1,720,967 research outputs found
Peningkatan Kemampuan Guru DABIN Gugus Putra Serang IV Wonosegoro - Boyolali dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Dabin Gugus Putra Serang IV Kecamatan Wonosegoro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen obeservasi, instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat: a) meningkakan kemampuan guru dalam penyusunan RPP di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sebesar 3,70% b) meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di Dabin Putra Serang IV, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali meningkat sebesar 3,67%.
DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A)PENATAAN PERMUKIMAN SENTRA INDUSTRI MEBEL DI DESA MANGGUNG KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
Salah satu masalah pembangunan di pedesaan Indonesia adalah sangat kecilnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan memadai. Hal ini terkait dengan tingkat kualitas sumberdaya manusia (SDM) di pedesaan, terbatasnya luas lahan yang dapat dibudidayakan (khususnya di Jawa) dan sedikitnya kemampuan bidang pertanian untuk menyerap tambahan tenaga kerja. Adanya masalah tersebut telah muncul dan dikembangkan suatu strategi pengembangan sektor pertanian yang harus terkait dengan sektor lainnya, sehingga diharapkan mampu memacu tumbuhnya kegiatan nonfarm termasuk munculnya industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Penataan merupakan suatu upaya untuk memperbaiki ataupun menambahkan sarana dan prasarana yang sudah ada maupun menambahkan yang belum ada untuk menunjang kemajuan dan perkembangan suatu desa atau kampung yang sudah ada sejak dahulu. Penataan Desa Manggung akan ditekankan pada usaha industri mebel yang telah ada dan merupakan pekerjaan turun-temurun.
Penataan permukiman pengrajin mebel yang berfungsi sebagai tempat hunian, tempat produksi, dan tempat penjualan mebel guna peningkatan ekonomi dan peningkatan kesehatan pengrajin mebel, efektif dan efisien kerja serta mendukung kegiatan pemerintah di sektor industri.
Adapun keluaran/output dari laporan ini yaitu : a) Pengaturan zona pemanfaatan ruang kawasan permukiman sentra industri mebel, b) Pengaturan ruang publik pada industri mebel, c) Pengaturan pola lansekap, d) Konsep sustainable development dengan perencanaan kawasan sentra industri mebel yang tepat guna
Akreditasi Sekolah Dan Mutu Pendidikan Studi Situs di SD Negeri Bulakrejo 02 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan tentang: 1) Proses pelaksanaan akreditasi sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri Bulakrejo 02, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. 2) Mengetahui upaya – upaya sekolah dalam pelaksanaan akreditasi untuk peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Bulakrejo 02, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. 3) Mengetahui penerapan hasil akreditasi sekolah terhadap output di SD Negeri Bulakrejo 02, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dalam penelitian ini data yang di kumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen dan lainnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dan pencatatan isi dokumen. Instrument penelitian berupa questioner yang berisi tentang upaya – upaya penggalian informasi terkait proses pelaksanaan akreditasi yang meliputi; persiapan, pelaksanaan, dan penetapan hasil akreditasi. Keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian menyimpulkan: 1). Proses pelaksanaan akreditasi sekolah di SD Negeri Bulakrejo 02 dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh BASNAS yaitu melaksanakan evaluasi diri, pengajuan akreditasi, penentuan kelayakan visitasi, pelaksanaan akreditasi, penetapan hasil akreditasi dan penerbitan hasil akreditasi. 2) Mutu pendidikan pasca akreditasi menunjukkan adanya indikasi perubahan positif. Hal ini ditunjukkan adanya perubahan dan peningkatan pada: mutu input,proses, output, mutu guru, sarana prasarana, dan mutu biaya. Mutu output di SD Negeri Bulakrejo 02 dipengaruhi adanya peningkatan penyelenggaraan layanan pendidikan yang bermutu baik guru, proses belajar mengajar, maupun manajemen sekolahnya. mutu output untamanya angka kelulusan sekolah dalam lima tahun terakhir ini stabil 100%, juga dapat dilihat dari data prosentasi rata – rata nilai UAS
Karakterisasi Kemampuan Isolat Rizobakteri Dalam Mendegradasi Glifosat dan Melarutkan Fosfat Pada Kondisi pH, Temperatur dan Sumber Karbon Yang Berbeda
Herbisida glifosat merupakan kelompok pestisida yang paling banyak digunakan dalam pengendalian gulma. Penggunaan herbisida glifosat yang tidak terkontrol menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Diperlukan upaya untuk mengatasi dampak tersebut, salah satunya cara yang murah dan ramah lingkungan adalah melalui bioremediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan isolat rizobakteri yang mempunyai kemampuan mendegradasi glifosat sekaligus berkemampuan melarutkan fosfat. Dalam penelitian ini bakteri diisolasi dari rhizosfir Tithonia diversifolia, yang dikulturkan pada media mengandung glifosat sampai pada konsentrasi 14,4 mg/ml. Pengujian isolat yang
mempunyai kemampuan melarutkan fosfat dilakukan pada media Pikovskaya, sedangkan untuk melihat kemampuan isolat bakteri dalam mendegradasi glifosat dilakukan pengujian pada media kultur mengandung glifosat 14,4 mg/ml dengan menghilangkan sumber C, P, N pada media tersebut. Untuk karakterisasi
dilakukan pengujian pada media kultur dengan variasi pH (4,0-7,0), temperatur (20°C-40°C) dan sumber karbon yang berbeda. Dari hasil penelitian didapatkan 6 isolat rizobakteri yang resisten terhadap herbisida glifosat sampai konsentrasi 14,4
mg/ml. Namun hanya 2 isolat rizobakteri yang mempunyai kemampuan mendegradasi glifosat sekaligus berkemampuan melarutkan fosfat yaitu isolat 1 dan 12. Dari hasil pengujian dalam media kultur dengan variasi pH, temperatur, dan sumber karbon menunjukkan bahwa pertumbuhan optimum kedua isolat rizobakteri berada pada pH 7,0, tumbuh optimum pada temperatur 35°C-40°C dan dengan sumber karbon terbaik bagi pertumbuhan adalah glukosa
Rancang bangun sistem keamanan kunci sepeda motor dengan rfid memanfaatkan e-sim dan e-ktp sebagai tag berbasis arduino uno
Penelitian ini bertolak dari masalah kejahatan pencurian sepeda motor yang sering terjadi khususnya di wilayah Palangka Raya. Data dari Cq. Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya jumlah kasus pencurian sepada motor ada 70 kejadian dan 1 kejadian dilakukan oleh anak di bawah umur. Kebanyakan pelaku melakukan pembobolan dengan merusak kunci kontak sepeda motor.
Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui model rancangan bangun kunci sepeda motor memanfaatkan e-SIM dan e-KTP sebagai Tag, (2) Mengetahui kelayakan desain, pemrograman dan kelistrikan pada sepeda motor, (3) Mengetahui efektivitas sebagai kunci sepeda motor.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S Semmel dan Melvyn I. Semmel. Namun penelitian ini hanya sampai pada tahap Develop (pengembangan) saja. Teknik analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, kuantitatif dan uji efektifitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan angket, wawancara dan pengujian alat di lapangan dengan cara mengukur langsung untuk kinerja alat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rancang bangun kunci sepeda motor memanfaatkan e-SIM dan e-KTP sebagai Tag berbasis Arduino Uno sebagai input program, RFID Reader, LCD 16x2, klakson, sein, buzzer dan dilengkapi sumber daya darurat (2) Validasi ahli rancang bangun kunci sepeda motor memanfaatkan e-SIM dan e-KTP sebagai Tag mendapat 83,333% dari segi desain, 94,230% dari ahli IT dan 85,256% dari teknisi mesin. Kunci sepeda motor tidak melanggar undang-undang lalu lintas dan laik jalan, (3) Pengukuran alat maksimal pembacaan e-SIM 3 cm dan e-KTP 2 cm dari RFID Reader.
ABSTRACT
This research was based on an issue of motorbike theft crimes that often occur, especially in Palangka Raya. Data from Cq. Head of Criminal Investigation Unit of Palangka Raya Police, there were 70 cases of motorcycle theft and 1 incident was committed by a minor. Most of the perpetrators break into by breaking the motorbike ignition.
This study aimed to (1) Knowing the design model for a motorbike lock using e-SIM and e-KTP as tags. (2) Knowing the feasibility of design, programming and electricity on motorbike. (3) Knowing the effectiveness as a motorbike lock.
This study used the Research and Development 4-D model developed by S. Thiagarajan, Dorothy S Semmel and Melvyn I. Semmel. However, this research only reached the Develop stage. The data analysis technique used was descriptive qualitative and quantitative. The data collection technique used is lifting, interviews and testing tools in the field by measuring directly the performance of the tool.
The results of the research indicated that (1) the design of a motorbike lock uses an e-SIM and e-KTP as an Arduino Uno-based tag as program input, RFID Reader, 16x2 LCD, horn, turn signal, buzzer and aquipped with emergency power source, (2) The validation of motorbike lock design experts using e-SIM and e-KTP as tags got 83.333% in terms of design, 94.230% from IT experts and 85.256% from mechanical technicians. Motorbike keys do not violate traffic laws and roadworthiness, (3) Measuring the maximum reading of e-SIM 3 cm and e-KTP 2 cm from the RFID Reader
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Measuring the Corrosion Rate of Aluminum by Using Ultra Thin Layer Activation Technique
Corrosion rate of aluminum (99.9% purity) in 0.001 M hydrochloride acid solution has been measured by using Ultra Thin Layer Activation (UTLA) technique. Iron foil of 25 μm thickness was used as the primary target and activated by 10.2 MeV proton beam coming from BATAN’s cyclotron with irradiation dose of 0.73 μAh (9.534 x 1015 protons/cm2). Radioisotope 56Co formed on the foil would have sufficient kinetic energy to run out of the foil’s surface and be implanted on the aluminum used as the secondary target. After 2 days of cooling down, about 0.397 MBq of 56Co stayed on the foil was counted by NaI(Tl) detector coupled with Multi Channel Analyzer (MCA).It was found that about 9.45% of the total 56Co formed on the iron foil was successfully implanted into aluminum target. Corrosion test of aluminum was conducted in a 2 inches diameter pipe filled with 0.001 M hydrochloride acid flowing with a rate of 80 liters/minute. The corrosion rate of the aluminum was determined from the change of 56Co activity during the process. The result of experiment indicated that the sample was corroded with a very slow rate of 0.064 nm/minute and 0.0054 nm/minute for measuring time of 0-180 and 180-300 minutes respectively
- …
