1,721,076 research outputs found

    Tari Klasik"Gambyong Pareanom"

    No full text
    Tari Klasik"Gambyong Pareanom" Penyaji: STSI Surakarta, dalam rangka pembukaan Festival Tari Garapan Baru TK. Nasional, Pendapa ISI Surakart

    Gambyong Pareanom

    No full text
    Tari Gambyong Pareanom berasal dari lingkungan luar pura yang diadopsi menjadi milik Pura mangkunegaran. Tari ini sebagai alat pelestari norma-norma sosial, nilai-nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat serta mempererat identitas kelompok. Nilai yang dilestarikan meliputi: rikat,cukat, cakut, prigel, trampil dan merak ati. Tari Gambyong dianggap sebagai tarian untuk melatih ketrampilan dan keluwesan menari. Penelitian antropologi tari ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif

    Analisis Koreografi Tari Gambyong Pareanom Di Pasraman Bhuana Puja Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Tari Gambyong yang pada awalnya muncul dan lahir di wilayah Surakarta, ternyata hingga saat ini telah tersebar terutama di Jawa. Seperti halnya Tari Gambyong Pareanom yang ada di Dukuh Tagung Gede, Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Boyolali sebagai lokasi penelitian dari Tugas Akhir Penelitian Skripsi. Tari Gambyong yang ada di Desa Karanganyar ini adalah jenis Tari Gambyong Pareanom. Tempat pembelajaran dari Tari Gambyong Pareanom itu sendiri berada di dalam wilayah tempat ibadah umat Hindu yang tinggal dan hidup di Desa Karanganyar, Musuk, Boyolali. Tempat ibadah tersebut bernama Pura Bhuana Puja yang digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan kesenian bagi masyarakat sekitar, terutama masyarakat Hindu. Peneliti mengambil topik tentang “Bentuk koreografi” karena tertarik dengan bentuk dari Tari Gambyong Pareanom itu sendiri dan koreografi Tari Gambyong Pareanom yang berada di dalam pura. Terutama dalam segi konteksnya yang berkaitan erat dengan upacara keagamaan bagi umat Hindu. Keterkaitan tersebut berada pada setiap upacara yang berkaitan dengan hari raya umat Hindu, selalu menampilkan Tari Gambyong Pareanom. Hal tersebut dikarenakan bahwa di Pura Bhuana Puja telah menjadikan Tari Gambyong Pareanom sebagai tarian khas yang dimiliki oleh Dukuh Tagung Gede, utamanya di Pura Bhuana Puja. Keberadaan Tari Gambyong Pareanom di Dukuh Tagung Gede ini selalu berkaitan dengan adanya upacara keagamaan yang ada pada hari raya umat Hindu. Tari Gambyong Pareanom akan selalu ditampilkan, terutama apabila acara yang diselenggarakan itu bertepatan dengan hari raya Hindu dan tempat pelaksanaannya berada di Pura Bhuana Puja

    Perangkat Lunak Bantu Pembelajaran Tari Gambyong Pareanom Untuk Melestarikan Seni Tari Tradisional di Jawa Tengah

    No full text
    ABSTRAK Laporan Tugas Akhir dengan judul ”Perangkat Lunak Bantu Pembelajaran Tari Gambyong Pareanom Untuk Melestarikan Seni Tari Tradisonal Di Jawa Tengah ” telah diselesaikan. Pada Pembelajaran tari gambyong pareanom dengan tujuan untuk melestarikan seni tari tradisional di Jawa Tengah. Dengan masih minimnya pemahaman masyarakat dalam penguasaan materi tari gambyong pareanom sebagai contoh dari tari tradisional yang ada di Jawa Tengah. Dikarenakan belum adanya keinginan untuk mengenal dan mengetahui tari tradisional. Proses belajar mengajar dilakukan hanya bertatap muka dengan guru tari, praktik dan tanpa menggunakan metode yang lain seperti simulasi dari materi tari tersebut. Sehingga penari belum mengenal dan mengetahui apa itu tari tradisional, dan tari gambyong pareanom pada khususnya. Perangkat lunak bantu pembelajaran tari gambyong pareanom bertujuan untuk membantu mayarakat dalam pemahaman pada seni tari tradisonal. Sehingga dengan alat bantu pembelajaran tari gambyong pareanom ini, masyarakat dapat belajar sendiri tanpa adanya presentasi guru tari. Pada tugas akhir ini menggunakan prototyping sebagai metode pengembangannya. Karena prototyping adalah metode dengan menyajikan gambaran yang lengkap tentang sistemnya Kata Kunci : Tari Gambyong Pareanom, Pembelajaran xiv + 112 halaman; 61 gambar; 13 tabe

    Analisa bentuk dan struktur tari gambyong pareanom gaya Mangkunegaran

    No full text
    Mencermati tari Gambyong Pareanom hasil ciptaan Bei Minta Laras nampaknya jauh berbeda dengan tari Gambyong yang lainnya, di mana disusun atas dasar dari tari Srimpi, tari Golek dan pengaruh dari tari wireng. Pengaruh dari tari Srimpi dapat dilihat pada bagian merong, pengaruh tari Golek pada bagian kebar dan pengaruh dari tari wireng pada bagian maju beksan dan mundur beksan.Dengan terwujudnya suatu bentuk tari senantiasa dihadapkan pada suatu keutuhan yang terdiri dari serangkaian komponen-komponen yang saling berkaitan dan melengkapi. Dengan adanya tata hubungan yang menghadirkan suatu bentuk tertentu penulis berhasrat menganalisa tari Gambyong Pareanom

    Analisis bentuk tari gambyong Pareanom versi S. Ngaliman

    No full text
    Tari gambyong yang berkembang saat ini pada mulanya merupakan tari awal paa pertunjukan tayub. Tayub pada waktu itu merupakan bagian dari upacara kesuburan. Akan tetapi perubahan-perubahan terus terjadi dalam kehidupan masyarakat, sehingga tari gambyong yang menjadi bagian dari tayub & terkait dengan upacara kesuburan, lepas menjadi tari yang berdiri sendiri. Sebagai seorang seniman yang kreatif S. Ngaliman menyusun tari Gambyong Pareanom ini berbeda dibandingkan dengan tari gambyong lainnya. Perbedaan itu terletak pada susunan motif-motif gerak & gending pengiringnya. Perbedaan tersebut menjadikan tari gambyong Pareanom versi S. Ngaliman kelihatan lincah & dinamis

    HUMOR DALAM KUMPULAN CERPEN MUSLIHAT MUSANG EMAS KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM

    Get PDF
    BAYU ARGHA DHANI. 2023. Humor Dalam Kumpulan Cerpen Muslihat Musang Emas Karya Yusi Avianto Pareanom. Skripsi. Jakarta. Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan mengetahui humor yang terdapat dalam kumpulan cerpen Muslihat Musang Emas Karya Yusi Avianto Pareanom. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta sejak bulan Juni 2020 sampai Agustus 2023. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humor dari Sigmund Freud. Teori humor Sigmund Freud terdapat teknik humor dan kategori humor. Teknik humor terdiri dari kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi. Kategori humor terdiri dari humor bertendensi dan humor non-tendensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Kata Kunci: humor, teknik humor, kategori humor, Muslihat Musang Emas **** BAYU ARGHA DHANI. 2023. Humor In The Short Story Collection Muslihat Musang Emas by Yusi Avianto Pareanom. Thesis. Jakarta. Indonesian Literature Study Program. Faculty of Language and Art. State University of Jakarta. This research aims to find out the humor contained in the short story collection Muslihat Musang Emas by Yusi Avianto Pareanom. This research was carried out in Jakarta from June 2020 to August 2023. The theory used in this research was Sigmund Freud's theory of humor. Sigmund Freud's theory of humor includes humor techniques and humor categories. Humor techniques consist of condensation, diversion, and symbolization. The humor category consists of tendentious humor and non-tendency humor. The method used in this research is a qualitative descriptive method. Keywords: humor, humor techniques, humor categories, Muslihat Musang Ema

    Kendangan tari Gambyong Pareanom ditinjau dari pola penyajiannya.

    No full text
    Tujaun penyajian untuk mengetahui sampai sejauh mana peranan kendangan dalam sajian tari, lebih lanjut dikaitkan antara relevansi gerak tari dengan pola kendangannya.Tari gambyong pareanom merupakan kekeyaan budaya milik istana Mangkunegaran Surakarta, yang memiliki spesifik dalam penyajiannya. Hal ini terkait juga pada gendingnya

    Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul “Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mendeskripsikan transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan fokus terhadap transformasi cerita wayang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu menonton video pementasan wayang, membaca secara intens, menginventarisasi data, mengklasifikaskan data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom memiliki transformasi dari cerita wayang ke dalam bentuk novel. Transformasi terdapat pada bagian awal cerita, inti cerita, dan akhir cerita

    Analisis Gaya Tari Gambyong Pareanom Versi Mangkunegaran

    Get PDF
    Gaya tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran lahir dari beberapa proses perekayasan hingga pada puncaknya mencapai dan menemukan gaya tari Mangkunegaran. Proses perekayasaan Gaya Tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran sebagai gaya budaya lahir melalui sistem gagasan masyarakat Mangkunegaran tersebut akan dianalisis dengan mengunakan konsep Alan Lomax sebagaimana yang terterang dalam metode Choreomatric. Penjelasan cara kerja klasifikationa menurut Alan Lomax meliputi 9 kategori digunakan sebagai cara untuk mengetahui seberapa jauh ukuran proses perekayasaan gaya tari Mangkunegaran dengan melihat keseluruhan bentuk sajian dan pelaksanaannya. Bagian tubuh yang paling aktif (Most active body parts) digunakan terletak pada bagian tangan melalui gerak muryani busana, sendi magak, trisig sehingga dari data tersebut dapat dijumlah bagian tubuh (number of body part) yang sering bergcrak diataranya meliputi tangan dan lengan tangan serta kaki bagian luar dan bagian dalam. Sikap tubuh (body attitude) menggunakan bentuk posisi kaki membuka sejajar berjarak satu kepal tangan orang dewasa, lutut ditekuk hingga bagian ujung jari-jari tangan menyentuh lutut dengan posisi langan lurus ke bawah badan tegak. Bentuk perpradahan (shape of transition) berupa gerak penghubung magak, nyamber, trisig, bentuk aktifitas utama (shape of main activity) menggunakan joged baku ragam putri yang menggambarkan keluwesan dan kekenesan seorang wanita yang sedang beranjak dewasa dan selalu ingin merias diri. Perpindahan energi (shape of main activity) berlangsung secara milir dan semeleh sebagai gambaran gejolak wanita yang sedang beranjak dewasa. Energi dari aktifias utama (energi of main activity ) memiliki wirasa, wirama, wiraga sehingga dalam diri setiap menari mempunyai greget yang tumbuh dari dalam jiwa manusia. Tingkat variasi (degree of variation) tari tersebut merupakan bentuk sajian tari kelompok putri yang memiliki perwatakan dan rias busana yang sama dengan bentuk gerak-gerak yang menggambarkan keluwesan da kekenesan seorang wanita yang sedang beranjak dewasa. Penyaluran energi melalui tubuh (spread of flow trough body) berjalan secara kontinyu disesuaikan dengan struktur sajian dari tari Gambyong Parcanom versi Mangkunegaran yang terdapat dalam irama lamba, ngracik dan mipil. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa proses perekayasaan gaya tari Gambyong Pareanom versi Mangkunegaran mempunyai ukuran bentuk tehnik yang menggambarkan cerminan kebudayaan Jawa yang selalu memadukan hubungan lahiriah dan batiniah dari manusia yang dijadikan pedoman dan pandangan hidup sehingga lahir bentuk penyajian tari yang tampil halus, agung, adiluhung semelch, selaras
    corecore