729 research outputs found

    Jambu air. Jenis, perbanyakan, dan perawatan

    No full text
    Sebutan jambu air dan jambu semarang sering rancu. Padahal dari bentuk fisik dan rasa buahnya mudah dikenali. Jambu air yang sebenarnya berasa asam dan berukuran kecil, sedang yang berukuran besar dan berasa manis adalah jambu semarang. Namun, entah bagaimana asal muasalnya sampai jambu semarang lebih populer dengan sebutan jambu air. Jenis jambu air ini sangat beragam. Dari warna buahnya ada yang putih, merah, dan hijau. Teksturnya lembut atau renyah, sedang bijinya kadang ada terkadang tidak. Guna memudakan anda mengenali jambu air yang anda miliki atau menentukan pilihan sebelum menanam, buku ini menampilkan aneka jenis yang populer lengkap dengan ciri dan foto warnanya. Kunci perawatan dan mengombinasikan tanaman pun ada dalam buku ini.viii, 91 hal. : Ilus. ; 21 c

    0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Jambu Timur

    No full text
    <p>0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Jambu Timur@@Jual Keranda Mayat Jambu Timur, Jual Keranda Mayat Bungbulang, Jual Keranda Mayat Karangbungur, Jual Keranda Mayat Buana Mekar, Jual Keranda Mayat Cipasang, Jual Keranda Mayat Jaya Mekar, Jual Keranda Mayat Jayamandiri, Jual Keranda Mayat Cibeureum Kulon, Jual Keranda Mayat Cibeureum Wetan@@keranda jenazah 1 set promo @keranda mayat dan pemandian sepaket@keranda awet kokoh anti karat@paket keranda murah@paket keranda jenazah dan pemandian 1 paket@keranda paket@paket pemandian jenazah dan keranda@pemandian jenazah@GRATIS KAIN PENUTUP KERANDA@Menyediakan berbagai kebutuhan kepengurusan jenazah@@Dengan material stainless steel, kami memproduksi KERANDA JENAZAH dan PEMANDIAN JENAZAH yang mana ANTI KARAT, KOKOH, dan JELAS KEAWETANNYA.@@Memudahkan bagi jamaah sekalian dalam kepengurusan jenazah@Dibuat dari STAINLESS STEEL sehingga tahan karat dan aman disimpan dalam ruangan@Desain yang KOKOH mampu menahan berat hingga 300kg @@Spesifikasi Singkat:@-KERANDA@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 200 cm � Lebar 65 cm -Tinggi kurungan 64cm@Beban Maximum 300 kg@@-PEMANDIAN JENAZAH@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 205cm - Lebar 75cm - Tinggi 80cm@Beban MAX : 300KG@@@#JualKerandaMayatJambuTimur, #JualKerandaMayatBungbulang, #JualKerandaMayatKarangbungur, #JualKerandaMayatBuanaMekar, #JualKerandaMayatCipasang, #JualKerandaMayatJayaMekar, #JualKerandaMayatJayamandiri, #JualKerandaMayatCibeureumKulon, #JualKerandaMayatCibeureumWetan</p&gt

    0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Jambu

    No full text
    <p>0812-9869-9940 (WA), Jual Keranda Mayat Jambu@@Jual Keranda Mayat Jambu, Jual Keranda Mayat Cimanggu, Jual Keranda Mayat Sumampir, Jual Keranda Mayat Banjarparakan, Jual Keranda Mayat Menganti, Jual Keranda Mayat Pesawahan, Jual Keranda Mayat Sanggreman, Jual Keranda Mayat Tambaknegara, Jual Keranda Mayat Banjarsari Kidul@@keranda jenazah 1 set promo @keranda mayat dan pemandian sepaket@keranda awet kokoh anti karat@paket keranda murah@paket keranda jenazah dan pemandian 1 paket@keranda paket@paket pemandian jenazah dan keranda@pemandian jenazah@GRATIS KAIN PENUTUP KERANDA@Menyediakan berbagai kebutuhan kepengurusan jenazah@@Dengan material stainless steel, kami memproduksi KERANDA JENAZAH dan PEMANDIAN JENAZAH yang mana ANTI KARAT, KOKOH, dan JELAS KEAWETANNYA.@@Memudahkan bagi jamaah sekalian dalam kepengurusan jenazah@Dibuat dari STAINLESS STEEL sehingga tahan karat dan aman disimpan dalam ruangan@Desain yang KOKOH mampu menahan berat hingga 300kg @@Spesifikasi Singkat:@-KERANDA@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 200 cm � Lebar 65 cm -Tinggi kurungan 64cm@Beban Maximum 300 kg@@-PEMANDIAN JENAZAH@Bahan : Stainless Steel 201@Dimensi : Panjang 205cm - Lebar 75cm - Tinggi 80cm@Beban MAX : 300KG@@@#JualKerandaMayatJambu, #JualKerandaMayatCimanggu, #JualKerandaMayatSumampir, #JualKerandaMayatBanjarparakan, #JualKerandaMayatMenganti, #JualKerandaMayatPesawahan, #JualKerandaMayatSanggreman, #JualKerandaMayatTambaknegara, #JualKerandaMayatBanjarsariKidul</p&gt

    Sols et paysages forestiers du Poitou oriental

    No full text
    Dupuis J., Jambu P. Sols et paysages forestiers du Poitou oriental . In: Norois, n°42, Avril-Juin 1964. pp. 201-205

    Comparative Clinical efficacy of Jambu (Eugenia jambolana Lam.) and Kshudra jambu (Syzygium caryophyllatum (L.) Alston.) in Youvana pidaka

    No full text
    Aims: To compare the clinical efficacy of mature leaf of Jambu (Eugenia jambolana Lam.) and Kshudra Jambu (Syzygium caryophyllatum (L.) Alston.) in the disease Youvana pidaka (Acne vulgaris like skin manifestation).Introduction: Jambu is said to be two varieties Raja and Kshudra based on overall morphology.These two are said to have same properties, are substituted by each other and their leaf are used for the management of Youvana pidaka in folklore practice.Methods: 30 subjects having signs and symptoms of Youvana pidaka were divided into two groups of 15 each. Group A was administered Jambu patra churna (leaf powder) orally and lepa(face pack) externally once a day and Group B was administered Kshudra Jambu patra churna orally and lepa externally once a day, for a duration of 28 days. Results were assessed using objective parameters like global acne grading scale, extent of lesion, size of pidaka (lesion), healing of pidaka, number of comedones, papule, pustules and nodules, and subjective parameters like itching and srava (discharge) of pidaka. Results were interpreted using suitable statistical tests. Important observation: Jambu and Kshudra Jambu showed highly significant improvement in parameters like GAGS score, number of comedones, size of pidaka, and extent of lesion. Kshudra Jambu was slightly more effective in action than Jambu, but it was statistically insignificant. Results: Jambu and Kshudra Jambu are almost equally effective in the management of Youvana pidaka, but Kshudra Jambu has a slightly higher efficacy

    Sensory profile of minimally processed Jambu / Perfil sensorial da Jambu minimalmente processada

    No full text
    Jambu is a largely consumed vegetable in typical recipes of the northern region of Brazil. However, its consumption requires a preparation that takes time and labor. Thus, the minimum processing of jambu might solve this problem, offering convenience and practicality. In order for this product to succeed, its sensory characteristics must be maintained, since the appearance is the first attribute at the time of product acquisition. This research had the objective to perform a descriptive sensorial profile of the minimally processed jambu. The freshly harvested jambu was transported to the laboratory and processed. Afterwards, a microbiological evaluation was performed. Sensory evaluation was performed through a descriptive sensory profile. A team of 9 trained judges evaluated the jambu at different times (0, 4, 8 and 12 days) of storage at 5 ºC. The microbiological results were within the standards recommended by the current legislation. Among ten attributes, color, toughness, acid taste, salty taste, bitter taste and numbness did not suffer significant influence (p>0.05) of time, while odor, darkening, surface moisture and overall appearance suffered a significant effect (p<0.05) of time. The shelf life of minimally processed jambu was considered to be 9 days, according to microbiological parameters and overall appearance

    Perbandingan Efek Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Biji Putih (Psidium Guajava L.) dengan Ekstrak Daun Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Terhadap Streptococcus Mutans Secara In Vitro

    No full text
    Karies merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Daun jambu biji putih dan daun jambu biji merah memiliki kandungan zat aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, antara lain tanin, flavonoid, saponin dan sterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek antibakteri ekstrak daun jambu biji putih dan ekstrak daun jambu biji merah terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental murni dengan Post Test Only Control Group Design. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji putih dan ekstrak daun jambu biji merah yang digunakan adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari pemberian berbagai konsentrasi kedua ekstrak daun jambu biji putih dan ekstrak daun jambu biji merah terhadap zona hambat bakteri Streptococcus mutans (p < 0,05). Uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan berbanding lurus antara konsentrasi kedua ekstrak dengan zona hambat Streptococcus mutans 0,597 pada daun jambu biji putih dan 0,620 pada daun jambu biji merah). Uji T tidak berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara ekstrak daun jambu biji putih dengan ekstrak daun jambu biji merah; diameter zona hambatan Streptococcus mutans pada ekstrak daun jambu biji putih lebih besar daripada diameter zona hambatan Streptococcus mutans pada ekstrak daun jambu biji merah. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu biji putih lebih kuat daripada ekstrak daun jambu biji merah terhadap zona hambat Streptococcus mutans secara in vitro

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli pada Jus Jambu Biji di Purwokerto

    No full text
    Latar Belakang: Higiene dan sanitasi merupakan hal penting untuk menentukan kualitas makanan dengan menjadikan keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai indikator terjadinya pencemaran makanan. Keberadaan bakteri E. coli dalam pangan baik minuman atau makanan dianggap memiliki hubungan signifikan dengan ditemukannya bibit penyakit pada pangan yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji di Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 jus jambu biji yang dijual oleh penjual jus buah di Purwokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi pengamatan dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri E. coli. Hasil Penelitian: Ada hubungan antara personal higiene dengan keberadaan bakteri E.coli pada jus jambu biji (p value=0,004), ada hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,001), ada hubungan antara pemilihan bahan baku dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (pvalue=0,000), ada hubungan antara penyimpanan bahan baku dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000), ada hubungan antara pengolahan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,007), ada hubungan antara penyimpanan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,015), tidak ada hubungan antara pengangkutan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,079), tidak ada hubungan antara penyajian jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=1,000), ada hubungan antara kualitas air dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000), dan ada hubungan antara keberadaan tempat sampah dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000). Kesimpulan: Ada hubungan antara personal higiene, sanitasi peralatan, pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan jus, penyimpanan jus, kualitas air, dan keberadaan tempat sampah dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji di Purwokerto

    Efek Daun Jambu Biji (Psidium Guajava Linn.) dan Daun Jambu Mete (Anacardium Occidentale Linn.) terhadap Penyembuhan Luka pada Kulit Mencit (Mus Musculus Linn.)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji khasiat daun jambu biji dan daun jambu mete sebagai obat alternatif untuk pengobatan luka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 5 perlakuan dengan 4 ulangan, K0 sebagai kontrol menggunakan B®, K1 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut air, K2 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut alkohol, K3 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut air, K4 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut alkohol. Metode yang digunakan adalah dengan cara menghaluskan masing-masing perlakuan K1, K2, K3 dan K4 sebanyak 100mg/200ml, kemudian diendapkan selama lima hari di dalam lemari es. Pasta obat didapatkan dengan memisahkan antara cairan dan endapan, kemudian pasta obat dapat dioleskan pada mencit yang telah diberi luka sepanjang 2 cm pada bagian punggung setiap pagi dan sore. variabel yang digunakan adalah lama penyembuhan, jumlah leukosit, neutrofil, limfosit dan rasio N/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lama penyembuhan tidak terdapat beda nyata (P<0,05) antara kontrol dengan perlakuan yaitu pada kontrol selama 14,00±1,63 hari, daun jambu biji dengan pelarut air 12,25±4,50 hari, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 10,50±4,35 hari, daun jambu mete dengan pelarut air 12,50±1,00 hari, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 11,00±3,91 hari. Tingkat stres yang dihasilkan juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P<0,05) antara perlakuan dan kontrol yaitu pada kontrol N/L sebesar 1,95±0,11, daun jambu biji dengan pelarut air 1,98±0,20, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 2,30±0,09, daun jambu mete dengan pelarut air 1,84±0,30, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 1,95±0,20. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa daun jambu biji dan daun jambu mete baik dengan pelarut air maupun alkohol dapat digunakan sebagai obat penyembuh luka pada kulit

    Jambu-Merlin Roger — La sécurité sociale

    No full text
    De M. Jambu-Merlin Roger — La sécurité sociale. In: Population, 26ᵉ année, n°3, 1971. p. 616
    corecore