420 research outputs found

    Hubungan Antara Pelaksanaan Informed Consent Dengan Kepuasan Pasien Pre Operasi Di Ruang Rawat Inap RSI Sultan Agung Semarang

    No full text
    Indri Febrina Darlucky HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN INFORMED CONSENT DENGAN KEPUASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RSI SULTAN AGUNG SEMARANG 48 Hal + 9 tabel + xvi Latar Belakang: pelaksanaan informed consent merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif melibatkan pasien dan keluarga dimana sangat mempengaruhi mutu kualitas pelayanan. Kepuasan pasien berhubungan dengan mutu pelayanan rumah sakit. Dengan mengetahui tingkat kepuasan pasien, manajemen rumah sakit dapat melakukan peningkatan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan informed consent dengan kepuasan pasien pre operasi di ruang rawat inap RSI Sultan Agung Semarang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel 190 pasien dengan tehnik purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan rumus spearman test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan hasil pelaksanaan informed consent kurang 29,5%, pelaksanaan informed consent cukup 18,8%, pelaksanaan informed consent baik 51,6%. Kepuasan pasien tidak puas 40,0% dan kepuasan pasien puas 60,0%. Hasil uji kedua variabel tersebut menggunakan Spearman Test diperoleh nilai p 0,018(p<0,05) dan nilai r 0,171. Simpulan: Ada hubungan antara pelaksanaan informed consent dengan kepuasan pasien pre operasi di ruang rawat inap RSI Sultan Agung Semarang dengan nilai p 0,018 (p<0,05) dengan korelasi rendah. Kata Kunci: Pelaksanaan informed consent, kepuasan pasien Daftar Pustaka: 27 (1999-2011

    Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Pendapatan Orang Tua, dan Stimulasi Psikososial dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 7 sampai dengan 24 Bulan di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK Febrina Dwi Nurcahyanti. 2016. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Pendapatan Orang Tua, dan Stimulasi Psikososial dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 7 sampai dengan 24 Bulan di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Kediri .TESIS. Pembimbing I: Bhisma Murti. Pembimbing II: Yulia Lanti Retno Dewi.Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat,Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta Latar Belakang. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak,namun pencapaian ASI eksklusif masih rendah dari target.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif,pendapatan orang tua selama hamil dan setelah melahirkan serta stimulasi psikososial dengan tumbuh kembang anak usia 7 sampai dengan 24 bulan. Subjek dan Metode. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional.Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri subjek penelitian sebesar 74 anak,teknik pengambilan sampel Random Sampling dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Path Analysis. Hasil. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara motorik halus dengan ASI Eksklusif (b=3.67, CI95%=0.86-6.49, p=0.011),stimulasi,pendapatan orang tua.Ada hubungan positif antara motorik kasar dengan ASI Eksklusif (b=3.05,CI95%=0.60-5.51,p=0.015),stimulasi,pendapatan orang tua.Ada hubungan positif antara personal sosial dengan ASI Eksklusif (b=3.15, CI95%=0.71-6.66, p=0.011),stimulasi,pendapatan orang tua. Ada hubungan positif antara bahasa dengan ASI Eksklusif (b=3.06,CI95%=0.61-5.51, p=0.015),stimulasi,pendapatan orang tua. Ada hubungan positif antara berat badan dengan ASI Eksklusif (b=3.67, CI95%=0.86-6.49, p=0.001),stimulasi,pendapatan orang tua. Ada hubungan positif antara lingkar kepala dengan ASI Eksklusif (b=2.89,CI95%=0.38-5.40,p=0.002),stimulasi,pendapatan orang tua. Kesimpulan. Ada hubungan positif antara ASI Eksklusif,stimulasi psikososial dan pendapatan orang tua terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak usia 7-24 bulan. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Stimulasi Psikososial, Pendapatan, Perkembangan dan Pertumbuhan

    pengaruh pemberian ektrak propolis terhadap peningkatan ekspresi protein cyclin d1, penekanan ekspresi protein bax dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker serviks (hella cell line)

    No full text
    Irma Febrina (S501202036).Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap penekanan Ekspresi Protein Cyclin D1, peningkatan ekspresi protein Bax dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker servik (Hela Cell Line. TESIS. Pembimbing I. Dr. Suradi Maryono, SpPD-KHOM,FINASIM. Pembimbing II:Prof DR. Dr. H. Bambang Purwanto, SpPD-KGH, FINASIM. Program Studi Kedokteran Keluarga, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker serviks merupakan kanker ginekologi tertinggi di dunia dengan penyebab tersering infeksi Human Papilloma Virus (HPV) Di Indonesia, kanker serviks merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan dan penyebab kematian utama pada perempuan dalam tiga dasa warsa terakhir. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks dan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.Terdapat beberapa jenis pengobatan yang biasa diberikan pada penderita kanker serviks, namun hasilnya relatif belum optimal..Keadaan ini mendorong usaha penemuan dan pengembangan strategi terapi yang baru dalam melawan kanker. Pendekatan yang menarik untuk dikembangkan adalah penggunaan kombinasi kemoterapi atau ko-kemoterapi..Salah satu produk natural yang potensial untuk dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi adalah propolis. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian propolis yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia terhadap induksi proses apoptosis dan aktivitas antiproliferasi, terutama terkait dengan penekanan ekspresi protein Cyclin D1 dan peningkatan ekspresi protein Bax pada kultur sel hela (cell line kanker servik). Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan post test with control group design. Penelitian dilakukan pada kultur sel hela (sel kanker servik) dengan pemberian propolis. Pengamatan ekspresi protein Cyclin D1 dan ekspresi protein Bax dilakukan dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan induksi apoptosis dilakukan dengan flowcytometry.Analisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis dilanjutkan Mann WhutneyU test. Signifikan bila p < 0.05. Hasil Penelitian : Rata-rata ekspresi Cyclin D1 pada kelima kelompok yaitu kontrol 83.56,13± 1,46µg/ml, EEP 1/2 IC50 60,76±4,21, EEP IC50 36,56± 3,63µg/ml, EEP 2 IC50 24,92± 5,14µg/ml, Cisplatin 13,15±3,66µg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi Cyclin D1 antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Rata-rata ekspresi Bax pada kelima kelompok yaitu kontrol 1,89± 0,46µg/ml, EEP 1/2 IC50 69,44± 1,39, EEP IC50 80,07± 3,52µg/ml, EEP 2 IC50 83,96± 3,26µg/ml, Cisplatin 92,78± 4,68µg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi Bax antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol propolis mempunyai pengaruh terhadap penekanan ekspresi Cyclin D1, peningkatan ekspresi Bax , dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker servik (Hela Cell Line). Kata kunci : EEP, Cyclin D1, protein Bax , sel Hel

    PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP PENEKANAN EKSPRESI PROTEIN CYCLIN D1, PENINGKATAN EKSPRESI PROTEIN BAX DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER SERVIK ( HELA CELL LINE)

    No full text
    Irma Febrina (S501202036).Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap penekanan Ekspresi Protein Cyclin D1, peningkatan ekspresi protein Bax dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker servik (Hela Cell Line. TESIS. Pembimbing I. Dr. Suradi Maryono, SpPD-KHOM,FINASIM. Pembimbing II:Prof DR. Dr. H. Bambang Purwanto, SpPD-KGH, FINASIM. Program Studi Kedokteran Keluarga, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker serviks merupakan kanker ginekologi tertinggi di dunia dengan penyebab tersering infeksi Human Papilloma Virus (HPV) Di Indonesia, kanker serviks merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan dan penyebab kematian utama pada perempuan dalam tiga dasa warsa terakhir. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks dan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.Terdapat beberapa jenis pengobatan yang biasa diberikan pada penderita kanker serviks, namun hasilnya relatif belum optimal..Keadaan ini mendorong usaha penemuan dan pengembangan strategi terapi yang baru dalam melawan kanker. Pendekatan yang menarik untuk dikembangkan adalah penggunaan kombinasi kemoterapi atau ko-kemoterapi..Salah satu produk natural yang potensial untuk dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi adalah propolis. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian propolis yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia terhadap induksi proses apoptosis dan aktivitas antiproliferasi, terutama terkait dengan penekanan ekspresi protein Cyclin D1 dan peningkatan ekspresi protein Bax pada kultur sel hela (cell line kanker servik). Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan post test with control group design. Penelitian dilakukan pada kultur sel hela (sel kanker servik) dengan pemberian propolis. Pengamatan ekspresi protein Cyclin D1 dan ekspresi protein Bax dilakukan dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan induksi apoptosis dilakukan dengan flowcytometry.Analisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis dilanjutkan Mann WhutneyU test. Signifikan bila p < 0.05. Hasil Penelitian : Rata-rata ekspresi Cyclin D1 pada kelima kelompok yaitu kontrol 83.56,13± 1,46µg/ml, EEP 1/2 IC50 60,76±4,21, EEP IC50 36,56± 3,63µg/ml, EEP 2 IC50 24,92± 5,14µg/ml, Cisplatin 13,15±3,66µg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi Cyclin D1 antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Rata-rata ekspresi Bax pada kelima kelompok yaitu kontrol 1,89± 0,46µg/ml, EEP 1/2 IC50 69,44± 1,39, EEP IC50 80,07± 3,52µg/ml, EEP 2 IC50 83,96± 3,26µg/ml, Cisplatin 92,78± 4,68µg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi Bax antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol propolis mempunyai pengaruh terhadap penekanan ekspresi Cyclin D1, peningkatan ekspresi Bax , dan induksi apoptosis pada kultur sel kanker servik (Hela Cell Line). Kata kunci : EEP, Cyclin D1, protein Bax , sel Hel

    STRATEGIPEEREDUCATOR DALAMPENINGKATAN KESADARANPEKERJASEKSPEREMPUAN TERHADAPKESEHATANREPRODUKSI (StudiProgramPencegahanHIV/AIDSuntukpekerjaseks perempuanolehPerkumpulanKeluargaBerencanaIndonesia SumateraBarat)

    No full text
    ABSTRAK LIDYA FEBRINA, 1510812020. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Padang. Judul Skripsi: Strategi Peer Educator Dalam Peningkatan Kesadaran Pekerja Seks Perempuan Terhadap Kesehatan Reproduksi (Studi dalam Program “Pencegahan HIV/AIDS untuk Pekerja Seks Perempuan” oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Sumatra Barat). Pembimbing I, Dr. Jendrius, M.Si dan Pembimbing II, Drs. Yulkardi, M.Si Skripsi ini membahas tentang Strategi peer educator dalam peningkatan kesadaran pekerja seks perempuan terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi yang digunakan peer educator dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi pekerja seks perempuan 2) Mengidentifikasi hambatan peer educator dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada pekerja seks perempuan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pertukaran Sosial dari George C, Homans. Sementara pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer educator yang telah menjalankan perannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ditetapkan mampu meningkatkan kesadaran pekerja seks perempuan akan kesehatan reproduksinya, baik itu kesadaran untuk melakukan tes VCT, penggunaan kondom saat berhubungan seks, maupun memiliki kendali penuh akan kesehatan alat reproduksinya sehingga ia bisa meyakinkan pelanggannya untuk mau menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks. Peningkatan kesadaran ini terjadi berhubungan dengan strategi dan hambatan peer educator dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi tersebut. Strategi peer educator dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yaitu 1) melalui paksaan, 2) melalui nasihat, 3) melalui persuasi, Sementara hambatan yang ditemukan peer educator dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yaitu: 1)kurangnya ketersediaan waktu yang dimiliki peer educator dalam memberikan edukasi kepas pekerja seks perempuan, 2) kesulitan berkomunikasi, (3) razia dadakan yang dilakukan Satpol PP, 4) ketidakpercayaaan pekerja seks perempuan terhadap peer educator. Kata Kunci: Strategi, Peer Educator, Pekerja Seks Perempuan, Kesehatan Reproduksi, HIV/AIDS ABSTRACT LIDYA FEBRINA, 1510812020. Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences University Andalas Padang.These title: Peer Educator strategies in incrase awareness of women sex workers about reproductive health (study in the Program "Prevention of HIV/AIDS for female sex workers" by Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia of West Sumatra). Supervisor I, Dr. Jendrius, M.Si and Supervisor II, Drs. Yulkardi, M.Si This these discusses peer educator strategies in raising awareness of female sex workers against reproductive health. The purposes of this research were 1) identifying the strategy used by peer educator to educate the reproductive health of female sex workers 2) identify a peer educator barrier in providing education on Reproductive health to female sex workers. The theory used in the study was the social that exchange theory of George C, Homans. While the approach used is a qualitative approach to the type of descriptive research. The informant in this study was determined using purposive sampling technique. To get data, the author uses deep interview techniques and observations that use self disclousure. The results showed that the peer educator that had performed its role in accordance with the basic tasks and established functions were able to raise the awareness of female sex workers to the health of the reproductions, be it awareness to do the VCT test , the use of condoms during sex, or to have full control of the health of its production equipment so that it can convince its customers to want to use condoms when having sex. This increased awareness occurred in relation to the strategy and obstacles of peer educator in providing education about the reproductive health. The strategy of peer educator in providing education on reproductive health is: 1) through Compulsion, 2) through Counsel, 3) through persuasion, while barriers found in peer educator in providing education on reproductive health are: 1) The lack of time availability of peer educator in providing education for women's sex workers, 2) difficulty in communicating, 3) The Imprompia raid of Satpol PP, 4) The unbelief of female sex worker against peer educator. Keywords: Strategy, Peer Educator, female sex worker, reproductive health, HIV/AID

    sj-xlsx-1-inq-10.1177_00469580231155720 – Supplemental material for Factors Associated with Psychosocial Symptoms Experienced by Students in Response to COVID-19 Pandemic: A Multivariate Analysis

    No full text
    Supplemental material, sj-xlsx-1-inq-10.1177_00469580231155720 for Factors Associated with Psychosocial Symptoms Experienced by Students in Response to COVID-19 Pandemic: A Multivariate Analysis by Abdul Kadir, Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno, Amalia Oktaviana, Aldila Faza Zulfah, Cynthia Febrina Maharani, Nanda Trio Santoso, Fatma Lestari, Dr Dadan Erwandi and Surindar Kishen Dhesi in INQUIRY: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing</p

    HUBUNGAN PERILAKU DAN KEBIJAKAN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK SISWA KELAS VII dan VIII DI SMP NEGERI 5 PALU TAHUN 2015

    No full text
    ABSTRAK FEBRINA DWITAMI. Hubungan Perilaku dan Kebijakan Dengan Kebiasaan Merokok Siswa Kelas VII dan VIII di SMP Negeri 5 Palu Tahun 2015 (di bawah bimbingan Lusia Salmawati dan Sudirman). Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako Skripsi, Juli 2015 Kebiasaan remaja yang sulit dihindari ialah merokok, kebiasaan merokok pada remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain karena masa perkembangan anak yang mencari identitas diri dan selalu ingin mencoba hal baru yang ada di lingkungannya. Perilaku siswa juga mempengaruhi kebiasaan merokok di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dan kebijakan dengan kebiasaan merokok pada siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 5 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yaitu 60 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan merokok siswa (Ï = 0,000), tidak ada hubungan sikap dengan kebiasaan merokok (Ï = 0,235), ada hubungan tindakan dengan kebiasaan merokok (Ï = 0,007), dan ada hubungan kebijakan dengan kebiasaan merokok (Ï = 0,000). Pengawasan terhadap siswa oleh guru maupun orang tua sangat penting dalam mengontrol agar tidak merokok dan mempertegas aturan merokok bagi siswa dan guru untuk tidak merokok di lingkungan sekolah, serta mengantisipasi akibat lingkungan dan meningkatkan kegiatan untuk pencegahan merokok siswa. Kata Kunci : Perilaku, Kebijakan, Kebiasaan Merokok ABSTRACT FEBRINA DWITAMI. The Behavior and Wisdom Relation with The Smoking Habitual Students in The Seventh Grade and The Eighth Grade at SMP Negeri 5 Palu in 2015. (Supervisor: Lusia Salmawati. Co-Supervisor: Sudirman). Administration and Health Policy Public Health Science Study Program Faculty of medical and Health Science Tadulako University Skripsi, Juli 2015 The habitual of young people that is difficult to avoid is smoking. Smoking habitual of young people can be influence by some factors such as children development that search the self identity and always want to try the new habit in the environment. The behavior of students also influence the smoking habitual in the school environment. The purpose of this research was to know the behavior and wisdom relation with the smoking habitual of students in the Seventh grade and the Eighth grade at SMP Negeri 5 Palu. The kind of this research that is used was analytical survey which used cross sectional study approach. The total sample were 60 respondent that the technique sampling used Proportional Stratefied Random Sampling. The analysis that is used in this research were Univariat analysis and Bivariat analysis. The results of this research showed that they had relation between knowledgement with the smoking habitual students (p = 0,000), they didn’t have relation between behavior with smoking habitual (p = 0.235), they had relation between action and smoking habitual (p = 0,007), and they had the relation between wisdom with smoking habitual (p = 0,000). The control of students by the teacher or their parents is very important to control in order that they don’t smoke and affirms the smoking rules for the students and teacher to not smoke in school environment, along with to anticipate consiquence and increase the activity to prevent the habitual smoking students. Keywords: Behavior, Wisdom, Habitual Smokin

    HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN WANITA OBES PENERIMA FARMAKOTERAPI DI KLINIK OBESITAS SEMARANG 2007

    No full text
    Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah energi yang masuk dibanding engan pengeluaran energi tubuh. Penelitian Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) mendapatkan angka prevalensi obesitas pada wanita (11,02%) lebih besar daripada pria (9,16%). oleh sebab itu banyak penderita obes khususnya wanita berupaya menuunkan berat badan, salah satunya adalah dengan diet asupan makan dan aktifitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan (lemak dan enegi) dan aktifitas fisik dengan penurunan berat badan wanita obes penerima farmakoterapi di Klinik Obesitas Semarang tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian penjelas dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 90 orang dan jumlah sampel 50 orang yang diambil secara purposive menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Asupan makanan (lemak dan energi) dan aktifitas fisik dilakukan dengan metode recall selama 1 hari. Data berdistribusi tidak normal, sehingga uji statistik yang digunakan adalah korelasi rank spearman. hasil penelitian menunjukan bahwa semua responden mempunyai tingkat kecukupan energi kurang lebih 70% AKE (defisit) dengan rerata dan standar deviasi asupan energi sebesar 409 + 219 kkal. 45 Responden mempunyai asupan lemak >25% (lebih) dengan rerata dan standar deviasi asupan lemak 20,1 + 13,8 gram. setengah dari responden mempunyai aktifitas fisik dengan kategori ringan (KM<1,76), dengan rerata dan standar deviasi 2964,9 + 569,9 kkal. tidak ada hubungan antara asupan energi (rs=0,44;p=0,759) dan lemak (rs=0,100;p=0,492) dengan penurunan berat badan serta ada hubungan antara aktifitas fisik dengan penurunan berat badan (rs=0,496;p=0,000) Kata Kunci: Asupan Makanan, Aktifitas Fisik, Penurunan Berat Badan, Wanita Obes, Penerima Farmakoterapi CORRELATION BETWEEN FOOD INTAKE, PHYSICAL ACTIVITIES AND WEIGHT LOSS ON OBESE FEMALES WHO RECEIVED PHARMACOTHERAPY AT OBESITY CLINIC SEMARANG Obesitas or fatness is an imbalance between quantity of food intake and body's enegy expenditures. In 2004, according to Himpunan Study Obesitas Indonesia (HISOBI), the prevalence of obese on female (11,02%) were higher than on men (9,16%). Obesity are related to a morbidity rate and undesirable physical performance, therefore awarness on body image and health enaurage obese or overweight women to lose their weight. the goal of this reseach was to investigate the correlation between energy, fat intake,physical activities and weight loss on obese femaleswho received pharmacotherapy at Obesity Clinic, Semarang 2007. This study was an explanatory reseach with survey methode and cross sectional approach. 50 Subjects were choosen from 90 patients on that Clinic using purposive methode by inclusion and exclusion criteria. Data on energy, fat intake were collected by 24 hours food recall. As it was not possible to collect 24 hours food recall. Data on physical activity were collected by activity recall in a day. Data analysis was conducted by rank spearman correlation test as weight loss data was not normally distributed. The results of this research showd that all of the respondents had deficit energy intake (RDA kurang lebih 70%) with average of 409+219 Kcals a day. 45 Respondents had high percentage of fat intake compared total energy intake (>25%) with average of 20,1+1,8 gram.day. Half of the respondents had light physical activities (MR<1,76)with average of 2964,9+569,9 cal. There was no correlation between energy intake (rs=0,044;p=0,759), fat intake (rs=0,100;p=0,492) and weight loss. there was a correlation between physical activities and body weight loss (rs=0,496;p=0,000) Keyword : Food Intake, Physical Activities, Weight Loss, Obese Female's, Pharmacotherap

    Pengaruh Model ROLE-PLAY Pada Pelatihan Komunikasi Terapeutik Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Perawat Di Rumah Sakit Baptis Batu

    No full text
    Pelayanan keperawatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketepatan dalam memberikan pelayanan, tetapi dengan membina hubungan komunikasi yang dapat menyembuhkan pasien (komunikasi terapeutik). Beban kerja perawat yang tinggi menyebabkan perawat hanya berkomunikasi sesuai dengan kebutuhan, yang berakibat komplain dari pihak pasien dan keluarga pasien. Hasil studi pendahuluan menyebutkan bahwa angka cakupan pelatihan di RS Baptis Batu belum memenuhi target, dan dilakukan pembagian formulir Training Needs Analysis (TNA) yang menghasilkan tiga pelatihan tertinggi: Workshop Komunikasi, Basic Life Support (BLS) dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPDG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi terapeutik metode tutorial dan role-play terhadap pengetahuan, sikap dan motivasi perawat. Metode: Penelitian kuantitatif, desain Quasi Experimental, responden 78 perawat dengan teknik total sampling terbagi menjadi dua kelompok, tutorial dan role-play. Dilaksanakan di RS Baptis Batu pada bulan April 2019. Pengambilan data menggunakan kuesioner dilakukan pada sebelum pelatihan, sesaat setelah pelatihan (0 minggu), 2 minggu dan 4 minggu setelah pelatihan. Kuesioner berisi 3 bagian penilaian, variabel pengetahuan berisi 16 poin pilihan ganda, variabel sikap dan motivasi berisi 16 pernyataan menggunakan skala likert 1-5. Teknik analisis data menggunakan Paired T, Friedman, Mann Whitney dan Wilcoxon test. Hasil: Pelatihan komunikasi terapeutik metode tutorial meningkat signifikan pada variabel pengetahuan, indikator proses komunikasi terapeutik (p = 0.002). Metode role-play meningkat signifikan pada variabel pengetahuan, indikator dasar (p = 0.002) , tujuan (p = 0.025), manfaat (p = 0.041) komunikasi terapeutik; variabel sikap, indikator komponen afektif (p = 0.013), komponen konatif (p = 0.006). Kesimpulan: Pelatihan komunikasi metode tutorial dan role play berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap, namun tidak terhadap motivasi. Sehingga diharapkan metode role-play dapat diimplementasikan untuk peningkatan pengetahuan dan sikap perawat

    Contextual Effect of Posyandu on Adherence to Iron Tablet Consumption among Pregnant Women in Blitar, East Java

    No full text
    Background: Anemia in pregnant women remains a health priority to be addressed immediately. Anemia in pregnant women may increase the risk of maternal mortality, abortion, perinatal death, low birth weight, and postpartum bleeding. This study aimed to examine the contextual effect of posyandu on adherence to iron tablet consumption among pregnant women in Blitar, East Java.Subjects and Method: This was a cross-sectional study conducted in Blitar, East Java, in November 2018. The dependent variable was adherence of iron tablet consumption. The independent variables were education, intention, attitude, perceived behavior control, family income, subjective norm, husband support, and posyandu. The data were collected by questionnaire and analyzed by a multilevel linear regression run on Stata 13.Results: Iron tablet consumption increased with high education (b= 0.85; 95% CI= 0.05 to 1.66; p= 0.038), strong intention (b= 0.40; 95% CI= 0.02 to 0.77; p= 0.037), multiparity (b= 0.89; 95% CI= 0.15 to 1.62; p= 0.018), positive attitude (b= 0.29; 95% CI= 0.15 to 0.42; p<0.001), perceived behavior control (b= 0.33; 95% CI= 0.17 to 0.48; p<0.001), high family income (b= 0.05; 95% CI= 0.01 to 0.10; p= 0.018), iron tablet availability (b= 1.62; 95% CI= 0.84 to 2.40; p<0.001),strong husband support (b= 0.22; 95% CI= 0.04 to 0.40; p= 0.019), and subjective norm (b= 0.27; 95% CI= 0.03 to 0.52; p= 0.027). Iron tablet consumption decreased with side effect (b= -1.22; 95% CI= -2.12 to -0.33; p= 0.007). Posyandu had contextual effect in adherence to iron tablet consumption with ICC= 12.58%.Conclusion: Iron tablet consumption increases with high education, strong intention, multiparity, positive attitude, perceived behavior control, high family income, iron tablet availability, strong husband support, and subjective norm. Iron tablet consumption decreases with the side effect. Posyandu has contextual effect in adherence to iron tablet consumption.Keywords: Fe tablet consumption, posyandu, multilevel analysisCorrespondence: Febrina Ardianti. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta, Central Java 57126. Email: [email protected]. Mobile:+62816609336.Journal of Maternal and Child Health (2019), 4(2): 110-117https://doi.org/10.26911/thejmch.2019.04.02.0
    corecore