1,721,928 research outputs found

    PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG DAN ARUS KAS TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS DI KSP PAMUJI AJIBARANG

    No full text
    Semakin tinggi tingkat perputaran piutang maka semakin cepat pula kembali menjadi kas dan apabila piutang telah menjadi kas berarti kas dapat digunakan kembali dalam operasional perusahaan serta resiko kerugian piutang dapat diminimalkan sehingga perusahaan akan dikategorikan perusahaan likuid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perputaran piutang dan arus kas terhadap tingkat likuiditas pada KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Pamuji Ajibarang. teknis analisis data yang di gunakan adalah teknis analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di uraikan secara statistik dapat di peroleh bahwa perputaran piutang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat likuiditas. Jenis penulisan ini adalah penulisan dengan observasi dan dokumentasi dengan menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwasanya variabel yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu variable bebas (independen) perputaran piutang dan arus kas berpengaruh signifikan terhadap variable terikat (dependen)tingkat likuiditas di KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Pamuji Ajibarang

    TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM CALON LURAH KARYA HAJAR PAMUJI

    No full text
    Film Calon Lurah merupakan film karya Hajar Pamuji yang berasal dari Pati. Bahasa yang digunakan pada film Calon Lurah karya Hajar Pamuji ini menggunakan bahasa Jawa baik ngoko maupun krama, bahasa gaul dan disertai dengan istilah-istilah asing sehingga menimbulkan suatu keberagaman jenis tuturan. cara bertutur para tokoh film Calon Lurah karya Hajar Pamuji ini mencerminkan suatu kebiasaan pada masyarakat Jawa dalam bertutur yaitu tidak terbiasa untuk berbicara langsung pada inti dari pembicaraan tersebut atau biasa disebut dengan basa-basi. Berdasarkan hal tersebut menimbulkan tuturan para tokoh mengandung maksud atau fungsi tertentu yang disebut dengan tindak tutur ilokusi. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Calon Lurah karya Hajar Pamuji?, (2) Bagaimana fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Calon Lurah karya Hajar Pamuji?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Calon Lurah karya Hajar Pamuji, (2) Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Calon Lurah karya Hajar Pamuji. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan yaitu pendekatan pragmatik, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan yaitu deskriptif dan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini berasal dari film Calon Lurah karya Hajar Pamuji. Data pada penelitian ini yaitu berupa penggalan tuturan dalam film Calon Lurah karya Hajar Pamuji yang diduga mengandung tindak tutur ilokusi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bentuk tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Kemudian, ditemukan pula fungsi pragmatis yaitu fungsi konvival yang meliputi memuji, berterima kasih, menawari, dan mengucapkan salam perpisahan. Kedua, fungsi kompetitif meliputi memerintah dan menasehati. Ketiga, fungsi kolaboratif meliputi memberikan informasi. Keempat, fungsi konfliktif meliputi menolak, menghina dan melarang

    Lawas Pamuji sebagai Media Dakwah masyarakat Sumbawa Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui apa saja unsur dakwah yang terdapat dalam Lawas Pamuji, 2) Untuk mengetahui apa saja unsur komunikasi yang terdapat dalam Lawas Pamuji, 3) Untuk mengetahui seperti apa bentuk penyajian lawas pamuji sebagai media dakwah yang dapat dipertahankan hingga sekarang, 4) Untuk mengetahui secara jelas seperti apa pola pewarisan lawas pamuji, sehingga keberadaannya masih tetap berlaku di dalam masyarakat suku Sumbawa. Penelitian ini mengambil lokasi di Kabupaten Sumbawa sebagai tempat awal munculnya lawas pamuji dan didukung data-data lapangan yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Model Harold Lasswell, dan didukung oleh teori lainnya yaitu Tradisi Lisan, konsep Dakwah, Media Dakwah, Formula, dan Pewarisan. Metode yang digunakan adalah metode etnografi. Penggunaan metode etnografi akan memberikan jalan kepada peneliti untuk mengetahui secara mendalam tentang kondisi masyarakat setempat, dan untuk memahami masyarakat yang kompleks atau kebudayaan kita sendiri, dan kita bisa memahami sesuatu hal yang dilihat dan didengarkan untuk menyimpulkan hal yang diketahui orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, 1) Lawas pamuji adalah tradisi lisan suku Sumbawa dalam bentuk teks-teks yang berisikan pesan religius, 2) Masyarakat suku Sumbawa menjadikan lawas pamuji sebagai media dakwah dalam berbagai ekspresi seni tradisi, dan kearifan local lainnya, 3) Dampak dari keberadaan Lawas Pamuji terhadap masyarakat suku Sumbawa yaitu a) Terjadinya perubahan sikap, dan b) Bertambahnya Ilmu Pengetahuan, 4) Walaupun penggunaan lawas pamuji sudah jarang kita temukan di dalam masyarakat, tapi pola pewarisannya masih berlangsung sampai sekarang

    BENTUK PENYAJIAN LANGEN SEKAR PAMUJI DALAM KONTEKS PERIBADATAN DI GEREJA KRISTEN JAWI WETAN (GKJW) WARU, SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAK   Langen Sekar Pamuji (LSP) adalah salah satu genre (jenis Jawa) musik Gereja dan vokal yang lahir di Surakarta (Solo) sekitar tahun 1955. Langen Sekar dalam bahasa Indonesia berarti mengolah tembang (bermain lagu). Pamuji merupakan akronim (singkatan) dari Pasamuan Gereja Jawi. Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Waru Sidoarjo adalah salah satu Gereja yang memiliki Langen Sekar Pamuji. Dalam penyajian Langen Sekar Pamuji dalam ibadah khusus maupun ibadah umum, Langen Sekar Pamuji yang iringan utamanya adalah gamelan dapat dikolaborasikan dengan alat musik lain yaitu bass elektrik dan “terbang”. Masalah yang diteliti antara lain, (1) Bentuk penyajian Langen Sekar Pamuji (LSP) di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Waru, Sidoarjo. Tujuan peneliti adalah mendeskripsikan bentuk Penyajian Lagu Langen Sekar Pamuji dalam peribadatan di GKJW Waru meliputi bentuk sajian musik dari notasi, tempo dinamika yang membangun suasana-suasana berbeda dari lagu “Ludiro Suci”. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian data-data dianalisis menggunakan analisa deskriptif kualitatif agar diperoleh data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian Langen Sekar Pamuji merupakan lagu menggunakan iringan Gamelan, namun masih memerlukan banyak dukungan baik dari segi sumber daya manusia, alat-alat yang memadai dan lengkap supaya lebih menarik minat Jemaat. Penggarapan musik Langen Sekar Pamuji ini sangat kontektual Jawa yaitu dari penyajian vocal yang disajikan dengan solo vokal (sinden) dan paduan suara unisono, diiringi gamelan berlaras pelog yang relatif lebih mudah ditulis dan dikolaborasikan dengan alat diatonis.  Langen Sekar Pamuji sebagai bentuk kumpulan lagu atau gending-gending Jawa ini masih belum dijadikan liturgi secara utuh dalam ibadah umum karena masih butuh penyesuaian dan persiapan latihan jika mengiringi liturgi ibadah dari awal sampai akhir, jadi sementara ini, Langen Sekar Pamuji masih berfungsi sebagai pengisi ibadah baik ibadah umum maupun ibadah khusus seperti manten, natal, paskah dan lain-lain.  Langen Sekar Pamuji merupakan genre musik Jawa yang layak dipertahankan dan dikembangkan lebih dalam lagi.   Kata kunci : Langen Sekar Pamuji, Bentuk Penyajia

    Implementasi teori komunikasi dalam penggunaan tradisi lisan lawas pamuji pada masyarakat suku sumbawa

    No full text
    Tradisi Lisan Lawas Pamuji masih melekat dalam kehidupan sosial masyarakat Sumbawa. Pesan-pesan yang disampaikan sebagai motif menggugah kesadaran masyarakat untuk meningkatkan keimanan. Keberlangsungan penggunaan Lawas Pamuji di tengah-tengah masyarakat di ekspresikan oleh para pegiat seni dan para pendakwah dalam berbagai metode, dan produk karya seni tradisi. Lawas Pamuji yang hingga hari ini masih dapat kita temukan di dalam kehidupan masyarakat, tentu menjadi pertanyaan di dalam benak kita bagaimana komunikasi yang berlangsung di dalam masyarakat Sumbawa sehingga proses penyaluran, pewarisan kepada generasi selanjutnya. Untuk menganalisis hal tersebut, peneliti menggunakan teori komunikasi model Harold Laswell. Sementara untuk memahami dan memudahkan peneliti dalam mengurai apa saja komponen komunikasi dalam Lawas Pamuji, dengan menggunakan teori tradisi lisan Albert Lord. Hasil yang ditemukan di dalam penelitian tersebut adalah, bahwa proses komunikasi yang berlangsung di dalam penggunaan Lawas Pamuji pada masyarakat Sumbawa telah memberikan dampak kepada perubahan sikap dan bertambahnya ilmu pengetahuan. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam operasional komponen komunikasi Lawas Pamuji dalam kehidupan masyarakat suku Sumbawa

    PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI

    No full text
    Maskumambang adalah novel berbahasa Jawa karya Naniek Pamuji yang mengangkat persoalan feminisme. Latar belakang yang dimiliki oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel Maskumambang menjadi pemicu lahirnya pemikiranpemikiran feminisme dari Naniek Pamuji. Melalui sikap dan cara pikirnya, pembaca diajak pengarang untuk melihat bagaimana seharusnya dalam menyelesaikan persoalan hidup. Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) bagaimanakah tokoh dan penokohan perempuan Jawa dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji (2) bagaimanakah pandangan feminisme pengarang tentang perempuan Jawa dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif, sedangkan metode yang digunakan bersifat deskriptif analitik. Metode deskriptif digunakan untuk menghasilkan deskripsi tentang watak tokoh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminis. Teori ini digunakan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai perempuan sebagai pandangan feminis. Kejelasan gambaran sikap ini dapat menjadi sebuah cermin bagi masyarakat tentang perempuan dan menjadikan pandangan pengarang sebagai satu sikap yang perlu dipertimbangkan. Novel Maskumambang, tokoh-tokoh yang ditampilkan meliputi tentang tokoh dan penokohan. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Sri Sumarti, Musrini, Estu Rahayu, dan Musriati. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penokohan yang dipaparkan dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji dapat diketahui mengenai teknik ekspositori dan teknik cakapan. Melalui tokoh Sri Sumarti ia memiliki karakter cantik, cekatan, pandai, rendah hati, tidak sombong, peduli pada orang lain, patuh pada orang tua, dan pemaaf, melalui tokoh Musrini ia memiliki karakter tidak pantang menyerah dan mandiri, mempunyai semangat belajar tinggi, dan pendendam, melalui tokoh Esu Rahayu ia memiliki karakter baik hati dan jujur, sedangkan karakter Musriati adalah bijaksana. Cara pandang pengarang tentang perempuan juga dapat diketahui mengenai perspektif feminis. pengarang menyisipkan perspektif femins marxis dan sosialis dan feminis psikoanalisis dan gender melalui tokoh Sri Sumarti, feminis liberal melalui tokoh Musrini dan melalui tokoh Esti Rahayu dan Musriati pengarang tidak menyisipkan pandangan feminisme. Hasil analisis ini hendaknya dapat menjadi jembatan munculnya penelitian baru, khususnya peneltian novel atau karya-karya sejenisnya demi kemajuan tentang sastra Jawa. Penelitian ini juga hendaknya dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi karya sastra Jawa. --------------------------------------------------------> Maskumambang yaiku salah sawijine novel Jawa anggitane Naniek Pamuji. novel iki nyritakake perkara feminisme. Tokoh wanita ing novel iki dadi sarana kanggo laire gagasan feminisme panganggit. Saka tokoh-tokoh ing novel iki, para pamaos dijak panganggit mirsani kepriye carane kanggo mrantasi perkara urip. Perkara sing dirembug ing panaliten iki yaiku (1) kepriye tokoh wadon Jawa kang ditampilake ing novel Maskumambang anggitane Nanik Pamuji? (2) kepriye pandhangan feminisme panganggit marang wong wadon Jawa sing ana ing novel Maskumambang?. Pendekatan sing digunaake ing panaliten iki yaiku pendekatan objektif, dene ing panaliten iki sipate deskriptif analitik. Teori panaliten ing skripsi iki nganggo teori feminisme. Teori iki digunaake kanggo nggambarake wong wadon lan pandulune feminis. Gambaran tokoh iki bisa cetha lan bisa dadi tuladha tumprap wanita, lan ndadeake pandulune panganggit kang mujudake tata laku kanggo pangudarasa sing perlu dipertimbangake. Ing novel Maskumambang, tokoh sing ditampilake ngemot babagan tokoh lan watek tokoh, tokoh kasebut yaiku: Sri Sumarti, Musrini, Esti Rahayu, lan Musriati. Asile saka panaliten iki yaiku, watek sing diparagaake saka novel, Maskumambang anggitane Naniek Pamuji sing bisa dimangerteni nganggo teknik ekspositori lan cakapan. Cara pandhang panganggit babagan wong wadon bisa dimangerteni saka teori feminisme. Lakon Sri Sumarti nduweni watek ayu, cekatan, pinter, pangerten marang wong liya, sugih pangapura, lan patuh marang wong tuwa, lakon Musrini nduweni watek ora gampang nyerah, duwe semangat sinau sing gedhe,mumpuni, lan dendaman, Estu Rahayu nduweni watek apik lan jujur, Musriati nduweni watek bijaksana. Saka lakon Sri Sumarti Panganggit nyisipke feminisme marxis lan sosialis, lan feminisme psikoanalisis gende, saka lakon Musrini panganggit nyisipke feminisme liberal lan saka lakon Estu Rahayu lan Musriati panganggit ora nyisipke pandhangan feminisme apaapa. Asile panaliten iki moga-moga bisa ngrembaka kanggo anane panaliten anyar, khususe panaliten novel Jawa anggitan-anggitan sajenise kanggo majune piwulangan basa Jawa. Paneliten iki uga moga-moga bisa nambahi kawruh ing donyane apresiasi sastra Jawa

    LANGEN SEKAR PAMUJI ALIRAN BARU DALAM MUSIK RELIGI GEREJA KRISTEN JAWA DI SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian yang disusun dalam karya tulis ilmiah ini mencoba menggali dan menemukan sebuah kepingan kecil mengenai ragam musik religi. Suatu aliran musik ‘baru’ yang disebut Langen Sekar Pamuji dideklarasikan pada tahun 1955 bertepatan dengan perayaan ulang tahun Gereja Kristen Jawa Margoyudan yang ke-25 di Surakarta. Dekade 2000 ini, Langen Sekar Pamuji tetap bertahan bahkan mengalami perkembangan. Namun hingga kini, belum ada yang mencoba meneliti tentang seluk beluk Langen Sekar Pamuji. Ciri musikal dijadikan poin utama dalam pembahasan, agar terlihat sejauh mana batasan dan bentuk yang khas melalui kajian atas sejumlah karya yang dihasilkan Langen Sekar Pamuji. Selain itu, dibahas pula peran para Penyusun lagu atau gending serta respon civitas gereja yang menjadi faktor penentu atas perkembangan dari Langen Sekar Pamuji selanjutnya. Untuk membedah permasalahan yang diajukan, dipilih jenis penelitian kualitatif deskriptif yang ditinjau dari perspektif emik dengan metode pengumpulan data, validitas, dan analisis data. Ada pun landasan konseptual yang digunakan yaitu Garap dari Supanggah yang menekankan pada ide, proses, tujuan, dan hasil garap. Selain itu, konsep kreativitas dari Sukerta yang mengatakan bahwa untuk penyusunan karya musik dibutuhkan perangkat, meliputi: keberanian, mencari yang baru dan tidak sekedar aneh. Hasil dari pencarian informasi mengenai ciri musikal dan perkembangan Langen Sekar Pamuji adalah pertama, kehadiran LSP di GKJ dapat diduga sebagai kelanjutan lambang perlawanan terhadap sistem liturgi di GKJ yang diatur sejak zaman Penjajahan Belanda. Kedua, LSP termasuk Aliran Baru dalam Musik Religi Kristiani di Surakarta. Ketiga, Ciri LSP adalah dihilangkannya garap abon-abon dan wangsalan di dalam sajiannya. Penghilangan ini dilakukan, karena menyangkut tentang hakikat suatu kotbah yaitu menyampaikan firman Tuhan yang dianggap suci dan serius. Keempat, Perkembangan LSP sangat ditentukan oleh perhatian civitas jemaat GKJ se-Klasis Surakarta dan Sinode Jawa Tengah. Peran lembaga Perguruan Tinggi Agama Kristen seperti Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta juga dinantikan kelanjutannya

    (ABSTRAK) PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI

    No full text
    Maskumambang adalah novel berbahasa Jawa karya Naniek Pamuji yang mengangkat persoalan feminisme. Latar belakang yang dimiliki oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel Maskumambang menjadi pemicu lahirnya pemikiranpemikiran feminisme dari Naniek Pamuji. Melalui sikap dan cara pikirnya, pembaca diajak pengarang untuk melihat bagaimana seharusnya dalam menyelesaikan persoalan hidup. Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) bagaimanakah tokoh dan penokohan perempuan Jawa dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji (2) bagaimanakah pandangan feminisme pengarang tentang perempuan Jawa dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif, sedangkan metode yang digunakan bersifat deskriptif analitik. Metode deskriptif digunakan untuk menghasilkan deskripsi tentang watak tokoh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminis. Teori ini digunakan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai perempuan sebagai pandangan feminis. Kejelasan gambaran sikap ini dapat menjadi sebuah cermin bagi masyarakat tentang perempuan dan menjadikan pandangan pengarang sebagai satu sikap yang perlu dipertimbangkan. Novel Maskumambang, tokoh-tokoh yang ditampilkan meliputi tentang tokoh dan penokohan. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Sri Sumarti, Musrini, Estu Rahayu, dan Musriati. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penokohan yang dipaparkan dalam novel Maskumambang karya Naniek Pamuji dapat diketahui mengenai teknik ekspositori dan teknik cakapan. Melalui tokoh Sri Sumarti ia memiliki karakter cantik, cekatan, pandai, rendah hati, tidak sombong, peduli pada orang lain, patuh pada orang tua, dan pemaaf, melalui tokoh Musrini ia memiliki karakter tidak pantang menyerah dan mandiri, mempunyai semangat belajar tinggi, dan pendendam, melalui tokoh Esu Rahayu ia memiliki karakter baik hati dan jujur, sedangkan karakter Musriati adalah bijaksana. Cara pandang pengarang tentang perempuan juga dapat diketahui mengenai perspektif feminis. pengarang menyisipkan perspektif femins marxis dan sosialis dan feminis psikoanalisis dan gender melalui tokoh Sri Sumarti, feminis liberal melalui tokoh Musrini dan melalui tokoh Esti Rahayu dan Musriati pengarang tidak menyisipkan pandangan feminisme. Hasil analisis ini hendaknya dapat menjadi jembatan munculnya penelitian baru, khususnya peneltian novel atau karya-karya sejenisnya demi kemajuan tentang sastra Jawa. Penelitian ini juga hendaknya dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi karya sastra Jawa. -----------------------------------------------------> Maskumambang yaiku salah sawijine novel Jawa anggitane Naniek Pamuji. novel iki nyritakake perkara feminisme. Tokoh wanita ing novel iki dadi sarana kanggo laire gagasan feminisme panganggit. Saka tokoh-tokoh ing novel iki, para pamaos dijak panganggit mirsani kepriye carane kanggo mrantasi perkara urip. Perkara sing dirembug ing panaliten iki yaiku (1) kepriye tokoh wadon Jawa kang ditampilake ing novel Maskumambang anggitane Nanik Pamuji? (2) kepriye pandhangan feminisme panganggit marang wong wadon Jawa sing ana ing novel Maskumambang?. Pendekatan sing digunaake ing panaliten iki yaiku pendekatan objektif, dene ing panaliten iki sipate deskriptif analitik. Teori panaliten ing skripsi iki nganggo teori feminisme. Teori iki digunaake kanggo nggambarake wong wadon lan pandulune feminis. Gambaran tokoh iki bisa cetha lan bisa dadi tuladha tumprap wanita, lan ndadeake pandulune panganggit kang mujudake tata laku kanggo pangudarasa sing perlu dipertimbangake. Ing novel Maskumambang, tokoh sing ditampilake ngemot babagan tokoh lan watek tokoh, tokoh kasebut yaiku: Sri Sumarti, Musrini, Esti Rahayu, lan Musriati. Asile saka panaliten iki yaiku, watek sing diparagaake saka novel, Maskumambang anggitane Naniek Pamuji sing bisa dimangerteni nganggo teknik ekspositori lan cakapan. Cara pandhang panganggit babagan wong wadon bisa dimangerteni saka teori feminisme. Lakon Sri Sumarti nduweni watek ayu, cekatan, pinter, pangerten marang wong liya, sugih pangapura, lan patuh marang wong tuwa, lakon Musrini nduweni watek ora gampang nyerah, duwe semangat sinau sing gedhe,mumpuni, lan dendaman, Estu Rahayu nduweni watek apik lan jujur, Musriati nduweni watek bijaksana. Saka lakon Sri Sumarti Panganggit nyisipke feminisme marxis lan sosialis, lan feminisme psikoanalisis gende, saka lakon Musrini panganggit nyisipke feminisme liberal lan saka lakon Estu Rahayu lan Musriati panganggit ora nyisipke pandhangan feminisme apaapa . Asile panaliten iki moga-moga bisa ngrembaka kanggo anane panaliten anyar, khususe panaliten novel Jawa anggitan-anggitan sajenise kanggo majune piwulangan basa Jawa. Paneliten iki uga moga-moga bisa nambahi kawruh ing donyane apresiasi sastra Jawa

    ANALISIS STRATEGI BERTAHAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (POKDAKAN) PAMUJI INGGIL DALAM BERBISNIS IKAN GURAMEH DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pamuji Inggil merupakan kumpulan dari beberapa pembudidaya ikan yang melakukan bisnis ikan gurameh khususnya benih ikan gurameh. Pokdakan tersebut berada di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng. Pada awal pembentukan Pokdakan Pamuji Inggil ini terus mengalami perkembangan. Omset penjualan yang didapat lumayan tinggi. Namun, pada tahun 2017, indukan ikan gurameh terdampak Megalociti Virus, yang terus menyerang indukan gurameh hingga sampai banyak yang mati. Hal tersebut berpengaruh pada omset penjualan yang diperoleh, semakin lama pun semakin berkurang. Untuk itu, Pokdakan Pamuji Inggil melakukan berbagai strategi untuk mempertahankan bisnis ikan gurameh agar tetap bertahan dan mendapatkan keuntungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu dengan beberapa tahap diantaranya reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pokdakan Pamuji Inggil menggunakan tiga kategori strategi bertahan yaitu: 1) Strategi aktif, dengan mengalihkan lahan yang tadinya untuk budidaya ikan menjadi kegiatan pertanian dan perkebunan. 2) Strategi pasif, dengan mengurangi jumlah persediaan indukan ikan gurameh untuk meminimalisir kerugian. 3) Strategi jaringan, dengan memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah dan Dinas Perikanan. Selain tiga kategori strategi bertahan tersebut, ada beberapa faktor yang mendorong Pokdakan Pamuji Inggil tetap mempertahankan bisnisnya diantaranya yaitu untuk mempertahankan warisan leluhur, melestarikan budaya, potensi pasar, sebagai mata pencaharian, lahan yang mendukung, dan ketersediaan sumber air

    Mekanisme Kerja Marketing Media Online Pada Devisi Marketing Communication PT. Pamuji Media Infotama Yogyakarta

    Get PDF
    RINGKASAN Ayu Damayanti, D1314026 Komunikasi Terapan Minat Utama Periklanan Mengambil Judul Tugas Akhir : Mekanisme Kerja Marketing Media Online Pada Devisi Marketing Communication PT. Pamuji Media Infotama Yogyakarta. Kuliah Kerja Media (KKM) merupakan program yang diadakan oleh Diploma III Komunikasi Terapan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md). Telah dilaksanakan pada 10 April – 10 Juni 2017 di PT. Pamuji Media Infotama Yogyakarta. Penulis melakukan kegiatan Kuliah Kerja Media (KKM) sebagai Marketing Communication di PT. Pamuji Media Infotama Yogyakarta karena devisi ini sangatlah berperan penting dalam sebuah perusahaan, dimana devisi ini membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Komunikasi pemasaran, dapat juga dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan, yaitu : perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki. Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Media (KKM), penulis memperoleh tugas untuk melakukan share produk di media social dengan waktu yang telah ditentukan, melakukan pelayanan SEO, menemui klien untuk pembahasan materi iklan, listing produk klien di website, dan membuat materi untuk email campaign. Kata kunci: kuliah kerja media, iklan digital, media social email campaign
    corecore