253 research outputs found
Hubungan Pemanfaatan Situs Google dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Sman 3 Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013
Wulan Ningrum. THE RELATIONSHIP OF GOOGLE SITE UTILIZATION AND LEARNING MOTIVATION TO SOCIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF THE XI GRADERS OF SMAN 3 KLATEN IN THE SCHOOL YEAR OF 2012/2013. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Surakarta Sebelas Maret University, July 2013.This research aimed to find out: (1) whether or not there is a positive relationship between Google site utilization and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013, (2) whether or not there is a positive relationship between learning motivation and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten, (3) whether or not there is a positive relationship of Google site utilization and learning motivation to sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten.The method employed in this research was a descriptive quantitative one. The population of research was the XI IPS (Social Science) graders of SMA Negeri 3 Klaten in the school year of 2012/2013, consisting of 144 students. The proportion of sample was 20% of all population number existing with 20 students as instrument tryout sample and 29 students as the research sample. The sample was taken using stratified purposive random sampling. Techniques of collecting data employed were questionnaire, achievement test, documentation and observation. Technique of analyzing data employed was statistical analysis with multiple correlation coefficient technique.Considering the result of research, the following conclusions could be drawn: (1) Hypothesis 1 “there is a significant relationship between Google site utilization and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was supported. It could be seen from the result of data analysis showing rx1y = 0.608 and p = 0.001. (2) Hypothesis 2 “there is a significant relationship between learning motivation and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was supported. It could be seen from the result of data analysis showing Rx2y = 0.542 and p = 0.003. (3) Hypothesis 3 “there is a significant relationship of Google site utilization and learning motivation to sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was stated as being supported. It could be seen from the result of data analysis showing R(x1, 2) = 0.617 and p = 0.001
Evaluation of potential financial risks of bank through financial due diligence and preparation of financial due diligence guidelines / Wulan Ningrum Kusuma and Sylvia Veronica Siregar
Financial due diligence (FDD) is critical to a successful mergers and acquisitions (M&A). FDD assists investor in evaluating Target Company's risks. Banks in Indonesia is a sector that investors are interested in as M&A target, notably with the support of the Regulatory Body for Bank consolidation. As the ramp-up of Bank M&A, the need to perform FDD becomes significant. However, the absence of standard in performing FDD for banking can hamper the FDD process, especially for the FDD team that has no experience in banking. This thesis provides study concerning ways in identifying, analyzing and evaluating the Bank's main risks through FDD as well as the preparation of FDD guidelines. The study was conducted qualitatively using case study at Bank XYZ. The study involved interviews and observation on parties engaged in the FDD on Bank including documentation study. The study result is based on FDD guidelines focusing on Bank's main financial risks such as loans, foreclosed assets, deposits and employees. Loans and deposits are the Bank’s main business and have the largest portion of Bank’s assets and liabilities. Loans ’ main risk was evaluated by assessing the loan quality using three pillars analysis (business prospects, performance, and ability to pay) that has impact on the allowance for impairment losses. Foreclosed assets are part of the loans. Foreclosed assets ’ main risk was evaluated by assessing its quality and value that has impact on the impairment. Deposits’ main risk was evaluated using maturity mismatch between loans and deposits including loan to deposit ratio. Employees are another issue often discussed in M&A, especially the severance pay. The risk is whether the severance pay provision is sufficient. The provision is evaluated with reference to the Manpower Act. This guidelines assists the implementers of FDD in performing FDD properly by focusing on the Bank’s main financial risks
PENGARUH KESESUAIAN KOMPENSASI, KOMITMEN ORGANISASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP FRAUD AKUNTANSI (STUDI EMPIRIS BMT KOTA DAN KABUPATEN TEGAL)
Nawang Wulan, 2025 Pengaruh Kesesuaian Kompensasi, Komitmen Organisasi dan Pengendalian Internal terhadap Fraud Akuntansi (Studi Empiris BMT Kota dan Kabupaten Tegal).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh kesesuaian kompensasi, komitmen organisasi dan pengendalian internal terhadap fraud akuntansi pada Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Kota dan Kabupaten Tegal. Fraud akuntansi merupakan permasalahan serius yang dapat mengancam stabilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan BMT di wilayah studi. Sampel penelitian dipilih menggunakan sampel jenuh, dengan responden adalah karyawan kantor pusat dan cabang BMT. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian kompensasi memiliki pengaruh positif terhadap fraud akuntansi. Sebaliknya, komitmen organisasi berpengaruh negatif terhadap fraud akuntansi. Variabel pengendalian internal berpengaruh negatif terhadap fraud akuntansi.
Kata Kunci: Fraud Akuntansi, Kesesuaian Kompensasi, Komitmen Organisasi, Pengendalian Internal, BM
SKRINING GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SIGI TAHUN 2024
SKRINING GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SIGI TAHUN 2024
Amelia Wulan Ningrum1, Rosa Dwi Wahyuni2, Rahma Badaruddin3, Amira Basry4
1Program Studi kedokteran, fakultas kedokteran, universitas tadulako
2Dapartemen patologi klinik, fakultas kedokteran, universitas tadulako
3Dapertemen fisiologi, fakultas kedokteran, universitas tadulako
4Dapartemen anatomi, fakultas kedokteran, universitas tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Gangguan penglihatan menjadi perhatian secara global dan juga di Indonesia. Menurut WHO Gangguan penglihatan didefinisikan suatu kondisi penglihatan seseorang secara fungsional atau sistem penglihaan mengalami gangguan. Gangguan penglihatan pada remaja paling sering adalah kelainan refraksi , computer vision syndrome, dan asthenopia. Sebagai upaya pencegahan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah WHO merekomendasikan program vision screening rutin yang dilakukan setidaknya setahun sekali di sekolah. Gangguan penglihatan dapat dipengaruhi berbagai faktor diantaranya usia, genetic, dan faktor perilaku seperti penggunaan gadget.
Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan penglihatan pada murid kelas XI SMAN 1 Sigi dengan pemeriksaan menggunakan Snellen chart.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan observasional deskriptif, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Sigi. Pengambilan sample menggunakan simple random sampling.
Hasil: Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan terdapat 38 siswa tidak mengalami gangguan penglihatan dan terdapat 22 siswa mengalami gangguan penglihatan yang di tandai dengan penurunan visus. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget > 2 jam/hari terdapat 18 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget pada jarak < 30 cm terdapat 17 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget pada posisi berbaring terdapat 20 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget dirungan pencahayaan redup terdapat 10 siswa.
Kesimpulan: Hasil skrining 60 siswa didapatkan mayoritas siswa tidak mengalami gangguan penglihatan yaitu sebanyak sebanyak 38 siswa dan terdapat 22 siswa mengalami gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan visus.
Kata kunci: Gangguan penglihatan, skrining, perilaku
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK GATROENTERITIS AKUT (GEA) DENGAN FOKUS STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK GASTROENTERITIS AKUT DENGAN FOKUS STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Tri Wulan Ningrum1, Erni Nuryanti, S.Kep., Ns., M Kes 2, Siti Kistimbar, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Kes2, Sutarmi., MN21 Mahasiswa D III Keperawatan Blora 2 Dosen Jurusan Keperawatan BloraEmail : [email protected] ABSTRAKLatar belakang : Salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan adalah Gastroenteritis atau juga sering disebut diare. Penyakit ini masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Gastroenteritis sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang terjadi tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Tahun 2017 persentase kasus diare ditemukan dan ditangani sebanyak 61,2% dari perkiraan jumlah penduduk yang terserang diare, turun dibanding tahun 2016 (81,2%) dan tahun 2015 (38%). Tindakan perawatan anak dengan gastroenteritis khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit saat terjadi dehidrasi harus dapat diatasi agar tidak menjadi penyebab kematian pada anak akibat Gastroenteritis akut. Tujuan : Tujuan umum karya tulis ilmiah ini diharapkan penulis mampu melakukan asuhan keperawatan pada anak Gastroenteritis akut dengan fokus studi pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit.Metode : Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, metoda penulisan yang digunakan adalah metoda deskriptif yaitu menjelaskan dan menggambarkan hasil asuhan keperawatan anak Gastroenteritis akut pada salah satu masalah penting dalam kasus berdasarkan fakta empiris di lapangan.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3 x 24 jam pada responden di dapatkan hasil terbebas dari masalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit teratasi dengan kriteria hasil mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal, HT normal, tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal, tidak ada tanda tanda dehidrasi, elastisitas turgor kulit baik, frekuensi dan konsistensi BAB norml, mata tidak cowong, membran mukosa lembab, dan tidak ada rasa haus yang berlebihan.Kata kunci : Gastroenteritis akut, kurang volume cairan, dehidras
MEMAHAMI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA INDONESIA
MEMAHAMI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA INDONESIA
Penulis:
Firman Aziz, S.Pd., M.Pd., Nanik Handayani, S.S., M.Hum.,
Dr. Adisti Primi Wulan, M.Pd., Yeni Yuliana, S.Sos.I., M.Pd.I.,
Dr. Ida Sukowati, M.Hum., Susi Hardila Latuconsina, S.Pd., M.Pd.,
Mimi Sri Irfadila, S.Pd., M.Pd., Ervina Damayanti, S.Pd., M.Pd.,
Fatmawati, M.Pd., Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum.,
Dr. Main Sufanti, M.Hum., Suyadi San, S.Pd., M.Si.,
Dr. Nurbaya, M.Hum.
ISBN: 978-623-09-3499-5
Tebal: ix + 170 hlm., 21 x 15 cm
Editor: Musyawir, S.Pd., M.Pd.
Penata Letak: Lala Anita Ningrum
Penata Sampul: Faisal Elfaizh
Penerbit:
PT. ADIKARYA PRATAMA GLOBALINDO
Jalan Letnan Tukiyat No. 210 Mungkid
Kota Magelang, Jawa Tengah
WA +62 898999951, Email: [email protected]
Website: www.adpraglobalindo.my.i
VARIASI KELOMPOK MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN MINGGIR, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pada usia enam bulan, bayi mulai diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Makanan utama anak usia 0-6 bulan hanya ASI, namun ketika anak menginjak usia lebih dari 6 bulan maka anak harus diberikan makanan tambahan. Jika anak 6-23 bulan tidak memperoleh cukup gizi dari MP-ASI, akan mengalami gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Usia 6-23 bulan merupakan periode emas sekaligus kritis dalam proses tumbuh kembang anak, baik fisik maupun kecerdasan. Makanan Pendamping Air Susu Ibu yang bervariasi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Masalah gizi adalah gizi buruk, gizi kurang, dan gizi lebih. Salah satu faktor yang mempengaruhi gizi adalah asupan. Asupan yang baik akan menjadikan anak memiliki status gizi yang baik pula.
Tujuan: Diketahuinya variasi kelompok MP-ASI dan status gizi anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Minggir.
Metode: Penelitian dilakukan pada 5 desa di Kecamatan Minggir. Data dikumpulkan oleh 49 mahasiswa Jurusan Gizi sejumlah 194 subyek. Penilain variasi dilihat dari 3 komponen yaitu banyaknya bahan yang dikonsumsi, konsumsi ASI dan susu formula. Variasi dikelompokkan menjadi 3 yaitu rendah (nilai 0-2.9), sedang (nilai 3-3,9), dan tinggi (nilai 4-5).
Hasil: Variasi kelompok MP-ASI paling banyak pada kategori sedang yaitu 95 (49,0%) anak serta status gizi paling banyak adalah gizi baik dan gizi lebih yaitu 169 (87,15). Asupan makan yang dinilai dengan variasi kelompok MP-ASI berpengaruh pada status gizi anak.
Kesimpulan : Semakin tua umur anak maka semakin bervariasi MP-ASInya. Semakin rendah variasi Makanan Pendamping Air Susu Ibu maka semakin tinggi presentase gizi buruk dan gizi kurang.
Kata kunci: usia 6-23 bulan, variasi kelompompok MP-ASI, status gizi, Yogyakart
PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, serta membandingkannya dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 3 Purwakarta kelas VIII tahun ajaran 2009/2010, dan mengambil dua kelas secara acak sebagai sampel dari sejumlah kelas VIII yang ada. Adapun data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis siswa, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran konvensional. Selain itu,proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menerapkan model penemuan terbimbing telah berhasil mengaktifkan siswa. Peran siswa cukup besar, karena pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi pada siswa. Siswa tidak hanya mendengar, melihat, dan membaca materi Lembar Aktivitas Siswa (LAS), tetapi juga melakukan aktifitas penemuan, berdiskusi, dan mengatakan/menyampaikan hasil temuan serta menggunakannya untuk memecahkan permasalahan. Dengan demikian materi yang diperoleh akan relatif lebih dipahami, dapat mencapai tingkat kemampuan tinggi, sehingga mendukung kemampuan berpikir kritis siswa
HUBUNGAN PEMANFAATAN SITUS GOOGLE DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMAN 3 KLATEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
HUBUNGAN PEMANFAATAN SITUS GOOGLE DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMAN 3 KLATEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013Oleh : Wulan Ningrum ABSTRACT Wulan Ningrum. THE RELATIONSHIP OF GOOGLE SITE UTILIZATION AND LEARNING MOTIVATION TO SOCIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OF THE XI GRADERS OF SMAN 3 KLATEN IN THE SCHOOL YEAR OF 2012/2013. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Surakarta Sebelas Maret University, July 2013.This research aimed to find out: (1) whether or not there is a positive relationship between Google site utilization and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013, (2) whether or not there is a positive relationship between learning motivation and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten, (3) whether or not there is a positive relationship of Google site utilization and learning motivation to sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten.The method employed in this research was a descriptive quantitative one. The population of research was the XI IPS (Social Science) graders of SMA Negeri 3 Klaten in the school year of 2012/2013, consisting of 144 students. The proportion of sample was 20% of all population number existing with 20 students as instrument tryout sample and 29 students as the research sample. The sample was taken using stratified purposive random sampling. Techniques of collecting data employed were questionnaire, achievement test, documentation and observation. Technique of analyzing data employed was statistical analysis with multiple correlation coefficient technique.Considering the result of research, the following conclusions could be drawn: (1) Hypothesis 1 “there is a significant relationship between Google site utilization and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was supported. It could be seen from the result of data analysis showing rx1y = 0.608 and p = 0.001. (2) Hypothesis 2 “there is a significant relationship between learning motivation and sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was supported. It could be seen from the result of data analysis showing Rx2y = 0.542 and p = 0.003. (3) Hypothesis 3 “there is a significant relationship of Google site utilization and learning motivation to sociology learning achievement of the XI graders of SMAN 3 Klaten in the school year of 2012/2013” was stated as being supported. It could be seen from the result of data analysis showing R(x1, 2) = 0.617 and p = 0.001. Keywords: The utilization of Google site, Learning Motivation, Sociology Learning Achievement.
AJÉN ATIKAN KARAKTER DINA NOVELÉT BARUDAK POHACI NAWANG WULAN KARYA AI ROHMAWATI (Ulikan Struktural jeung Psikologi Perkembangan)
Perluna tarékah pikeun ngawanohkeun jeung nepikeun maksud, hususna ngeunaan karakteristik budak dumasar psikologi perkembangan jeung ajén atikan karakter dina novelét jadi dadasar ieu panalungtikan. Éta hal kagambarkeun dina karya sastra anak nu judulna Pohaci Nawang Wulan karya Ai Rohmawati. Tujuan ieu panalungtikan pikeun mikanyaho struktur carita, karakteristik tokoh dumasar psikologi perkembangan, jeung ajén atikan karakter nu aya dina novelét Pohaci Nawang Wulan. Métode nu digunakeun nyaéta déskriptif-analitik kalayan téhnik studi pustaka. Hasilna ngawengku tilu hal, nyaéta: 1) struktur nu ngawengku téma, fakta carita (palaku, galur, latar), jeung sarana carita (judul, puseur implengan, gaya basa). Téma dina ieu novelét nyaéta ngeunaan kahirupan budak awéwé pahatu-lalis, nu masih sakola di SD ogé éta budak téh mibanda sawatara préstasi jeung ahlak nu hadé. Galur nu dipaké nyaéta galur maju. Palaku dina ieu novelét aya 24 palaku, kalayan hiji palaku utama. Latar anu kapanggih ngawengku 18 latar tempat, 13 latar waktu, jeung tilu latar sosial/budaya. Judul novelét Pohaci Nawang Wulan geus ngagambarkeun eusi caritana. Puseur implengan pangarang ngagunakeun jalma katilu. Gaya basa nu digunakeun nyaéta ngagunakeun basa nu basajan, ogé diseselan ku sababaraha gaya basa jeung babasan; 2) karakteristik tokoh dumasar psikologi perkembangan nu kapanggih ngawengku: a) opat ciri tumuwuhna fungsi fisik, b) 12 ciri merenahna fungsi-fungsi psikis; jeung c) hiji ciri dina usaha subjék nu patali jeung poténsial jasmani rohani; jeung 3) ajén atikan karakter nu ngawengku 16 ajén atikan karakter nu nyampak dina novelét Pohaci Nawang Wulan. Kacindekan tina ieu panalungtikan nyaéta ajén-ajén atikan karakter nu nyampak dina diri Pohaci dipangaruhan ku kaayaan hirupna nu geus ditinggalkeun indung-bapana ogé didikan ti bibi jeung emangna. Éta hal mangaruhan kana psikologi perkembangan tokoh.
Perlunya upaya untuk memperkenalkan dan menyampaikan maksud, khususnya tentang karakteristik anak berdasarkan psikologi perkembangan dan pendidikan karakter dalam novelet jadi dasar penelitian ini. Hal tersebut tergambarkan dalam karya sastra anak yang berjudul Pohaci Nawang Wulan karya Ai Rohmawati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur cerita, karakteristik tokoh berdasarkan psikologi perkembangan, dan pendidikan karakter yang ada dalam novelet Pohaci Nawang Wulan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan teknik studi pustaka. Hasilnya terdiri dari tiga hal, yaitu: 1) struktur yang terdiri dari tema, fakta cerita (pelaku, alur, latar), dan sarana cerita (judul, sudut pandang, gaya bahasa). Tema dalam novelet yaitu menngenai kehidupan anak permpuan yatim-piatu, yang masih sekolah di SD dan anak tersebut mempunyai beberapa prestasi juga berakhlak yang baik. Alur yang dipakai adalah alur maju. Pelaku dalam novelet ada 24 pelaku dengan satu pelaku utama. Latar yang ditemukan yaitu 18 latar tempat, 13 latar waktu, dan tiga latar sosial/budaya. Judul dalam novelet sudah menggambarkan isi ceritanya. Sudut pandang pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa yang digunakan pengarang yaitu menggunakan bahasa yang sederhana, dan ditemukan beberapa gaya bahasa juga babasan; 2) karakteristik tokoh berdasarkan psikologi perkembangan yang terdiri dari: a) empat ciri pertumbuhan fungsi fisik; b) 12 ciri pematangan fungsi-fungsi psikis, dan c) satu ciri usaha subjek yang berkaitan dengan potensial jasmani rohani; dan 3) pendidikan karakter yang teridiri dari 16 pendidikan karakter yang ada dalam novelet. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nilai-nilai pendidikan karakter yang ada pada diri Pohaci dipengaruhi oleh keadaan hidupnya yang sudah ditinggal orangtuanya juga hasil didik dari bibi dan pamannya. Hal tersebut yang mempengaruhi dalam psikologi perkembangan tokoh.
Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novelet, dan psikologi perkembangan.
CHARACTER EDUCATION IN CHILDREN'S NOVELETTE
POHACI NAWANG WULAN OF AI ROHMAWATI
(Structural & Developmental Psychology)
Meli Nurul Maliah
ABSTRACT
The need to introduce and convey intentions, especially regarding the characteristics of children based on developmental psychology and character education in the novelet, is the basis of this research. This is illustrated in the children's literary work entitled Pohaci Nawang Wulan of Ai Rohmawati. The purpose of this study is to determine the story structure, character characteristics based on developmental psychology, and character education in the novel Pohaci Nawang Wulan. The method used is descriptive-analytic with literature study techniques. The results consist of three things, namely: 1) structure consisting of themes, story facts (actors, plot, setting), and the means of the story (title, point of view, language style). The theme in the novelet is about the lives of orphaned girls, who are still in elementary school and the child has some good achievements. The grooves used are forward grooves. There are 24 actors in the novelet with one main actor. Found settings are 18 place settings, 13 time settings, and three social / cultural settings. The title in the novelet already illustrates the contents of the story. The author's perspective uses a third-person perspective. The style of language used by the author is to use simple language, and found several styles of language are also readily; 2) character characteristics based on developmental psychology consisting of: a) four characteristics of growth in physical function; b) 12 characteristics of the maturation of psychic functions, and c) one characteristic of the subject's business that is related to spiritual physical potential; and 3) character education which consists of 16 character education in the novelet. The conclusion of this study is that the character education values that exist in Pohaci are influenced by the circumstances of his life that his parents have left behind as well as the results of his students' aunts and uncles. This has influenced the development psychology.
Keywords: the value of character education, novelette, and developmental psychology
- …
