1,722,582 research outputs found

    Ibu Kartini 100 Tahun

    No full text

    PENDIDIKAN AKHLAK MUSLIMAT MELALUI SYA’IR : ANALISIS GENDER ATAS AJARAN SYI’IR MUSLIMAT KARYA NYAI WANIFAH KUDUS

    Full text link
    This study focused on three things: (1) What is the characteristics of the scope of contents of Syi’ir Muslimat?, (2) What is the socio-cultural conditions at the time the manuscript was written by the author?, (3) What are the moral education values for Muslim women in the content of Syi’ir Muslimat in the perspective of gender?. This research uses a philological approach with enhanced use of gender analysis. The result of this study are: Firstly, Syi’ir Muslimat is written by Nyai Wanifah, a woman who lived during the Dutch colonial era in Islamic boarding schools (pesantren) tradition in Kudus, Central Java. Secondly, some of the moral education values in Syi’ir Muslimat among others: (1) The importance of moral education, (2) The danger of stupid women; (3) The importance of learning for women at early age, (4) Ethics decorated themselves; (5) The danger of materialism, (6) The ethics of relation the family; (7) From the house to reach heaven; (8) Beware the devil trickery; (9) Avoid adultery; (10) the important of closing aurot; (11) devoted to parents. Third, although there are some compounds that gender bias in Syi’ir Muslimat for example: (a) There is an explanation that shows that women lower than men in degree, (2) The claim that women are talkative than men, (3) Women only fit in the domestic sphere; however in general the advices in syi’ir is still very relafen in the present context, particularly to give alternative solution in responding the nation moral crisis especially in women young generation

    MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA DI INDONESIA (1946-1955)

    Full text link
    NU yang dikenal sebagai organisasi sosial keagamaan yang bersifat tradisional, pada masa awal kelahirannya hanya beranggotakan kaum laki-laki. Pada perkembangannya, tepatnya 20 tahun setelah didirikan tahun 1946, NU memiliki bagian perempuan yang saat ini dikenal dengan nama Muslimat NU. Muslimat NU sebagai organisasi perempuan NU yang pertama merupakan bentuk kebangkitan perempuan NU saat itu, meskipun berada di bawah tradisi NU dengan budaya patriarkinya, para perempuan bangkit dan mengeluarkan gagasan mengenai perlunya perempuan berorganisasi. Kajian ini difokuskan pada proses historis lahirnya Muslimat NU dan pergerakan Muslimat NU pada rentang waktu 1946-1955 M.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi dalam upaya memahami persoalan secara lebih objektif. Penulis berupaya mengungkapkan proses lahirnya Muslimat NU berdasarkan situasi sosial yang terjadi, mengungkap pergerakan Muslimat NU setelah berdirinya, dan juga menjelaskan keikutsertaan Muslimat NU dalam pemilu pertama pada tahun 1955. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode histori yang meliputi empat tahap yaitu: pengumpulan sumber (heuristik), pengujian sumber (Verifikasi), analisis (interpretasi), dan penulisan (historiografi).Penelitian ini menyimpulkan bahwa lahirnya Muslimat NU, saat itu bernama Nahdlatoel Oelama Moeslimat (NOM) yang merupakan sebuah kebangkitan perempuan NU, yang dilatarbelakangi oleh situasi sosial saat itu. Pernyataan ini didasarkan pada kegigihan para perempuan NU yang memerlukan waktu cukup lama dalam upaya membentuk wadah bagi mereka. Upaya untuk membentuk wadah bagi perempuan NU telah ditandai dengan hadirnya Ny. Djunaisih dan Ny. Siti Syarah yang merintis berdirinya Muslimat NU dengan mengeluarkan gagasannya di forum resmi NU, yakni pada acara Muktamar NU ke-13 di Menes. Peranan Muslimat semakin maju, pada Muktamar NU tahun 1950, sudah terdapat siding kombinasi yang melibatkan Syriyah, Tanfidziyah dan Muslimat selain menyelenggarakan siding-sidang sendiri. Salah satu kegiatan Muslimat NU adalah bidang pendidikan. Ini merupakan lahan yang sejak pertama kali Muslimat didirikan mendapat perhatian penting karena pembangunan material tidak akan sukses jika tidak diiringi pembangunan spiritual. Muslimat NU mengintensifkan pendidikan bagi kaum perempuan sehingga dapat memperkuat dan membantu pekerjaan NU dalam menegakkan dan melestarikan ajaran Islam. Muslimat ikut dalam membantu mensukseskan Paartai NU dalam pemilu tahun 1955. Muslimat bertugas dibagian kewanitaan NU dengan melakukan konsolidasi ke seluruh Indonesia. Melalui da’wa Islam kemudian didalamnya disisipkan kalimat yang isinya mendukung suara NU dalam pemilu tahun 1955. Kata kunci : Perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat N

    50 Nasehat untuk Muslimat

    No full text
    Buku yang diperuntukan untuk para muslimat, agar dibimbing menjadi lebih baik dari nasehat yang tercantum di dalam buku ini.58 hlm.; ilu

    PARTISIPASI POLITIK MUSLIMAT NU DALAM PEMILU TAHUN 1955 DAN 1971

    Full text link
    Lahirnya Muslimat NU merupakan salah satu bentuk konkrit tumbuhnya kesadaran gerakan perempuan dan reformasi di tubuh NU meskipun menuai konflik di tubuh internal NU serta para kyai. Sebagai organisasi perempuan yang beranggotakan kaum ibu, Muslimat NU telah mengalami modernisasi pemikiran dimana tidak lagi berpandangan bahwa wujud emansipasi adalah persamaan hak dan kewajiban saja melainkan peranan perempuan harus di berikan tingkatan lebih lanjut dan ruang gerak yang cukup untuk mengakomodir perempuan Islam Ahlussunnah Waljamaah. Sehingga Muslimat NU turut serta dalam gelanggang Pemilu tahun 1955 dan 1971 untuk menguatkan nota politik NU dan berusaha untuk memilih dan dipilih oleh masyarakat sebagai anggota DPR dan KONSTITUANTE. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu pada tahun 1955 dan 1971; (2) Bagaimana pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan kader Muslimat NU dalam memperebutkan kursi partai. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Heuristik (pengumpulan sumber) didapatkan peneliti di Perpustakaan Nasional RI, ANRI, Perpustakaan PBNU. Sumber berupa hasil wawancara dilakukan kepada Narasumber yang berkaitan dengan partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kritik sumber dilakukan peneliti agar sumber yang didapatkan oleh peneliti dapat dijadikan sebagai sumber interpretasi data. Interpretasi data yang dilakukan berupa analisis sumber yang dikaitkan dengan kondisi pada saat itu, agar penulisan sejarah dapat dilaksanakan dengan baik. Historiografi merupakan metode akhir dalam penelitian, yakni dengan menuliskan hasil dari penelitian dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini adalah tentang bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi politik Muslimat NU dalam Pemilu tahun 1955 dan 1971 serta pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan Muslimat NU dalam memperebutkan kusi partai. Peneliti juga menjabarkan bagaimana faktor-faktor yang mendorong partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Muslimat N

    Muslimat NU: Sejarah Dan Respon Terhadap Program Keluarga Berencana (Studi kasus: Muslimat NU Jakarta Selatan Periode 2010-2015)

    No full text
    Skripsi ini membahas sejarah dan respon Muslimat NU terhadap kebijakan pemerintah tentang program Keluarga Berencana. Tujuan penulisan skripsi ini untuk mengetahui respon Muslimat NU terhadap kebijakan pemerintah tentang program Keluarga Berencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan ii melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara dengan beberapa narasumber di antaranya dengan para pengurus Muslimat NU Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah DKI Jakarta, Pimpinan Cabang Jakarta Selatan Periode 2010-2015 dan bagian Analisis Hubungan dengan Lembaga Non Pemerintah yaitu pihak Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah DKI Jakarta serta menyebarkan kuesioner kepada dua puluh pengurus Muslimat NU dan masyarakat Jakarta Selatan di beberapa kecamatan. Temuan dari penelitian ini adanya perbedaan pendapat antara masyarakat dengan Muslimat NU mengenai kebijakan pemerintah tentang program Keluarga Berencana (KB). Ada sebagian masyarakat yang tidak ber-KB. Sedangkan, Muslimat NU menunjukkan respon positif dengan mendukung dan ikut serta dalam mensukseskan program Keluarga Berencana. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menyebutkan, bahwa pemerintah melalui lembaga BKKBN menjalin kerjasama dengan Muslimat NU untuk mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) dengan tujuan mensejahterakan rakyat terutama kaum perempuan, dengan cara menjaga jarak kelahiran bukan membatasi kelahiran. Demikian dapat disimpulkan bahwa program tersebut menuai reaksi yang cukup baik di kalangan masyarakat. Meskipun adanya perbedaan pendapat dari sebagian orang akan tetapi, banyak juga masyarakat yang mengikuti program KB dengan berbagai alasan yang menyangkut masalah kependudukan seperti ketidakstabilan ekonomi, tingkat kemiskinan serta kesehatan dalam hal reproduksi bagi kaum perempuan dan ibu

    POLITIK REPRESENTASI MUSLIMAT DALAM PIKADA SERENTAK KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2020

    Full text link
    Penelitian ini berisi tentang politik representasi Muslimat NU dengan cara melibatkan diri dalam berbagai lini dan peranan pada momentum Pilkada 2020 di Ponorogo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk perjuangan Muslimat atas keterwakilan politik mereka serta mengetahui kemampuan kontrol politik Muslimat terhadap penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan model Miles and Huberman yakni reduction, data display, dan data conclusion. Hasil dari penelitian terkait politik representasi menjelaskan adanya keterlibatan Muslimat dengan pasangan calon, serta lembaga penyelenggara dalam Pilkada Serentak Kabupaten Ponorogo Tahun 2020. Bentuk keterwakilan politik muslimat dalam Pilkada serentak tahun 2020 dapat dilihat dengan 2 indikator yaitu interaksi dan komunikasi politik serta keterlibatan Muslimat dalam Pilkada Serentak 2020. Hal ini terbukti adanya bentuk interaksi dan komunikasi anggota Muslimat yang berpartisipasi menyelenggarakan program-program yang dilakukan bersama pasangan calon bupati dan lembaga pengawas. Seperti, memberi ruang kepada anggota Muslimat untuk terlibat menjadi tim sukses/tim pemenangan pasangan calon, saksi, petugas KPPS, serta pengawas dalam proses Pilkada. Muslimat juga ikut serta mengontrol jalannya Pilkada mulai dari awal hingga akhir (penetapan pemenang). Dengan cara mencari informasi melalui media digital maupun para anggotanya yang berperan menjadi tim sukses, petugas KPPS, pengawas, dan saksi

    Kiprah Muslimat NU Dalam Pemilu Tahun 1955

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai kiprah perjalanan politik MuslimatNU yang di awali dengan terbentuknya organisasi Muslimat NU dari tahun1938 sampai terjun ke ranah politik sebagai roda penggerak dari organisasiNahdhatul Ulama. Perjalanan politik yang diambil ialah pada peristiwaPemilihan Umum pertama di Indonesia yakni pada tahun 1955.Metode yang digunakan pada penelitian ini ia;ah metode Sejarahdengan menggunakan teori Peranan Sosial Adapun pendekatan yangdigunakan ialah pendekatan Ilmu Politik. Penelitian ini banyak menggunakansumber data primer dan sekunder, di antara sumber primer yang penulisgunakan banyak mengambil dari sumber arsip, dokumen, dan koran,diantaranya adalah laporan dokumentasi kegiatan muslimat selama masakampanye, hasil pemilu tahun 1955 yang bersumber dari KPU, dan buktidokumentasi terselenggaranya pemilu serta hasil rapat mengenai calonanggota dewan konstituante.Penulis menemukan bahwa pada perkembangan dinamika politikMuslimat NU untuk yang pertama kalinya dapat dikatakan berhasil,dikarenakan Muslimat NU yang notabenenya organisasi baru, dapatmengumpulkan banyak suara perempuan dan pencapaiannya yaitu NahdhatulUlama berhasil mendapatkan suara terbanyak pada posisi ketiga setelah PNIdan Masyumi.Pada penelitian ini juga penulis banyak membahas mengenaiperempuan karena tujuan Muslimat NU mengumpulkan suara perempuan diPemilu tahun 1955 yakni membuka wadah untuk perempuan seluas-luasnyauntuk mencapai tujuan bersama. Dimulai dari terbentuknya organisasiperempuan pertama yakni Poetri Mardika hingga terbentuknya kongresperempuan pertama yang dinamakan Kowani, kini Muslimat NU inginmeneruskan dan memperjuangkan hak perempuan, contohnya seperti UUperkawinan

    PERAN MUSLIMAT NU DESA TUWEL DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

    Full text link
    As the under bow of one of the biggest socio-religious organizations in Indonesia, Muslimat NU has a great potential to empower women, specifically a village society since NU has a stronger base in villages. Unfortunately, the fact is Muslimat NU empowerment is still in religious literacy level, which is recitation. However, the women empowerment by Muslimat NU in Tuwel Village indicates a different fact. Besides, the strengthening of religious literacy through recitation. Muslimat NU of Tuwel village also has a number of empowerment activities aim at strengthening the economy and environment, such as goods credits, kube, and Rubbish bank. This research aims to analyze women empowerment process in Tuwel Village, Tegal Regency, towards a transformative empowerment, including the implications of women empowerment by Muslimat NU of Tuwel Village in various aspects, that are economic, social and politics. The researcher used qualitative method by using observation and in-depth interview as data collection technique. To make the research easier, the researcher initially followed some activities of Muslimat NU of Tuwel Village to find out the activities of Muslimat NU Tuwel Village as well as the participants enthusiasm in joining activities organized by Muslimah NU of Tuwel Village, then the researcher conducted interview with Muslimat NU of Tuwel Village low committee (Pengurus Ranting), continued by the researcher proposed a recommendation for Muslimat NU members who became research informant. Result of the study indicates that Muslimat NU of Tuwel Village empowerment relies on the board of low section (anak ranting) or people call by jamiyah or majelis ta’lim. Muslimat NU of Tuwel Village is recognized as active since long time ago, through Recitation activity and a series of social activities, but non-religious activities are pioneered around the last 7 years from 2011. Muslimat NU of Tuwel Village is supported by many resources, ranging from internalization of high religious value, economic ability, and cooperation relationship with other agencies that has been running well. For the sense of agency associated with power relation, it has started from some members, especially those who are actively involved in the board of management. The empowerment impact is still largely at the level of gender practical needs fulfillment. From result of the study it can be concluded that Muslimat NU of Tuwel Village empowerment is limited on empowerment to fulfill gender practical needs, yet this empowerment began to lead to the strategic empowerment, in which women's participation in the establishment is started be involved, beside, male awareness in mainstreaming gender starts to increase

    Aktivitas Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung tahun 2015-2020

    Full text link
    Muslimat Nahdlatul Ulama adalah sebuah organisasi perempuan sosial keagamaan yang terbentuk karena keterbelakangan kondisi pendidikan kaum perempuan pada zaman kolonial Belanda sehingga para kaum perempuan Nahdlatul Ulama tergugah untuk membentuk wadah yang ditujukan untuk kaum perempuan Muslim di Indonesia. Dalam perkembangannya, Muslimat Nahdlatul Ulama telah menjadi organisasi perempuan yang menjadi sebuah wadah bagi kaum perempuan Kota Bandung, melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam berbagai bidang diantaranya bidang keagamaan, sosial dan pendidikan yag tentunya memberikan pengaruh besar bagi kaum perempuan di Kota Bandung. Penelitian yang berjudul “Aktivitas Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung Tahun 2015-2020” ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, bagaimana perkembangan Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung tahun 2015-2020. Kedua, bagaimana aktivitas Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung tahun 2015-2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Muslimat Nahdlatul Ulama dan aktivitas-aktivitas Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung tahun 2015-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian tentang aktivitas Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Bandung pada tahun 2015-2020 dapat disimpulkan bahwa aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Bandung sejak 2015-2020 mengalami perkembangan secara siginifikan dengan terus bertambah dan berkembangnya aktivitas dalam berbagai bidang diantaranya: bidang keagamaan seperti Safari Majelis Ta’lim Keliling, bidang sosial seperti Bina Balita dan bidang pendidikan seperti pelatihan mubalighoh, pelatihan menjahit hingga pelelatihan pembuatan kue kering. Meski pada awal tahun 2020 dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang pastinya memberikan efek perubahan terhadap pelaksanaan teknis dari aktivitas yang ada, namun Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Bandung terus berupaya agar aktivitas-akivitas tersebut terus berjalan meski dengan beberapa perubahan secara teknis
    corecore