881 research outputs found

    Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz

    Full text link
    Skripsi ini adalah sebuah hasil penelitian studi tokoh pada library research tentang Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz yang difokuskan pada pembahasan nilai spiritual dalam kepemimpinanya. Dasar pemikiran yang melatar belakangi penelitian ini adalah peneliti melihat bahwa ada hubungan erat antara peran seorang pemimpinan dengan persoalan moral dan spiritual umat muslim apalagi kepemimpinan beliau bersifat inovatif, inspiratif dan menjawab kebutuhan zaman. Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, menggantikan saudara sepupunya yaitu khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Ia dipilih menjadi khalifah dikarenakan mempunyai sifat sederhana, jujur, adil, dan taqwa.selain itu Umar bin Abdul Aziz membawa perdamaian bagi umatnya, serta memperbaiki tatanan yang ada pada masa pemerintahanya. Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin muslim yang memiliki otoritas dan kebijakan-kebijakan dalam memimpin negaranya, Salah satu sifat kepemimpinan utama Umar bin abdul Aziz adalah berlaku adil lebih-lebih relevan dengan kondisi umat Islam sekarang. Skripsi ini bermaksud menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan spiritual yang pernah diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam rangka mengarahkan umat manusia untuk selalu mengikut sertakan peran spiritual didalam memimpin baik disebuah organisasi, perusahaan maupun Negara. Penelitian skripsi ini memfokuskan pada ruang lingkup kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz dengan permasalahan utama adalah bagaimana kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz. Jenis penelitian skripsi ini adalah riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dari sumber-sumber buku primer yang mengacu kepada riwayat Umar bin Abdul Aziz kemudian menganalisisnya dengan metode content Analysis. Dari pembahasan tentang kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz , peneliti memperoleh temuan-temuan yaitu: Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniaan kepada dimensi spiritual (keilahian). Menjunjung tinggi ketaqwaan, serta menyelesaikan suatu permasalahan secara adil dan bijak dengan landasan dasar hukum yang benar dan kuat dengan menggunakan hadis Nabi Muhammad s.a.w dan Al-Qur’an. Kredibilitas kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz tercermin dalam prilaku, sifat-sifat utamanya diantaranya: ketaqwaan kepada Allah, zuhud, tawadhu, wara’, santun, pemaaf, tegas, adil, dan bijaksana. Kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan dan pengaruh positif bagi rakyat dan negaranya

    pMeniti jalan kearifan politik: Umar Bin Abdul Aziz Perjuangan idealisme politik Islam dalam praktek

    No full text
    Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah ke-8 Daulah Umayyah, mempunyai sikap dan perilaku sangat bijaksana dan manusiawi yang patut ditiru oleh para pemimpin muslim dan para pemimpin bangsa

    PENDEKATAN PSIKOLOGI DAKWAH DATO’ BENTARA SETIA NIK ABDUL AZIZ NIK MAT TERHADAP NON-MUSLIM PADA DEWAN HIMPUNAN PENYOKONG PAS (DHPP)

    Full text link
    Skripsi dengan judul Pendekatan Psikologi Dakwah Dato‟ Bentara Setia Nik Abdul Aziz Nik Mat Terhadap Non-Muslim di Dewan Himpunan Penyokong PAS (DHPP) bertujuan untuk mengetahui metode dakwah Dato‟ Bentara Setia Nik Abdul Aziz Nik Mat Terhadap Non-Muslim, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dan untuk mengetahui sudut pandang psikologi terhadap pendekatan- pendekatan dakwah Dato‟ Bentara Setia Nik Abdul Aziz Nik Mat Terhadap Non- Muslim di DHPP. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif menggunakan kaidah penelitian lapangan (field research). Metode alat pengumpul data berupa wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Subyek penelitian adalah 6 orang yaitu wakil pengarah Institut Pemikiran Tok Guru (IPTG) dan dua pimpinan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) serta 3 anggota Dewan Himpunan Penyokong PAS (DHPP). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa, pendekatan yang digunakan oleh Tok Guru Nik Aziz dalam berdakwah kepada non-Muslim adalah melalui pendekatan dakwah Surah an-Nahlu ayat 125 melalui pendekatan hikmah, mau‟dzah hasanah dan mujadalah. Metode yang digunakan adalah mencari titik temu, toleransi, uswatun hasanah dan dialog. Sedangkan, faktor pendukung bagi Tok Guru Nik Aziz menyampaikan dakwah pada non-Muslim adalah Partai Islam Se-Malaysia PAS itu sendiri, jabatannya sebagai gubernur dan penasehat PAS. Seterusnya kesan asimilasi antar-bangsa di negara bagian Kelantan. Adapun faktor penghambat adalah semangat rasial yang wujud di kalangan masyarakat Malaysia, kebijakan kerajaan pemerintah memblokir perlaksanaan undang-undang syariah dan tiada kesadaran terhadap tanggungjawab dakwah di kalangan masyarakat Malaysia. Analisis pendekatan Tok Guru Nik Aziz dengan teori psikologi pula dapat dilihat melalui teori Humanistik, seterusnya Behaviour yaitu teknik conditioning classical, modelling dan reinforcement. Katakunci: Psikologi, Dakwah, Tok Guru Nik Azi

    Pengelolaan Keuangan Publik Islam Pada Masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

    Full text link
    Perkembangan ekonomi Islam saat ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah pemikiran ekonomi Muslim di masa lalu. Salah satu tokoh ekonom Muslim yang berhasil dikenang cemerlang dalam sejarah peradaban Islam adalah Umar bin Abdul Aziz. Khalifah ini berhasil dalam memimpin rakyatnya baik muslim maupun non muslim, lebih khusus lagi beliau dikenang dalam sejarah dapat menerapkan pengelolaan keuangan publik negara dengan sangat baik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan pengelolaan keuangan publik pada masa Umar bin Abdul Aziz dan dampak dari kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah dengan menggunakan sumber data kepustakaan. Dari hasil kajian diketahui bahwa Kebijakan pengelolaan keuangan publik yang dibuat Umar bin Abdul Aziz berkaitan dengan penerimaan keuangan negara yang sumber utamanya adalah dari zakat. Selain itu sumber-sumber penerimaan negara lainnya, seperti jizyah, kharaj, usyur, ghanimah dioptimalkannya pula. Sedangkan kebijakan yang berkaitan dengan pengeluaran negara pada umumnya untuk kepentingan masyarakat dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan pengeluaran untuk kepentingan negara dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian. Implikasi dari kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz selama menjadi khaliafah adalah kesejahteraan rakyat meningkat, daya beli masyarakat meningkat, orang miskin berkurang, pajak berkurang, banyak masyarakat yang masuk Islam, serta timbulnya rasa keamanan dan kenyamanan sosial

    Muslim tourist perceived value on satisfaction in Muslim-friendly tourism in Kuala Lumpur and Melaka / Aimi Hajar Abdul Aziz

    Full text link
    Muslim consumerism is rapidly growing and expanding annually in which there is a surge demand on services that caters to Muslim needs especially in the tourism industry. Thus, this research focuses on Muslim Tourist perceived value on satisfaction in Muslim-Friendly Tourism that is, a study on foreign tourist as well as local tourist in Kuala Lumpur and Melaka. Due to a large population, a sample size decision model from Krejcie and Morgan (1970) is used with a target sample size as suggested is 384. However, in this research a total of 400 questionnaires were distributed in targeted states as well as through online platforms. The objectives of this study are to identify the correlation between Muslim Tourist Perceived Value (MTPV) and tourist satisfaction as well as to identify which dimensional factors in MTPV is the most influential factor on tourist satisfaction. The questionnaires were distributed offline to local Muslim tourist and foreign Muslim tourist in areas in Kuala Lumpur such as Kuala Lumpur Conventional Centre (KLCC), Pavillion, and KL Sentral. In Melaka, questionnaires were distributed in Mahkota Parade, Dataran Pahlawan and Klebang. The questionnaires were also distributed online as well in order to find out if MTPV influence Muslim tourist satisfaction in MFT. The result obtained from this study indicate that the most influential factor of this study is cognitive value of emotion, whereby hypotheses H1b, H2a, H3a, H4a are accepted, and hypotheses H1a, H2b, H3b, H4b are rejected. Therefore, this research has been carried out to identify the perceived value that influences satisfaction

    Raja Faisal Bin Abdul Aziz: Jejak Kehidupan dari Kelahiran hingga Kematiannya

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang rekam jejak kehidupan seorang tokoh sentral dari Jazirah Arab Saudi yang bernama Raja Faisal bin Abdul Aziz mulai dari masa kelahiran samapai dengan masa kematian. Tulisan ini adalah tulisan sejarah dengan menggunakan metode sejarah, yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Raja Faisal bin Abdul Aziz al-Saud yang kemudian dikenal dengan Malik Faisal lahir pada bulan Safar, tahun 1324 H/ 1906 M, di Kota Riyadh (Ibu Kota Saudi Arabia). Beliau merupakan anak dari pasangan Raja Abdul Aziz al-Saud dan Tarfah binti al-Syaikh, dan merupakan anak keempat dari Raja Abdul Aziz. Ibunya bernama lengkap Tarfah binti Abdullah bin Abdul Lathif al-Syaikh. Pada usianya yang masih muda, Faisal telah berhasil menghafal beberapa juz di dalam Alquran, menghafal sejumlah hadis, dan telah mengetahui ajaran fiqh dari kitab-kitab Ahmad bin Hambal. Selain itu, Faisal muda gemar membaca berbagai buku-buku yang dibuat oleh sang kakek, hal ini tentu menambah pengetahuan dan kemampuan berbicara Pangeran Faisal di depan umum. Faisal bin Abdul Aziz, sebelum diangkat menjadi Raja ke-3 Saudi Arabia, diusianya yang dewasa Faisal bin Abdul Aziz telah memangku beberapa jabatan penting di dalam keluarga kerajaan. Adapun beberapa jabatan penting yang pernah ditempati oleh Faisal bin Abdul Aziz diantaranya sebagai wakil raja di Hijaz dan sebagai menteri luar negeri Saudi Arabia. Raja Faisal juga mempunyai watak yang tegas dan tidak segan-segan mengeluarkan kebijakan yang tidak masuk di akal pada abad itu. Terbukti ketika Raja Faisal berani mengembargo minyak kepada pihak Amerika pada tahun 1974 M, yang ketika itu menjadi negara sekutu Saudi Arabia sejak Pemerintahan Raja Abdul Aziz. Sang raja yang dicintai oleh rakyatnya dan para pemimpin Muslim dunia, akhirnya tewas karena ulah Faisal bin Musaid, pada tanggal 25 Maret 1975 M

    KEBIJAKAN FISKAL KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ (99-101 H/717-720 M)

    No full text
    Perkembanganekonomi Islam saatinitidakbisadipisahkandarisejarahpemikiranekonomi Muslim di masalalu. Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M) merupakan khalifah ke-8 Dinasti Umayyah yang sukses dalam menjalankan setiap kebijakan-kebijakannya dengan waktu yang relatif singkat yaitu dua tahun. Dalam konteks kekinian, banyak terjadi goncangan perekonomian yang disebabkan kurang tepatnya kebijakan fiskal yang diambil oleh pemerintah. Atas dasar pemikiran tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keberhasilan kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam menjalankan kekhalifahannya? 2) Bagaimana konsep kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam konteks kekinian? Penelitianiniadalahpenelitiankepustakaan (library research), yaitujenispenelitian yang objekutamanyaadalahbuku-bukuperpustakaan yang berkaitandenganpokokpembahasandanjugaliteraturlainnya.Dalampenelitianinipenyus unmenggunakanmetodecontent analysis.Content analysis biasanyadilakukanuntukmengungkapkansituasipenulisdanmasyarakatpadawaktubuku ituditulis.Carainidapat pula digunakanuntukmembandingkanantarasatubukudenganbuku yang lainnyadalambidangsama, sepertikemampuanbukubukutersebutdalamsasarannyasebagaibahan yang disajikankepadamasyarakat.Dalam hal ini penulis akan menganalisis kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M) serta relevansinya dengan konsep kebijakan fiskal kekinian. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu perkataan khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam kitab al-amwa>lkarangan Abu ‘Ubaid al-Qasim, dan buku karangan Khalid Muhammad Khalid yakni Khulafa> Rasu>l. Sedangkan untuk sumber sekunder penulis menggunakan buku-buku, dokumentasi dan sumber lain yang relevan dengan pembahasan. Adapun kesimpulan dari penelitian tersebut adalah keberhasilan kebijakan fiskal khalifah Umar bin Abdul Aziz antara lain: 1) kebijakan pengelolaan dana jizyah, 2) Pengelolaan tanah mati (Ihya> al-Mawa>t), 3) mereformasi pengelolaan zakat. Sedangkan konsep kebijakan fiskal dalam konteks kekinian antara lain: 1) Desentralisasi dan dekonsentralisasi sistem pengelolaan zakat, 2) Subsidi silang dalam pengelolaan zakat, 3) Mendokumentasikan dan Pengadministrasian pengelolaan zakat 4) Pengelolaan tanah mati (Ihya> al-Mawat)

    Meniti jalan kearifan politik umar bin abdul aziz : perjuangan idealisme politik islam dalam praktik

    No full text
    Umar bin abdul aziz adalah khalifah ke-8 daulah umayyah, mempunyai sikap dan perilaku sangat bijaksana dan manusiawi yang patut ditiru oleh para pemimpin muslim dan para pemimpin bangsa. Kebanyakan perilaku pemimpinn dewasa ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas negara untuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sangat sulit dihilangkan. Dalam kaitan ini, beliau adalah salah seorang khalifah yang sangat konsisten dalam mengambil keputusan, tidak mudah dipengaruhi oleh keluarga atau orang - orang di sekitarnya.Penulis mengajak kita membuka kembali lembaran sejarah islam mengenai pengelolaan pemerintahan dan aktivitas politik yang adil, sejahtera, dan sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Umat Islam di Indonesia dan di belahan dunia ini sangat merindukan pemimpin yang arif dan bijaksana, seperti halnya sosok umar bin abdul aziz.viii, 120 hlm, 20,8 x 14,5 c

    Meniti jalan kearifan politik umar bin abdul aziz : perjuangan idealisme politik islam dalam praktik

    No full text
    Umar bin abdul aziz adalah khalifah ke-8 daulah umayyah, mempunyai sikap dan perilaku sangat bijaksana dan manusiawi yang patut ditiru oleh para pemimpin muslim dan para pemimpin bangsa. Kebanyakan perilaku pemimpinn dewasa ini lebih banyak memanfaatkan fasilitas negara untuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sangat sulit dihilangkan. Dalam kaitan ini, beliau adalah salah seorang khalifah yang sangat konsisten dalam mengambil keputusan, tidak mudah dipengaruhi oleh keluarga atau orang - orang di sekitarnya.Penulis mengajak kita membuka kembali lembaran sejarah islam mengenai pengelolaan pemerintahan dan aktivitas politik yang adil, sejahtera, dan sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Umat Islam di Indonesia dan di belahan dunia ini sangat merindukan pemimpin yang arif dan bijaksana, seperti halnya sosok umar bin abdul aziz.viii, 120 hlm, 20,8 x 14,5 c
    corecore