60 research outputs found
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN “GenDerAng” UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PEREMPUAN PADA PELAJARAN FISIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pembelajaran “GenDerAng” yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman konsep siswa perempuan pada pelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D), dengan tahapan penelitian, yaitu; Studi Pendahuluan; Perencanaan; Pengembangan; Implementasi; dan Pelaporan. Pada tahap studi pendahuluan dilakukan studi pustaka terhadap hasil riset dan kurikulum SMA terkait kesenjangan gender, analisis kondisi tingkat kontribusi kaum perempuan pada bidang fisika dan pengamatan terhadap minat belajar siswa perempuan pada pelajaran fisika. Tahap perencanaan melakukan identifikasi terhadap minat dan pemahaman siswa perempuan pada pelajaran fisika, pemilihan konsep-konsep yang dianggap kompleks dan sering menjadi faktor terjadinya kesenjangan gender pada fisika, melakukan analisis kebutuhan terhadap kondisi kesenjangan gender, dilanjutkan dengan merancang program pembelajaran dan perangkat pendukungnya, yakni; Silabus, Lembar Keja Siswa, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, dan alat Evaluasi. Pada tahap pengembangan dilakukan validasi program berupa penilaian ahli (expert appraisal) terhadap perangkat pembelajaran dan uji coba terbatas serta uji coba lebih luas pada kelas tertentu yang digunakan untuk memperbaiki rancangan program. Tahap Implementasi adalah uji program pembelajaran menggunakan Randomized pretest-posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas 12 IPA pada SMA Negeri di Kota Depok Jawa-Barat. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen sebanyak 41 siswa (23 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki), dan kelas kontrol sebanyak 41 siswa (21 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki). Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, rubrik, lembar observasi, dan angket. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian adalah program pembelajaran “GenDerAng” kepanjangan dari Generating, Deriving, dan Accomplishing, dan menjadi fase pembelajaran. “GenDerAng” juga mengandung kata Gender (sebagai karakter perempuan), serta memiliki arti dalam kata Bahasa Indonesia adalah alat musik tabuh yang mampu memberikan dorongan semangat. Fase program pembelajaran “GenDerAng”, adalah: 1) Generating apersepsi dan orientasi terhadap kondisi awal siswa terutama pada kesenjangan gender dan stimulus melalui contoh aplikasi fisika dalam kehidupan sehari-hari dan rencana bidang karir dengan latar belakang fisika, 2) “Deriving” aktivitas inti pembelajaran inkuiri terbimbing metode eksperimen dan diskusi dimana guru sebagai fasilitator dengan panduan LKS serta pemanfaatan program simulasi sebagai media, 3) “Accomplishing” refleksi dan evaluasi hasil pembelajaran dengan test individual. Program pembelajaran “GenDerAng” dapat meningkatkan minat siswa perempuan pada pelajaran fisika yang ditunjukkan dengan sikap belajar dan dapat meningkatkan pemahaman konsep pada konsep-konsep yang dianggap kompleks dengan N-gain 57%.
The aim of this research is to develop a learning program "GenDerAng" that can increase female student of interest and understanding the concept in physics. The method used is the research and development (R & D), with the stages of research, namely; Preliminary studies; Planning; Development; Implementation; and Reporting. At the stage of preliminary studies conducted literature on research results and high school curriculum related gender gap, analyzes the condition level of female's contribution in physics and observations on female student’s interest in physics lesson. Planning stage identification of interest and understanding female students in physics, the selection of concepts that are considered complex and often become a factor in the gender gap of physics, conduct a needs analysis the condition of the gender gap, followed by design learning programs and peripheral devices, namely; Syllabus, Work Sheet Students, Media’s learning, Instructional Materials, and evaluation tools. In the validation stage of the development is done in the form of an expert assessment program (expert appraisal) of the learning device and limited testing and trials was larger in certain classes that are used to improve the design of program. The implementation stage is to test the learning program using a randomized pretest-posttest control group design. The study population consisted of grade 12 science students at high schools in Depok-West Java. Samples were selected by purposive sampling technique, consists of two classes, namely the experimental class were 41 students (23 girls and 18 boys), and control classes were 41 students (21 girls and 20 boys). Instrument of data collection in this study were a test, rubric, observation sheets and questionnaires. Data were analyzed by descriptive and inferential analysis. The results showed that the learning program "GenDerAng" stands for Generating, Deriving, and accomplishing, and become learning stage."GenDerAng" also contains the word gender (as a female character), as well as having meaning in Indonesian word is a percussion musical instrument that can provide encouragement. Stage of the learning program "GenDerAng", are: 1) Generating apperception and orientation of the initial conditions, particularly at the gender gap and stimulus through example applications of physics in daily activity and career plans with a background of physics, 2) "Deriving" core activity guided inquiry learning and discussion of the experimental method in which the teacher as a facilitator to guide the use of worksheets and simulation programs as the media, 3) "accomplishing" reflection and evaluation of learning outcomes at the individual test. Learning program "GenDerAng" can increase female students' interest in physics lesson and can increase female students understanding concept in physics with N-gain 57%
“GenDerAng†SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA PEREMPUAN
Dilakukan penelitian terhadap pengembangan model pembelajaran fisika pada aktivitas belajar siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), untuk meningkatkan minat belajar kelompok siswa perempuan pada pelajaran fisika yang mengalami kesenjangan pada pelajaran ini. Penelitian dilaksanakan di SMA Avicenna Cinere, melalui implementasi “GenDerAng†sebagai model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa perempuan pada pelajaran fisika, tahapan-tahapanya, yaitu: Generate membangkitkan minat dan motivasi belajar melalui pemberian informasi lengkap tentang manfaat fisika dalam kehidupan nyata serta tokoh-tokoh sukses kaum perempuan dalam bidang fisika, Derivate adalah proses pembelajaran yang lebih mengedepankan contoh-contoh aktivitas sehari-hari kaum perempuan dikaitkan dengan konsep fisika, dan Accomplishing adalah bentuk evaluasi dan refleksi untuk melihat hasil dan menjadi umpan balik sehingga proses perbaikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dapat dicapai. Penelitian menggunakan metode observasi dengan mamanfaatkan statistic descriptive
Learning program development "findboiliq" (physics industry boiler base inquiry) to increase learning achievement by reduce impact of physics abstraction on high school students
Program pembelajaran "FindBoiliQ" adalah program pembelajaran fisika SMA yang memanfaatkan industri boiler (mesin uap) sebagai objek pembelajaran berbasis inkuiri sebagai metode pembelajaran. Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah pengembangan penelitian (Research and Development, disingkat R & D) di bidang pendidikan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan program pembelajaran "FindBoiliQ" adalah kependekan dari Fisika, Industrial-Boiler dan InQuiry, juga merupakan kombinasi dari kata-kata "Find, Boil, dan iQ" Makna yang terkandung dalam 3 kata fisika sebagai SMA. mata pelajaran, industri boiler adalah objek pembelajaran, dan Inquiry adalah metode pembelajaran, ketiganya memiliki peran dan fungsi yang berbeda untuk membentuk program pembelajaran fisika yang dapat meningkatkan prestasi siswa. "FindBoiliQ" memiliki karakteristik berdasarkan padanan kata di atas, yaitu; memilih konsep-konsep fisika yang dianggap kompleks diberikan rangsangan dalam bentuk kunjungan kegiatan ke objek pembelajaran untuk mengamati implementasi konsep-konsep fisika di dunia nyata sehingga siswa memiliki respon berupa peningkatan keingintahuan mereka pada konsep yang dianggap kompleks. Rasa ingin tahu yang kuat dari siswa semakin ditingkatkan oleh Multimedia interaktif (MMI) pembelajaran yang mampu membayangkan konsep abstrak menjadi sesuatu yang lebih nyata. Hasil implementasi "FindBoliQ" pada siswa kelas eksperimen mampu meningkatkan pemahaman konsep lebih baik daripada pemahaman siswa tentang konsep kelas kontrol dengan pembelajaran reguler pada konsep yang sama
The Agricultural Act of 2014: conservation easement programs, the Agricultural Conservation Easement Program (ACEP)
June 2014.The ACEP is a new program for 2014 that serves as a consolidation of the all previous major easement programs. Despite the amount of change the new Farm Bill brings to conservation easement programs, there should be minimal disturbance to participants of GRP, WRP and FPP. All land and funding previously allocated to the now retired programs is automatically transferred to the ACEP and all easements from the previous programs will be maintained. Despite this, total funding for ACEP is less than the sum of its predecessors (USDA ERS 2014; USDA OBPA 2014). The main purpose of the Agricultural Conservation Easement Program is to provide easements for the long-term restoration and protection of environmentally sensitive lands from being developed or converted to non-agricultural uses (USDA ERS 2014). The program focuses on conserving agricultural land as well as wetlands and their related benefits. These two functions are evaluated separately, maintaining some of the distinction implied by having separate programs (USDA OBPA 2014)
Use of Science Process Skills Indicators in "Avicom" Science Creativity Competition To Improve Student Critical Thinking
This research was conducted to determine the effectiveness of science process skills indicators (SPS) in scientific creativity competition activities as a learning approach in improving students' critical thinking skills. Avicom is a student scientific creativity competition organized by SMA Avicenna Cinere which is attended by junior high school students from various provinces in Indonesia. This study uses a qualitative descriptive method with a theoretical triangulation approach, namely observation, review, and analysis. The data comes from article documents, videos of participant activities, and competition activities. The results of the analysis of data sources show an increase in the ability of SPS participants in three basic skills which are shown in the form of scientific work products, scientific work articles, and scientific paper presentations. The results of the literature study, this SPS competency indicator has an impact on increasing the participants' critical thinking skill
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Fisika yang Bersifat Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Model Inkuiri Terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada konsep fisika yang bersifat abstrak. Model inkuiri terbimbing adalah model pembelajaran yang melatih siswa untuk menemukan jawaban permasalahan atau pertanyaan sistematis, terstruktur pada konsep yang sudah ditentukan guru. Desain penelitian Pre eksperimen menggunakan pre-test dan post-test diujicobakan pada 30 siswa SMA, yang dibagi dalam dua kelompok. Model inkuiri terbimbing siswa diberikan tes kemampuan berpikir kritis dan setelah dilakukan proses pembelajaran diberikan tes yang sama. Pengolahan data, menggunakan paired t-test, n-gain, dan uji kesamaan dua rerata. Hasil analisis menunjukan bahwa ada peningkatan signifikan kemampuan perpikir kritis fisika siswa pada α=6%, rata-rata n-gain sebesar 0,71%, sehingga Model Inkuiri Terbimbing efektif melatih kemampuan berpikir kritis fisika siswa SMA
“GENERATE†SEBAGAI APERSEPSI PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PEREMPUAN DI SMA AVICENNA CINERE
Abstrak
Diantara siswa sekolah menengah terdapat kesenjangan gender untuk bidang matematika, sains, dan keterampilan dasar (Corbett, Hill, & Rose, 2008). Terdapat asumsi dan anggapan awam di masyarakat secara umum bahwa pelajaran fisika merupakan pelajaran yang memiliki karakteristik kelelakian sehingga kurang cocok dipelajari oleh kaum perempuan, Generate merupakan strategi dan metode pembelajaran yang dapat menghilangkan asumsi dan anggapan tersebut, dalam bentuk apersepsi pembelajaran melalui pemberian contohcontoh kaum perempuan yang sukses dalam bidang fisika, dan sesuai dengan karakteristik siswa perempuan agar dapat menumbuhkan minat dan motivasi siswa perempuan terhadap fisika. Melalui apersepsi Generate diharapkan terjadi peningkatan pemahaman konsep fisika pada siswa perempuan secara khusus dan seluruh siswa secara umum.
Kata kunci: minat, generate, gender
Abstract
Between students of high school are gender gap in mathematics, science, and basic skills (Corbett, Hill, & Rose, 2008). There is any lay in the general public assumption and presumption that physics is a subject that has characteristics making it less suitable maleness studied by women. “Generate†a strategy and learning methods that can eliminate assumptions, in the form of apperception learning by providing examples of the successful women in the fields of physics, and in accordance with the characteristics of female students in order to improve of interest and motivation of them to physics. Through Generate apersepsi expected to increase the understanding of physics concepts in particular women and in general students.
Keywords
ANALISIS MEKANIK DAN TERMAL MATERIAL KOMPOSIT BERBASIS SERAT ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN
This study aims to analyze the mechanical and thermal properties of water hyacinth fiber-based composite materials as an alternative to environmentally friendly packaging materials. This composite material is produced by mixing water hyacinth fiber with a natural polymer matrix that can decompose easily. Manufacturing methods include mixing, pressing, and thermal treatment processes. The mechanical properties of composite materials, including tensile strength and resistance to deformation, are tested using tensile tests and hardness tests. Thermal analysis is carried out through thermogravimetric tests (TGA) to identify the thermal stability and decomposition of the material. The results showed that the water hyacinth fiber-based composite materials had fairly good mechanical properties in certain mixture compositions, although they were not as strong as composite materials using synthetic fibers. However, this material shows potential in packaging applications that do not require extreme mechanical strength. The mechanical properties of the water hyacinth fiber composite produced lead to the fulfillment of the need for use as packaging, which is light, flexible and not easily broken. The thermal properties of the composites show faster decomposition compared to synthetic fiber based composites, but are still within the acceptable range for single-use packaging. With its environmentally friendly properties, this composite material can be an attractive alternative to reduce the use of plastic in the packaging industry. Nonetheless, improvements in manufacturing processes and material formulations are still required to improve their mechanical and thermal properties and maintain packaging durability under diverse usage conditions
ANALISIS MODAL USAHA, LABA USAHA DAN JAM KERJA DI APOTEK SYIFA MEDIKA KOTA SUKABUMI
Maya Damayanti (1930611117) University of Muhammadiyah Sukabumi. Analysis of Business Modal, Operating Profit and
Working Hours at Syifa Medika Pharmacy in Sukabumi City (Supervisors Mr. Acep Suherman, SE., M.Ak and Mrs. Risma
Nurmilah, S.P., M.Si).This study aims to find out how to analyze working capital, operating profit and working hours at Syifa
Medika Pharmacy. To obtain in-depth and accurate results, this research focused on Syifa Medika Pharmacy located in the city
of Sukabumi. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The author conducts data collection through
interviews, documentation and observation. Data management by means of descriptive analysis is a technical writing by
presenting all data obtained through interviews, documentation and library materials and analyzing them with written source
guidelines. From the results of the study, the author analyzed working capital, operating profit and working hours It plays an
important role in running a business, which means that every increase in capital, operating profit obtained and additional hours of
working hours will increase the profit of Syifa Medika Pharmacy
Lesson Study: Membangun Kolaborasi Komunitas Pembelajar di SMAN 1 Kota Depok
Peningkatan profesionalitas pendidik secara berkelanjutan tidak hanya integrasi harmonis antara hard-skills dan soft-skills guru secara individual, namun proses kolaborasi antar guru agar dapat saling memotivasi dalam peningkatan kompetensi. Lesson Study adalah salah satu model yang dapat dilakukan sebagai proses pembinaan guru sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam menjawab kondisi tersebut adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk kolaborasi dengan melakukan kegiatan Lesson Study dengan mitra SMAN 1 Kota Depok. Lesson Study menjadi model pembinaan pendidik mata pelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui kolaborasi membuat perencanaan, mengobservasi pelaksanaan, dan merefleksi hasil. Hasil kegiatan PkM memperlihatkan perlu adanya upaya pendampingan pada semua rumpun mata pelajaran di SMAN 1 Kota Depok. Pada tahap plan upaya yang harus dilakukan adalah guru model disarankan mempersiapkan sendiri Rencana Pembelajaran dan Lembar Kerja Peserta Didik dan memfasilitasi kegiatan pengayaan yang berkaitan dengan konsep dan kontens. Upaya program pendampingan pada tahap do adalah guru model disarankan agar tidak show of force saat pembelajaran, para observer diingatkan agar tidak memberi bantuan kepada siswa. Sedangkan pada kegiatan see lebih ditekankan pada aktivitas siswa bukan memojokkan kekurangan guru model. Tahap ini juga menyarankan agar moderator mengatur jalannya diskusi secara fokus dengan memecahkan masalah yang muncul satu persatu
- …
