with the classification of 102 companies and 100 companies not grow up. Hypothesis testing using one sample t-test. The results of the first test that hypothesis, H10 received stating that there are no intra-industry information transfer on the non-reporter announcement of financial distress. Hiotesis second, H20 received stating that there is no difference in the effect on the non-reporter to the announcement of financial distress.
Keywords: Financial Distress, Investment Opportunity Set (IOS), One sample ttes
Making Apprenticeship Program Meaningful to Polytechnic Education
Apprenticeship program for Polytechnic students plays an important role and is an important event for
polytechnic education in the short and long term missions. In the short mission, it is one strategic of vocational
education delivery which can be used for improving technical competencies as well as others competencies
needed in the workplace. This program can be used to eliminate the gap between education and work. In the
long mission, it can be strengthened collaboration between polytechnic and industries to contribute in applied
technology and economic development through the applied researches. Unfortunately most of polytechnics
didn’t yet delivered this program seriously. So that the result of this program couldn’t be influent significantly
for individual, as well as institution. The result of literature and documents analysis shows that there is an
opportunity to make this program more meaningful than before by using appropriate strategic planning at micro,
macro and mega levels. This paper provide other meaning and understanding of apprenticeship program that can
be used to design strategic planning more effectively. The effectiveness of this program is measured by the
contribution-based of the mission objectives achievement
- …
