1,726,336 research outputs found

    SEJARAH DAN STRATEGI DAKWAH IKHWANUL MUSLIMIN (The History and Strategy Da’wah of Ikhwanul Muslimin)

    No full text
    Ikhwanul muslimin termasuk organisasi Islam yang cukup berpengaruh di dunia Islam. Organisasi ini menginspirasi dan mempengaruhi berbagai gerakan Islam di banyak negara termasuk Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sejarah dan strategi dakwah yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin. Metode penelitian menggunakan library research melalui buku-buku Ikhwanul Muslimin sebagai sumber data primer, sumber data sekunder dari buku-buku pendukung atau tulisan lain yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Penelitian ini menemukan bahwa dakwah Ikhwanul Muslimin terbagi menjadi empat fase. Fase  perintisan (1928-1932) yang ditandai pendirian madrasah, sekolah ma’had, penerbitan majalah serta panti asuhan. Fase pembinaan dan pengembangan (1932-1939) dengan melalui dakwah berupa kajiankajian di masjid dan menerbitkan surat kabar. Fase pembinaan dan perjuangan (19391952) dengan menerbitkan majalah al-Ikhwan al-Muslimin, membuat sistem usrah dan nizham khos. Fase revolusi (1952-1954) dimana dakwahnya ditandai pendirian sekolah Jumat dan  berkembangnya aktifitas Jawwalah.Ikhwanul Muslimin is one of the Islamic organizations that influenced on the Islamic world. This organization had inspired and affected various Islamic movements in many countries including Indonesia. This research aims to understand the history and strategy of dakwah conducted by Ikhwanul Muslimin. This study utilizes a library research by searching data from books about Ikhwanul Muslimin as the primary source, and other related books and articles as the secondary sources. Findings of this research show that the dakwah of Ikhwanul Muslimin are divided into four steps as follows; firstly, the pioneering phase (1928-1932) is marked with the building of madrasah, ma’had school, publishing magazine, and building an orphanage. Secondly, training and development stage (1932-1939), it is done by dakwah and studies at mosques and publishing newspaper. Thirdly, the phase of development and struggling (1939-1952); in this period they published al-Ikhwan magazine, creating an usrah and nizham khos system. Fourthly, revolution phase (1952-1954); it is marked with the building of Friday school and the development of Jawwalah activities

    Sekolah Pintar Berbasis Teknologi Informasi pada Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center Samarinda

    Full text link
    Sekolah pintar merupakan inovasi institusi pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi Informasi dalam upaya menghadapi tantangan era digital. Kegiatan pembelajaran berbasis teknologi informasi pada Madrasah Aliyah Muslimin Indonesia Center(MIC) Samarinda bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman kepada siswa tentang pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi transformasi perkembangan proses pembelajaran saat ini. Memberikan pemahaman kepada guru dalam menggunakan berbagai platform seperti penggunaan media komputer, perangkat mobile, perangkat lunak, dan aplikasi pendukung kegiatan pembelajaran berbasis teknologi informasi. Siswa dan guru dapat menambah keterampilan teknis seperti penggunaan internet sehat, pengolahan data, etika penggunaan teknologi, keamanan informasi dan media pendukung pembelajaran lainnya. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru maupun siswa adalah kurangnya pemahaman dalam menggunakan media dan platform yang mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi informasi pada Madrasah Aliyah Muslimin Islamic Center(MIC) Samarinda. Dalam menghadapi permasalahan tersebut kami akan melakukan kegiatan workshop dalam bentuk pelatihan kepada guru dan siswa dalam upaya mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi informasi dengan kurikulum sekolah, serta pendekatan yang  seimbang antara penggunaan teknologi informasi dan metode pembelajaran secara tradisional

    Sejarah dan strategi dakwah ikhwanul muslimin

    No full text
    Ikhwanul muslimin termasuk organisasi islam yang cukup berpengaruh di dunia islam. Organisasi ini menginspirasi dan mempengaruhi berbagai geraka islam di banyak negara termasuk Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui sejarah dan strategi dakwah yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin. Metode penelitian menggunakan library research melalui buku-buku Ikhwanul Muslimin sebagai sumber data primer, sumber data sekunder dari buku-buku pendukung atau tulisan lain yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Penelitian ini menemukan bahwa dakwah ikhwanul muslilmin terbagi menjadi 4 fase, yaitu fase perintisan, fase pembinaan dan pengembangan, fase pembinaan dan perjuangan dan fase revolusi

    KAMPANYE KHILAFATUL MUSLIMIN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH

    Full text link
    The aim of this research is to analyze the Khilafatul Muslimin campaign from the perspective of Siyasah Dusturiyah. The problem is the emergence of the Khilafatul Muslimin organization's campaign which is contrary to the Pancasila ideology. This type of research is Library Research using a normative juridical approach. The data sources used in this research are secondary data sources, namely data such as books related to the research subject, research reports, papers, dissertations, and statutory regulations. Data processing and analysis techniques are: data display, editing, finding, data analysis and conclusion. Data analysis is by carrying out analysis both in terms of content, legality, whether carried out textually or conceptually based on literature studies and the study of statutory regulations by studying every norm that exists in the view of Islamic Constitutional Law (Siyasah Syar'iyyah) . The results of this research show: The campaign carried out by Khilafatul Muslimin is a form of movement in declaring an Islamic state so that Khilafatul Muslimin is subject to sanctions for disbanding mass organizations. The pattern of spreading the ideology of the caliphate carried out by the Khilafatul Muslimin was spread in various ways, including da'wah. The spread of ideologies that are at odds with Pancasila is also carried out through open campaigns, such as convoys, monthly recitations and the Internet.Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kampanye Khilafatul Muslimin dalam perspektif Siyasah Dusturiyah. Adapun masalahnya adalah munculnya kampanye organisasi Khilafatul Muslimin yang berlawanan dengan ideologi Pancasila. Jenis penelitian ini adalah Pustaka (Library Research) dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder yakni data seperti buku-buku yang berkaitan dengan subjek penelitian, laporan hasil penelitian, makalah, disertasi, serta peraturan perundang-undangan. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu: display data (penyajian data), editing, finding, analisis data dan conclusion (kesimpulan). Analisis data yaitu dengan melakukan analisa baik dari segi isi, legalitas baik yang dilakukan secara tekstual ataupun konseptual dengan berdasar kepada studi kajian pustaka serta studi peraturan perundang-undangan dengan mempelajari setiap norma yang ada dalam dalam pandangan Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar’iyyah). Hasil penelitian ini menunjukkan: Kampanye yang dilakukan Khilafatul Muslimin adalah sebuah bentuk gerakan dalam pendeklarasian negara Islam sehingga Khilafatul Muslimin dikenakan sangsi pembubaran ormas. Pola penyebaran ideologi khilafah yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin itu disebarkan dengan berbagai macam cara, antara lain dakwah. Penyebaran ideologi yang berselisih dengan pancasila tersebut juga dilakukan melalui kampanye terbuka, salah satunya seperti konvoi, pengajian setiap bulanan, dan Internet. &nbsp

    Learning from Weaving for Digital Fabrication in Architecture

    No full text
    This project restructures weaving performance in architecture by analyzing the tacit knowledge of traditional weavers through perceptual study and converting it into an explicit rule in computational design. Three implementations with different materials show the advantages of using computational weaving that combines traditional principles with today's digital (CAD/CAM) tools to develop affordable fabrication techniques

    Muslimin kuasai Alumni UUM

    Full text link
    Muslimin Wallang menampilkan aksi terbaiknya bagi merangkul Piala Pusingan pada Kejohanan Golf Alumni Universiti Utara Malaysia (UUM) 2010 yang dilangsungkan di Darulaman Golf dan Country Club, Jitra, Kedah

    BAITUL MUSLIMIN INDONESIA DALAM PDI-PERJUANGAN : PERAN BAITUL MUSLIMIN INDONESIA DALAM MENDUKUNG PDIPERJUANGAN UNTUK MEMPEROLEH DUKUNGAN MASYARAKAT SANTRI GRESIK

    Full text link
    Studi ini bermaksud membahas organisasi Islam Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) yang merupakan sayap Partai PDI-Perjuangan untuk mengetahui peranan Baitul Muslimin Indonesia dalam mendukung PDI-Perjuangan dalam memperoleh dukungan dari masyarakat santri di Gresik. Misi dari Baitul Muslimin Indonesia adalah salah satunya memperluas basis dan jaringan pemilih untuk memenangkan Pemilihan Umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, deskriptif. Dalam studi ini penulis mewawancarai ketua Baitul Muslimin Indonesia cabang Gresik, ketua DPC PDI-Perjuangan Grsik dan masyarakat Gresik. Baitul Muslimin Indonesia cabang Gresik memilki strategi dalam memperoleh suara dari masyarakat santri yaitu dengan pendekatan secara agamis seperti mengadakan pertemuan dengan mengundang anak pesantren, mengadakan pengajian, dan untuk memperbaiki citra PDI-Perjuangan yang dianggap partai sekuler dan abangan anggota

    Kampanye Khilafatul Muslimin dalam Perspektif Siyasah Dusturiyah

    Full text link
    Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye yang dilakukan Khilafatul Muslimin adalah sebuah bentuk gerakan dalam pendeklarasian negara Islam sehingga Khilafatul Muslimin dikenakan sangsi pembubaran ormas yang didasari oleh Peraturan Pemerintah Pasal 59 ayat (4) dan pasal 82 ayat (2) UU no. 16 tahun 2017 tentang ormas serta pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) tentang peraturan hukum pidana dalam penolakan ideologi pancasila. Khilafatul Muslimin dalam meyebarkan ideologi khilafah memiliki berbagai macam cara. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Polisi R Ahmad Nurwakhid mengungkapkan “pola penyebaran ideologi khilafah yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin itu disebarkan dengan berbagai macam cara, antara lain dakwah. Dan dia juga mengatakan bahwa penyebaran ideologi yang berselisih dengan pancasila tersebut juga dilakukan melalui kampanye terbuka, salah satunya seperti Konvoi, pengajian setiap bulanan, dan Internet

    Konsep Negara Menurut Ihkwanul Muslimin

    Full text link
    Tulisan ini ingin mengungkapkan konsep bernegara menurut sebuah kelompok yang berdiri di Mesir yang bernama ikhwanul muslimin. Kelompok ini bermula bertujuan  untuk mendidik rakyat, meningkatkan standard hidup mereka, dan menyebarkan pesan “pranata Islam (al nizham al-Islami)”. Gerakan yang didirikan oleh Hasan al banna ini  menegaskan kembali visi Islam yang komprehensif, yang meliputi kehidupan politik, sosial, dan ekonomi: “Islam adalan iman dan ritual, negara (wathan) dan kebangsaan, agama dan negara, spiritualitas dan amal, Alquran dan pedang”. Pada saat yang sama, mereka mengungkapkan kembali, sebagai cita-cita mereka, institusi Kekhalifahan selaku kepala seluruh umat Islam didunia. Sebelum cita-cita itu tercapai, mereka cukup puas dengan pandangan modernis tentang demokrasi kontitusional bagi negara-negara Islam yang berlainan Al-Banna memandang patriotisme (membela tanah air) sebagai kewajiban suci, dan menetapkan Mesir sebagai negara pillihan mereka untuk mewujudkan cita-cita itu. Namun kemudian kelompok ini tidak puas hanya dengan gerakan social tetapi ia merambah ke gerakan politik, maka mulailah mereka menguasai beberapa jabatan-jabatan penting di Mesir dan akhirnya terjadilah insiden berdarah yaitu Pada bulan Desember 1948, diantaranya pembunuhan atas kepala kepolisian Kairo, pemerintah Mesir di bawah raja Faruk akhirnya memutuskan melarang kegiatan al-Ikhwan al- Muslimin dan menangkap tokoh-tokoh utama organisasi itu selain Hasan al-Banna.hal itu sebagai reaksi terhadap terjadinya serentetan insiden berdarah. Konsep negara menurut ikhawanul muslimin sebagaiman yang diungkpakan oleh salah seorang tokoh ikhwanul muslimin Sayid Qutub dalam bukunya Al- Adalah al-Itjima’iyah fi al-Islam adalah sebagai berikut pertama: Pemerintah Supra Nasional kedua: Persamaan Hak Antara Para Pemeluk Berbagai Agama ketiga: negara harus berdasar tiga asas, yakni keadilan penguasa, ketaatan eakyat dan permusyawaratan antara pengusaha dan rakyat.selain itu menurutnya bahwa pemerintah atau negara harus melaksanakan syariat Islam secara keseluruhanKata kunci: ikhwanul muslimin, konsep, negara, pemikira
    corecore