26 research outputs found

    Muhammad Ghuri Peran dan Pengaruhnya dalam Menyebarkan Agama Islam di Wilayah Asia Selatan

    Get PDF
    Sejarah masyarakat muslim India[1] bermula dari periode Chaostik yang mengiringi mundurnya imperium Abbasiyah pada pertengahan abad X M[2]., sebelumnya telah berlangsung sejumlah invasi Arab. Seperti pada tahun 711-715, ketika itu pemerintahan muslim telah terbentuk di Sind, akan tetapi, penaklukan muslim yang paling menentukan datang dari rezim militer Afganistan, yaitu Ghaznawiyah yang menundukkan Lahore pada tahun 1030 M dan menghancurkan wilayah India Utara. Pada akhir abad XII, kedudukan Ghaznawiyah digantikan oleh dinasti Ghuri di bawah kepemimpinan Muhammad Ghuri, yang mengawali penaklukan secara sistematis di India. Dari sinilah awal mula karir kepemimpinan Muhammad Ghuri dimulai. Untuk mengkaji pola kepemimpinan Muhammad Ghuri, tidak bisa terlepas dari sejarah latar belakang kehidupannya, karena kepemimpinan pada umumnya dilahirkan oleh suatu sistem sosial, kepemimpinan yang dilahirkan itu merupakan faktor penyebab kelahiran suatu system yang baru, bahkan pemimpin sejati bukan muncul sebagai pengaruh atau keturunan, tetapi juga oleh lingkungan. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa kepemipinan itu muncul melalui sebuah proses. Dengan demikian untuk mengkaji corak kepemimpinan sultan Muhammad Ghuri dalam ekspansinya ke India tidak dapat mengabaikan latar belakang kehidupannya. Sultan Muhammad Ghuri memiliki latar belakang yang unik dan memiliki ketangguhan dalam menegakkan pemerintahan di India yang dikenal sebagai negeri berhala itu. Dengan ketangguhan yang dimilikinya itulah, ia dapat menegakkan panji-panji Islam di sana dan bahkan dirinyalah yang menjadi pendiri sebuah Kesultanan Delhi. Untuk mengenal lebih jauh tentang Muhammad ghuri dan kiprahnya dalam menyebarkan Islam di wilayah India, tulisan ini menyajikan bagaimana kebijakan- kebijakan yang diambil dalam menegakkan agama Islam di wilayah India serta dampak dari kebijakan tersebut bagi masyarakat India pada umumnya.   [1]India yang dimaksud disini adalah bukan wilayah India sekarang, tetapi wilayah yang juga meliputi negara bagian Afganistan, Pakistan, dan sekitar Bangladesh. [2]Ira. M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam, trj. Gufron. A. Mas’adi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 672

    RANCANG BANGUN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BINGO GAME MENGGUNAKAN PENDEKATAN VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTETHIC UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATAKULIAH SISTEM DIGITAL

    No full text
    Tujuan penelitian Skripsi ini dibuat untuk merancang dan membangun multimedia interaktif berbasis bingo game dengan menggunakan pendekatan pembelajaran VAK (Viusal, Auditory, Kinesthetic) untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada matakuliah sistem digital. Dari tahapan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, didapat data penelitian dari angket survey lapangan yang diberikan kepada Dosen Pendidikan Ilmu Komputer pengampu matakuliah sistem digital di Universitas Pendidikan Indonesia pada analisis, angket validasi ahli pada tahap pengembangan yang diberikan kepada dosen-dosen dan angkat penilaian mahasiswa terhadap multimedia pembelajaran berbasis bingo game. Data juga didapatkan dengan menggunakan instrument tes dalam bentuk pilihan ganda. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1) multimedia pembelajaran berbasis bingo game telah dikembangkan dan dinilai baik dan layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan 88,88% oleh ahli media dan 78,26 % oleh ahli materi, kemudian mahasiswa memberikan penilaian baik terhadap multimedia pembelajaran berbasis bingo game dengan persentase penilaian yang diuraikan menjadi 3 aspek, 90% untuk perangkat lunak, 89,64% untuk aspek pembelajaran dan 86,5% untuk aspek komunikasi visual. 2) multimedia pembelajaran berbasis bingo game memberikan adanya peningkatan nilai rata-ratapretest sebelum menggunakan multimedia sebesar 70,25 dibandingkan dengan nilai rata-rata sesudah menggunakan multimedia sebesar 82,66 dan diperkuat dengan perhitungan indeks gain yang terlihat peningkatan kemampuan pemahaman mengalami peningkatan sebesar 53,74% dengan kriteria sedang hal ini menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa meningkat. ---------- This research is aimed to design and build interactive multimedia-based bingo game using VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) learning approach to enhance the students' understanding on digital systems course. Based on the research and development that has been done, data obtained from a questionnaire survey provided to the lecturers of Education Computer Science who teach digital system course at the Indonesia University of Education in the analysis step, questionnaire validation expert in the development stage were given to lecturers and the students assessment questionnaire of bingo game multimedia-based learning. Data were also obtained using a test instrument in the form of multiple choices. The result of the study shows: 1) multimedia bingo game based learning has been developed and is considered good and able to be used by the average percentage of 88.88% eligibility by media experts and 78.26% by materials experts, students gave a good assessment of the multimedia bingo game based learning with assessment percentages which broken down into three aspects, 90% for software, 89.64% for the learning aspect and 86.5% for aspects of visual communication. 2) multimedia bingo games-based learning provide an increase in the average value before using multimedia at 70.25 compared to the average value of 82.66 after the use of multimedia and reinforced with index gain calculation which showed an increase in the ability of understanding by 53, 74% with fair criteria, it shows an increase in student comprehension

    TRADISI ANCAK AGUNG DALAM MENYAMBUT MAULID NABI MUHAMMAD SAW (STUDI LIVING HADIS DI PONDOK PESANTREN WALI SONGO SITUBONDO JAWA TIMUR)

    Get PDF
    Ancak Agung merupakan salah satu tradisi yang ada di dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo merupakan pesantren pertama yang mengadakan tradisi Ancak Agung dengan ciri khas tersendiri yaitu dengan adanya buah-buahan yang disusun membentuk menara. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal tanggal 16 setiap tahunnya. Lokasi penelitian terletak di Pondok Pesantren Wali Songo yang berada di Desa Mimba‟an, Panji Situbondo, Jawa timur. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif, metode yang di gunakan peneliti dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian untuk menganalisa data hasil penelitian, peneliti menggunakan teori fenomenologi dan teori living hadis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah tradisi Ancak Agung dan bagaimana proses pelaksanaan tradisi Ancak Agung, selain itu peneliti juga berfokus pada pengamalan hadis yang hidup pada tradisi Ancak Agung di Pondok Pesantren Wali Songo. Mengenai sejarah adanya tradisi Ancak Agung berawal dari sebuah wasiat abah kyai Kholil As‟ad Syamsul Arifin yang meminta perayaan maulid Nabi supaya dilaksanakan secara meriah, sehingga tradisi Ancak Agung mulai di adakan sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Wali Songo. Rangkaian persiapan dimulai dengan pembentukan panitia, kerja bakti lokasi, menghias panggung dan pembuatan Ancak Agung. Rangkaian pelaksanaannya tentunya terdapat, pembacaan surat Yasin, ceramah-ceramah agama dari beberapa kyai dan habib, dilanjutkan dengan pembacaan maulid Diba‟i dan di akhiri dengan pembacaan doa-doa. Kemudian Ancak Agung akan di perebutkan oleh para hadirin. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan adanya pengaplikasian hadis yang menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Ancak Agung di Pondok Pesantren Wali Songo Mimba‟an Panji Situbondo bukan semata-mata tradisi biasa, melainkan tradisi tersebut merupakan pengamalan hadis yang bertema tentang kecintaan kepada Nabi, makna dan nilai yang terdapat di dalamnya yaitu wujud takzim kepada Nabi, wujud bahagia atas menyambut hari lahirnya Nabi Muhammad SAW dan wujud mencintai Nabi. sebagai seorang muslim para pelaku tradisi memiliki keyakinan bahwa dengan melaksanakan tradisi Ancak Agung mereka akan mendapat aliran barokah kemuliaan Nabi Muhammad SA

    Model Muslim siber berasaskan Manhaj Rabbaniyyah / Muhammad Taufik Md Sharipp, S. Salahudin Suyurno dan Mohd Khairul Nizam Mohd Aziz

    Get PDF
    Komunikasi Islam adalah proses menyampaikan utusan (mesej) kepada seseorang atau masyarakat untuk dijadikan milik bersama tentang maklumat, pengetahuan, kemahiran, sikap & kepercayaan berlandaskan Islam. Lantaran itu, setiap individu Muslim menggalas tanggung jawab sebagai seorang komunikator Islam. Namun, melihat kepada situasi kini yang amat membimbangkan apabila ramai pengguna laman sosial mudah menulis dan berkongsi apa sahaja bahan mereka atas panji dakwah tanpa ada ilmu dan penelitian yang khusus. Etika sebagai seorang komunikator atau pendakwah dipandang sepi oleh segelintir pihak khususnya melalui media baharu. Justeru, Muslim siber perlu kembali kepada perkara pokok dalam mengambil dan menyebarkan maklumat berkaitan Islam disebut manhaj rabbaniyyah yang merangkumi tiga elemen utama iaitu hikmah, mau’izah al-hasanah dan mujadalah al-husna. Kajian secara tinjauan dan deskriptif ini bertujuan mengenal pasti elemen manhaj rabbaniyyah dan menganalisis kepentingannya sebagai indikator komunikator Islam. Kesahan instrumen dari pakar rujuk bidang dakwah dan komunikasi Islam juga diketengahkan bagi mengenalpasti item-item manhaj rabbaniyyah

    SERAT MENAK GUBAHAN YASADIPURA I DALAM REPRESENTASI SASTRA ISLAM JAWA

    Get PDF
    Serat Menak adalah karya sastra jawa berjenis cerita kepahlawanan yang ditulis pada masa Kerajaan Islam Mataram. Serat Menak merupakan karya yang diadaptasi dari naskah Melayu yang berjudul Hikayat Amir Hamzah. Ceritanya, mengisahkan tentang petualangan Amir Hamzah, paman Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam dengan melakukan penaklukan raja-raja kafir di sekitar Jazirah Arab. Salah satu pujangga Keraton Surakarta yang menulis Serat Menak adalah Yasadipura I. Hanya saja, beberapa para ahli sastra Jawa menilai Serat Menak sebagai tiruan dari Cerita Panji. Pendapat ahli sastra Jawa tersebut nampak kontradiktif. Sebab, secara umum Serat Menak dipahami sebagai karya sastra yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat muslim atau kerajaan Jawa Islam. Sehingga sepertinya kurang tepat jika Serat Menak dianggap lebih merepresentasikan Cerita Panji, cerita dari tradisi sastra Hindu-Buddha di masa lalu.. Berangkat dari latar belakang masalah tersebut, penulis hendak mengkaji Serat Menak gubahan Yasadipura I ini dengan maksud untuk memahami kedudukan Serat Menak dalam khasanah kesusastraan Jawa klasik, serata meninjau unsur-unsur Islam Jawa yang direpresentasikan oleh Serat Menak. Dalam kajian ini penulis menggunakan pendekatan representasi yang dikemukakan oleh Seyyed Hossen Nasr. Menurut Nasr, karya sastra dapat disebut sebagai karya sastra Islam jika mampu merepresentasikan spirit batin al-Qur‘an dan memancarkan cahaya Muhammadiyah yang dengannya dapat membangkitkan kesadaran akan kehadiran realitas tertinggi atau keesaan Tuhan, kebergantungan seluruh mahluk hidup kepada Tuhan, sifat kesementaraan dunia, terungkapnya kualitas-kualitas positif dari eksistensi semesta alam, hingga sampai pada ketahap kesadaran atau penciptaan suasana, dimana Tuhan selalu diingat. Dengan menggunakan pendekatan representasi yang dikemukakan oleh Nasr ini, penulis memahami bahwa Serat Menak gubahan Yasadipura I merupakan karya Sastra Jawa yang diungkapkan dalam bentuk tembang macapat. Bentuk pengungkapan sastra Jawa yang dikembangkan pada masa Islam. Pokok cerita Serat Menak tidak sama dengan pokok Cerita Panji. Serat Menak merepresentasikan beberapa tema yang hubungannya dengan sastra Islam Jawa sangat dekat yaitu insan kamil, arti penting Kitab Primbon dalam tradisi budaya Jawa, ajaran istiqomah dalam menjalankan ibadah dan hikmah-hikmah lainnya

    Pengembangan Metode Routing Menggunakan Mekanisme Swing Routing dengan Penanganan Routing Hole Sebagai Peningkatan Kinerja Wireless Sensor Network

    Get PDF
    WSN menggunakan jaringan nirkabel untuk menghubungkan node sensor dan sink node. Node sensor bertugas mengumpulkan informasi dengan melakukan sensing terhadap target seperti panas, cahaya, dan suhu. Namun, node sensor memiliki keterbatasan dalam hal memori, sumber daya pengolahan, energi, dan masa pakai, yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan, termasuk network lifetime dan packet delivery ratio. Oleh karena itu, diperlukan protokol yang efektif untuk meningkatkan kinerja jaringan WSN. Salah satu penelitian untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah menggunakan Shortest Geopath Routing (SGP) berbasis tetangga terdekat dan lokasi. Namun, SGP memiliki permasalahan seperti seringnya terjadi kongesti yang menyebabkan packet drop dan kegagalan pengiriman data saat terjadi Routing hole. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini melakukan protokol SGP dengan mekanisme Swing routing untuk meningkatkan kinerja jaringan WSN. Dalam mengatasi Routing hole, Swing routing Protocol juga melakukan pencarian jalur alternatif dengan memilih node berdasarkan lokasi koordinat terdekat dengan sink node. Hasil simulasi menggunakan simulator SIDnet-SWAN menunjukkan bahwa penggunaan Swing routing Protocol dapat mengurangi warning congestion dalam jaringan sebesar rata-rata 10 node, meningkatkan network lifetime sebesar 5.27% (14 menit), dan meningkatkan packet delivery ratio sebesar 8.27% dibandingkan dengan protokol SGP. Dalam penanganan Routing hole, Swing routing Protocol mendapatkan rata-rata packet delivery ratio sebesar 21.77% dibandingkan dengan protokol SGP

    CALCULATING THE SIMILARITY OF INDONESIAN SENTENCES USING LATENT SEMANTIC INDEXING BASED ON KBBI

    Get PDF
    Calculating the semantic similarity between sentences is a long-discussed issue in the field of language processing. The field of semantic analysis has an important role in research related to text analysis. In this study, the data used is the definition of each word that has the same meaning by Indonesian dictionary. In this study also, the author presents two methodologies with semantic similarity using TF-IDF algorithm traditional and LSI method using TF-IDF with distribution terms of definition. All definitions are calculated by other definition, by analyzing the definition of which has a high similarity value along with accuracy. Each weight calculation and vectors generated by the TF-IDF algorithm each method, calculation steps to reduce the dimension of vector greatly affect the outcome of similarity values. Evident of this research method to add distribution terms, scores greater weight and influence the value of similarity. LSI method also strengthen the TF-IDF algorithm to determine the similarity distribution a better sentence, taking into account also the character of KBBI. The results obtained in this study, the value of an accuracy of 75.9% for the semantic similarity using traditional TF-IDF and 80% for LSI method and TF-IDF is a weighted term distribution

    Identifikasi Sistem Plant Kontrol Ketinggian Quadcopter Dengan Metode RLS

    Get PDF
    Untuk mendapatkan model matematis suatu sistem adalah dengan menggunakan proses identifikasi. Dalam hal ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode RLS (Recursive Least Square).  Sistem kontrol quadcopter digunakan dalam identifikasi sistem RLS tersebut. Sinyal uji untuk identifikasi sistem berasal dari PRBS (Pseudo Random Binary Sequence)  yang dibangkitkan dari mikrokontroler ATMega328P. Sedangkan plant yang dikontrol adalah quadcopter yang memiliki board IMU (Inertial Measurement Unit) dengan tipe KK Board 2.1. Hasil identifikasi sistem ini adalah berupa fungsi alih diskrit dengan validasi berupa whiteness test dan uncorrelation test. Parameter fungsi alih diskrit yang didapatkan pada identifikasi sistem ini yaitu denominator A1 = -1.2595, A2 = 0.4422, numerator B1 = 0.0134, B2 = -0.0098, pada time sampling 0.5s. Sedangkan hasil validasi sistem menggunakan whiteness test yaitu RN(0) = 0.1338 , RN(1) = 0.1247, RN(2) = 0.0122, RN(3) = 0.0495 dan  |RN(i)|≤ 0.13563 dimana batas validasi praktikalnya adalah sebesar |RN(i)|≤ 0.15

    PEMIKIRAN BUYA HAMKA MELALUI NASIONALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA 1964-1975

    Get PDF
    ABSTRAK Penguatan dan pembangunan bangsa, adalah peranan vital dari kekuatan nasionalisme. Terlebih nilai-nilai nasionalisme dalam kasad pendidikan di tengah hidup masyarakat yang majemuk dan turut menjadi sarana peningkatan taraf hidup manusia, kemudian semua tahu bahwa pemikiran Hamka sebagai seorang ulama dan penulis, juga memiliki peranan yang besar dalam konteks perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Melihat realitas yang ada, nilai- nilai nasionalisme bisa kita temukan dalam pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyajikan pemikiran serta relevansi dari nilai- nilai nasionalisme dalam pendidikan Islam pemikiran Buya Hamka di Indonesia. Penulis membatasi penelitian ini pada kajian tentang potensi nasionalisme dalam pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode sejarah: dimulai dari pengumpulan sumber, verifikasi atau kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan sumber dilakukan dengan mencari data primer melalui karya-karya yang ditulis langsung oleh Hamka dan wawancara, serta data sekunder berupa jurnal, tesis maupun disertasi. Adapun teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tiga pilar nasionalisme menurut Achmad Fedyani Saifuddin: kesadaran kolektif identitas, kesadaran kolektif historis dan gerakan sosial bersama. Hasil penelitian ini merupakan temuan nilai-nilai nasionalisme dalam pendidikan Islam pemikiran Hamka, puncaknya melalui Tafsir Al-Azhar yang terwujud dalam bentuk Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. Wujud implementasi yang relevan berupa penerapan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam kurikulum pembelajaran menunjukkan bahwa cita rasa nasionalis atau cinta kebangsaan bisa didapat melalui pemikiran Hamka, seorang ulama besar sekaligus tokoh yang terjun dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam, namun jarang terpikirkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bangsa dalam memandang nilai-nilai nasionalisme dalam pendidikan Islam. Tujuan lain dari penelitian ini adalah pentingnya nilai-nilai sejarah dan agama, dalam kebangsaan melalui tinjauan kritis Sejarah Pemikiran. ABSTRACT Strengthening and building the nation, is a vital role of the power of nationalism. Moreover, the values of nationalism in the cadre of education in the midst of a pluralistic society and also become a means of improving the standard of human life, then everyone knows that Hamka's thoughts as a scholar and writer also have a big role in the context of the development of Islamic education in Indonesia. Looking at the existing reality, we can find the values of nationalism in Hamka's thoughts on Islamic education in Indonesia. This study presents the thoughts and relevance of the values of nationalism in the Islamic education of Buya Hamka's thought in Indonesia. The author limits this research to the study of the potential of nationalism in Islamic education in Indonesia. This research method uses the historical method: starting from source collection, historical verification or criticism, interpretation and historiography. Source collection is done by looking for primary data through works written directly by Hamka and interviews, as well as secondary data in the form of journals, theses and dissertations. The theory that the author uses in this research is the theory of the three pillars of nationalism according to Achmad Fedyani Saifuddin: collective identity awareness, historical collective consciousness and shared social movements. The results of this study are the findings of the values of nationalism in the Islamic education of Hamka's thought, culminating in the Tafsir Al-Azhar which is manifested in the form of the Al-Azhar Islamic Boarding School Foundation. The form of relevant implementation in the form of the application of IMTAQ (Faith and Taqwa) in the learning curriculum shows that nationalist taste or love of nationality can be obtained through the thoughts of Hamka, a great scholar as well as a figure who is involved in the world of education, especially Islamic education, but is rarely thought of by the Indonesian people as nation in viewing the values of nationalism in Islamic education. Another objective of this research is the importance of historical and religious values, in nationality through a critical review of the History of Thought

    Pelatihan Pembuatan Game Edukasi menggunakan Game Maker Sebagai Upaya Meningkatkan Pembelajaran Kreatif Bagi Siswa SMK Badan Perguruan Indonesia Kota Bandung

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era Society 5.0, terutama internet, telah memberikan dampak yang luas dan cepat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Industri kreatif, sebagai hasil dari kemajuan tersebut, telah menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat, dengan industri game sebagai salah satu contohnya. Game merupakan aplikasi yang menyajikan pengalaman kehidupan manusia dalam bentuk perangkat lunak dan memberikan hiburan yang menyenangkan bagi berbagai kalangan. Pasar game Indonesia telah mencapai angka yang besar, namun mayoritas dikuasai oleh developer asing, yang berdampak buruk bagi keuangan negara. Bermain game telah menjadi kegiatan yang populer di kalangan anak-anak, remaja, dan orang dewasa, dengan manfaat seperti peningkatan kemampuan kognitif dan sebagai media pembelajaran. Di SMK Badan Perguruan Indonesia Kota Bandung, terdapat permasalahan terkait kurangnya informasi dan pengetahuan tentang pembuatan game, serta pembelajaran TIK yang masih terbatas pada desain grafis. Oleh karena itu, melalui kegiatan PKM ini, Game Maker dipilih sebagai aplikasi pembuat game untuk diperkenalkan kepada siswa dengan tujuan agar mereka dapat menjadi pembuat game yang kreatif berbasis TIK, bukan hanya pengguna atau pemain game. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu meningkatnya pembelajaran kreatif siswa dengan hasil jumlah aplikasi game edukasi yang telah diciptakan oleh siswa sebanyak 90% dari 31 siswa serta didapatkan peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan aplikasi Game Maker sebesar 33,6%. Manfaat lain dari kegiatan PKM ini adalah memberikan pengalaman dan pembelajaran baru tentang pembuatan game edukasi yang bermanfaat bagi kehidupan seharip-hari
    corecore