138 research outputs found

    PENYELESAIAN PROGRAM LINEAR DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA TITIK INTERIOR DAN METODE SIMPLEKS

    No full text
    Suparno, 2009. PENYELESAIAN PROGRAM LINEAR DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA TITIK INTERIOR DAN METODE SIMPLEKS, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Program linear adalah suatu model yang melibatkan fungsi-fungsi linear dan dapat digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber terbatas secara optimal. Pokok pikiran menggunakan program linear adalah merumuskan masalah dari informasi yang tersedia, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk model matematika. Metode simpleks merupakan algoritma yang efisien untuk menyelesaikan permasalahan program linear. Algoritma titik interior merupakan alat baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sangat besar. Tujuan dari penulisan ini adalah menyelesaikan permasalahan program linear yang memuat n jumlah variabel dan m jumlah kendala dengan menggunakan kedua metode tersebut. Selanjutnya, ditunjukkan keefisienan algoritma titik interior dibandingkan metode simpleks, ditinjau dari banyaknya iterasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, algoritma titik interior lebih efisien jika digunakan setidaknya 93 variabel dan tidak kurang dari 10 kendala untuk kasus maksimisasi dengan semua kendala bertanda kurang dari atau sama dengan (≤). iv ABSTRACT Suparno, 2009. THE LINEAR PROGRAM SETTLEMENT USING INTERIOR POINT ALGORITHM AND SIMPLEX METHOD, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University Linear program is a program which involves linear functions and can be used in solving problem of limited source allocation optimally. The main ideas used in linear program is defining problem of information provided, and transforming it into mathematical model. Simplex method is one of efficient algorithm for solving problem of linear programming. Interior point algorithm is a new means which can be used to solve these great problems. The objective of this paper is solving linear programming problem which contain n variables and m constraints using those two methods, then, comparing how efficients method are, by counting the number of iterations for each methods. Based on the result of research, the interior point algorithm is more efficient if used at least 93 variables and not less than 10 constraints for the maximization case with the constraints has less than or equal sign (£)

    ANALISIS RISIKO DALAM PROYEK JALAN RAYA DI KABUPATEN MALANG

    No full text
    Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui intensitas frekuensi terjadi risiko eksternal dan (2) mengetahui pengaruh risiko eksternal terhadap keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan rancangan survey, dan populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan kontraktor jalan raya, yang mengerjakan proyek jalan raya di Kabupten Malang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (l) intensitas frekuensi terjadi risiko eksternal dalam pelaksanaan proyek jalan raya di Kabupaten Malang yang paling signifikan terjadi adalah (a) banjir dan kondisi cuaca yang tidak baik (sering hujan, hujan berkepanjangan), dan (b) retribusi di luar dugaan, dan (2) pengaruh risiko eksternal yang signifikan terhadap waktu penyelesaian proyek jalan raya di Kabupten Malang adalah (a) kondisi cuaca yang tidak baik (sering terjadi hujan, hujan sangat deras, musim hujan berkepanjangan) dan (b) kondisi owner yang kurang mendukung.Kata-kata kunci: Risiko, Proyek, Jalan Raya.Abstract: The purpose of this study is to know the frequency intensity of external risks and (2) to know the effect of external risks on the delay in project completion time. This research uses survey design, and population in this research is road contractor company, which work on highway project in Kabupten Malang. The analysis technique used is descriptive analysis. The results of the research can be summarized as follows: (l) the frequency intensity of external risks in the implementation of road projects in Malang Regency the most significant occurred are (a) floods and unfavorable weather conditions (frequent rain, prolonged rain), and (b) Unanticipated levies, and (2) significant external impacts on project completion time in Malang Regency are (a) unfavorable weather conditions (rain, heavy rain, long rainy season) and (b) condition Owner who is less supportive.Key Words: Risk, Project, Highwa

    PENGARUH PENDEKATAN LIFE BASED LEARNING BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH SPESIFIKASI DAN ESTIMASI BIAYA BANGUNAN

    No full text
    Abstrak: tujuan penelitian ini adalah adalah mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang belajar dengan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah Instructional Model For Promoting Intellectual Development dibandingkan mahasiswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran model konvensional. Subyek penelitian dalam kelompok ekperimen terdiri dari 2 kelas mahasiswa yang memprogram matakuliah Spesifikasi dan Estimasi Biaya Bangunan, satu kelas sebagai kelompok eksperiment dan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik analisis ttes. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara signifikan terdapat perbedaan hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan metode pemecahan dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan metode konvensional. Hasil belajar pada kelompok yang menggunakan pendekatan Life Based Learning berbasis model pemecahan masalah lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci: Life based learning, Pemecahan Masalah, Hasil Belajar.Abstract: The purpose of this research is to find out the differences in learning outcomes between students studying with the Life Based Learning approach based on the Instructional Model For Promoting Intellectual Development problem solving model compared to students who study with conventional model learning approaches. The research subjects in the experimental group consisted of 2 classes of students who programed the Building Cost Specifications and Estimates course, one class as the experimental group and the other as the control group. To test the proposed hypothesis used ttes analysis technique. Based on the results of data analysis, it can be concluded that significantly the difference in learning outcomes of students who use solving methods is compared to groups using conventional methods. Learning outcomes in groups that use the Life Based Learning approach based on the problem solving model are higher in results compared to groups that use conventional learning modelsKeywords: Life based learning, Problem Solving, Learning Outcomes

    OPTIMASI PROGRES PADA PELAKSANA JASA KONSTRUKSI DENGAN SOFT WARE FUZZY MATLAB R2014a

    No full text
    Abstrak: Adanya resiko kenaikan harga material, biaya tak terduga membengkak , sehingga progres semakin lambat bahkan bisa terjadi pemberhentian pekerjaan. Progres adalah tujuan utama dari pelaksana tanpa mengabaikan mutu, maupun aspek lain sesuai isi kontrak. Berdasarkan kajian empiris progres dioptimalkan bukan sebagai variabel output. Tujuan penelitian adalah: 1). Mengetahui model himpunan fuzzy Mamdani untuk optimasi progres ,2). Mengetahui model pemrograman optimasi progres fuzzy Mamdani MATLAB dan 3). Mengetahui hasil simulasi progres dengan komputasi fuzzy Mamdani MATLAB. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental yaitu dicoba progres sebagai variabel single out put dalam model fuzzy Mamdani sistem MISO (Multiple Input Single Output). Variabel multiple inputnya: Direct Cost, Indirect Cost, Profit dan Informal cost. Hasil penelitian adalah: 1). Model himpunan fuzzy Mamdani sistem MISO, 4 multiple input yaitu: Direct Cost (10-75 persen), Indirect Cost (10-25 persen), Informal cost (5-10 persen) dan Profit (5-15 persen) dan single output yaitu progres (kurang dari25 - lebih dari25 persen), 2). Model pemrograman optimasi indikator: Fungsi keanggotaan trapesium, Himpunan linguistik dua macam (minimum – maximum dan slow – fast), fungsi implikasi MISO , Sistem operasi “MAX - DOT”, Aturan fuzzy (if … and … then) sebesar 16 rules dan Menggunakan soft ware MATLAB R2014a dan 3) Hasil simulasi akan diperoleh progres slow jika dalam mengalokasikan dana pada variabel input tidak berimbang dan sebaliknya akan diperoleh progres fast jika alokasi dana pada variabel input berimbang.Kata-kata kunci: optimasi, Direct Cost, Indirect Cost, Informal cost, Profit dan ProgresAbstract: The risk of rising material prices, unexpected costs swell, so the progress is getting slower and even job stops. Progress is the main objective of the implementer without neglecting the quality, as well as other aspects of the contents of the contract. Based on the empirical study progress is not optimized as an output variable. The research objectives are: 1). Knowing Mamdani’sfuzzy set model for progressive optimization, 2). Know the programming model of fuzzy progressive optimization Mamdani MATLAB and 3). Knowing the results of the progress simulation with fuzzy Mamdani MATLAB computing. This research uses experimental design that is attempted progress as single out put variable in fuzzy model Mamdani MISO system (Multiple Input Single Output). Multiple input variables: Direct Cost, Indirect Cost, Profit and Informal cost.The results of the study were: 1). Fuzzy Fuzzy MISO system set model, 4 direct input (10- 75 percent), Indirect Cost (10-25 percent), Informal cost (5-10 percent) and Profit (5-15 percent) and single output progress (less than25 -more than 25 percent), 2). Optimized programming model indicator: trapezoidal membership function, linguistic set of two types (minimum - maximum and slow - fast), MISO implication function, operating system “MAX - DOT”, fuzzy rules (if ... and ...then) is 16 rules and Using soft ware MATLAB R2014a and 3) Simulation results will be obtained slow progress if in allocating funds on input variables are not balanced and vice versa will be obtained fast if the allocation of funds in input variables balanced.Keywords: optimization, Direct Cost, Indirect Cost, Informal cost, Profit and Progres

    Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavioristik Untuk Menangani Sikap Temperamental Siswakelas Xi Sma N 1 Kayen Pati

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi , seringnya terjadi perkelahian antara siswa dengan sesama siswa atau antara siswa dengan pihak luar. Permasalahan yang diteliti: Bagaimana penerapan model konseling behavioristik dalam menangani sikap siswa yang temperamental?.. Tujuan dari penelitian ini yaitu: pertama Untuk menemukan faktor penyebab temperamental pada siswa kelas XI SMAN 1 Kayen tahun pelajaran 2012/2013.. Kedua Untuk mengetahui keefektifan penerapan model konseling behavioristik dalam menangani sikap siswa yang temperamental.. Konseling Behavior adalah konseling diamana Konselor mendorong konseli secara sadar untuk melakukan rencana-rencana baru, sehingga peran konselor mengarahkan siswa guna menemukan tingkah laku baru. Teknik percontohan merupakan teknik dimana konselor menjelaskan contoh-contoh sikap positif yang bisa dicontoh konseli dalam menjalankan kehidupan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu: Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Kunjungan Rumah. Subjek penelitianya siswa kelas XI SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2012/2013 (EP, AS, dan AK). Hasil analisis data menunjukkan bahwa sikap temperamental klien 1 yaitu: EP mengalami masalah sering marah dan berkelahi. Klien 2 yaitu: AS sering marah-marah pada akhir-akhir ini dan alasan marah-marah karena asmara Klien 3 yaitu: anak yang emosinya mudah sekali berubah. Setelah mendapatkan layanan konseling Behavioristi ketiga konseli sadar akan perbuatannya dan tidak mengulangi serta menjadi anak yang baik, dan tidak mudah marah Peneliti memberikan saran karada: 1. Kepala Sekolah. Karala sekolah perlu menciptakan situasi sekolah yang nyaman bagi siswa baik secara sosial, fisik maupun akademik. 2. Orang Tua. Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk anak-anaknya, sehingga diharapkan orang tua mampu membentuk sikap yang baik. 3. Siswa. Siswa hendaknya menanamkan kesadaran, keyakinan dalam diri bahwa tidak selamanya kekurangan bersifat negatif, justru harus mampu mengubah respon negatif menjadi positif guna perkembangan diri sendiri dan siap menghadapi kenyataan serta tantangan. Sehingga siswa akan dapat mengetahui apa yang terjadi, bukan hanya membayangkan sesuatu yang belum terjadi. Hal itu hanya akan membuat diri sendiri sulit untuk bersikap dan akan dibenci oleh banyak orang

    Pengembangan Model Pembelajaran Niteni, Niroake, Nambahi untuk Mengembangkan Karakter Anak Usia Dini

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran niteni, niroake, nambahi untuk mengembangkan karakter anak usia dini yang layak, efektif, praktis dan sesuai dengan kebutuhan. Penelitian pengembangan ini mengacu model R&D yang dikembangkan oleh Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah, yaitu 1) studi pendahuluan melalui survei ke103 guru TK dan studi literatur, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal yang terdiri dari validasi ahli yang ditindaklanjuti dengan revisi, 4) uji coba produk awal di satu TK, 5) revisi hasil uji produk awal, 6) uji lapangan utama dilanjutkan dengan uji keefektifan model dengan eksperimen single-group time-series design di 24 TK seKabupaten Sleman pada anak TK kelompok B yang ditentukan dengan teknik random sampling, 7) revisi hasil uji lapangan utama, 8) uji lapangan operasional di dua TK dilanjutkan dengan uji kepraktisan melibatkan 10 praktisi, 9) revisi hasil uji lapangan operasional, dan 10) diseminasi dilanjutkan dengan implementasi. Pengumpulan data melalui observasi dengan instrumen skala untuk mengukur karakter kejujuran, kasih sayang, kesetiaan, kepercayaan, rasa hormat, dan tanggung jawab. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi dengan hasil valid dan uji reliabilitas dengan hasil tinggi (0,775). Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) MP Tri-N yang dihasilkan dapat mengembangkan karakter kejujuran, kasih sayang, kesetiaan, kepercayaan, rasa hormat, dan tanggung jawab, meliputi sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak pembelajaran. (2) Hasil validasi ahli menunjukkan MPTri-N sangat layak (0,963). (3) Hasil uji keefektifan menunjukkan MPTri-N efektif dimulai uji asumsi dengan Mauchly’s test sebesar 0,797 dan terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest terakhir dengan p = 0,000 (t<0,05) yang berarti model pembelajaran Tri-N berpengaruh signifikan terhadap peningkatan karakter anak. (4) Hasil uji kepraktisan menunjukkan MPTri-N sangat praktis melibatkan 10 praktisi dengan skor 3,88. Dengan demikian, MPTri-N yang dikembangkan layak, efektif, dan praktis

    Pengaruh waktu oksidasi terhadap mutu kulit Samoa pada proses penyamakan minyak yang dipercepat dengan Hidrogen Peroksida

    No full text
    Leather tanning is a process of modifying the structure of collagen fibres, so as to transform animal skin that decay easily, into leather which is durable and stable to the environmental influences. One of the leather products is oil tanned leather, known as chamois leather. It has unique uses for cleaning, drying, and filtration. It can be produced by using rubber seed oil and oxidizing agent of hydrogen peroxide. The best condition for the tanning needs to be applied in order to improve process efficiency and to obtain good quality leather. In this research, optimizations of oxidation times inside and outside the rotary drum in chamois tanning were investigated. The objectives of the research were to determine the best condition of oxidation time inside and outside the rotary drum for tanning process. The experiment was conducted by tanning of goat pickle pelts for 4, 6, and 8 hours of oxidation times inside the rotary drum and 1, 2, and 3 days of oxidation times outside the rotary drum. The chemical, physical, and organoleptic properties of the leather were measured. This study shows that the chemical, physical, and organoleptic properties met the quality requirements for the chamois leather. The best conditions for the tanning were an oxidation time of 8 hours inside the rotary drum and 1 day outside the rotary drum. The chemical properties of the leathers were oil content of 2.75%, ash content of 1.92%, and pH of 6.88. Their physical properties were thickness of 0.6 mm, shrinkage temperature of 71.63oC, water absorption of 291.36% (2 hours) and 323.89% (24 hours), tear strength of 59.45 N/mm, tensile strength of 26.18 N/mm2, and elongation at break of 163.33%. The organoleptic properties of the leathers, i.e. softness, colour, and odour were considered good

    PENGEMBANGAN PHYSICS COMPREHENSIVE CONTEXTUAL TEACHING MATERIALS BERBASIS KKNI UNTUK MENINGKATKAN HOTS DAN MENUMBUHKAN KECERDASAN EMOSIONAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kriteria kelayakan perangkat pembelajaran dan mengukur mengukur keefektifan perangkat pembelajaran PhyCCPTM yang dikembangkan selanjutnya mengetahui peningkatan HOTS dan kecerdasan emosional siswa. Jenis penelitian adalah research & development (R&D) yang mengadaptasi pada model pengembangan Borg & Gall. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA N 1, SMA N 2, dan SMA N 5 kabupaten Sorong. Keefektifan perangkat pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan kecerdasan emosional dianalisis dengan skor gain dan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil pada penelitian ini adalah produk perangkat pembelajaran PhyCCPTM pada materi fluida statis yang terdiri dari RPP, buku guru, buku siswa, LKPD, dan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukan bahwa perangkat pembelajaran PhyCCPTM layak digunakan dan hasil tes menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar fisika PhyCCTM efektif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan kecerdasan emosional siswa

    Pengembangan Physics Mobile Learning Media (PMLM) Interaktif dengan Pendekatan Scaffolding Materi Usaha dan Energi untuk Meningkatkan HOTS dan Sikap Ilmiah Siswa SMA.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan Physics Mobile Learning Media (PMLM) Interaktif dengan Pendekatan Scaffolding yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan HOTS dan sikap ilmiah, (2) mengetahui keefektifan PMLM interaktif dengan pendekatan Scaffolding dalam meningkatkan kemampuan HOTS dan sikap ilmiah siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi meliputi tahap studi pendahuluan, tahap perencanaan, tahap pengembangan, tahap uji terbatas, revisi produk, uji lapangan, revisi 2 produk, finalisasi produk, publikasi dan diseminasi produk. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen tes dan non-tes. Instrumen tes berupa tes kemampuan HOTS. Instrumen non tes berupa angket angket sikap ilmiah, lembar observasi sikap ilmiah dan angket respons siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA N 1 Carenang untuk uji terbatas. Uji lapangan diterapkan kepada siswa kelas X MIPA dari SMA N 1 KIBIN, SMA N 1 Ciruas, dan SMA N 1 Petir. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan skor rata-rata kemudian dikonversi dalam kriteria yang sudah ditetapkan dan Generalized Linear Model dengan taraf signifikansi 0,05 untuk mengukur efektifitas produk dalam meningkatkan kemampuan HOTS dan sikap ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Physics Mobile Learning Media (PMLM) interaktif dengan pendekatan Scaffolding yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan HOTS dan sikap ilmiah. Hasil Penilaian kelayakan oleh dosen ahli dan praktisi terhadap butir soal tes kemampuan HOTS dinyatakan valid, dan penilaian terhadap RPP, angket sikap ilmiah, materi PMLM, media PMLM, lembar observasi sikap ilmiah dan angket respon siswa keseluruhan memiliki kriteria sangat baik. (2) Physics Mobile Learning Media (PMLM) interaktif dengan pendekatan Scaffolding efektif dalam meningkatkan kemampuan HOTS dan sikap ilmiah berdasarkan hasil perubahan hasil pretest dan postest, peningkatan berdasarkan Mean Difference, dan besar kontribusi PMLM berdasarkan partial eta square pada Generalized Linier Model (GLM). Kata Kunci: Physics mobile learning, interaktif, scaffolding, HOTS, sikap ilmiah
    corecore