1,721,546 research outputs found

    Ciri khas gending - gendhing Ki Narto Sabdo: kajian musikologi karawitan

    No full text
    Kajian ini dimaksudkan untuk memberi klasifikasi tentang gendhing-gendhing Ki Narto Sabdo kepada musisi sekarang dan generasi berikutnya yaitu dengan menjawab sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dirangkum dalam rumusan permasalahan dalam penelitian ini yakni mengenai ciri khas gendhing-gendhing Ki Narto Sabdo, latar belakang penciptaan dan pengaruhnya terhadap penciptaan gendhing0gendhing sekarang

    Etika sosial dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo

    Full text link
    Gending merupakan salah satu kesenian yang dilahirkan dari kebudayaan Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan yang diciptakan oleh kreativitas seniman, salah satunya dalah Ki Narto Sabdo. Nilai-nilai itu adalah kerukunan dan terbinanya sikap hormat agar tetap lestari. Dalam khazanah peradaban Jawa, hubungan rukun dan hormat tak sebatas hubungan antar manusia, namun hubungannya dengan alam semesta dan Tuhan sangat terjalin dan mempengaruhi cara pandang orang Jawa. Ki Narto Sabdo merupakan salah satu dalang yang paling berpengaruh di Indonesia. Sebagai seorang dalang yang menyandang gelar “Ki” dalam tatanan sosial Jawa beliau dianggap sebagai orang yang memiliki ilmu kebijaksanaan tinggi. Dalam perjalanannya kariernya, gending-gending Ki Narto tak hanya dipengaruhi oleh kisah-kisah pewayangan dan serat-serat Jawa Kuno, namun banyak pula dipengaruhi oleh situasi politik pembangunan era Presiden Soeharto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nilai-nilai filosofi etika sosial dan pengaruh situasi sosial-politik dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan pendekatan deskriptif-analisis untuk menemukan kandungan makna dalam teks dan simbol yang terdapat dalam gending-gending karya Ki Narto Sabdo

    Sistem Pemasaran Burung Online Dengan Audio Visual Berbasis Web Pada Toko Burung Narto

    Full text link
    RINGKASAN Sistem Pemasaran Burung Online Dengan Audio Visual Berbasis Web Pada Toko Burung Narto merupakan suatu sistem website yang digunakan untuk pemasaran jasa penjualan burung kicau disebuah instansi yang bernama toko burung Narto, Dimana didalam website terdapat berbagai halaman yang menyangkut tentang penjualan burung kicau, mulai dari halaman home, profil, galeri, registrasi, dan contact. Perancangan system dilakukan dengan model waterfall dan bahasa permodelan menggunakan UML, Sedangkan bahasa pemograman yang digunakan adalah PHP dengan menggunakan database MySQL. Pencarian informasi dan metode pemesanan yang dipakai took burung Narto yang semula masih secara manual karena pelanggan harus dating untuk mencari informasi burung apa saja yang dipasarkan, Dan jika beberapa konsumen dengan keterbatasan waktu yang ingin mengetahui tentang penjualan burung kicau, atau ingin memesan burung kicau konsumen bias mencari beberapa situs tentang pemasaran atau penjualan kicau salah satunya Toko Burung Narto ini, yang diharapkan mampu menjadi sebuah system untuk pemesanan atau mencari informasi tentang burung kicau khususnya pada Toko Burung Narto

    PERTUNJUKAN KESENIAN TARLING NADA BUDAYA PIMPINAN NARTO MARTAATMADJA DI KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT

    Full text link
    Sunarto Martaatmadja, lebih dikenal dengan nama Kang Ato, ia memiliki perjalanan panjang yang menarik selama menjadi seniman. Banyak penghargaan-penghargaan yang ia dapat dalam mengembangkan kesenian tarling. Ia mampu mngehipnotis masyarakat dalam setiap pertunjukan yang ia bawakan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal kesenian tarling. Kang Ato memulai profesi kesenimannya sebagai “Dalang Tarling” sejak tahun 1964. Ia mahir menciptakan lagu-lagu klasik Cirebonan dan Dermayonan, pandai membuat lakon drama, terampil dalam berimprovisasi, kreatif dan inovatif dalam setiap karya-karyanya. Kang Ato. Kang Ato memiliki Group yang sangat terkenal yaitu “Tarling Nada Budaya” .Beberpa masalah yang ingin dibahas dalam kegiatatan penelitian ini adalah ; (1)Bagaimana bentuk pertunjukan tarling nada budaya dalam acara pesta hajatan masyarakat di Cirebon?; (2)Bagaimana kelompok tarling Nada Budaya Pimpinan Narto menyikapi budaya luar dalam kaitannya dengan kesenian tarling?; (3)Bagaimana cara kelompok tarling nada budaya Pimpinan Narto melestarikan kesenian tarling di Cirebon?.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana analisa data menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data yang diperlukan digali dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, study pustaka dan dokumnetasi.Dari kegiatan yang telah dilakukan, terdapat beberpa temuan, yaitu mengetahui sejarah terbentuknya tarling Nada Budaya Pimpinan Narto di Cirebon, mengetahui bentuk pertunjukan tarling Nada Budaya Pimpinan Narto, mengetahui cara kelompok Nada Budaya Pimpinan Narto dalam menyikapi budaya luar yang masuk ke Indonesia dalam kaitannya yang mempengaruhi perkembangan tarling di Cirebon, mengetahui kelompok tarling Nada Budaya dalam melestarikan kesenian tarling

    N-Butyl-cyanoacrylate-assisted retrograde transvenous obliteration (NARTO) for gastric varices

    No full text
    We describe the usefulness of n-butyl-cyanoacrylate (nBCA)-assisted retrograde transvenous obliteration (NARTO) for gastric varices in 3 consecutive patients. In all patients, balloon catheters were inserted into the gastrorenal shunt via the left renal vein. After injecting sclerosant into the gastric varix under balloon occlusion, nBCA was injected to the proximal side of the shunt, to completely embolize the shunt. NARTO is a simple technique to achieve stagnation of the injected sclerosant in gastric varices and to occlude a gastrorenal shunt. This procedure is also cost-effective, and may improve procedure time compared with original or modified balloon-occluded retrograde transvenous obliteration

    INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TEMBANG JAWA "GUGUR GUNUNG" KARYA KI NARTO SABDO

    No full text
    Tembang merupakan bagian dari sastra lisan Jawa yang perlu dilestarikan. Dalam tembang sendiri tidak hanya mengandung nilai estetik yang biasanya digunakan sebagai hiburan saja, namun didalamnya juga mengandung nilai etika dan filosofi yang dapat digunakan sebagai media belajar pendidikan Islam, salah satunya yaitu tembang Jawa Gugur Gunung karya Ki Narto Sabdo. Penyampaian lirik tembang Jawa Gugur Gunung harus disertai dengan penyampaian nilai pendidikan yang ada didalamnya. Selain itu juga harus dibarengi dengan usaha menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, sehingga peserta didik atau masyarakat tidak hanya sekedar tau tembang Jawa tersebut, namun juga mengamalkan nilai-nilai pendidikan Islam yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat di dalam tembang Jawa Gugur Gunung. Jenis penelitiannya yaitu library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan data dari berbagai sumber yang relevan dengan tema penelitian. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode dokumentasi. Metode Analisis data yang digunakan yaitu content analysis (analisis isi). Adapun sumber utamanya adalah lirik tembang Gugur Gunung karya Ki Narto Sabdo yang terdapat di dalam buku “Ki Narto Sabdo: Hidup, Idealisme dan Ajarannya” dan disusun oleh Soediro Satoto, dkk. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam tembang Gugur Gunung yaitu nilai kemasyarakatan (nasionalisme dan hidup rukun), nilai akhlak atau moral (ajakan untuk saling menolong), dan nilai ibadah. Strategi yang dapat digunakan dalam usaha internalisasi nilai-nilai tersebut diantaranya adalah strategi keteladanan, pembiasaan, ibrah dan amtsal, pemberian nasehat, pemberian janji dan ancaman serta kedisiplinan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore