1,720,980 research outputs found
Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan Orang Tua
Tulisan ini mengkaji tentang keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil yang utama dan pertama. Keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama. Kehidupan seorang anak akan melihat dan merasakan secara langsung pola pergaulan dan kehidupan yang dialami bersama orang-orang terdekat di sekitarnya yang menjadi penghuni dalam rumah keluarganya seperti ibu, ayah, kakak dan adik, kakek dan nenek, maupun anggota keluarga lainnya. Anak paling banyak menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama kedua orang tuanya. Kondisi demikian menjadikan anak sangat sering melihat sikap, tingkah laku, dan ucapan kedua orang tuanya. Pemberian teladan yang baik perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak adalah harapan masa depan orang tua bahkan bangsa yang akan membentuk sebuah generasi penerus para orang tua. Maka peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus selalu ditingkatkan. Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus mendapat pembinaan intensif dan terpadu agar menjadi anak yang memiliki karakter unggul seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Untuk itu orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang mereka harapkan
Konsep integratif-interkonektif Pendidikan Agama Islam dan sains : studi multi kasus di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim, SMA Negeri 1 Kalasan dan SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta
Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah bersifat monolitik, dan kurang menyentuh dengan realitas mata pelajaran lain khususnya sains yang dipelajari oleh siswa. Akibatnya tidak ada hubungan antara agama dan sains yang dipahami siswa, agama sendiri dan sains sendiri. Disertasi ini mengkaji tentang bagaimana konsep integratif-interkonektif Pendidikan Agama Islam dan sains di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim, SMA Negeri 1 Kalasan dan SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta? Bagaimana proses pelaksanaannya? Dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambatnya? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana konsep dan pelaksanaan integrasi antara pendidikan Agama Islam dan sains di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim, SMA Negeri 1 Kalasan dan SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta, beserta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Secara teoritis Islam tidak mengklasifikasi ilmu agama dan ilmu umum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini juga sesuai untuk meneliti kondisi alamiah, dan peneliti terlibat langsung di dalamnya (partisipatoris). Teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, dan hasil analisis datanya lebih menekankan pada generalisasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep integratif-interkonektif adalah model pendidikan yang berusaha menyatukan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, atau pendidikan yang tidak memisah-misahkan antara kesadaran agama dan ilmu pengetahuan. Pelaksanaan pendidikan integratif-interkonektif PAI dan sains di MA Wahid Hasyim, SMA Negeri 1 Kalasan dan SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta Secara Menyeluruh memakai konsep yang mengintegrasikan dan menginterkoneksikan PAI dengan sains dan ada sebagian kecil dari guru yang tidak mengintegrasikannya. Faktor-faktor tercapainya integrasi adalah visi-misi sekolah Islami serta adanya tenaga pengajar yang saling mendukung. Sedangkan faktor penghambat konsep ini adalah karena perbedaan wawasan tenaga Pengajar, kurang adanya koordinasi, kurang adanya dukungan dari guru lain dan karena latar belakang siswa yang berbeda. Dari kajian ini, paling tidak ada tiga implikasi pokok yang dapat dicermati. Pertama, implikasi bagi pengembangan teori dan kurikulum yang berbasis Integrasi sains dan agama. kedua, Implikasi terhadap konsep Pendidikan. Ketiga, Implikasi terhadap Pengembangan pendidikan secara luas. Konsep integratif-interkonektif ini diajarkan kepada Siswa dan mahasiswa di berbagai mata pelajaran dan matakuliah dari berbagai lembaga Pendidikan, yakni dengan cara memadukan dan menyatukan berbagai ilmu pengetahuan dengan ilmu Pendidikan Agama
فعالية استخدام طريقة الحوار لترقية مهارة اكلام: بالتطبيق على مدرسة واحد هاشم الثنوية الإسلامية سليمان جوكجاكرتا
ABSTRAK
Metode adalah tatacara yang tetap yang tidak berubah sepanjang zaman. ia adalah sesuatu yang terpisah dari mata Pelajaran dan juga para pelajar, tetapi sebagai bagian integral dari pendidikan, termasuk pelajar dan kemampuan, kebutuhannya, planing, tujuan pencapaian guru dalam pelajaran, metode yang harus diikuti dalam mengatur bidang pembelajaran.
Metode bahasa Arab, khususnya dalam pendidikan keterampilan berbicara di sekolah-sekolah dan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta khususnya, biasanya metode yang paling banyak digunakan dalam pengajaran bahasa Arab adalah Metode Qowaid dan terjemahan. Meskipun kita tahu bahwa metode ini memiliki banyak kelemahan yang membuat tidak efektif. Dan bahwa penggunaan tersebut mungkin membuat keterampilan bicara mereka membutuhkan waktu yang lama, sampai tidak ada lagi waktu untuk berlatih untuk berbicara dan hanya sedikit, siswa merasa bosan dan tidak suka. seharusnya Guru bahasa Arab harus menggunakan metode yang membuat proses pembelajaran sangat efektif, seperti menggunakan metode dialog.
Pokok masalah penelitian ini adalah: "bagaimana efektifitas penggunaan metode Percakapan terhadap peningkatan keterampilan pengucapan yang tepat dan kelancaran berbicara dan pemahaman bahasa terhadap siswa kelas satu di sekolah MA Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta"?
Metodologi penelitian ini jenis desain penelitian eksperimentatif dengan penggunaan test pretest dan post test dalam satu kelompok. Komunitas penelitian ini adalah untuk semua siswa dari kelas satu (b) di MA Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta, tahun ajaran 2010 / 2011 M, Dan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan tes.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: bahwa cara penggunaan metode Percakapan dalam rangka untuk meningkatkan tingkat keterampilan siswa Berbicara sangat efektif karena hasilnya yang di dapat setelah test dengan nilai 58,31% dan setelah memakai metode ini 81,21 % pada tingkat derajat sangat baik. Dalam pengucapan yang tepat dari hasil nilai 61,7 % . setelah Penerapan pada nilai 85,2 % . Dalam Kelancaran dalam berbicara hasil pada derajat 45,25%. Setelah Penerapan pada nilai 74,3%. Dalam fahmul kalam sangat efektif karena hasilnya dengan nilai 74,0 % dengan level baik. setelah aplikasi pada nilai 86,3 %
ABSTRACT
Method is permanent tecnique and always no change how long period, Which is something separate from the material of lesson or the learner, but it is an integral part of the position education: includes the learner, his abilities, his needs, The Planning of the teacher in the purpose material of lesson, and the methods to be followed in organizing the field of learning.
The Arabic language method, especially in education of speaking skill at MA Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta the most widely used in the teaching of Arabic language is the Qowaid wa attarjamahmethod. Although we know that this method has many disadvantages and make them no effective. And that their use may make speaking skill takes a long time, until need the longer time to practice speaking, only a little. The students are bored and hate. If, it is necessary for the Arabic language teacher uses the method that makes the learning process effective, such as using the dialogue method.
The research questions are: "How effective the dialogue method in order to upgrade the skill of proper pronunciation and fluency of speech and understanding speech to the students of the first class in MA Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta?" In this research, the researcher uses experiment approach of pre test and post test in one group. The research community is to all students of the first class (b) in MA Wahid Hasyim Sleman Yokyakarta, academic year 2010 / 2011 M, and Omainth is a first-grade students in this school. And the method of collecting data are observation schedule, interview, and test (Oral or speaking skill tes).
The Result of research indicate that Using the dialogue method in order to upgrade the Speaking skill for students is effective because the result modified by the application at the level of 58.31 % is weak and after the application 81.21% at the level very good. In the proper pronunciation of the result adjusted by the application at the level of 61.7 % and after application at the level of 85.2 % is very good. In fluent speech the result modified by the application at the level of 45.25 % is weak. After the application at level of 74.3 % is good. understanding of speech the result application at the level of 74.0 % is good, after the application at the level of 86.3 % is very good
Penistaan agama dalam al-Qur'an: telaah penafsiran Wahbah al-Zuhayli dalam al-Tafsir al-Munir
Fakta pluralitas masyarakat yang terdiri dari berbagai ras, etnik, suku, dan agama, meniscayakan munculnya berbagai problem kompleks. Terlebih jika digiring ke ranah lebih luas, yaitu hidup di masa globalisasi yang bisa berkomunikasi dan berinteraksi tanpa batas. Adanya sikap ingin memperbesar golongan tertentu dan mengkerdilkan golongan yang lain sudah pasti ada. Sikap pengkerdilan itu, sampai menjadi perilaku yang melecehkan golongan lain yang berbeda. Di kalangan umat Islam sendiri, pelecehan agama terbentuk dalam dua hal, yaitu pelecehan agama Islam ke agama selain Islam dan pelecehan dari selain agama Islam. Sedangkan, di dalam al-Qur’an banyak terdapat dasar-dasar tentang bagaimana menghadapi para golongan agama selain Islam yang melecehkan agama Islam. Di antara sekian banyak ayat yang membahas pelecehan agama, ada beberapa kata yang mendasari tema tersebut, antara lain kata istihza>’ dan al-sukhriyyah. Metode yang digunakan dalam mendapatkan pemahaman al-Qur’an tentang pelecehan agama dengan mencari ayat-ayat yang berasal dari akar kata istihza>’, al-sukhriyyah, dengan metode tafsir tematik. Penelitian ini secara khusus mengupas penafsirsn Wahbah al-Zuh}ayli> dalam kitabnya, al-Tafsi>r al-Muni>r. Metode yang digunakan adalah dengan mengelompokkan ayat sesuai dengan turunnya ayat al-Qur’an, menggunakan asba>b al-nuzu>l, mencari hadis yang terkait, mengelompokan ayat -ayat yang telah ditemukan, dan menggunakan kitab-kitab tafsir untuk memperjelas kajiannya. Ada banyak hal yang diterangkan dalam al-Qur’an dalam merespon pelecehan agama terhadapa agama Islam. Antara lain adalah janji Allah akan mengadzab pelaku pelecehan agama, perintah kepada umat Islam untuk tidak menjadikan pemimpin pelaku pelecehan, tidak bersama ketika pelaku pelecehan sedang melecehkan agama Islam, dan sampai pada peneguran terhadap pelaku pelecehan agama islam bahwa apa yang dialakukan itu adalah melecehkan agama Islam
Urgensi bai’at dalam kepemimpinan: studi hadits tentang bai'at dalam sunan Abi Dawud Nomor Indeks 4248
Skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini dimaksudkan untuk beberapa hal, pertama, mendeskripsikan kehujjahan hadits tentang urgensi bai'at dengan nomor indeks 4248 dalam koleksi Sunan Abi Dawud; kedua untuk mendeskripsikan persepsi ulama hadits dalama memahami konsep bai'at yang diajarkan Rasulullah; dan ketiga untuk mendeskripsikan konsekwensi logis yang timbul akibat terjadinya bai'at. Langkah penelitian dimulai dengan pengelompokan data-data terkait kemudian diadakan pemilahan dan klasifikasi data. Setelah data terklasifikasi secara sistematis sesuai dengan poin pembahasan yang direncanakan, maka dilakukan penyusunan hasil-hasil penelitian. Metode takhrij digunakan untuk mengolah data- data tersebut dengan memperbantukan kitab-kitab ulurn al hadits dan kitab koleksi hadits. Selanjutnya ditempuh upaya i’tibar serta olah matan dengan konsep muqabalah, yaitu cross check objek penelitian dengan kandungan al-Qur’an, kitab koleksi hadits dan pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hadits nomor indeks 4248 dalam koleksi Sunan Abi Dawud ini terbukti berpredikat shahih, baik dari aspek sanad maupun aspek matannya. Substansi doktrinal yang diusung melalui hadits ini sejalan dengan pesan-pesan Al-Qur’an, dan memiliki korelasi dengan hadits-hadits shahih yang lain. Oleh karena itu, maka hadits ini layak dijadikan hujjah dan pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan yang menganut konsep Islami. Bai’at merupakan metode syara’ satu-satunya dalam rangka memilih dan mengangkat seorang penguasa oleh umat. Dengan bai’at, penguasa dinyatakan sah secara hukum untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan hukum Allah. Dengan terlaksananya bai’at, umat memiliki kewajiban untuk taat, sebagaimana penguasa berkewajiban untuk melaksanakan pemerintahan dan menjaga hak umat. Bai’at merupaka bukti legalitas kekuasaan. Oleh karena itu, dengan sahnya seseorang sebagai penguasa maka akan menutup kesempatan bagi yang lain untuk merebut kekuasaan dan memperoleh bai’at. Jika hal itu teijadi, maka pihak yang ingin merebut kekuasaan dianggap makar dan harus ditumpas demi utuhnya pemerintahan Islam. Sementara itu, sumpah jabatan yang diberlakukan di Indonesia pada setiap pelantikan, merupakan aktualisasi dari bai'at yang berlaku pada sistem pemerintahan Islam. Terkait dengan kesimpulan tersebut, maka kepada semua kalangan baik akademisi maupun yang lainnya, khususnya yang bergelut di bidang hadits untuk mengoptimalkan penelitian demi menghasilkan kesimpulan yang lebih komprehensif dan akurat
”KALA” dalam Bahasa Arab: KAJIAN WAKTU KEBAHASAAN
Grammatical category of tense is directly related to paradigm of verb. Wright declares that two categories of verb in Arabic namely mâdi and mudâri’ are identic to tense that expresses time of situation. This Research finds that Arabic, through its linguistics tool, can express time concept of human experience in the best manner. The linguistics tool can be categorized in four parts, that are: 1) grammatical categories, which expresses linguistics time through verbal inflection; 2) lexical grammatic, that has two types which are a) particle that has implication in temporal meaning of verb, and b) nawâsikh (auxiliaries ); 3) lexical elements; and 4) sentence context. This research does not only study about theory of linguistics time and proposes imaginative patterns as Tammâm did, or draws the source with data from Qur`an only as Bakrî did, or focus on concept of time expressing elements as Akrom and Habib did, or doesn't proof with enough data as Arsyad did, but this research also tries to study the problem with comprehensive view and give same attention to data source in fushâ al-turâts and fasîhah mu’âsirah. The elected data as corpus in this recearch are approached by general linguistics and qawâ’id nahwiyyah, and they are analized by theories of linguistic time, especially theories of temporality, aspect, modality, and actionality; and also analized by qawâ’id nahwiyyah, especially theories of semantic function of verba's form, temporal’s particles, nawâsikh, and utterance manner (khabariyyah:insyâ iyyah)
Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan Orang Tua
Tulisan ini mengkaji tentang keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil yang utama dan pertama. Keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama. Kehidupan seorang anak akan melihat dan merasakan secara langsung pola pergaulan dan kehidupan yang dialami bersama orang-orang terdekat di sekitarnya yang menjadi penghuni dalam rumah keluarganya seperti ibu, ayah, kakak dan adik, kakek dan nenek, maupun anggota keluarga lainnya. Anak paling banyak menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama kedua orang tuanya. Kondisi demikian menjadikan anak sangat sering melihat sikap, tingkah laku, dan ucapan kedua orang tuanya. Pemberian teladan yang baik perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak adalah harapan masa depan orang tua bahkan bangsa yang akan membentuk sebuah generasi penerus para orang tua. Maka peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus selalu ditingkatkan. Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus mendapat pembinaan intensif dan terpadu agar menjadi anak yang memiliki karakter unggul seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Untuk itu orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang mereka harapkan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) DI BPR WILAYAH KERJA KANTOR BANK INDONESIA SEMARANG
The goals of this research are to analyse factors influencing Loan to Deposit Ratio ( LDR) at BPR of period 2003 Population in this research is BPR which enter in work regional in Indonesia Bank Office of Semarang amounting to 366 BPR. In this research, its population is research existing in year 2003. The technique in take of sampel by using method of simple random sampling. Amount of sampel to be used by this research amount to 79 BPR in work regional in Indonesia Bank Office of Semarang.
Data was obtained from financial data statement published by Indonesia Bank, Statistical Report data of Economics and regional Finance monthly published by office of BI Semarang, Regional Economic Study. Report of Provinsi Central Java Quarterly HI year 2003, and obligatory Report of BPR. Analysis Technique used doubled regresi and hypothesis test use t test and F test to test significancy influence by together with level of significancy 5%.
From result of analysis indicated that sufficiency of capital variable have an effect significantly toward LDR at LDR of Central Java, non performing loan variable have an effect significantly to LDR LDR of Central Java, credit rate of interest variable have an effect significantly to LDR at LDR of Central Java. Ability of prediction from three variable with value of adjusted R square equal to 0,916. This means variable variation of LDR BPR as dependent variable can be explained by independent variable variation, they are CAR, NPL and credit rate of interest equal to 91 % while the rest was influenced by other variable outside this research.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Loan to Deposit Ratio (LDR) di BPR Wilayah Kerja Kantor Bank Indonesia Semarang periode 2003. Populasi dalam penelitian hit adalah BPR Yang masuk dalam wilayah kerja kantor Bank Indonesia Semarang yang berjumlah 366 BPR. Pada penelitian ini, populasinya adalah penelitian yang ada pada tahun 2003. Teknik pengarnbilan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel yang akan digunakan pada penelitian ini berjumlah 79 BPR di wilayah kerja Bank Indonesia Semarang.
Data diperoleh dari Data laporan keuangan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, data Laporan Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah yang diterbitkan secara bulanan oleh kantor BI Semarang, Laporan Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Tengah Triwulan III tahun 2003, dan Laporan Wajib BPR. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan tingkat signifikansi 5%.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Tingkat kecukupan modal berpengaruh signifikan terhadap LDR di Bank Perkreditan Rakyat wilayah Jawa Tengah, variabel kredit bermasalah berpengaruh signifikan terhadap LDR di Bank Perkreditan Rakyat wilayah Jawa Tengah, variabel suku bunga kredit berpengaruh signifikan terhadap LDR di Bank Perkreditan Rakyat wilayah Jawa Tengah. Kenrampuan prediksi dari ketiga variabel tersebut dengan nilai adjusted R square sebesar 0,916. Ini berarti variasi variabel LDR BPR sebagai variabel dependen bisa dijelaskan oleh variasi variabel independennya yaitu CAR, NPL dan suku bunga kredit scbesar 91 % sedang sisanya dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini
Metode Pembelajaran Qawâ’id (Nahwu-Sharaf) dengan Pendekatan Integrated System
تعليم القواعد (النحو والصرف) يعاملها غالبا في المعاهد والمدارس أكثرها العلوم اللغة العربية ولانها النحوي اللغوية فيها قليلة العناية. القواعد تجعل مقاصدها تعليما وليست مقاصد القواعد تعليم علم الالة التي تقصد تباعد عن اللحن والخطاء عن الكتابة و مفهوم النص اللغة العربية. النظر اللغوي في تعليم اللغة العربية أهم بمقاصد التعليم المهارات اللغوية . لذالك تعليم القواعد بنظرية الاتية: (1) تعليم القواعد (النحو والصرف) أساسيا بالنظرية الوحدة (2) النظرية الوحدة أتم المقاصد للتعليم المهارات اللغوية : مهارة الكلام ومهارة القراءة ومهارة الاستماع و مهارة الكتابة (3) طريقة التعليم تختار بمناسبة النظرية الوحدة : احداها الطريقة المباشرة و الطريقة السمعية الشفوية (4) تقنية التعليم مناسبة الطريقة المختارة بالتمارن الجمل والفقرة والنصوص والنماذج
SALING BEREBUT TUHAN; PANDANGAN BASSAM TIBI TENTANG FUNDAMENTALISME
Islamic fundamentalism is not only a problem for non-Muslims but also for Muslims, as evidenced by the emergence of many pros and cons against this phenomenon. Islamic fundamentalism is just one type of a new global phenomenon in world politics. This movement represents a political ideology, not a religion as a culture, and even trapped in the trap of clash between civilizations in a socio-political context. Therefore, for Bassam it is important to distinguish between Islam as a religion and civilization and Islam as a political ideology ( Fundamentalism). Then Bassam Tibi insists that fundamentalism is not a spiritual belief but as a political ideology based on religious politicization for socio-political and economic purposes. There are several teachings of Islamic fundamentalism more a manifestation of a collection of political theories than religious theology and practice. They have made Islam a political ideology. As the religion of Islam is drawn into the political area by formulating the legality of Islam (syari'at Islam), realizing it, and building an Islamic system and then maintaining it in such a way in the life of the nation and state. According to Bassam Tibi, Islam as a political ideology is actually something new in Islam. For him, there is no legal basis in the Qur'an and al-Hadith which expressly enjoined the politicization of Islam developed by the fundamentalist movement. Bassam Tibi added that the word hukumah (government) or daulah (state) does not exist in the Qur'an and Hadith. Thus, this is a new interpretation of Islam, or a new phenomenon recently discovered in modern times
- …
