126 research outputs found
The Effect of Scaffolding Technique in Teaching Writing of Recount Text at SMK Pembangunan Bukittingg
This research was aimed to know the effect of using
scaffolding technique in teaching writing of recount text at first of
SMK Pembangunan. The method used in this research was a
quantitative method. To attain the reliability of the test instrument, the
researcher used rubric of scoring namely an analytic scoring which
was adopted from John Anderson to score the students’ writing on the
pre-test and the post-test. To analyze the data the researcher used ttest formula and consulted the result into t-table with the level of
significance α = 0.05. The research findings showed that the result of
the pre-test and post-test score of the experimental class tₒ (-7,578)
was higher than t table (1.717). Hₒ was rejected and Hₐ was
accepted. It means that there is a significant effect of using
scaffolding technique in teaching writing of recount text.
Then, the calculation of the post-test both classes: was experimental
class and control class, it was obtained that the tₒ (8,307) was higher
than the t table () with a degree of freedom (DF) = 22. So, the
alternative hypothesis (Hₐ ) were accepted, which means that there
is a significant difference between using scaffolding technique and
conventional. It can be concluded that the hypothesis is accepted. It
is proved that using Scaffolding Technique can help the students in
improving their ability in writing recount text
IMPLEMENTASI EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 12 BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi evaluasi
pembelajaran Pendidikan Agama Islam masa adaptasi Kurikulum Merdeka di SMP.
Terkait hal tersebut, ada tiga hal yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini,
yaitu: (1) konsep evaluasi pembelajaran PAI dalam kebijakan kurikulum merdeka,
(2) implementasi evaluasi pembelajaran PAI kurikulum merdeka, dan (3) kendala�kendala yang dihadapi guru PAI dalam melakukan evaluasi pembelajaran pada
masa adaptasi kurikulum merdeka. Untuk menjawab tiga fokus penelitian tersebut,
peneliti menggunakan pendekatan kualiatif dengan desain studi kasus. SMPN 12
Kota Bandung dipilih menjadi tempat penelitian, karena implementasi evaluasi
pembelajaran PAI berbasis Kurikulum Merdeka sudah berjalan baik di sekolah
tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep evaluasi pembelajaran PAI
dalam konteks kurikulum merdeka mengadaptasi pendekatan penilaian autentik.
Dengan pendekatan ini, guru PAI wajib melakukan proses evaluasi pembelajaran
yang bermakna baik di aspek sikap, pengetahuan, ataupun keterampilan.
Sehubungan dengan penilaian autentik tersebut, guru PAI di SMPN 12 Bandung
dalam konteks kurikulum merdeka, sudah melakukan proses evaluasi pembelajaran
baik sebelum, saat, ataupun setelah pembelajaran. Lebih jauh, proses penilaian
dilakuan baik terhadap ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Sementara
itu, dalam penerapan evalausi dalam konteks kurikulum merdeka tersebut, guru PAI
di SMPN 12 Bandung mengalami beberapa kendala, dua di antaranya adalah
keragaman siswa, dan suasana belajar.
This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education
learning evaluation during the Independent Curriculum adaptation period at Junior
High School. This study focuses mainly on three areas, namely: (1) Islamic Religious
Education learning evaluation concept in the Independent Curriculum policy, (2) the
implementation of Islamic Religious Education learning evaluation of the Independent
Curriculum, and (3) the obstacles that Islamic Religious Education teachers had in
learning evaluation during the adaptation period of the Independent Curriculum. To
examine the focus areas of the study, the researcher used qualitative approach with
case study design. State Junior High School 12 (SMPN 12) of the city of Bandung was
chosen as the location of the study because Islamic Religious Education learning
evaluation based on Independent Curriculum had been successfully implemented in
the school. The results of the study show that the concept of the Islamic Religious
Education learning evaluation of the Independent Curriculum adopted the authentic
assessment approach. With this approach, the Islamic Religious Education teacher
had to conduct a meaningful learning evaluation process that include attitude,
knowledge and skill aspects. Relevant to authentic assessment in the context of the
Independent Curriculum, teachers of Islamic Religious Education at SMPN 12
Bandung conducted learning evaluation before, while and after the learning process.
Furthermore, assessment was made on the aspects of attitude, knowledge and skills.
With regard to the implementation of this evaluation approach, there are several
obstacles that the Islamic Religious Education teachers of SMPN 12 Bandung had, two
of them are student diversity and learning atmospher
Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Studi Kasus Putusan : No. 16/PDT-SUS/Pailit/2015/PN.NIAGA JKT.PST)
A. Nama Mahasiswa : Shinta Eliana Sinaga
B. Nomor Induk Mahasiswa : 17.400.500.75
C. Judul Skripsi : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Program Kekhususan : Hukum Ekonomi
E. Jumlah Halaman : 96 Halaman
F. Daftar Acuan : Buku, Undang-undang, Internet
G. Kata Kunci : Pailit, Prinsip
H. Ringkasan Isi:
Kepailitan terjadi karena debitor tidak dapat menyelesaikan atau membayar utangnya kepada para kreditornya. Terdapat tiga jenis kreditor dalam kepailitan, yaitu: Kreditor Preferen, Kreditor Separatis, dan Kreditor Konkuren. Tiga kreditor tersebut masing-masing memiliki kedudukan yang berbeda-beda. Prinsip yang menjadi pedoman bagi para Kreditor Konkuren, yaitu prinsip paritas creditorium dan prinsip pari passu pro rata parte. Prinsip paritas creditorium menentukan adanya kesetaraan kedudukan para kreditor. Prinsip pari passu pro rata parte menentukan bahwa seluruh harta kekayaan debitor menjadi jaminan bersama-sama terhadap para kreditornya dan hasilnya dibagikan secara proporsional. Penulis tertarik meneliti penulisan ini karena berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan apakah pembagian yang diterima kreditor konkuren selama ini sudah dapat dikatakan adil atau tidak.
I. Dosen Pembimbing :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.H./
A. Name : Shinta Eliana Sinaga
B. Student ID Number : 17.400.500.75
C. Title : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Study Program : Hukum Ekonomi
E. Page Number : 103 Pages
F. Reference List : Book, Internet, The Article Of Law
G. Keyword : Bankruptcy, principles.
H. Summary :
Bankruptcy occurs because the debtor is unable to settle or pay his debts to his creditors. There are three types of creditors in bankruptcy, namely: PreferentIal Creditors, Separatist Creditors, and Konkuren Creditors. The three creditors each have different positions. The principles that become guidelines for the Creditors Konkuren, namely the principle of parity of creditorium and the principle of pari passu pro rata parte. The principle of creditorium parity determines the equality of par position. The author is interested in researching this because based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy, whether the distribution received by concurrent creditors so far can be said to be fair or not.
Academic Supervisor :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.
Penggunaan Materi Lagu untuk Meningkatkan Bahasa Inggris Siswa dengan Menggunakan Metode Team Game Tournament (Penelitian Tindakan Kelas di SMA Negeri 3 Depok Kelas X Tahun Ajaran 2015)
Abstract This study is aimed to identify: (1) whether or not teaching English by using song can improve the students’ English and (2) the students’ attitudes toward the use of song. This research is carried out using a classroom action research. It is conducted to the tenth grade students of SMAN 3 in Depok in the academic year of 2015/2016. The data are collected by using some techniques including observation, interview, documents, and tests. The qualitative data are analyzed by assembling the data, coding the data, comparing the data, building interpretations, reporting the outcomes to know about the students’ attitude. The quantitative data are analyzed by descriptive statistics to calculate the indicators of achievement score and the mean scores of pretest and post-test. The research findings show that: (1) teaching English by song combined TGT method can improve some aspects of the students’ English and (2) Teaching reading by using song combined TGT method can improve the classroom situation. Key words: english, song, TGT method, data, quantitative, qualitativ
PERANCANGAN JEMBATAN BETON PRATEGANG INTERCHANGE PALINDRA KAPB SEKSI 2A OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
Jembatan Interchange yang berada di Tol KAPB Seksi 2A Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan jembatan yang berfungsi menghubungkan ruas jalan tol yang terpisah oleh tol Palindra. Memiliki panjang bentang 40,8 meter dengan lebar 25,4 meter. Jembatan ini menggunakan sistem Prategang dengan gelagar memanjang berupa Girder PC-I.
Dalam merancang jembatan ini mengacu kepada SNI 1725-2016 (Pembebanan untuk Jembatan), RSNI T-12-2004 (Perencanaan Struktur Beton untuk Jembaatan), SNI 2833-2016 (Perencanaan Jembatan terhadap Beban Gempa) dan sumber pustaka lainnya.
Perancangan Jembatan Interchange meliputi bangunan atas yaitu pelat lantai, parapet, pipa air hujan, balok diafragma, balok induk, elastromer, plat injak, abutmen, pilar dan pondasi tiang pancang. Spesifikasi yang digunakan dengan Spesifikasi Umum Edisi 2010 Revisi 3. Berdasarkan hasil analisis, perancangan Jembatan Interchange membutuhkan biaya sebanyak Rp. 11.304.806.000,00. dengan waktu pelaksanaan selama 163 hari kal
Upaya Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Anorganik Di Bank Sampah “BERHATI” Kelurahan Tunjungsekar
Timbulan sampah akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Karakteristik dan komposisi sampah mengalami perubahan setiap tahun akibat adanya perubahan pada pola hidup dan tingkat ekonomi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik di Bank Sampah “BERHATI” Kelurahan Tunjungsekar.
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan carapengamatan langsung dengan penyebaran kuisioner. Metode untuk strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik mengacu pada metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan tahapan adalah merekapitulasi jawaban kuisioner kemudian membuat tabulasi data dengan bantuan Microsoft Office Excel.
Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah Kelurahan Tunjungsekar yaitu sebesar 0,25 kg/orang/hari atau 3.72 liter/orang/hari. Karakteristik sampah yang dihasilkan berupa sampah organik (sisa makanan dan sisa kebun), sampah anorganik (jenis plastik PET, HDPE, LDPE, PP dan PS), kertas, kain, kaca, B3 dan diapers dan komposisi sampah organik sebesar 46% dan sampah anorganik sebesar 54%.Warga RW 04 di Kelurahan Tunjungsekar diketahui bahwa tingkat pemahaman tentang sistem pengelolaan sampah dan adanya kesadaran dalam mengelola sampah.Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik di Bank Sampah “BERHATI” Kelurahan Tunjungsekar yang banyak dipilih oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya yaitu sosialisasi, penghargaan dan pengaruh tokoh masyarakat
TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBULATAN PENGEMBALIAN UANG SISA PEMBELIAN DI SPBU KOTA YOGYAKARTA
Praktik uang kembalian yang tidak sesuai dengan yang seharusnya
diterima konsumen sering terjadi ketika konsumen membeli BBM (bahan bakar
minyak) di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar minyak) dengan kasus isi full
tank (tangki penuh). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis di
lapangan, ketika terjadi pembulatan harga, penjual (operator) jarang sekali
melakukan akad secara lisan dengan pembeli (konsumen). Dengan demikian,
tidak sedikit konsumen yang merasa dirugikan dan bahkan kecewa terhadap
pelayanan di SPBU tersebut. Hal ini disebabkan pembulatan yang terjadi
cenderung ke atas yang dimana hal tersebut menguntungkan pelaku usaha. Oleh
karena hal tersebut, banyak yang harus diteliti lebih lanjut mengenai mengapa
praktik uang kembalian yang tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima ini
terjadi dan bagaimana pelaksanaannya serta bagaimana tinjauan sosiologi hukum
Islam terkait permasalahan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang
kemudian dianalisis dengan menggunakan teori jual beli dalam Islam serta
menggunakan tinjauan terhadap sosiologi hukum Islam. Dalam hal ini penyusun
menggambarkan permasalahan yang ada secara objektif, guna mendiskripsikan
praktik uang kembalian yang tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima di
SPBU kota Yogyakarta ditinjau dari sosiologi hukum Islam.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam praktiknya di lapangan
sebagian besar konsumen tidak merelakan pembulatan uang kembalian yang
dilakukan pihak SPBU, dengan alasan yang beragam, seperti susahnya mencari
uang nominal kecil dan juga hal tersebut tidak terlalu merugikan konsumen
dikarenakan uang kembalian tersebut nominalnya kecil. Akan tetapi, ada
konsumen yang rela dikarenakan nominal uang yang kecil. Kebanyakan
konsumen tidak merelakan hal tersebut dikarenakan pihak operator SPBU tidak
melakukan komunikasi untuk mengkonfirmasi terkait pembulatan yang dilakukan.
Sebagian konsumen juga tidak diberikan kejelasan terhadap pembulatan tersebut
nantinya digunakan untuk apa. Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa
menurut sosiologi hukum Islam praktik pembulatan terhadap uang kembalian ini
merupakan perilaku yang menyimpang dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan
konsumen mengalami kerugian. Jika dilihat dari segi ‘urf, hal tersebut tergolong
‘urf al-fasid yaitu kebiasaan yang buruk yang tidak sesuai dengan kaidah islam
serta Undang-undang yang ada
PERAN MEDIASI PERILAKU PELANGGAN DALAM HUBUNGAN RETARGETING ADVERTISING DAN PRICE DISCOUNT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI BERRYBENKA
This study aims to examine and analyze the Mediation Role of Customer Behavior in Retargeting Advertising and Price Discounts on Purchase Decisions at Berrybenka. This research data is data taken from secondary data of various kinds of literature in the form of literature reviews, books, previous research and previous research hypotheses and primary data obtained from processing questionnaire data filled out by consumers who have visited and made purchases on the Berrybenka web-app. The number of samples used is 144 respondent and the analytical technique used in this study is to use Partial Least Square (PLS) analysis. The findings of previous studies indicate that Retargeting Advertising, Price Discounts and Customer Behavior have a positive and significant effect on Purchase Decisions
RESILIENSI ANAK KORBAN PANDEMI COVID-19 DI KOTA SAMARINDA
Abstract: For more than two years, the world community, especially in Indonesia, has been living side by side with Covid-19. It is not easy to adapt to all changes in life, such as the family situation after the father left. For the victim's child, the father, the head of the family, plays an essential role in supporting the family. A father's loss leaves a deep mark on the victim's child. Therefore, it is necessary to have resilience as a form of self-resistance in the face of the Covid-19 pandemic disaster, such as being abandoned by loved ones. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. The case study took research because it wanted to explore and then describe the possibility of a form of the resilience of the victim's child in dealing with the father's death during the Covid-19 pandemic. This study found that the conditions of the strength of the three informants were different, but all three had in common, leading to a change for the better. According to Kubler Ross, resilience is formed after going through the stages of grief. The results of this study are expected to be a preference in developing a resilient personality. Abstrak: Sudah lebih 2 tahun masyarakat dunia terutama di Indonesia hidup berdampingan dengan Covid-19. Bukan hal yang mudah beradaptasi dengan segala perubahan dalam tatanan kehidupan seperti keadaan keluarga setelah ditinggalkan Sang ayah. Bagi anak korban, Sang ayah yang merupakan kepala keluarga memegang peranan penting dalam menghidupi keluarga. Ketika kehilangan ayah tentu meninggalkan bekas mendalam bagi anak korban. Oleh karena itu penting memiliki resiliensi sebagai bentuk ketahanan diri dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 seperti ditinggalkan oleh orang yang disayang. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus (case study) diambil karena ingin mendalami lalu mendeskripsikan tentang kemungkinan adanya bentuk resiliensi anak korban dalam menghadapi kematian ayah selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menemukan bahwa adanya bentuk resiliensi dari ketiga informan yang berbeda namun ketiganya memiliki kesamaan mengarah ke perubahan yang lebih baik. Resiliensi terbentuk setelah melewati tahapan kedukaan menurut Kubler Ross. Hasil daripada penelitian ini diharapkan dapat menjadi preferensi dalam membentuk pribadi yang resilie
Collaboration Between Parents and Teachers in the Formation of Students\u27 Religious Character Through Islamic Religious Education Learning in the Era of Digitalization: A Case Study at SDIT
This study explores the collaborative model between teachers and parents in shaping the religious character of elementary school students in the digitalization era. The research is situated within the broader discussion of character education, which emphasizes the integration of moral values, religious practice, and family–school partnership. The purpose of this study is to examine the forms, processes, and effectiveness of collaboration between teachers and parents in strengthening students’ religious character through Islamic Religious Education (PAI) learning at SDIT Al-Maadin. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that teachers play a central role as moral role models (uswah hasanah) by integrating religious values into daily learning activities, establishing routines of prayer, Qur’an recitation, and moral habituation. Parents, on the other hand, act as partners who reinforce school-based religious practices at home through monitoring, guidance, and communication facilitated by the student handbook and WhatsApp groups. The study shows that digitalization does not require sophisticated technological tools; instead, it highlights the strategic use of simple digital communication to strengthen family–school synergy. Collaboration between teachers and parents results in the development of students’ religious character across three domains: aqidah–ibadah, moral conduct, and social values. The study concludes that consistent coordination and shared responsibility between school and family significantly enhance students’ religious character, though challenges remain in ensuring consistent home practices amid varied parenting patterns and digital distractions. Future research may examine comparative models across different school settings or explore parental digital literacy in greater dept
- …
