1,721,747 research outputs found
KETOKOHAN KEPALA YAYASAN SDIT AL MUSTOPA Dr.H.M. SUBKI ABDULKADIR DALAM PRIVILAGE PENDIDIKAN SEKOLAH
This study discusses the Characteristics of the Head of the SDIT AL Mustopa in the Privilege of School Education. This study aims to determine the leadership of the Head of the Foundation in the privilege of Education. Foundations have an important role in advancing education, especially in madrasas, most of which are private madrasas. This study focuses on the role and function of foundations in improving the quality of education in madrasas. This study aims to determine the role of the SDIT AL Mustopa Foundation in managing madrasas, especially in achieving the National Education Standards. In addition, this study also wants to know how the function of the foundation, especially in fostering in madrasas managed by the foundation. This study uses a qualitative-descriptive approach. The results showed that the role of the SDIT AL Mustopa i foundation in providing education in Kindergarten, elementary school, junior school, high school SDIT AL Mustopa was quite good in providing education at the SDIT AL Mustopa Foundation in accordance with the National Education Standards, the Foundation had more of a role in financial management, resource management. Humans (HR), and infrastructure. The function of fostering the foundation has been carried out, especially in the development of human resources (HR), coaching in increasing faith and piety to Allah swt. And coaching in mastering science and technology in accordance with the times. In addition to coaching in the world of education, the SDIT AL Mustopa Foundation also helps in the fields of health, economy, social and religion
Kontribusi sosial yayasan Al Hikmah Mustopa Plered bagi peningkatan kesejahteraan sosial anak yatim piatu dan dhuafa
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta sosial yang menyatakan bahwa masih banyak anak yatim, piatu dan dhuafa yang membutuhkan perananan pemerintah dan masyarakat dalam proses pemenuhan berbagai aspek kebutuhannya supaya memiliki tingkat kesejahteraan sosial seperti anak pada umumnya. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak LKSA Alhikmah Mustopa Plered hadir sebagai salah satu bentuk solusi dan alternatif untuk proses pemenuhan kebutuhan anak-anak tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan program apa saja yang dilakukan LKSA Alhikmah Mustopa dalam meningkatkan kesejahteraan sosial anak asuhnya serta untuk mengetahui bagaimana implikasi sosial yang dirasakan oleh anak asuh yang mengikuti rangkaian program-program tersebut.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Tindakan sosial merupakan tindakan seorang aktor yang memiliki makna serta motif yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aktor lain. Ada empat tipe tindakan sosial yang kategorisasikan melalui tingkat rasionalitasnya, yaitu tindakan rasionalitas instrumental, rasionalitas berorientasi nilai, tindakan afektif dan tindakan tradisional. Dan dalam kaitannya dengan kontribusi sosial LKSA Alhikmah Mustopa bagi peningkatan kesejahteraan sosial anak asuh adalah bahwa tindakan yang dilakukan LKSA tersebut didasari tradisi, empati, nilai-nilai yang dianut, serta pertimbangan untuk menggunakan sarana dalam proses tindakannya.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh peneliti, dijelaskan secara dinci sesuai dengan kondisi sebenarnya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi pada pihak terkait. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer didapat dari LKSA Alhikmah Mustopa dan data sekunder dari studi pustaka. Kemudian, untuk teknik analisis datanya berawal dari lapangan pada masyarakat Desa Selinsing yang selanjutnya dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, LKSA Alhikmah Mustopa ini meningkatkan kesejahteraan sosial anak asuh melalui program-program yang dibuatnya seperti program sekolah dan kajian kitab kuning grtais, program usaha jamur tiram dan program keterampilan. Kedua dampak yang dirasakan anak asuh dari mengikuti program-program tersebut secara umum menambah kepercayaan diri dan menjadikan anak asuh memiliki kemandirian
PERAN HASAN MUSTOPA DALAM LEMBAGA PENGHULU DI PRIANGAN MASA KOLONIAL BELANDA (1895-1918 M)
Hasan Mustopa merupakan salah satu penghulu yang lahir di Garut, kemudian menghabiskan akhir hayatnya di Bandung. Dia adalah sastrawan yang lahir pada akhir abad XIX, dan dikenal sebagai seorang penghulu karena lahir dari kalangan elite Priangan sebagai kalangan yang dekat dengan pemerintah Hindia-Belanda. Selain itu Hasan Mustopa juga mempunyai peran penting dalam jaringan ulama di Nusantara terutama di Priangan. Dia diangkat menjadi penghulu oleh Snouck Hurgronje karena keluasan ilmu agama, dan penguasaan budaya Sunda. Karya etnografi yang ditulis Hasan Mustopa pada saat dia menjabat sebagai penghulu besar Bandung yang berjudul Adat Istiadat Urang Sunda Lian Ti Eta, yang dipersembahkan kepada Snouck Hurgronje, sebagai bahan rujukan mengkaji sosial keagamaan masyarakat muslim Priangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Hasan Mustopa selama menjabat sebagai penghulu di Priangan (1895-1918).
Peneilitian ini menggunakan pendekatan biografi dan teori peranan sosial yang dikemukakan oleh Erving Goffman. Penggunaan teori peranan sosial dimaksudkan untuk menganalisis norma-norma perilaku dari orang (Hasan Mustopa) yang menduduki posisi tertentu dalam struktur sosial masyarakat. Adapun dalam hal metode penelitian, penulis menggunakan metode sejarah yang terdiri dari tahap heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis dan sintesis), dan historiografi (penulisan sejarah).
Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa selama Hasan Mustopa menjabat sebagai penghulu di Priangan dari tahun 1895-1918 M, berperan sebagai pencatat peristiwa pernikahan, sebagai wali nikah, dan mengurusi perceraian. Selain itu ia juga berperan sebagai pelaksana kepentingan elite kolonial, sebagai mediator antara pemerintah dengan hukum adat Priangan, perekat kebudayaan lokal Sunda, mempertahankan tradisi keagamaan terkait gerakan tarekat, dan yang terakhir pendukung pengembangan pendidikan Islam di Priangan
Sentence Structure of Serawai Language in the Folklore “Mulan Deghian Kejujuran” by Zazili Mustopa
The Bengkulu regional language used in the folklore book titled Mulan Deghian Kejujuran is Serawai language. The issue addressed in this research is the sentence structure of Serawai language in folklore of Mulan Deghian Kejujuran by Zazili Mustopa. The objective of this study is to obtain a precise, detailed, and in-depth understanding of the description of the sentence structure in the folklore of Mulan Deghian Kejujuran Karya Zazili Mustopa. The employed method in this research is te descriptive qualitative method. The data source for this study is the folklore book Mulan Deghian Kejujuran authored by Zazili Mustopa, published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Language Office of Bengkulu Province in 2022. The techniques of data collection encompass reading and note-taking. The process of data analysis involved the identification of sentence structure patterns, interpretation of these patterns, and the compication of sentence structure data. The research findings demonstrate that the Serawai language sentences in this folktale have 17 distinct sentence structure patterns. Among these, the J (S-P-O) pattern is more prominently utilized in the Mulan Deghian Kejujuran folktale authored by Zazili Mustopa
JEJAK-JEJAK PESAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM PETIKAN AYAT AL-QUR’AN KATUT ADAB PADIKANA KARYA HAJI HASAN MUSTOPA
Toleransi merupakan bagian dari sikap moderat. Sikap tersebut telah tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia, namun belakangan di Indonesia, khusunya di Jawa Barat intoleransi beragama sangat tinggi. Dibuktikan dengan beberapa survei yang menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan intoleransi tinggi di Indonesia. Terdapat pergeseran keberagamaan di masyarakat Sunda, terhadap pemahaman konsep Islam dan kebudyaan. Padahal antara budaya dan Islam itu mempunyai keselarasan sebagaimana pemikiran dari Haji Hasan Mustopa yang menggabungkan antara konsep Islam dan Budaya dalam karya Petikan Ayat al-Qur’an katut Adab Padikana. Tulisan ini berusaha untuk mengkaji bagaimana toleransi beragama dalam pandangan Haji Hasan Mustopa. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kesejarahan (history) dengan teori Pesisir dan pedalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Haji Hasan Mustopa mewakili pemahaman keagamaan masyarakat pedalaman Jawa Barat, yang akomodatif dan toleran. Berbeda halnya dibeberapa daerah masyarakat pesisir. Namun adanya pengaruh dari kebijakan kolonial pada waktu itu terdapat perlawanan dan pemahaman keagamaan untuk melawan dengan identitas perjuangan agama(jihad)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Burnout, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Balapulang
Mustopa,2024 PengaruhBurnout, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Balapulang.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruhBurnout terhadap Kinerja Kerja, (2)untukmengetahupengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kinerja Kerja,(3) untuk mengetahu pengaruh Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Kerja, (4) untuk mengetahui pengaruhBurnout, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Keterlibatan Kerjasecara bersama-sama terhadap Kinerja Kerja Karyawan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini yaitu 45 orang karyawan dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sampel pada penelitian ini adalah 45 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitiaan adalah kusioner, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis dan koefesien determinasi.
Hasil analisis dari penelitian ini adalah 1) Burnout berpengaruh terhadap kinerjakaryawan dengan tingkat signifikan sebesar 0,004 (<0,05). 2)Organizational Citizenship Behavior (OCB)berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (<0,05). 3)Keterlibatan Kerja berpengaruh terhadap kinerjakaryawan dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (<0,05). 4) Burnout, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Keterlibatan Kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 (<0,05).
Kata kunci:Burnout,Organizational Citizenship Behavior (OCB), Keterlibatan Kerjadan Kinerja Karyawan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
