53 research outputs found
Manajemen pemasaran pendidikan: Penelitian di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban Bandung Barat
Madrasah Aliyah Al-Ittihad memiliki manajemen pemasaran pendidikan yang unik, yaitu terdapat proses promosi melalui door to door, atau pihak sekolah langsung mendatangi para calon peserta didik untuk bersama belajar di Madrasah Aliyah Al-Ittihad. Tentu kenyataan seperti ini sangat jarang ditemukan di lembaga pendidikan manapun. Namun, selain itu Madrasah Aliyah Al-Ittihad juga memiliki kekurangan, seperti kurang memaksimalkan media, sarana dan prasarana, yang akan berdampak pada pemasaran Madrasah Aliyah Al-Ittihad.
Tujuan penelitian ini untuk; 1) mengetahui latar alamiah Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban, 2) perencanaan pemasaran pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban. 3) pelaksanaan pemasaran pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban. 4) evaluasi pemasaran pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban. 5) hasil pemasaran pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban.
Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa pentingnya manajemen pemasaran pendidikan untuk mensukseskan tujuan pendidikan. Jika pendidikan tanpa adanya pengelolaan pemasaran pendidikan maka lembaga tersebut tidak akan berjalan maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Manajemen pemasaran pendidikan merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan pendidikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dengan cara penafsiran deskriptif semata-mata dan uji keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, analisis kasus negative, kecukupan referensi, uraian rinci dan auditing.
Hasil dari penelitian ini adalah; 1) Madrasah Aliyah Al-Ittihad Pangauban Kabupaten Bandung Barat didirikan pada tahun 2011 sebagai salah satu usaha Yayasan Al-Ittihad dalam bidang Pendidikan. 2) Perencanaan pemasaran pendidikan harus rasional, lentur, dan kontinue. Program perencanan yang dilakukanpun meliputi program mingguan, bualanan, semesteran dan tahunan. 3) Pelaksanaan Pemasaran di MA Al-Ittihad yang pertama yaitu pembentukan PPDB dengan di SK kan oleh kepala sekolah secara langsung, media pemasaran melalui media cetak yaitu spanduk, brosur, pamplet, stiker dan lain sebagainya dan yang terakhir melakukan jemput bola.Ada dua cara pemasaran jemput bola yang juga dilakukan oleh MA Al-Ittihad yaitu; pertama Menghubungi wali kelas atau kepala sekolah di sekolah tersebut. Kedua Langsung mendatangi rumahnya orang tuanya. 4) Evaluasi yang dilakukan oleh pengelola pemasaran pendidikan di MA Al-Ittihad Pangauban Bandung Barat tidak hanya dilakukan di akhir periode saja, melainkan juga dalam prosesnya, yaitu pada tiap dua mingguan, bulanan, tengah semester, akhir semester dan akhir tahun. Ini dilaksanakan dalam bentuk pertemuan / rapat oleh kepala sekolah. 5) Konsep manajemen pemasaran pendidikan yang dilakukan oleh MA Al-Ittihad berupa planning (perencanaan), actuating (pelaksanaan/ pengarahan) dan controlling (pengendalian/evaluasi)
A POETIC NASIHAT-NAME WRITTEN FOR MURAD IV: MIFTAH-I CENNET OF QADIRI HUSEYIN
Many nasihat-names have been written with the aim of improving the individual and society in Turkish Islamic Literature field. These works can be written for the general community, they are also written for a spesific part of the society such as women, children, brethren, state administrators. The work named Miftah-i Cennet of Qadiri Huseyin was written for Sultan IV. Murad, one of the 17th century Ottoman sultans. The aim of the work is to guide the sultan who ascended the throne at the age of just a child. Sultan is the collocutor of the advices given to lead him to the happiness of the world and the hereafter. In this study, Miftah-i Cennet that was written for Sultan IV. Murad and has the feature of a poetic nasihat-name will be introduced. In the first part of the study, which consists of two parts, the life and works of Qadiri Huseyin, the author of the work, which does not have any information about his life in the biographical sources, will be mentioned. In addition, the opinions that the person known as Muhyiddin-i Qadiri may be the same person as Qadiri Huseyin will be presented. In the second part, the copies of Miftah-i Cennet which is the subject of our study will be introduced and general information about the content of the work will be given
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN YANG DILAKUKAN OLEH DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kebijakan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilan implementasi kebijakan serta upaya-upaya untuk mengatasi hambatan Implementasi Kebijakan tersebut Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penyusunan Skripsi ini adalah Metode Penelitian Kualitatif, dengan variabel mandiri yaitu implementasi kebijakan. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, informan dalm penelitian ini yaitu Kepala Dinas, Kabid Hubungan Industrial, Kasi Hubungan Industrial, Kasi Syart Kerja dan Kelembagaan dan Analis Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja. Dalam menganalisis data, menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Conclution Drawing/ Verification, dan Trianggulasi serta Validasi Data. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi yang kemudian dilakukan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Kebijakan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang dapat dikatakan cukup baik, meskipun ada beberapa indikator yang masih memerlukan peningkatan serta dukungan dari semua pihak, baik dari perusahaan maupun pemerintah. Saran yang disampaikan dalam rangka untuk meningkatkan pelaksanaan atau penerapan kebijakan peraturan Bupati nomor 11 tahun 2017 tentang jamnian sosial ketenagakerjaan antara lain menyelenggarakan kegiatan khusus secara berkala untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan maupun keterampilan penyelenggara yaitu dinas tenagakerja dan transmigrasi maupun dari sasaran kebijakan dalam hal ini perusahaan
Implementasi PSAK no.109 pada Lembaga Amil Zakat Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Malang
INDONESIA:
Lembaga Amil Zakat Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Malang adalah sebuah organisasi yang bergerak dibidang pengelolaan dana zakat, infaq, dan shadaqah. Organisasi pengelola dana zakat, infaq, dan shadaqah harus menggunakan pembukuan yang benar dalam pelaporan keuangannya. apabila dalam pengelolan dana zakatnya belum menerapkan akuntasi zakat, akibatnya ada masalah dalam audit laporang keuangan organisasi pengelola zakat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi penyusunan dan pelaporan keuangan berdasarkan perspektif PSAK No.109 dan untuk mengetahui bagaimana dalam ketepatan penyaluran dana zakat, infaq, dan shadaqah oleh pihak LAZ Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Malang. Jenis penelitian ini menggunakan deskrifptif kualitatif dengan metode survey. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen pada Lembaga Amil Zakat Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Malang. Data diperoleh dengan data primer dan sekunder, data primer diperoleh langsung dari pimpinan Lembaga Amil Zakat Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Malang. Sedangkan data sekunder berupa laporan pemasukkan dan pengeluaran disetiap bulannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lembaga Amil Zakat Masjid Al-Ikhlas Pandanwangi Kota Malang masih belum menerapkan PSAK No.109 dalam pelaporan keuangannya. Dan laporan keuangannya hanya berupa laporan pemasukkan dan pengeluaran tiap bulannya. Lembaga Amal Zakat Masjid Al-Ikhlas belum membuat kebijakan akuntansi yang relevan lalu belum mengelompokkan dana amil berdasarkan rumusan didalam PSAK No.109.
ENGLISH:
The Amil Zakat Institute of Al-Ikhlas Mosque in Pandanwangi Malang is an organization engaged in the management of zakat, infaq, and shadaqah funds. Zakat, infaq and shadaqah fund management organizations must use proper accounting in their financial reporting. One of the consequences of the management of zakat funds that have not yet applied zakat accounting is that there are problems in auditing the financial statements of zakat management organizations.
The purpose of this study was to find out how the implementation of financial preparation and reporting based on the perspective of PSAK No. 109 and to determine the accuracy of zakat, infaq, and shadaqah funds distribution by the LAZ Al-Ikhlas Mosque Pandanwangi Malang. The type of research is a qualitative descriptive with survey methods. The data collection method used is by observation, interview, and document study at the Amil Zakat Institution of Al-Ikhlas Mosque, Pandanwangi Malang. The data used are primary and secondary data. Primary data were obtained directly from the head of the Amil Zakat Institute of the Al-Ikhlas Mosque in Pandanwangi Malang. Whereas secondary data are income and expenses reports in each month.
The results of this study indicate that the Amil Zakat Institute of the Al-Ikhlas Mosque of Pandanwangi Malang still has not applied PSAK No.109 in its financial reporting. The financial statements are only in the form of income and expenditure reports every month. The Amil Zakat Institute of Al-Ikhlas Mosque has not made relevant accounting policies and has not grouped amil funds based on the formulation in PSAK No.109
DIMENSI PSIKOLOGIS PEMAKNAAN AZAB NERAKA DALAM SURAT AL-WAQI’AH (Studi Kasus Kelompok Kajian Al-Miftah Ahmad)
ABSTRAK
Azab neraka adalah hukuman dari Allah untuk para pendosa,
baik dari kalangan mukmin maupun non mukmin (orang-orang kafir,
munafik dan musrik). Kehidupan di dunia hanyalah sementara dan
tempat untuk bersenda gurau. Sedangkan akhirat adalah tempat
terakhir kita untuk pulang. Dalam akhirat terdapat dua pilihan dimana
semua yang kita kerjakan di dunia ada pertanggung
jawabannyayaitusurga dan neraka. Ketika kita membahas tentang azab
neraka, tidak menutup kemungkinan seseorang tidak merasakan
respon psikologis baik respon fisik atau non fisik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
pemaknaan azab neraka menurut ustadz Baha‟udin Ahmad selaku
pengajar tafsir di TPA tersebut, perbandingan makna azab neraka
dalam surat Al-Waqi‟ah yang disampaikan oleh sang ustadz dengan
tafsir yang penulis pakai yaitu Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish
Shihab, serta dimensi psikologis kelomok kajian TPA Al-Miftah
Ahmad yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang,
Lampung Selatan terhadap penafsiran tentang azab neraka terebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan pendekatan pustaka dan lapangan. Sumber data
penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi,
dan ditinjau dari beberapa kepustakaan.
Adapun hasil penelitian ini yaitu: makna azab neraka menurut
kelompok kajian Al-Miftah Ahmad adalah suatu hukuman yang
diberikan oleh Allah untuk orang-orang yang melanggar perintah-Nya.
Dengan adanya makna tersebut dapat ditemukan perbandingan
pemaknaan azab neraka dalam surat Al-Waqi‟ah antara kelompok
kajian Al-Miftah Ahmad dengan M. Quraish Shihab, dalam kitab
tafsirnya Quraish Shihab hanya menjelaskan bentuk-bentuk azab
neraka dalam surat Al-Waqi‟ah tidak menjelakan makna dari azab
nerakanya sedangkan kelompok kajian Al-Miftah Ahmad menjelaskan
secara detail makna dan bentuk azab neraka. Respon kelompok kajian
Al-Miftah Ahmad setelah mendengar ustadz Baha‟udin Ahmad
menjelaskan tentang azab neraka bermacam-macam ada yang takut,
sedih, gelisah, bahkan sampai menangis karena teringat dosa yang
telah mereka perbuat. Semua jam‟ah mempercayai bahwa azab neraka
itu benar adanya.
Kata kunci : Azab, Makna, Psikologis
iii
ABSTRAK
The punishment of hell is a punishment from Allah for
sinners, both believers and non-believers (unbelievers, hypocrites and
polytheists). Life on earth is only temporary and a place for fun. While
the afterlife is our last place to go home. In the afterlife there are two
choices where everything we do in this world is accountable, namely
heaven and hell. When we talk about the punishment of hell, it is
possible that someone does not feel a psychological response, either a
physical or non-physical response.
The purpose of this study was to find out how the meaning of
the punishment of hell according to Ustadz Baha'udin Ahmad as a
teacher of interpretation at the TPA, the comparison of the meaning of
the punishment of hell in the letter Al-Waqi'ah delivered by the ustadz
with the interpretation that the author used, namely Tafsir Al-Mishbah
by M. Quraish Shihab, as well as the psychological dimensions of the
Al-Miftah Ahmad TPA study group located in Karangsari Village,
Ketapang District, South Lampung on the interpretation of the
punishment of hell.
The method used in this research is a qualitative method with
a literature and field approach. The data sources of this research were
obtained from interviews, observations, and documentation, and were
reviewed from several literatures.
The results of this study are: the meaning of the punishment
of hell according to the study group of Al-Miftah Ahmad is a
punishment given by Allah to those who violate His commands. With
this meaning, it can be found a comparison of the meanings of the
punishment of hell in the letter Al-Waqi'ah between the study group of
Al-Miftah Ahmad and M. Quraish Shihab, in his book of commentary
Quraish Shihab only explains the forms of the punishment of hell in
the letter Al-Waqi'ah not explained the meaning of the punishment of
hell while the study group Al-Miftah Ahmad explained in detail the
meaning and form of the punishment of hell. The response of the Al�Miftah Ahmad study group after hearing Ustadz Baha'udin Ahmad
explain about the punishment of hell varies, some are afraid, sad,
anxious, even cry because they remember the sins they have
committed. All jam'ah believe that the punishment of hell is true.
Keywords: Punishment, Meaning, Psychologica
GAYA PENAMPILAN DAKWAH HANAN ATTAKI, ALI JABER, DAN MIFTAH
In preaching, da\u27i must need a way or method to provide attractiveness for the object of da\u27wah to enter into the study of da\u27wah, the ethics of fashion as a thing that is very noticed by the community in the da\u27wah of its da\u27i, no wonder when fashion trends today become a favorite thing of the community in a da\u27wah delivered by the da\u27i. It has been widely studied about the ethics of fashion in preaching in order to attract mad\u27u, but not all people have a fashion interest in one da\u27i. In this journal, the author took three examples of da\u27i using clothes that were able to attract mad\u27u in his da\u27wah studies, namely Hanan Attaki, Ali Jaber, and Miftah. The purpose of this journal is because the public knows that fashion is able to cause mad\u27u interest in a da\u27wah. With this journal, we will know that all kinds of clothing can be used as a trend of da\u27wah as long as it doesn’t violate ethics of da\u27wah fashion that is in accordance with shariat isla
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KECAMATAN PANCORAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kecamatan Pancoran, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 60 pegawai dan seluruhnya dijadikan responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji parsial (t-test) dan uji simultan (F-test) pada tingkat signifikansi 5%. Secara parsial, gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan thitung = 2,401 > ttabel = 2,0032 dan p = 0,020 < 0,05. Budaya organisasi (X2) juga berpengaruh signifikan dengan thitung = 3,899 > 2,0032 dan p = 0,000 < 0,05. Namun, kompensasi (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan thitung = -0,847 < -2,0032 dan p = 0,401 > 0,05. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan Fhitung = 16,528 > Ftabel = 2,77 dan p = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui perbaikan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KECAMATAN PANCORAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kecamatan Pancoran, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 60 pegawai dan seluruhnya dijadikan responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji parsial (t-test) dan uji simultan (F-test) pada tingkat signifikansi 5%. Secara parsial, gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan thitung = 2,401 > ttabel = 2,0032 dan p = 0,020 < 0,05. Budaya organisasi (X2) juga berpengaruh signifikan dengan thitung = 3,899 > 2,0032 dan p = 0,000 < 0,05. Namun, kompensasi (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan thitung = -0,847 < -2,0032 dan p = 0,401 > 0,05. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan Fhitung = 16,528 > Ftabel = 2,77 dan p = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui perbaikan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi
Criticism of the Stylistic Approach and Its Levels in 'Miftah Al-‘Ulum' By Al-Sakaki
Analyzing the roots of many modern linguistic theories and approaches in literary criticism and contemporary linguistics is considered an important topic in contemporary literary research, especially in the old and Islamic critical heritage, due to its immense scholarly wealth.
There is no doubt that Islamic rhetoric has achieved tremendous accomplishments in the field of linguistic knowledge and the evaluation of literary discourse, under the framework of Quranic research from the time of its revelation until now. Many of the theories that emerged in Europe in the last two centuries have an Islamic character, and the basis of those theories, or at least some of their indications, were adopted from Islamic rhetoric. We also see that this issue in the theories drew its roots from the works of Abd al-Qahir al-Jurjani, as explicitly stated by theorists. Although the ancient rhetoricians did not present these ideas in the form of systematic and artistic theoretical frameworks, these books and works contain the information and evidence related to methodological and innovative approaches for analyzing speech and literary texts through the remaining works of the old scholars and critics.
The book 'Miftah al-Ulum' by Al-Sakkaki holds great importance in shaping new theories. This book has been a source for many rhetorical works since its writing, and various commentaries and studies have been based on it. It continues to be considered fertile ground for deriving effects and indicators for new theories.
This article aims to identify and analyze the five foundations of class-based stylistics, encompassing five levels: rhythmic, grammatical, lexical, rhetorical, and intellectual, in this book. The result shows that the author's style and the structure of the book are closely linked to stylistics in its modern sense. The author discussed different levels of this critical branch, such as phonetic, grammatical, rhetorical, and some of its criteria in his book. It is worth mentioning that the method used in this research is descriptive-analytical
THE EFFECTIVENESS OF DICTATION STRATEGIES ON IMPROVING STUDENTS LISTENING ABILITY FOR IGHT GRADE STUDENTS AT MTs DARUL HIKMAH TULUNGAGUNG
ABSTRACT
Mohammad Miftah Nur Wahid, Student ID Number. 126203202123. 2024. The
Effectiveness of Dictation Strategies on Improving the Listening Ability
For Eight Grade Students at MTs Darul Hikmah Tulungagung. English
Education Department. Faculty of Tarbiyah and Tescher Training. State
Islamic University Sayyid Ali Rahmatullah of Tulungagung. Advisor.
Mrs. Arpinda Syifa Awalin, M.Pd.
Keyword: Effectiveness, Dictation Strategies, Improving, Listening Ability
In Indonesia, English is a foreign language that is taught in schools. To keep
up with the times, mastering English skills is very important. As a basis for good
communication, listening ability. However, seeing the current condition, students
lack motivation to learn English because they feel that it is difficult. Therefore,
teachers need to use media that can attract students' interest in learning, one of which
is through dictation. In this study, the author wants to know whether the use of
dictation strategies can be effective on listening ability for eighth grade students at
MTs Darul Hikmah Tulungagung or not. The method used in this research is
quantitative and uses quasi-experimental as the research design. The data collection
technique is through Pretest, Treatment, and Post-test given to two groups, namely
experimental and control groups. First, the researcher gave a Pre-test to both groups
to find out the extent of their listening ability before being given treatment. Secondly,
the researcher gave treatment in the form of listening ability using dictation strategies
to the experimental group, while conventional media to the control group. After 4
meetings, the researcher gave the Post-test to both groups to find out if there was a
difference in the mean scores between the two groups. The data obtained were then
analyzed using the help of the SPSS 30 program. Researcher used the Independent
Sample T-test. The results of the analysis showed that the Sig. (2-tailed) is 0.003 <
0.05. which means the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis
(Ha) is accepted. Therefore, the use of Dictation strategies is effective in improving
the listening ability of eighth-grade students at MTs Darul Hikmah Tulungagung.From the explanation above, this research concludes that the use of Dictation
strategies is effective on the listening ability of eighth-grade students at MTs Darul
Hikmah Tulungagung
- …
