Jurnal Komputer Dan Teknologi
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
Pengaruh Sarana dan Prasarana Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Abdi Karya Kota Bekasi
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh sarana dan prasarana sekolah terhadap prestasi siswa di Sekolah Menengah Pertama Abdi Karya Kota Bekasi. Sarana dan prasarana yang diteliti meliputi fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga, serta aspek non-fisik seperti ketersediaan buku dan teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan siswa dari kelas VIII di SMP Abdi Karya Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengevaluasi persepsi siswa mengenai sarana dan prasarana serta nilai akademik mereka. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier untuk mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Hasil menunjukkan bahwa sarana dan prasarana sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya investasi dalam infrastruktur pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bekasi. Besaran pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap prestasi belajar Siswa SMP Abdi Karya Kota Bekasi adalah sebesar 14,3% yang dinyatakan pada nilai R Square = 0,143
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN BERBASIS WEB : STUDI KASUS PUSKESMAS PURNAMA DUMAI
This study aims to design a web-based patient registration information system at Puskesmas Purnama, Dumai City, to address the inefficiencies of the existing manual registration process. The conventional method often leads to long queues, data entry errors, and delayed services. The system was developed using the Waterfall model, consisting of requirement analysis, system design, implementation, and testing phases. The application was built using PHP for programming and MySQL as the database, with a web interface designed to be user-friendly for both staff and patients. The resulting prototype allows online registration and provides a more structured and efficient data management process. With this system, the administrative services at Puskesmas Purnama are expected to become faster, more accurate, and digitally integrated.Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah sistem informasi pendaftaran pasien berbasis web di Puskesmas Purnama, Kota Dumai, guna mengatasi berbagai permasalahan dalam proses pendaftaran manual yang masih digunakan. Proses konvensional tersebut sering kali menimbulkan antrean panjang, kesalahan input data, serta memperlambat pelayanan. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem dikembangkan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai basis data, serta menyediakan antarmuka web yang mudah digunakan baik oleh petugas pendaftaran maupun pasien. Prototipe yang dihasilkan memungkinkan proses pendaftaran dilakukan secara daring dan lebih terstruktur, serta mendukung efisiensi kerja petugas. Dengan implementasi sistem ini, layanan administrasi di Puskesmas Purnama diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis digita
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP TAGAR #KABURAJADULU DI MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Tingginya aktivitas masyarakat Indonesia di media sosial, khususnya platform X (dahulu Twitter), mencerminkan kuatnya opini publik terhadap berbagai isu sosial, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu fenomena yang viral adalah tagar #kaburajadulu, yang merepresentasikan ekspresi kekecewaan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen masyarakat terhadap tagar tersebut ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral, serta mengevaluasi performa metode Naïve Bayes Multinomial dalam klasifikasi sentimen. Data dikumpulkan melalui proses crawling dari platform X, kemudian diproses melalui tahap pra-pemrosesan teks, pelabelan menggunakan InSet Lexicon, dan pembobotan fitur menggunakan TF-IDF. Model Naïve Bayes dilatih dan diuji dengan pembagian data 80:20 serta dievaluasi menggunakan 10-Fold Cross Validation dengan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil menunjukkanbahwa model berhasil mengklasifikasikan sentimen negatif dengan baik (akurasi 75%), namun belum optimal dalam mengenali sentimen positif dan netral. Penelitian ini mengonfirmasi dominasi opini negatif terhadap tagar #kaburajadulu dan membuka peluang pengembangan metode klasifikasi yang lebih kompleks pada isu-isu sosial digital
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ASET TETAP DAERAH PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BKAD) KABUPATEN MANGGARAI
Pengelolaan aset tetap daerah merupakan unsur krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, dan akuntabel. Meskipun Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Manggarai memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut (2021–2023), berbagai permasalahan masih ditemukan, antara lain pencatatan yang belum lengkap, penggunaan aset yang tidak sesuai regulasi, dan pemanfaatan aset yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan aset tetap daerah di BKAD Kabupaten Manggarai berdasarkan Permendagri No. 19 Tahun 2016. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap belum sepenuhnya efektif, dengan hambatan utama berupa kurangnya pemahaman SDM, keterbatasan anggaran, serta belum maksimalnya pemanfaatan sistem informasi. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas SDM, perbaikan sistem pencatatan, dan penguatan pengawasan aset untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset daerah
GOVERNANCE ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF THE FREE NUTRITIOUS MEAL PROGRAM
The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the government’s strategic initiatives aimed at improving nutritional quality and public welfare, particularly for school-aged children. This article seeks to identify key governance factors of the MBG program that influence its implementation effectiveness and to provide policy recommendations to strengthen the governance of the National Nutrition Agency (BGN). This study employs a combination of approaches and methodologies, including the Triangulation Model, Analytical Hierarchy Process (AHP), and SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis. The triangulation model identified eight (8) priority governance criteria for the MBG program: Participatory, Transparency, Accountability, Effectiveness-Efficiency, Collaboration, Digital Technology, Decentralization, and Program Evaluation. AHP results indicate that Effectiveness and Efficiency are the primary success factors of the MBG program, while Digital Technology serves as an enabler of Transparency and Evaluation, with improvements in Participation and Collaboration driven by a multi-stakeholder approach
THE IMPLEMENTATION OF GOOD GOVERNANCE IN REGIONAL FINANCIAL MANAGEMENT IN SOUTH CENTRAL TIMOR REGENCY
This study aims to analyze the implementation of good governance principles—namely transparency, accountability, and public participation—in regional financial management in South Central Timor Regency. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, documentation, and analysis using NVivo software. The findings indicate that the local government has made efforts to implement transparency through digital information systems and public information dissemination, although challenges remain, such as the limited use of social media. Accountability is pursued through internal audits and the publication of financial reports, but there are still issues concerning the effectiveness of oversight. Public participation in budget management remains largely formal and has yet to become fully participatory. The study concludes that the application of good governance principles in South Central Timor Regency is underway but still requires strengthening, particularly in implementation and community involvement, to achieve better and more sustainable governance
MAGANG MAHASISWA SEBAGAI GERBANG AWAL MEMASUKI DUNIA KERJA
Magang merupakan kegiatan yang harus dilalui mahasiswa sebagai awal menuju dunia kerja. Magang merupakan masa transisi sehingga harus dipersiapkan secara baik. Keseluruhan bentuk kegiatan magang menjadi wadah untuk mengasah kemampuan dan pengembangan kompetensi secara praktis untuk mempersiapkan diri di masa akan datang. Mahasiswa akan dapat mengetahui sistem kerja dan kendala-kendala yang dihadapi pada lokasi magang, sehingga semakin terampil untuk bekerja dan siap memasuki gerbang dunia kerja. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor melaksanakaan kegiatan magang pada beberapa lokasi, seperti perusahaan, organisasi, lembaga, atau instansi. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota yang ada di Pulau Timor, salah satunya Kabupaten Malaka. Pelaksanaan kegiatan magang selama kurang lebih 45 hari kerja di lokasi magang, dengan tujuan agar mahasiswa merasakan proses menerapkan keilmuan atau kompetensi yang didapat selama menjalani masa pendidikan, di dunia kerja secara langsung. Magang adalah kegiatan yang sangat penting dan bisa dijadikan sebagai gerbang awal untuk mendapatkan karir di masa depan; memiliki dampak yang baik bagi peningkatan kualitas sebelum memasuki dunia kerja; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, memperluas jaringan profesional, mengembangkan kemampuan beradaptasi, memperoleh umpan balik dan evaluasi, serta meningkatkan peluang kerja; dan diharapakan mahasiswa dapat meningkatkan kedisiplinan, kreativitas, kesopanan, adaptasi, komunikasi, dan kemajuan aktivitas kegiatan
PENGARUH FASILITAS KANTOR DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEMANDIRIAN PADA BIRO SUMBER DAYA MANUSIA KEPOLISIAN INDONESIA DAERAH PAPUA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fasilitas Kantor (X1) dan Budaya Organisasi (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y), serta menilai peran variabel Kemandirian sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif dan asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dan data dianalisis menggunakan program SPSS versi 29. Uji parsial (t-test), uji simultan (ANOVA), serta analisis jalur (path analysis) dilakukan untuk mengukur pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Fasilitas Kantor berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (thitung = 21,852 > ttabel = 1,99; sig. 0,000), dan Budaya Organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (thitung = 18,793 > ttabel = 1,998; sig. 0,000). Uji simultan menunjukkan nilai Fhitung sebesar 280,759 > Ftabel 2,4 dengan signifikansi 0,000, yang berarti kedua variabel berpengaruh secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa 74,2% variasi Kinerja Pegawai dijelaskan oleh Fasilitas Kantor dan Budaya Organisasi, sedangkan sisanya 25,8% dipengaruhi faktor lain. Analisis jalur menunjukkan bahwa Kemandirian memperkuat pengaruh Fasilitas Kantor terhadap Kinerja Pegawai (pengaruh total 0,204) dan memperkuat pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai (pengaruh total 0,436)
PENINGKATAN KAPASITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DI DESA AS MANULEA KECAMATAN SASITAMEAN KABUPATEN MALAKA
Abstrak
Praktek Kerja Mahasiswa (PKM) dilaksanakan di Desa As Manulea, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, untuk menjawab permasalahan mitra berupa lemahnya sistem administrasi pemerintahan desa, kurangnya penataan informasi wilayah, serta menurunnya kualitas lingkungan akibat berkurangnya tutupan hijau. Kondisi ini menyebabkan proses pelayanan publik dan perencanaan pembangunan kurang efektif, serta menimbulkan kerentanan lingkungan. Kegiatan PKM dilakukan dengan metode partisipatif melalui perbaikan administrasi desa, pembuatan papan identifikasi RT/RW dan dusun, serta program reboisasi di lahan kritis. Pendekatan ini dipadukan dengan praktik lapangan, dokumentasi data, serta sosialisasi kepada masyarakat agar program berjalan aplikatif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tertib administrasi, di mana data kependudukan dan pendataan wilayah desa menjadi lebih akurat dan terstruktur. Penataan informasi wilayah berhasil memperjelas batas administratif, mempermudah koordinasi, serta meningkatkan transparansi tata kelola pemerintahan desa. Selain itu, kegiatan reboisasi dan penyuluhan lingkungan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kelestarian alam, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan penghijauan dan kebersihan lingkungan. Secara keseluruhan, PKM ini tidak hanya memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan desa dan pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa serta manfaat nyata bagi masyarakat.
 
MAGANG: PENINGKATAN HARD SKIL DAN SOFT SKILL MAHASISWA
Magang yang menekankan pada aspek hard skill dan soft skill adalah ringkasan yang menjelaskan bagaimana magang meningkatkan kompetensi teknis (hard skill) dan kualitas interpersonal (soft skill) mahasiswa, yang keduanya saling melengkapi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Tujuan magang untuk mengimplementasikan ilmu, tantangan yang dihadapi, serta hasil berupa peningkatan hard skill (misalnya, pemahaman prosedur kerja) dan soft skill (seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah). Dengan pelaksanaan magang oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Timor yang telah menerapkan hard skill dan soft skill, maka sangat membantu dalam pelaksanaan tugas, serta membantu dalam adaptasi, komunikasi, dan kolaborasi di lingkungan kerja yang dinamis. Kedua jenis keterampilan tersebut saling melengkapi dan sama-sama penting untuk mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi dunia profesional setelah selesai pendidikan dari perguruan tinggi