167 research outputs found
The Influence of Management Information Systems and Human Resource Development on the Work Effectiveness of PT. Ganesha Operation Medan
Sistem informasi manajemen dan pengembangan sumber daya manusia adalah merupakan salah satu faktor terpenting yang ada dalam sebuah perusahaan dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan di PT.Ganesha Operation Medan. PT.Ganesha Operation Medan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa bimbingan belajar yang memepunyai komitmen untuk mengembangkan pendidikan. Sebagai bimbingan belajar terbaik di Indonesia yang telah mendapatkan penghargaan TOP Brand.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Apakah Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Efektivitas Kerja Karyawan pada PT.Ganesha Operation Medan”. Jenis penelitian ini adalaha sosiatif yaitu suatu penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pada PT.Ganesha Operation Medan,dan dengan menggunakan teknik sampel jenuh , jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden diambil dari keseluhan populasi.
Berdasarkan hasil uji t dapat dilihat bahwa t hitung pada variabel sistem informasi manajemen sebesar 4,236 lebih besar dari t tabel sebesar 1.670 dengan probabilitas t yakni sig 0,000 lebih kecil dari batasan signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan nilai tersebut maka variabel Sistem Informasi Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja. Pada variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia sebesar 25,077 lebih besar dari t tabel sebesar 1.670 dengan probabilitas t yakni sig 0,000 lebih kecil dari batasan signifikansi sebesar 0,05 maka variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja Karyawan. Berdasarkan hasil uji F maka diperoleh nilaiFhitung sebesar 354,602 >3.15 dengan sig 0,000<0,05, menunjukan PT.Ganesha Operation Medan secara serempak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Efektivitas Kerja Karyawan. Nilai R Square yang diperoleh sebesar 0,926. Untuk melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan cara menghitung koefisien determinasi (KD) = R2 x 100%, sehingga diperoleh KD = 92%. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebesar 92% Efektivitas Kerja (variabel terikat) dapat dijelaskan oleh PT.Ganesha Operation. Sisanya sebesar 8%dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.Management information systems and human resource development are one of the most important factors that exist in a company in improving the work effectiveness of employees at PT. Ganesha Operation Medan. PT. Ganesha Operation Medan is a company engaged in tutoring services that are committed to developing education. As the best tutoring in Indonesia that has received the TOP Brand award. This research aims to find out "What is the Effect of Management Information Systems and Human Resource Development on the Work Effectiveness of Employees at PT. Ganesha Operation Medan". This type of research is a sociative study that is a study that asks the relationship between two variables. The population in this study were all employees at PT. Ganesha Operation Medan, and by using the saturated sample technique, the number of samples in this study were 60 respondents taken from the whole population.
Based on the results of the t test it can be seen that t arithmetic on the management information system variable of 4.236 is greater than t table of 1,670 with a probability of t that sig 0,000 is smaller than the significance limit of 0.05. Based on these values, the Management Information System variable has a positive and significant effect on the Work Effectiveness variable. In the Human Resource Development variable of 25.077 is greater than t table of 1.670 with a probability of t, sig 0,000 is smaller than the significance limit of 0,000, the Human Resources Development variable partially has a positive and significant effect on the Employee Effectiveness variable. Based on the results of the F test, the calculated F value of 354,602> 3.15 with sig 0,000 <0,05, shows PT. Ganesha Operation Medan simultaneously has a positive and significant effect on the variable Employee Effectiveness. R Square value obtained is 0.926. To see the effect of independent variables on the dependent variable by calculating the coefficient of determination (KD) = R2 x 100%, so we get KD = 92%. This figure shows that 92% of Work Effectiveness (dependent variable) can be explained by PT. Ganesha Operation. The remaining 8% is influenced by other factors not explained in this study
Perwujudan Kasih Setia Allah Terhadap Kesetiaan Rut
Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, This paper aims to explain the manifestation of God\u27s loyal love for Ruth who is faithful to her father-in-law, Naomi. The method used is the interpretation of the Old Testament narrative. Through this paper, the author will focus on Ruth\u27s loyalty to Naomi as a manifestation of God\u27s allegiance to man. This Old Testament narrative addresses explicitly the theme of Ruth\u27s loyal love for Naomi and its theological and practical implications for believers to manifest God\u27s loving kindness to others. Shintia Maria Kapojos, Hengki Wijaya, Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perwujudan kasih setia Allah kepada Rut yang setia kepada mertuanya, Naomi. Metode yang digunakan adalah penafsiran narasi Perjanjian Lama. Melalui tulisan ini, penulis akan fokus kepada kesetiaan Ruth kepada Naomi sebagai manifestasi kesetiaan Allah kepada manusia. Narasi Perjanjian Lama ini secara khusus membahas tema kasih setia Ruth kepada Naomi dan implikasi teologis dan praktisnya bagi orang percaya untuk memanifestasikan kasih setia Tuhan kepada orang lain
Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (SIAK) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MALANG Pendi Setia, Suparman Adi Winoto, Edi Suhartono Universitas Negeri Malang Email: [email protected] Abstrak Pertambahan penduduk di Indonesia yang besar dan tidak merata disetiap wilayahnya memicu permasalahan bagi pelaksanaan pembangunan. Pemerintah telah berupaya mengatasi berbagai permasalahan kependudukan salah satunya memanfaatkan media elektronik untuk melakukan pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk dalam administrasi kependudukan di Indonesia yakni membentuk Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Tujuannya agar semua masyarakat dapat terdata dan tercatat secara akurat dalam database SIAK dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berguna untuk acuan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik ke masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang; (2) Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dispendukcapil Kota Malang; (3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dispendukcapil Kota Malang; (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dispendukcapil Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer yakni sekretaris Dispendukcapil Kota Malang, Kepala bidang PIAK dan pemanfaatan data, Kepala Seksi SIAK, Kepala Seksi Identitas Penduduk dan Pegawai TPOK. Sumber data sekunder berupa profil kependudukan dan dokumentasi Dispendukcapil Kota Malang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Miles dan Hubermen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang berbentuk aplikasi yang mekanisme kerjanya berdasarkan pelayanan online dan sudah terintegrasi langsung antara dispendukcapil dengan Kemendagri. Kedua, Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dispendukcapil Kota Malang sudah berjalan lancar dan proses pelayanan publik sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, sesuai standar pelayanan (SP), dan Standard Operational Procedural (SOP). Proses pelaksanan SIAK bergantung pada kualitas jaringan internetnya. Ketiga, Faktor pendukung dan penghambat proses pelayanan dari implementasi SIAK di Dispendukcapil Kota Malang. Berikut ini dipaparkan terlebih dahulu beberapa faktor pendukung tersebut antara lain: 1) Adanya dukungan pemerintah Kota Malang, 2) Adanya kemitraan kerja, 3) Sarana dan prasarana yang memadai. Selain faktor-faktor pendukung tersebut juga terdapat faktor penghambat yang meliputi 1) Keterbatasan sumber daya manusia (SDM), 2) Kurangnya kesadaran Masyarakat terkait Administrasi Kependudukan, 3) Jaringan internet bermasalah/ tidak ada konektivitas. Keempat, upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi SIAK di Dispendukcapil Kota Malang ini antara lain 1) Adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang kepegawaian, 2) Sosialisasi berkala pentingnya Administrasi Kependudukan, 3) Memperbaiki sistem jaringan internet SIAK. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk sangat besar. Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2013 bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan. Pertumbuhan penduduk tersebut tersebar dari pulau Sabang sampai Merauke dengan persebaran penduduk yang tidak merata di setiap wilayahnya. Kondisi persebaran penduduk yang tidak merata di setiap wilayahnya akan memicu sebuah masalah bagi pelaksanaan pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya akses kesehatan dan lain sebagainya. Pemerintah telah lama mengupayakan berbagai usaha untuk mengatasi permasalahan ini seperti program transmigrasi, penyediaan fasilitas dan beasiswa pendidikan serta pelayanan kesehatan gratis bagi yang kurang mampu. Selain itu, Pemerintah juga berupaya untuk membuat program pemetaan agar memperoleh data kependudukan di Indonesia secara tepat baik tingkat lokal maupun nasional. Namun hingga saat ini, perolehan data kependudukan di Indoensia masih bergantung pada hasil survai, sensus, proses proyeksi atau data administrasi yang diperoleh secara berkala dan masih dalam cakupan besar (makro). Dalam hal kependudukan seharusnya diperlukan data secara rinci dan melalui proses regristrasi agar semua masyarakat dapat terdata dan tercatat secara akurat sesuai dengan data kependudukan. Adanya data yang akurat tersebut berguna untuk implementasi kebijakan atau program Pemerintah seperti pendataan statistik, menentukan daftar pemilih tetap untuk pemilihan umum dan PILKADA, sebagai acuan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dan pedoman untuk pengambilan kebijakan publik lainnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diperlukan petunjuk pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk dalam administrasi kependudukan di Indonesia. Diera modern ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih telah memberikan manfaat yang besar terhadap kemajuan pembangunan terutama dibidang kependudukan. Hal ini sangat mendukung berbagai macam kebijakan dan segala bentuk kegiatan pemerintahan seperti pelayanan publik dibidang administrasi kependudukan. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah telah berusaha untuk memperoleh data kependudukan melalui program pemetaan dengan memanfaatkan media elektronik berbasis e-government untuk menanggulangi permasalahan kependudukan di Indonesia. Penggunaan e-government ini mampu memperbaiki pelayanan, pengiriman, mengurangi biaya dan membuat pemerintah lebih efisien (West dalam Suaedi, 2010:92). Pengembangan program pemetaan kependudukan berbasis e-government tersebut yakni telah diberlakukannya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Indonesia. SIAK merupakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi untuk memfasilitasi pengelolaan urusan administrasi kependudukan di bidang pendataan penduduk dan pencatatan sipil yang sudah terintegrasi langsung di tingkat penyelenggara dan instansi pelaksana sebagai satu kesatuan. Pelaksanaan SIAK ini sekitar tahun 2006 dan telah diatur dalam UndangUndang Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengkajian, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Kelebihan dari SIAK ini selain untuk mendata penduduk secara akurat tetapi juga dapat memberikan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang secara otomatis dan tetap untuk satu penduduk, sehingga dapat mengeliminasi terjadinya kepemilikan identitas ganda. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang merupakan salah satu dinas yang ditunjuk Pemerintah Kota Malang dalam mengoperasikan pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan. Hal ini sesuai yang dijelaskan dalam pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang menerangkan tentang kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Kota/ Kabupaten dalam menyelenggarakan urusuan administrasi kependudukan. Adanya penerapan SIAK ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mampu menyediakan data dan informasi kependudukan skala nasional dan daerah secara akurat, lengkap, dan mutakhir. SIAK ini juga dapat mengefisiensi proses pelayanan karena dapat menyimpan data kependudukan dalam database SIAK sehingga dengan data penduduk tersebut dijadikan acuan dalam memberikan pelaynan publik. Namun dalam penyelenggaraan SIAK di Dispendukcapil Kota Malang tentu tidak mudah mengingat segala pelayanan dan pengelolaan data secara online sehingga membutuhkan koneksi jaringan internet yang baik agar server SIAK dinas dapat tersambung dengan SIAK pusat, membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, sosialisasi adminduk yang harus dilakukan secara berkala dan menyeluruh di setiap kelurahan serta membutuhkan jumlah pegawai yang berkualitas sesuai bidangnya. Selain itu implementasi SIAK juga harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak terjadi identitas ganda saat pendataan penduduk. BAHASAN Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang; (2) Implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang; (3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang; (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang Berdasarkan temuan penelitian menjelaskan bahwa Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dispendukcapil Kota Malang digunakan untuk memberikan kemudahan dinas dalam proses pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan. SIAK Dispendukcapil Kota Malang ini berbentuk aplikasi yang sudah terintegrasi langsung antara dispendukcapil dengan Kemendagri untuk memberikan kemudahan, efisiensi dan transparansi pelayanan terutama dibidang pendataan penduduk, penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil dengan memanfatkan teknologi informasi seperti e-government sehingga proses pelayanannya berbasis internet (online). Hal ini sesuai dengan pendapat Abidin dalam Mulyadi (2016:79) yang menyatakan teori E-Government bahwa “suatu sistem manajemen informasi dan layanan masyarakat yang berbasis internet untuk merekam dan melacak informasi publik dan memberi akses layanan publik oleh instansi pemerintah”. Penggunaan E-Governance seperti SIAK ini dapat memberikan akses informasi dan interaksi antar masyarakat luas dengan pemerintah, khususnya di bidang pelayanan publik. Bentuk awal tampilan aplikasi SIAK yakni terdapat kode login nama pengguna dan kata kunci. Setelah berhasil login, maka akan keluar tampilan halaman utama SIAK di Dispendukcapil Kota Malang. Tampilan halaman utama SIAK yang didalamnya terdapat beberapa menu antara lain menu halaman informasi yang berfungsi menampilkan informasi aplikasi SIAK secara umum seperti jumlah data kartu keluarga, data biodata penduduk, data kelahiran, data kematian, data surat pindah penduduk, data surat kedatangan penduduk di wilayah Kota Malang. Selanjutnya terdapat menu pendaftaran penduduk baik untuk pendaftaran penduduk bagi WNI maupun orang asing. Terdapat menu pencatatan sipil untuk melakukan pembuatan akta kelahiran, akta kematian maupun pencatatan sipil lainnya. Pada dasarnya SIAK sebagai suatu sistem informasi mampu mengelola input data sehingga data tersebut dapat dijadikan acuan (output) dalam memberikan pelayanan publik. Hal ini sesuai dengan penjelasan teori dari Kadir (2003:11) bahwa “sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan”. Dalam hal ini SIAK sebagai suatu sistem yang dapat dioperasikan oleh manusia melalui fasilitas pendukung seperti komputer dan server yang mampu mengelola dan menyimpan data-data penduduk secara akurat dan bersifat rahasia. Data penduduk tersebut tersimpan dalam database SIAK melalui hasil pendaftaran penduduk dengan diterbitkannya Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara otomatis sebagai nomor tunggal dari penduduk. Dengan adanya database dan NIK tersebut dapat dijadikan acuan Dinas dalam memberikan pelayanan publik ke masyarakat seperti pembuatan dokumen KK, KTP-el dan Akta Kelahiran. Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang Berdasarkan hasil penelitian, implementasi SIAK di Dispendukcapil Kota Malang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sudah berjalan dengan lancar sesuai dengan peraturan yang berlaku dan Standard Operational Procedural (SOP) serta Standard Pelayanan (SP). Pada dasarnya pelayanan publik dengan menggunakan SIAK ini dapat mengefisiensi waktu dan memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. Proses pelayanan di Dispendukcapil Kota Malang ini menjamin kepuasaan dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat agar terwujud pelayanan yang berkualitas. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Lukman dalam Pasolong (2011:134) menyatakan bahwa “salah satu ukuran keberhasilan menyajikan pelayanan yang berkualitas (prima) sangat tergantung pada tingkat kepuasan pelanggan yang dilayani yaitu menuju kepada pelayanan eksternal, dari perspektif pelanggan, lebih utama atau lebih didahulukan apabila ingin mencapai kinerja pelayanan yang berkualitas”. Masyarakat sebagai penerima pelayanan memiliki peran besar terhadap proses evaluasi untuk mewujudkan implementasi pelayanan publik dengan SIAK di Dispendukcapil ini. Dengan adanya SIAK ini proses pelayanan menjadi tidak berbelit-belit, kepastian waktu sesuai dengan yang ditentukan karena data sudah tersistem, proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan kepastian hukum karena dibuat atas sepengetahuan pimpinan dinas, terdapat kejelasan informasi sesuai tata cara dan prosedur pembuatan berkas kependudukan, serta adanya kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang kerja SIAK dalam memberikan pelayanan publik. Hal ini sesuai dengan teori prinsip-prinsip dalam menyelenggarakan proses pelayanan publik sesuai dengan Kemenpan Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 yang menyatakan bahwa: “ (a) Kesederhanaan; prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah dipahami, dan mudah dilaksanakan; (b) Kejelasan yakni persyaratan teknis dan administrative pelayanan publik, rincian biaya pelayanan publik dan tata cara pembayaran; (c) Kepastian waktu; pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan; (d) Akurasi; produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat, dan sah; (e) Keamanan; proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan kepastian hukum; (f) Tanggung jawab; pimpinan penyelenggara pelayanan publik/ pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/ persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik; (g) Kelengkapan sarana dan prasarana, seperti prasarana kerja, peralatan kerja, dan pendukung lainnya yang memadai termasuk sarana telekomunikasi dan informatika (telematika)”. Bentuk pelayanan publik dari implementasi SIAK di bidang pendataan penduduk dan pencatatan sipil antara lain Pembuatan dokumen Kartu Kelaurga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Akta Kelahiran dan sebagainya. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang a. Faktor Pendukung Berdasarkan hasil temuan terdapat beberapa faktor pendukung yang menunjang implementasi SIAK dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dispendukcapil Kota Malang ini, adapaun faktor pendukung tersebut antara lain sebagai berikut: 1) Adanya dukungan Pemerintah Kota Malang Pemerintah Kota Malang mendukung penuh proses implementasi SIAK dalam memberikan pelayanan publik. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mendukung keberhasilan urusan administrasi kependudukan di Kota Malang. Temuan ini sesuai dengan prinsip pelayanan publik menurut Kemenpan No 63 tahun 2003 pada poin ke 6 bahwa “Tanggung jawab: pimpinan penyelenggara pelayanan publik/ pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/ persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik”. Bentuk tanggung jawab itu dapat melalui pengayoman atau pemberian bantuan dalam meningkatkan pelayanan publik dibidang pendataan penduduk dan pencatatan sipil. 2) Adanya Kemitraan Kerja Proses kerjasama sangat diperlukan dalam mendukung keberhasilan pelayanan publik dengan menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Dalam hal ini pihak Dispendukcapil Kota Malang bekerjasama dengan Kominfo dan PT Telkomsel terkait masalah jaringan yang berada di Kota Malang. Apabila jaringan internet bagus, maka proses pelayanan juga akan bagus, hal ini merupakan salah satu bentuk fasilitas pembangunan dan pengembangan inovasi dalam pelayanan publik. Selain masalah jaringan, juga terdapat kemitraan kerja dengan segenap petugas Dispendukcapil yang berada di kelurahan/ kecamatan untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam mengurus berkas-berkas ditingkat kelurahan yang selanjtunya diantarkan ke tingkat Dispendukcapil. Petugas ini berfungsi sebagai penyedia layanan dalam membantu pelayanan publik agar berkualitas. 3) Sarana dan prasarana yang memadai Fasilitas yang memadai sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan proses pelayanan kepada masyarakat. Dispendukcapil Kota Malang memiliki sarana dan prasarana memadai seperti ruang kantor yang tergabung dengan Gedung A Perkantoran Terpadu yang terletak di Jl. Mayjen Sungkono, Arjowinangun, Kedungkandang. Selain itu terdapat ruang tunggu (antrian) sesuai dengan loket pelayanan yang dituju masing-masing, memiliki server SIAK yang hingga saat ini berjumlah 9 dengan dilengkapi fasilitas ruangan tersendiri yang bersuhu sekitar 16 derajat. Terdapat pula berbagai komputer, laptop, printer, alat perekaman KTP-el, jaringan internet, dan arsiparsip pendukung serta sarana-prasarana lain yang menunjang pelayanan. b. Faktor Penghambat Terdapat beberapa faktor penghambat dalam implementasi SIAK untuk meningkatkan pelayanan publik di Dispendukcapil Kota Malang ini. Adanya hambatan tersebut dapat dijadikan evaluasi untuk menjadi lebih baik kedepannya. Adapun faktor-faktor penghambat tersebut sebagai berikut: 1) Keterbatasan Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia/ pegawai di Dispendukcapil Kota Malang ini memiliki keterbatasan dengan mempertimbangkan banyaknya jenis pelayanan kepada masyarakat. Terdapat 2 Administrator Database yang terdiri dari 1 ADB utama dan 1 ADB cadangan (pengkaderisasian). ADB ini bertujuan untuk pemeliharaan dan perbaikan database kependudukan dalam SIAK. Selain ADB terdapat operator-operator SIAK yang tersebar diseluruh loket pelayanan yang berjumlah sekitar 19-20 orang. Selanjutnya Jumlah pegawai dibidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan pemanfaatan data ada 14 dengan rincian kepala bidang 1, kepala seksi ada 3, pejabat fungsional 5, tenaga administrasi 2, tenaga bagian jaringan 1 dan 2 ADB yang sudah dijelaskan diatas. Melihat jumlah SDM tersebut, khususnya dalam bidang pegawai dirasa masih kurang untuk mengatur seluruh pelayanan di Dispendukcapil Kota Malang. Maka dari itu diperlukan perbaikan/ penambahan sumber daya manusia dibidang pegawai untuk membantu proses pelayanan. 2) Rendahnya kesadaran masyarakat terkait Administrasi Kependudukan (Adminduk) Berdasarkan hasil temuan penelitian terdapat beberapa masyarakat yang belum mengerti tentang pentingnya dokumen kependudukan. Biasanya berasal dari masyarakat yang sudah berusia lanjut dan tidak diuruskan perbaikan dokumen oleh anak ataupun keluarganya. Selain itu beberapa masyarakat juga masih belum faham dalam mengurus surat-surat terkait kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil seperti KTP-el, KK, akta kelahiran, akta kematian, dan lainnya sehingga beberapa masyarakat tidak memiliki dokumen tersebut dan kurang mentaati peraturan yang ada. Padahal dokumen kependudukan dan pencatatan sipil sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari 3) Jaringan internet bermasalah/ tidak ada konektivitas Pada dasarnya pelayanan SIAK ini berpedoman pada server yang sudah tersambung dan terintegrasi dengan SIAK pusat, sehingga ketika ada jaringan internet mati maka proses pelayanan juga akan berhenti. Namun terkadang jaringan mati juga disebabkan karena jaringan pusat mati atau proses maintenance. Hal ini tidak berlangsung lama hanya 1 hingga 2 jam saja. Walau demikian permasalahan jaringan lemot/ tidak ada konektivitas ini juga menghambat proses pelayanan ke masyarakat, mengingat implementasi SIAK berbasis online. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam implementasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang Berdasarkan temuan penelitian terdapat beberapa upaya yang dilakukan Dispendukcapil Kota Malang dalam mengatasi hambatan dari implementasi SIAK dalam meningkatkan pelayanan publik. Adapaun beberapa faktor penghambat tersebut akan dibahas sebagai berikut: a. Adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang kepegawaian Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperlukan perbaikan/ penambahan jumlah pegawai guna mendukung keberhasilan proses pelayanan publik. Pihak dinas melakukan perekrutan pegawai serentak
TINJAUAN TENTANG TEKNIK DASAR TENDANGAN SABIT DALAM PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) RANTING PENFUI TIMUR
Tendangan sabit merupakan tendangan berbentuk busur dan menggunakan punggung kaki pada perkenaannya dengan tumpuan satu kaki yang berputar sejauh 130°. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik dasar tendangan sabit dalam Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan dilakukan di Ranting Penfui Timur, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analsis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil tentang teknik dasar tendangan sabit dilakukan dengan langkah-langkah : 1. Pasang awal (kuda-kuda depan) dilakukan dengan posisi kaki kiri melangkah ke depan dan di tekuk, kedua tangan disilang untuk melindungi tubuh dan pandangan ke depan. 2. Persiapan serangan, dilakukan dengan kaki kanan diangkat dan kaki kiri dijinjit kemudian posisi badan diputar kira-kira 90o. 3. Serangan dilakukan dengan melepaskan tendangan kaki kanan dengan lintasan setengah lingkaran dan perkenaannya adalah punggung kaki. 4. Kembali ke sikap pasang awal. Kesimpulannya adalah latihan tendangan sabit sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan tahapan-tahapannya.
 
Pengaruh Kompos Kiambang Dan Pupuk Kcl Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)
The aim of the study was to determine the effect of kiambang compost and KCl fertilizer on the growth and production of shallots. This research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Riau Islamic University, Jalan Kaharudin Nasution Km 11 No. 113, Air Cold Village, Bukit Raya District, Pekanbaru City. The research was carried out for 3 months starting from February to April 2021. The design used was a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors, the first factor was: Kiambang compost (K) and the second factor was KCl fertilizer, each consists of 4 levels of treatment. Parameters observed were plant height, harvest age, number of tubers, tuber wet weight per clump, tuber dry weight per clump, tuber weight loss. The research data were analyzed statistically and continued with the BNJ follow-up test at the 5% level. The results showed that the effect of kiambang compost and KCl fertilizer had a significant effect on plant height, harvest age, number of tubers, wet weight of tubers per clump, and dry weight of tubers per clump. The best treatment was giving a dose of 3 kg/plot of kiambang compost (K3). The main effect of KCl fertilizer was real on all observation parameters with the best treatment of 20 g/plot(C2)
Sekolah Kearifan Lokal (SKIL) Sebagai Upaya Meningkatkan Integritas Moral di Kalangan Pelajar Kota Malang
RINGKASAN Perkembangan arus globalisasi yang semakin pesat telah memberikan banyak perubahan terhadap kehidupan masyarakat. Globalisasi membawa pengaruh positif dan negatif yang menjadi penyebab infiltrasi budaya tidak terbendung. Budaya-budaya sedemikian cepat dan mudah saling bertukar tempat dan saling memengaruhi satu sama lain, salah satunya budaya hidup kebarat-baratan yang liberal dan bebas. Perkembangan Budaya Asing yang sangat pesat tersebut, mengakibatkan lunturnya nilai-nilai moral generasi bangsa. Moral pada hakikatnya berkaitan dengan nilai religius, sosial dan budaya. Namun secara fakta di Indonesia, moral generasi muda saat ini semakin luntur seiring perkembangan IPTEK dan arus globalisasi. Data dari Badan Narkotika Nasional menunjukkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai sekitar 5,1 juta individu, dan diperkirakan akan terus berkembang. Angka kematian akibat narkoba mencapai 104.000 pada usia 15 tahun akibat overdosis. Sementara survei oleh Komisi Perlindungan Anak pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 62,7% remaja SMP dan SMA mengaku telah melakukan seks bebas, dan sekitar 21,2% telah melakukan aborsi ilegal. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa generasi muda saat ini terlalu bebas dalam bergaul dengan mengikuti gaya kebarat-baratan dan kurang memperdulikan serta mengamalkan budaya kearifan lokal. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah kerusakan moral di kalangan remaja. Salah satunya pengimplementasian pendidikan karakter di berbagai sekolah dengan tujuan untuk pembentukan moral yang baik di kalangan generasi bangsa. Namun, dalam praktiknya implementasi pendidikan karakter masih kurang memperhatikan nilai-nilai budaya kearifan lokal. Maka dari itu, saya menggagas Sekolah Kearifan Lokal (SKIL), sebuah sekolah inovatif yang berbasis pengembangan moral. Konsep SKIL di dasarkan atas pembinaan dan pengembangan pendidikan karakter, akhlak, sopan-santun, norma, nilai moral, budi pekerti yang terkandung dalam kearifan lokal. Dengan di implementasikannya konsep Sekolah Kearifan Lokal (SKIL) ini diharapkan akan menjadi alternatif Solusi untuk mengatasi permasalahan moral di era perkembangan globalisasi dan IPTEK ini. Kata Kunci: Degradasi Moral, Sekolah Kearifan Lokal (SKIL), Pelajar
Causal Factor Analysis Of Low Foreign Tourist Arrivals To Jakarta
The development of tourism in Indonesia is lagging behind compared to some of our neighboring countries like Malaysia, Singapore and Thailand, despite the fact that Indonesia has many tourist attractions and culture that differ from his province. The World Economic Forum in 2009 put Indonesia in the position to 81, well below Singapore in position 10.
By looking at the problem above, researcher wishes to conduct research to find out if there is an influence to the 14 tourism competitiveness criteria issued by the World Tourism Forum in 2009 as an independent variable, against the target of Indonesia tourism marketing as the dependent variable (to increase the number of tourists, the old residence, and tourist expenditures).
In this study the authors used a questionnaire to obtain data from foreign tourists who visited Jakarta, especially foreign tourists who stay at Jalan Jaksa (Jaksa Street of Central Jakarta) from September to December 2009. The number of respondents as many as 150 people using the method of accidental sample. To test the validity of the use factor analysis. To analyze the data the author uses regression analysis of the F test, t test and coefficient of determination .
The results of the analysis show that simultaneously there is a significant influence among the 14 criteria of competitiveness of tourism as an independent variable (X) with the objective of tourism marketing as the dependent variable (Y) and H1 accepted. T test value of each variable X shows that the variable X6 (air transport infrastructure) has positive influence to variable Y and H6 accepted. T test value for the variable X12 (tourist attraction) a positive effect on variable Y and H12 received. The findings above are very useful for decision makers in tourism in order to prioritize the development of tourism.
Keyword : component: Number of Tourist, Tourist Night, Tourist Expenditur
Perancangan Redesain Website Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita sebagai Media Informasi Anggota Koperasi Berdasarkan User Interface dan User Experience
Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita is a women's savings and loan cooperative located in Surabaya. Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita offers cooperative members with savings and loan services with a joint responsibility system, supermarkets, and Learning Centers. Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita is requires members to join groups. Each group consists of a minimum of 15 people and a maximum of 30 members. There are currently more than 12,500 thousand women in Surabaya and surrounding areas and more than 458 groups. From all the achievements of Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita, it is very unfortunate that the appearance of the main website of the Women's Cooperative Setia Bhakti Wanita is not updated both in terms of services and the appearance of the website, especially from the design and layout displayed.
The data obtained by the author for this designing is data collection technique with a primary and secondary include data analysis techniques. Data collection techniques consist of primary data and secondary data. Primary data obtained through in-depth interviews, questionnaires and observations. While secondary data was obtained from journals, reports and social media. For the technique of analyzing the data obtained from S.W.O.T and 5W + 1H.
The results of the design using the design method, qualitative data used interviewed with the staff of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita, UI/UX designers, and an observational study of the interactions between management and members. Quantitative data was obtained from distributing questionnaires to respondents including members, cooperative management and prospective members of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita. The data analysis method is S.W.O.T (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and 5 W + 1 H (What, Where, When, Who, Why) + (How). S.W.O.T analysis to focus of the existing study to find and determine a solution conceptually for the redesign website. For the analysis of 5 W + 1 H to convey to whom and how for Redesign Website of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita.
The author found a design concept for the website redesign of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita with the concept of "Innovative and Informative". Innovative in service and integrated with the consistency of the joint responsibility system, while informative in product information and services for the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita for members. The meaning of Innovative and Informative is that the times and technological advances are growing, making it easier to access information, supported by every display update that can improve the service quality of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita website based on UI/UX.
The redesign of the Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita website based on User Interface (UI) and User Experience (UX) hoped that can make it easier for cooperative members to access informative and innovative websites.
Keywords : Website, Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita, User Interface (UI), User Experience (UX)
Analisis Kecepatan Tendangan Sabit Pada Atlet Remaja Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate SMA Negeri 1 Soko Kabupaten Tuban
The purpose of the study was to determine speed of sickle kicks performed by young pencak silat athletes at Soko 1 Public High School, Tuban Regency, Persaudaraan Setia Hati Terate. A survey-based quantitative descriptive study was the focus of this investigation. 25 youth martial arts athletes from the Persaudaraan Setia Hati Terate martial arts college research that the authors use. Seeing from the population under 100 samples, only about 25 people were used as samples. In this study author used descriptive analysis of percentage to Obtain sickle kick speed test result for data analysis. Men's right leg crescent kick scored 82.35 percent as "good" and 17.64 percent as "enough", while men's left leg crescent kick scored 58.82 percent as "good" and 41.17 percent as "enough". The women's left leg sickle kick had a good category of 62.50 percent and 37.50 percent sufficient, while the women's right leg sickle kick had a good category of 87.50 percent and 12.50 percent sufficient. The results showed that the speed of the sickle kick performed by the young pencak silat athletes of the Persaudaraan Setia Hati Terate SMA Negeri 1 Soko, Tuban Regency, was classified as satisfactory. Right foot sickle kick has the highest percentage of kick speed among male and female pencak silat athletes.Keywords: Speed, Sickle Kick, and Persaudaraan Setia Hati Terate Pencak Silat Kic
Pengaruh Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja K3 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Pt Pln (persero) Setia Budi Pekanbaru
This study aims to determine whether there is an influence between occupational health and safety on employee productivity at PT PLN (Persero) Setia Budi Pekanbaru. The population in this study, which amounted to 150, were all employees of PT PLN (Persero) Setia Budi Pekanbaru, then a sample of 60 employees used the Probability Sampling selection technique. In analyzing the data, the author uses quantitative methods, then the results of the research are analyzed using simple linear regression with the help of the SPSS 20 program. So that there is an influence between occupational health and safety on work productivity at PT PLN (Persero) Setia Budi Pekanbaru. From the results of the analysis of the coefficient of determination, R2 is 0.643, which means that occupational health and safety has an effect on employee productivity of 64.30% and the remaining 35.70% is influenced by other factors not included in this study, then the results of the R analysis ( correlation) there is 0.802 which is a variable of occupational health and safety that has a very close and positive relationship to employee productivity at PT PLN (Persero) Setia Budi Pekanbar
- …
