119 research outputs found
PENAFSIRAN KH. BISRI MUSTOFA TENTANG AYAT-AYAT ETOS KERJA DALAM AL-QUR’AN DALAM TAFSIR AL-IBRIZ
Sumber pokok subtasnsi ajaran umat Islam adalah al-Qur’an dan hadist. Al-
Qur’an banyak mengemukakan pokok-pokok serta prisip-prinsip umum
pengaturan hidup dalam hubungan antara manusia dengan Allah dan makhluk
lainnya.Menurut Muhammad Abduh al-Qur’an harus memainkan peran yang
sangat penting dalam mengangkat masyarakat, memperbarui kondisi umat, dan
menyodorkan peradaban Islam Modern. Lantas yang menjadi pertanyaan bagi
penulis, mengapa di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah beragama
Islam dan memiliki sumber ajaran dari al-Qur’an, tapi kesenjangan sosialnya
masih tinggi. Apakah karena kurang mampu memahami pesan kandungan dalam
al-Qur’an atau karena al-Qur’an tidak memberikan solusi untuk mengurangi
kesenjangan tersebut?. Permasalahan-permasalan tersebut memantik penulis
untuk menggali lebih dalam pemahaman masyarakat Indonesia tentang ayat-ayat
yang berhubungan dengan etos kerja. Karena terlalu generalnya pemahaman
masyarakat Indonesia, penulis akan memfokuskan penelitian ini pada pemahaman
tafsir KH. Bisri Mustofa.
Berdasarkan kondisi tersebut, penulis merumuskan dua permasalahan yaitu:
1. Bagaimana penafsiran Bisri Mustofa mengenai ayat-ayat etos kerja dalam tafsir
al ibriz?. 2. Bagaimana kontekstualisasi penafsiran Bisri Mustofa dengan problem
ke-Indonesiaan hari ini?. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan bahan pustaka sebagai sumber
data utama; primer dan sekunder. Data primer skripsi ini adalah Kitab Tafsir Al-
Ibriz karangan KH. Bisri Mustofa. Sedangkan sekunder adalah data yang berupa
buku, artikel, laporan penelitian tentang KH. Bisir Mutofa, Al-Ibriz, dan etos
kerja. Berdasarkan data yang terkumpul kemudian metode analisa yang digunakan
penulis adalah hermeneutika filosofis H.G Gadamer..
Hasil penelitian ini menemukan bahwa KH. Bisri Mustofa hidup dalam
keluarga yang memiliki etos kerja yang tinggi dan agamis, berinteraksi dengan
dua tradisi keberagamaan yang berbeda (tradisionalis dan modernis), konteks
keberagamaan yang mengelilinginya merupakan masa peralihan dari zaman
ideologis menuju zaman ilmu pengetahuan. Dalam menafsirkan ayat-ayat al-
Qur’an, KH. Bisri Mustofa lebih mengedepankan aspek lokalitas dalam
penafsirannya. Tafsir dengan bahasa daerah, menurutnya agar umat Islam dari
berbagai suku bangsa memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Tafsir
Al-Ibriz dapat diklasifikasikan sebagai tafsir al-ar’yi dan sesuai pendekatan aldirayah.
Aplikasi penafsiran KH. Bisri Mustofa yang menggunakan pendekatan
ushul fiqh, merupakan pencarian jawaban atas realitas sosial, dengan lebih
mengedepankan kemaslahatan dan kebaikan umat Islam. Seperti penafsiran KH.
Bisri Mustofa merupakan pencarian jawaban atas realitas terkait persolan etos
kerja. KH. Mustafa Bisri memahami bahwa pekerjaan yang kreatif itu harus
memaksimalkan sumberdaya alam yang ada disekitarnya dengan menggunakan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
CARA MEMBERSIHKAN LABORATORIUM KITCHEN DI POLITEKNIK NSC SURABAYA
The goal to be achieved in writing this Final Project is to find out how to clean
the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author made
observations from March 2022 to July 2022 on the duties and responsibilities of
cleaning the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author can
conclude that the duties and responsibilities in cleaning Kicthen's laboratory are
very necessary on a regular basis
SOCIAL PROBLEMS IN THE POEM "DI NEGERI AMPLOP" BY A. MUSTOFA BISRI (SEMIOTIC STUDY) RIFFATERRE
The poem “Di Negeri Amplop”, has a background of social problems conveyed by the author. The formulation of the research problem, namely: (1) how is the meaning and hypogram in the poem “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) hhat are the social problems contained in the collection of poetry “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri. The objectives are: (1) to describe the meaning and hypogram in the collection of poems “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) to describe the social problem contained in the collection of poems "Di Negeri Amplop" by A. Mustofa Bisri. This research is in the form of a qualitative descriptive. The data in this study are in the form of a poem containing social problem entitled “Di Negeri Amplop”. Collecting data using library method. Data analysis using semiotic method. The results of this study indicate the meaning of bribery, corruption, collusion, and the existence of poor people. This meaning shows the existence of social problems of crime in the form of bribery.Puisi “Di Negeri Amplop” ini, memiliki latar belakang masalah sosial yang disampaikan oleh pengarang. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana pemaknaan dan hipogram pada puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) Bagaimanakah masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Tujuannya yaitu: (1) untuk mendeskripsikan pemaknaan dan hipogram pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) untuk mendeskripsikan masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa puisi yang mengandung masalah sosial berjudul “Di Negeri Amplop. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka. Analisis data menggunakan metode semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya makna suap. Makna tersebut menunjukkan adanya masalah kriminalitas sosial berupa suap
PERNIKAHAN TANPA RESTU ORANG TUA: KAJIAN FIKIH MUNAKAHAT DAN \u27URF TERHADAP TRADISI PERNIKAHAN NAIK
This study investigates the practice of “pernikahan naik” (elopement marriage) in Persada Tongra Village, Terangun District, Gayo Lues Regency, Aceh Province, from the perspectives of Islamic law and customary law. “Pernikahan naik” refers to a traditional form of marriage where a man takes the woman he loves to the home of a religious figure (tengku imem) to be married, often without the consent or knowledge of the woman’s parents. This practice is commonly driven by factors such as lack of parental approval, expensive dowries, family disputes, or premarital pregnancy. Although it appears to violate social and legal norms, in the Gayo community, it has become institutionalized through customary procedures and religious involvement.
Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving pesantren alumni couples, customary leaders, and religious figures. Data analysis involved reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that pernikahan naik follows several stages: mutual agreement between the couple, elopement to the religious leader’s residence, and the solemnization of the marriage witnessed by community figures. From the standpoint of Islamic law, such marriages are considered valid as long as they fulfill the essential elements (rukun) and conditions (syarat) of nikah. However, from the customary law perspective, this practice is seen as a violation and may incur sanctions, such as a fine of a goat.
In the context of Islamic jurisprudence, although pernikahan naik may be normatively accepted, it can be classified as urf fasid (corrupt custom) because it neglects the obligation to honor the bride’s guardian (wali). Therefore, the study recommends the need for comprehensive legal socialization that integrates Islamic law, statutory regulations, and customary values, to mitigate such practices while preserving local wisdom. This research contributes to a broader understanding of how social dynamics, religious values, and customary systems shape the formation of harmonious families within pesantren and indigenous communities.
 
Bahasa Figuratif Pada Kumpulan Puisi Aku Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA
Dhanu Widi Wijaya, S200160105. Figurative Language in a Collection of Poems Aku Manusia Ahmad Mustofa Bisri's Work and Implementation on Indonesian Language Learning at High School Level. Thesis. Postgraduate Studies Language, Muhammadiyah University of Surakarta, Surakarta, April 2018.
This study aims to (1) describe the socio-historical background of A. Mustofa Bisri as author of the collection of poetry Aku Manusia, (2) to describe the use of figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry of Aku Manusia, (3) to describe meaning in figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry Aku Manusia, and (4) describes the implementation of the results of this study on Indonesian language learning at high school level. This study used descriptive qualitative method. The data in the research here are words, phrases, and sentences containing figurative language contained in the collection of poetry Aku Manusia A. Mustofa Bisri. The method used to take the sample data in this study by using purposive sampling technique. Data collection techniques in this study using library techniques, techniques refer and note. The results of this study are (1) Mustofa Bisri as a poet santri has uniqueness in his work. (2) A. Mustofa Bisri in a collection of poems Aku Manusia use several majas among them: simile, personification, allegory, metaphor, and repetition. (3) The constancy and consequences that A. Mustofa Bisri holds in describing the meanings in his poetry shows the soul of a true Muslim. (4) The results of this analysis can be implemented into Indonesian language and literature learning in high school
Istighosah Gus Ali Mutofa Asady dalam membangun emosional spiritual quotient pada siswa dalam menghadapi ujian nasional di Singosari Kabupaten Malang
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses istighosah Gus Ali Mustofa Asady dalam membangun emosional spiritual quotient pada siswa menghadapi ujian nasional di Singosari Kabupaten Malang?. 2) Bagiamana hasil istighosah Gus Ali Mustofa Asady dalam membangun emosional spiritual quotient pada siswa menghadapi ujian nasional di Singosari Kabupaten Malang? Dalam menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif tentang proses istighosah Gus Ali Mustofa Asady yang diperoleh berdasarkan hasil analisis pengalaman pribadi peneliti saat mengikuti kegiatan tersebut. Disamping itu peneliti menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan hasil dari proses penelitian ini. Proses istighosah Gus Ali Mustofa Asady dalam membangun emosional spiritual quotient pada siswa menghadapi ujian nasional di Singosari Kabupaten Malang terdiri dari muqaddimah, isi, dan penutup. Hasil istighosah Gus Ali Mustofa Asady dalam membangun emosional spiritual quotient pada siswa menghadapi ujian nasional di Singosari Kabupaten Malang: membangun jiwa kembali tersadarkan, ingat kepada Allah, menyesali dosa-dosa, dan merasakan kepasrahan yang menenangkan dalam proses menghadapi ujian nasional. Hati menjadi ikhlas, pasrah dan yakin bahwa dengan kekuasaan Allah semuanya bisa terjadi
KOHESI DALAM KUMPULAN CERPEN "LUKISAN KALIGRAFI†KARYA A. MUSTOFA BISRI: PERSPEKTIF BAHASA, SASTRA, DAN IDEOLOGI
Artikel ini membahas pola kohesi pada kumpulan Cerpen “Lukisan Kaligrafi†karya A. Mustofa Bisri. Jenis Penelitian ini yakni deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu teks cerpen karya A. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Majalah Kompas tahun 2017 dengan judul Lukisan Kaligrafi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada 10 (sepuluh) penanda kohesi yang meliputi, penanda kohesi leksikal seperti, (1) repetisi, dengan jenis repetisi ekuivalensi, mesodiplosis, epifora, dan epizeukis, (2) antonim, (3) sinonim, (4) hiponim dan (5) kolokasi. Selanjutnya untuk penanda kohesi gramatikal yakni (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsi, (4) konjungsi, meliputi sebab-akibat, akibat-sebab, syarat-hasil, dan (5) hubungan argumentatif. Sedangkan ideologi penulis yang muncul dalam kumpulan cerpen tersebut antara lain (1) penolakan tradisi yang tidak baik, (2) kritikan terhadap moral masyarakat (3) dan pengagungan keindahan makna ayat Al-quran melalui karya seni lukis. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa dalam sebuah karya sastra sebagai media sangat erat kaitannya dengan ideologi pengarang tersebut. Konteks sosial budaya yang melingkupi pengarang dapat memengaruhi ideologi pengarang pada saat menulis karyanya.Kata Kunci: pola kohesi, bahasa, sastra & ideologi, cerpenThis article discusses the pattern of cohesion in the collection of short stories called "Lukisan Kaligrafi" by A. Mustofa Bisri. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is the short story text by A. Mustofa Bisri published by Kompas Magazine in 2017 with the title "Lukisan Kaligrafi". Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are 10 (ten) cohesion markers which include, lexical cohesion markers such as, (1) repetition, with equivalence repetition types, mesodiplosis, epiphora, and epizeukis, (2) antonyms, (3) synonyms, (4) hyponymy and (5) collocation. Furthermore, for grammatical cohesion markers, namely (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, including cause-effect, cause-effect, result-condition, and (5) argumentative relationship. While the ideologies of the writers that appear in the collection of short stories include (1) rejection of bad traditions, (2) criticism of public morals (3) and glorifying the beauty of the meaning of the Qur'anic verses through paintings. Based on the findings above, it can be concluded that the existence of language in a literary work as a medium is closely related to the ideology of the author. The socio-cultural context that surrounds the author can influence the ideology of the author when writing his work. Keyword: cohesion pattern, language, literature, & ideology, short stor
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam antologi puisi Aku Manusia karya KH. Mustofa Bisri
INDONESIA:
Pendidikan memiliki fungsi sebagai media transformasi nilai, Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai proses dinamis yang tumbuh dan mengabdi untuk budayanmasyarakat, Pendidikan juga sebagai tempat untuk menyebarkan nilai-nilai agama dan kemudian terjadi transformasi nilai dan ilmu pengetahuan kemudian memiliki fungsi dalam mencetuskan corak kebudayaan dan peradaban kehidupan manusia. Dengan demikian penulis memulai penelitian mendalam dengan mengambil judul nilai-nilai pendidikan islam dalam antologi puisi karya KH Mustofa Bisri yang memiliki tujuan penenlitin untuk (1) Mengetahui lebih dalam isi dari puisi karya A. Mustofa Bisri (2) Mengetahui keterkaitan dan kesesuaian nilai pendidikan islam yang terkandung dalam puisi karya A. Mustofa Bisri Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), Ada empat kategori Pendekatan yaitu Pendekatan Ekspresif, Pendekatan Pragmatik, Pendekatan Mimetik, dan Pendekatan Objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa a.Terdapat bentuk nilai ilahiyah, yang didalamnya terdapat iman, islam, taqwa, sabar, bentuk syukur, tawakal atau berserah. b. Terdapat bentuk nilai Insaniyyah,: Sillat al-rahim, Al Ukhuwah, At Tawadlu, Al Amanah, Dari nilai-nilai tersebut sejatinya adalah menjadi sebuah representasi dari pendidikan islam itu sendiri.
ENGLISH:
Education has a function as a medium of transformation. Values, Education can also be said as a dynamic process that grows and serves the culture of society, Education is also a place to spread religious values and then there is a transformation of values and knowledge which then has a function in sparking the culture and civilization of human life. Thus, the author begins an in-depth research by taking the title of Islamic educational values in the poetry anthology by KH Mustofa Bisri which has the aim of the research to (1) find out more deeply the contents of A. Mustofa Bisri's poetry (2) find out the relevance and suitability of educational values contained in the poem by A. Mustofa Bisri. The research method used by the author in this research is to use a library research approach. There are four categories of approaches, namely Expressive Approach, Pragmatic Approach, Mimetic Approach, and Objective Approach. The results showed that one of the literary works is poetry in the form of beauty and wisdom. The benefits of poetry itself help humans to see the true view of life. So, poetry can be used as a means, tool, or medium for forming human character in order to create a person who has good morals through adab itself. There are forms of divine values, which include faith, Islam, piety, patience, forms of gratitude, trust or surrender. There are forms of Insaniyyah values: Sillat al-Rahim, Al Ukhuwah, At-Tawadlu, Al Amanah, From these values, it is true that being a representation of Islamic education itself
ARABIC:
ش امكان لن ا أن يقال التعليم عىل أنه عملية ديناميكية تنمو وتخدم ثقافة المجتمع ، والتعليم هو أيض ً يمكن أيض ً القيم والمعرفة ي القيم الدينية ومن ثم هناك تحول ف تي ال إشعال ثقافة وحضارة حياة ي لها وظيفة بعد ذلك ف .اإلنسان مختارات الشعر ل ي بوية اإلسالمية ف امن خالل أخذ عنوان القيم الت ً امتعمق ً مصطف KHوهكذا ، يبدأ المؤلف بحث بشي ، والذي يهدف البحث إىل اكتشاف محتويات بشي بشكل أعمق. شعر أ. مصطف معرفة مدى مالءمة و بشي قصيدة أ. مصطف ي بوية الواردة ف . مالءمة القيم الت المكتبات ، وهناك أربع فئات ي ي هذا البحث يه استخدام منهج البحث ف استخدمها المؤلف ف تي طريقة البحث ال يع يك ، والنهج الموضو يىل ، والنهج المحا يه النهج التعبرتي ، والنهج العم .من المناهج ، و ي وأظهرت النتائج أن من األعمال صورة جمال وحكم وهناك أشكال من القيم اإللهية تشمل اإليمان . األدبية الشعرف .واإلسالم والتقوى والصرتوأشكال االمتنان والثقة واالستسالم صالة الرحيم ، األخوة ، التوادلو ، األمانة ، :I هناك أشكال من قيم بية الواقع تمثيل للت ي من هذه القيم ، هوف اإلسالمية نفسه
IRI DENGKI DALAM TAFSĪR Al-IBRĪZ (Kajian Perspektif K. H. Bisyri Mustofa)
ABSTRACT
The research with the title " Envy in Tafsir al-Ibriz; A Study of K.H. Bisyri Mustofa's Perspective” was written by Muhamad Dliyauddin, NIM: 126301201032, supervisor Hibbi Farihin, M.S.I.
Keywords: Envy, Bisyri Mustofa, Al-Ibrīz.
This research is motivated by the effects of envy which have various consequences for physical and spiritual, which in the Qur'an has been warned by the intermediary of the stories of previous people. However, in practice it still cannot be effectively understood by the general public. So, the author is very interested in examining more deeply the concept of envy in the interpretation of Nusantara scholars. K.H. Bisri Mustofa became the figure I studied in this research. He is a kiai who is popular with his interpretation book Al-Ibriz.
Examining the concept of envy by tracking the verses related to envy, collecting supporting data that explains the concept of envy according to K.H. Bisri Mustofa. Furthermore, after finding the concept, examine the causes and dangers. This paper uses a historical approach through character research with an analytical descriptive method. The author uses library research to collect literature data. In the realm of tafsir science, it is called the thematic model of the character.
The results of the study are the concept of envy according to K.H. Bisri Mustofa is a self-behavior that denies the signs that have been called by the apostles, because it prioritizes the interests of oneself and the group to gain profit without the slightest loss. envy is a heart disease that is always in everyone, therefore addressing envy by praying hoping to Allah Swt. to be given help to be able to deal with it.
Second, the cause of envy is wanting eternal power, wanting to always be the best in an unwise way, and not accepting the provisions of Allah Swt. making malice fertile in the heart and life becomes increasingly uneasy.
Third, the danger of envy is that it justifies all means to trouble others so that happiness is lost from them, nature does not approve of their repentance like the story of Pharaoh who repented but was not accepted, the punishment of Allah is so powerful against people who do not accept their provisions
TERAPI BERPIKIR POSITIF UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SANTRIWATI BARU PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL MUSTOFA NGANTRU TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Terapi Berpikir Positif untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Santri Baru Putri Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Mustofa Ngantru Tulungagung" ini ditulis oleh Intan Nurmalasari Ratna Ningtyas, NIM. 1733143025, dosen pembimbing Muhammad Ainun Najib, M.Fil.I.
Kata kunci: terapi berpikir positif, penyesuaian diri, santri pondok pesantren
Penelitian ini dilatar belakangi dari suatu fenomena yang ada di Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Mustofa Ngantru Tulungagung yang memiliki jumlah santri dengan total kurang lebih sebanyak 250 santri dengan santri baru putri sebanyak 23 santri. Dengan rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) apakah terapi berpikir positif efektif untuk meningkatkan penyesuaian diri santri baru putri Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Mustofa Ngantru-Tulungagung ? (2) seberapa besar tingkat efektifitas terapi berpikir positif untuk meningkatkan penyesuaian diri santri baru putri Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Mustofa Ngantru-Tulungagung ?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori berpikir positif menurut Ibrahim Elfiky, berpikir positif merupakan sumber kekuatan dan sumber kebebasan bagi manusia. Dikatakan sumber kekuatan karena ia membantu manusia memikirkan solusi sampai mendapatkannya. Dikatakan sumber kebebasan karena dengannya manusia akan terbebas dari penderitaannya dan belenggu pikiran negatif yang dapat mempengaruhi fisik manusia. Teori penyesuaian diri menurut Hurlock adalah proses dari mencapai tujuan dari pola sosialisasi. Adapun yang terpenting dan tersulit dari tahapan ini adalah dengan meningkatnya pengaruh teman sebaya, perubahan dalam perilaku sosial, pengelompokan sosial yang baru, nilai-nilai baru dalam seleksi persahabatan, nilai-nilai baru dalam dukungan dan penolakan sosial, dan nilai-nilai baru dalam seleksi pemimpin.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah terapi berpikir positif dan yang menjadi variabel terikat adalah penyesuaian diri. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 10 subjek dengan pembagian 5 kelompok eksperimen dan 5 kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner dengan skala pengukuran yaitu skala likert.
Hasil hitung uji nilai gain score antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji mann whitney didapatkan niali asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,031 karena nilai asymp. Sig < 0,05 atau 0,031 < 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pengisian kuesioner penyesuaian diri kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sedangkan hasil uji beda pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan uji wilcoxon signed ranks tetst didapatkan nilai asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,005 karena nilai aymp. Sig < 0,05 atau 0,005 < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pengisian kuesioner penyesuaian diri pada saat pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk mengetahui tingkat efektivitas terapi berpikir positif dalam meningkatkan penyesuaian diri santri baru putri pondok pesantren dengan menggunakan sumbanganregresi linier dan didaptkan nilai R Square sebesar 0,535 atau 53,5%. Berdasarkan hasil hitung tersebut maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dalam penelitian ini terapi berpikir positif efektif dalam meningkatkan penyesuaian diri santri baru putri Pondok Pesantren Al-Qur’an Al Mutofa Ngantru Tulungagung
- …
