110 research outputs found
Konsep Negara dan Relevansi terhadap NKRI Perspektif Emha Ainun Nadjib
State and power are two things that cannot be separated from one another. Substantially, both have the main purpose of creating prosperity for the people. In fact, the Indonesia's democratic system seems to be imperfect. Therefore, it needs to have reorientation and revitalization of the concept in its implementation. The thought of Muhammad Ainun Najib (Cak Nun), in this context, is an alternative offer, such as; first, there is a distinction between state institutions and government institutions, between the head of state and the head of government, for the sake of creating political stability and the administration of the good governance; second, the criteria of a leader need to have scientific quality that is not only knowing issues of the personal and group interests, but also understanding in detail about the life of the regions; third, Indonesia should have five national pillars such as people, Indonesian National Army (TNI), intellectuals, customs and culture, as well as spiritual powers. Those five pillars are supposed to support the upright and the solid state of the Republic of Indonesia.Negara dan kekuasaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yang secara substansial mempunyai tujuan utama menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem demokrasi Indonesia terbukti masih belum sempurna, perlu ada reorientasi, dan revitalisasi konsep dalam pelaksanaanya. Pemikiran Muhammad Ainun Najib (Cak Nun) dalam konteks ini menjadi alternatif yang dapat ditawarkan misalnya; pertama, adanya pembedaan antara lembaga negara dan lembaga pemerintah, antara kepala Negara dan kepala pemerintahan, demi terciptanya kestabilan politik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam suatu negara; kedua, kriteria seorang pemimpin perlu memiliki kualitas keilmuan yang tidak hanya sekedar mengetahui persoalan yang bersifat kepentingan pribadi dan golongan, tapi wajib memahami secara rinci tentang kehidupan di wilayahnya; ketiga, Indonesia seharusnya memiliki lima pilar kebangsaan seperti rakyat, TNI, Intelektual, adat dan budaya, dan kekuatan spiritual yang menopang tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tata tentren kerta raharja
Kandungan Nilai-nilai religius dan Nilai-nilai sosiologis dalam syair seribu Masjid satu jumlahnya karya Emha Ainun Najib
ABSTRAK
Sastra yang dipandang sebagai suatu disiplin ilmu keberadaannya memang kurang mendapat perhatian yang serius, baik dari kalangan siswa maupun kalangan masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena keberadaan sastra itu sendiri memang masih relatif baru, jika ditinjau dari masa kebangkitan sastra Indonesia.
Berdasarkan asumsi di atas, maka peneliti mengetengahkan penelitian sastra yang menitik beratkan pada sastra religius. Adapun judul penelitian adalah Kandungan Nilai-nilai Religius dan Nilai-nilai Sosiologis dalam Syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" Karya Emha Ainun Najib.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana unsur-unsur religiusitas dalam puisi-puisi 'Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui (1) Elubungan manusia dengan Tuhan (2) Hubungan Manusia dengan dirinya sendiri (3) Hubungan manusia dengan sesama manusia (4) Hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Penelitian ini menggunakan analisis mengalir yang terdiri dari (1) Reduksi data (2) Sajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan. Penggunaan tehnik ini didasarkan pada objek kajian yang berupa data-data puisi "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib. Pendekatan penelitian adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dikatakan demikian karena nilai akhir dari penelitian tidak berupa angka melainkan berupa verba kata-kata (paparan bahasa).
Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
Nilai-nilai Religius
1.Hubungan Manusia dengan Tuhan
Hubungan manusia dengan Tuhan dalam syair "Seribu Masjid Satu jumlahnya" karya Emha Ainun Najib dipaparkan secara produktif oleh penyair. Hal ini menunjukkan penyair memiliki tingkat imajinasi yang tinggi dalam menuangkan ide-idenya dalam bentuk puisi.
2.Hubungan Manusia dengan Dirinya Sendiri
Hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib, penyair mengungkapkan secara eksplisit. Hal ini tidak lepas dari psikologis manusia yang selalu bergelut dengan akal dan fikirannya. Pengungkapan dan pernyataan yang dilakukan secara eksplisit akan memberikan nilai estetik dalam puisi, sehingga nilai-nilai dan kualitas puisi menjadi lebih kuat.
Nilai-nilai Sosiologis
1.Hubungan Manusia dengan Sesama Manusia
hubungan manusia dengan sesama manusia dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib diungkapkan secara gamblang, bahwa manusia tidak akan pernah lepas hubungannya dengan manusia lain. Hampir dari keseluruhan puisi dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib memaparkan hubungan manusia dengan sesama manusia.
2.Hubungan Manusia dengan Alam Sekitarnya
Hubungan manusia dengan alam sekitarnya dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib dipaparkan secara jelas pada hubungan manusia dengan alam, akan memberikan sugesti terhadap hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia yang akan merefleksikan hubungan manusia dengan Tuhannya.
Dengan demikian jelaslah bahwa nilai-nilai rehgiusitas dan sosiologis dalam syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib terungkap dengan jelas dan nyata yang akan memberikan tauladan terhadap kehidupan manusia di muka bumi. Syair "Seribu Masjid Satu Jumlahnya" karya Emha Ainun Najib merupakan hasil olah rasa dan olah fikir sang penyair yang berbicara Tuhan, manusia dan alam
Etika dakwah dalam buku “Islam itu rahmatan lil alamin, bukan untuk kamu sendiri” karya Emha Ainun Najib
Dakwah sering dibawakan oleh seorang Dai atau penceramah dengan berbagai macam gaya. Cara dan sikap dalam berdakwah ini tak lepas dari peran seorang dai yang mampu dan cakap dalam mengemas pesan-pesan dakwah dengan baik, menarik dan mengesankan agar mampu diterima mad’unya.
Pada kenyataannya, masih ada dai yang menyampaikan ceramahnya berisi ancaman, cacian, makian, ketidakramahan, hingga paksaan, agar orang lain mau mengikuti keyakinannya. Hal tersebut dapat menimbulkan keresahan bagi umat muslim untuk mendapat pemahaman agama dan berita seputar keislaman di media-media atau artikel-artikel Islam lainnya.
Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi seluruh alam). Maka perlu adanya pemahaman bagi Dai atau para pendakwah mengenai etika dalam berdakwah agar dapat diterima sebagai rahmat oleh semua kalangan. Dalam buku Islam itu Rahmatan Lil Alamin, Bukan untuk Kamu Sendiri karya Emha Ainun Najib terdapat beragam pesan yang mengandung etika dalam berdakwah. Bagaimana Etika Dakwah yang terdapat dalam buku Islam itu Rahmatan Lil Alamin, Bukan untuk Kamu Sendiri Karya Emha Ainun Najib?
Metode yangdigunakan dalam penelitianini adalahmetode Analisis Isi (contentanalysis)yangseringkalidigunakanuntukmengkaji teks dan pesan.Denganmenggunakan pendekatan kualitatif yangbertujuan untukmencari makna kata ataupunkalimat, serta makna tertentu yang terkandung dalam teks. Metode analisisisi digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen, dalam penelitian ini dokumen yangdimaksudadalahIslam itu Rahmatan Lil Alamin, Bukan untuk Kamu Sendiri karya Emha Ainun Najib.
Dalambuku Islam itu Rahmatan Lil Alamin, Bukan untuk Kamu Sendiri karya Emha Ainun Najib, terdapat pemahaman mengenai Rahmatan Lil Alamin dan Etika Dakwah. Penelitian ini menghasilkan mengenai Etika Dakwah Dai yang memiliki prinsip Rahmatan Lil Alamin (kasih sayang terhadap seluruh alam) dengan berpegang pada sikap-sikap etis dalam berdakwah, yaitu sikap: keimanan dan ketakwaan dai, keikhlasan dan ketulusan da’i, ketawadhu’an dan kerendah hatian da’i, sikap amanah, sikap sabar dan tabah, sikap keteguhan dan ketawakkalan da’i, sikap Uswah dan Qudwah Hasanah, sikap cerdas dan bersih, serta sikap tidak memelihara penyakit hati, sikap memberikan kebebasan kehendak dan memilih, dan sikap kelemah lembutan da’i dalam menyampaikan dakwahnya
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI MAN 2 TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi berjudul “Implementasi Model Pembelajaran E-Learning dalam Pembelajaran Fiqih di MAN 2 Tulungagung,” yang ditulis oleh Muhammad Ainun Najib, NIM. 12201173210, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, dibimbing oleh Dr. Hj. Luk Luk Nur Mufidah, M.Pd.I.
Kata Kunci: Model Pembelajaran, E-Learning, Pembelajaran Fiqih.
Era globalisasi membawa dampak yang sangat signifikan pada kehidupan manusia pendidikan akan tercipta manusia yang berkualitas. Konsep yang kemudian dikenal dengan sebutan e-learning konsep ini membawa pengaruh terjadinya proses perubahan pendidikan dari bentuk konvensional kedalam bentuk digital. E-learning mempermudah siswa memperoleh informasi dan pengetahuan secara langsung di dalam lingkup yang cukup luas. E-learning dalam proses belajar dihasilkan dengan menggabungkan penyampaian materi secara digital yang terdiri dari dukungan dan layanan dalam belajar.
Fokus dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana penerapan strategi e-learning dalam pembelajaran fiqih ibadah di MAN 2 Tulungagung?. 2) Bagaimana kendala pembelajan e-learning dalam pembelajaran fiqih ibadah di MAN 2 Tulungagung?. 3) Bagaimana solusi mengatasi kendala penerapan pembelajan e-learning dalam pembelajaran fiqih ibadah di MAN 2 Tulungagung?
Jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah kualitatif, ditujukan untuk memahami model pembelajaran E-Learning dalam pembelajaran Fiqih di MAN 2 Tulungagung. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus yang berusaha untuk mendeskripsikan dan menginterprestasikan data yang ada sesuai dengan fakta.
Hasil penelitian ini yaitu 1) Penerapan strategi e-learning dalam dalam pembelajaran fiqih di MAN 2 Tulungagung yaitu pada materi praktik dan teoritis, stimulus paket internet siswa, hingga penilaian dengan mempertimbngkan faktor kecepatan pengumpulan tugas. 2) Kendala pembelajan e-learning dalam pembelajaran fiqih ibadah di MAN 2 Tulungagung yaitu faktor guru yang belum terbiasa karena sepenuhnya pembelajaran jarak jauh dilaksanakan dan guru harus bekerja dua kali. Kemudian kendala lainnya yaitu fasilitas yang tersedia bersifat terbatas. 3) Solusi mengatasi kendala penerapan pembelajan e-learning dalam pembelajaran fiqih ibadah di MAN 2 Tulungagung yaitu upaya mengedepankan kejelasan kurikulum yang digunakan dan memperhatikan kenyamanan siswa
PERAN BALAI LATIHAN KERJA DALAM USAHA MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA KERJA DI BIDANG OTOMOTIF DI UPT BALAI LATIHAN KERJA TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Peranan Balai Latihan Kerja dalam Usaha Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja di Bidang Otomotif di UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Ainun Najib, NIM. 17402163483, pembimbing Ahmad Budiman, M.SI.
Tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan nasional, tenaga kerja yang berkualitas dapat mendorong pembangunan ekonomi suatu negara, tetapi dinegara-negara berkembang kualitas tenaga kerja masih rendah, Rendahnya kualitas tenaga kerja khususnya di Indonesia sendiri masih banyak yang membutuhkan tingkat pengetahuan yang tinggi.
Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Untuk menjelaskan lebih dalam tentang efektivitas peran Balai Latihan Kerja dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di UPT BLK Tulungagung.(2) Untuk mendeskripsikan lebih dalam tentang kendala yang di hadapi Balai Latihan Kerja dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di UPT BLK Tulungagung.(3) Untuk menjelaskan lebih dalam tentang solusi dalam menangani kendala yang dihadapi Balai Latihan Kerja dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di UPT BLK Tulungagung.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, Data-data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer maupun sekunder, data ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : (1) Peran UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan inovatif dalam menghadapi pasar bebas ada 3 yaitu, melaksanakan pelatihan, melaksanakan sertifikasi pelatihan dan melaksanakan uji kompetensi dengan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi. (2) Kendala UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja masih belum sepenuhnya berjalan efektif. Hal ini dapat dilihat dari adanya hambatan-hambatan pada proses pelatihan yaitu kurangnya sarana dan prasarana fasilitas (3) Solusi UPT Balai Latihan Tulungagung dalam menghadapi persaingan tenaga kerja di Pasar Bebas diantara upaya-upaya yang telah dilakukan ialah bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pendanaan selama pelatihan di UPT Pelatihan Kerja Tulungagung, bekerjasama dengan beberapa perusahaan baik di dalam maupun diluar Tulungagung dalam penyaluran alumni tenaga kerja, meningkatkan ketrampilan dan ilmu kepada siswanya.
KATA KUNCI : UPT Balai Latihan kerja, Tenaga Kerja, Otomotif, Pelatihan Kerja, Kualita
Tasawuf Dan Perempuan Pemikiran Sufi-Feminisme Kh. Husein Muhammad
Abstract
Husein Muhammad is often classified as a liberal feminist because of his involvement in the thoughts and movements of feminism in Indonesia. Some researchers emphatically liberal feminism in the thinking of Kiai Husein. However, if it is read carefully, there are slips of feminist thought and movement of Kiai Husein with a Sufistic nuance even though it starts from the interpretation of gender or fiqh of the female which is indeed the core of his science. Kiai Husein's Sufistic thought traces are clearly seen in three ways. First, women are sacred and respectable creatures. This is excerpted from the speech of the Muhammad in the event of hajj WADA'. Second, loving equality is a loving God (mahabbah). For Kiai Husein, the sign of someone loving his Lord is a sincere recognition of the equality of men and women. The use of the concept of mahabbah in feminism confirms, in the thought of Kiai Husein, Sufism in feminism. Third, women are not a matter of the body, but spirit. In the midst of the ideology of capitalism which makes the female body a vessel of sensuality, Kiai Husein defended women through human essence, including men, which lies in the spirit.
Keywords: Woman, Sufism, KH. Husein Muhammad, thoughts, feminism.
Abstrak
Husein Muhammad acapkali diklasifikasikan sebagai feminis liberal lantaran keterlibatannya dalam pemikiran dan gerakan feminisme di Indonesia. Beberapa peneliti dengan tegas feminisme liberal dalam pemikiran Kiai Husein. Namun, bila dibaca dengan saksama, terselip pemikiran dan gerakan feminisme Kiai Husein yang bernuansa sufistik sekalipun hal itu berawal dari tafsir gender atau fikih perempuan yang memang menjadi core keilmuannya. Jejak pemikiran sufistik Kiai Husein terlihat dengan gamblang dalam tiga hal. Pertama, Perempuan adalah makhluk suci dan terhormat. Ini disarikan dari pidato Nabi Muhammad dalam peristiwa haji wada’. Kedua, mencintai kesetaraan adalah mencintai Tuhan (mahabbah). Bagi Kiai Husein, tanda seorang mencintai Tuhannya adalah pengakuan yang tulus terhadap kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penggunaan konsep mahabbah dalam feminisme menegaskan, dalam pemikiran Kiai Husein, tasawuf dalam feminisme. Ketiga, perempuan bukan soal tubuh, tapir ruh. Di tengah ideologi kapitalisme yang menjadikan tubuh perempuan sebagai bejana sensualitas, Kiai Husein melakukan pembelaan terhadap perempuan melalui esensi manusia, termasuk laki-laki, yang terletak pada ruh.
Kata Kunci: Perempuan, tasawuf, KH. Husein Muhammad, pemikiran
EFEKTIVITAS DAN RISIKO SISTEM LAYANAN MOBILE BANKING TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DALAM BERTRANSAKSI DI PERBANKANSYARIAH (Studi Pada Mahasiswa Perbankan Syariah FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung angkatan 2018)
Skripsi dengan judul “Efektivitas dan Risiko Sistem Layanan Mobile Banking Terhadap Kepuasan Mahasiswa dalam Bertransaksi di Perbankan Syariah (Studi Pada Mahasiswa Perbankan Syariah FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung angkatan 2018)” ini ditulis oleh Muhammad Ainun Najib, NIM. 12401183313, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Mega Tunjung Hapsari, M.AP. Penelitian ini di latar belakangi oleh semakin berkembangnya teknologi dan komunikasi memungkinkan nasabah memperoleh suatu kemudahan layanan tanpa harus datang secara langsung ke bank. Internet Banking sudah menjadi hal umum bagi nasabah dalam penggunaannya. Baru-baru ini hadir suatu sistem layanan mobile banking yang dapat memudahkan nasabah dalam bertransaksi di perbankan melalui sarana smartphone. Dengan demikian nasabah dapat bertransaksi di perbankan kapanpun dan juga dimanapun secara online. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menguji apakah ada pengaruh secara positif signifikan Efektivitas terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. (2) Menguji apakah ada pengaruh secara positif signifikan Risiko terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. (3) Menguji apakah ada pengaruh secara positif signifikan Efektivitas dan Risiko secara simultan terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian asosiatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan jumlah sampel sebanyak 180 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Pengolahan data yang digunakan yaitu SPSS 25. Pada penelitian ini menggunakan uji analisis deskriptif, uji validitas, uji reabilitas, analisis data (uji multikolinearitas, uji regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R2), uji hipotesis secara serentak (uji F), uji secara parsial (uji T)), uji asumsi klasik (uji normalitas data dan uji heteroskedastisitas). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Efektivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. (2) Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. (3) Efektivitas dan Risiko secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan mahasiswa bertransaksi menggunakan mobile banking di Perbankan Syariah. Kata Kunci: Efektivitas, Kepuasan Mahasiswa, Mobile Banking, Perbankan Syariah, Risik
Studi komparasi konsep mahabbah Jalaluddin Rumi dan terapi Segitiga Cinta Emha Ainun Najib
Skripsi ini membahas konsep Mahabbah atau cinta yang diambil dari Maulanan Jalaluddin Rumi dan Teori Segitiga cinta Emha Ainun Nadjib . Dalam skripsi ini menjelaskan yang pertama apa konsep Cinta, kedua Mengetahui persamaan serta perbedaan dari Konsep Mahabbah Rumi maupun segitiga cinta Emha Ainun Nadjib. Dalam skripsi ini penulis menggunakan metodologi deskriptif kualitatif komparatif dengan menggunakan penelitian pustaka dengan tujuan untuk memperkuat argumentasi penulis dengan literatur-literatur yang telah ada sebelumnya baik berupa buku, jurnal, maupun skripsi yang telah diteliti sebelumnya. Dari hasil penelitian ini penulis mendapatkan beberapa poin kesamaan dan perbedaan konsep cinta oleh Rumi dan terapi segitiga cinta Emha sendiri yang mendeskripsikan cinta dengan hubungan spiritualnya dengan Tuhan dan terapi segitiga cinta sendiri adalah teknik praktek hati yang mana apabila melakukan terapi ini hati akan mudah merasakan kedamaian yang luar biasa, kebahagiaan tanpa syarat (Unconditional Happines), yang kemudia bisa menimbulkan vibrasi dan resonansi pada hati orang yang anda tuju, sehingga efek kebahagiaan cenderung dapat dirasakan oleh orang tersebut. namun dibalik perbedaan latar belakang ini konsep mahabbah Rumi dan terapi segitiga cinta mempunyai satu kesamaan yang bisa ditarik yakni tentang sebuah Cinta kepada Sang Khaliq. Kita mempelajari bahwa sesungguhnya yang terjadi pada Segitiga Cinta adalah pertama shalawat itu tidak menuhankan Muhammad dan kedua shalawat tidak menganggap Muhammad adalah anak Tuhan. Dititik atas ada Allah, dititik kanan ada Muhammad dan di titik kiri ada kaum muslimin. Masing-masing titik itu disambungkan oleh garis sedemikian rupa sehingga terbentuk segitiga, dan segitiga itu akan bermuatan cinta sehingga bisa disebut Segitiga Cinta
IMPLEMENTASI METODE VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN HETEROGENEOUS FLEET DAN TIME WINDOWS PADA PENDISTRIBUSIAN OXYFUEL (Studi Kasus: PT. GREEN ENERGY NATURAL GAS )
Pendistribusian barang atau jasa merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sebuah perusahaan, yang sering
mengadakan pengambilan keputusan mengenai rute yang dapat mengoptimalkan biaya, waktu dan sumberdaya lain yang
tersedia. Masalah ini dapat diformulasikan secara matematis sebagai sebuah Vehicle Routing Problem (VRP).VRP merupakan
salah satu aplikasi dari teori graf dan optimasi kombinatorial yang mencakup penentuan sejumlah rute angkutan yang diawali
dan diakhiri disuatu tempat yang dinamakan depot untuk mendistribusikan barang kepada sekumpula pelanggan sesuai
permintaannya masing – masing.Rute yang terbentuk harus mengunjungi setiap pelanggan tepat satu kali dan menghabiskan
biaya atau jarak tempuh yang seminimal miungkin.Salah satu variasi dari VRP adalah VRP time windows (VRPTW) yang
menambahkan kendala batasan selang waktu tertentu dalam melayani pelanggan, dan juga terdapat variasi lebih dari satu
jenis kendaraan dalam mendistribusikan satu produk tersebut (heterogeneous fleet).PT. Green Energy Natural Gas adalah
perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian gas alam yang sekarang ini melayani 87 pelanggan yang tersebar di
Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pendistribusian menggunakan dua jenis kendaraan yakni 17 unit long chases dan 15 unit colt
diesel. Rute awal yang terbentuk memerlukan biaya total Rp 53.053.100,- dengan total jarak tempuh kurang lebih 30.868 KM
setiap hari.Data pendistribusian awal tersebut perlu dilakukan pengoptimalan dalam mendistribusikan dengan menggunakan
metode Vehicle Routing Problem (Saving Matrix) dan Nearest Neighboar.Dari pengolahan menggunakan metode tersebut
dihasilkan 29 rute baru dengan total biaya pendistribusian Rp 32.616.750,00 dengan total jarak tempuh kurang lebih
16.105KM setiap hari menggunakan kendaraan 17 unit jenis long chases dan 4 unit jenis colt diesel
HORIZON JAWA DALAM TADABBUR AL-QUR’AN: EKSPRESI EKSEGESIS MUHAMMAD AINUN NADJIB TERHADAP AYAT-AYAT AL-QUR’AN
Penelitian ini mengkaji bentuk resepsi al-Qur'an yang dilakukan oleh Muhammad (Emha) Ainun Nadjib melalui karyanya, Mushaf Al-Qur'an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Emha meyakini bahwa pemahaman sebagian umat Muslim terhadap teks suci sering terhalang oleh otoritas mufasir. Ketika seorang Muslim berupaya memahami ayat tertentu untuk diamalkan, ia sering kali dihadapkan pada pra-syarat yang ditetapkan oleh mufasir, yang cenderung sulit bagi sebagian Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Emha menarasikan pemahamannya terhadap ayat-ayat al-Qur'an ke dalam bentuk teks tertulis, serta faktor-faktor yang melatarbelakangi penerimaan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah teori resepsi yang dikembangkan oleh Wolfgang Iser, yang memosisikan Emha sebagai implied reader dalam memberikan makna terhadap teks. Interaksi ini mengaktualisasikan teks, mencakup teknik author dan kondisi psikologis reader. Analisis terhadap keduanya menghasilkan common code, yaitu pemahaman umum yang tidak bias terhadap objektivitas teks atau subjektivitas reader. Keterlibatan horizon Jawa dalam pemikiran Emha secara signifikan mempengaruhi pemaknaannya terhadap teks al-Qur’an, menciptakan jalinan kompleks antara pandangan budaya dan interpretasi religius. Dalam konteks implied reader menurut Iser, horizon Jawa ini berfungsi sebagai common code atau ruang interpretatif yang membentuk cara pandang Emha terhadap teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi eksegesis Emha terhadap al-Qur'an dalam bentuk tadabbur tidak mengikuti struktur logika teks. Dilihat dari interaksi antara horizonnya sebagai reader dengan horizon teks. Aktivitas ini membuka ruang interpretatif bagi Emha untuk memberikan pemaknaan sesuai dengan konteksnya sebagai implied reader, yang terlepas dari struktur logika teks. Upaya tadabbur Emha merupakan ekspresi eksegesis yang reflektif dan sangat dinamis. Ia tidak terlepas dari latar belakang kejawaan, konteks sosial budaya dan historis yang mengitarinya. Tidak hanya menghasilkan narasi yang mencerminkan pemahaman Emha, tetapi juga interaksinya dengan tradisi budaya Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu al-Qur'an dan tafsir, serta menjadi referensi untuk kajian lebih lanjut mengenai resepsi al- Qur'an dalam konteks lokal
- …
