1,997 research outputs found

    PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI AER ULAK KARYA REZKY KURNIA PUTRI

    No full text
    Kata Kunci: Proses Kreatif, Tari Aer UlakTari Aer Ulak ini terinspirasi dari sebuah tradisi zaman dahulu yang telah punah. Karya tari ini diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018. Rezky Kurnia Putri mengangkat sebuah garapan tari dengan tema tradisi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak karya Rezky Kurnia Putri melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi. Objek penelitian ini adalah tari Aer Ulak yang dikaji dariproses kreatif yang meliputi elemen-elemen komposisi tari seperti tema, gerak,tata rias, tata busana, iringan, pola lantai, properti dengan menggunakanpendekatan kualitatif. Tema Tari Aer Ulak pada awalnya yaitu berupa ritual yang menggambarkan tentang budaya yang menampilkan kembali budaya yang telah hilang dalam sebuah gerakan seni tari. Urutan gerak yang dilakukan dimulai dari salam pembuka, membawa perasap, ngerajah, mencak, menurunkan lancang serta menanti firasat. Tari ditampilkan dengan menggunakan properti sajen, memakai tata rias wajah yang tegas serta bernuansa seram, serta diiringin oleh keyboard, gendang melayu, biola,bamba, ketipung, dan akordion.Sumber data penelitian ini adalah Rezky Kurnia Putri, selakukoreografer atau pencipta Tari Aer Ulak. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datadilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Oleh karena itu, didapatkan hasil penelitian berupa tahap-tahap yang dilakukan oleh Rezky dalam proses kreatif meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan tahap komposisi yaitu proses penyusunan gerak yang telah didapatkan dari proses eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi menjadi satu tarian yang utuh. Selain itu proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan atau skill, identitas atau gaya (style), originalitas atau keaslian,dan apresiasi atau penghargaan

    HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DENGAN SIKAP HYGIENE REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI SMPN 3 JEMBER KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Hubungan Motivasi Orang Tua dengan Sikap Hygiene Reproduksi Remaja Putri di SMPN 3 Jember Kabupaten Jember; Aldila Kurnia Putri, 112310101006; 2015; xviii+159 halaman; Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Masa remaja merupakan masa dimana individu membutuhkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Perkembangan fisik maupun psikologis yang cepat terjadi pada remaja putri. Remaja putri memiliki bentuk anatomis organ reproduksi yang lebih beresiko tinggi terkena infeksi karena saluran reproduksinya berdekatan dengan saluran eliminasi urin. Remaja putri pada masa ini membutuhkan peran serta orang tua dalam membantu membimbing dan mengarahkan khususnya dalam membentuk sikap dan perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan reproduksi remaja putri (Wiknjosastro, 2006). Motivasi erat kaitannya dalam hal pembentukan sikap. Teori motivasi yang berkaitan dengan pembentukan sikap remaja putri adalah Teori Determinasi Diri (Self Determination Theory). (Decy & Ryan, 2000). Sikap dalam pemeliharaan hygiene reproduksi remaja putri meliputi penggunaan pakaian dalam, penggunaan handuk, perawatan bulu pubis, kebersihan alat kelamin, penggunaan pembalut, peningkatan imunitas (Tarwoto dkk, 2004). Tujuan penelitian untuk mengetahui motivasi orang tua dengan sikap hygiene reproduksi remaja putri di SMPN 3 Jember Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah analytic observational dengan pendekatan cross sectional. x Sampel 124 siswi kelas VII di SMPN 3 Jember. Teknik sampel adalah probability sampling yang digunakan secara proportionate stratified random sampling yang merupakan teknik pengumpulan sampel berdasarkan proporsi (Sugiyono, 2011). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengundi anggota populasi (lottery technique) (Notoatmodjo, 2012). Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi orang tua dibuat bersumber pada penelitian terdahulu dengan modifikasi tambahan dari peneliti, begitu pula kuesioner tentang sikap hygiene reproduksi remaja putri dibuat bersumber pada penelitian terdahulu dengan modifikasi tambahan dari peneliti. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan motivasi orang tua yang tinggi memiliki sikap hygiene reproduksi positif sebanyak 57 responden (80,3%). Analisa hubungan dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik p value 0,000 dan Odds Ratio (OR) 7,286 yang berarti ada hubungan motivasi orang tua dengan sikap hygiene reproduksi remaja putri. Selain itu, dimungkinkan pula terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi sikap hygiene reproduksi remaja putri meskipun tidak sedominan faktor motivasi orang tua. Faktor lain yang mempengaruhi yaitu konsep diri dan pengaruh media massa. Hal ini menunjukkan perlunya tindak lanjut dalam peningkatan motivasi orang tua kepada remaja putri dari seluruh indikator guna mencegah terjadinya permasalahan terkait hygiene reproduksi remaja putri

    PENGELOLAAN SANGGAR TARI DI SANGGAR SENI PUTRI GALUH KABUPATEN BOGOR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai latar belakang berdirinya dan bagaimana pengelolaan manajemen sanggar di Sanggar Seni Putri Galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling) dalam bidang sumber daya manusia atau personalia, administrasi, keuangan, pembelajaran, dan sarana serta prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi , wawancara,studi dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini mengambil subjek Sanggar Seni Putri Galuh Kabupaten Bogor dengan partisipan yang berkontribusi adalah pimpinan dan pelatih di Sanggar Seni Putri Galuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis. Untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tari tradisional yang didirikan pada tanggal 23 desember 2003 dengan latar belakang berdirinya sanggar yaitu karena kecintaan dan ambisi ibu Ina Rachmawati terhadap kesenian tradisional yang belum tersalurkan sehingga keinginan beliau mendririkan sanggar dengan tujuan melestarikan budaya kesenian tradisional dapat dipertahankan. sanggar ini memiliki program kerja yang dikelola serta dilaksanakan oleh para pengurus sanggar. Sanggar Seni Putri Galuh termasuk organisasi yang menerapkan manajemen tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi sanggar. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek Perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi,tugas pengurus sanggar,anggaran dasar dan rumah tangga. Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Kata Kunci : Pengelolaan Sanggar, Fungsi Manajemen, Sanggar Seni Putri Galuh This study aims to describe the background of its establishment and how the management of the studio management at the Putri Galuh Art Studio, includes aspects of the management function consisting of planning (planing), organizing (organizing), implementation (acting), supervision (controlling) in the field of resources. human or personnel, administration, finance, learning, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach with data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. This study took the subject of the Putri Galuh Art Studio, Bogor Regency with the contributing participants were the leaders and trainers at the Putri Galuh Art Studio. The data analysis technique used is descriptive analysis technique. To test the validity of the data used triangulation. Putri Galuh Art Studio is one of the studios that still plays an active role in developing traditional dance arts which was founded on December 23, 2003 with the background of the establishment of the studio, namely because of the anxiety of Mrs. Ina Rachmawati about traditional arts that have not been distributed so that her desire to establish a studio with the aim of preserving culture traditional arts can be preserved. This studio has a work program that is managed and implemented by the management of the studio. The Putri Galuh Art Studio is an organization that applies traditional management, namely management that is implemented based on a joint decision by members of the organization that is adapted to the situation and condition of the studio. Every decision related to the activities of the studio depends on the head of the studio. The results of the study indicate that planning aspects include HR planning activities, administration, student recruitment, materials, art performances, and student fees. Aspects of organizing (organizing) include the organizational structure, the duties of the studio management, the basic and household budgets. Actuating is carried out in stages in the implementation of the activity schedule. Supervision (controlling) every activity is supervised directly by the head of the studio, such as in the process of training or dance performances Keywords : Studio’s Management, Management Function, Putri Galuh Art Studi

    FUNGSI KORPS PMII PUTRI (KOPRI) WILAYAH LAMPUNG DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

    Full text link
    ABSTRAK FUNGSI KORPS PMII PUTRI (KOPRI) WILAYAH LAMPUNG DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Oleh Dewi Kurnia Pemberdayaan adalah memberikan kekuatan kepada seseorang yang lemah untuk lebih berdaya dalam mengambil keputusan terhadap keinginannya. Dan mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri seseorang (perempuan).Agar terciptanya kemandirian dan kesejahteraan dalam kehidupannya. Permberdayaan selalu dihubungkan dengan pembangunan, dimana perempuan adalah salah satu ikon terpenting dalam pembangunan. Agar terciptanya perempuan yang berkualitas dan baik maka sangat penting bagi perempuan untuk diberdayakan dalam segala aspek, atas dasar inilah skripsi ini membahas tentang“Fungsi Korps PMII Putri (KOPRI) Wilayah Lampung dalam Pemberdayaan Perempuan.” Dilihat dari jenisnya, penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research), yaitu penelitian yang dilakukan dalam kancah kehidupan sebenarnya dengan sistematis dan metodologis untuk mengungkapkan data-data. Penelitian ini juga menggunakan penelitian kepustakaan (library research), yang pengumpulan datanya diperoleh melalui sumber-sumber data dari beberapa literature yang berkaitan dengan judul skripsi ini. Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang berkenaan tentang Fungsi Korps PMII Putri (KOPRI) Wilayah Lampung dalam Pemberdayaan Perempuan. Untuk kelengkapan data penelitian penulis menggunakan alat pengumpulan data yaitu wawancara (Interview), Observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan pada KOPRI dengan memberikan kegitan-kegiatan Formal, Informal dan Non formal, baik dalam Internal maupu eksternal. Namun masih banyak hambatan dalam melakukan pemberdayaan ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran perempuan terhadap organisasi yang diikuti. Dari studi kasus ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang pemberdayaan yang dilakukan di dalam organisasi KOPRI terhadap perempuanperempuan yang mengikuti organisasi, yang pada nantinya sangat di butuhkan perannya dalam masyarakat. Untuk memudahkan penelitian, penelitian menggunakan populasi sebagai objek penelitian, yang jumlahnya 20 orang. Kata Kunci: Fungsi Korps PMII Putri (KOPRI), Pemberdayaan Perempua

    PENGELOLAAN SANGGAR SENI PUTRI GALUH KABUPATEN BOGOR

    Full text link
    Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensiny

    Program Pendidikan Tari Di Sanggar Seni Putri Galuh

    No full text
    Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensinya

    Studi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bandung

    Full text link
    Fuji Kurnia Putri - NPM : C10100125 ; Pembimbing : Faiz Said Bachmid, S.E., M.Ak., Ak., CA.Untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, maka harus meningkatkan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi, diantaranya dengan pembuatan anggaran berbasis digital. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh usefulness AIS (Accounting Information System) dan ease of use AIS (Accounting Information System) terhadap BIRMS (Bandung Integrated Resources Management System) information system acceptance. Objek dalam penelitian ini adalah : usefulness AIS, ease of use AIS dan BIRMS information system acceptance. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis memakai deskriptif dan analisis verifikatif. Data yang digunakan menggunakan data primer saja yang bersumber dari hasil data kuesioner. Total populasi dan sampel sebanyak 33 orang. Output yang dihasilkan dari R square sebesar 0,948 dengan nilai 10,965 dan nilai alpha 2,022 dari penelitian tersebut disimpulkan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Akan tetapi 5,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang bisa dijadikan penelitian berikutnya bagi peneliti selanjutnya

    Analisis Pengaruh Citra Merk Terhadap Keputusan Pemblian Buku Erlangga

    Full text link
    ABSTRAK PENGARUH CITRA MERK (BRAND IMAGE) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ERLANGGA (Studi Kasus D3 Mahasiswa FEB UNS) RIZNA KURNIA PUTRI F3214065 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh citra merk terhadap keputusan pembelian pada produk buku Erlangga di kalangan mahasiswa FEB UNS, selain itu penelitian ini disusun untuk mengetahui tanggapan responden mengenai citra merk Erlangga terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEB UNS. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey pada sebanyak 100 orang responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yang masuk pada kategori purposive sampling. Berkaitan dari hasil regeresi linear sederhana, dapat diperoleh kesimpulan bahwa varibel citra merk berpengaruh positif dan signifikan pada variabel keputusan pembelian dengan nilai t > ttable. Sehingga citra merk mempengaruhi keputusan pembelian buku Erlangga. Kemudian diketahui tanggapan responden mengenai citra merk Erlangga adalah “Baik” dan mengenai proses keputusan pembelian kurang baik” Kata kunci : Citra Merk (Brand Image), Keputusan Pembelian Buku Erlangg

    PENINGKATAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE PEMBELAJARAN PJBL STUDI DI SMP BAITUR ROHMAH WRINGINAGUNG KENCONG KELAS VIII B PADA MATERI FUNGSI JARINGAN AKAR

    Full text link
    Putri Dwi Kurnia. 2018. Peningkatan Kecerdasan Emosional Dan Hasil Belajar Dengan Metode Pembelajaran PJBL Studi Di SMP Baitur Rohmah Wringinagung Kencong Kelas VIII B Pada Materi Fungsi Jaringan Akar. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Jember. Skripsi. Jurusan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1)Dra. Switri Komarayanti, MP. (2) Novy Eurika, S.Si, M.Pd Kata Kunci : Kecerdasan emosional, hasil belajar, PJBL. Kecerdasan dibedakan menjadi tiga yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Tingkat kecerdasan emosional siswa diperoleh dengan kriteria sangat baik 23 siswa (35,48%) dan kriteria baik 12 siswa (64,52%). Hasil belajar siswa SMP VIII Baitur Rohmah angkatan 2017/2018 selama satu semester diperoleh indeks prestasi dengan kriteria sangat baik ada 9 siswa (20%), kriteria baik ada 12 siswa (62%), cukup baik 7 siswa (12%), kurang baik 4 siswa (6%). Simpulan dari penelitian ini adalah ada peningkatan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa Smp Baitur Rohmah Wringinagung Kencong Kelas VIII B

    TINGKAT KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMPN 15 KOTA BENGKULU

    No full text
    Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama di masa pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mencegah anemia, pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Namun, tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet ini masih rendah, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti rasa malas, efek samping setelah konsumsi, dan kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 15 Kota Bengkulu. Jelnis pelnellitian ini adalah pelnellitian delskriptif delngan melnggunakan kuelsionelr selbagai instrumelnt pelngumpulan data. Sampell pada pelnellitian ini adalah siswi kellas VII,VIII dan IX di SMPN 15 Kota Belngkulu yang belrjumlah 100 orang pelngambilan sampell dalam pelnellitian ini melnggunakan purposivel sampling. Karaktelristik relspondeln dan tingkat kelpatuhan belrdasarkan hasil pelnellitian, karaktelristik relspondeln melnunjukkan bahwa mayoritas partisipan belrasal dari kellas IX, yaitu selbanyak 64 orang (64,0%). Selmelntara itu, relspondeln dari kellas VII belrjumlah 21 orang (21,0%) dan dari kellas VIII selbanyak 15 orang (15,0%). Sellanjutnya, hasil pelnellitian melngelnai tingkat kelpatuhan relmaja putri dalam melngonsumsi tablelt tambah darah di SMPN 15 Kota Belngkulu melnunjukkan bahwa mayoritas relspondeln melmiliki kelpatuhan yang seldang, telridelntifikasi pada 58 orang (58,0%). Data ini selcara jellas melngindikasikan bahwa tingkat kelpatuhan dalam melngonsumsi tablelt tambah darah di kalangan relmaja putri di SMPN 15 Kota Belngkulu telrgolong cukup baik. Kata Kunci: Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Tambah Dara
    corecore