2,519 research outputs found
Puisi Laraku by novia mauli putri
Puisi ini menceritakan seseorang yanb sedang patah hati
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PUTRI KEJAWEN KARYA NOVIA SYAHIDAH (PSIKOLOGI SASTRA)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab konflik batin tokoh utama, 2) mendeskripsikan konflik batin yang dialami tokoh utama, 3) mendeskripsikan respon atau tindakan tokoh Dewi Sakhrenda dalam menghadapi konflik dalam novel Putri Kejawen karya Novia Syahidah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Putri Kejawen karya Novia Syahidah dengan fokus penelitian konflik batin tokoh utama, faktor penyebab konflik, dan respon tokoh dalam menghadapi konflik yang dikaji dengan pendekatan psikologi sastra yang mengacu pada teori Kurt Lewin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan validitas semantis dan pertimbangan ahli (expert judgement). Sementara itu reliabilitas yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan cara pembacaan secara berulang-ulang terhadap isi novel. Reliabilitas ini diperlukan untuk mendapatkan keajegan data.
Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. 1) Konflik batin yang dialami tokoh utama dalam novel Putri Kejawen karya Novia Syahidah, yaitu kebimbangan, pertentangan, kekecewaan dengan keluarga dan lingkungan yang tidak sesuai ajaran Islam. 2) Faktor penyebab konflik dalam novel Putri Kejawen karya Novia Syahidah adalah a) perbedaan antarperorangan, perbedaan pendapat dan pola pikir dengan orang tua dalam mengamalkan ajaran Islam yang sebenarnya, perbedaan dengan teman sekolah, kakek dan nenek yang masih mengenal sistem kasta, b) Perbedaan kebudayaan, masyarakat yang ingin melestarikan kebudayaan kejawen dengan ajaran Islam yang sebenarnya, c) bentrokan kepentingan ayahnya dalam mencari pendapatan sebagai dukun dengan kesalahan melenceng dari Islam. Dari penelitian yang dilakukan, faktor penyebab konflik yang dominan adalah perbedaan antarperorangan dan perbedaan kebudayaan. Hal ini terlihat dari jumlah data yang ditemukan. 3) Respon yang diambil Dewi Sakhrendha dalam menghadapi konflik adalah dengan pemilihan terhadap hal-hal yang tidak melanggar ajaran Islam atau penolakan terhadap hal-hal melanggar ajaran Islam
Pengalaman psikososial anak remaja putri di panti sosial asuhan anak Putra Utama 3 Tebet
Tugas perkembangan pada masa remaja adalah tahap pencarian identitas diri dimana peran orang tua, teman sebaya, kakak atau orang tua asuh sangat berarti dalam memberikan dukungan terkait pengalaman psikososial anak remaja. Tingginya pengaruh teman sebaya dalam aspek psikososial remaja membuat remaja merasa puas jika tahap tersebut dapat dilalui dengan baik, jika tahap psikososial dilalui dengan buruk, maka akan muncul ketidakadekuatan sehingga berpotensi untuk kegagalan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Peneliti menggunakan metode wawancara mendalam pada 7 informan perempuan di panti asuhan untuk mengetahui pengalaman psikososial mereka selama di panti asuhan. Hasil penelitian didapat bahwa pengalaman psikososial anak remaja putri di panti asuhan terdiri dari beberapa tema yaitu (a) pengalaman selama di panti (b) support system anak remaja putri di panti asuhan (c) hubungan remaja putri dipanti asuhan dengan orang tua (d) psikososial remaja putri di panti asuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri di panti asuhan tidak memiliki masalah psikososial. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, baiknya panti asuhan mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengasuhan bagi anak asuh sehingga masalah psikososial tidak akan muncul pada anak asuh yang berada dipanti asuhan
Translating Tour Packages in Suwandra Tour & Travel
Novia Putri Kiswanti. 2017. Translating Tour Packages in Suwandra Tour & Travel. English Diploma III Program, Faculty of Cultural Sciences, SebelasMaret University. This report talks about the activitiesdone by the writer during the internship program in Suwandra Tour & Travel, they are translating tour packages, making additional information for the tour packages and other activities related to the company’s job desks. The writer did the internship on July 11, 2016 until August 11, 2016.The internship ran approximately120 hours in Suwandra Tour & Travel at Jl. Raya Solo – TawangmanguKM. 7 TriyaganMojolabanSukoharjo. The main activity was translating tour packages from Indonesianto English. The secondary activities were making additional information for the tour packages. The problem during internship was translating difficult sentencebased on the source text, the writer did to solve the problem was asking to internship supervisor in Suwandra Tour & Travel. The objectives of the translation itself is to attract foreign tourist to visit Indonesia by using the Suwandra Tour & Travel service
KEPENARIAN PUTRI GAYA SURAKARTA (Bedhaya, Srimpi, Wireng/Pethilan, Gambyong)
ABSTRAK
Kepenarian Putri Gaya Surakarta (Bedhaya, Srimpi,
Wireng/Pethilan dan Gambyong) oleh Agna Novia Rahmawati (Karya
Kepenarian S-1 Jurusan Tari, Institut Seni Indonesia Surakarta).
Program Studi S-1 Seni Tari di Institut Seni Indonesia Surakarta
mempunyai tiga jalur untuk Tugas Akhir yaitu jalur Koreografi, jalur
Kepenarian, dan jalur Skripsi. Penyaji memilih jalur Kepenarian dengan
mengambil Tari Putri Gaya Surakarta. Ujian Tugas Akhir merupakan
tahap akhir dalam perkuliahan untuk menyelesaikan program studi S-1
Jalur Kepenarian Jurusan Tari di Institut Seni Indonesia Surakarta. Pada
Ujian Tugas Akhir ini, penyaji memilih empat genre atau ragam bentuk
Tari Gaya Surakarta yaitu Bedhaya, Srimpi, Wireng/Pethilan dan Gambyong.
Kertas ini memaparkan latar belakang penyaji, uraian tentang sajian tari
yang telah penyaji pilih meliputi struktur tari, tafsir garap penyaji, juga
uraian tentang proses pencapaian kualitas kepenarian dan rias busana.
Kreatifitas dalam menuangkan imajinasi dan interpretasi terhadap tari
yang dibawakan.
Penyaji diharuskan menguasai sepuluh materi Tari Putri Gaya
Surakarta, yaitu : 1). Tari Bedhaya Duradasih, 2). Tari Bedhaya Tolu, 3). Tari
Bedhaya Sukaharja, 4). Tari Srimpi Jayaningsih, 5). Tari Srimpi Ludiramadu, 6).
Tari Srimpi Gandakusuma, 7). Tari Srikandi Cakil, 8). Tari Adaninggar
Kelaswara, 9). Tari Gambyong Ayun-ayun, 10). Tari Gambyong Gambir Sawit.
Pada proses Tugas Akhir penyaji melalui beberapa tahap yaitu :
Tahap Persiapan meliputi Tinjauan Pustaka, Orientasi, Observasi,
Eksplorasi, Improvisasi, dan Evaluasi. Selanjutnya Tahap Pendalaman
Materi, Tahap Pengembangan Wawasan, Tahap Penggarapan dan Tahap
Penentuan. Dalam tahapan ini, penyaji juga menerapkan konsep-konsep
tari jawa terutama yang terkait dengan kepenarian. Pada Penentuan
Akademik, penyaji mempersiapkan repertoar tari yaitu: Tari Bedhaya
Duradasih, Tari Bedhaya Tolu, Tari Bedhaya Sukaharja, Tari Srimpi Jayaningsih
dan Tari Srimpi Ludiramadu. Tahap selanjutnya adalah tahap Ujian Tugas
Akhir, penyaji harus memilih tiga materi dari lima materi yang terpilih,
yaitu : Tari Bedhaya Duradasih, Tari Bedhaya Tolu, dan Tari Bedhaya
Sukaharja untuk Ujian Tugas Akhir ini. Penyaji menyajikan satu repertoar
tari hasil dari undian
Novia Mauli Putri, ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA TEKS CERPEN, TEKS PROSEDUR, TEKS LINGKUNGAN DAN KEMUNGKINAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Kata wacana berasal dari kata vacana ‘bacaan’ dalam bahasa sanskerta kemudian masuk
dalam bahasa Jawa Kuno dan bahasa Jawa Baru yaitu wacana atau ‘bicara, kata, ucapan’.
Menurut Poerwadarminta (dalam Baryadi, 2002:1) kata wacana dalam bahasa Jawa Baru
diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi wacana ‘ucapan, percakapan, kuliah’. Wacana
memiliki hubungan antar bagian wacana. Menurut Baryadi (2002:17), hubungan antar bagian
wacana ada dua jenis, yaitu (1) hubungan bentuk yang disebut dengan kohesi (cohesion) dan
hubungan makna atau hubungan semantis yang disebut koherensi (coherence).
Pada hubungan antar bagian wacana telah dilakukan beberapa penelitian dengan guna
mengetahui apa saja kohesi dan koherensi yang terdapat dalam sebuah wacana. Menurut
Hidayat, et.al, (2016), pada penelitiannya terdapat empat kohesi gramatikal, yaitu referensi,
subtitusi, elipsis, dan konjungsi, sedangkan lima kohesi leksikal yang terdiri dari, repetisi,
sinonim, antonimi, hiponimi, dan kolokasi. Lain halnya dengan Lestari (2019), pada hasil
penelitiannya menjelaskan kohesi yang sering digunakan pada karangan narasi adalah
referensi, katafora, sinonim, konjungsi, subtitusi, dan elipsis. Selain itu Aisyah (2019), pada
hasil penelitiannya masih terdapat banyak kesalahan mengenai kohesi dan koherensi dalam
wacana pada LKS dan yang paling menonjol adalah ketidaktepatan penggunaan konjungsi.
Purwitasari (2017), pada penelitiannya terdapat penggunaan kohesi gramatikal yang sering
muncul, yaitu referensi, penggantian, dan kohesi leksikal berupa repetisi dan kolokasi.
Selanjutnya Amin (2016), pada penelitiannya menemukan kohesi dan koherensi terdapat
pada bentuk konstruksi satuan lingual dan hubungan semantis antar kalimat di dalam wacana
HUBUNGAN ANTARA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (SOPK) DENGAN EKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE-9 (MMP-9) TERKAIT RESEPTIVITAS ENDOMETRIUM
Novia Romnalia Borneo Putri, NIM : S501108058, 2017. HUBUNGAN ANTARA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (SOPK) DENGAN EKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE-9 (MMP-9) TERKAIT RESEPTIVITAS ENDOMETRIUM. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. Tedjo Danudjo Oepomo, dr., SpOG (K). Pembimbing II: Dr. Uki Retno Budihastuti, dr.Sp.OG (K). Program Studi
Magister Kedokteran Keluarga, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) mempunyai kontribusi besar sebagai penyebab infertilitas pada wanita usia reproduktif. Salah satu penyebab
infertilitas pada SOPK karena terjadi penurunan reseptivitas endometrium sehingga syarat keberhasilan implantasi embrio terganggu. Gangguan reseptivitas endometrium ditandai oleh peningkatan ekspresi MMP-9 dan merupakan salah satu syarat dan kondisi utama untuk implantasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara SOPK dengan ekspresi MMP-9 terkait reseptivitas endometrium
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control. Dengan teknik konsekutif sampling untuk menentukan subjek
penelitian yaitu 30 wanita SOPK sebagai kelompok kasus dan 30 wanita normal sebagai kelompok kontrol. Biopsi endometrium dilakukan pada semua subjek penelitian
dilanjutkan pemeriksaan ekspresi MMP-9 dengan metode imunohistokimia
Hasil: Jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, riwayat keluarga SOPK, usia menarche dan BMI terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok SOPK dan kontrol dengan
nilai p<0,05 kecuali usia. Dengan uji regresi logistik SOPK berisiko sebanyak 34,5 kali terjadi peningkatan ekspresi MMP-9 dibandingkan kontrol dengan mempertimbangkan
seluruh variabel luar yang ada (nilai p=0.004 dan CI 95%= 11.877-57.158)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat antara SOPK dengan ekspresi MMP-9 terkait reseptivitas endometrium setelah mempertimbangkan seluruh variabel yang ada
Kata Kunci: MMP-9, Reseptivitas Endometrium, SOP
STRATEGI KOMUNIKASI POLSEK PERANAP DALAM MENSOSIALISASIKAN UU LLAJ NO.22 TAHUN 2009 DIKEC.PERANAP KAB. INDRAGIRI HULU
ABSTRAK
Nama : Novia Diana Putri
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Judul : Strategi Komunikasi Polsek Peranap dalam Mensosialisasikan UU LLAJ No.22 Tahun 2009 Dikec.Peranap Kab. Indragiri Hulu
UU LLAJ No.22 Tahun 2009 merupakan salah satu UU yang ada di Indonesia, UU ini berisikan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Melihat semakin banyaknya masyarakat yang sudah menggunakan kendaraan tanpa mematuhi syarat dan peraturan yang ada maka semakin banyak pula kasus kecelakaan lalu lintas sebagai dampak negatif nya. Sudah menjadi kewajiban bagi pihak yang berwajib yakni kepolisian untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat kec.Peranap dengan memikirkan tips dan strategi komunikasi sebelum dilakukannya sosialisasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Binmas dan Polantas Polsek Peranap dan Informan pendukung adalah masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yakni dengan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil peneitian, Strategi Komunikasi yang dijalankan oleh pihak Binmas dan Polantas sudah sangat baik yakni dengan langkah Mengenal Khalak, Menyusun Pesan, Seleksi dan penggunaan Media, Menetapkan Metode serta faktor pendukung dan penghambat. Dalam penelitian diketahui bahwa pihak kepolisian sudah menjalankan tugas dengan baik, hanya saja masih ada sebagian masyarakat yang sengaja mengabaikan peraturan yang telah ada.
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Sosialisasi, UU LLAJ No.22 Tahun 200
STUDI ANALITIK SPIKE PADA ATLET BOLAVOLI PASIR INDONESIA
Abstract
STUDY ANALYTICAL SPIKE FOR INDONESIA
BEACH VOLLEYBALL ATHLETES
Pembimbing 1 : Agus Rusdiana, S.Pd, M.A, Ph.D
Pembimbing Il : Dr. H. Yunyun Yudiana, M.Pd
Vivi Novia Eka Putri
NIM 1706810
Spike is the main weapon used in volleyball games. The purpose of this research was to determine the contribution of spike movement to ball speed. This research used a descriptive correlational method and purposive sampling technique. Samples of this study were 8 volleyball PPLM Yogyakarta athletes. The instrument used in this study was based on 2-dimensional analysis using kinovea software and radar speed gun to determine the speed of the ball. data analysis was processed using SPSS software version 23. From the results of data analysis there was a significant contribution between angular velocity leg support at take-off to ball speed with contribution value 0,023 < 0,05, and there was a significant contribution between heigh jump at impact ball to ball speed with a contribution value of 0.031 <0.05.
Keyword: 2D Kinematic, Spike, Beach volleybal
Prosedur klaim asuransi kecelakaan diri pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Cabang Bandar Lampung [ CD-Laporan Akhir ] /Tanti Novia Putri
KLAIM ASURANSI 368.014 Put
- …
