29 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Surakartatahun Pelajaran 2013/2014.

    Get PDF
    Bagas Narendra Parahita. K8410011. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTATAHUN PELAJARAN 2013/2014.Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2014. Tujuan dari Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay di kelas XI IPS1 SMA Muhammadiyah 1 Surakarta tahun Pelajaran 2013/2014.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Surakarta tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, observasi, wawancara, angket, dan evaluasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator kinerja yang harus tercapai adalah peningkatan hasil belajar siswa setiap siklusnya, guru dapat meningkatkan kinerja dalam proses pembelajaran, keberhasilan indikator mencapai 80% untuk ketuntasan siswa secara individu dan ketuntasan belajar klasikal terhadap materi yang diajarkanHasil penelitian dapat menunjukkan bahwa jika dilihat dari Peningkatan persentase pada afektif siswa pada saat pratindakan diperoleh 49,8%, siklus 1 sebesar 65,5%, siklus 2 menjadi 79,1% (Afektif siswa sangat baik). Peningkatan persentase psikomotorik siswa pada saat pratindakan diperoleh 47,8%, siklus 1 sebesar 64%, siklus 2 menjadi 75,5% (Psikomotorik siswa baik). Peningkatan persentase kinerja guru pada saat pratindakan diperoleh 63,75%, siklus 1 sebesar 73,75%, siklus 2 menjadi 78,75% (Kinerja guru sangat baik). Persentase tingkat ketercapaian model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay pada saat siklus 1 diperoleh 73% meningkat pada siklus 2 menjadi 85,5%(Ketercapaian model sangat berhasil).Peningkatan signifikansi nilai rata-rata kelas hanya sebesar 7,77 poin atau 11,26% (Cukup)dimulaidari pratindakan diperoleh nilai rata-rata kelas 71,23, siklus 1 sebesar 77,23, siklus 2 menjadi 79.Peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar kognitif siswa pada saat pratindakan diperoleh 40%, siklus 1 sebesar 70%, siklus 2 menjadi 86% (Ketuntasan belajar kategori tinggi).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 1 Surakarta tahun Pelajaran 2013/2014

    The Relationship of Teacher Competency With Student Development Resilience: Reflection of 21st Century Learning During Pandemic

    Get PDF
    The competence of teachers in 21st century learning is important in order to keep up with the times. A review of qualitative research using a phenomenological approach in this study was carried out in order to be able to adjust the learning experience during the COVID-19 pandemic experienced by the teachers. This research was conducted on high school teachers with a sample of 8 teachers spread across several areas on the island of Java to obtain the complexity of the data results and as a response to the process of adapting research developments during the pandemic with a semi-structured interview process both offline and online utilizing various online platforms. The results of the study showed that teacher competence is closely related to the development of students and 21st century learning during the pandemic. The aspects that have strong relationship are cognitive competencies that require dynamic educators to provide opportunities for students to develop their potential, social competencies possessed by teachers are needed to improve interactive and networked student communication, teacher personality competencies are still needed to strengthen student character, and teachers with professional competence encourage teachers to be proactive in developing skills to strengthen the quality of student learning outcomes

    Mitigasi Bencana Banjir Rob di Mangkang Wetan: Tindakan Sosial Masyarakat dan Kapabilitas Struktural

    Get PDF
    Tidal floods (rob floods) have become hazardous disasters due to their potential to submerge an area. Appropriate measures are necessary to address the existing disaster threat in order to prevent undesirable consequences. This research aims to investigate how the community of Mangkang Wetan and its structural government respond to the threat of tidal floods, thus assessing the preparedness of both the community and the government in dealing with such disasters. The study employs a qualitative approach, using data collection techniques such as observation and interviews conducted with the local community and the structural government involved in handling the floods in Mangkang Wetan. This study shows that the government has not yet exerted its full efforts in both structural and non-structural flood mitigation, as they base their actions on certain considerations. Consequently, the community has resigned itself to the situation, resulting in suboptimal disaster mitigation efforts. Therefore, there is a need for an assessment of the capabilities of the structural government to understand the extent of their ability to conduct mitigation, serving as an evaluation to achieve more effective measures against tidal floods. Abstrak Banjir rob menjadi bencana yang membahayakan karena memiliki peluang untuk menenggelamkan suatu wilayah. Perlu tindakan yang tepat dalam menyikapi ancaman bencana yang ada guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Mangkang Wetan serta pemerintah strukturalnya bertindak dalam menanggapi ancaman banjir rob sehingga dapat diketahui sejauh mana kesiapan masyarakat maupun pemerintah dalam menghadapi bencana yang ada. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara yang dilakukan bersama masyarakat dan pemerintahan struktural yang berperan dalam penanganan banjir rob di Mangkang Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah masih belum memberikan upaya maksimal dalam mitigasi banjir rob secara struktural maupun non struktural karena adanya pertimbangan sebagai dasar dalam pelaksanaan tindakan yang dilakukan.  Hal tersebut membuat masyarakat pasrah dengan keadaan sehingga upaya mitigasi bencana belum terlaksana dengan maksimal.  Maka dari itu, diperlukan sebuah pengkajian mengenai kapabilitas pemerintah struktural guna mengetahui seberapa jauh kemampuan pemerintah dalam melakukan mitigasi sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam mencapai upaya mitigasi banjir rob yang maksimal.

    Strategi jaringan dalam praktik bertahan hidup perempuan perawat taman di Universitas Sebelas Maret: Network strategies in the survival practices of women garden nurses at Universitas Sebelas Maret

    No full text
    Working for maintenance of the plants requires a high level of focus and a lot of time. The female gardeners are assigned to maintain the beauty of the Sebelas Maret University (UNS) environment. However, there are problems faced by workers both in the work environment and at home. The wages earned are low and only enough to get food needs. Even though there are many shortcomings, the decision to look for another place of work never occurred to workers. Professionalism remains the main vision instilled by workers. The aim of this research was to determine the survival abilities of female gardeners in facing problems and obstacles in their lives. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques are interviews and sample determination through purposive sampling techniques. The results of this research show the form of survival practices carried out by female gardeners namely by refraining from all desires, earning a double income, and building relationships. Network strategies become the dominant form of survival practice used by workers. Relationships are not only a way for information and a means of assistance, but also as a strengthening medium for them to avoid bad psychological conditions.Pekerjaan merawat tanaman membutuhkan tingkat fokus yang tinggi dan waktu yang banyak. Perempuan perawat taman dikerahkan dalam menjaga keasrian lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS). Namun terdapat permasalahan yang dihadapi oleh pekerja baik di dalam lingkungan pekerjaan maupun di rumah. Upah yang diperoleh pekerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan. Meski banyak kekurangan, keputusan untuk mencari tempat kerja lain tidak pernah terbayang oleh pekerja. Profesionalitas tetap menjadi visi utama yang ditanamkan oleh pekerja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bertahan hidup perempuan perawat taman dalam menghadapi persoalan dan rintangan di kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan penentuan sampel melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk praktik bertahan hidup yang dijalankan oleh perempuan perawat taman yaitu dengan menahan diri dari segala keinginan, mencari nafkah ganda, dan membangun relasi. Strategi jaringan menjadi bentuk praktik bertahan hidup yang dominan digunakan oleh pekerja. Relasi tidak hanya menjadi jalan bagi informasi dan sarana bantuan, namun juga sebagai media penguat bagi mereka untuk terhindar dari kondisi psikis yang buruk

    PENGUATAN SISTEM SOSIAL DALAM MENGATASI KERENTANAN MASYARAKAT INDUSTRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penguatan sistem sosial masyarakat dalam mengatasi kerentanan masyarakat industri akibat pencemaran limbah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di Sentra Industri Batik Kampung Batik Laweyan Surakarta dengan informan yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber, kemudian dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas produksi batik di kawasan Kampung Batik Laweyan mengakibatkan dampak pada meningkatnya tingkat pencemaran logam berat pada ekosistem sungai. Dibutuhkan upaya penguatan sistem sosial melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). Adaptasi (Adaptation), pemerintah, stakeholders dan pengusaha harus beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan dengan kebutuhan terkait upaya mewujudkan industri batik ramah lingkungan. Pencapaian tujuan (Goal attainment), perlu upaya kolaboritif segenap stakeholders dalam menumbuhkan kesadaran bersama dalam mendefinisikan dan mencapai tujuan pengembangan kawasan industri batik ramah lingkungan. Integrasi (Integracy), pemerintah harus mengatur hubungan antara stakeholders dan pengusaha dalam pengembangan kawasan industri ramah lingkungan. Pemeliharaan pola (Latency), pemerintah dan stakeholders harus saling melengkapi, memelihara dan memperbaharui motivasi pengusaha dan pola–pola budaya yang menciptakan dan mempertahankan motivasi pengusaha dalam pengembangan industri batik berbasis ramah lingkungan

    ANALISIS KONSTRUKSI SOSIAL: PENENTUAN SEKOLAH PADA ANAK USIA DINI OLEH ORANG TUA MILENIAL DI KECAMATAN KARTASURA

    Get PDF
    Examining the phenomenon of growing private school enrollment compared to public schools, this study seeks to uncover the reasons millennial parents in Kartasura District select particular schools for their children. Peter L. Berger's social construction theory provides the framework for understanding these choices. Berger's perspective suggests that social reality, rather than being objective, is formed through a dialectical process involving externalization, objectification, and internalization. Applied to educational selection, this means that millennial parents socially construct their perceptions of "school quality," "child achievement," and the "ideal environment." The research methodology is a qualitative descriptive phenomenological type, with data collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation.. The results of the study show several factors, namely: 1) Millennial parents believe that private schools have a more innovative curriculum, more complete infrastructure and have well-qualified teachers. 2) The development of character and non-academic skills becomes more focused through the provision of extracurricular activities from various fields. The study found that millennial parents’ decisions about private schools were influenced by a combination of factors including educational quality, holistic development, conducive environment and social perceptions, although financial implications were also a significant factor

    Implementasi Experiental Learning Pendidikan Progressive Oleh Kelompok Bermain Lentera Hati Untuk Mewujudkan Pendidikan Layak Anak

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan praktik Kelompok Bermain Lentera Hati dalam mewujudkan pendidikan layak anak pada usia dini dengan menggunakan analisis teori experiental learning pendidikan progressive John Dewey. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan yang masih ditemukan dalam pola asuh terhadap anak sehingga pemenuhan terhadap hak-hak anak tidak sempurna khususnya di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kepada pihak yang terkait, observasi partisipatoris, dan dokumentasi. Untuk mengambil sample dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling. Hasil dari analisis penelitian ini menunjukan kesesuaian data antara praktik pembelajaran yang dilakukan oleh Kelompok Bermain Lentera Hati dalam memenuhi pendidikan layak anak dengan teori experiental learning pendidikan progressive John Dewey. Pendidikan yang diberikan secara penuh memperhatikan perkembangan anak dari berbagai aspek. Kelompok Bermain Lentera Hati memberikan metode belajar diluar kelas dengan memberikan pengalaman bermakna yang sesuai dengan konsep dasar dari experiental learning itu sendiri. Kata Kunci : experiental learning, hak-hak anak, pendidikan layak anak  

    The History Angkringan and the Process of the Spread of Prembe from the Village of Ngerangan, Bayat, Klaten

    No full text
    The purpose of this study is to describe the history of the origins of angkringan from Ngerangan Village as well as the adaptation strategy of traders in the process of spreading angkringan. The research method used is a qualitative research method. This research was conducted in Ngerangan village, Bayat sub-district, Klaten district. Data collection was done through interviews and observation. The results showed that the emergence of angkringan for the first time originated from Ngerangan Village and began its expansion to Surakarta. There is a special term that refers to someone who works as an angkringan seller, namely prembe. The process of spreading angkringan is highly dependent on the family's decision to continue the tradition of selling angkringan. Some of the adaptation strategies carried out by prembe are group life, building relationships and networking between traders, opening with local food menus, and designing the angkringan concept which is not just a place to eat, but functions as a public space that has egalitarian norms

    KETERKAITAN KONSTRUKSI SOSIAL DENGAN BUDAYA KEMISKINAN ANAK JALANAN DI KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK Bagas Narendra Parahita. S251508008. Tesis. Keterkaitan Konstruksi Sosial Dengan Budaya Kemiskinan Anak Jalanan di Kota Yogyakarta. Pembimbing I: Drs. Yulius Slamet, M.Sc, Ph.D, Pembimbing II: Dr. Bagus Haryono, M.Si., Program Studi S2 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret. 2017. Anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan. Keterbatasan kondisi ekonomi dapat mengurangi hak anak dan menimbulkan permasalahan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori anak jalanan, menganalisis eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang terjadi pada anak jalanan, menganalisis budaya kemiskinan yang terjadi pada anak jalanan, dan menganalisis keterkaitan konstruksi sosial dengan budaya kemiskinan anak jalanan di Kota Yogyakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi sosial dari Peter L Berger & Luckmann dan konsep budaya kemiskinan dari Oscar Lewis. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan studi kasus yang bersifat eksplanatori. Untuk pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan variasi maksimum (maximum variation sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber data, sementara pada analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan anak jalanan berasal dari kategori children of street, children on street dan a part of street family. Dalam temuan penelitian menunjukkan bahwa tiap kategori anak jalanan mengalami konstruksi sosial yang berbeda terkait pengalaman anak jalanan dalam melakukan kegiatan jalanan kesehariannya. mengalami budaya kemiskinan. Eksternalisasi terjadi pada bentuk ekspresi aktivitas anak di jalanan, objektivasi bisa di identifikasi dengan keputusan anak turun ke jalanan karena kebutuhan yang mendesak, internalisasi terjadi ketika anak merasa nyaman ketika berada di jalanan. Budaya kemiskinan anak jalanan pada konteks nilai dapat diidentifikasi melalui semangat yang rendah untuk meraih kemajuan, lemahnya daya juang, rendah motivasi bekerja keras, tingginya tingkat kepasrahan pada nasib, respons yang pasif dalam menghadapi kesulitan ekonomi, lemahnya aspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik, kepuasan sesaat dan berorientasi masa sekarang, dan tidak berminat pada pendidikan formal. Sementara dalam lingkungan budaya kemiskinan yang terjadi pada anak jalanan ditemukan berbagai bentuk-bentuk isolasi, diskriminasi, pendidikan rendah, dan perilaku kriminal. Pada penelitian ini kategori anak jalanan children of street dan a part of street family menunjukkan keterkaitan konstruksi sosial dengan budaya kemiskinan. Sementara anak jalanan dari kategori children on street tidak mengalami budaya kemiskinan karena anak pada kategori ini hanya menganggap jalanan sebagai tempat bermain yang menguntungkan dan masih kembali ke rumah orang tua untuk mendapat perhatian. Kata Kunci : Anak Jalanan, Budaya Kemiskinan, Konstruksi Sosial
    corecore