573 research outputs found
PERKEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN TARI JARAN GOYANG DI DESA GLADAG KABUPATEN BANYUWANGI DARI TAHUN 1969-2016
PERKEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN TARI JARAN GOYANG DI DESA GLADAG KABUPATENBANYUWANGI DARI TAHUN 1969-2016Oleh:1. Nungky Retno Palupi, 12209241010, [email protected]. Enis Niken Herawati, M.Hum3. Dra. Herlinah, M.HumAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan Bentuk Penyajian Tari Jaran Goyang,sebagai tari hiburan yang merupakan jenis tari pergaulan pemuda-pemudi di Desa Gladag KabupatenBanyuwangi. Objek penelitian ini adalah tari Jaran Goyang di Kabupaten Banyuwangi. Data diperolehdengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang meliputi gerak, iringan,tata rias dan busana, dan tempat pertunjukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatifyaitu mereduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh denganmenggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan Perkembangan Bentuk Penyajian Tari JaranGoyang di Desa Gladag Kabupaten Banyuwangi, dari tahun 1969-2016 yang dibagi menjadi 3 periodeyaitu, periode I (1969-1989), periode II (1990-2009), periode III (2010-2016) yang didalamnyaterdapat 5 aspek yaitu gerak, desain lantai, iringan, rias dan busana, serta tempat pertunjukan.Kata kunci: Perkembangan, Tari Jaran Goyang, Bentuk Penyajia
PERKEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN TARI JARAN GOYANG DI DESA GLADAG KABUPATEN BANYUWANGI DARI TAHUN 1969-2016
PERKEMBANGAN BENTUK PENYAJIAN TARI JARAN GOYANG DI DESA GLADAG KABUPATENBANYUWANGI DARI TAHUN 1969-2016Oleh:1. Nungky Retno Palupi, 12209241010, [email protected]. Enis Niken Herawati, M.Hum3. Dra. Herlinah, M.HumAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan Bentuk Penyajian Tari Jaran Goyang,sebagai tari hiburan yang merupakan jenis tari pergaulan pemuda-pemudi di Desa Gladag KabupatenBanyuwangi. Objek penelitian ini adalah tari Jaran Goyang di Kabupaten Banyuwangi. Data diperolehdengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang meliputi gerak, iringan,tata rias dan busana, dan tempat pertunjukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatifyaitu mereduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh denganmenggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan Perkembangan Bentuk Penyajian Tari JaranGoyang di Desa Gladag Kabupaten Banyuwangi, dari tahun 1969-2016 yang dibagi menjadi 3 periodeyaitu, periode I (1969-1989), periode II (1990-2009), periode III (2010-2016) yang didalamnyaterdapat 5 aspek yaitu gerak, desain lantai, iringan, rias dan busana, serta tempat pertunjukan.Kata kunci: Perkembangan, Tari Jaran Goyang, Bentuk Penyajia
Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Belajar, Motivasi dan Persepsi tentang Kepemimpinan Institusi terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa D III Kebidanan STIKES Nurul Jadid Probolinggo Dibandingkan dengan Akbid Mamba'ul Ulum Surakarta
Retno Palupi Yonni Siwi. S541002026. Pengaruh Persepsi tentang Lingkungan Belajar,
Motivasi dan Persepsi tentang Kepemimpinan Institusi terhadap Prestasi Belajar
Mahasiswa D III Kebidanan STIKES Nurul Jadid Probolinggo Dibandingkan dengan Akbid Mamba'ul Ulum Surakarta
Tesis. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga.
Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2011.
Latar Belakang : Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain
lingkungan belajar, motivasi, bakat, intelegensi, dan sikap. Selain itu, kepemimpinan
institusi juga merupakan faktor penting penentu keberhasilan atau kegagalan prestasi
belajar mahasiswa.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh persepsi
tentang lingkungan belajar, motivasi dan persepsi tentang kepemimpinan institusi
terhadap prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan.
Desain Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
desain cross sectional. Sampel sebesar 41 mahasiswa D III Kebidanan STIKES Nurul
Surakarta yang dipilih secara exhaustive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini
adalah persepsi tentang lingkungan belajar, motivasi dan persepsi tentang
kepemimpinan institusi. Sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar. Data
dikumpulkan dengan tiga kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitas,
dengan korelasi item-total > 0,20 dan Alpha Cronbach > 0,60. Data dianalisis dengan
menggunakan model analisis regresi linier ganda.
Hasil : Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang secara statistik signifikan
antara persepsi tentang lingkungan belajar (b = 0.13; p = 0.009), motivasi (b = 0.01; p =
0.001), dan persepsi tentang kepemimpinan institusi (b = 0.01; p < 0.001) terhadap
prestasi belajar.
Simpulan : Lingkungan belajar yang kondusif, motivasi belajar yang tinggi dan
persepsi tentang kepemimpinan institusi yang efektif dapat meningkatkan prestasi
belajar mahasiswa. Disarankan kepada semua pihak untuk berperan aktif dalam
pendidikan peserta didik demi meningkatkan prestasi belajar peserta didik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DASAR SISWA KELAS X SMK NEGERI 40 JAKARTA
RETNO PALUPI. The Impact of Cooperative Learning Model in Think-PairShare
Type
towards Learning Outcomes in Basic Accounting Course of Tenth
Grade Students in SMK Negeri 40 Jakarta. Skripsi. Jakarta. Study Program of
Economics Education, Consentration in Accounting Education, Faculty of
Economics, State University of Jakarta, 2018.
The aim of the present study is to find out the impact of cooperative learning model
in Think-Pair-Share type towardps learning outcomes of tenth grade students in
SMK Negeri 40 Jakarta, based on reliable facts and data.
The study took place in SMK Negeri 40 Jakarta. The methodology being used was
experimental method with quasi experimental design. The sample of the study was
tenth grade students of SMK Negeri 40 Jakarta, which were selected through non
equivalent control group design. Multiple choice tests were chosen to filter the
data from the variable to students' learning outcomes.
The product moment formula was used to calculate the test's validity, while Kuder
Richardson 20 (K-R.20) formula was used to measure the test's reliability.
Prerequisite test was done before doing the data analysis technique using the
normality test with Lilliefors test, and homogeneity test with F-test. Meanwhile, the
hypothesis testing was done using the T-test. The result of the prerequisite test
analysis revealed that in the normality test, both of the classes are distributed
normally. The result of the homogeneity of variance test is homogeneous. The
result of the hypothesis testing shows that the score of t-count is 2,55 and the score
of t-table is 1,667. It means that t-count > t-table (2,55 > 1,667), which infer that
Ho is rejected and H1 is accepted. In conclusion, the study finds out that there is a
significant impact of the cooperative learning model in Think-Pair-Share type
towards learning outcomes of tenth grade students in SMK Negeri 40 Jakarta.
Keywords: Cooperative Learning Model in Think-Pair-Share type, learning
outcomes
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR PADA RUAS JALAN TANJUNG KM 0+000 –3+000 KOTA BLITAR
ABSTRAK Palupi, Retno. 2014. Analisa Kecelakaan Lalu Lintas Pengguna Kendaraan Bermotor Pada Ruas Jalan Tanjung KM 0+000 – KM 3+000 Kota Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Pranoto, S.T., M.T., Pembimbing (II), Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T. Kata kunci : analisa, kecelakaan lalu lintas, kendaraan bermotor Ruas jalan Tanjung merupakan jalan yang menghubungkan kawasan Blitar-Tulungagung dan Blitar-Kediri. Sebagai Jalan yang menghubungkan antar kota. Kondisi fisik jalan dengan kerusakan melebihi batas yang diijinkan dan volume lalu lintas yang cukup padat mengakibatkan resiko bertambahnya permasalahan lalu lintas yang berhubungan dengan kapasitas jalan, sehingga terjadi kemacetan dan kecelakaan dan berdampak pada turunnya kinerja pelayanan jalan. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan raya tidak diduga dan tidak disengaja. Kejadian ini melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Faktor – faktor penyebab kecelakaan terdiri dari : (1) manusia (reaksi, kecakapan, kurang antisipasi, lengah, mengantuk, jarak rapat, manusia sebagai penyeberang jalan), (2) kendaraan (rem blong, lampu mati, ban gundul, dan (3) kondisi jalan (jalan berlubang, basah atau licin dan menikung).Selain itu penyebab kecelakaan ditinjau dari kondisi daerah rawan kecelakaan berdasarkan titik black site dan black spot. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang fakor-faktor penyabab terjadinya kecelakaan dan mendiskripsikan kondisi daerah rawan kecelakaan berdasarkan titik black site dan black spot. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan data yang diperoleh dari Satlantas dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2013, data berupa volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada hari sabtu 10 Mei 2013 dan hari senin 12 Mei 2013, dan identifikasi pada daerah rawan kecelakaan (black spot area). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas paling tinggi adalah manusia (53%) yang didominasikarena jarak rapat antar kendaraan dan kurangnya antisipasi pengendara kendaraan bermotor, faktor kendaraan (28%)didominasi karena ban gundul dan rem blong dan faktor lingkungan dan jalan (19%) yang didominasi oleh jalan basah.Sedangkan black spot area pada ruas jalan Tanjung kota Blitar ditentukan dengan nilai bobot kecelakaan yang terletak pada pada STA 2+400 dengan nilai EAN 1500, STA 0+000 dengan nilai EAN 960, dan STA 0+600 dengan nilai EAN 906 terhadap nilai kritis yang diperoleh yaitu dengan nilai UCL 638
FENOMENA KLIK REMAJA PADA SISWA KELAS IX.G (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 BLITAR)
ABSTRAK Palupi, Retno Siswi. 2011. Fenomena Klik Remaja pada Siswa Kelas IX. G (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Blitar). Skripsi, Program Studi Bimbingan Konseling dan Psikologi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. (II) Dr. Triyono, M. Pd. Kata Kunci: Fenomena, Klik, Remaja, Siswa SMP. Klik remaja adalah fakta sosial yang telah terjadi di kalangan anak sekolah. Keberadaan klik remaja relatif mudah berkembang dan sulit dipisahkan dari kehidupan remaja, terutama di lingkungan sekolah yang merupakan tempat bertemunya dengan teman-teman sebaya dan tempat menghabiskan separuh waktu mereka. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Blitar dimana terdapat sebuah klik yang terkenal yaitu Tjah Mpough. Klik Tjah Mpough membentuk polaritas tertentu sehingga bisa dikenal di kalangan sekolah dan luar sekolah. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini agar menggambarkan fenomena klik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) pandangan terhadap klik Tjah Mpough, (2) perilaku kekhasan yang terlihat dari klik Tjah Mpough yang dijadikan sensasi agar dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah, (3) interaksi internal dan eksternal dari sebuah klik Tjah Mpough sehingga bisa dikenal di lingkungan sekolah bahkan sampai ke sekolah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Data penelitian yang digunakan berasal dari hasil observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 1 Blitar, hasil wawancara dengan para informan yaitu anggota Tjah Mpough, siswa, guru, dan konselor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat diperoleh tiga simpulan yaitu: Pertama, Tjah Mpough yang membentuk polaritas yang anggotanya memiliki kesamaan hobi dan minat di bidang basket dan band, rasa solidaritas yang tinggi diantara anggotanya, selain itu nama Tjah Mpough secara tidak sengaja diberikan oleh seorang guru yang sering memanggil mereka Mpough. Kedua, perilaku kekhasan yang paling menonjol yaitu pembuatan kaos yang didesain khusus untuk anggota TJMC yang dipakai sebagai identitas komunitas tersebut. Ciri khas lain dari Tjah Mpough adalah para anggotanya memberikan akhiran Tjah Mpough di belakang akun facebook mereka. Tjah Mpough juga membuat fanspage yang berisi kegiatan dan dokumentasi mereka. Ketiga, interaksi yang dilakukan Tjah Mpough sangat luas tidak hanya terbatas dengan teman anggotanya saja tetapi juga dengan teman-teman lainnya baik adik kelas maupun siswa dari sekolah lain.
ANALISIS KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA MAN 4 JOMBANG DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS PADA MATERI BARISAN DAN DERET
Skripsi dengan judul “Analisis Kemampuan Number Sense Siswa MAN 4 Jombang Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis pada Materi Barisan dan Deret” ini ditulis oleh Meida Aulia Retno Palupi, NIM. 126204203162, dibimbing oleh Dr. Maryono, M.Pd.
Kata Kunci : Kemampuan Number Sense, Kecerdasan Logis Matematis, Barisan dan Deret.
Pendidikan merupakan kebutuhan esensial bagi setiap individu untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah matematika, yang berfungsi mengembangkan pola pikir logis dan analitis siswa. Matematika, khususnya dalam konsep bilangan, memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai bidang ilmu, seperti teknologi, ekonomi, dan sains. Salah satu aspek kunci dalam pemahaman matematika adalah kemampuan number sense, yaitu kepekaan terhadap bilangan dan hubungan antar bilangan, yang memungkinkan seseorang untuk memecahkan masalah secara fleksibel tanpa terikat pada prosedur tradisional.
Kemampuan number sense ini menjadi sangat penting dalam memahami materi matematika yang lebih kompleks, seperti barisan dan deret.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kemampuan number sense siswa di MAN 4 Jombang, ditinjau dari kecerdasan logis matematis mereka pada materi barisan dan deret.
Kecerdasan logis matematis mencakup kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis dalam menyelesaikan masalah matematis.Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang dilaksanakan di MAN 4 Jombang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pembagian angket untuk memperoleh data tingkat kecerdasan logis matematis, tes kemampuan number sense, dan wawancara untuk mendalami kemampuan number sense.
Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi, 2 siswa dengan kecerdasan logis matematis sedang, dan 2 siswa dengan
kecerdasan logis matematis rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kemampuan number sense dan kecerdasan logis matematis siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan
deret. Siswa dengan kecerdasan logis matematis yang tinggi dapat menyelesaikan soal dengan baik, memenuhi semua komponen number sense, yaitu Understanding Number Sense
Magnitude, Mental Computation, Computational Estimation, dan Judging Reasonableness of Results. Siswa dengan kecerdasan logis sedang cenderung hanya dapat memenuhi tiga komponen tersebut, yaitu Mental Computation, Computational Estimation, dan Judging Reasonableness of Results. Sementara itu, siswa dengan kecerdasan logis rendah hanya dapat memenuhi satu komponen, yaitu Understanding Number Sense Magnitude. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan kedua aspek, yaitu number sense dan kecerdasan logis matematis, dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi barisan dan deret
Pengaruh Dosis Boron dan Penentuan Ruas Tanaman yang Tepat untuk Produksi Benih Melon Hibrida IPB
Melon is a populer fruit in Indonesia and has high economic value. However, domestic melon production does not meet the market demand due to unavailable high quality seeds. Moreover most of available melon fruit in the market is of hybrid variety, so that the seeds are imported for fruit production. The research was aimed to study the effect of boron and position of hermaphroditic flower in the internodes on hybrid seed production and seed quality of hybrid melon. The research was arranged in split plot according to randomized complete block design with 4 replications. The main plot was dosages of boron, i.e. 0, 1, 2, and 3 kg ha-1 and the subplot was position of hermaphroditic flower in the internodes, i.e. 10-15th internodes (lower), 16th-21st internodes (middle), and 22nd27th internodes (upper). The result showed that boron at 2 kg ha-1 did not affect the the flowering, fruit quality, and seed yield, but affected seed quality. Additionally, the position of hermaphroditic flower in the internodes did not affect fruit quality, but the upper internodes (22nd-27th) resulted in higher seed yield and seed quality. Hermaphroditic flower in 22nd-27th internodes produced high seed germination regardlessdosages of boron
Aplikasi NAA dan BAP untuk Meningkatkan Produksi Benih Umbi Bawang Merah asal True Seed of Shallot (TSS).
Penggunaan biji botani bawang merah (true seed of shallot atau TSS) sebagai benih mampu menghindari penyakit tular umbi, namun belum banyak digunakan karena teknik budidaya bawang merah dari TSS belum dikuasai petani. Diperlukan benih umbi asal TSS dalam jumlah besar dan berukuran kecil agar benih umbi yang digunakan petani bebas penyakit. Mayoritas penanaman TSS hanya menghasilkan 1-2 umbi per tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah umbi asal TSS melalui aplikasi NAA dan BAP yang dilaksanakan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor mencakup air (kontrol), BAP 50 ppm, BAP 100 ppm, NAA 10 ppm, NAA 10 ppm + BAP 50 ppm, NAA 10 ppm + BAP 100 ppm, NAA 20 ppm, NAA 20 ppm + BAP 50 ppm, dan NAA 20 ppm + BAP 100 ppm; empat ulangan. Perlakuan dilakukan pada 5, 6, 7, dan 8 minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi perlakuan tidak meningkatkan jumlah umbi per tanaman. Aplikasi BAP 50 ppm mampu menginduksi 4 umbi per tanaman pada varietas Trisula, dan 8 umbi per tanaman pada varietas Sanren meskipun dengan perentase yang rendah. Sebanyak 83% umbi varietas Trisula dan 78% umbi varietas Sanren termasuk dalam kategori umbi mini dan kecil
Morfologi Tanaman dan Fenologi Pembungaan Tacca chantrieri Andre
Tacca chantrieri Andre, salah satu spesies herba tropis keluarga
Taccaceae memiliki nilai estetika yang tinggi sebagai komoditas tanaman hias.
Bunga Tacca mempunyai bentuk yang unik, umumnya berwarna ungu,
mempunyai aksesori menyerupai kumis yang panjang dan banyak, dengan braktea
lebar seperti sayap kelelawar. Informasi mengenai Tacca masih sangat terbatas
dan tanaman ini mulai sulit ditemukan di habitatnya. Penelitian ini bertujuan
mendapatkan informasi morfologi tanaman dan pertumbuhannya, fenologi
pembungaan serta perkembangan benih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium
Mikro Teknik dan Laboratorium Biologi dan Biofisik Benih, Departemen
Agronomi dan Hortikultura, Laboratorium Biosistematika Serangga, Departemen
Proteksi Tanaman, dan screen house Anggrek-Lele (Angle), Kebun Percobaan
Leuwikopo, Institut Pertanian Bogor sejak Februari-Desember 2016. Penelitian
menggunakan 2 aksesi, yaitu aksesi Kalimantan, Indonesia dan Queensland,
Australia. Pengamatan terhadap morfologi tanaman menunjukkan bahwa aksesi
Kalimantan mempunyai daun berwarna hijau dengan posisi tangkai yang berserak,
sementara aksesi Queensland mempunyai daun berwarna kecoklatan dengan
posisi tangkai tegak. Struktur eksternal benih aksesi Kalimantan memiliki bentuk
seperti ginjal berwarna coklat gelap dan membulat sedangkan aksesi Queensland
berwarna emas kecoklatan dan berbentuk lebih ramping memanjang. Aksesi
Kalimantan mulai berbunga pada saat jumlah daun mencapai empat daun dewasa,
dengan diameter batang 3-10 cm dan terus berbunga setiap bulan, sementara
aksesi Queensland belum berbunga sama sekali, walaupun rata-rata jumlah daun
telah mencapai 8 daun dewasa dan diameter batang 5-12 cm
- …
