1,723,070 research outputs found
Bentuk Pendidikan Akhlak menurut Syekh Muhammad bin Syekh Ihsan dan KH.Bisri Musthofa bin H. Zainal Musthofa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pendidikan akhlak menurut Syekh muhammad bin Syekh Ihsan Jampes dalam Kitab Mufidut thulab dan KH. Bisri Musthofa bin H. Zainal Musthofa dalam kita Syi’ir Mitra Sejati. Keduanya merupakan ulama Nusantara yang memiliki banyak karangan kitab dan memiliki ciri khas dalam pandangan konsep pendidikan akhlak. Oleh sebab itu, penelitian ini mengarah pada studi komparasi. Penelitian ini menggunakan metode library reserch, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap kajian terkait, dari data primer, data sekunder, literatur-literatur dan catatan-catatan lain yang relevan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif untuk menelaah kajian kitab kuning serta menggunakan metode hermeneutika guna menelaah syi’ir. Dalam kitab Mufidut thulab karya Syekh muhammad bin Syekh Ihsan menjelaskan bentuk Pendidikan akhlak yakni: dlabtun nafsi, tawadlu’ dan toleransi. Sedangkan dalam Kitab Syi’ir Mitra Sejati karya KH. Bisri Musthofa bin H. Zainal Musthofayakni: Dlabtun nafsi, amanah dan toleransi. Diantara persamaanya adalah dlabtun nafsi,. Yakni, bertutur kata dengan baik, toleransi, serta bentuk Pendidikan akhlak dari paparan kedua tokoh dapat digunakan untuk semua tingkat usia. Adapun perbedaanya yang cukup signifikan adalah bahwa menurut Syekh muhammad bin Syekh Ihsan menekankan bahwa konsep pendidikan akhlaknya mendekat pada ilmu tasawwuf dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Sedang menurut KH. Bisri Musthofa bin H. Zainal Musthofa konsep pendidikan akhlaknya berfokus dalam kehidupan sehari-hari
Sosialisasi Politik Kelompok Islam : Studi Peran Majelis Nurul Musthofa
Penelitian ini menggambarkan partisanship dan marketing politik Majelis Nurul Musthofa dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Tujuan dilakukannya penelitian tersebut adalah untuk mengetahui proses partisanship dan marketing politik yang dilakukan oleh Majelis Nurul Musthofa dalam berhubungan dan berperilaku dengan pasarnya serta melakukan keberpihakan terhadap salah satu calon dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori marketing politik (Less-Marshment,2007). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Nurul Musthofa mengarah pada tipe product oriented party. Studi ini kemudian memperluas marketing politik yang dilakukan oleh Majelis Nurul Musthofa. Produk politik yang digunakan adalah ijtima ulama, isu kriminalisasi ulama. Faktor utama kegiatan marketing politik mempengaruhi dan mengajak jamaah Majelis Nurul Musthofa untuk memilih pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019. Figur Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf memiliki kekuatan selaku ketua pembina Majelis Nurul Musthofa. Faktor lainnya adalah pengoptimalan internal pengurus pusat serta koordinator jamaah Majelis Nurul Musthofa, dapat disimpulkan bahwa, produk politik Majelis Nurul Musthofa dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tidak akan layak dijual tanpa adanya figur Habib Hasan Bin Ja’far Assega
SPIRIT KEAGAMAAN JAMAAH AHBABUL MUSTHOFA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
Skripsi yang berjudul “Spirit Keagamaan Jamaah Ahbabul Musthofa
Yogyakarta” merupakan penelitian lapangan yang lebih memfokuskan pada spirit
Jamaah Ahbabul Musthofa dalam pembacaan sholawat nabi seperti cara berteriak,
mengangkat kedua tangan, dan lain-lain. Tradisi pembacaan sholawat nabi
menjadi “spirit baru” bagi Jamaah Ahbabul Musthofa Yogyakarta dalam
mengadakan ritual-ritual kegamaan. Dengan memunculkan gejala-gejala
keagamaan pada saat praktek ritual pembacaan sholawat nabi, peneliti mencoba
menganalisis melalui kerangka sosiologis. Permasalahan yang diangkat adalah
bagaimana bentuk kesadaran kolektif di antara Jamaah Ahbabul Musthofa dan
bagaimana memetakan Tradisi pembecaan sholawat dalam konteks Islam di
Indonesia.
Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif-kualitatif.
Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara
terhadap 50 Jamaah Ahbabul Musthofa, observasi terhadap tindakan jamaah dan
pengumpulan dokumentasi seperti gambar-gambar maupun rekaman video pada
saat pelaksanaan ritual pembacaan sholawat berlangsung.
Penelitian ini bertolak dari teori kharismatik Max Weber bahwa seorang
tokoh kharismatik seperti habib dapat memberikan pengaruh terhadap tindakan
individu. Pengaruh tersebut memberikan dorongan yang signifikan dalam
menggerakkan kelompok sosial untuk melakukan ritual-ritual keagamaan.
Sehingga ritual-ritual keagamaan dalam pandangan Emile Durkheim merupakan
sarana yang dianggap berperan penting dalam menciptakan kesadaran kolektif di
antara masyarakat.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi
jamaah Ahbabul Musthofa dalam melakukan pembacaan sholawat yaitu faktor
intrisik (kekuatan dalam diri jamaah) dan ekstrinsik (kekuatan yang berada pada
tokoh kharismatik). Namun dalam perkembangannya konstruksi agama dari tokoh
kharismatik, memegang kekuatan yang besar dalam membentuk komunitas
keagamaan yakni majelis sholawat Ahbabul Musthofa. Komunitas tersebut
dibentuk oleh kepercayaan bersama, sentimen, cita-cita, dan komitmen moral dan
diperkuat oleh pengalaman emosional bersama melalui pembacaan sholawat
Shimtud Durar sehingga terjadilah kesadaran kolektif. Kesadaran kolektif yang
dimiliki oleh jamaah Ahbabul Musthofa terdiri dari dua macam; pertama,
kesadaran kolektif terhadap terhadap ritual dan simbol agama. Kedua, kesadaran
kolektif terhadap mitos-mitos keagamaan
Strategi bauran pemasaran majelis taklim nurul musthofa Ciganjur Jakarta Selatan
Bauran pemasaran adalah suatu cara yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan atau lembaga apapun di dalam mempengaruhi permintaan terhadap produk yang dihasilkan yang terdiri dari empat variabel, yaitu: produk, harga, tempat, dan promosi. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bauran pemasaran dakwah di Majelis Taklim Nurul Musthofa Ciganjur Jakarta Selatan, melihat bagaimana strategi yang dijalankan berkaitan dengan bauran pemasaran dan melihat bagaimana implementasi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Majelis Taklim Nurul Musthofa. Dalam melihat strategi bauran pemasaran yang dijalankan tersebut dapat dilihat dari posisi Majelis Taklim Nurul Musthofa. Lalu di dalam melihat implementasi bauran pemasaran tersebut terdapat 4 dimensi yang dapat dikukur, antara lain produk, harga, tempat dan promosi. Di dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan pengamatan di Majelis Taklim Nurul Musthofa terhadap strategi bauran pemasaran dan implementasinya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa posisi Majelis Taklim Nurul Musthofa terletak di kuadran I yang menunjukan rekomendasi progresif yang berarti Majelis Taklim Nurul Musthofa dalam keadaan mantap dan kondisi prima sehingga dapat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan, dan meraih kemajuan secara maksimal di masa yang akan datang. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel bauran pemasaran yang memberikan pengaruh positif terhadap minat masyarakat dan jamaah adalah variabel produk, harga, tempat dan promosi sesuai dengan keinginan masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa yang terdapat pengaruh yang positif terhadap minat jamaah dan masyarakat adalah variabel produk, harga, tempat dan promosi
Minat jamaah majelis taklim Nurul Musthofa terhadap kesenian Islam Hadrah
Hadrah merupakan kesenian musik Islam yang ditampilkan dengan iringiringan rebana (alat perkusi) sambil melantunkan syair-syair serta pujian terhadap akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Adapun majelis taklim Nurul Musthofa merealisasikan kesenian Islam dalam kegiatan dakwahnya. Selain ceramah agama, Al-Habib Hasan bin Ja�far Assegaf selaku pimpinan majelis taklim Nurul Musthofa juga menghadirkan Hadrah secara rutin dalam pengajian yang di selenggarakannya. Dengan harapan bahwa lewat tiap lirik syair dan shalawat yang dibawakan oleh Hadrah, jamaah dapat diajak untuk memahami pesan agama yang terkandung di dalamnya dan membangun rasa cinta terhadap kesenian Islam. Dari latarbelakang tersebut maka timbul keinginan dari peneliti untuk mengetahui bagaimana minat jamaah majelis taklim Nurul Musthofa terhadap kesenian Islam Hadrah? dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi minat jamaah majelis taklim Nurul Musthofa terhadap kesenian Islam Hadrah? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjawab dari pertanyaan diatas, yaitu untuk mengetahui bagaimana minat jamaah majelis taklim Nurul Musthofa terhadap kesenian Islam Hadrah dan mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Maka peneliti menggunakan teori yang dikemukakan oleh Alex Sobur yang secara sederhana menerangkan bahwa �minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu�. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Yaitu penelitian yang menggunakan analisisnya secara umum dengan menggunakan statistik. Peneliti mengambil populasi dari jamaah majelis taklim banat (perempuan) Nurul Musthofa yang berjumlah 200 orang kemudian menarik sampel sebanyak 30% yaitu 60 orang. Pengumpulan data yang digunakan meliputi angket, observasi, dokumentasi dan wawancara (interview). Desain yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu menganalisis dan meninterpretasikan data, gambaran, fakta, dan peristiwa yang di dapat apa adanya dari objek penelitian. Dan untuk analisis data penelitian ini menggunakan skala likert dan diagram lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyimpulkan bahwa adanya minat yang tinggi dari jamaah majelis taklim Nurul Musthofa dilihat dari aspek kognitif (33,4%), afektif (31%) dan konatif (36%) terhadap kesenian Islam Hadrah
PERAN K.H. MOH. SHOLIH MUSTHOFA DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN SAMPURNAN BUNGAH-GRESIK TAHUN 1948-1982
K.H. Moh. Sholih Musthofa adalah pengasuh dan pemimpin keenam dari Pondok Pesantren Qomaruddin yang terletak di Dusun Sampurnan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. K.H. Moh. Sholih Musthofa merupakan sosok yang sangat penting bagi kemajuan Pondok Pesantren Qomaruddin. Pada awalnya, Pondok Pesantren Qomaruddin dalam sistem pembelajarannya menggunakan sistem tradisional yakni mengkaji kitab-kitab kuning karangan para ulama’, kemudian atas inisiatif K.H. Moh. Sholih Musthofa akhirnya dibuka beberapa pendidikan klasikal/formal mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas yang sudah barang tentu secara bertahap. Selain itu K.H. Moh. Sholih Musthofa juga berndil besar dalam perkembangan sarana prasarana di Pondok Pesantren Qomaruddin.Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana kondisi pondok Pesantren Qomaruddin sebelum K.H. Moh. Sholih Musthofa memimpin 2) Perubahan-perubahan apa saja yang dilakukan oleh K.H. Moh. Sholih Musthofa 3) Bagaimana dampak kepemimpinan K.H. Moh. Sholih Musthofa terhadap pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, K.H. Moh. Sholih Musthofa adalah pengasuh dan pemimpin keenam Pondok Pesantren Qomaruddin. Pondok Pesantren Qomaruddin didirikan oleh Kiai Qomaruddin pada tahun 1775 M. Pada awalnya nama pesantren ini adalah Pondok Pesantren Sampurnan, kemudian pada tahun 1967 atas inisiatif Kiai Hamim Sholih diberi nama Pondok Pesantren Darul Fiqih, akan tetapi pada pertengahan tahun 70-an berganti nama lagi menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin dengan berbagai alasan, salah satunya adalah ingin mendapat berkah dari pendirinya yakni Kiai Qomaruddin. Sosok K.H. Moh. Sholih Musthofa adalah pengasuh yang berandil besar bagi perkembangan Pondok Pesantren Qomaruddin. Pada awalnya Pondok Pesantren Qomaruddin menggunakan model pembelajaran tradisional kemudian seiring berjalannya waktu atas inisiatif K.H. Moh. Sholih Musthofa mulai dibuka pendidikan formal dari tingkat dasar sampai menengah atas, baik yang berafiliasi dengan Departemen Agama maupun Departemen Pendidikan. Perkembangan sarana prasarana pun mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Selain itu K.H. Moh. Sholih Musthofa juga berperan besar bagi keberhasilan santri yang telah lulus dari Pondok Pesantren Qomaruddin. Banyak santri alumni yang menjadi tokoh masyarakat. Disisi lain K.H. Moh. Sholih Musthofa juga berperan besar bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang agama. Warga masyarakat merasa dididik oleh K.H. Moh. Sholih Musthofa.
Kata kunci: Pondok Pesantren Qomaruddin, Peran K.H. Moh. Sholih Musthofa, Perkembangan Pondok Pesantren Qomaruddi
Tafsir Kultural Jawa: Studi Penafsiran Surat Luqman Menurut KH. Bisri Musthofa
Penelitian ini menelaah Penafsiran Surat Luqman menurut Perpektif KH Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz. Pertanyaan penting yang diajukan meliputi Historisitas Surat Luqman, biografi KH Bisri Musthofa, sejarah al-Ibriz, dan bagaimana Kontektualisasi Penafsiran Mauizah dalam Surat Lukman kaitannya dengan Budaya Lokal dalam pandangan KH. Bisri Musthofa. Metode analisis yang digunakan adalah metode konten analisis untuk menjelaskan perspektif KH Bisri Musthofa terhadap konsep Mauizah dalam surat Luqman dan hubungannnya dengan Tafsir Tradisi Kultural Jawa
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI GAYA BELAJAR SISWA DI SMP RAUDLATUL MUSTHOFA REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Gaya Belajar siswa di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Mita Septia Yuhana, NIM 1721143240 Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Dr. H. Zaini, S.Ag, M.Pd.I
Kata Kunci : Guru Pendidikan Agama Islam, Gaya Belajar
Skripsi ini membahas tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi Gaya Belajar Siswa di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan setiap siswa yang menimbulkan karakteristik yang menonjol dari peserta didik di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung terutama dalam bentuk gaya belajar yang mereka terapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru harus mampu menggunakan berbagai strategi yang sesuai dengan gaya belajar siswa.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalahyaitu (1) Bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi gaya belajar siswa tepe auditori di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung?, 2) Bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi gaya belajar siswa tepe visual di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung?, 3) Bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi gaya belajar siswa tepe kinestetik di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung?
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengahadapi gaya belajar siswa tipe auditori di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung. (2) Untuk mengetahui strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengahadapi gaya belajar siswa tipe visual di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung. (3) Untuk mengetahui strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengahadapi gaya belajar siswa tipe kinestetik di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung.
Metode penelitian ini adalah jenis kualitatif deskriptif. Dimana dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menyatakan bahwa: Strategi yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam mengahadapi gaya belajar siswa tipe auditori di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung adalah dengan metode ceramah, metode kelompok, dan memutarkan audio yang sesuai dengan materi. Sedangakan strategi guru Pendidikan agama Islam dalam menghadapai gaya belajar siswa tipe visual di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung adalah dengan menjelaskan dan menulis di papan tulis, menggunakan gambar-gambar. Kemudian strategi yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam mengahadapi gaya belajar siswa tipe kinestetik di SMP Raudlatul Musthofa Rejotangan Tulungagung adalah dengan menerapkan BIM (belajar itu menyenangkan), memberikan game, mengajar diluar kelas
PERAN MAJELIS TA’LIM NURUL MUSTHOFA DALAM MEMBERANTAS PENYAKIT MASYARAKAT DI CILODONG DEPOK
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan peran Majelis Ta’lim Nurul Musthofa dalam Memberantas Penyakit Masyarakat di Cilodong Depok. Sebelum adanya Majelis Ta’lim Nurul Musthofa, penyakit masyarakat yang terjangkit di Cilodong seperti: minum-minuman keras, pencurian, narkoba, dll. Majelis Ta’lim Nurul Musthofa ini berlokasi di Jl. Kp. Sawah No.7, RT.2/RW.1, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Wawancara dilakukan pada 6 April 2022 sampai 28 Mei 2022. Observasi dilakukan di Masjid Nurul Musthofa setiap malam Jum’at dan malam Minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa benar daerah Cilodong sebelum adanya Majelis Nurul Musthofa sangat memprihatinkan dan terjangkit penyakit masyarakat.Kegiatan-kegiatan keagamaan di Majelis Ta’lim Nurul Musthofa sangat berperan dalam memberantas penyakit masyarakat, bahkan hanya dengan kehadiran Majelis tersebut sudah mampu mengurangi nya hingga perlahan menghilang.
*******************************************************
The study was generally intended to describe the role of the Ta 'lim Nurul Musthofa foray against the disease of the people in Cilodong Depok. Before the house of Ta 'lim Nurul Musthofa, infected community diseases in Cilodong such as drinking, theft, drugs, etc. Ta 'lim Nurul Musthofa's assembly is located on the drive. Kampung Sawah Street no.7, RT2/ RW. 1, Ward Jatimulya, District Cilodong, the city of Depok, West Java.
The study uses a qualitative type of descriptive research with a case-study approach. Data sources obtained from interviews, observation, documentation, and questionnaires. The interview took place on April 6, 2022 and 28th of May 2022. Observation was made at the Nurul Musthofa Mosque every Friday night and Sunday night.
Studies have shown that the Cilodong area before the house of Nurul Musthofa was a serious and serious problem for people. The religious activities of the Ta 'limNurul Musthofa council would have played a major role in eradicating society's disease, even only with the presence of the assembly being able to reduce it slowly and disappear
KOMUNIKASI SENI HADRAH MAJELIS AHBAABUL MUSTHOFA PADA SYEKHER MANIA YOGYAKARTA
Seni hadrah Ahbaabul Musthofa merupakan grup yang berpengaruh besar pada perkembangan dunia seni hadrah di Yogyakarta. Pada kegiatan rutinan majelis Ahbaabul Musthofa Yogyakarta, cakupan jamaahnya sangatlah luas, yakni meliputi seluruh daerah di Yogyakarta seperti Sleman, Kulonprogo, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Selain memiliki cakupan jamaah yang luas, Ahbaabul Musthofa memiliki jejak rekam yang cukup bagus bersama Habib Syekh, baik di DIY maupun luar Jawa. Cakupan jamaah yang luas dan track record yang bagus menjadikan kelompok seni hadrah Ahbaabul Musthofa sebagai acuan bagi sebagian besar kelompok seni hadrah di Yogyakarta.
Seni hadrah Ahbaabul Musthofa sebagai suatu media dakwah, memiliki visi yakni “menjadi media dakwah dan syiar Islam lewat bersalawat”. Dengan visi tersebut, artinya ada pesan yang ingin disampaikan melalui seni hadrah. Pesan ini tidak disampaikan secara verbal dan gamblang, akan tetapi melalui simbol yang terdapat padanya. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat kurang memahami
esensi dari penampilan seni hadrah, khususnya Syekher Mania. Syekher Mania merupakan suatu komunitas pecinta salawat yang menjadi jamaah dominan dan selalu aktif meramaikan kegiatan rutinan majelis Ahbaabul Musthofa Yogyakarta. Berdasarkan penelitian, sebagian besar komunitas Syekher Mania Yogyakarta belum memahami simbol-simbol yang terdapat pada penampilan seni hadrah
Ahbaabul Musthofa beserta maknanya. Beranjak dari deskripsi inilah, peneliti tergerak untuk mengkaji tentang apa saja simbol yang terdapat pada seni hadrah Ahbaabul Musthofa dan makna berupa pesan yang ingin disampaikan kepada jamaah khususnya Syeker Mania. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik. Jenis penelitian kualitatif dengan sumber data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan etnografis, yang mana peneliti melakukan
pengkajian pada seni hadrah yang merupakan hasil kebudayaan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni hadrah selain menjadi wadah silaturahmi dan media untuk meningkatkan rasa cinta kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW., ia juga memiliki beberapa makna, yaitu merupakan suatu
bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT. melalui ibadah yang asyik, penghormatan terhadap hadirnya Nabi Muhammad SAW., simbolisasi suasana kegembiraan, ketenangan jiwa, keimanan, kesederhanaan, keikhlasan, kebulatan tekad dalam bertakwa kepada Allah SWT., dan toleransi keberagaman, yang semua pesan tersebut dapat dijadikan sebagai pijakan dalam menjalani kehidupan
jamaah, khususnya Syekher Mania. xi
- …
