1,720,985 research outputs found
ANALISIS KOMUNISASI ORGANISASI DALAM BUDAYA PERUSAHAAN DI HOTEL NARAPATI : studi komunikasi organisasi pada Hotel Narapati yang berlandasan syariah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi organisasi menciptakan budaya perusahaan di Hotel Narapati. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang pimpinan dari Hotel Narapati yang dipilih secara snowball sampling. Penelitian ini juga melibatkan dua dari pegawai Hotel Narapati, satu pengujung hotel, dan staff dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) wilayah Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi penelitian studi analisis tersamar. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis Miles-Huberman. Temuan dari penelitian ini adalah pemimpin menerapkan budaya perusahaan yang mengacu terhadap visi dan misi perusahaan. Setiap pegawainya menerjemahkan budaya perusahaan tersebut berbeda-beda. Namun yang paling ditekankan adalah syariah serta sifat kekeluargaan yang sangat kental antar pegawai Hotel Narapati. Terciptanya budaya perusahaan dari penekanan yang pemimpin berikan kepada setiap pegawai. Adanya aliran komunikasi organisasi membentuk sebuah gaya kepemimpinan di dalam perusahaan. Hotel Narapati sendiri menerapkan komunikasi ke bawah sehingga terciptanya sebuah budaya perusahaan diterapkan oleh pemimpin yang nantinya diterjemahkan oleh masing-masing pegawai. Pegawai Hotel Narapati merasakan langsung budaya perusahaan Hotel Narapati yang kental dengan syariahnya juga kekeluargaan.;---The purpose of this research is to know how organizational communication creates corporate culture in Narapati Hotel. Subjects in this study were three leaders of Hotel Narapati selected by snowball sampling. This research also involves two of Hotel Narapati's employees, one of hotel visitor, and one staff from PHRI (Perhimpunan Hotel and Restoran Indonesia) of Bandung City. This research uses qualitative approach with research strategy of disguised analysis. The data collected were analyzed using Miles-Huberman analysis method. The findings of this research is the leader implements a corporate culture that refers to the company's vision and mission. Each employee translates the company's culture differently. But the most emphasized is the sharia and the very strong kinship between employees of Narapati Hotel. The creation of corporate culture from the emphasis that leaders give to each employee. The existence of the flow of organizational communication to form a style of leadership within the company. Narapati Hotel itself implements communication down so the creation of a corporate culture is applied by leaders who will be translated by each employee. Hotel employees Narapati feel directly the coorporate culture Narapati hotel is thick with sharia also kinship
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL NARAPATI INDAH SYARIAH HOTEL CONVENTION BANDUNG
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) strategi pemasaran digital Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung dalam persaingan di era digital sekarang ini 2) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan strategi pemasaran digital Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini adalah Manager Operasional, informan pendukung dari penelitian ini adalah bagian Human Capital Department Head, Staff Bidang Umum dan pengunjung hotel. Pengumpulan data dilakukan purposive sampling dengan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) strategi pemasaran digital di Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung mencakup Transaction, Incentive, dan Site Design, dan Interactive. a) Transaction / Cost pada strategi ini berbentuk promosi dengan memanfaatkan promosi tersebut dengan media yang insentif dan sudah dilaksanakan cukup baik b) Incentive pada strategi digital melalui platform yang menarik, tentu menjadi kelebihan dalam setiap promosi pemasaran yang dilakukan. Demikian juga di Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung, platformnya sudah diupayakan kearah peningkatan perusahaan c) Site Design parameter dalam strategi ini adalah penampilan site design yang mencerminkan identitas dan Format terbaik untuk situs yang di buat dalam penerapan pemasaran Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung, sudah dilaksanakan cukup baik d) Interactive berdasarkan hasil wawancara penulis dengan informan di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi yang disampaikan kepada konsumen belum optimal, hal ini terlihat banyaknya kekurangan-kekurangan yang disampaikan oleh pihak hotel. 2) faktor-faktor yng mempengaruhi strategi pemasaran digital Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandung adalah search engine optimization (SEO), iklan bergambar, design web, email marketing. Dari keempat faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah Search Engine Optimization atau optimasi mesin pencari. Kata kunci: Strategi, Pemasaran Digital, Narapati Indah Syariah Hotel Convention Bandun
Marketing Strategy of Narapati Indah Syariah Hotel
In 1992, the formation of Muamalat Bank as the first bank that based on syari'ah in Indonesia is the starting point of growth and development of syari'ah economic paradigm factually in Indonesia. So did in the global capital markets, the Western views this as one ethycal invesment or business of ordinary course, who enchase commercial values of a business with certain values. Meanwhile, the hospitality business as business engaged in accommodation services are maintained commercially is basically one other businesses, clean. However, because the tendencies of hedonistic desire, there were a lot of “person” of hotel business who shifting to the practice that contradicting to the governmental regulations, and from religious side, it becomes an “immoral” value. Regardless of all phenomenas, Ahmad Gemma Nurrahman as a General Manager of Narapati Hotel, motivated by his desire to make his hotel as a first hotel that applying syariah values, at the end of 2011 proposed an idea to convert the system and mechanism of his hotel management into the hotel that applying the syariah values. Until the end of 2011, the occupancy level of Narapati Indah Hotel & Convention average reached 62 %. But if it is compared in 2008 which reached 62.29 %, it means a significant decline. In 2012, after applying the label and values of “Syariah” beginning from the name to all activities implemented, so the point will has an impact on the loss of potential customers in the side and the emergence of potential on the other hand. The current question is, how to increase of Narapati Indah Hotel & Convention occupance with the customers who have morrality? Unclear STP make lack of differentiation. With no differentiation make the awareness became low, that's the main reasons why Narapati Indah Syariah Hotel & Convention have a low occupancy level, beside of highly industrial competition is also became the other reason. The main thing to be done is to improve Occupancy Rate as desired by management of Narapati syariah Hotel & Convention is do proper marketing communication to build awareness of syariah hotel, defined new STP for syariah hotel, and reinforce the marketing effort in marketing mix, especially product, process, physical evidence and also Promotion
BHATTARA NARAPATI
Sejarah Majapahit setelah meninggalnya raja Hayam Wuruk sekitar tahun 1389, diwarnai dengan bermacam-macam peristiwa pertikaian di kalangan keluarga kerajaan. Pertikaian tersebut bersumber pada masalah perebutan tahta pemerintahan di antara para penguasa daerah (raja vassal) yang sebagian besar merupakan kerabat raja. Pertikaian ini mencapai puncaknya pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana alias Bhre Hyang Wicesa melawan Bhre Wirabhumi. Peperangan yang lazim disebut dengan nama perang Paregreg berakhir dengan hancurnya keraton timur serta terbunuhnya Bhre Wirabhumi pada tahun 1406 M. (Pararaton: 31, 5-15, Groeneveldt: 37). Kejadian ini ternyata belum mengakhiri pertikaian yang telah berlangsung lama tersebut karena pada tahun 1433 M, Bhre Narapati juga dibunuh atas tuduhan telah menghilangkan nyawa Bhre Wirabhumi. Banyaknya pertentangan dan peperangan ternyata makin memperlemah kewibawaan kerajaan Majapahit. Akhirnya pada tahun 1489 -1513-an kerajaan ini mendapat serangan dari kerajaan Daha yang ternyata juga merupakan keluarga Majapahit. Serangan ini berakibat pindahnya pusat pemerintahan Majapahit ke Daha, meskipun tidak secara keseluruhan. (Noorduyn 1978: 271)
Strategi Komunikasi Divisi Human Resource Development (HRD) Narapati Indah Syariah Hotel Dan Convention Bandung Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Hotel Syariah (Studi Deksriptif Tentang Strategi Komunikasi Divisi Human Resource Development (HRD) Narapati
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji Strategi Komunikasi Divisi Human Resource Development (HRD) Narapati Indah Syariah Hotel dan Convention Dalam Mempertahankan Citra Sebagai Hotel Syariah Di Kalangan Pengunjung. Untuk menjawab strategi komunikasi tersebut peneliti menggunakan empat subfokus yaitu perencanaan, bentuk pesan, media dan hambatan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan metode deskriptif.. Informan penelitian adalah staf Human Resources Development (HRD) dan staf Front Office Narapati Indah Syariah Hotel dan Convention, serta dua pengunjung yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sebagian besar data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, internet searching, dan didukung oleh studi pustaka, memperpanjang observasi dan triangulasi data. Adapun teknik analisa data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan yang dibuat oleh Human Resource Development (HRD) Narapati Indah Syariah Hotel dan Convention meliputi kegiatan, budgeting, monitoring dan evaluasi secara berkala.. Bentuk pesan yang digunakan berbentuk informatif, persuasif dan koersif. Media yang digunakan meliputi media visual dan audiovisual. Hambatan yang dialami berupa gangguan, kepentingan, motivasi terpendam dan prasangka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Strategi Komunikasi yang dilakukan oleh Divisi Human Resources Development (HRD) Narapati Indah Syariah Hotel dan Convention dalam mempertahankan citra hotel syariah belum berjalan optimal, dalam penggunaan media belum variatif, media yang digunakan audio, visual dan website. Saran penelitian ini untuk Divisi Human Resources Development (HRD) Narapati Indah Syariah Hotel dan Convention agar lebih mengoptimalkan menggunakan media, khususnya media social untuk menyebarkan informasi kepada publik. Divisi Human Resource Development (HRD) sebaiknya mendirikan divisi Humas secara state of being
Analisis terhadap klaim sebagai hotel syariah pada Narapati Indah Syariah Hotel Bandung
Hotel yang berdasarkan prinsip syariah memiliki tiga aspek produk, aspek pelayanan dan aspek pengelolaan, yang pernah diatur dalam PERMEN PAREKRAF No.2 Tahun 2014 Tentang Pedoman penyelenggaraan Usaha Hotel syariah, namun telah dicabut oleh PERMENPAR No.11 tahun 2016. Setelah dicabutnya peraturan tersebut standarisasi hotel syariah menjadi hal yang rancu bagi para pelaku usaha hotel syariah, sebab tidak adanya regulasi (payung hukum) yang mengatur hotel syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Standarisasi Narapati Indah Syariah Hotel Bandung setelah dicabutnya Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 tahun tahun 2014 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah (2) Status hukum Narapati Indah Syariah Hotel Bandung dikaitkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 11 Tahun 2016.
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah menganalisis terhadap klaim sebagai hotel syariah pada Narapati Indah Syariah Hotel Bandung setelah dicabutnya Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah, berdasarkan kaidah suatu kesusahan mengharuskan adanya kemudahan dan berdasarkan ijtihad maslahah mursalah terhadap kemaslahatan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan dan menerangkan apa adanya sesuai data yang diperoleh dari hasil penelitian di Narapati Indah Syariah Hotel Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan berupa, buku-buku literatur dan berbagai referensi seperti makalah, skripsi dan lain sebagainya yang berkaitan dengan objek yang diteliti.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Narapati Indah Syariah Hotel Bandung, sudah memiliki Standarisasi sebagai hotel syariah yaitu jauh sebelum adanya PERMEN PAREKRAF No.2 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah yang mengatur mulai dari aspek produk, aspek pelayanan dan aspek pengelolaan dan Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggara Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah. (2) Status hukum hotel Narapati adalah boleh dan tidak ada larangan mendalilkan dirinya sebagai hotel syariah pada dasarnya hotel adalah usaha yang bersih dengan tanpa melanggar norma agama dan nilai budaya berdasarkan Pasal 5 butir a Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
ANALISIS BISNIS MODEL CANVAS DALAM PERSPEKTIF HALAL TOURISM (STUDI KASUS PADA NARAPATI SYARIAH BOUTIQUE HOTEL, BANDUNG)
Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk yang mayoritas muslim yang terus melakukan upaya pengembangan pariwisata. Pariwisata sendiri merupakan sektor industri yang bertahan di tengah krisis global akhir-akhir ini.disaat sektor industri lainnya mengalami penurunan, sektor pariwisata justru mengalami keadaan yang sebaliknya. Sektor pariwisata yang terus dikembangkan adalah wisata ramah muslim (Muslim Friendly Tourism) atau juga dikenal dengan wisata halal. Sejak awal berdirinya Narapati Syariah Boutique Hotel ini, pendiri secara konsisten ingin menjaga kualitas, pelayanan, dan citra hotel, salah satu caranya yaitu dengan memperkenalkan budaya syariah yang secara hukum agama benar-benar menjadi cerminan citra Narapati Syariah Boutique Hotel sebagai hotel syariah. Seringkali industri perhotelan kerap kali dikonotasikan dengan kebiasaan perbuatan yang diharamkan oleh agama Islam, baik itu perzinahan, narkoba, ataupun minuman beralkohol. Pada dasarnya hotel adalah usaha yang bersih, memberikan kepuasan dan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan tanpa melanggar hukum-hukum yang dilarang oleh agama islam karena tidak ada tuntunan atau kewajiban bagi pengusaha hotel untuk menyediakan fasilitas atau produk uang melanggar norma kesusulaan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model bisnis yang digunakan oleh Narapati Syariah Boutique Hotel saat ini apabila ditinjau dari model bisnis yang dimiliki dan untuk memberikan gambaran model pengembangan setelah melakukan analisis SWOT. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan Business Model Canvas sebagai model analisisnya. Metode kualitatif ini dilakukan secara wawancara dengan menggunakan metode open coding. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran model bisnis Narapati Syariah Boutique Hotel berdasarkan elemen value proposition, customer segments, customer relationship, dan channels akan mempengaruhi pendapatan perusahaan. Value proposition juga membutuhkan key activities, key partnership, dan key resources untuk menjalankan model bisnisnya. Semua elemen dari sembilan blok Business Model Canvas yang dimiliki Narapati Syariah Boutique Hotel harus dikelola dengan baik agar model bisnis berjalan sesuai apa yang diharapkan perusahaan.
Kata kunci: Business Model Canvas, Entrepreneurship, Social Enterprise, Halal Touris
Papers of Ernst Leumann (66): [Jayacaryā-svarodaya] Auszüge aus dem Jayacaryā-svarodaya : nach d. Ex. d. Bodleian Library Blatt 1-18
[Jayacaryā-svarodaya] Auszüge aus dem Jayacaryā-svarodaya : nach d. Ex. d. Bodleian Library Blatt 1-18On the first page: "Lückenhafte Abschrift e. Berliner Tantra-Textes (Weber Cat. I No. 911). Bespr. u. z. T. hrsg. in d. Actes du 6. CongrŠs, Leide, vol. II, p. 558-564. Blatt 19-25"Katalognummer: 66Medium/Umfang: ca. 52 pp.Projektmetadaten:20 : [Jayacaryā-svarodaya] Auszüge aus dem Jayacaryā-svarodaya : nach d. Ex. d. Bodleian Library Blatt 1-18
40 : Narapati
77 : ca. 52 pp.
90 : 66
93 : On the first page: "Lückenhafte Abschrift e. Berliner Tantra-Textes (Weber Cat. I No. 911). Bespr. u. z. T. hrsg. in d. Actes du 6. CongrŠs, Leide, vol. II, p. 558-564. Blatt 19-25
Penerapan etika bisnis Islam di Narapati Hotel Syariah Bandung
ENGLISH :
Sharia hotels are part of halal tourism by applying Islamic business ethics in the world of economy and business, including product, service and management aspects. This study aims to determine the application of Islamic business ethics, namely aspects of monotheism, balance, freedom, responsibility and benevolence at Narapati Hotel Syaria Bandung, the benefits obtained when applying Islamic business ethics then the obstacles in the application of Islamic business ethics. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach. Researchers review directly, conduct field observations, to avoid fictitious data and direct interviews. The type of data used is primary data which is the main original data by interviewing management, employees and consumers, then secondary data includes supporting data or archives such as hotel soup, regulations and other supporting archives.
The results of the study that Islamic business ethics is a basic rule based on the principle of morality. Aspects of products, services and management must be in accordance with sharia principles Al-Quran and Hadist. Most of the Sharia Narapati Hotel Bandung have implemented Islamic business ethics but it has not been fully stated, because in the provisions of the Fatwa DSN MUI 108 /DSN-MUI/X/2016 that sharia hotels are required to use Islamic financial services institutions, the practice is still in collaboration with conventional banks and then the provisions of the fatwa must obtain a halal certificate from the MUI. In addition, the hotel encountered obstacles in its implementation, namely the absence of a legal basis and or Islamic Business Ethics guideline with the revocation of the Ministry of Tourism and Creative Economy Regulation No. 2 of 2014 concerning Guidelines for the Implementation of Sharia Hotel Businesses.
INDONESIA :
Hotel syariah merupakan bagian dari pariwisata halal dengan menerapkan etika bisnis Islam dalam dunia ekonomi dan bisnis, mencakup pada aspek produk, pelayanan dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan etika bisnis islam yaitu aspek ketauhidan, keseimbangan, kebebasan, tanggung jawab serta kebajikan di Narapati Hotel Syariah Bandung, manfaat didapatkan ketika menerapkan etika bisnis islam kemudian kendala dalam penerapan etika bisnis islam. Metode menggunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti meninjau secara langsung, melakukan pengamatan lapangan, untuk menghindari data fiktif serta wawancara secara langsung. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang merupakan data asli utama dengan metode wawancara manajemen, karyawan dan konsumen, kemudian data sekunder meliputi data atau arsip pendukung seperti sop hotel, peraturan dan arsip pendukung lainnya.
Hasil penelitian bahwa etika bisnis Islam merupakan suatu aturan dasar yang berdasarkan pada prinsip moralitas. Aspek produk, pelayanan dan pengelolaan harus sesuai dengan prinsip syariah yaitu Al-Quran dan hadist. Narapati Syariah Hotel Bandung sebagian besar telah menerapkan etika bisnis islam namun belum dikatakan sepenuhnya, sebab dalam ketentuan Fatwa DSN MUI 108/DSN-MUI/X/2016 bahwa hotel syariah wajib menggunakan lembaga jasa keuangan syariah, praktiknya masih bekerjasama dengan bank konvensional kemudian ketentuan fatwa wajib mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Serta Hotel tersebut dalam penerapan mengalami kendala yaitu tidak adanya dasar hukum dan atau pedoman Etika Bisnis Islam dengan dicabutnya Peraturan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah
Pengaruh tingkat harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung
Perkembangan sektor parawisata halal di Indonesia terus berkembang, terkhusus di Jawa Barat. Hal tersebut berdampak pada industry perhotelan syariah,. Semakin maraknya pariwisata halal, masyarakat cenderung memilih hotel syariah sebagai alternative untuk menginap. Ada beberapa factor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pengambilan keputusan untuk menginap, diantaranya adalah harga, fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan hotel.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh tingkat harga terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung secara parsial, (2) pengaruh fasilitas terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung secara parsial, (3) pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung secara parsial, (4) pengaruh tingkat harga, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung secara simultan.
Keputusan pembelian merupakan seleksi atas dua pilihan alternartif atau lebih konsumen terhadap sebuah pembelian. Harga adalah satu-satunya unsur pada bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Fasilitas adalah segenap kebutuhan yang diperlukan oleh konsumen guna untuk mempermudah dan memperlancar segala urusan. Kualitas pelayanan adalah fitur dan karakteristik produk secara totalitas yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden diambil dengan menggunakan metode snowball sampling, teknik yang digunakan dalam oenelitian ini adalah Uji Validitas dan Reabilitas, Analisis Korelasi, Analisis Korelasi Linier Berganda, Analisis Hipotesis dan Koefisien Determinasi yaitu Uji t dan Uji F.
Hasil penelitian menunjukan bahwa:1) Uji statistic tingkat harga terhadap keputusan konsumen menginap menunjukan hasil uji t sebesar thitung 0,05. 2) uji statistic fasilitas terhadap keputusan konsumen menginap menunjukan hasil uji t sebesar thitung 0,05. 3) uji statistic kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen menginap menunjukan hasil uji t sebesar thitung > ttabel (3,555 > 2,012) dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. 4) secara simultan tingat harga, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen menginap di Narapati Indah Boutique Hotel Syariah Bandung menunjukan hasil koefisien determinasi R2 sebesar 47,4% berarti pengaruh yang diberikan cukup tinggi sesuai dengan table pedoman interpretasi koefisien determinasi dan sisanya sebesar 52,6% dipengaruhi oleh variable lain
- …
