907 research outputs found

    PENENTUAN HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING) SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN ROTI RAMAYANA MOJOKERTO

    No full text
    Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Roti Ramayana dengan judul “Penentuan Harga Pokok Proses (Process Costing) Sebagai Dasar Penetapan Harga Jual Pada Perusahaan Roti Ramayana Mojokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui implementasi penentuan harga pokok produksi sebagai dasar penetapan harga jual pada Perusahaan Roti Ramayana. Metode analisis yang digunakan untuk menentukan Harga Pokok Produksi adalah Metode Harga Pokok Proses dengan menggunakan Metode Rata-Rata Tertimbang dan Metode FIFO sedangkan untuk menentukan Harga Jual menggunakan Metode Full Costing. Hasil perhitungan dari Metode Harga Pokok Proses untuk menentukan Harga Pokok Produksi adalah sebesar Rp 1.443,97 untuk Metode Rata-Rata tertimbang dan Rp 1.449,03 untuk Metode FIFO. Sedangkan hasil perhitungan Harga Jual dengan menggunakan Metode Full Costing sebesar Rp 1.948,74. Dari hasil analisis perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Jual, maka dapat diketahui bahwa Metode FIFO lebih baik. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis merekomendasikan sebaiknya Perusahaan Roti Ramayana menggunakan Metode FIFO dalam menentukan Harga Pokok Produksinya

    EXPLORING STUDENTS’ PERCEPTION ON EFFECTIVE EFL TEACHERS’ TEACHING AT THE SEVENTH GRADE OF STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 40 PEKANBARU

    No full text
    ABSTRAK Novika Losari (2022): Menggali Persepsi Siswa terhadap Efektifitas Pengajaran Guru EFL di Kelas VII SMP Negeri 40 Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap pengajaran guru EFL yang efektif di kelas VII SMP Negeri 40 Pekanbaru. Sampel pada penelitian ini berjumlah 132 siswa yang terdiri dari 5 kelas (VII A, VII B, VII C, VII D, dan VII E) yang diambil dengan teknik simple random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi siswa tentang pengajaran guru Bahasa Inggris yang efektif adalah positif respon. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa guru EFL yang mengajar dengan efektif adalah guru yang ramah, memberikan penjelasan yang jelas, memiliki pengetahuan kosa kata yang baik, memperlakukan semua siswa dengan adil, dan membuat materi tambahan sendiri, hal tersebut merupakan poin-poin penting dari setiap kategori yang ada. Berdasarkan temuan tersebut, guru Bahasa Asing dapat menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan keefektifan pengajaran mereka. Diharapkan juga dapat menginspirasi peneliti lain untuk menyelidikinya di semua tingkat pendidikan terutama di Indonesia

    Hubungan Tipe Kepribadian Ekstrovert Dengan Stres Kerja Pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru

    No full text
    ABSTRAK Novika Karvi, (2019) : Hubungan Tipe Kepribadian Ekstrovert Dengan Stres Kerja Pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini yaitu berdasarkan fenomena menarik yang ditemukan peneliti dilapangan bahwa adanya hubungan yang tidak harmonis antara individu yang berkepribadian dan lingkungan kerjanya dalam organisasi sehingga menimbulkan stres kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan tipe kepribadian ekstrovert dengan stres kerja pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 pegawai dengan menggunakan teknik random dan purposive sample dengan mempertimbangkan berbagai hal. Penelitian ini dianalisis dengan regresi linear sederhana, pengambilan data melalui angket yang diberikan kepada responden dan pengolahan data dengan menggunakan SPSS Versi17.0. Berdasarkan hasil perhitungan ujiregresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = 23.976 + 0, 597X. Sedangkan berdasarkan hasil uji T diketahui bahwa variabel tipe kepribadian ekstrovert terdapat hubungan yang signifikan dengan stres kerja pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Sedangkan berdasarkan perhitungan nilai koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai adjusted R squard sebesar 0,382 berada pada interval 0,20-0,40 hal ini menunjukan bahwa variabel tipe kepribadian ekstrovert termasuk kategori hubungan yang lemah signifikan dengan stres kerja pegawai Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru. Kata Kunci: Tipe Kepribadian Ekstrovert, Stres Kerj

    Pemanfaatan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Ransum Terhadap Kualitas Telur Itik Lokal Umur 35 Minggu

    No full text
    NOVIKA SARI, 2015: “ Utilization of Gabus Pasir (Butis amboinensis)Waste Meal In Ration Against Egg Quality of Laying Duck 35th This research was conducted at Desa Lama Kecamatam Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang from Mart to June 2015. This study aimed to determine the effect of Gabus Pasir waste meal in the ration on haugh unit, yolk index and thickness egg shell. The design used in this research is completely randomized design (CRD) with three treatments and 6 replications, each replication consisted of 4 laying ducks. Treatmen consists of P Week of Age”, guided by ARMYN HAKIM DAULAY and R. EDHY MIRWANDHONO. 0 (feed without Gabus Pasir waste meal); P1 (feed with Gabus Pasir waste meal as much as 5%); P2 The results showed the average of values haugh unit such as 91,68; 92,00 and 92,71, respectivly. Yolk index such as 0,43; 0,44 dan 0,44, respectivly. Thickness egg shell such as 0,44; 0,44 and 0,45, respectivly. The results showed that the treatment was not significant effect on haugh unit, yolk index and thickness egg shell. The conclusion that Gabus Pasir waste meal can be used in ration to the level of 10%.38 HalamanSkripsi Sarjan

    PERTANGGUNGJAWABAN NOTARIS TERHADAP AKTA YANG TELAH DIUBAH SECARA SEPIHAK (Studi Kasus: Putusan Perkara Nomor 1003 K/PID/2015

    No full text
    PERTANGGUNGJAWABAN NOTARIS TERHADAP AKTA YANG TELAH DIUBAH SECARA SEPIHAK (Studi Kasus: Putusan Perkara Nomor: 1003 K/PID/2015) (Rozi Oktri Novika, 1520122026, Program PascaSarjana Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Tahun 2017) ABSTRAK Notaris dalam menjalankan jabatannya dilarang untuk melakukan perubahan terhadap isi akta yang dibuatnya secara sepihak, sebagaimana diatur dalam Pasal 48 UUJN. Namun, adakalanya Notaris melakukan perubahan terhadap isi akta dengan cara menghapus, menindih, dan menggantinya dengan yang lain. Perubahan ini dilakukan Notaris bukan berdasarkan keinginan dan kehendak para pihak. Isi dari akta yang dibuat oleh Notaris seharusnya merupakan kehendak dan keinginan para pihak yang berkepentingan. Tesis ini akan merumuskan permasalahan, Pertama, pertanggungjawaban Notaris terhadap akta yang telah diubah secara sepihak, Kedua, dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam putusan perkara Nomor 1003 K/PID/2015, Ketiga, akibat hukum terhadap akta yang diubah secara sepihak oleh Notaris. Jenis penelitian ini dapat digolongkan dalam jenis penelitian hukum normatif terhadap asas-asas hukum. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan studi dokumen, yaitu studi terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan, Pertama, Pertanggungjawaban Notaris terhadap perubahan isi akta secara sepihak berupa pertanggungjawaban secara administrasi, dan pidana. Kedua, Dasar pertimbangan hakim dengan menjatuhkan putusan terhadap Notaris Neni Sanitra dengan pidana penjara 1 (satu) tahun karena telah melanggar ketentuan Pasal 264 KUHP, dianggap sebagai ultimatum remedium, yaitu sebagai jalan terakhir apabila sanksi atau upaya pada cabang hukum lainnya tidak berlaku efektif. Ketiga, akibat hukum terhadap akta berupa akta yang memiliki kekuatan pembuktian sebagai akta dibawah tangan. Saran, Pertama, Sebaiknya perlu diperjelas kembali dalam UUJN mengenai kategori larangan perubahan akta seperti apa yang dapat dijatuhkan sanksi pidana, agar memberikan kepastian hukum untuk Notaris. Kedua, Sebaiknya Notaris lebih memahami kewenangannya sebagai pejabat publik dan hal-hal apa saja yang dilarang dalam menjalankan jabatannya mengenai pembuatan akta autentik. Sehingga Notaris dapat terlepas dari ancaman tindakan pemalsuan surat autentik. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Notaris – Akt

    Politik Hukum Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap Instrumen Perlindungan Hak Asasi Perempuan

    No full text
    POLITIK HUKUM UNDANG-UNDANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP INSTRUMEN PERLINDUNGAN HAK ASASI PEREMPUAN Yulia Novika ABSTRAK Kekerasan seksual merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia, khususnya pada kaum perempuan yang sering menjadi objek kekerasan seksual. Pengesahan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi kasus kekerasan seksual dan memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. Namun realitanya, Undang-undang TPKS belum bisa dijadikan rujukan atas kasus kekerasan seksual yang terjadi. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui Politik Hukum UU TPKS terhadap Perlindungan Hak Asasi Perempuan dan untuk menganalisis hambatan dalam pelaksanaan UU TPKS di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah literature research/studi kepustakaan/studi dokumen. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa politik hukum UU TPKS adalah untuk memberikan jaminan dan kepastian hukum, keadilan, dan memulihkan harkat martabat dan untuk memberikan perlindungan terhadap korban tindak pidana kekerasan seksual sehingga kasus kekerasan seksual dapat diselesaikan secara efektif serta memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual. Kebijakan Politik Hukum UU TPKS dapat dilaksanakan melalui konsep kebijakan penanggulangan penal dan nonpenal. Hambatan dalam pelaksanaan UU TPKS dari segi formil adalah belum adanya aturan turunan dari UU TPKS, sedangkan hambatan dari segi budaya hukum meliputi kurangnya sosialisasi mengenai UU TPKS, masih kentalnya budaya patriarki yang sudah lama berkembang dalam kehidupan masyarakat serta adanya ketimpangan relasi kekuasaan. Melalui kebijakan dari Politik Hukum UU TPKS, pemerintah dan masyarakat turut andil dalam perlindungan Hak-hak Asasi Perempuan khususnya pada korban kekerasan seksual

    PENGARUH PEMBENTUKAN KELAS KB TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA MULTIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH TAHUN 2023

    No full text
    PENGARUH PEMBENTUKAN KELAS KB TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA MULTIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH TAHUN 2023 Novika Anggraini1, Joko Susilo2, Yuliasti Eka Purnamaningrum2 1,2,3 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman email: [email protected], ABSTRAK Latar Belakang: Rendahnya penggunaan MKJP disebabkan adanya beberapa hambatan seperti belum adanya petugas yang cukup untuk melaksanakan konstrasepsi tetap, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, adanya pengaruh budaya yang menyebabkan masyarakat menolak memasang. Rendahnya minat MKJP dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan ekonomi yang rendah, pengetahuan tentang MKJP yang rendah. Salah satu upaya untuk menarik minat WUS menggunakan MKJP adalah dengan pelaksanaan kelas KB. Tujuan: Mengetahui pengaruh pembentukan kelas KB terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada Multipara di wilayah kerja Puskesmas Koba Kabupaten Bangka Tengah tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Designs One-Group Pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang mengikuti kelas KB di wilayah kerja Puskesmas Koba Kabupaten Bangka Tengah pada bulan Februari 2023 berjumlah 28 orang. Tehnik sampling menggunakan total sampling didapatkan sampel 28 orang. Variable penelitian ini adalah pemilihan MKJP. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi pemilihan MKJP dan kuesioner. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum mengikuti kelas KB sebagian besar responden memilih alat kontasepsi non MKJP yaitu 24 orang (85,7%). Setelah mengikuti kelas KB sebagian besar responden memilih alat kontasepsi MKJP yaitu 25 orang (89,3%). Hasil uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai Z sebesar -4,583 dengan signifikansi 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh kelas KB terhadap pemilihan MKJP. Kata Kunci: kelas KB, pemilihan MKJP, Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, ketersediaan layanan, pendidika

    PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENDA UJI AC-WC TERHADAP NILAI STABILITAS DAN NILAI KELELEHAN (FLOW) DENGAN BERDASARKAN SPESIFIKASI BINA MARGA 2018

    No full text
    Risqita Novika Ambar Sari. 2021. “Pengaruh Lama Perendaman Benda Uji AC-WC Terhadap Nilai Stabilitas dan Nilai Kelelehan (Flow) dengan Berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman akan dapat memberikan dampak positif atau dampak negatif untuk perkerasan jalan. Dengan mencari nilai stabilitas dan nilai kelelehan (flow) dengan menggunakan alat marshall compression machine dan dengan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan pengujian campuran beraspal panas (Hot Mix) dengan metode Marshall. Penelitian ini terdiri dari 3 Varian dan masing-masing varian menggunakan waktu perendaman antara lain, 30 menit, 24 jam dan 48 jam. Dan setiap waktu dibuat masing-masing 3 sample benda uji. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratarium PT.Nisajana Hasna Rizqy. Slawi. Tahapan dimulai dari pembuatan benda uji campuran beton aspal dan pengujiaan stabilitas dan flow. Hasil uji kinerja karakterisitik Marshall didapat waktu perendaman 30 menit dan hasil rata stabilitas Marshall 1.516,5 kg, nilai rata Flow (kelelehan) 2,93 mm. Waktu perendaman 24 jam dan hasil rata stabilitas Marshall 1.413,1 kg, nilai rata Flow (kelelehan) 3,33 mm. waktu perendaman 48 jam dan hasil rata stabilitas Marshall 977,1 kg, nilai rata Flow (kelelehan) 3,76 mm. Kesimpulan semakin lama waktu perendaman maka stabilitas akan semakin menurun, dan juga semakin lama waktu perendamannya maka akan semakin meningkat nilai flownya. Pengaruh stabilitas dan flow pada perkerasan jalan, bisa diibaratkan saat musim hujan perkerasan jalan terendam oleh air, yang mempengaruhi kinerja perkerasan aspal khususnya masalah ketahanan, keawetan dan kemampuan menerima beban. Kata Kunci: Aspal , Agregat, Waktu Perendaman, Stabilitas, Kelelehan

    TOKSISITAS EKSTRAK GANODERMA LUCIDUM TERHADAP HEPAR DENGAN MELIHAT KADAR ALKALIN PHOSPHATASE TIKUS WISTAR

    No full text
    Toksisitas Ekstrak Ganoderma lucidum Terhadap Hepar dengan Melihat Kadar Alkalin Phosphatase Tikus Wistar Novika Pristiwati 1, M. Masjhoer 2 Latar belakang: Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa Ganoderma lucidum menyebabkan toksisitas pada ginjal dan menimbulkan degenerasi lemak pada hepar. Alkalin phosphatase (ALP) merupakan indikator kerusakan hepar, maka dilakukan uji toksisitas terhadap hepar dengan melihat kadar ALP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek toksik G. lucidum dengan melihat peningkatan kadar ALP tikus Wistar dan untuk mengetahui apakah peningkatan tersebut disebabkan oleh metabolitnya. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental dengan rancangan the post test only control group design. Jumlah sampel 40 ekor tikus Wistar dengan kriteria tertentu yang dibagi menjadi 4 kelompok secara acak: 1) kontrol tanpa perlakuan, 2) G. lucidum, 3) G. lucidum dan fenobarbital, 4) G. lucidum dan cimetidine. Pada akhir minggu ke-4, 5 tikus dari tiap kelompok diambil darahnya dan diperiksa kadar enzim ALP nya. Analisa data dilakukan dengan Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil: Terjadi peningkatan kadar ALP yang bermakna pada kelompok 2,3, dan 4 pada bulan pertama dan kedua (p < 0.01 ). Peningkatan sudah terjadi sejak bulan pertama. Peningkatan tertinggi terdapat pada kelompok 2 sedangkan peningkatan terendah terdapat pada kelompok 4. Kesimpulan: Pemberian G. lucidum menyebabkan peningkatan kadar ALP tikus Wistar yang bermakna dimana peningkatan ini disebabkan oleh substansi asal dan metabolit aktifnya. Kata kunci: Ganoderma lucidum, toksisitas, alkalin phosphatase Toxicity of Ganoderma lucidum Extract To The Liver by Observing Alkalin Phosphatase Level of Wistar Mice Novika Pristiwati 1, M Masjhoer 2 Background: There has been reported that Ganoderma lucidum was toxic to the kidney and make liver to the fat degeneration. Alkalin phosphatase (ALP) is indicator for liver’s damage, so it needs toxicity test to the liver by observing ALP level. The objective of this study is to investigate the toxicity effect of G. lucidum by observing the increase of Wistar mice’s ALP level and to investigate whether this increase is caused by its metabolit. Method: This study was an experimental research with the post test only control group design. A total of 40 mices with spesific criteria divided randomly into 4 groups: 1) the control group, 2) treated with G. lucidum, 3) treated with G. lucidum and fenobarbital, 4) treated with G. lucidum and cimetidine. In the end of 4th week, blood of 5 mices from each group were taken and were examined for their ALP level. The data was analized by Shapiro-Wilk and continued with ANOVA test. Result: There are significant ALP level increasing in the 2nd, 3rd and 4th. on first and second month ( p < 0,01). The highest increasing is in the 2nd group and the lowest increase is in 4th group. Conclusion: The treatment of G. lucidum show toxicity to the liver by significant increasing of ALP level that caused by its substance and active metabolit. Keywords: Ganoderma lucidum, toxicity, alkalin phosphatas

    Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa di Pasar Balai Panjang Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam

    No full text
    Refli Novika, 1810722037. “Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa di Pasar Balai Panjang Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam”. Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya. Pembimbing I, Dra. Efri Yades, M.Hum. dan pembimbing II, Dra. Sri Wahyuni, M.Ed. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Apa saja prinsip kesantunan yang dipatuhi di Pasar Balai Panjang Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam? dan (2) Apa saja prinsip kesantunan yang dilanggar di Pasar Balai Panjang Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam? Berdasarkan masalah, penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan prinsip kesantunan yang dipatuhi di Pasar Balai Panjang Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan (2) Menjelaskan prinsip kesantunan yang dilanggar di Pasar Balai Panjang Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Metode dan teknik penelitian yang digunakan adalah metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto. Langkah-langkah dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, di antaranya (1) tahap penyediaan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data digunakan metode simak dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap. Selanjutnya, teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat dan teknik rekam. Pada tahap analisis data digunakan metode padan translasional, metode padan referensial, dan metode padan pragmatik dengan teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding membedakan (HBB). Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode informal. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil ada 4 maksim yang murni dipatuhi dan tidak dilanggar, yakni terdapat pada maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, dan maksim kesimpatian. Sedangkan maksim yang dipatuhi dan dilanggar ada 2 maksim, yakni terdapat pada maksim pujian dan maksim kesepakatan
    corecore