1,720,976 research outputs found

    ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA ANALIS DI LABORATORIUM RSU KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2002

    Full text link
    RSU Kalianda adalah rumah sakit tipe C yang emm kapasitas 50 tempat tidur dengan 5 gedugn perawatan. Laboratorium RSU kalianda merupakan instalasi penunjang diagnostik, maka laboratorium rumah sakit mempunyai kedudukan yang penting. Laboratorium Kalianda mempu malayani pemeriksaan hematology, imunologi, mikrobiologi, kimia klinik, analisa urine, dan tinga serta unit transfusi darah (UTD). Jumlah tenag aanalis 3 orang dan laboratorium RSU Kalianda merencanakan menjadi 24 jam “berapakah jumlah tenaga analis yang dibutuhkan di instalasi laboratorium RSU Kalianda?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambatran kebutuhan, beban kerja, waktu produktif, pola beban kerja dan jumlah tenaga analis yang dibutuhkan di laboratorium RSU Kalianda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif, metode yang digunakan adalah work sampling dengan populasi seluruh waktu kerja tenaga analis. Sampel digunakan adalah saktu kerja 3 orang tenaga analis dengan waktu pengamatan selama 12 hari kerja, Senin-Sabtu lama pengamatan 4.560 menit atau 76 jam dengan interval epngamatan 5 menit. Rata-rata beban kerja perorang sehari adalah 288,33 menit atau 4,8 jam. Beban kerja tersebut masih dianggap wajar karena masih dalam bata dari rata-rata kerja 6,3 jam. Pola beban kerja yaitu kegiatan langsung 57%, tak langsung 10% dan kegiatan lain yang produktif 9%. Waktu produktif 76% masih dalam standar produktivitas 75-85%. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah tenaga analis yang ideal adalah 3 orang. Kebutuhan tenaga analis di laboratorium RSU Kalianda untuk saat ini cukup 3 orang, tetapi perlu dipikirkan bila ada yang berhalangan pada saat pasien sedang ramai. Kata Kunci: ANALISIS KEBUTUHAN, TENAGA ANALIS, BEBAN KERJA, WAKTU PRODUKTIF, LABORATORIUM RUMAH SAKI

    Pengelolaan Pembelajaran Biologi Berbasis Mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen

    Full text link
    Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik pengelolaan pembelajaran Biologi berbasis Mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen Tahun Pelajaran 2010/2011. Tujuan khusus adalah (1) mendeskripsikan karakteristik perencanaan pembelajaran biologi berbasis mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen tahun pelajaran 2010/2011; (2) mendeskripsikan karakteristik pelaksanaan pembelajaran biologi berbasis mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen tahun pelajaran 2010/2011; (3) mendeskripsikan karakteristik evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran biologi berbasis mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, metode pengamatan dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan pembelajaran biologi berbasis mutu dibuat oleh guru dalam bentuk RPP yang pembuatannya diawasi oleh kepala sekolah. RPP memuat langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. RPP biologi berbasis mutu ditandai dengan perencanaan guru dalam menggunakan media pembelajaran multimedia dan metode pembelajaran berbasis PAIKEM. (2) Pelaksanan pembelajaran biologi berbasis mutu, diawali dengan kegaitan guru memberikan motivasi dan apersepsi. Proses pembelajaran dilakukan oleh guru dengan melalui tiga fase, yaitu fase eksplorasi, fase elaborasi, dan fase konfirmasi. Eksplorasi adalah upaya awal membangun pengetahuan melalui peningkatan pemahaman, elaborasi dilakukan oleh guru dengan mengorganisis materi pembelajaran, dan fase konfirmasi dilakukan oleh guru dengan mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki siswa melalui berbagai penugasan. (3) Evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran biologi berbasis mutu, dilakukan oleh guru dengan memberikan evaluasi prasyarat untuk mengetahui kemampuan afektif siswa, sedangkan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa guru melakukan evaluasi akhir dalam bentuk ulangan

    PERBANKAN SYARIAH DAN PERANNYA DALAM PEMBIAYAAN SEKTOR PERTANIAN DI ACEH

    No full text
    Agriculture, one of the real and productive sectorsin Indonesia as well as the primary sector of the Acehnese livelihood, plays a major role in improving the economic life of the people. However, despite being strategic,agriculturestill faces a number of problems, one of which is the weakness of capital. Capital is an essential element in increasing the production and standard of living of the people, thus its absence can limit the pace of the agricultural sector. To tackle this issue, sharia banking with multi relevant products has been applied in the agricultural sector, which is expected to be a solution for farmers with limited capital. Yet, in reality, sharia banking has not been optimized in being the financial intermediary with the farmer community, and cannot overcome the problematic issue in terms of access of capital. In other words, financing in agriculture has not received proper attention from sharia banking. The existence and implementation of sharia banking financing in Aceh in the agricultural sector were still relatively limited to onlymurabaha and muzharabah schemes. In addition, the effectiveness and implications of such financing on the productivity of the agricultural sector in Aceh were also not particularly effective, given the amount of financing disbursed by the sharia banks in Aceh and the scopes of the agricultural sector were relatively disproportionate. In this case, sharia banking in agricultural financingwas faced with two general obstacles: first, the internal perspectives of banks and related stakeholders that were empirical, such as natural risks, poor quality of human resources, regulation of the government or related agencies that have not fully accommodated agricultural financing, lack of socialization process about agricultural business prospects in banking, and farmers’low understandingon banking activities; and second, the factors that affected financing including the level of NPF, CAR, ROA, DPK and inflation

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Tenaga Keperawatan Honor di Unit Rawat Inap RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2016

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Kepuasan pasien dipengaruhi oleh baik atau buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan dokter, paramedis, penunjang medis dan rekam medis. Pelayanan keperawatan tidak lepas kaitannya dari kinerja perawat yang salah satunya dipengaruhi oleh pelaksanaan asuhan keperawatan..Nilai BOR di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2015 masih rendah yaitu 47,01% bila dibandingkan standar BOR yang ideal menurut Depkes RI (2005) adalah 60%-85%, nilai ideal untuk BOR yang disarankan adalah 75%-85%. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner dan pedoman telaah dokumen.Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga keperawatan honor di unit rawat inap sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Total Sampling. Hasil penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara motivasi (P-Value=0,047), imbalan (P-Value=0,023) dan supervisi (P-Value=0,026) dengan kinerja tenaga keperawatan di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2016. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara motivasi, imbalan dan supervise dengan kinerja tenaga keperawatan di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2016. &nbsp

    STRATEGI CAMAT DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI

    No full text
    This research was conducted to determine the subdistrict head's strategy on the level of employee discipline at the Ranomeeto Barat Subdistrict Office, South Konawe Regency. The method used in this study was a qualitative descriptive method. Data was collected through observation, interviews and literature study. Research informants were selected purposively with the intention that the selected informants knew the research problem. The informants in this study were the secretary of the West Ranomeeto District, three Government Sections and three people. The results showed that the sub-district head's strategy in improving employee discipline has been going well, it can be seen in the achievement of the outcome indicators, namely the ability to manage resources, emphasis on ethics and organizational control, the results of which show that each indicator has met employee performance standards with the aim of creating discipline.Penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui strategi camat terhadap tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Camat Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptip kualitatif dengan cara teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Selanjutnya untuk memperoleh data hasil penelitian secara spesifik menggunakan pendekatan informan  penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi camat dalam meningkatkan disiplin pegawai telah berjalan dengan baik hal tersebut terlihat pada pencapaian indikator hasil yakni kemampuan mengelola sumber daya, penekanan etika dan kontrol organisasi yang hasilnya menunjukan pada masing-masing indikator telah memenuhi standar kinerja pegawai dengan tujuan agar tercipta disiplin kerja pegawai yang baik

    Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Mewarnai

    Full text link
    Kegiatan ini berlatar belakang pada perkembangan kreativitas anak yang masih rendah. Masih banyak anak yang belum bisa mewarnai gambar sesuai dengan aslinya, anak belum bisa menjelaskan apa yang diwarnainya, dan masih ada yang cenderung mewarnai gambar hanya dengan satu warna saja. Kreativitas adalah daya atau kemampuan untuk mencipta. Mewarnai merupakan kegiatan membubuhkan warna atau pewarna (krayon) pada suatu gambar. Kegiatan mewarnai telah menjadi keterampilan yang sebaiknya dikuasai anak-anak sejak dini karena memahami warna, anak tidak hanya mengenal macam-macam warna namun juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengekpresikan diri. Peserta dalam kegiatan ini adalah TK Alhadi Raziq Sultan Jambi. Kata Kunci: Kreativitas, Warna, Mewarna

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Tenaga Keperawatan Honor di Unit Rawat Inap RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2016

    No full text
    ABSTRAK&#x0D; Latar Belakang: Kepuasan pasien dipengaruhi oleh baik atau buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan dokter, paramedis, penunjang medis dan rekam medis. Pelayanan keperawatan tidak lepas kaitannya dari kinerja perawat yang salah satunya dipengaruhi oleh pelaksanaan asuhan keperawatan..Nilai BOR di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2015 masih rendah yaitu 47,01% bila dibandingkan standar BOR yang ideal menurut Depkes RI (2005) adalah 60%-85%, nilai ideal untuk BOR yang disarankan adalah 75%-85%.&#x0D; Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner dan pedoman telaah dokumen.Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga keperawatan honor di unit rawat inap sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Total Sampling.&#x0D; Hasil penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara motivasi (P-Value=0,047), imbalan (P-Value=0,023) dan supervisi (P-Value=0,026) dengan kinerja tenaga keperawatan di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2016.&#x0D; Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara motivasi, imbalan dan supervise dengan kinerja tenaga keperawatan di unit rawat inap RSUD H. Abdul Manap tahun 2016.   </jats:p
    corecore