36 research outputs found

    PKM Pelatihan Microsoft Office untuk Meningkatkan Keterampilan Administrasi Perkantoran bagi Siswi SMK Nurul Jadid

    No full text
    Sekolah menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu pendidikan vokasi yang mendapat perhatian dari pemerintah. Berbagai program yang sudah diluncurkan pemerintah bertujuan untuk mewujudkan lulusan yang kompeten yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Bagi lulusan yang ingin mengembangkan karir di sektor perkantoran hendaknya menguasai aplikasi-aplikasi yang di pakai di perkantoran. Aplikasi yang perlu dikuasai adalah Microsoft Office. SMK Nurul Jadid merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sekolah ini mempunyai visi menjadi SMK berkualitas yang agamis, berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan. Mata pelajaran yang membahas Microsoft Office sudah diajarkan di kelas X dengan materi aplikasi dan fungsi-fungsi dasar. Untuk fungsi-fungsi yang mengarah ke administrasi perkantoran masih belum diajarkan di sekolah. Mempelajari fungsi-fungsi yang berkaitan dengan adminitrasi perkantoran sangat diperlukan oleh lulusan yang inginmengembangkan karir di perkantoran maupun bagi mereka yang membuka usaha jasa retal pengetikan.Tujuan pelaksaan PKM ini adalah menyelenggarakan pelatihan Microsoft Office untuk kebutuhan perkantoran pada siswi SMK Nurul Jadid. Dari hasil pelatihan dapat diketahui bahwa 75% peserta sudah mengetahui fungsi Microsoft Word untuk dasar-dasar perkantoran. Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti semua rangkaian acara. Hal ini terlihat dari kesungguhan mereka dalam mempraktekkan modul yang dipandu oleh pemateri

    Penggunaan Media Permainan Bola Angka Terhadap Kemampuan Mengenalkan Konsep Bilangan 1-10 pada Anak

    No full text
    AbstractThis study aims to analyze the use of number ball media in the potential level of understanding the concept of numbers 1-10 in early childhood. The method used is a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques through observation, indeph interview. This research was conducted at the Hidayatul Muttaqin PAUD institution, Talkandang, Kotaanyar, Probolinggo, to get a direct picture of the researchers conducting observations and interviewing the principal and teachers of PAUD Hidayatul Muttaqin. The research results show that; First, PAUD Hidayatul Muttaqin has applied the number ball game media in the introduction of the concept of numbers. Second, the implementation is carried out in several ways, namely; preparation, presentation and evaluation. Implications obtained from the use of number ball media; children can distinguish, pronounce, show, arrange number symbols and group number symbols through the use of number ball games by themselves without the help of friends.Keywords:Number Ball Game Media; Number Concept; Early Childhood AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pemakaian media bola angka dalam tingkatan potensi memahami konsep bilangan 1- 10 pada anak usia dini. Metode yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis study kasus. Tehnik pengumpulan data melalui cara observasi, indeph interview. Penelitian ini dilakukan pada lembaga PAUD Hidayatul Muttaqin, Talkandang, Kotaanyar, Probolinggo, untuk mendapatkan gambaran langsung peneliti mengadakan observasi dan menginterview kepala sekolah dan guru PAUD Hidayatul Muttaqin. Hasil riset menampilkan bahwa; pertama, PAUD Hidayatul Muttaqin telah menerapkan media permainan bola angka dalam pengenalan konsep bilangan. Kedua, penerapan dilakukan dengan beberapa cara yaitu; preparation, presentation dan evaluasi. Implikasi yang didapat dari penggunaan media bola angka; anak bisa membedakan, melafalkan, menunjukkan, menyusunkan lambang bilangan dan mengelompokkan lambang bilangan melalui penggunaan permainan bola angka dengan sendirinya tanpa bantuan temannya.Kata kunci: Media Permainan Bola Angka, Konsep Bilangan, Anak Usia Din

    The Implementation of the Mimicry Memorization Method in Arabic Vocabulary Learning at MI Takhassus Darul Ulum

    No full text
    This study aims to describe the application of the mimicry memorization method in teaching Arabic vocabulary, analyze its implementation based on its inherent characteristics, and identify the strengths and weaknesses of this method in the context of Arabic vocabulary learning among fifth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Takhassus Darul ʿUlum Ngaliyan, Semarang. Employing a qualitative descriptive approach through fieldwork, the research utilized data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings reveal that the mimicry memorization method at MI Takhassus Darul ʿUlum involves processes of listening, pronouncing, imitating, and memorizing vocabulary. Its strengths include direct skill acquisition by students, accurate and proper pronunciation, ease and enthusiasm in memorizing vocabulary, improved understanding of vocabulary material, increased student engagement, and enhanced recall of vocabulary. The weaknesses identified are limited learning time during memorization, reduced student attention to the teacher’s pronunciation in noisy classroom settings, and a lack of diverse media resources

    IbM Peternakan Kambing Yang Memanfaatkan Limbah Pembuatan Tempe Junrejo Batu

    No full text
    Program Iptek bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak kambing dalam berbagai aspek produksi dan manajemen peternakan kambing secara intensif yang mengacu pada panca usaha peternakan yaitu penggunaan bibit atau bakalan kambing yang unggul, pemberian pakan yang cukup dan berkualitas,perkandangan dan manajemen pemeliharaan yang baik, sistem perkawinan dan perkembangbiakan yang tepat, sistem pencegahan dan pengobatan penyakit dengan benar serta pemasaran produksi yang menguntungkan. Target khusus yang ingin dicapai dalam program IbM ini peternak kambing dapat memanfaatkan limbah industri pembuatan tempe yang difermentasi dahulu untuk meningkatkan kualitas pakan sebagai pengganti pakan konsentrat kambing sekaligus menjaga lingkungan yang asri dengan sistem tiga strata pada lahan pertanian dan pemupukan menggunakan pupuk organikdari kompos kotoran kambing yang menyuburkan tanah. Untuk mencapai tujuan dan target program IbM ini, maka tim pengusul program IbM Unisma menggunakan metode penyuluhan, demo plot fermentasi pakan, reboisasi, pembinaan dan pendampingan usaha. Program IbM ini mendapatkan respon masyarakat peternak kambing yang senantiasa proaktif dalam semua kegiatan penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Peternakan kambing telah diusahakan secara terpadu dengan industri tempe yang dimilikinya selama hampir 8 tahun. Pengadaan kambing dibeli dari peternak lain atau pasar hewan tidak diseleksi secara tepat, kandang panggung lantai berlubang sehingga feses tidak mengotori bulu, perkawinan kambing masih inbreeding. Pakan berupa hijauan segar secara ad libitum dan konsentrat limbah pembuatan tempe berupa kulit biji kedelai dan air rendamannya. Pemanfaatan limbah ini dapat meningkatkan PBB kambing sebesar 45 g/ekor/hari dan memberikan Peternak mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan memperbaiki manajemen produksi peternakan kambing secara intensif menggunakan bahan pakan lokal dari limbah pembuatan tempe dicampur kulit bekatul dan onggok yang difermentasi dahulu agar lebih berkualitas, bergizi dan palatabel yang dapat meningkatkan produktifitas ternak yang berdampak pendapatan dan keuntungan peternak bertambah. Luaran program IbM ini adalah metode fermentasi limbah industri tempe kulit biji kedelai, formulasi pakan konsentrat dari bahan pakan lokal dan artikel jurna

    Pathways to Get Help: Help-Seeking on College Students with Non-Suicidal Self-Injury

    No full text
    This study aimed to identify and explore the aspects that encourage and inhibit students who do non-suicidal self-injury (NSSI) in seeking help. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach to determine participants' subjective experiences. Researchers conducted in-depth interviews with students aged 20-21 who had done NSSI. The participant-checking technique carries out the method of strengthening the credibility of the data. The results of the interpretive phenomenological analysis identified five themes in the participants' experiences, including self-awareness, self-disclosure, mental health literacy, stigma, and social influence. Awareness of the problem, positive expectations of self-disclosure, and knowledge and belief in the availability of help can be the impetus for seeking help. These aspects interact with stigma and social influence, so the decision to seek help becomes complex. This study provides information about the importance of mental health literacy and strengthening in dealing with negative stigma about people with mental health problems

    Dampak Stres Pra dan Pasca Pemotongan Terhadap Profil Darah Sapi Simental

    No full text
    Penanganan ternak sebelum dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) dan perlakuan sebelum dipotong di RPH menentukan tingkat kesetresan ternak. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap status hematologi. Tujuan penelitian adalah menganalisa dampak stres pra dan pasca pemotongan terhadap profil darah Sapi Simental. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan analisis statistic deskriptif. Hasil yang didapatkan dihitung dengan uji t menggunakan software SPSS versi 27.0.1. Observasi meliputi proses penurunan ternak dari transportasi dan proses pemotongan ternak. Variabel yang diukur adalah kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit. Hasil analisis rerata uji t pada profil darah Sapi Simental yaitu, kadar Hb pra pemotongan tidak berbeda nyata (P>0,005) dengan pasca pemotongan. Kadar Hb pra pemotongan adalah 10.26 ± 1.71 g/dL dan pasca pemotongan 11.84 ± 3.19 g/dL. Hasil analisis rerata nilai hematokrit Sapi Simental pra pemotongan yaitu berbeda nyata (P<0.005) dengan pasca pemotongan. Nilai hematokrit pra pemotongan adalah 30.58 ± 5.27 % dan pasca pemotongan 42.13 ± 5.27 %. Hasil perhitungan rerata jumlah eritrosit Sapi Simental pra pemotongan yaitu berbeda nyata (P<0.005) dengan pasca pemotongan. Jumlah eritrosit pra pemotongan adalah 7.64 ± 0.91 /µl) dan pasca pemotongan 10.44 ± 1.42 /µl). Kesimpulan adalah profil darah Sapi Simental pra pemotongan berbeda dengan pasca pemotongan. Kadar Hemoglobin, Hematokrit, Eritrosit cenderung meningkat tetapi masih dalam kisaran normal. Ada tendensi Sapi Simental mengalami stress sebelum dilakukan pemotongan

    The Development of Audio Visual Learning Media in Improving Children’s Religious and Moral Values

    No full text
    Morality and religion are the main fortresses for the formation of children's character in responding to the flow of globalization in the digital era. The form of concrete efforts is carried out through a quality learning process for children. This study aims to develop audio-visual learning media in improving the religious and moral values of early childhood. The author uses the type of research R&D (Research and Development). The use of this research method is intended to produce new products in learning and to test the effectiveness of these products. In this context, the product that will be produced is in the form of media in the form of the film "Aku Anak Salih" to improve religious and moral values for early childhood with the Borg and Gall model. The procedural stages include; data collection and preparation stage, product development stage, product validity stage, revision stage, product trial stage, dissimilation and implementation. The design of the media for the film "Aku Anak Salih" was carried out through determining the theme, making a logline, developing a film synopsis, making storyboards, and implementing the production system. The result is that the media is considered effective and valid by experts to be applied to students of RA Nurul Aflah, Medan Labuhan District. These media have advantages in terms of convenience that are presented to increase moral and religious values in early childhood, attract children's learning attention, and are in accordance with audio-visual learning styles. Likewise, there are weaknesses from this media in the form of a relatively long time in designing the media, demanding teacher creativity in designing technology-based media, and demanding adequate facilities in schools (projectors, sound systems, classrooms)
    corecore