195 research outputs found
Anisa Puspitasari Tradisi Kupatan Dalam Ritual Rebo Wakasan Perspektif Living Qur'an
This writing aims to find out how the process of the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual and also the author tries to examine the kupatan tradition in the Rebo Wakasan ritual from the perspective of living qur'an in Cikalahang Village, Pabuaran Village. This research uses a qualitative research method with a case study approach that relies on collecting secondar and primary data sources. Secondary data obtained through literature studies, such as journals or articles, books and other reading materials and primary data sources include observations and interviews. The results of this study show that in the perspective of living qur'an, the Rebo Wakasan ritual is seen as a community response to the Qur'an. Phenomena contained in the Rebo Wakasan ritual in Cikalahang village such as: Prayers, dhikr, praying, giving alms and reading surahs of the Qur'an together are the result of the interpretation of the Cikalahang village community on the function of the Qur'an which according to them can protect from various disasters by the will of Allah SWTPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dan juga penulis berusaha mengkaji tradisi kupatan dalam ritual Rebo Wakasan dilihat dari perspektif living qur’an di Kampung Cikalahang Desa Pabuaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus yang mengandalkan pengumpulan sumber data sekunder dan primer. Data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, seperti jurnal atau artikel, buku dan bahan bacaan lainnya dan sumber data primer meliputi observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perspektif living qur’an, ritual Rebo Wakasan dipandang sebagai respons masyarakat terhadap Al-qur’an. Fenomena yang terdapat dalam ritual rebo wakasan di kampung cikalahang seperti : Sholat, berdzikir, berdo’a, bersedekah dan pembacaan surah-surah al-qur’an secara bersama merupakan hasil dari interpretasi masyarakat kampung Cikalahang atas fungsi al-qur’an yang menurut mereka bisa melindungi dari berbagai bala musibah atas kehendak Allah SWT. 
PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI DAN FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA REKSADANA
Many factors may affect investors in making investment decision, some of which are
demographic factors (gender, age, marital status, education level, family member,
occupation, income) and psychological factors (overconfidence, data mining, social
interaction, emotion, representativeness, familiarity, considering the past). Those factors
thought to have an influence on investment decision making, one of them is mutual funds. The
purpose of this study was to examine the influence of demographic factors and psychological
factors on mutual fund investment decision. The research object of this study are investors
who invest in mutual fund in Surabaya. Methods of data collection in this study used
questionnaires by purposive sampling of 75 mutual fund investors in Surabaya. To answer
the problem and test the hypothesis proposed in this study, the researcher used descriptive
analysis and inferential analysis (statistical tests) by using chi-square and log linear. The
expected result from this study is demographic factors and psychological factors have a
significant influence on mutual fund investment decision.
Key words : Demographic Factors, Psychological Factors, Mutual Fun
TINJAUAN ATAS SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN KREDIT BAHAN BAKU KAIN PADA CV. DIGO BANDUNG
CV. DIGO merupakan sebuah CV yang bergerak di bidang industri
pakaian jadi, maka sering melakukan pembelian bahan baku kain. Pembelian
bahan baku sangat diperlukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi. Pada
setiap proses pembelian tidak dipungkiri adanya kemungkinan terjadinya
kecurangan – kecurangan, seperti harga barang yang sengaja di Mark Up,
kesalahan yang sengaja dilakukan dalam mencatat jumlah kuantiti barang yang
dibeli, kesalahan dalam prosedur otorisasi dan sebagainya. Agar tidak terjadi hal –
hal tersebut maka diperlukan adanya Sistem Akuntansi Pembelian.Untuk
menghindari kecurangan – kecurangan terhadap pembelian bahan baku kain
tersebut dan untuk menciptakan suatu sistem pembelian yang lengkap serta
tersusun dengan baik dan dilengkapi oleh dokumen – dokumen yang memadai,
maka CV. DIGO menyusun sebuah Sistem Akuntansi Pembelian pada
perusahaannya. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk
menyusun Tugas Akhir dengan judul “ TINJAUAN ATAS SISTEM
AKUNTANSI PEMBELIAN KREDIT BAHAN BAKU KAIN PADA CV.
DIGO BANDUNG “
Permasalahan yang dibahas dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah
mengenai pelaksanaan Sistem Akuntansi Pembelian Kredit Bahan Baku Kain
pada CV. DIGO Bandung. Adapun tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini
adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Sistem Akuntansi Pembelian
Kredit Bahan Baku Kain pada CV. DIGO Bandung.
Metode yang digunakan dalam menyusun Tugas Akhir ini adalah metode
deskriptif, untuk memperoleh data yang diperlukan dan untuk menunjang kerja
praktik ini, penulis menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu 1) Studi
Kepustakaan, 2) Studi Lapangan yang terdiri dari Observasi dan Studi
Dokumentasi.
Berdasarkan hasil kerja praktik, maka dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan Sistem Akuntansi Pembelian Kredit Bahan Baku Kain pada CV.
DIGO sudah memadai. Hal ini dapat dilihat dari adanya unsur – unsur yang
membentuk sistem akuntansi pembelian seperti adanya bagian yang terkait,
prosedur Sistem Akuntansi Pembelian Kredit Bahan Baku Kain, dokumen yang
digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, dan laporan yang digunakan.
Adapun saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah disarankan untuk
dibentuknya Bagian Pemeriksaan dan Quality Control, harus adanya tempat yang
layak untuk menyimpan dokumen, catatan dan laporan, pencatatan transaksi oleh
Bagian Akuntansi harus dilakukan pada saat transaksi tersebut dilakukan
PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan)
Yuni Puspitasari, Agus Yulianto, S.H., M.H., Bahrul Ulum Annafi, SH., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan dimana untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan peraturan menteri keuangan dan memberikan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan diberlakukannya sistem pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik dengan menggunakan e-biling. Mengingat dalam pelaksanaannya diharapkan untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak. namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan ini masih terdapat beberapa wajib pajak yang masih belum memahami akan penggunaan e-billing. Sehingga permasalahan terkait pelaksanaan pembayaran pajak secara elektronik dapat dianggap ringan apabila terdapat sosialisasi dari instansi tersebut terhadap wajib pajak terdaftar mengenai pemahaman dan penggunaan e-billing dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik. Kata Kunci : pelaksanaan, wajib pajak, e_billing  ABSTRACT In writing of this thesis, the author discusses about the implementation of Minister of Finance Regulation Number 242/PMK.03/ 2014 concerning Procedures of Payment and Tax Deposit conducted at Pratama Pamekasan Tax Service Office which aimed to understand obstacles in the implementation of Minister of Finance Regulation and its solution to overcome those obstacles. It was motivated by the enactment of payment and deposit system using e-billing. Considering that the implementation was expected to facilitate taxpayers in making payment and deposit of taxes. In reality, however, this implementation shows that some taxpayers still did not understand how to use e-billing. Therefore, the obstacles related to the implementation of tax payment electronically can be understandable if there is a socialization from the institution towards registered tax payers related to understanding and using e-billing in order to handle payment and deposit of taxes electronically. Keywords: implementation, taxpayer, e-billin
Pemetaan Batas Wilayah Kelurahan Jahab Menggunakan Sistem Informasi Geografis
Batas wilayah mengacu pada garis atau batas yang memisahkan suatu wilayah dari wilayah lainnya, baik itu negara, provinsi, kabupaten, kota atau entitas administratif lainnya. Batas wilayah dapat bersifat fisik, seperti sungai, gunung dan laut, atau bersifat konseptual, seperti garis imajiner yang ditetapkan oleh perjanjian internasional atau peraturan administratif. Batas wilayah seringkali diidentifikasi, dipetakan dan dipelihara menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS). SIG adalah teknologi yang memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, analisis dan visualisasi data geografis pada peta digital. Kelurahan Jahab selama ini belum memiliki pemetaan wilayah yang cukup informatif. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini, menggunakan SIG, agar batas wilayah kelurahan Jahab dapat dijelaskan dengan lebih akurat dan detail. Peta batas wilayah yang telah dibuat menggunakan SIG nantinya dapat diintegrasikan dengan informasi lainnya seperti data demografi, infrastruktur, dan lingkungan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat kelurahan Jahab untuk menentukan batas wilayah, pemantauan perubahan batas maupun luas wilayah, dan mampu memberikan analisis dampak potensial dari perubahan batas
Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies
Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside
major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial
distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for
opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by
Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but
the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators
who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing
communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research
methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library
study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using
case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are
also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth
(Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in
Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for
their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia
also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and
Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo,
nonton.com) and through press screening
Towards high resolution operando electron microscopy of a working catalyst
The objectives of this PhD project are to address the challenges of in-situ TEM and introduce a new generation of in-situ TEM equipment. In Chapter 2 the in-situ TEM facilities are introduced, focusing on the nanoreactor that has gone through quite some development stages during this project. Several types of in-situ TEM nanoreactors were fabricated using Microelectromechanical Systems (MEMS) technology, which enables miniaturisation of the complete catalytic reactor (reactor column, heating system and gas system). The different generations of nanoreactors are the glued nanoreactor (GNR), the wafer bonde
Preparing Retro Arcade Fighting Game Asset Design
Games are increasingly popular in Indonesia because of the many things that make them exciting, such as esports. The Fighting Game genre is one that contains a fight between two characters in a place or arena with the aim of depleting the opponent's HP (health points). Fighting Games use 2-dimensional and/or 3-dimensional graphics where players play characters who can punch, jump or squat when fighting characters. other. In designing video game assets, researchers used the GDLC (Game Development Life Cycle) methodology so that this research proceeded systematically and focused on the design of game asset components. In designing a video game there are many elements, in this research the author focuses more on the control assets of the Combo Hit System on a game character called Brawl Tale
Efektifitas Akupresur dan Ice Gel Compress Terhadap Kemajuan Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin di Fasilitas Pelayanan Primer
Selama proses persalinan terjadi peningkatan tingkat stress, nyeri dan durasi persalinan, sehingga diperlukan upaya untuk mendukung wanita dalam proses persalinan salah satunya metode akupresure dan ice gel kompress yang dapat mengurangi nyeri persalinan dan menguatkan kontraksi uterus sehingga memperpendek durasi persalinan melalui stimulasi pada titik L14 & SP6. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas pemberian akupresure dan Ice Gel Compress terhadap kemajuan persalinan Kala 1 Fase Aktif di PMB wilayah Kerja Puskesmas Sawang. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental, dengan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Sawang dengan jumlah sampel sebanyak 34 ibu bersalin kala I fase aktif yang dibagi kedalam 2 kelompok (intervensi dan kontrol), Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling dan analisa data menggunakan mann whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi lama fase aktif kala 1 berlangsung cepat (≤ 6 jam) sebesar 76,5% dibandingkan pada kelompok kontrol yaitu 23,5%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian akupresure dan Ice Gel Compress terhadap Kemajuan Persalinan kala I Fase Aktif dengan nilai p Value 0,020 (<0,05), Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemberian akupresure dan Ice Gel compress efektif meningkatkan kemajuan persalinan kala I Fase Aktif
- …
