22 research outputs found

    Identifikasi Nilai Pendidikan Karakter yang terkandung dalam Tari Pa’Katia

    No full text
     Tari Pa'katia merupakan salah satu kesenian tradisional dari Toraja yang biasanya ditampilkan pada upacara rambu solo dan digunakan juga untuk kepentingan kepariwisataan serta penyambutan pejabat pejabat pemerintah . Di dalam Tari Pa'katia terdapat nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tari Pa'katia . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah kelompok tari Pa'katia dan tokoh adat di kecamatan Buntao'.Teknik pengumpulan data ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tari Pa'katia yang dapat dijadikan sumber pendidikan karakter khususnya di sekolah dasaryaitu nilai (1) religius, (2) toleransi, (3) disiplin, (4) menghargai prestasi, (5) cinta damai, (6) peduli sosial dan (7) tanggung jawab.   &nbsp

    Teaching Variations of A Second-Grade Primary School Teacher

    No full text
    The capacity to modify the instruction is one of the most basic teaching talents a professional teacher must possess. The goal of this study was to look at how primary school teachers use a variety of instructional methods to pique students' interest in learning. In this study, the research approach used was qualitative research with a descriptive research design. Teachers from the SDN 199 Mappa', Tana Toraja, South Sulawesi, Indonesia, were the subjects of this study. Data collection instruments such as interviews, observations, and documentation. The information gathered is subsequently processed using the reduction, presentation, and leveraging stages. The findings of the study demonstrate that teachers have used a variety of teaching strategies, including different teaching styles, open media, and interaction patterns. However, the teacher's application is still not perfect, especially given the range of educational resources available. This is due to insufficient school equipment. As a result, it is critical that the school responds to the needs of teachers and pupils in terms of learning process

    Identifikasi Makna Ukiran Alang (Lumbung Padi)

    No full text
    The purpose of this research is 1) to know the background of the carvings of pa 'barre allo, pa' manuk londong, pa 'tedong and pa' don sponge 2) know the moral message of the carvings of pa 'barre allo, pa' manuk londong, pa 'tedong and pa' don sponge. This research was carried out in Lembang Sa'dan Ulusalu,  Sa'dan District, North Toraja, for a one  year. This research is expected to be useful to: 1) the community as input and reference material in developing knowledge and providing information about moral messages in Toraja carvings. 2) for tourists, namely as an ingredient to gain insight into the Toraja culture, especially for local and foreign tourists who are quantitatively slowing down the Toraja culture for the first time. 3) for the regional government, to supporting the regional government in the development and maximum use of the tourist potential that is present in Toraja carvings 4) for the tourism office, as a reference to tourism management  5), fo the pimary school students as a reference to moral values ​​and social values. The results of the study show that Toraja carvings or Passura 'Toraya' have long been known by the Toraja as a form of communication represented by symbols. Each of these symbols contains moral messages that the ancestors conveyed to their children and grandchildren so that their descendants and  later always live in the noble values ​​of the Torasonga Royong culture and become a light for others and especially for pimary school students

    kekalahan Partai Golkar Pada Pemilukada Di kabupaten Toraja Utara 2010

    No full text
    Toraja utara adalah kabupaten baru hasil pemekaran dari kabupaten induk Tana Toraja. Setelah diresmikan menjadi kabupaten baru yang beribukota di Rantepao, kemudian ditunjuklah Drs. Yohanis Suririk Dalipang sebagai pejabat sementara bupati Toraja Utara. Dalipang diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan dibumi lakipadada tersebut dengan baik, setidaknya sampai dilaksanakannya Pemilukada. Sebab Pemilukada Toraja Utara baru akan dilaksanakan pada tahun 2010. \ud \ud Pemilukada Toraja Utara diikuti oleh tujuh pasang calon bupati dan calon wakil bupati. Ketujuh pasangan tersebut ialah Andarias Palino Popang-Sarah Lallo (Assa') yang didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Perjuangan Indonesia Baru, Daniel Rendeng-Johanis Palimbong yang didukung oleh Partai Golkar, YS Dalipang-Simon Liling (Yes) dari calon independent, Bride Allorante-Johanis O.S Bari (Bijak) yang didukung oleh PDI Perjuangan dan PKDI, Deka Paranoan-Mathius Lobo' (Damai) dari calon perseorangan, Frederik Batti Soring-Frederik Buttang Lombelayuk (Sobat) yang didukung oleh PDK, PKPI dan beberapa partai kecil, dan yang terakhir adalah pasangan Kalatiku Paembonan-Alfrita Pasande (Kita) yang didukung oleh PDS, PKDI, PNBK, PDP, dan PKB.\ud \ud Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekalahan partai golkar pada pemilukada di Toraja Utara serta pengetahuan mengenai kekuatan partai golkar pada pemilukada di Toraja Utara. Penulis melakukan penelitian ini dengan menggunakan penelitian deskriptif analisis, dimana penelitian ini berusaha untuk menggambarkan secara faktual mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kekalahan partai golkar pada Pemilukada di Toraja Utara. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. \ud \ud Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pemilukada Toraja Utara membuktikan parpol besar tidak mutlak memenangkan calon. Sesuai hasil perhitungan suara, dua pasangan yang berhasil melenggang ke putaran kedua adalah Y. S Dalipang-Simon Liling dan Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rombe Layuk. Frederik Batti Sorring-Frederik Rombe Layuk diusung oleh tujuh partai kecil, di antaranya PDK, PKPI, Patriot, dan Kedaulatan. Bahkan, pasangan YS Dalipang-Simon Liling maju lewat jalur perseorangan atau independen. Sedangkan calon yang diusung partai besar seperti Demokrat, Golkar dan PDI-Perjuangan, harus mengakui keunggulan lawannya, dan justru menyalahkan calonnya

    PENGIMPLEMENTASIAN MODEL PEMBELAJARAN PDOEDE (PREDICT-DISCUSS-EXPLAIN-OBSERVE-DISCUSS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami berbagai permasalahan yang menyebabkan menurunnya berbagai aspek-aspek yang mengalami perubahan. Aspek tersebut antara lain menyangkut sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pendidikan merupakan senjata dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta menciptakan perdamaian dunia sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea IV. Pendidikan di Indonesia diimplementasikan ke dalam sebuah kurikulum yang nantinya baerguna untuk menciptakan manusiamanusia yang unggul dan berkualitas. Namun seiring perubahan dan perkembangan jaman banyak tantangan-tantangan yang di hadapi bangsa Indonesia baik dalam aspek internal maupun eksternal. Hal ini menyebabkan menurunnya kemapuan siswa dalam berpikir kritis, inovatif, dan kreatif. Untuk mengatasi hal tersebut guru atau pendidik dapat menerapkan suatu model pembelajaran yang disebut dengan PDEODE (PREDICT-DISCUSS-EXPLAIN-OBSERVE-DISCUSS) yang merupakan model pembelajaran yang mengaitkan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa dengan materi yang diajarkan. Model pembelajaran ini bertujuan untuk membangun pengetahuan yang baru dengan mengkonstruksi pengetahuan yang ada di sekitar kita. Dengan adanya model pembelajaran PDEODE (PREDICT-DISCUSS-EXPLAINOBSERVE-DISCUSS) ini diharapkan siswa dapat membangun pikirannya dengan menerapkan kemampuan tingkat tinggi dan berpikir kritis, inovatif, serta kreatif dan aktif dalam suatu pembelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan menggunakan subjek penelitian siswa pada sekolah dasar. Dalam penelitian ini menggunaka teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan skala penilaian. Pengimplementasian model pembelajaran PDEODE (PREDICTDISCUSS-EXPLAIN-OBSERVE-DISCUSS) maka dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat menunjang proses penguasaan konsep dalam sebuah pembelajan sehingga siswa akan mendapatkan hasil belajar yang sangat memuaskan sesuai dengan tujuan pembejaran yang ingin dicapai. Pendidikan yang berkualitas akan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing dalam dunia global ini. Pendidikan sebagai salah satu aspek yang menentukan kemajuan bangsa harus selalu dijaga keberadaanny

    PEMBENAHAN PATUNG PENDETA ANTONIE ARIS VAN DE LOOSDRECHT SEBAGAI DESTINASI WISATA LEMBANG MAI’TING” LEMBANG MAI’TING, KECAMATAN RINDINGALLO KABUPATEN TORAJA UTARA

    No full text
    Tulisan ini bertujuan dalam rangka memenuhi syarat kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) A.A Van de Loosdrecht adalah pekabar Injil pertama di Toraja. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Pangala’ tepatnya di Kecamatan Rindingallo, Lembang Mai’ting yang menjadi tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Secara umum wilayah Pangala’ memiliki sejarah penting dalam perjalanan misi pekabaran Injil oleh Antonie Aris van de Loosdrecht, yang berhasil memperkenalkan Kekristenan kepada masyarakat setempat. Patung di Lembang Mai’ting didirikan sebagai monument penghargaan atas jasa van de Loosdrecht dalam menyebarkan ajaran Injil. Pendirian patung ini berlangsung selama Sembilan tahun (2015- 2024) dan terletak di lokasi strategis yang sering dilalui masyarakat. Namun, keberadaan patung ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat di luar wilayah tersebut. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melaksanakan kegiatan di Lembang Mai’ting terinspirasi untuk menjadikan patung van de Loosdrecht sebagai destinasi wisata rohani. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk pembersihan area sekitar patung, pembaruan warna, pemasangan pagar, dan promosi melalui media sosial. Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan van de Loosdrecht dan dedikasinya dalam menyebarkan Injil serta menjadikan patung tersebut sebagai daya tarik wisata rohan

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA Tema 9 Kayanya Negeriku di SDN 4 Tallunglipu

    No full text
    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPA Tema 9 Kaya Negeriku Di SDN 4 Tallunglipu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPA Tema 9 Kayanya Negeriku di SDN 4 Tallunglipu melalui model pembelajarn inkuiri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 4 Tallunglipu, pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 23 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Teknik angket dalam motivasi belajar pada akhir siklus I dan Siklus II serta data hasil Observasi. Hasil penelitian dengan menggunakan metode inkuiri menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan motivasi belajar siswa dari kondisi awal sebesar 43,48% atau 10 siswa meningkat menjadi 15 siswa atau 65,22% dan mencapai angka 91,30% dari 75% batasan minimal yang telah ditentukan pada kriteria keberhasilan proses perbaikan pembelajaran pada siklus kedua, penerapan model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPA Tema 9 Kayanya Negeriku di SDN 4 Tallunglipu

    The Application of Project Based Learning Model in the Implementation of the Merdeka Curriculum to Enhance Students' Concept Mastery in IPAS Learning

    No full text
    The purpose of this research is to investigate the improvement of students' conceptual mastery in IPAS subjects through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. This study is classified as a classroom action research with students from the fourth grade of SDN 5 Makale, totaling 29 students, as the subjects. Data analysis employs qualitative descriptive analysis. The research findings indicate that the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model within the framework of the independent curriculum can enhance students' conceptual mastery. This is evident from the results of the students' conceptual mastery tests at the end of each cycle. The students' learning completeness in Cycle I was 51.72%, which increased to 86.20% in Cycle II

    Based on Social, Economic, and Cultural Aspects, Is The “Tuak” Toraja Business Still Worth Sustaining?

    No full text
    Toraja’s culture is distinct and captivating, with unique traditions passed down through generations. Among them, the tradition of serving and consuming tuak (a traditional alcoholic beverage) stands out, particularly in ceremonies like Rambu Tuka' (thanksgiving) and Rambu Solo' (funeral). Although many view tuak as a drink that can intoxicate and lead to health issues, it also holds potential as a profitable business if seen from a different perspective. This research investigates the business opportunities of Toraja tuak by examining social, economic, and cultural factors to understand how the economic conditions of tuak producers might be improved and gain broader acceptance. The study aims to analyze the viability of tuak as a business, factoring in social, economic, and cultural dimensions. The research is conducted in three stages: first, identifying issues through interviews and FGDs; second, conducting an in-depth literature review and gathering primary data on tuak business opportunities; and third, collecting secondary data, processing and analyzing it, and drawing conclusions. Results indicate that the tuak business holds significant promise when viewed through these comprehensive lenses, offering valuable social, economic, and cultural benefits

    Menelusuri Konsep Pemikiran John Calvin Tentang Manusia dan Relevansinya Terhadap Transformasi Sosial

    No full text
    Abstract. This article is a study of John Calvin's concept of thought about humans. By drawing on and analyzing John Calvin's thoughts, the author believes that the background of John Calvin's life needs to be explained comprehensively in order to understand his theology about humans. The background of the life in question includes: the background of Calvin's life, the influence of philosophical schools on the formation of Calvin's theology and the controversy over his life which makes many people wonder. By using literature study approach, the author examines it analytically and methodically and obtains three points that can be of actual relevance to social transformation efforts in Indonesia. First, the social human that Calvin meant was a human who always prioritizes an attitude of hospitality. Second, social humans are humans who abandon the tendency to prioritize individualistic attitudes. Third, social people are people who continue to fight for Indonesia as a "city of God," an area where people will feel peace because they accept justice and the virtues of life. Abstrak. Artikel ini adalah sebuah studi terhadap konsep pemikiran John Calvin tentang manusia. Dengan menimba dan menganalisis pemikiran John Calvin, penulis berpendapat bahwa latar belakang kehidupan John Calvin perlu dijelaskan secara komprehensif agar bisa memahami teologinya tentang manusia. Latar belakang kehidupan yang dimaksud, antara lain: latar belakang kehidupan Calvin, pengaruh aliran filsafat terhadap pembentukan teologi Calvin dan kontroversi hidupnya yang membuat orang banyak bertanya-tanya. Dengan menggunakan kajian kepustakaan, penulis mengkajinya secara analisis dan metodik, dan mendapatkan tiga poin yang bisa direlevansikan secara aktual pada upaya transformasi sosial di Indonesia. Pertama, manusia sosial yang dimaksudkan Calvin adalah manusia yang selalu mengedepankan sikap hospitalitas. Kedua, manusia sosial adalah manusia yang meninggalkan kecenderungan untuk mengedepankan sikap individualistik. Ketiga, manusia sosial adalah manusia yang terus memperjuangkan Indonesia sebagai “kota Allah,” daerah di mana masyarakat akan merasakan damai sejahtera karena menerima keadilan dan kebajikan hidup
    corecore