2,227 research outputs found

    Pemrograman web PhP dan MySQL untuk sistem informasi perpustakaan

    No full text
    Untuk membuat web dInamis diperlukan buku panduan pemrograman web (web design) dengan PHP dan MySQL. Satu di antara banyak buku yang mengungkap panduan itu adalah buku berjudul Pemrograman Web : PHP & MySQL yang ditulis oleh Eko Prasetyo, meskipun sesungguhnya buku tersebut dikhususkan untuk pemrograman sistem informasi perpustakaan. Namun secara mendasar dapat digunakan untuk belajar pemrograman web dengan PHP dan MySQL dalam materi yang lain

    Analisis Kepailitan Persero Sebagai Badan Usaha Milik Negara (Studi Kasus PT Istaka Karya (Persero))?/ oleh Eko Prasetyo

    No full text
    Latar belakang dalam penulisan tesis ini adalah membahas kepailitan PT Istaka Karya (Persero) (Istaka) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Persero. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam Putusan No. 73/PAILIT/2010/PN.JKT.PST dan Putusan Mahkamah Agung No. 124 K/Pdt.Sus/2011 mengenai Perkara dimaksud, kedua putusan tersebut memiliki perbedaan dalam menafsirkan ketentuan Pasal 2 Ayat (5) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan normatif, dengan spesifikasi penelitian menggunakan deskiptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka (library research), dengan teknik analisis data menggunakan teknik deduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istaka tidak melunasi utangnya yang berasal dari penerbitan surat sanggup atas tunjuk terhadap PT JAIC Indonesia (JAIC). Berdasarkan fakta hukum, JAIC mengajukan gugatan ke pengadilan negeri hingga kasasi ke Mahkamah Agung, tapi hal ini tidak membuat Istaka melunasi utangnya. Sampai pada akhirnya, JAIC mengajukan permohonan pernyataan pailit terhadap Istaka. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam Putusan No. 73/PAILIT/2010/PN.JKT.PST menolak permohonan pailit JAIC. Berdasarkan putusan tersebut, JAIC mengajukan kasasi, hasilnya Mahkamah Agung dalam putusan No. 124 K/Pdt.Sus/2011 mengabulkan permohonan pailit terhadap Istaka. Kesimpulannya bahwa putusan Mahkamah Agung telah sesuai dengan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Dari penelitian ini diketahui bahwa BUMN Persero adalah Perseroan Terbatas, sehingga terhadapnya berlaku ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dan karenanya pula Istaka sebagai BUMN berbentuk Persero dapat dipailitkan. ABSTRACT Judul Tesis : The Analysis of Bankruptcy on Persero as The Stated Owned Enterprises (Case Study PT Istaka Karya (Persero)) Name of Student : Eko Prasetyo NIM : 207112001 Keywords : Persero, Bankruptcy, Stated Owned Enterprises Contents of Abstract : The Background of this thesis is to study on bankruptcy of PT Istaka Karya (Persero) (Istaka) as Stated Owned Enterprises which has the form as Persero. The purpose of this research is to analyze The Desicion of Commercial Court on District Court of Central Jakarta No. 73/PAILIT/2010/PN.JKT.PST and The Desicion of Supreme Court No. 124 K/Pdt.Sus/2011 regarding the case herein, both of decisions have differences in the intrepetation of Article 2 Paragraph (5) Law Number 37 Year 2004 regarding Bankruptcy and Postponement of Debt Payment. The Method of this research is normative approach, on specification of this research is analytical description. The research data used secondary data, including primary lawful material, secondary lawful material and tertiary lawful material. The technical on collecting data is library research, with deduction technic. The results showed that Istaka not repay the debt from the issuance of promissory notes at sight against PT JAIC Indonesia (JAIC). Based on the legal facts, JAIC filed a lawsuit to the District Court until filed appeal to the Supreme Court, but these act did not make Istaka repay the debt. Finally, JAIC filed a bankruptcy petition against Istaka. Commercial Court on District Court of Central Jakarta in The Decision No. 73/PAILIT/2010/PN.JKT.PST was rejected the bankruptcy petition from JAIC. Based on this decision, JAIC filed the appeal, the result was the Supreme Court in Decision No. 124 K/Pdt.Sus/2011 made that Istaka was bankrupt. It can be concluded that The Decision of The Supreme Court was in accordance with Law Number 37 Year 2004 regarding Bankruptcy and Postponement of Debt Payment. From this research it is known that State Owned Enterprises which has the form as Persero is a Limited Liability Company, therefore it shall comply with the provisions in Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Liability Companies, and hence Istaka as Stated Owned Enterprises which has form as Persero can be bankrupted

    TAFSIR PROGRESIF ATAS KISAH-KISAH DALAM AL-QUR’AN KARYA EKO PRASETYO

    No full text
    Kitab Pembebasan is Eko Prasetyo’s first work in the field of interpretation contains the stories of prophets and friends in the Qur\u27an. For him, the stories of the prophets no longer have the power to change circumstances, then progressive logic brings Eko to an interpretation of the stories of the prophet to the surrounding social problems. When many commentators who interpret the Quran relate to the social community, then interpreting the Quran leads to social criticism being unique to discuss. So this paper is focused on discussing social criticism in the Book of Liberation. In this paper, there are indications of the content of social criticism Eko Prasetyo then grouped them into five fields, namely economics, religion, education, politics and society. Then explained based on the theme specifically. Then develop social criticism based on each theme. Among them is a criticism of the economic system of capitalism, interpretation of the meaning of Satan, tyranny, seditious and idolatrous, religious and financiers, criticism of Suharto and the New Order, the case of the murderous activist Salim deer. Also, Eko\u27s other works were reviewed to develop his criticisms. The interpretation for Eko through the Book of Liberation is the contextualization of the problems that occur around him, Eko does not care about the interpretation of the interpretation, because for Eko, the Qur\u27an is a book of movements that must be practiced.Keyword: Eko Prasetyo, Progressive Interpretations, Qissah, al-Qur’a

    Leaflet Lampu Lampir

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa Flyer dengan judul LEAFLET Lampu Lampir karya dari Ir Tri Prasetyo Utomo, M.Sn.; Eko Sri Haryanto, M.Sn

    “Flayer Chello Toys Kayu 1”

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa karya Seni flyer, dengan judul “Flayer Chello Toys Kayu 1” karya dari Eko Sri Haryanto, dan Ir Tri Prasetyo Utomo, M.Sn

    Kapitalisme pendidikan dalam perspektif Islam (kajian terhadap pemikiran Eko Prasetyo dalam buku Orang Miskin Dilarang Sekolah)

    No full text
    Penelitian ini didasarkan pada suatu asumsi dasar bahwa PENDIDIKAN ITU PENTING, yang dengannya optimalisasi potensi diri manusia akan terwujud yang mengantarkan terbentuknya tatanan masyarakat, bangsa dan dunia yang diridloi oleh Allah SWT. Berdasar dari asumsi tersebut, ada 2 hal yang mendorong penulis untuk merealisasikan karya ini: pertama adanya fenomena kesenjangan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia yang disebabkan melambungnya biaya pendidikan sehingga pendidikan hanya melayani kalangan kelas sosial tertentu saja, terutama bagi mereka yang kaya. Kedua lahirnya karya besar yaitu buku yang berjudul Orang Miskin Dilarang Sekolah yang ditulis Eko Prasetyo, dalam buku tersebut beliau mengatakan bahwa kesenjangan akses pendidikan terjadi oleh karena adanya kapitalisme dalam pendidikan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Makna kapitalisme pendidikan menurut Eko Prasetyo dalam buku orang miskin dilarang sekolah, 2) Mengetahui kapitalisme pendidikan dalam tinjauan pendidikan islam. Berdasarkan data-data yang terkumpul dalam bentuk deskripsi (tulisan), maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan menggambarkan pemikiran Eko Prasetyo dalam karyanya yang berjudul orang miskin dilarang sekolah tentang kapitalisme pendidikan kemudian dianalisa menurut isinya (content analysis). Kemudian penulis menata dan mengklasifikasikannya sesuai dengan judul yang diangkat untuk selanjutnya berusaha memahami pemikiran Eko Prasetyo berkaitan dengan masalah kapitalisme pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapitalisme pendidikan merupakan faktor yang merubah logika pendidikan, yaitu pendidikan tidak lagi menjadi public goods melainkan telah berubah sebagai private goods. Di mana pendidikan tidak lebih dari sarana untuk akumulasi kapital. Kondisi seperti ini adalah akibat adanya privatisasi pendidikan yang merupakan imbas diberlakukannya kebijakan kapitalisme dalam system perekonomian Indonesia. Implikasi lebih jauh adalah mahalnya biaya pendidikan yang menyebabkan pendidikan hanya dapat diakses oleh mereka yang berkantong tebal saja, orang kaya. Sedangkan orang miskin tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengaksesnya. Berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah seperti pencabutan subsidi pendidikan dan memandirikan pengelolaan pendidikan pada institusi sekolah adalah nyata sebagai bentuk diskriminasi terhadap orang miskin dalam akses pendidikan. Orang miskin dilarang sekolah adalah benar adanya dalam masyarakat Indonesia. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa pendidikan itu wajib bagi siapa saja (laki-laki maupun perempuan), karena dengan pendidikan manusia dapat menjadi makhluk sebagaiman ketetapan awal penciptaannya, sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi (sebagai manusia yang sempurna)

    KRITIK SOSIAL DALAM BUKU KITAB PEMBEBASAN: TAFSIR PROGRESIF ATAS KISAH-KISAH DALAM AL-QUR’AN KARYA EKO PRASETYO

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai kritik sosial dalam Kitab Pembebasan karya Eko Prasetyo. Kini ia menjabat sebagai ketua Badan Pekerja Social Movement Institute (SMI), ia telah menghasilkan kurang lebih 25 karya yang telah diterbitkan. Kitab Pembebasan merupakan karya pertamanya dalam bidang tafsir. Di dalamnya berisi kisah-kisah nabi dan sahabat dalam al-Qur’an. Eko merupakan aktivis yang tidak menjadi kritis lantaran buku, melainkan kenyataan ketimpangan yang ia saksikan secara langsung, di samping pertemuan dengan para aktivis pada masa orde baru, hal ini menjadikan pemikiran keagamaannya cenderung progresif setelah beberapa waktu kehidupannya berada di lingkungan pesantren. Sebelum pertemuan dengan para aktivis yang mengantarkannya pada tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Mansour Fakih, Arbi Sanit, Roem Topatimasang yang mempengaruhi pemikirannya, ia pernah membina sebuah TPA dan ia menjadi seorang pendongeng kisah-kisah para nabi. Baginya, kini cerita-cerita para nabi tidak lagi memiliki kekuatan pengubah keadaan. Maka logika progresif membawa Eko pada suatu penafsiran kisah-kisah nabi kepada permasalahan-permasalahan sosial di sekitarnya. Ketika banyak mufasir yang menafsirkan al-Qur’an berkaitan dengan sosial masyarakat, maka menafsirkan al-Qur’an mengarah kepada kritik sosial menjadi hal yang cukup unik untuk dibahas. Maka skripsi ini difokuskan membahas mengenai kritik sosial dalam Kitab Pembebasan. Penulis menandai indikasi-indikasi muatan kritik sosial Eko Prasetyo lalu mengelompokkannya kepada lima bidang, yakni ekonomi, agama, pendidikan, politik dan sosial. Lalu dijelaskan berdasarkan tema secara spesifik. Kemudian mengembangkan kritik-kritik sosial berdasarkan masing-masing tema. Selain itu penulis juga mengkaji karya-karya Eko yang lain guna mengembangkan kritikkritiknya. Dari penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan sejumlah kesimpulan berikut: cita-cita Eko sebagaimana melalui karya-karyanya adalah terwujudnya keadilan sosial. Keadilan sosial tidak terwujud ketika sistem ekonomi yang digunakan adalah ekonomi kapitalis. Maka jika menilik kritik Eko, ekonomi kapitalis lah penyebab kemunduran pendidikan yang justru menjadi bisnis raksasa, pada bidang politik pemerintah berpihak kepada pemilik modal, sosial yang timpang karena kemiskinan serta agama yang justru mempertahankan status quo dan mengabaikan sejarah para nabi yang menjadikan tauhid sebagai kekuatan pembebas. Tafsir bagi Eko melalui Kitab Pembebasan adalah kontekstualisasi terhadap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Eko tidak mempedulikan perdebatan tafsir, karena bagi Eko al-Qur’an adalah kitab gerakan yang harus diamalkan. Dalam mengkritik dalam bidang politik, menariknya Eko kerap mengkritik Soeharto yang dianggapnya paling bertanggung jawab masuknya para investor dan memulai babak baru sistem ekonomi kapitalisme. Selain itu, Eko menafsirkan berhala sebagai segala aspek materi pada zaman ini yang menjadikan manusia serakah untuk terus mengkonsumsi. Sikap zalim dipahami Eko merupakan sikap buruk menumpuk kekayaan dan merusak alam demi ambisi pemodal. Setan bagi Eko adalah sikap rakus, tamak, eksploitatif, hingga mau menang sendiri

    Simulasi Rancangan Smart Home System Menggunakan Cisco Packet Tracer

    No full text
    Perkembangan teknologi pada masa sekarang sangat cepat sehingga mendorong manusia untuk menggunakan teknologi yang ada saat ini, salah satunya yaitu teknologi smart home yang dapat menghubungkan manusia dengan perangkat serta perangkat dengan perangkat. Penerapan smart home juga terhubung dengan teknologi internet of things (IoT) dimana penggunaan dapat mengakses seluruh perangkat yang terhubung melalui jaringan internet untuk mempermudah manusia dalam mengontrol dan memantau peralatan elektronik yang terhubung ke jaringan smart home. Penerapan smart home dan IoT juga membantu dalam rangka penerapan hemat energi serta menjaga keamanan sekitar rumah. Penulis berhasil melakukan simulasi yang dilakukan di aplikasi Cisco packet tracer menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC), dimana hasil dari simulasi rancangan bisa di kontrol penuh dari jaringan internal maupun ekternal sehingga membantu pengguna mengakses jaringan smart home secara berkala tanpa terkendala waktu dan lokasi dengan syarat smartphone atau komputer terhubung dengan jaringan internet

    ISLAM KIRI (STUDI ATAS PEMIKIRAN EKO PRASETYO DALAM ISLAM KIRI 1997-2004)

    No full text
    Wacana Islam Kiri merupakan istilah yang paling sering mendapat gugatan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa gagasan Kiri Islam ini muncul karena sebuah sumbangan intelektual yang telah dilakukan oleh Hassan Hanafi sebagai seorang pemikir Islam dalam menjawab persoalan umat saat ini. Kemunculan gagasan Kiri Islam sejak peluncuran jumal Kiri Islam (Al-Yasar al-Islaml) pada tahun 1981. Tetapi istilah itu bukan ciptaan Hassan Hanafi melainkan sudah digunakan oleh A.G Salih dalam sebuah tulisannya pada tahun 1972: Dalam Islam, Kiri memperjuangkan pemusnahan penindasan bagi orang-orang miskin dan tertindas, ia juga memperjuangakan persamaan hak dan kewajiban diantara seluruh masyarakat. Singkat kata, Kiri adalah kecenderungan sosialistik dalam Islam. Tampaloiya, makna Kiri mengalami perkembangan dalam jumalnya itu. Bagi Hanafi, kiri mengangkat posisi kaum yang dikuasai, kaum yang tertindas, kaum miskin dan yang menderita dan juga menempakan pada kembali rasionalisme, naturalisme, liberalisme serta demokrasi dalam khazanah Islam. Sementara kemunculan gagasan Islam Kiri menurut Eko Prasetyo, secara makro disebabkan beberapa faktor situasi ekstemal dipersoalan gerakan Islam yakni pertama, bahwa gerakan Islam tidak mampu memberikan jawaban pada persoalan-persoalan struktural yang dialami oleh mayoritas umat Islam seperti ketidak-adilan baik ekonomi, politik, kebodohan, keterbelakangan dan lain-lain dan itu selalu dijawab dengan cara-cara yang sangat fungsional. Kedua, adalah pemahaman keagamaan yang sekarang ini berada jauh dari realitas kongkrit seperti studi-studi agama yang selama ini dilakukan selalu melihat agama bukan sebagai sebuah gerakan tetapi sebagai kajian dari pengetahuan. Kemudian yang ketiga, selain sebagai tradisi pengetahuan malah pada tradisi gerakan-gerakan Islam masih cenderung melihat politik sebagai kunci untuk melakukan perubahan atau yang kita kenal dengan gerakan Islam politik dan bahkan melihat negara sebagai sesuatu yang harus dikuasai. Basis pengetahuan gagasan Islam Kiri tidak terlepas dari tiga hal yakni pengaruh pemikiran paradigma agama yang tranformatif, kritik masyarakat modem dan teori-teori struktural yakni teori ketergantungan dan teori anti neoliberalisme. Ini bisa dilihat bagaimana Islam Kiri melihat perkembangan kapitalisme global dalam buku pertama dan kedua yang ditulis Eko Prasetyo. Islam Kiri ini mempunyai misi sebagai sebuah gerakan sosial yakni berpihak untuk mereka yang miskin atau tertindas. Serta gerakan advokasi menjadi penting agenda Islam Kiri untuk menggantikan kesadaran ideologi dengan ilmu sekaligus kesadaran subyektif umat menjadi obyektif. Penelitian ini termasuk dalam jenis kepustakaan mumi library research) yang didasarkan pada karya-karya Eko, utamanya pada Islam Kiri sebagai data primer dan buku-buku lain sebagai data sekunder. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah pemikiran yang berupaya menelusuri dan memaparkan pemikiran Eko Prasetyo tentang Islam Kiri secara objektif dan sistematik. Dan hasil penelitian ini dapat diperoleh jawaban bahwa pertama, Eko menggunakan Istilah Islam Kiri yaitu menempatkan Islam Kiri sebagai faktor dominan dalam meruntuhkan tatanan sosial yang tidak adil. Lebih jauh yang berupa gerakan altematif yang berpihak terhadap orang tertindas mustadh qfln), Kedua, dalam konteks Indonesia, Islam Kiri merujuk pada perguiatan Islam dan Kiri yang tidak dikqji secara utuh dan menempatkan Islam dalam ruang gerakan sosial serta potret Islam dan Kiri dalam konteks sejarah gerakan di Indonesia. Akhimya, pemikiran Eko tidak saja meramaikan perguiatan teoritik Islam dan Kiri di Indonesia. Tetapi merupakan sebuah refleksi tentang perlunya meruntuhkan tatanan sosial yang tidak adil saat ini. Maka tesis Eko menjadi relevan untuk mendorong proses transformasi menuju masyarakat yang lebih adil dibutuhkan bagi gerakan Islam yang berpihak kaum miskin dan tidak berarti memberikan pengabsahan untuk menegakkan kediktatoran seperti yang dilakukan komunisme
    corecore