639 research outputs found

    Pemikiran Farid Esack Tentang Hermeneutika Pembebasan Al-qur'an

    No full text
    Teologi Pembebasan lahir dan berkembang di Amerika Latin, sebagai gerakan pemerdekaan bagi kelompok masyarakat miskin, pinggiran, dan tertindas. Teologi pembebasan tampil dengan menyerukan persamaan hak tanpa memandang latar belakang, agama, etnis, dan warna kulit. Di kalangan Islam, Farid Esack, pemikir dari Afrika Selatan, adalah salah seorang yang dengan sangat semangat mendengungkan pembebasan. Berangkat dari pengalaman pribadi dan keluarganya di Afrika Selatan, Farid Esack berhasil memformulasikan sktetsa ajaran Islam menjadi sebuah gerakan pembebasan yang berpengaruh secara signifikan terhadap dunia Islam secara umum. Menurutnya al-Qur'an memuat semangat pembebasan bagi semua manusia secara universal

    PEMIKIRAN FARID ESACK TENTANG HERMENEUTIKA PEMBEBASAN AL-QUR’AN

    No full text
    Teologi Pembebasan lahir dan berkembang di Amerika Latin, sebagai gerakan pemerdekaan bagi kelompok masyarakat miskin, pinggiran, dan tertindas. Teologi pembebasan tampil dengan menyerukan persamaan hak tanpa memandang latar belakang, agama, etnis, dan warna kulit. Di kalangan Islam, Farid Esack, pemikir dari Afrika Selatan, adalah salah seorang yang dengan sangat semangat mendengungkan pembebasan. Berangkat dari pengalaman pribadi dan keluarganya di Afrika Selatan, Farid Esack berhasil memformulasikan sktetsa ajaran Islam menjadi sebuah gerakan pembebasan yang berpengaruh secara signifikan terhadap dunia Islam secara umum. Menurutnya al-Qur’an memuat semangat pembebasan bagi semua manusia secara universal

    HUBUNGAN SOSIALISASI PAJAK DENGAN KESADARAN MEMBAYAR PAJAK (Studi Pada Pajak Penghasilan Orang Pribadi Non Pegawai Di Kelurahan Jebres Kota Surakarta)

    No full text
    Zaky Farid Luthfi. HUBUNGAN SOSIALISASI PAJAK DENGAN KESADARAN MEMBAYAR PAJAK (Studi Pada Pajak Penghasilan Orang Pribadi Non Pegawai Di Kelurahan Jebres Kota Surakarta) Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta.Maret 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan positif yangsignifikan antara sosialisasi pajak dengan kesadaran membayar pajak penghasilan non pegawai di kelurahan Jebres kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi diambil berdasarkan jumlah kepala keluarga di kelurahan jebres yang mempunyai mata pencaharian non pegawai. Jumlah kepala keluarga di kelurahan Jebres yaitu 9480 kepala keluarga. Sampel diambil berdasarkan rumus yang dikembangkan Issac dan Michele dengan tingkat kesalahan 5% sehingga didapat 335 kepala keluarga sebagai sampelnya. Teknik pengumpulan data untuk variabel sosialisasi pajak (X) dan kesadaran membayar pajak (Y) menggunakan angket tertutup dengan 5 pilihan jawaban. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis koefisien korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan positif yang signifikan antara sosialisasi pajak dengan kesadaran membayar pajak studi pada pajak penghasilan orang pribadi non pegawai di kelurahan Jebres Kota Surakarta. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis data yaitu diperoleh nilai rxy = 0.877 dan pada taraf signifikansi 5% maka diperoleh rtabel = 0,098, karena rhitung > rtabel yaitu 0,877 > 0,098, maka Ha diterima dan H0 ditolak berarti menunjukkan ada hubungan positif antara Variabel X dengan Variabel Y. Sedangkan harga thitung = 33,34 Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan nilai ttabel maka diperoleh ttabel sebesar 1,980. Karena thitung > ttabel yaitu 33,34> 1,980, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak berarti variabel X Signifikan terhadap variabel Y. Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sosialisasi pajak dengan kesadaran membayar pajak studi pada pajak penghasilan orang pribadi non pegawai di kelurahan Jebres Kota Surakarta. Kata kunci : Hubungan, Sosialisasi, Kesadaran, Paja

    PELAKSANAAN PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM UPAYA PERLINDUNGAN HARTA PRIBADI SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kota Blitar)

    No full text
    Zulham Maula Farid, 12102193032, Pelaksanaan Perjanjian Perkawinan Dalam Upaya Perlindungan Harta Pribadi Suami Istri Dalam Persektif Hukum Positif dan Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Kota Blitar), Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2023, Pembimbing: Indri Hadisiswati, S.H., M.H. Kata Kunci: Perjanjian Perkawian, Harta Dalam Perkawinan, Hukum Perdata, Kompilasi Hukum Islam. Penelitain ini dilatar belakangi oleh banyaknya masyarakat yang belum mengetahui tentang perjanjian perkawinan, Sehingga sebagian besar masih menganggap asing. Dari situlah peneliti ingin mengetahui sejauh manakah pelaksanaan perjanjian perkawinan di Kota Blitar, lalu apa saja yang diperlukan dalam pembuatan perjanjian perkawinan, bagaimana pendaftarannya dan lain-lain. Rumusan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan perjanjian perkawinan dalam upaya perlindungan harta pribadi suami istri di kota Blitar. 2) Bagaimana pelaksanaan perjanjian perkawinan dalam upaya perlindungan harta pribadi suami istri di kota Blitar dalam perspektif Hukum Positif dan Kompilasi Hukum Islam. Metode peneltian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data lapangan melalui metode wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan perjanjian perkawinan di Blitar muncul dengan beragam latar belakang salah satunya ada yang membuat perjanjian untuk melindungi aset dari resiko bisnis, ada yang ingin menghindari percampuran harta, atau karena adanya ketimpangan ekonomi suami istri. 2) Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata perjanjian perkawinan tidak boleh melanggar kesusilaan atau ketertiban umum dan harus dibuat melalui notaris sebelum pernikahan berlangsung. Selain itu tidak dapat diubah selama pernikahan berlangsung, kecuali jika kedua belah pihak setuju. Sementara itu dalam Kompilasi Hukum Islam, Suami istri bisa membuat perjanjian perkawinan, Hal ini berdasar buku I Bab VII Pasal 46-52 Kompilasi Hukum Islam. Taklik talak juga tidak harus ada dalam setiap perkawinan, tetapi jika dibuat, tidak bisa dibatalkan. Dan bila ada pelanggaran terhadap perjanjian, maka istri berhak meminta pembatalan nikah di Pengadilan Agama

    Perlindungan Data Pribadi Dalam Perspektif Sadd Dzari’ah

    No full text
    Abstract In the world of computing and digital, an individual is required to recognize and define the boundaries or boundaries of his preferences in order to reach agreement on the status of his privacy in a particular context or space. In other words, each individual should acquire the right to use his/her own personal data, which will ensure a more active role in the management of his/her personal data. While on the other hand, personal data or information has become something that is very valuable, as well as vulnerable as a commodity so that it poses a risk of vulnerability to misuse or theft of personal data. For this reason, it is necessary to analyze risk mitigation in a syar'i manner in order to avoid the crime of theft and misuse of personal data in cyberspace called the sadd dzari'ah method. This research uses a qualitative approach. Data collection methods used in this study are literature, documentation and observation methods. In analyzing the data that has been collected, the researcher will use descriptive-analytical analysis with ushuliyah approach. The findings of this study are in the perspective of sadd dzari'ah, personal data contains honor and personal dignity that should not be disturbed. When there is misuse of data, it creates a danger (mudharat) in the form of damage to a person's dignity (hifz al-irdh) even though Islamic law as much as possible creates benefits for humans. Therefore, the Government is obliged to draw up a Personal Data Protection Law in order to create a protected and guaranteed digital ecosystem. Keywords: Protection, Personal Data, Sadd Dzari’ah.   Abstrak Dalam dunia komputasi dan digital, seorang individu dituntut untuk mengenali dan menetapkan garis batas atau batasan preferensinya untuk mencapai kesepakatan tentang status privasinya dalam konteks atau ruang tertentu. Dengan kata lain, masing-masing individu harus memperoleh hak untuk menggunakan data pribadinya sendiri, yang akan memastikan peran yang lebih aktif dalam pengelolaan data pribadinya. Sementara di sisi yang lain, data atau informasi pribadi telah menjadi sesuatu yang sangat berharga, sekaligus rentan sebagai komoditas hingga menimbulkan resiko kerawanan penyalahgunaan ataupun pencurian data pribadi. Untuk itu diperlukan analitis mitigasi resiko secara syar’i demi terhindar dari kejahatan pencurian dan penyalahgunaan data pribadi di ruang siber yang disebut metode sadd dzari’ah. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode literature, dokumentasi dan observasi. Dalam menganalisis data yang telah terkumpul, peneliti akan menggunakan analisis deskriptif-analitis dengan pendekatan ushuliyah. Temuan penelitian ini adalah dalam perspektif sadd dzari’ah, data pribadi memuat kehormatan, dan martabat pribadi yang tidak boleh diganggu. Ketika terjadi penyalahgunaan data, maka menimbulkan bahaya (mudharat) berupa rusaknya harkat dan martabat seseorang (hifz al-irdh) padahal syariat Islam sebisa mungkin mewujudkan kemaslahatan bagi manusia. Oleh karena itu, Pemerintah wajib menyusun Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi demi menciptakan ekosistem digital yang terlindungi dan terjamin keamanannya. Kata Kunci: Perlindungan, Data Pribadi, Sadd Dzari’ah

    MEMBANGUN MASYARAKAT PLURALIS PERSPEKTIF FARID ESACK DALAM KONTEKS POLITIK PRAKTIS DI INDONESIA

    No full text
    This study aims to thoroughly explore the concept of a pluralist society from the perspective of Farid Esack in the context of practical politics in Indonesia. Religious diversity is a real event that cannot be denied in the nation and state. So that the existence of religious diversity is a gift that must be grateful for, even though all are challenges that must be faced by the people. The author uses Farid Esack's thinking because he sees Farid's history in different cultures, races, and religions. This research method is literature review or literature review. Data collection techniques with document studies, and data analysis using qualitative methods. Building a pluralist society with farid esack perspective in the context of practical politics in Indonesia can be done with pluralist concepts and hermeneutics.Keywords: Farid Esack, pluralist society, political perspectiv

    Kekerasan Simbolik Media Massa (Kekerasan Simbolik Dalam Pemberitaan Kasus Peredaran Video Asusila di Media Massa Online: Kajian Sosiologi Komunikasi)

    No full text
    Media massa dalam memberitakan kasus privasi salah satunya kasus penyebaran video asusila remaja masih terjebak pada logika pasar. Untuk menarik minat pembaca, awak media membangun gaya penulisan yang terkesan sensasional dan vulgar. Akibatnya, entah disadari atau tidak dibalik pengungkapan fakta yang rinci tersebut telah melakukan kekerasan simbolik (symbolic violence) berupa penggunaan bahasa eufemisme yang berdampak pada hadirnya praktik pelabelan negatif atau stereotipe sehingga memicu potensi traumatik berkepanjangan kepada pelaku bahkan keluarga pelaku.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v1i22016p12

    Decoding the Risks of Fecal Incontinence: A Comprehensive Analysis of Closed Internal Sphincterotomy in Chronic Anal Fissure.

    No full text
    © Copyright 2024 Farid et al. This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License CC-BY 4.0., which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.Introduction An anal fissure is marked by a longitudinal tear in the mucosal lining of the lower anal canal, causing painful defecation and mild anal bleeding. The classical triad includes an anal ulcer, a sentinel tag, and a hypertrophic papilla. This study investigates the frequency of fecal incontinence in patients with anal fissure undergoing closed internal sphincterotomy, offering recent insights for treatment recommendations. Objective To determine the prevalence of fecal incontinence in individuals with chronic anal fissure undergoing closed internal sphincterotomy. Methodology The study design was a descriptive case series, conducted over a 6-month period (August 21, 2018 to February 21, 2019). It was carried out at the General Surgery Department, Lady Reading Hospital MTI, Peshawar, Pakistan. The participants included a total of 139 patients diagnosed with chronic anal fissures. Data collection To gather comprehensive information, a detailed approach was adopted. This included history taking, general physical examinations, and digital rectal examinations for all patients. All patients diagnosed with chronic anal fissure were prepared for lateral internal sphincterotomy (LIS). Variables The variable of interest was the occurrence of fecal incontinence, assessed during follow-up visits at the end of the 2nd and 6th week post-surgery. Ethical consideration The study received approval from the hospital's ethical committee and the College of Physicians and Surgeons of Pakistan (CPSP) research committee. Results In our study, the mean age was 30 years (SD ± 12.16). Forty-five percent of patients were male, and 55% were female. Fecal incontinence was observed in 10% of patients. Conclusion Our study reveals a fecal incontinence frequency of 10% in patients undergoing closed LIS for chronic anal fissure

    Persepsi para guru tentang perpajakan dan pemotongan pajak penghasilan orang pribadi atas dana bantuan operasional sekolah (studi kasus SDN dan SMPN se-Jakarta Barat)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur persepsi para guru terhadap perpajakan dan pemotongan pajak penghasilan orang pribadi atas dana Bantuan Operasional Sekolah. Untuk menganalisis persepsi tersebut dilakukan dengan mengunakan analisis statistik deskriptif. Dalam penentuan sampel digunakan random sampling yang diacak untuk dijadikan sampel yang berjumlah 300 guru SDN dan SMPN dengan menghasilkan sebuah analisa yaitu: Para guru SDN dan SMPN se-Jakarta Barat cenderung mengetahui dan memahami tentang perpajakan dan pemotongan PPh 21 orang pribadi atas honorarium yang menjadi objek pajak dari dana BOS. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menyebarkan di 8 titik kecamatan di wilayah Jakarta Barat sebanyak 300 kuesioner ke para guru yang telah terkena kewajiban membayar pajak atas dana Bantuan Operasional Sekolah yang menjadi objek pajak, kemudian diuji tiap poin pertanyaan dengan uji validitas dan realibilitas dan dihasilkan dengan hasil yang valid dan realiabel, kemudian tiap poin pertanyaan dianalisa hasil dan responden menjawabnya. Berdasarkan data yang penulis peroleh dari hasil keusioner yang disebarkan ke 8 kecamatan di Jakarta Barat, untuk mendapatkan hasil yang valid dari penelitian tersebut, setelah melakukan analisa dan pengolahan data dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil yang signifikan bahwa para guru cenderung mengerti dan memahami terhadap perpajakan dan pemotongan pajak penghasilan orang pribadi atas dana Bantuan Operasional Sekolah, dapat disimpulkan bahwa para guru memiliki persepsi terhadap perpajakan dan pemotongan pajak penghasilan orang pribadi atas dana Bantuan Operasional Sekolah

    Konseptualisasi Kemiskinan dan Penindasan Perspektif Farid Esack

    No full text
    Conceptualization Interpretation Studies Farid Esack In the book Qur’an Liberation And Pluralism An Islamic Perspective Of Interreligious Solidarity Against oppression About Verses Poverty The Qur'an is an indication of human life guidelines that would follow, it is not only related to the issue of 'ubudiyah but also social problems such as poverty which we will discuss the contents of this paper. In the life of modern society can not be separated from the problems that often become the color in the life of society itself. One of the many problems facing humans is the problem of poverty. The problem of poverty is as old as human age itself and the implications of the problem can involve all aspects of human life. In this issue has been widely discussed theories of poverty, including Farid Esack in book the Qur’an, Liberalism, and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity Against oppression describes the oppression that is one of the causes of their poverty. In this paper the problem under study is poverty caused by oppression. The purpose of this research is to suggest that poverty is caused by certain factors, and the solution to the problem. For that main reference in the discussion is karaya one of the leading figures of the Qur'an interpreter Farid Esack. The method used is a literature study, or better known as research libraries in other words the author uses the method of collecting and analyzing data. This study refers to the study in which the object is written by qualitative method. The results of this study relate to the suppression of a party to another party with a certain background of interest for an interest that benefits some parties regardless of the perceived consequences of others. The solution can be taken as a conclusion justice, hijrah, jihad, prohibition practice of riba ', ban the practice of moneylenders, landlords removal system, alms. After all that can be accomplished, then the life of humanity based on equality in the eyes of human beings, and avoid the values of oppression
    corecore